Anda di halaman 1dari 17

BAGIAN I

DASAR PENELITIAN DAN PRAKTEK


Buku ini terbagi atas dua bagian besar dimana bagian pertama terdiri dari lima bab dan
bagian kedua terdiri atas enam bab. Pada bagian pertama ini penulis mencoba menjelaskan halhal yang berkaitan dengan dasar dari sebuah penelitian dan prakteknya. Di dalam bagian ini tidak
membahas tentang metode penelitian melainkan menjelaskan tentang apa itu penelitian, apa
tujuannya, mengapa penelitian dilakukan dan sebagainya yang merupakan dasar dari sebuah
penelitian. Lima bab yang dibahas adalah sebagai berikut :
1. Dasar penelitian

Di dalam bab ini penulis mencoba memaparkan dasar dari sebuah penelitian secara
umum, ada beberapa hal yang dibahas dalam bab ini yaitu, pertama penulis menjelaskan hal-hal
apa saja yang dilakukan untuk melakukan sebuah penelitian secara sistematis.
a. Apa yang bisa dilakukan dengan sebuah penelitian
Pada poin ini penulis menjelaskan apa yang yang harus dilakukan dalam membuat
sebuah penelitian dalam rangka menemuka pengetahuan baru. Yang pertama adalah
kategorikan. Yang kedua menggambarkan, kemudian evaluasi, bandingkan,
hubungkan, prediksi dan yang terakhir adalah kontrol
b. Desain atau jenis-jenis penelitian
Penulis menjelaskan beberapa desain penelitian yang lebih umum, yaitu: penelitian
sejarah, Ini bertujuan untuk mengevaluasi secara sistematis dan obyektif dan sintesis
bukti dalam rangka membangun fakta dan menarik kesimpulan tentang masa
laluperistiwa. Menggunakan data historis primer, seperti sisa-sisa arkeologiserta
sumber dokumenter dari masa lalu. Deskriptif, Desain ini bergantung pada
pengamatan sebagai alat pengumpulan data . yaitu upaya untuk memeriksa situasi
dalam rangka membangun aturan, yaitu apa yang dapat diperkirakan terjadi lagi
dalam situasi yang sama. Hubungan, Desain ini digunakan untuk meneliti hubungan
antara dua konsep. Perbandingan, Desain ini digunakan untuk membandingkan
situasi paralel masa lalu dan sekarang atau berbeda,terutama ketika peneliti tidak
memiliki kontrol atas peristiwa. Eksperimen, penelitian ini mencoba untuk

mengisolasi dan mengontrol setiap kondisi dari sampel yang diberikan perlakuan dan
mengamati efek dari kondisi yang dimanipulasi. Simulasi, membuat representasi dari
sebuah model atau sistem yang dapat dimanipulasi untuk mengukur efeknya.
Evaluasi, tujuan umum dari penelitian evaluasia dalah untuk menguji kerja proyek
dari sudut pandang tingkat kesadaran, biaya dan manfaat, efektivitas biaya,
pencapaian tujuan dan jaminan kualitas. Hasilnya umumnya digunakan untuk
meresepkan perubahan untuk meningkatkan dan mengembangkan situasi.Action,
feminis dan budaya.
c. Menentukan jenis penelitian anda
Setelah melakukan langkah-langkah diatas selanjutnya adalah tentukan jenis
penelitian yang akan anda gunakan sesuai dengan hal yang anda amati.
d. Sumber atau literature yang bias digunakan
Pada bagian ini penulis mencoba memberikan daftar buku yang dapat dijadikan
sebagai literatur. Diantaranya Blaxter, L., Hughes, C. and Tight, M. (2006) How to
Research (third edition).Buckingham: Open University Press. The first chapter gives
an entertaining review of what research is about.
Rudestam, K. E. and Newton, R. (2007) Surviving Your Dissertation: A
Comprehensive Guide to Content and Process (third edition). Thousand Oaks, CA:
Sage.
Again, the first couple of chapters provide an introduction to research.

