Anda di halaman 1dari 139

DAFTAR ISI

1. Daftar Isi............................................................................ 1
2. Kikir................................................................................... 2
Andreas Matulandi (130513605989)
3. Jangka Sorong ................................................................... 10
Anjar Hastomo (130513605982)
4. Penggores........................................................................... 15
Ardi Ari W.
5. Penitik................................................................................ 19
Dwi Putro S. (130513605998)
6. Mesin Bor.......................................................................... 23
Evin E. Anwar (100513402061)
7. Jenis Mata Bor................................................................... 34
Febrian Bayu P.(130513605980)
8. Tap....................................................................................

43

Frandiska Eltian (130513605996)


9. Sney.................................................................................. 46
Jayanda Agustian(130513605995)
10.Gergaji.............................................................................. 60
Jefri Sampurno(130513605993)
11.Stamping........................................................................... 73
Misbahul Husnan(130513605985)
12.Instalasi SMAW............................................................... 76
Riski Yudha P.(130513605999)
13.Elektroda.......................................................................... 87
Samsul Eko P.(130513605990)
14.Instalasi OAW................................................................

104

Syaifullah Irsyandi(130513611114)
15.Kesehatan dan Keselamatan Kerja Las.........................

118

Wira Yogo M. 130513611104


16.Daftar Pustaka...............................................................
Praktikum Kerja Bangku

138
Page 1

BAB
1
KIKIR

Praktikum Kerja Bangku

Page 2

KIKIR
Kikir adalah salah satu alat yang paling penting dalam pekerjan kerja bangku. Kikir
memiliki batang baja yang mempunyai gigi-gigi pemarut yang bahan dasarnya dibuat dari bahan
baja karbon tinggi.
Adapun fungsi utama dari kikir adalah untuk mengikir dan meratakan permukaan benda
kerja. Ukuran panjang sebuah kikir adalah panjang badan ditambah dengan tangkainya.
Penampang kikir ada yang dibuat bermacam-macam bentuk, ada yang bulat, segitiga,
persegi, tembareng, segi empat panjang, dan bentuk pipih. Kegunaan dari macam jenis
penampang ini adalah untuk mengikir celah atau lubang bentuk bujursangkar dan sebagainya.

Macam-Macam Kikir
Kegunaan kikir pada pekerjaan penyayatan untuk meratakan dan menghaluskan suatu
bidang,membuat rata dan menyiku antara bidang satu dengan bidang lainnya.
1. Bentuk kikir dan fungsinya :
a.

Kikir gepeng (plat) tebal kikir seluruhnya sama, lebar kikir kearah ujungnya menirus
kikir.Fungsinya untuk meratakan dan membuat bidang sejajar dan tegak lurus.

Kikir Gepeng / Plat

b.

Kikir segi empat (square), fungsinya membuat rata dan menyiku antara bidang satu dengan
bidang lainnya.

Kikir persegi empat (square)

Praktikum Kerja Bangku

Page 3

c.

Kikir segitiga (Treangle) bentuknya segitiga, segitiga kikir pada bagian ujungnya mengecil.
Fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih besar.

Kikir persegi tiga (triangle)


d.

Kikir pisau (knife) bentuknya mirip pisau, fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan
bidang berbentuk sudut 60 atau lebih kecil.

Kikir pisau (knife)


e.

Kikir setengah bulat (half round), fungsinya untuk menghaluskan, meratakan dan membuat
bidang cekung.

Kikir setengah bulat (half round)


f.

Kikir bulat (round) bentuk bulatnya pada ujungnya makin mengecil, fungsinya
untukmenghaluskan dan menambah diameter bidang bulat.

Kikir bulat (round)

Permukaan kikir dan bentuk permukaannya


2. Kikir berdasarkan bentuk permukaannya :
a. Kikir kasar
Kikir Kasar adalah kikir yang mempunyai permukaan kasar dan kegunaannya untuk
mengikir benda kerja yang permukaannya masih kasar dan sama sekali belum dikikir.
b. Kikir Sedang
Kikir sedang adalah Kikir yang mempunyai permukaan sedang tidak terlalu kasar dan
tidak terlalu halus. Kegunaanya untuk mengkikir benda kerja yang telah dikikir terlebih dahulu
dengan kikir kasar.
c. Kikir Halus
Kikir Halus adalah kikir yang mempunyai permukaan halus dan kegunaannya untuk
mengkikir benda kerja yang telah dihaluskan terlebih dahulu dengan kikir kasar dan kikir sedang.
Praktikum Kerja Bangku

