Anda di halaman 1dari 8

8

BAB III
HASIL OBSERVASI SDN KEDUNGMUNDU
Wawancara dilakukan dengan Ibu Dra. Latifaf, M.Pd
Kepala Sekolah SDN Kedungmundu
Pada tanggal 06 November 2014
A.

Gambaran Umum Sekolah


1. Letak
SDN Kedungmundu yang dididrikan pada tanggal 01 Oktober
1985 dengan nama awal SD Gemah ini terletak di Jl. Amposari Raya
No.03 Kel. Kedungmundu, Kec. Tembalang, Kota Semarang. SDN
Kedungmundu ini merupakan 1 dari sekitar 20 SD Negeri yang terdapat
2.

di Kec. Tembalang.
Jumlah Siswa dan Guru
a. Jumlah Siswa
Siswa di SDN Kedungmundu semuanya berjumlah 324 siswa
b.

B.

dengan 157 siswa perempuan dan 167 siswa laki-laki.


Jumlah Guru
Terdapat sekitar 20 lebih guru yang mengajar di SDN tersebut.

Visi Misi
1. Visi SDN Kedungmundu :
Terwujudnya peserta didik yang mandiri, bertanggung jawab, santun
berperilaku, jujur, peduli, dan demokratis yang dilandasi iman dan
2.

taqwa.
Misi SDN Kedungmundu :
1. Memberikan pembelajaran yang dapat menjadikan peserta didik
2.
3.
4.
5.

yang mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.


Menjadikan peserta didik menjuarai mata pelajaran.
Menjadikan peserta didik menjuarai lomba bidang seni.
Menjadikan peserta didik menjuarai lomba bidang olahraga.
Menjadikan peserta didik lulus ujian dengan hasil yang

6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.

memuaskan.
Menumbuhkan peserta didik santun berperilaku.
Menumbuhkan peserta didik berperilaku jujur.
Menumbuhkan peserta didik berperilaku patuh pada aturan.
Menumbuhkan sikap budi pekerti yang luhur.
Menumbuhkan peserta didik bersikap peduli pada lingkungan.
Menumbuhkan peserta didik bersikap peduli social.
Menumbuhkan peserta didik bersikap demokratis.

13. Menumbuhkan peserta didik dalam pengalaman agama yang


dianut.
14. Menjadikan peserta didik menghormati antar umat beragama.
C.

Denah Ruang UKS

D.

Keterangan :
A : Ruang Komputer
B : Kotak P3K
C : Tempat tidur (bed)
D : Meja
E : Lemari kaca
Struktur Organisasi UKS

Dra. Latifah, M.Pd


Penanggung jawab

E.

Yuliati, S.Pd

Mahrus, A.Ma

Bendahara

Sekretaris

TRIAS UKS
Tri Program UKS (Trias UKS) yaitu sebagai berikut :
1. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan yang meliputi :
a. Pendidikan kesehatan tentang cuci tangan.
Kegiatan ini dilakukan secara rutin di lakukan oleh setiap siswa
ketika akan dan setelah makan. Semua siswa sudah di ajarkan untuk
melakukan cuci tangan semenjak duduk di kelas satu, sehingga siswa
mulai terbiasa melakukan hal tersebut tanpa harus di ingatkan.
b. Pendidikan kesehatan tentang kebersihan lingkungan.

10

Kegiatan ini dilakukan setiap bulan pada hari jumat minggu pertama
dan di ikuti oleh seluruh elemen yang terdapat di SDN
Kedungmundu.
c. Pendidikan Kesehatan tentang kebersihan gigi dan mulut.
Kegiatan ini betujuan untuk mengedukasi para siswa akan
pentingnya kebersihan gigi dan mulut. Kegiatan ini ditujukan untuk
kelas semua siswa di SDN Kedungmundu.
d. Pelatihan Dokter Kecil
SDN Kedungmundu bekerja sama dengan puskesmas setempat
dalam menyelenggarakan kegiatan pelatuhan dokter kecil. Siswa
yang di perbolehkan untuk mengikuti pelatihan adalah siswa kelas
IV dan V, dikarenakan kepala sekolah beranggapan bahwa siswa
kelas IV sudah lebih siap mental dibanding kelas sebelumnya. Serta
ketika yang dilatih adalah siswa kelas IV maka ilmu yang telah
diberikan dapat di aplikasikan dalam waktu yang cukup lama
disbanding bila yang dilatih kelas VI maka ilmunya berguna sebentar
karena setelah lulus mereka akan berjalan masing-masing.
2.

