Anda di halaman 1dari 1

Dalam masyarakat terjadi kontradiksi mengenai tempat tinggal terbaik bagi lansia yaitu di rumah

bersama keluarga atau di panti werdha. Tempat tinggal memiliki pengaruh dan peranan penting
terhadap kualitas kehidupan lansia. Akan tetapi, sejauhmana perbedaan kualitas hidup (quality of
life) lansia di antara kedua tempat tinggal belum diketahui secara pasti. Oleh karena itu, untuk
mendapatkan data dan gambaran yang jelas diperlukan suatu penelitian ilmiah.
Penelitian ini melihat perbedaan kualitas hidup antara lansia yang tinggal di rumah bersama
keluarga dengan lansia yang tinggal di panti werdha. Pengukuran kualitas hidup lansia dilakukan
dengan kuesioner WHOQOL BREF (World Heath Organization Quality of Life Bref version). Alat tes
WHOQOL BREF terdiri dari empat domain yaitu kesehatan fisik, psikologis, hubungan sosial, dan
lingkungan. Oleh karena tidak terdapat nilai total secara keseluruhan maka nilai yang diperoleh
dari WHOQOL BREF berupa nilai pada masing-masing domain sehingga terdapat empat hipotesis
yang akan diuji. Alat ukur ini dipilih karena mempertimbangkan keterbatasan kondisi subyek
penelitian, maka digunakan kuesioner yang jumlah itemnya tidak terlalu banyak tetapi tetap
memiliki lingkup yang baik dalam menjawab permasalahan lansia.
Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui bahwa lansia yang tinggal di panti werdha lebih
merasa kesepian daripada lansia yang tinggal di rumah di mana rasa kesepian berdampak negatif
terhadap quality of life (Ekwall, 2005). Berdasarkan data tersebut, peneliti berasumsi bahwa
quality of life lansia yang tinggal di rumah lebih tinggi daripada lansia yang tinggal di panti werdha
maka data penelitian akan diolah dengan menggunakan t-test: case II: independent means; one
tail (pengujian satu ekor). Karakteristik populasi dalam penelitian ini adalah berusia 60 85
tahun, lansia yang masih sehat secara fisik dan psikologis, status sosial ekonomi menengah dan
menengah ke atas, dan tidak memiliki pasangan yang bertempat tinggal di Jakarta. Berdasarkan
uji statistik terhadap 79 responden yaitu 41 lansia yang tinggal di rumah bersama keluarga dan 38
lansia yang tinggal di panti werdha, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Ada perbedaan yang
signifikan pada domain kesehatan fisik lansia antara lansia yang tinggal di rumah bersama
keluarga dengan lansia yang tinggal di panti werdha; (2) Ada perbedaan yang signifikan pada
domain psikologis lansia antara lansia yang tinggal di rumah bersama keluarga dengan lansia yang
tinggal di panti werdha; (3) Tidak ada perbedaan yang signifikan pada domain hubungan sosial
antara lansia yang tinggal di rumah bersama keluarga dengan lansia yang tinggal di panti werdha;
serta (4) Ada perbedaan yang signifikan pada domain lingkungan antara lansia yang tinggal di
rumah bersama keluarga dengan lansia yang tinggal di panti werdha.Secara umum, hasil
menunjukkan perbedaan yang signifikan, yang berarti lansia yang tinggal di rumah bersama
keluarga secara fisik, psikologis, dan kepuasannya terhadap lingkungan lebih tinggi daripada lansia
yang tinggal di panti werdha. Hal ini dikarenakan lansia memiliki keterikatan dengan rumahnya
atau attachment to home (OBryant & Wolf, 1983) sehingga lansia lebih merasa memiliki kontrol,
rasa aman, memiliki identitas diri, konsep diri, self esteem, dan perasaan yang positif (Golant,
2003). Oleh karena itu, jika lansia harus pindah ke tempat tinggal yang baru seperti panti werdha,
terdapat kemungkinan munculnya kesulitan beradaptasi sehingga mereka merasa stres,
kehilangan kontrol atas hidupnya, dan kehilangan identitas diri yang secara tidak langsung akan
berpengaruh terhadap quality of life. Akan tetapi, tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada
domain hubungan sosial. Hal ini dikarenakan masing-masing tempat tinggal memberikan
dukungan yang cukup bagi lansia. Lansia yang tinggal di panti werdha memiliki teman-teman
sebaya sebagai pemberi dukungan sosial. Selain itu, mereka juga mendapat kunjungan dari
keluarganya. Sedangkan, lansia yang tinggal di rumah memiliki kedekatan dengan keluarga di
mana keluarga merupakan sumber dukungan emosional (Antonucci & Akiyama dalam Papalia dkk.,
2001).Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa quality of life lansia yang tinggal di
rumah bersama keluarga secara signifikan lebih tinggi daripada lansia yang tinggal di panti
werdha.