2. Teori penelitian

Dalam bab ini dijelaskan beberapa teori-teori filsafat yang menjadi latar belakang dari
penelitian yang akan dilakukan
a. Metafisik dan epstemologi
Metafisika berhubungan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti apa, mengapa,
bagaimana. Metafisik terdiri atas idealism, adalah, yang menganjurkan bahwa
realitas adalah semua dalam pikiran, bahwa segala sesuatu yang ada dalam beberapa
cara tergantung pada aktivitas pikiran. Materialisme, berkaitan dengan fisik atau
materi. Epistemologi adalah teori pengetahuan, terutama tentang validasi dan metode

yang digunakan. Adapun metode memperoleh pengetahuan, ada dua dasar


pendekatan yaitu, empirisme, yaitu pengetahuan yang didapat oleh pengalaman
indrawi ( menggunakan penalaran induktif ) dan rasionalisme, yaitu pengetahuan
yang didapat oleh penalaran (menggunakan penalaran deduktif)
b. Penalaran deduktif dan induktif

Penalaran induktif - pendekatan empiris


Penalaran

induktif

dimulai

dari

pengamatan

tertentu

atau

sensorikpengalaman dan kemudian mengembangkan kesimpulan umum dari


mereka . inimemberikan contoh sederhana dan indikasi garis penalaran :
Semua jerapah yang saya lihat (pengamatan berulang) memiliki leher yang
sangat panjang.
Oleh karena

itu saya menyimpulkan bahwa semua

(Kesimpulan)

jerapah memiliki leher yang panjang .

Penalaran induktif - pendekatan rasionalis


Penalaran deduktif dimulai dengan pernyataan umum (tempat) dan, melalui
argumen yang logis, datang ke sebuah kesimpulan tertentu. Sekali
lagi,contoh sederhana akan memberikan panduan untuk bagaimana ini
bekerja :
Semua

makhluk

hidup

(pernyataan

General-premis

pertama)

akhirnya akan mati.


Hewan ini adalah makhluk hidup (Inference-premis kedua)
Oleh karena itu, hewan ini (Kesimpulan) akhirnya akan mati.

c. Penalaran hipotetis-deduktif atau metode ilmiah


Metode hipotetis- deduktif menggabungkan penalaran induktif dan deduktif.
Prosesnya adalah :

identifikasi atau klarifikasi masalah

mengembangkan hipotesis (teori diuji) induktif dari observasi

charting implikasinya dengan deduksi

pengujian praktis atau teoritis hipotesis

menolak atau penyempurnaan dalam terang hasil

d. Positivism, relativisme, postmodernisme, dan realism kritis

Positivism
Pendekatan

positivis

untuk

penyelidikan

ilmiah

didasarkan

pada

penerimaansebagai fakta bahwa dunia di sekitar kita adalah nyata , dan


bahwa kita dapat mengetahuitentang realitas ini .

Relativisme
Relativisme (juga disebut interpretivisme, idealisme, Konstruktivisme atau
konstruksionisme )Pendekatan alternatif untuk penelitian - relativisme didasarkan padadoktrin filosofis idealisme dan humanisme . Ini menyatakan
bahwapandangan dunia yang kita lihat di sekitar kita adalah penciptaan
pikiran

Postmodernisme
Postmodernisme adalah tantangan isu kunci seperti arti , pengetahuandan
kebenaran yang telah membuka perspektif baru dan ide-ide tentang inti dari
penelitian .

Realisme kritis
Berbeda dengan positivis , realis kritis tidak mengklaim bahwa ada hubungan
langsung antara konsep-konsep yang mereka kembangkan dan fenomena
yang

diamati.

Konsep

dan

teori

tentang

peristiwa

sosial

yang

dikembangkanatas dasar efek yang dapat diamati, dan diinterpretasikan


sedemikian rupabahwa mereka dapat dipahami dan ditindaklanjuti, bahkan
jika penafsiranterbuka untuk revisi sebagai pemahaman tumbuh
e. Tokoh kunci
Berisi ringkasan tentang beberapa filsuf yang mempengaruhi pemikiran tentang
penelitian salah satunya adalah, Plato (427-347 SM) dan Aristoteles (348-322 SM),
ini mewakilidua pendekatan yang kontras untuk memperoleh pengetahuan dan
pemahamandunia (epistemologi) . Plato berpendapat untuk berpikir deduktif
(dimulaidengan teori untuk memahami apa yang kita amati ) dan Aristoteles
untuksebaliknya , berpikir induktif ( dimulai dengan pengamatan untukmembangun
teori ) .

f. Sumber atau literature lain


Berisi daftar beberapa buku yang dapat digunakan sebagai literature diantaranya,
Okasha, S. (2002) Philosophy of Science: A Very Short Introduction. Oxford: Oxford
University Press. A clear, non-technical introduction to the philosophy of science.
Chalmers, A. (1999) What Is This Thing Called Science? (third edition). Milton
Keynes: Open University Press.

