Anda di halaman 1dari 3

Gaya Dalam

Gaya dalam dapat digambarkan pada masing-masing sisi potongan atau pada
elemen kecil pada titik potongan.
Gaya dalam positif atau negatif ditentukan dengan perjanjian tanda sbb:

Gaya aksial/normal positif adalah gaya tarik, sedangkan gaya tekan diberi
tanda negatif. Gaya aksial tarik
digambarkan meninggalkan titik kerjanya, dan cenderung membuat batang
menjadi lebih panjang.
Gaya normal adalah gaya dalam yang sejajar dengan balok.

Gaya geser/gaya lintang positif memutar elemen searah jarum jam, atau
pada sisi potongan sebelah kiri
mengarah kebawah dan pada sisi potongan sebelah kanan mengarah keatas.
Gaya lintang positif (+)
menimbulkan momen kopel (+).
Gaya lintang/ gaya geser adalah gaya dalam yang tegak lurus pada sumbu balok.

M omen positif menyebabkan bagian atas penampang pada potongan


tertekan dan bagian bawah
tertarik.
M omen beban dari salah satu sisi kiri atau kanan, (+) jika melengkung ke atas
dan (-) jika melengkung ke
bawah.
F: gaya aksial, V: gaya geser dan
M : momen

Gaya dalam adalah gaya rambat yang diimbangi oleh gaya yang berasal dari
bahan konstruksi, berupa
gaya lawan, dari konstruksi.
Analisis hitungan gaya dalam dan urutan hitungan ini dapat diuraikan secara
singkat sebagai berikut:
.

M enetapkan dan menyederhanakan konstruksi menjadi suatu sistem yang


memenuhi syarat yang diminta.
.
M enetapkan muatan yang bekerja pada konstruksi ini.
.
M enghitung keseimbangan luar.
.
M enghitung keseimbangan dalam.
.
M emeriksa kembali semua hitungan.
Dengan syarat demikian konstruksi yang dibahas akan digambarkan sebagai
suatu garis sesuai dengan
sumbu konstruksi, yang selanjutnya disebut: Struktur
isalkan pada sebuah balok dijepit salah satu ujungnya dan dibebani oleh gaya P seperti pada
gambar 3.2.
maka dapat diketahui dalam konstruksi tersebut timbul gaya dalam.
Apabila konstruksi dalam keadaan seimbang, maka pada suatu titik X sejauh x dari B akan timbul
gaya dalam
yang mengimbangi P.
Gaya dalam yang mengimbangi gaya aksi ini tentunya bekerja sepanjang sumbu batang sama besar
dan
mengarah berlawanan dengan gaya aksi ini. Gaya dalam ini disebut Gaya normal (N).
Bila gaya aksi berbalik arah maka berbalik pula arah gaya normalnya. Nilai gaya normal di titik X
ini dinyatakan
sebagai Nx.
Gambar 3.3 menggambarkan gaya P yang merambat sampai titik X dan menimbulkan gaya sebesar
P dan M .
Apabila struktur dalam keadaan seimbang maka tiap-tiap bagian harus pula dalam keadaan
seimbang.
Selanjutnya gaya Pdan M harus pula diimbangi oeh suatu gaya dalam yang sama besar dan
berlawanan arah,
yaitu gaya dalam Lx dan M x. Gaya tersebut merupakan sumbangan dari bagian XA yang
mengimbangi P M .
Gaya dalam yang tegak lurus sumbu disebut Gaya lintang, disingkat LX dan momen yang menahan
lentur pada
bagian ini disebut M omen Lentur disingkat M X.
Dari uraian di atas, gaya-gaya dalam dibedakan menjadi tiga :
1. Gaya normal (N), yaitu gaya dalam yang bekerja searah sumbu balok.
2. Gaya lintang (L), yaitu gaya dalam yang bekerja tegak lurus sumbu balok.
3. M omen lentur (F), yaitu gaya dalam yang menahan lemtur sumbu balok
Gaya dalam bekerja pada titik berat sepanjang garis struktur. Untuk menghitung gaya dalam ini
diperlukan
pengertian tanda. M enurut perjanjian tanda yang lazim digunakan di dalam M ekanika Rekayasa seperti
terlukis
pada gambar 4.3.
Gaya Normal diberi tanda positif (+) apabila gaya itu cenderung menimbulkan gaya tarik pada
batang dan diberi
tanda negatif (-) apabila gaya itu cenderung menimbulkan sifat desak.
M

Gaya lintang diberi tanda positif (+) apabila gaya itu cenderung menimbulkan patah dan putaran
jarum jam, dan
diberikan tanda negatif (-) apabila gaya itu cenderung menimbulkan kebalikannya.
M omen lentur diberi tanda positif (+) apabila gaya itu menyebabkan sumbu batang cekung ke atas
dan diberi
tanda negatif (-) apabila gaya itu menyebabkan sumbu batang cekung ke bawah
omen gaya terhadap suatu titik didefisinikan sebagai hasil kali antara gaya dengan jaraknya ke titik
tersebut. Jarak yang dimaksud adalah jarak tegak lurus dengan gaya tersebut. M omen dapat diberi
tanda positif
atau negatif bergantung dari perjanjian
yang umum, tetapi dapat juga tidak memakai perjanjian umum, yang penting bila arah momen gaya
itu berbeda
tandanya harus berbada. Pada gambar 11 diperlihatkan momen gaya terhadap suatu titik.
Di samping momen terhadap suatu titik ada juga momen kopel yang didefinisikan sebagai momen
akibat adanya
dua buah gaya yang sejajar dengan besar sama tetapi arahnya berlawanan.
Gambar 12 menunjukkan momen kopel tersebut.
M omen dapat digambar dalam bentuk vektor momen dengan aturan bahwa arah vektor momen
merupakan
arah bergeraknya sekrup yang diputar oleh momen. Lihat gambar 13.
M