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan dalam bentuk :


a. Program Imunisasi
Imunisasi ini diberikan pada anak kelas 1 dan 4 dan rutin
dilaksanakan setiap tahunnya dengan mengadakan kerjasama dengan
Puskesmas terdekat.
b. Pengawasan Warung sekolah
Pengawasan ini dilakukan oleh para guru terhadap makanan apa saja
yang di dirasa aman dan tidak aman bagi anak-anak serta bagaimana
cara pengolahan setiap makanan yang di jual agar tidak
membahayakan anak-anak.
c. Pemeriksaan Gigi
SDN Kedungmundu bekerja sama dengan mahasiswa Keperawatan
Gigi Poltekkes Kemenkes Semarang yang pada waktu itu sedang
melakukan KKL di SDN Kedungmundu melakukan pemeriksaan
gigi pada siswa SDN Kedungmundu.
d. Tersedianya ruang UKS
Ketika terdapat siswa yang sakit ringan maupun pingsan saat
pelajaran olahraga, upacara bendera serta jatuh karena bermain

11

dengan teman akan segera dibawa ke ruang UKS. Di ruang UKS


siswa yang sakit akan mendapatkan pertolonganpertama dengan
diberikan obat, teh hangat, serta dapat beristirahat guna pemulihan
kondisi fisik.
e. Jaminan Kesehatan
Setiap guru di SDN Kedungmundu selalu melakukan pengamatan
kesehatan pada para siswa didiknya. Kemudian guru melaporkan
hasil pantauannya kepada Kepala Sekolah sebagai penanggung
jawab UKS. Apabila ditemukan siswa yang sekiranya mengalami
sakit yang cukup serius dimana UKS tidak mampu menangani, maka
pihak sekolah akan berdiskusi dengan orang tua siswa yang
bersangkutan

untuk

melakukan

pemeriksaan

kesehatan

ke

Puskesmas terdekat. Biaya pengobatan siswa tersebut sepenuhnya di


tanggung oleh uang BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang
tersedia.
3.

Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat berupa :


a. Halaman Bersih.
Halaman tugas ini merupakan tugas harian yang dilaksanakan oleh
siswa yang mendapat tugas piket untuk membersihkan halaman
kelas. Untuk halaman sekolah dibersihkan oleh petugas kebersihan
sekolah. Dan setiap 1 bulan diadakan kegiatan jumat bersih yang
dilakukan pada hari jumat minggu pertama dengan menggerakkan
semua guru beserta seluruh siswa untuk membersihkan halaman
kelas dan sekolah.
b. Penghijauan
Kegiatan penghijauan dilakukan bila di area sekolah dirasa
kekurangan tanaman hijau. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada
musim kemarau dengan menganjurkan seluruh siswa, guru, serta
karyawan membawa tanaman hijau masing-masing 1 tanaman untuk
dilakukan penanaman pohon bersama.
c. Pendidikan Olahraga

12

Dengan adanya pelajaran pendidikan olahraga diharapkan para siswa


lebih mengerti akan artinya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Kemudian siswa dapat menerapkan ilmu yang di dapat dari pelajaran
olahraga ini di dalam kehidupannya sehari-hari dengan tujuan
menghindari berbagai macam penyakit yang saat ini sedang banyak
muncul.
d. Penempelan Poster tentang Kesehatan di Mading Sekolah
Adanya poster diharapkan mampu menghimbau seluruh warga
sekolah untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan dirinya sendiri.
Akan tetapi ketika dilakukan observasi di SDN Kedungmundu
belum terdapat poster-poster yang mengarah ke kesehatan.
e. Penyuluhan Kesehatan
Penyuluhan kesehatan yang dilakukan yaitu berupa kebersihan gigi
dan mulut serta cuci tangan. Kegiatan ini dilakukan oleh sekolah
yang bekerja sama dengan maahasiswa Keperawatan Gigi yang
sednag melakukan KKL di SDN Kedungmundu.
F.

Obat-obatan, Sarana dan Prasarana UKS


Ketika dilakukan observasi

pada

ruang

UKS

di

SDN

Kedungmundu, tersedia alat-alat untuk pemeriksaan gigi yang di berikan


oleh mahasiswa jurusan keperawatan gigi poltekkes semarang yang
sebelumnya telah melakukan pengabmas di SD tersebut. Untuk obat-obatan
tidak tersedia sama sekali di ruang UKS, terlihat pada lemari hanya terisi
selimut, perban, plester, kapas, serta chlor etil. Sebenarnya terdapat obatobatan lainnya seperti minyak kayu putih, balsam, lotion anti nyamuk,
perban, handyplas, dan betadhin yang ternyata dikelola oleh guru di ruang
guru. Hal ini dilakukan karena berdasarkan pengalaman, obat-obatan
tersebut dulu disediakan di ruang UKS namun oleh beberapa siswa yang
tidak bertanggung jawab obat tersebut digunakan untuk mainan. Merujuk
pada kejadian di atas maka kepala sekolah memberikan amanat kepada salah
seorang guru untuk mengelola kotak P3k di dalam kantor guru. Sehingga
ketika terdapat siswa yang membutuhkan obat, harus lapor terhadap guru
bersangkutan untuk mendapatkan obat dan dipatau oleh guru.

