Anda di halaman 1dari 1

6.

Premedikasi
Premedikasi adalah pemberian obat 1-2 jam sebelum induksi anesthesia dengan tujuan
untuk melancarkan induksi, rumatan dan bangun dari anestesi diantaranya:
a. Meredakan kecemasan dan ketakutan, misalnya diazepam
b. Memperlancar induksi anestesia, misalnya pethidin
c. Mengurangi sekresi kelenjar ludah dan bronkus, misalnya sulfas atropindan hiosin
d. Meminimalkan jumlah obat anestetik, misalnya pethidin
e. Mengurangi mual-muntah pasca bedah, misalnya ondansetron
f. Menciptakan amnesia, misalnya diazepam,midazolam
g. Mengurangi isi lambung
h. Mengurangi reflex yang membahayakan, misalnya atracurium, sulfas atropine

Obat-obat premedikasi dapat digolongkan seperti di bawah ini :


1. Narkotik analgesik, misalnya morfin pethidin
2. Transqualizer yaitu dari golongan benzodiazepine, misalnya diazepam dan
midazolam. Diazepam dapat dberikan peroral 10-15 mg beberapa jam sebelum
induksi anesthesia
3. Barbiturat, misal pentobarbital, penobarbital, sekobarbital
4. Antikolinergik, misal atropine dan hiosin
5. Antihistamin, misal prometazine
6. Antasida, misal gelusil
7. H2 reseptor antagonis misalnya cimetidine dan ranitidine. Ranitidine diberikan 150
mg 1-2 jam sebelum operasi