Anda di halaman 1dari 8

BAB IV

HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN


IV.1 Tabel Hasil Percobaan
Berdasarkan prosedur percobaan yang telah dilakukan, maka
didapatkan hasil sebagai berikut:
Tabel IV.1 Hasil Perhitungan Selisih Berat dngan Variabel Waktu Tetap
4 menit
No

Skala

Arus (I)

W0

Wt

100 mA

75 mA

12,704 g

12,736 g

0,032 g

300 mA (I)

290 mA

11,139 g

11,195 g

0,056 g

300 mA (II)

300 mA

13,369 g

13,640 g

0,371 g

500 mA (I)

500 mA

12,600 g

12,970 g

0,37 g

500 mA (II)

500 mA

11,139 g

11,194 g

0,055 g

Tabel IV.2 Hasil Perhitungan Selisih Berat Dengan Variabel Arus Tetap
300 mA (I)
No

Waktu

Arus (I)

W0

Wt

6 menit

300 mA

12,109 g

12,159 g

0,05 g

9 menit

275 mA

11,5469 g

11,824 g

0,277 g

12 menit

245 mA

13,866 g

13,921 g

0,055 g

16 menit

260 mA

13,849 g

13,878 g

0,029 g

19 menit

250 mA

9,617 g

9,961 g

0,344 g

IV-1

IV-2
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.2 Hasil Perhitungan
Pada percobaan 1 dengan waktu konstan yakni 4 menit

m=

1. I = 75 mA
-

m=
2. I = 290 mA

m=
3. I = 300 mA

m=
4. I = 500 mA

m=
5. I = 500mA

m=

Tabel IV.3 Hasil Pehitungan secara Teori dari Percobaan ke-1


No
1
2
3
4
5

I (mA)
75
290
300
510
550

W teori (gr)
0,005
0,020
0,021
0,0355
0,0383

Laboratorium Kimia Fisika


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

IV-3
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada percobaan 2 menggunakan amperemeter dengan kuat arus 300 mA
1. t = 6 menit , I = 300 mA
-

m=

2. t = 9 menit, I = 275 mA
-

m=

3. t = 12 menit, I = 245 mA
-

m=

4. t = 16 menit, I = 260 mA
-

m=

5. t = 19 menit, I = 250 mA
-

m=

Tabel IV.4 Hasil Perhitungan secara Teori dari Percobaan ke-2


No
1
2
3
4
5

t (menit)
6
9
12
16
19

I (mA)
300
275
245
260
250

W teori (gr)
0,031
0,043
0,051
0,072
0,082
-

% kesalahan =

x 100%

% kesalahan pada percobaan 1


1. % kesalahan =
2. % kesalahan =

x 100% = 84,3%
x 100%

= 64,2%
Laboratorium Kimia Fisika
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

IV-4
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
-

3. % kesalahan =

4. % kesalahan =

5. % kesalahan =

x 100%

= 94,3%

x 100%

= 90,8%

x 100% = 85,2%

Tabel IV.5 % Kesalahan dari percobaan ke-1


no

Wpercobaan

Wteori (gr)

% Kesalahan

(gr)
1

0,032

0,005

84,3%

0,056

0,020

64,2%

0,371

0,021

94,3%

0,37

0,034

90,8%

0,055

0,034

85,2%

% kesalahan pada percobaan 2


1. % kesalahan =
2. % kesalahan =
3. % kesalahan =
4. % kesalahan =
5. % kesalahan =

x 100% = 38%
x 100% = 84,4%
x 100% = 7,27%
x 100% = 59,7%
x 100% = 76,16%

Laboratorium Kimia Fisika


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

IV-5
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel IV.6 % Kesalahan dari Percobaan ke-2
No

W percobaan (gr)

W teori (gr)

% kesalahan

0,05

0,031

38%

0,277

0,043

84,4%

0,055

0,051

7,27%

0,029

0,072

59,7%

0,344

0,082

76,16%

Laboratorium Kimia Fisika


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

IV-6
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.3 Grafik dan Pembahasan
Tujuan dari percobaan ini, yaitu mengetahui reaksi redoks yang
terjadi pada elektroda, untuk mencegah terjadinya korosi serta pengaruh
waktu dan kekuatan arus pada reaksi elektrolisa larutan CuSO4 bila
dipakai oleh elektroda.
Electroplating merupakan salah satu cara yang biasa digunakan
dalam proses pelapisan suatu logam dengan logam lain yang lebih tahan
terhadap korosi. Selain itu, teknik ini juga dimanfaatkan untuk
memperindah suatu logam. (tambahi hubungan arus dan waktu thd
penambahan massa logam )

0.45

Selisih Berat W (gram)

0.4
0.35
0.3
0.25
0.2

PER OB

0.15

PERHITUNG N

0.1
0.05
0
0

100

200

300

400

500

600

Kuat Arus (mA)

Grafik IV.1 Hubungan waktu dan kuat arus pada proses electroplating
Berdasarkan Grafik di atas dapat diketahui bahwa W perhitungan
mengalami kenaikan pada percobaan 1 sampai 4. Hal ini sesuai dengan
Hu u

y I y

Massa zat yang terbentuk pada

masing-masing elektroda sebanding dengan kuat arus/arus listrik yang


ss

u . Sedangkan W percobaanmengalami

penurunan pada percobaan 5. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang ada

Laboratorium Kimia Fisika


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

IV-7
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
yang menyebutkan bahwa kuat arus sebanding dengan pertambahan
berat. Hal ini bisa terjadi karena beberapa faktor, yakni:
1. Ketelitian yang kurang pada saat menimbang
2. Kekurang hati-hatian sehingga menyebabkan besi yang telah
terlapisi terkontaminasi dengan udara lagi
3. Alat yang kurang memadai (kabel rusak)
0.4

Selisih Berat W (gram)

0.35
0.3
W Percobaan

0.25

W Teoritis

0.2
0.15
0.1
0.05
0
0

10

-0.05

15

20

Waktu (menit )

Grafik IV.2 Hubungan waktu dan selisih berat


Berdasarkan Grafik di atas dapat diketahui bahwa W perhitungan
mengalami kenaikan pada percobaan 1 dan 5. Hal ini sesuai dengan
Hukum Faraday I yang

Massa zat yang terbentuk pada

masing-masing elektroda sebanding dengan jumlah kuat arus/arus listrik


yang mengalir pada elektrolisis tersebut

u. Sesuai dengan

rumus:
m=e.I.t
96500

Keterangan :
m
= massa zat yang dihasilkan (gram)
e
= berat ekivalen = Ar/ Valensi= Mr/Valensi
I
= kuat arus listrik (ampere)
Laboratorium Kimia Fisika
Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS

IV-8
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Sedangkan W percobaan mengalami penurunan pada percobaan 2,
3, 4. Hal ini tidak sesuai dengan teori yang ada yang menyebutkan bahwa
kuat arus sebanding dengan pertambahan berat. Hal ini bisa terjadi
karena beberapa faktor, yakni:
1. Ketelitian yang kurang pada saat menimbang
2. Kekurang hati-hatian sehingga menyebabkan besi yang telah
terlapisi terkontaminasi dengan udara lagi
3. Alat yang kurang memadai (kabel rusak)

Laboratorium Kimia Fisika


Program Studi D3 Teknik Kimia
FTI-ITS