3. Menyusun proyek penelitian

a. Proses penelitian
Proses penelitian diperlukan untuk terlebih dahulu menetapkan beberapa jenis
masalah penelitian dalam rangkamemberikan alasan untuk melakukan penelitian .
Masalahnya akan menghasilkansubyek penelitian , tujuan dan sasaran , dan akan
menunjukkan seperti apadata perlu dikumpulkan untuk menyelidiki masalah yang
diangkat danapa jenis analisis cocok untuk memungkinkan Anda untuk datang ke
kesimpulanyang memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan dalam
masalah. Ada beberapa pertanyaan yang dapat diajukan dalam proses penelitian
kerangkadari setiap proyek penelitian yaitu :

Apa yang akan Anda lakukan? Subjek penelitian Anda.

Mengapa akan Anda lakukan itu? Alasan penelitian ini menjadiperlu atau
menarik.

Bagaimana kau akan melakukannya ? Metode penelitian yang akandigunakan


untuk melaksanakan proyek tersebut.

Kapan akan Anda lakukan itu ? Program pekerjaan.

b. Masalah penelitian
Dalam poin dijelaskan bagaimana kita mengamati segala sesuatu yang terjadi
sehingga kita dapat melihat masalah yang nantinya dapat kita jadikan sebagai sebuah
riset atau penelitian. Masalah penelitian dapat didasarkan pada pertanyaan,
kontroversi yang belum terselesaikan, kesenjangan dalam pengetahuan atau
kebutuhan berbalas dalam memilihsubjek. Sebuah kesadaran isu-isu di subjek
danpikiran ingin tahu dan mempertanyakan dan kemampuan untuk mengekspresikan

dirijelas diperlukan untuk menemukan dan merumuskan masalah yangcocok untuk


proyek penelitian. Dalam menentukan sebuah masalah ada beberapa hal yang harus
diperhatikan yaitu :

Dinyatakan dengan jelas dan ringkas

yaitu signifikan tidak sepele atau mengulangi pekerjaan sebelumnya

digambarkan , untuk membatasi ruang lingkup pada penyelidikan praktis

mungkin

untuk

mendapatkan

informasi

yang

diperlukan

untuk

mengeksplorasi masalah

mungkin untuk menarik kesimpulan yang berkaitan dengan masalah, karena


titik dari penelitian ini adalah untuk menemukan beberapa jawaban.

c. Mendefinisikan masalah penelitian

Pertanyaan atau pertanyaan


Masalah yang kita angkat dalam sebuah penelitian harus dapat didefinisikan
agar dapat ditentukan metode apa yang harus digunakan. Untuk
menelusurinya lebih jauh kita dapat membuat pertanyaan pertanyaan yang
lanjutan dari sebuah pertanyaan besar yang kita jadikan masalah sehingga
jelas masalah yang akan kita teliti dan lebih focus.

Hipotesis
Hipotesis atau dugaan sementara merupakan jawaban awal yang kita buat
secara rasional tentang hasil fari penelitian kita, diman hasilnya bias diterima
atau ditolak.

Proposisi
Dalam penelitian ada seperangkat proposisi yang harus dibuat untuk melihat
hubungan antara peristiwa tertentu.

d. Penggunaan argumen

Mengenali dan menguji argumen


Dalam penelitian kita juga membutuhkan argumenyang logis yang dapat
digunakan untuk mempertahankan atau menantang sudut pandang tertentu
atau mengusulkan hal baru atau meningkatkan sesuatu. Dalam membuat
argument kita harus mempeehatikan penalaran yang digunakan. Selain

mengenali argument kita juga perlu melakukan pengujian argument, Ada


beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mendeteksi valid dariargumen
yang keliru, yaitu mereka yang logika mengikuti aturan yang benar dan
mereka yang tidak .