Page 4

3. Kikir berdasarkan permukaannya :


a. Kikir Bergigi Tunggal.
Pada umumnya kikir ini lebih halus dari pada kikir bergigi ganda pada nomor yang sama ,
karena itu digunakan untuk pekerjaan finishing. Posisi giginya menyilang membentik sudut 54
derajat terhadap garis sumbu.beram-beram pengikiran tidak cepat lepas dari sela-sela gigi
kikir.untuk itu harus dibersihkan dengan sikat kikir.
b. Kikir Bergigi Ganda.
Kikir bergigi ganda ini alur pahatan dalam dalam lebih dalam daripada pahatan dangkal
dan alur ini mempunyai sudut 70derajat

Bagian-Bagian Utama Kikir


Kikir adalah suatu alat untuk mengikir benda kerja agar diperoleh permukaan yang rata
dan halus yang dilakukan dengan tangan.

Badan Kikir

Puncak

Gagang kikir

Ujung

Sisi

Muka

Gambar Bagian-bagian utama kikir

Praktikum Kerja Bangku

Page 5

Spesifikasi Kikir
Spesifikasi kikir meliputi jenis gigi, kekasaran gigi, penampang dan panjang.

Gambar Jenis kekerasan kikir

Pengelompokan Kikir Berdasarkan Kode Kekasaran Gigi


Untuk dapat menghasilkan pengikiran yang maksimal, pemilihan kikir harus sesuai
dengan jenis pekerjaan dan hasil pengikiran yang dikehendaki.
Tabel 1 memperlihatkan Pengelompokan kikir berdasarkan kode kekasaran gigi dan
penggunaannya
Banyak gigi tiap
No.

1.

2.

3.

Jenis

Kasar

Medium

Halus

Kode

panjang 1 Cm

Penggunaan

00

12

Pekerjaan kasar dan

15

tidak presisi

20

25

31

38

46

56

Pekerjaan

84

dan presisi

Pekerjaan sedang

finishing

Cara Penggunaan Kikir


a. Pemegangan dan penekanan kikir
Pekerjaan pengikiran akan berhasil dengan baik apabila para pekerja mengetahui tentang
jenis kikir yang harus digunakan sesuai dengan bahan yang akan dikerjakan, berikut cara
memegang kikir yang benar adalah tangkai kikir harus dipegang dengan tangan kanan
denganibu jari berada di atas tangkai kikir, sedangkan jari telunjuk mengikuti panjang tangkai
kikir terlihat seperti gambar dibawah ini :

Praktikum Kerja Bangku

Page 6

Tabel 2 pemegangan kikir untuk berbagai kebutuhan pengerjaan

gambar Pemegangan kikir

b. Gerakan badan dan ayunan kikir


Mengikir merupakan suatu pekerjaan yang sepenuhnya menggunakan anggota badan dan
tenaga yang cukup besar serta berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Kondisi ini tentunya
perludisertai dengan kenyamanan kerja dalam artian antara gerakan badan, pengaturan tenaga
dan perasaan dapat berjalan secara serasi. Jika tidak bisa berakibat fatal, cepat lelah dan badan
akan terasa sakit-sakit.Namun secara umum ketinggian ragum, posisi kaki dangerakan badan
tidak jauh berbeda, sebagai pendekatan kesesuaian itu dapat diilustrasikan sebagai berikut :

Cara Mengikir
Dalam proses pengikiran perlu memperhatikan:

Tinggi ragum terhadap orang yang bekerja

Pencekaman benda kerja

Praktikum Kerja Bangku

Page 7

Pemegangan kikir

Posisi kaki dan badan

Gerakan kikir

Kebersihan kikir

A. Langkah pengikiran yang baik


1. Pemegangan
Cara pemegangan tangkai kikir pihak pabrik sudah memperhatikan anatomi tangan
kita. Tangan kanan memegang tangkai dan tangan kiri memegang ujung kikir sebagai
pengarah dan pengimbang tenaga dan dorongan.
2. Posisi kaki dan badan
Usahakan kaki kiri tegak lurus di bawah ragum membentuk sudut 300 dan kaki
kanan membentuk sudut 750 . Jarak antara kaki kiri dan kanan sebanding dengan panjang
kikir yang digunakan., sedangkan jarak antara siku dengan permukaan ragum lebih kurang
5 8 cm.
Posisi badan cenderung agak miring ke depan dan mata konsentrasi menghadap
pada benda kerja.

