Anda di halaman 1dari 23

STRATEGI

PEMBELAJARAN

Khadeejah Aswi Akbar


(13050394007)
Joana Bernice Helga
(13050394019)

Pembelajaran Berbasis Masalah (PBM)

Pengertian PBM
Konsep Model PBM
Komponen PBM
Langkah Penerapan PBM
Cara Penilaian PBM
Kelebihan dan Kekurangan PBM

Apa Itu PBM ?

Pembelajaran Berbasis
Masalah

Problem-Based
Learning

Adalah suatu pendekatan pembelajaran yang


dimulai dengan menyelesaikan suatu masalah,
tetapi untuk menyelesaikan masalah itu peserta
didik memerlukan pengetahuan baru untuk dapat
menyelesaikannya.

Konsep Model Pembelajaran Berbasis Masalah


Model pembelajaran berbasis masalah
adalah pembelajaran yang menekankan
pada proses penyelesaian masalah. Dalam
implementasi model pembelajaran
berbasis masalah, guru perlu memilih
bahan pelajaran yang memiliki
permasalahan yang dapat dipecahkan.

Tanggung jawab
Pemecahan
masalah ada pada
siswa

Pelajaran
Berfokus pada
Pemecahan
Masalah

Karakteristik
PBM

Komponen PBM
Permasalahan
Autentik
Pengorganisasian
masalah nyata
yang dapat
melatih
kemampuan
berpikir peserta
didik

Fokus
Interdisipliner
Agar peserta didik
mampu berpikir
secara struktural
menggunakan
berbagai
perspektif ilmu
pengetahuan

Pengamatan
Autentik
Agar peserta didik
dapat melakukan
pengamatan
hingga penarikan
kesimpulan

Produk
Peserta didik
dituntut untuk
menghasilkan
sebuah produk
hasil dari
pengamatan yang
bisa
didemontsrasikan
kepada orang lain

Kolaborasi
Mendorong untuk
dapat
mengembangkan
kemampuan
berpikir dan sosial

Perencanaan Pembelajaran PBM


MERENCANAKAN
PELAJARAN UNTUK
PEMBELAJARAN
BERBASIS MASALAH

MENGIDENTIFIKASI
TOPIK

MENENTUKAN
TUJUAN BELAJAR

MENGIDENTIFIKASI
MASALAH

MENGAKSES
MATERI

Langkah Penerapan
FASE
Fase 1 : Mereview dan Menyajikan
Masalah
Guru mereview pengetahuan yang
dibutuhkan untuk memecahkan masalah
dan memberi siswa masalah spesifik dan
konkret untuk dipecahkan.
Fase 2 : Menyusun Strategi
Siswa menyusun strategi untuk
memecahkan masalah dan guru memberi
mereka umpan balik soal strategi.
Fase 3 : Menerapkan Strategi
Siswa menerapkan strategi strategi
mereka saat guru secara cermat
memonitor upaya mereka dan
memberikan umpan balik.
Fase 4 : Membahas dan Mengevaluasi
Hasil
Guru membimbing diskusi tentang upaya
siswa dan hasil yang mereka dapatkan

DESKRIPSI
Menarik perhatian siswa dan
menarik mereka ke dalam pelajaran
Secara informal menilai pengetahuan
awal
Memberikan fokus konkret untuk
pelajaran
Memastikan sebisa mungkin bahwa
siswa menggunakan pendekatan
berguna untuk memecahkan
masalah

Memberi siswa pengalaman untuk


memecahkan masalah

Memberi siswa umpan balik tentang


upaya mereka

Cara Penilaian
Asesment Alternatif dan Pembelajran Berbasis
Masalah
Authentic Assesment
Self-Assesment
Peer Assesment

Asesmen Alternatif dan Pembelajaran Berbasis


Masalah
Asesmen Kerja
Observasi Sistematis
Daftar Periksa
Skala Pemeringkatan (Rating
Scale)

Asesmen Kinerja
Asesmen Kinerja adalah tugas tugas di
mana siswa menunjukkan tingkat kompetensi
atau pengetahuan atau keterampilan mereka
dengan mengerjakan suatu kegiatan atau
menciptakan satu produk (Popham, 2005).

Observasi Sistematis

Observasi Sistematis adalah asesmen yang


menuntut guru menentukan kriteria
kriteria bagi proses proses yang mereka
ases dan membuat catatan berdasarkan
kriteria kriteria tersebut. Rubrik

Daftar Periksa

Daftar Periksa (checklist), yaitu


deskripsi tertulis terhadap dimensi
dimensi yang harus ada di dalam
suatu kinerja yang layak.

Skala Pemeringkatan (Rating Scales)


Skala Pemeringkatan adalah
deskripsi tertulis tentang dimensi
dimensi dari suatu kinerja
berterima bersama dengan skala
skala nilai yang menjadi dasar
pemeringkatan setiap dimensi.

Authentic Assesment
Penilaian dapat dilakukan dengan portfolio
yang merupakan kumpulan yang sistematis
pekerjaan-pekerjaan peserta didik yang
dianalisis untuk melihat kemajuan belajar
dalam kurun waktu tertentu dalam
kerangka pencapaian tujuan pembelajaran.

Self-assessment.
Penilaian yang dilakukan oleh pebelajar
itu sendiri terhadap usaha-usahanya dan
hasil pekerjaannya dengan merujuk pada
tujuan yang ingin dicapai (standard) oleh
pebelajar itu sendiri dalam belajar.

Peer-assessment
Penilaian di mana pebelajar berdiskusi
untuk memberikan penilaian terhadap
upaya dan hasil penyelesaian tugastugas yang telah dilakukannya sendiri
maupun oleh teman dalam
kelompoknya.

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan
Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan peserta didik serta memberikan kepuasan
untuk menentukan pengetahuan baru bagi peserta didik.
Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran peserta didik.
Pemecahan masalah dapat membantu peserta didik bagaimana mentrasfer pengetahuan mereka
untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
Pemecahan masalah dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan
barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan.
Melalui pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan dan disukai peserta didik.
Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan peserta didik untuk berpikir kritis dan
mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru.
Pemecahan masalah dapat memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengaplikasikan
pengetahuan yang mereka miliki dalam dunia nyata.
Pemecahan masalah dapat mengembangkan minat peserta didik untuk secara terus menerus
belajar.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah harus dimulai
dengan kesadaran adanya masalah yang harus dipecahkan. Pada tahapan ini guru membimbing
peserta didik pada kesadaran adanya kesenjangan atau gap yang dirasakan oleh manusia atau
lingkungan sosial. Kemampuan yang harus dicapai oleh peserta didik, pada tahapan ini adalah
peserta didik dapat menentukan atau menangkap kesenjangan yang terjadi dari berbagai
fenomena yang ada.

Kekurangan
Manakala peserta didik tidak memiliki minat atau tidak mempunyai
kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan,
maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving
membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.
Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan
masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa
yang mereka ingin pelajari.

Terima Kasih