Membangun sebuah argumen


Setelah mengenali dan menguji argument kita sampai pada membangun
sebuah argumentasi. Ada dua tujuan dasar argumentasi yaitu, salah satunya
adalah untuk berdebat untuk pernyataan dengan memberikan bukti-bukti
yang akan mendukung itu.Yang lain adalah untuk membantah pernyataan
dengan memberikan bukti-bukti yang merongrong itu .

e. Sumber atau literatur yang dapat digunakan


Brink - Budgen, R .(2009) Berpikir Kritis untuk Siswa : Pelajari Keterampilan
Penilaian Kritis dan Argumen Efektif (edisi keempat). Oxford
Bonnett, A .( 2001) Cara Berdebat. Harlow : Pearson Education

4. Etika penelitian

Di dalam bab ini dijelaskan tentang etika dalam melakukan penelitian. Nilai-nilai yang
harus diperhatikan selama proses penelitian tanpa melakukan hal-hal yang bertentangan
dengan norma-norma yang berlaku.
a. Kejujuran dalam kerja
Pentingnya kejujuran dalam melakukan penelitian karena dapat menimbulkan
tingkat kepercayaan dan kredibilitas hasil penelitian

Kepemilikan intelektual dan plagiarisme


Hasil penelitian harus dibuat atas pemikiran sendiri dengan tidak melakukan
plagiarisme.

Pengakuan dan kutipan


Apabila dalam hasil penelitian yang dibuat ada pendapat dari orang lain yang
dikutip maka harus ditulis sumbernya dan dikutip dengan jujur.

Tanggung jawab dan pertanggungjawaban peneliti

Hasil dari penelitian harus dapat dipertanggungjawabkan karena itu akan


digunakan oleh peneliti lain, responden, masyarakat, dan komunitas
akademik.

Data dan interpretasi


Data dari peneitian harus benar tanpa rekayasa dan harus diinterpretasi
dengan benar tanpa direkayasa. Data yang bias harus diakui dan dijelaskan
tanpa ditutup-tutupi.

b. Situasi yang mengungkapkan masalah etika

Tujuan penelitian
Tujuan penelitian dan konsekuensinya harus dinyatakan dengan jelas .
Biasanya Anda harus berpendapat bahwa tujuan dari penelitian Anda sesuai
dengan etikastandar yang ditentukan oleh universitas atau organisasi .

Penggunaan bahasa
Bahasa yang digunakan dalam penulisan penelitian harus sesuai aturan dan
menjaga agar tidak merendahkan atau meremehkan, dan menghindari bias,
stereotip, diskriminasi, prasangka, intoleransi dan discriminasi.

Presentasi
Berkaitan dengan penampilan peneliti ketika berhadapan dengan orang-orang
yang dihadapi dalam penelitian

Berhadapan dengan partisipan


Dalam penelitian kita berhadapan langsung denan partisispan sehingga
perlakuan kita terhadap mereka harus diperhatikan agar mereka dapat
membantu dan mendukung proses penelitian dengan baik.

c. Menyelesaikan penelitian

Potensi keuntungan dan kerugian


Dalam penelitian sebisa mungkin untuk membawa keuntungan bagi pesrta
proyek penelitian dan sebisa mungkin menghindari resiko yang dapat
membahayakan dan merusak reputasi, martabat atau privasi dari subjek
penelitian

Perekaman data

Data penelitian harus disimpan dengan benar baik data tertulis maupun
transkrip hasil wawancara. Data yang direkam harus diinterpretasi dengan
benar untuk menghindari distorsi dari data tersebut.

Keterlibatan peserta
Membangun komunikasi yang baik antara peneliti dan partisipan atau
peserta.

Bahan sensitif
Hal-hal yang dianggap sensitif dalam penelitian harus disikapi dengan benar

Kejujuran, penipuan dan metode terselubung

Menyimpan dan mentransmisi data

Pemeriksaan data dan draft

Sosialisasi

Membuang rekaman

d. Sumber atau literatur lain


Laine , M. de. (2000) Penelitian lapangan, Partisipasi dan Praktek : Etika dan Dilema
di Penelitian Kualitatif. London : Sage
Mauthner, M. (ed.) (2002) Etika dalam Penelitian Kualitatif. London : Sage

5. Mencari dan mengkaji literatur

a. Beban informasi
Disini dipaparkan sumber-sumber informasi yang dapat digunakan selama
melakukan penelitia, diantaranya :