No.

Sifat pengikiran

1.

Pengikiran

Ujung

Berat

digenggam kuat

Pengikiran ringan

Ujung

2.

Pemegangan

Keterangan

kikir

kikir

dipegang jari

Ujung
3.

Pengikiran

dipegang

bidang kerja tipis

ditekan jari

kikir
dan

Gambar Posisi Kakai dan Cara Memegang Kikir


Praktikum Kerja Bangku

Page 8

3. Langkah Pengikiran
a) panjang langkah

: langkah optimal, posisi langkah dan langkah nominal

b) gesekan langkah

: arah langkah, jarak gesekan

c) jumlah langkah

:panjang

batang

kikir,

aktifitas

orang

(normative)

stabil/waktu kecepatan potong pada material (Cs)

4. Macam Pengikiran
Lurus : memanjang / standart, melintang
CCF : Cross cut filling ( 450 atau 650 ).

Perawatan Kikir
Alat-alat kerja bangku tidak boleh diletakkan secara bertumpuk satu dengan lainnya, agar
awet penggunaan kikir dan sesuai dengan fungsinya. Kebersihan kikir perlu dijaga untuk efisiensi
pengikiran, karena chips yang menempel dialur kikir dapat mempengaruhi pemakanan dan juga
kehalusan benda kerja, sehingga setiap 20 40 kali (untuk bastard) pengikiran harus dibersihkan
dengan file brush dan arah membersihkannya sesuai dengan arah alur kikir.

Gambar Membersihkan Kikir

Praktikum Kerja Bangku

Page 9

BAB
2
JANGKA
SORONG

Praktikum Kerja Bangku

Page 10

JANGKA SORONG
Jangka sorong adalah suatu alat ukur yang digunakan untuk mengukur diameter luar,
diameter dalam dan mengukur kedalaman.

Bagian-Bagian Jangka Sorong

Mistar

Rahang tetap

Rahang Geser

Batang geser

Tanduk tetap

Tanduk geser

Batang kedalaman

Skala inti

Skala nonius

Gambar 1
Satuan san ketelitian Jangka sorong
Jangka sorong mempunyai dua satuan pengikurang yang sering dipakai yanitu satuan mili
meter (mm) dan inci (inch)
Sedangkan ketelitiannya, jangka sorong mempunyai beberapa ketaelitian diantaranya :
Mili meter
1. 0,7 mm
2. 0,5 mm
3. 0,2 mm
Inci
1. 1/128
2. 1/1000

Praktikum Kerja Bangku

Page 11

Kegunaan Jangka Sorong


Jangka sorong mempunyai beberapa fungsi, diantaranya adalah
a) Mengukur diameter dalam silinder (bagian atas).
b) Mengukur diameter piston pin.
c) Mengukur kedalaman rivet clutch disc.
d) Mengukur benda kerja pada bagian luar, bentuk kubus, persegi panjang, bujur sangkar
atau bulat.
e) Mengukur benda kerja pada bagian dalam, bentuk pipa bulat, segi empat dll.
f) Mengukur kedalaman lubang.
g) Mengukur ketinggian benda yg bertingkat

Cara penggunaan janga sorong pada benda kerja


Mengukur Diameter Luar
a) Siapkan Benda kerja dan jangka sorong.
b) Cari permukaan yang rata bada benda kerja.
c) Tempatkan jangka sorong pada benda kerja, dan posisikan benda kerja usahankan sama
seperti pada gambar

d) Atur rahang geser hingga pas pada benda kerja.


e) Kencangkan mur pengikar agar rahar geser tidak bergerak supaya hasil pengukuran benarbenar presisi.
f) Baca hasil pengukuran
Mengukur Diameter Dalam
a) Siapkan Benda kerja dan jangka sorong.
b) Cari permukaan yang rata bada benda kerja.
c) Tempatkan jangka sorong pada benda kerja, dan posisikan benda kerja usahankan sama
seperti pada gambar

d) Atur tanduk geser hingga pas pada benda kerja.