13

Kemudian di dalam ruang UKS yang berukuran 3x2,5 meter ini


hanya terdapat 1 bed, 1 timbangan, 1 alat pengukur tinggi badan, 1 lemari
kaca berukuran sedang serta 1 kotak P3K yang hanya berisi alcohol serta
kapas. Ruang UKS belum permanen karena masih digabungkan dengan
ruang computer. Dikarenakan kegiatan UKS tidak berjalan dengan lancar,
maka terlihat sekali ruangan berdebu dan terkesan sudah lama tidak
dipergunakan. Bangunan sekolah sudah permanen dengan tembok serta
lantai keramik. Terdapat pula penjaga sekolah yang siap sedia menjaga
keamanan lingkungan sekolah.
Untuk sarana dan prasarana SDN Kedungmundu memiliki 6 ruang
kelas, 1 kantor guru, 1 ruang Kepala Sekolah, 2 kantin, 4 kamar mandi
siswa, 2 kamar mandi guru, perpustakaan, ruang UKS yang tergabung
dalam ruang computer. Jumlah kamar mandi dirasa belum ideal, mengingan
2 kamar mandi untuk siswa putri sejumlah 157 dan 2 kamar mandi putra
untuk jumlah siswa 167. Jumlah ini masih belum memnuhi standar kamar
mandi sehat yaitu laki-laki 1 : 40 dan perempuan 1 : 25, sehingga
seharusnya terdapat 6 kamar mandi putra dan putri yang masing-masing 3
kamar mandi. Kondisi kamar mandi cukup bersih dan tidak terdapat bak
mandi melainkan ember berukuran besar, hal ini dimaksudkan agar
memudahkan dalam melakukan pembersihan kamar mandi. Sumber airnya
jernih, tidak berbau dan alirannnya lancar. Berdasar hasil wawancara dengan
Kepala sekolah, kebersihan kamar mandi merupakan tangguang jawab
seluruh warga sekolah tanpa terkecuali. Pihak sekolah pun telah mengajukan
permohonan dana kepada pemerintah guna penambahan jumlah kamar
mandi.
Lingkungan sekolah nampak bersih dan tidak terdapat sampah yang
berserakan disana sini. Untuk kebersihan kelas, masing-masing kelas sudah
di bentuk regu piket harian. Halaman sekolah yang luas pun terlihat bersih
dan rapi karena sekolah telah menyiapkan petugas kebersihan yang setiap
hari membersihkan lingkungan sekolah. Halaman sekolah ini selain
berfungsi sebagai lapangan upacara juga berfungsi sebagai lapangan basket.
Apabila siswa merasa lapar, di sekolah tersedia 2 kantin yang berada di

14

samping sekolah. Kantin menyediakan banyak makanan ringan, minuman,


gorengan. Namun makanan belum ditutup dengan benar, tidak semuanya
diberi penutup yang semestinya melainkan hanya ditutup seadanya dengan
serbet atau lap. Diding kantin pun belum permanen, masih menggunakan
dinding dari papan. Berdasar hasil observasi kantin di SDN Kedungmundu
ini dirasa masih belum memenuhi kriteria kantin sehat, sebab ukuran kantin
sangat kecil dengan lantai dari ubin yang terlihat kotor. Belum terdapat pula
fasilitas tempat mencuci tangan di kantin. Petugas di kantin pun belum
melakukan pencucian alat dibawah air mengalir, alat yang kotor di cuci
dengan mengguanakan air yang ditampung di ember.
Sekolah juga telah menyediakan tempat sampah organic dan non
organic di lingkungan sekolah termasuk di dekat kantin. Dengan adanya
tempat sampah ini diharapkan seluruh warga sekolah dapat turut serta dalam
menjaga

lingkungan

dengan

cara

membuang

sampah

pada

tempatnya.sekolah telah mengupayakan berbagai kegiatan dalam rangka


menjaga kebersihan lingkungan sebab bial lingkungan kotor maka akan
menarik bagi nyamuk untuk tinggal. Sekolah juga mengadakan upaya
pemberantasan nyamuk dengan cara fogging, hal ini dilakukan untuk
antisipasi berbagai penyakit akibat nyamuk. Akan tetapi beberapa bulan ini
sekolah belum lagi melakukan fogging, ini dikarenakan sekarang proses
untuk mengajukan fogging ke pihak Puskesmas dipersulit dengan proses
baru yang ternyata lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Apabila
berkas-berkas untuk pengajuan dilakukan fogging di sekolah masih belum
lengkap, dari pihak Puskesmas tidak akan mau melakukan fogging.
G.

Kendala yang Dihadapi


Menurut hasil wawancara dengan kepala sekolah, kendala yang dihadapi
dalam penyelenggaraan UKS adalah :
1. Belum terdapat ruang UKS tersendiri (masih tergabung dengan ruang
2.

computer).
Belum terdapat dokter kecil, selama ini hanya terdapat program
pengkaderan siswa yang dilakukan oleh kecamatan yang diikuti semua

15

SD yang terdapat di kec. Tembalang dan pelaksanaannya pun tidak


3.

terjadwal dengan pasti.


Fasilitas UKS yang belum memadai.
Hanya terdapat 1 bed, 1 lemari kaca tempat menyimpan alat, 1 meja, 1

4.

kursi, 1 alat pengukur tinggi badan, 1 timbangan, dan 1 kotak P3K.


Belum adanya tempat cuci tangan
Selama ini siswa yang tangannya kotor setelah makan maupun bermain
mencuci tangan di dalam kamar mandi.