Perpustakaan

Layanan informasi

Museum dan galeri (nasional maupun lokal)

Orang

Intranet

Internet

Mengevaluasi web sumber

b. Melakukan tinjauan literatur


Hal ini penting dilakukan karena merupakan pengantar penting untuk proyek
penelitian dan mendukung argument tentang mengapa proyek ini layak dilakukan.

c. Menganalisa teks
Hasil dari penelitian yang telah ditulis harus dianalisis dengan benar agar
kesimpulan tentang hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan dan yang terakhir
hasil analisis ini harus tampilkan atau dipresentasikan.
d. Sumber atau literature
Berisi daftar buku yang dapat digunakan, diantaranya :
Ridley, D. (2008) The Literature Review: A Step-by-Step Guide for Students.
London: Sage.
Hart, C. (2001) Doing a Literature Search: A Comprehensive Guide for the Social
Sciences. London: Sage.

BAGIAN II
METODE PENELITIAN UTAMA
Pada bagian ini penulis menjelaskan hal utama dalam melakukan penelitian. Bagian ini
terdiri atas enam bab yang masing-masing akan dijelaskan secara singkat di bawah ii.
1. Sifat data

a. Tingkat abstraksi
Menjelaskan tentang hirarki informasi atas masalah penelitian yang bermula dari
pernyataan umum ke khusus dan dari abstrak ke konkrit, hirarki tersebut adalah :

Teori, pernyataan abstrak yang membuat klaim tentang dunia dan cara kerjanya.
Masalah penelitian biasanya dinyatakan pada tingkat teoritis.

Konsep, hasil analisa teori yang masih bersifat abstrak dan belum bias diukur

Indikator, fenomena yang mengarah ke keberadaan konsep

Variabel, komponen dari indicator yang dapat diukur

Nilai, unit aktual pengukuran variabel. Ini adalah data dalam bentuk paling
konkret.

b. Data primer dan sekunder

Data primer, adalah data pertama atau data awal yang langsung dapat diambil
atau direkam sebelum melakukan penelitian.

Data sekunder, data yang telah ditafsirkan dan dicatat.

c. Data kuantitatif dan kualitatif dan tingkat pengukuran

Data kuantitatif, data yang dapat diukur dan biasanya dinyatakan dalam bentuk
angka.

Data kualitatif, data yang dapat diukur dan biasanya dinyatakan dalam kata-kata
daripada angka.

Pengukuran data, ada beberapa cara yang berbeda yang dapat digunakan
tergantung sifat data. Hal ini sering disebut tingkat pengukuranyang terdiri atas :
tingkat nominal, tingkat ordinal, tingkat interval dan rasio tingkat.

d. Pengukuran data
e. Sumber atau literatur
Seale, C. (ed.) (2004) Researching Society and Culture (second edition). London: Sage.
Cooper, D. R. and Schindler, P. S. (2009) Business Research Methods (tenth edition).
New York: McGraw-Hill.

2. Mengumpulkan dan menganalisis data sekunder

a. Tipe dan sumber data sekunder


Ada berbagai tipe dan sumber data sekunder. Ada data tertulis dan tak tertulis dan data
survey dalam bentuk informasi statistik. Ada berbagai sumber data, diantaranya :
Set data online
Data berbentuk dokumen (teks budaya)
Perpustakaan, museum dan arsip lainnya
Badan komersial dan professional

b. Kesesuaian data untuk proyek anda


Sebelum menggunakan data sekunder yang dikumpulkan sebaiknya anda memeriksa
dan memastikan bahwa karakteristik data dapat memenuh tujuan penelitian dan
menjawab pertanyaan-pertanyaan anda.
c. Keabsahan dan kredibilitas
Semua data yang terkumpul harus dijamin keabsahan dan kredibilitasnya baik data
tertulis maupun tak tertulis. Sumber dari data yang terkumpul harus jelas.
d. Menganalisis data sekunder
Analisis data sekunder dapat bertujuan mencari pola atau tren seluruh hasil, untuk
menelusuri progresi melalui waktu, atau untuk mencari pengulangan hasil tertentu
untuk membangun kasus yang kuat. Tiga cara yang digunakan untuk menganalisis data
sekunder adalah :

Analisis konten

Data mining

Meta analisis

e. Sumber atau literatur


Heaton, J. (2004) Reworking Qualitative Data: The Possibility of Secondary Analysis.
London: Sage.
Kiecolt, J. and Nathan, L. (1986) Secondary Analysis of Survey Data. A Sage
University Paper. Newbury Park, CA: Sage.