Praktikum Kerja Bangku

Page 12

e) Kencangkan mur pengikar agar rahar geser tidak bergerak supaya hasil pengukuran
benar-benar presisi.
f) Baca hasil pengukuran
Mengukur Kedalaman
a) Siapkan Benda kerja dan jangka sorong.
b) Cari permukaan yang rata bada benda kerja.
c) Tempatkan jangka sorong pada benda kerja, dan posisikan benda kerja usahankan sama
seperti pada gambar

d) Atur batang pengukur hingga pas pada benda kerja.


e) Kencangkan mur pengikar agar rahar geser tidak bergerak supaya hasil pengukuran
benar-benar presisi.
f) Baca hasil pengukuran.

Membaca hasil pengukuran jangka sorong


Dengan satuan mili

Hasil Pengukuran :
Skala Utama :
Skala nonius : 13 X 0,02 mm

=9

mm
= 0,26 mm

= 9,26 mm

Praktikum Kerja Bangku

Page 13

Hasil Pengukuran :
A. Skala Utama :

= 16

mm

B. Skala nonius : 7 X 0,05 mm

= 0,35 mm
= 16,35 mm

Dengan satuan inci

Nilai tiap ruas :


Skala Utama = 1/16 inch
Skala Vernier

= 1/128 inch

Hasil Pengukuran :
A. Skala Utama :
B. Skala Vernier : 4 X 1/128

= 1 1/16 inch
= 4/128 inch
= 1 3/32 inch

Praktikum Kerja Bangku

Page 14

BAB
3
PENGGORES

Praktikum Kerja Bangku

Page 15

Penggores (Scriber)

Penggores merupakan salah satu alat penanda benda kerja sebelum dilakukan proses
pengerjaan.Langkahpenandaandilakukan dengan berpedoman pada pengarah diantaranya:
a) Penggaris; mistar besi, mistar siku.
b) Meteran dll.

Definisi
Penggores (Scriber) adalah alat tangan yang digunakan dalam pengerjaan logam untuk
menandai garis pada benda kerja, seperti kayu atau logam yang akan dipotong/dikerjakan.

Tipe penggores
Benda kerja memiliki tingkat konsentrasi yang berbeda dalam penanganannya
berdasarkan jenis bahan yang terkandung, namun pada umumnya penggores yang kita jumpai ada
dua kategori yakni; Machinists Scribers danTungsten Carbide Scribers.
Berikut adalah dua jenis miliknyamachinists scribers yang mempunyai banyak ragam
sesuai dengan kegunaannya.
1) Tipe single point

Tipe single point ini memiliki satu ujung penggores yang terbuat dari baja
grade temper tinggi dan pegangan tabung baja yang berlapis nikel. Ujug
penggores dapat di balik, dipasang ke gagang yang lain ketika tidak digunakan.
Scraber ini memiliki diameter 1/4 atau 3/8 inci dengan panjang titik 2-3/8 or 2-7/8
inci.

Praktikum Kerja Bangku

Page 16

2) Bent point scribers

Penggores ini biasanya memiliki panjang8-12 inci, pada ujung satu lurus
dan ujung satu lain memiliki bengkok pendek. Beberapa penggores memiliki ulir
yang dapat dipindahkan pada pegangan yang lain.Bent point didesain agar dapat
menjangkau lubang yang sulit dijangkau atau prabungan.
Selanjutnya adalah tipe miliknya Tungsten Carbide Scribersdigunakan
untuk menandai garis-garis pada benda yang sangat keras seperti baja yang
dikeraskan dan kaca. Titik scriber terbuat dari karbida tungsten.

Penggunaanscreber

Sharpness (Ketajaman), ketajaman dapat dilakukan dengan mengasah dengan cara


memutar pada gerinda.

Work Surface (Pengerjaan bagian), bersihkan bagian yang akan dikerjakan dari
kotran dan minyak.

Steel rule (penggaris baja), letakkan penggaris baja dan luruskan garis kerja
disebelah penggores.

Holding the scribers (menggoreskan garis), gunakan jari tangan untuk menahan
pada posisi penggaris dan tekankan penggores pada tangan yang satu seperti
menggunakan pensil.

Proses menggunakan penggores hanya untuk menandai titik untuk selanjutnya dikerjakan
oleh mesin. Hal ini digunakan untuk mengganti pensil atau tinta garis, karena tanda sulit dilihat,
mudah dihapus dan tidak akurat dengan garis yang tipis dan semi permanen.

