Anda di halaman 1dari 4

Pielonefritis Akut

Pielonefritis adalah inflamasi pada pelvis ginjal dan parenkim ginjal yang
disebabkan karena adanya infeksi oleh bakteri. Infeksi bakteri pada jaringan ginjal yang
di mulai dari saluran kemih bagian bawah terus naik ke ginjal. Infeksi ini dapat mengenai
parenchym maupun renal pelvis (pyelum= piala ginjal).
Pielonefritis merupakan infeksi bakteri pada piala ginjal, tunulus, dan jaringan
interstinal dari salah satu atau kedua gunjal (Brunner & Suddarth, 2002: 1436).
Pielonefritis Akut adalah suatu reaksi inflamasi yang terjadi karena infeksi pada
pielum dan parenkim ginjal. Biasanya kuman berasal dari saluran kemih bagian bawah
naik ke ginjal melalui ureter. Kuman - kuman itu antara lain adalah E Colli, Proteus,
Klebsiella, Strep faecalis dan enterokokus. Kuman Stafilokokus aureus

dapat

menyebabkan pielonefritis melalui penularan secara hematogen, meskipun sekarang


jarang dijumpai.

2.2 Patofisiologi
Bakteri naik ke ginjal dan pelvis ginjal melalui saluran kandung kemih dan uretra. Flora
normal fekal seperti Eschericia coli, Streptococus fecalis, Pseudomonas aeruginosa, dan
Staphilococus aureus adalah bakteri paling umum yang menyebabkan pielonefritis akut. E.
coli menyebabkan sekitar 85% infeksi.
Pyelonefritis akut biasanya singkat dan sering terjadi infeksi berulang karena tetapi tidak
sempurna atau infeksi baru. 20 % dari infeksi yang berulang terjadi setelah dua minggu
setelah terapi selesai. Infeksi bakteri dari saluran kemih bagian bawah ke arah ginjal, hal ini
akan mempengaruhi fungsi ginjal. Infeksi saluran urinarius atau dikaitkan dengan
selimut.abses dapat di jumpai pada kapsul ginjal dan pada taut kortikomedularis. Pada
akhirnya, atrofi dan kerusakan tubulus serta glomerulus terjadi.

Penyebab ( Bakteri )

Masuk saluran kemih

Adanya obstruksi

Aliran balik ginjal oleh bakteri

Masuk aliran darah

Ginjal

2.3 Penyebab

Bakteri E. Coli.

Obstruksi ureter yang mengakibatkan hidronefrosis.

Infeksi aktif.

Penurunan fungsi ginjal.

Uretra refluk.

Bakteri menyebar ke daerah ginjal, darah, sistem limfatik.

2.4 Tanda dan Gejala


1. Pyelonefritis akut ditandai dengan pembengkakan ginjal atau pelebaran ginjal.
2. Pada pengkajian di dapatkan adanya demam yang tinggi, menggigil, nausea, nyeri pada
pinggang , sakit kepala, nyeri otot dan adanya kelemahan fisik.
3. Client biasanya di sertai disuria, frequency, urgency dalam beberapa hari.
4. Pada pemeriksaan urin didapat urin berwarna keruh atau hematuria dengan bau yang
tajam, selain itu juga adanya peningkatan sel darah putih.

Tanda dan Gejala lainnya


1. Adanya keletihan.
2. Sakit kepala, nafsu makan rendah dan berat badan menurun.
3. Adanya poliuria, haus yang berlebihan, azotemia, anemia, asidosis, proteinuria,
pyuria, dan kepekatan urin menurun.
4. Kesehatan pasien semakin menurun, pada akhirnya pasien mengalami gagal ginjal.

5. Ketidaknormalan kalik dan adanya luka pada daerah korteks.


6. Ginjal mengecil dan kemampuan nefron menurun dikarenakan luka pada jaringan.
7. Tiba-tiba ketika ditemukan adanya hypertensi.

2.5 Komplikasi
Ada tiga komplikasi penting dapat ditemukan pada pielonefritis akut (Patologi Umum
& Sistematik J. C. E. Underwood, 2002: 669):
Nekrosis papila ginjal. Sebagai hasil dari proses radang, pasokan darah pada area
medula akan terganggu dan akan diikuti nekrosis papila guinjal, terutama pada penderita
diabetes melitus atau pada tempat terjadinya obstruksi.
Fionefrosis. Terjadi apabila ditemukan obstruksi total pada ureter yang dekat sekali
dengan ginjal. Cairan yang terlindung dalam pelvis dan sistem kaliks mengalami supurasi,
sehingga ginjal mengalami peregangan akibat adanya pus.
Abses perinefrik. Pada waktu infeksi mencapai kapsula ginjal, dan meluas ke dalam
jaringan perirenal, terjadi abses perinefrik.

2.6 Penatalaksanaan
Pasien pyelonifritis akut beresiko terhadap bakterimia dan memerlukan terapi
antimikrobakterium yang intensif. Terapi parental diberikan selama 24 sampai 28 jam
sampai pasien afrebil. Pada waktu tersebut, agens oral dspst diberikan. Pasien dengan
kondisi yang sedikit kritis akan efektif apabila ditangani hanya dengan agens oral. Untuk
mrncega perkemban biakannyabakteri yang tersisa, maka pengobatan pyelonefritis akut
biasanya lebi lama dari pada sistesis.
Masalah yang mungkin timbul dalam penanganan adalah infeksi kronik atau
kambuhan yang muncul sampai beberapa bulan atau tahun tanpa gejala. Setelah program
antimikrobial awal, pasien dipertahankan untuk terus diwah penanganan antimikrobial
sampai adanya bukti infeksi tidak terjadi, seluruh faktor penyebab telah ditangani dan
dikendalikan, dan fungsi ginjal stabil. Kadar keratininserum dan hitung darah pasien
dipantau durasinya pada terapi jangka panjang.
Penatalaksanaan agens antimokrobial pilihan di dasarkan pada identifikasi patogen
melalui kultur urin. Jika bakteri tidak dapat hilang dari urin, nitrofurantion atau kombinasi

sulfametoxazole dan trimetrhopim dapat digunakan untuk menekan pertumbuhan


bakteri.
PemeriksaanPenunjang:
1.Wholeblood
2.Urinalisis
3.USG&Radiologi
4.BUN
5.creatinin
6. serum electrolytes