3. Mengumpulkan data primer

Ada beberapa metode dasar yang digunakan untuk mengumpulkan data primer, yaitu :
Mengajukan pertanyaan, melakukan wawancara, mengamati tanpa terlibat, membenamkan
diri dalam situasi, melakukan eksperimen dan memanipulasi model
a. Sampling
Dalam melakukan penelitian tidak mungkin mengambil semuanya sebagai peserta
penelitian. Kita dapat mengambil sebagian dari mereka yang memiliki sifat khas yang

dapat mewakili semuanya, hal ini disebut sampling atau tekhnik penarikan sampel.
Pada dasarnya ada dua tekhnik penarikan sampel, yaitu :

Probability sampling (penarikan sampel secara acak)

Non-probability sampling (penarikan sampel non acak)

b. Metode pengumpulan data

Mengajukan pertanyaan

Akun dan buku harian

Melakukan wawancara

Mengamati tanpa dilibatkan

Melibatkan diri dalam situasi

Melakukan eksperimen, Sebuah eksperimen bertujuan untuk mengisolasi suatu


peristiwa tertentu sehingga bias diselidiki tanpa gangguan dari lingkungannya.
Validasi internal dan eksternal, Untuk dapat menggeneralisasi hasil luar
batas-batas percobaan itu sendiri, percobaan harus benar-benar
mencerminkan situasi di dunia nyata, yaitu harus memiliki kedua
validitas internal (sejauh mana ide-ide tentang sebab dan akiba tyang
didukung
oleh

studi)

dan

validitas

eksternal

(sejauh

mana

temuan

dapat digeneralisasi untuk populasi atau pengaturan lain).


Laboratorium dan lapangan eksperimen
Tipe penelitian, diantarnya adalah : true eksperimen designs, Quasiexperimental designs, Pre-experimental designs, Ex post facto

Memanipulasi model atau simulasi

c. Sumber atau literature


Finke, A. (2002) How to Sample in Surveys (second edition). London: Sage.
Gillham, B. (2008) Developing a Questionnaire Real World Research. London:
Continuum International.

4. Analisis data kuantitatif


Analisis kuantitatif berkaitan dengan data dalam bentuk angka dan menggunakan operasi
matematika untuk menyelidiki sifat-sifat mereka. Tujuan anlisis data kuantitatif adalah

untuk : mengukur, membuat perbandingan, meneliti hubungan, membuat perkiraan, uji


hipotesis, membangun konsep dan teori, mengeksplorasi, control dan menjelaskan.
a. Membuat data set
Sebelum mengolah data sebaiknya data dibuat atau disusun dalam bentuk daftar agar
lebih mudah digunakan.
b. Statistik parametrik dan non parametrik

Uji statistik (parametrik), Ada dua jenis uji statistik parametrik yaitu : deskriptif
dan inferensial. Analisis univariat yaitu analisis kualitas satu variabel pada
waktu. Hanya tes deskriptif dapat digunakan dalam jenis analisis. Analisis
bivariat - menganggap sifat-sifat dari dua variabel dalam hubungan satu sama
lain . Kesimpulan yang dapat ditarik dari jenis ini analisis. Multivariat analisis
melihat hubungan antara lebih dari dua variabel . Sekali lagi , kesimpulan dapat
ditarik dari hasil .

Uji statistik (non parametrik)


Uji statistik non-parametrik digunakan ketika : ukuran sampel sangat kecil,
beberapa

asumsi

dapat

dibuat

tentang

data,

data

adalah

peringkat

memerintahkan atau nominal, sampel yang diambil dari beberapa populasi yang
berbeda.
c. Sumber atau literatur
Hoy, W. (2009) Quantitative Research in Education: A Primer. London: Sage
Diamond, I. and Jeffries, J. (2000) Beginning Statistics: An Introduction for Social
Scientists. London: Sage.