Praktikum Kerja Bangku

Page 17

cara pemakaian penggores


a. Dalam menggunakan penggores membentuk 20-25 derajat.
b. Tekan penggores pada gambar.
c. Condongkan penggores kearah maju.

Bahan Penggores
Penggores (Scriber) terbuat dari baja cor yang telah mengeras yang diasah dengan sudut
30 derajat atau 40 derajat. Penggores juga dapat dibuat dengan syarat harus lebih kuat daripada
benda kerjanya.
Bahan dari penggores haruslah lebih kuat dari benda kerjanya, dan jika mau membuatnya
bisa dengan potongan gergaji besi yang telah dibentuk ujungnya dengan gerinda.

Praktikum Kerja Bangku

Page 18

BAB
4
PENITIK

Praktikum Kerja Bangku

Page 19

PENITIK
DEFINISI
Penitik adalah alat yang digunakan untuk membuat lubang pada benda kerja. Penitik terbuat
dari bahan baja karbon tinggi yang dikeraskan. Sedangkan ujungnya runcing membentuk sudut
30 sampai 90, Menurut penggunaanya dibedakan menjadi 2 yaitu penitik garis dan penitik pusat.

Penitik garis adalah suatu penitik, di mana sudut mata penitiknya adalah 30 sampai 60
derajat. Penitik ini mempunyai sudut yang kecil, maka penitik ini dapat menghasilkan suatu tanda
yang sangat kecil pula. Penitik jenis ini sangat cocok untuk memberikan tanda-tanda batas
pengerjaan pada benda kerja. Tanda-tanda batas pengerjaan pada benda kerja akibat penitikan akan
dihilangkan pada waktu finishing/pengerjaan akhir agar tidak menimbulkan bekas setelah
pekerjaan selesai

Penitik Garis

Penitik pusat memiliki sudut yang lebih besar dibandingkan dengan penitik garis. Besar
sudut penitik pusat adalah 90 derajat, sehingga penitik ini akan menimbulkan luka atau bekas yang
lebar pada benda kerja. Penitik pusat ini cocok digunakan untuk membuat tanda terutama untuk
tanda pengeboran. Penitik ini mempunyai sudut yang besar, maka tanda yang dibuat oleh penitik
ini akan dapat mengarahkan mata bor untuk tetap pada posisi pengeboran. Penitik ini sangat
berguna sekali dalam pelaksanaan pembuatan benda kerja yang memiliki proses kerja pengeboran

Penitik PusatTujuan dari penitikan adalah:

Menentukan pusat pusat lingkaran atau lubang pada perpotongan garis untuk
memusatkan awal dari pengeboran.

Untuk menjelaskan garis hingga di mana bagian yang dikerjakan.

Praktikum Kerja Bangku

Page 20

Untuk menjelaskan garis-garis goresan.

Cara menggunakan penitik


a) Pegang penitik di tangan kiri (yang bukan kidal)
b) Miringkan penitik dan geser sepanjang garis hingga tepat pada garis potong, di mana
tempat pusat titik akan dititik.
c) Penitik harus tegak lurus terhadap benda kerja
d) Penitik dipukul satu kali dengan pukulan ringan dan periksa posisinya. Jika sudah tepat,
pukul lebih keras.

Penitik

Miringkan

dipegang di
tangan kiri
Hasil Penitikan

Penitik

dan geser sepanjang

harus tegak lurus

garishingga tepat

terhadapbenda

pada garis potong

keja

Ujungpenitikyangbenar
Betul

Praktikum Kerja Bangku

Kemungkinansalah

Page 21

Pemeliharaan
Alat-alat penanda pada umumnya setelah pemakaian yang lama menjadi tumpul.
ketajamanya dapat digerinda lagi dengan sudut-sudut ketajaman sesuai dengan sudut
standart awal penitik sebelum tumpul.

Cara menggerinda alat penanda

Praktikum Kerja Bangku

Page 22

BAB
5
MESIN BOR

Praktikum Kerja Bangku

Page 23

MESIN BOR
Definisi Mesin Bor
Mesin bor adalah suatu jenis mesin gerakanya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan
mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan pelubangan).Sedangkan Pengeboran
adalah operasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran-kerja dengan menggunakan
pemotong berputar yang disebut BOR.