5. Analisis data kualitatif

Data kualitatif sebagian besar berbentuk kata - deskripsi, rekening , pendapat , perasaan dll
- dari pada angka. Bromley menunjukkan daftar sepuluh langkah yang harus Anda ambil
ketika melakukan penelitian kualitatif (1986 : 26 ), yaitu : jelas menyatakan masalah
penelitian atau pertanyaan, Kumpulkan informasi latar belakang untuk membantu
memahami relevan konteks, konsep dan teori, Sarankan beberapa interpretasi atau
jawaban untuk penelitian masalah atau pertanyaan berdasarkan informasi ini. Gunakan ini

untuk mengarahkan pencarian Anda untuk bukti yang dapat mendukung atau bertentangan
ini. Mengubah interpretasi atau jawaban jika diperlukan.Terus mencari bukti yang relevan.
Hilangkan interpretasi atau jawaban yang bertentangan, meninggalkan, mudah-mudahan,
satu atau lebih yang didukung oleh bukti. Saling memeriksa kualitas dan sumber bukti
untuk memastikan akurasi dan konsistensi. Hati-hati memeriksa logika dan validitas
argumen yang mengarah ke kesimpulan Anda. Pilih kasus terkuat dalam hal lebih dari satu
mungkin kesimpulan. Jika sesuai , mengusulkan sebuah rencana aksi dalam terang ini.
Siapkan laporan Anda sebagai akun riset Anda.
a. Langkah-langkah dalam menganalisa data

Analisis persiapan selama pengumpulan data

Tipologi dan taksonomi

Pola pengkodean

Ringkasan sementara

Analisis selama dan setelah pengumpulan data

b. Analisis kualitatif teks, dokumen dan wacana

Penyisipan bentuk pertanyaan

Problem-solusi wacana

Penggolongan keanggotaan

Analisis retorika

Analisis narasi

Semiotik

Analisis wacana

c. Sumber atau literatur


Robson, C. (2010) Real World Research: A Resource for Social Scientists and
Practitioner-Researchers (third edition). Oxford: Blackwell.
Bryman, A. (2008) Social Research Methods (third edition). Oxford: Oxford University
Press.

6. Menulis proposal dan penulisan penelitian

a. Merumuskan sebuah proposal dengan sukses


Sebuah proposal penelitian adalah ringkasan singkat tentang penelitian. Jelas itu akan
sangat membantu untuk anda, peneliti, untuk membuat jelas kepada diri sendiri apa
tujuan

dari

penelitian dan apa yang perlu anda lakukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
b. Komposisi dan urutan yang utama
Proposal penelitian akademis biasanya terdiri dari berikut elemen : judul, tujuan
penelitian, latar belakang untuk penelitian-penelitian sebelumnya dan konteks, definisi
masalah penelitian, garis besar metode pengumpulan data dan analisis, hasil yang
mungkin, jadwal proyek dan deskripsi dari setiap sumber daya yang dibutuhkan, dan
daftar referensi.
c. Menulis proposal
Dalam menulis proposal harus banyak komunikasi dengan tutor atau pembimbing. Alas
an mengapa proposal ditolak adalah : Tidak perlu untuk penelitian, skala penelitian
yang diusulkan begitu kesimpulan yang memadai terlalu besar tidak bisa dihubungi,
maksud dan tujuan tidak jelas atau tidak praktis atau tidak cocok, atau dinyatakan
sebagai tujuan pribadi, masalah penelitian tidak jelas sehingga pekerjaan penelitian
tidak memiliki fokus yang memadai, prosedur bingung dengan tujuan, ada kurangnya
logika dalam argumen dalam proposal, sehingga link antara tujuan penelitian dan hasil
rusak, proyek ini dirumuskan pada emosional atau agenda politik bukan faktual atau
dasar teoritis, tidak cukup informasi disediakan tentang rincian proyek, akses informasi,
peralatan atau sumber daya lainnya tidak yakin atau tidak mungkin .

d. Menulis sebuah disertasi atau proyek penelitian

Kapan mulai menulis

Kerangka dan isi

Sampai pada kesimpulan

Revisi

e. Daftar buku yang dapat dijadikan referensi

Greetham, B. (2008) How to Write Better Essays (Palgrave Study Skills). Basingstoke:
Palgrave.
Redman, P. (2005) Good Essay Writing: A Social Sciences Guide (third edition).
London: Sage, in association with The Open University.