Fungsi Mesin Bor


Mesin bor mempunyai fungsi sebagai berikut:
1. Pembuatan Lubang
Mengumpan mata bor pada suatu benda kerja untuk membuat lubang

Gambar Pembuatan Lubang


2. Pembesaran Lubang
Mengumpan mata bor pada benda kerja yang telah memiliki lubang sebelumnya guna
untuk memperbesar diameter lubang pada benda kerja.

Gambar Pembesaran Lubang


3. Chamfer
Chamfer adalah suatu proses untuk menghilangkan sisi tajam dari sebuah bentuk slindris.
Chamfer pada proses counter sink yang dimaksudkan ada beberapa macam penggunaan,
antara lain :
a. Chamfer untuk membersihkan chip / bram.
b. Chamfer untuk pembuatan ulir.
c. Chamfer untuk dudukan kepala baut konus.

Praktikum Kerja Bangku

Page 24

d. Chamfer untuk dudukan paku keling.

Gambar Chamfer

Bagian Mesin Bor dan Fungsinya

a. Base (Dudukan)
Base ini merupakan penopang dari semua komponen mesin bor. Base terletak paling
bawah menempel pada lantai, biasanya dibaut. Pemasangannya harus kuat karena akan
mempengaruhi keakuratan pengeboran akibat dari getaran yang terjadi.
b. Column (Tiang)
Bagian dari mesin bor yang digunakan untuk menyangga bagian-bagian yang digunakan
untuk proses pengeboran. Kolom berbentuk silinder yang mempunyai alur atau rel untuk
jalur gerak vertikal dari meja kerja.
c. Table (Meja)
Bagian yang digunakan untuk meletakkan benda kerja yang akan di bor. Meja kerja dapat
disesuaikan secara vertikal untuk mengakomodasi ketinggian pekerjaan yang berbeda
atau bisa berputar ke kiri dan ke kanan dengan sumbu poros pada ujung yang melekat
pada tiang (column). Untuk meja yang berbentuk lingkaran bisa diputar 3600 dengan
poros ditengah-tengah meja.Kesemuanya itu dilengkapi pengunci (table clamp) untuk
Praktikum Kerja Bangku

Page 25

menjaga agar posisi meja sesuai dengan yang dibutuhkan.Untuk menjepit benda kerja
agar diam menggunakan ragum yang diletakkan di atas meja.
d. Drill Chuck (Mata Bor)
Adalah suatu alat pembuat lubang atau alur yang efisien. Mata bor yang paling sering
digunakan adalah bor spiral, karena daya hantarnya yang baik, penyaluran serpih (geram)
yang baik karena alur-alurnya yang berbentuk sekrup, sudut-sudut sayat yang
menguntungkan dan bidang potong dapat diasah tanpa mengubah diameter bor. Bidang
bidang potong bor spiral tidak radial tetapi digeser sehingga membentuk garis-garis
singgung pada lingkaran kecil yang merupakan hati bor.
e. Spindle
Bagian yang menggerakkan chuck atau pencekam, yang memegang/mencekam mata bor.
f. Spindle head
Merupakan rumah dari konstruksi spindle yang digerakkan oleh motor dengan
sambungan berupa belt dan diatur oleh drill feed handle untuk proses pemakananya.
g. Drill Feed Handle
Handel untuk menurunkan atau menekankan spindle dan mata bor ke benda kerja
(memakankan).
h. Table Clamp
Table Clamp digunakan untuk mengunci kedudukan table.

Jenis Mesin Bor


1. Mesin bor meja
Mesin bor meja adalah mesin bor yang diletakkan diatas meja.Mesin ini digunakan untuk
membuat lobang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16
mm). Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran motor listrik diteruskan ke poros mesin
sehingga poros berputar. Selanjutnya poros berputar yang sekaligus sebagai pemegang mata
bor dapat digerakkan naik turun dengan bantuan roda gigi lurus dan gigi rack yang dapat
mengatur tekanan pemakanan saat pengeboran.

Gambar 1 ; Mesin Bor Duduk


Praktikum Kerja Bangku

Page 26

2. Mesin bor tangan (pistol)

Gambar 2 ; Mesin Bor Pistol

Mesin bor tangan adalah mesin bor yang pengoperasiannya dengan menggunakan tangan
dan bentuknya mirip pistol.Mesin bor tangan biasanya digunakan untuk melubangi kayu,
tembokmaupun pelat logam.Khusus Mesin bor ini selain digunakan untuk membuat
lubang juga bisa digunakan untuk mengencangkan baut maupun melepas baut karena
dilengkapi 2 putaran yaitu kanan dan kiri.Mesin bor ini tersedia dalam berbagai ukuran,
bentuk, kapasitas dan juga fungsinya masing-masing
3. Mesin bor Radial

Gambar 3; Mesin Bor Radial

Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan
berat.Mesin ini langsung dipasang pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang secara
permanen pada landasan atau alas mesin.Pada mesin ini benda kerja tidak bergerak. Untuk
mencapai proses pengeboran terhadap benda kerja, poros utama yang digeser kekanan dan
kekiri serta dapat digerakkan naik turun melalui perputaran batang berulir.

4. Mesin Bor Tegak (Vertical Drilling Machine)


Digunakan untuk mengerjakan benda kerja dengan ukuran yang lebih besar, dimana proses
pemakanan dari mata bor dapat dikendalikan secara otomatis naik turun. Pada proses
pengeboran, poros utamanya digerakkan naik turun sesuai kebutuhan. Meja dapat diputar
Praktikum Kerja Bangku

Page 27

3600 ,mejanya diikat bersama sumbu berulir pada batang mesin, sehingga mejanya dapat
digerakkan naik turun dengan menggerakkan engkol.

Gambar 4 ; Mesin Bor Tegak

5. Mesin bor koordinat

Gambar 5 ; Mesin Bor Koordinat

Mesin bor koordinat pada dasarnya sama prinsipnya dengan mesin bor yang lainnya.
Perbedaannya terdapat pada sistem pengaturan posisi pengeboran.Mesin bor koordinat
digunakan untuk membuat/membesarkan lobang dengan jarak titik pusat dan diameter
lobang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi.Untuk
mendapatkan ukuran ketelitian yang tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat
diatur dalam arah memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik.Ketelitian dan
ketepatan ukuran dengan sistem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi 0,001 mm.

Praktikum Kerja Bangku

Page 28

6. Mesin bor lantai

Gambar 6; Mesin Bor Lantai

Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai.Mesin bor lantai disebut juga
mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor yang mejanya disangga
dengan batang pendukung. Mesin bor jenis ini biasanya dirancang untuk pengeboran
benda-benda kerja yang besar dan berat.
7. Mesin bor berporos (mesin bor gang)
Mesin bor ini mempunyai lebih dari satu spindel, biasanya sebuah meja dengan empat
spindel. Mesin ini digunakan untuk melakukan beberapa operasi sekaligus, sehingga lebih
cepat.untuk produksi masal terdapat 20 atau lebih spindel dengan sebuah kepala penggerak.

Gambar 7 ; Mesin Bor Gang

Prinsip Pengeboran
Berdasarkan pekerjaan yang dilakukan, maka mesin bor dapat berfungsi untuk membuat
lobang silindris dan bertingkat, membesarkan lobang, memcemper lobang dan
mengetap.Pekerjaan yang banyak menuntut ketelitian yang tinggi pada pengeboran adalah pada
saat menempatkan mata bor pada posisi yang tepat di titik senter.

Kecepatan Potong Pengeboran


Kecepatan potong ditentukan dalam satuan panjang yang dihitung berdasarkan putaran
mesin per menit.Atau secara defenitif dapat dikatakan bahwa kecepatan potong adalah
panjangnya bram yang terpotong per satuan waktu.
Praktikum Kerja Bangku

Page 29

Setiap jenis logam mempunyai harga kecepatan potong tertentu dan berbeda-beda.Dalam
pengeboran putaran mesin perlu disesuaikan dengan kecepatan potong logam.Bila kecepatan
potongnya tidak tepat, mata bor cepat panas dan akibatnya mata bor cepat tumpul atau bisa patah.

Kecepatan potong ditentukan oleh:


- Jenis bahan yang akan dibor
- Jenis bahan mata bor
- Kualitas lobang yang diinginkan
- Efesiensi pendinginan
- Cara/teknik pengeboran
- Kapasitas mesin bor

Untuk mendapatkan putaran mesin bor per menit ditentukan berdasarkan keliling mata
bor dalam satuan panjang .Kemudian kecepatan potong dalam meter per menit dirubah menjadi
milimeter per menit dengan perkalian 1000.akhirnya akan diperoleh kecepatan potong
pengeboran dalam harga milimeter per menit.Dalam satu putaran penuh, bibir mata bor (Pe) akan
menjalani jarak sepanjang garis lingkaran (U). Oleh karena itu, maka
Dimana:

U = Keliling bibir mata potong bor


D = Diameter mata bor
p = 3.14

Jarak keliling pemotongan mata bor tergantung pada diameter mata bor. Waktu pemotongan juga
menentukan kecepatan pemotongan. Oleh karena itu jarak yang ditempuh oleh bibir pemotong
mata bor harus sesuai dengan kecepatan putar mata bor. Berdasarkan hal tersebut maka jarak
keliling bibir pemotongan mata bor (U) selama n putaran per menit dapat dihitung dengan rumus:

U=pxdxn

Dimana:
U = keliling bibir potong mata bor
D = Diameter mata bor
N = putaran mata bor per menit

Biasanya kecepatan potong dilambangkan dengan huruf V dalam satuan meter per menit. Jarak
keliling yang ditempuh mata bor adalah sama dengan jarak atau panjangnya bram yang terpotong
dalam satuan panjang per satuan waktu.

Praktikum Kerja Bangku

Page 30

Berdasarkan hal tersebut maka jarak keliling yang ditempuh mata potong bor (U) sama dengan
panjangnya bram terpotong dalam satuan meter per menit. Berarti kecepatan potong sama dengan
jarak keliling pemotongan mata bor. Maka:

V=U
V= p x d x n (m/menit)

Pemakanan Pengeboran
Pemakanan adalah jarak perpindahan mata potong bor ke dalam lubang/benda kerja dalam satu
kali putaran mata bor. Besarnya pemakanan dalam pengeboran dipilih berdasarkan jarak
pergeseran mata bor dalam satu putaran, sesuai dengan yang diinginkan. Pemakanan juga
tergantung pada bahan yang akan dibor, kualitas lobang yang dibuat, kekuatan mesin yang
ditentukan berdasarkan diameter mata bor.

Pengerjaan Pengeboran
Untuk Mekanisme Proses pengerjaan pengeboran adalah sebagai berikut
1. Pemasangan Benda Kerja
a. Jika menggunakan ragum, untuk benda kerja rata dan mendatar dengan ukuran benda
tebalnya lebih pendek dari ukuran tinggi mulut ragum, dibagian bawah benda kerja
ditahan denagan bantalan yang rata dan sejajar (paralel). Agar ragum tidak turut bergerak,
ragum diikat denagan menggunakan mur baut pada meja bor.
b. Jika tidak menggunakan ragum, benda kerja diikat pada meja bor dengan menggunakan
dua buah mur baut, dua buah penjepit bentuk U dengan dua balok penahan yang sesuai.
c. Untuk mengebor logam batang berbentuk bulat, benda kerja diletakan pada sebuah balok
V dan dijepit dengan batang pengikat khusus, kemudian ditahan dengan menggunakan
balok yang sesuai dan diikat oleh mur baut pada meja mesin bor.
d. Untuk benda kerja yang akan dibor tembus, benda kerja dijepit dengan menggunakan
batang, penjepit khusus, balok penahan yang sesuai tingginya dan diikat dengan mur baut
pengikat agar tidak merusak ragum.
2. Pemasangan Mata Bor pada chuck
a. Bor dengan tangkai lurus (taper) langsung dimasukan pada lubang sumbu mesin bor, tidak
boleh menggunakn pemegang bor. Dengan demikian, lubang alur menerima ujung taper
dan lubang taper diimbangi oleh selubang yang distandarisasi (dinormalisasikan). Ujung
taper tidak digunakan untuk memegang tapi untuk mempermudah dilepas dari selumbung
dengan menggunakan soket. Sebelum melepas bor, sepotong kayu harus diletakan
dibawahnya, sehingga mata bor tidak akan rusak pada saat jatuh.
b. Bor dengan tangkai selinder diguanakan Pemegang bor berkonsentrasi sendiri dengan
dua atau tiga rahang. Bor harus dimasukan sedalam mungkin sehinggan tidak selip pada
saat berputar.Permukaan bagiaan dalam pemegang berhubungan dengan tangakai mata
bor, sehingga menghasilkan putaran bor.
Praktikum Kerja Bangku

Page 31

c. Bor dengan kepala bulat lurus diperguanakan pemegang/ penjepit bor otomatis
(universal), dimana bila diputar kuncinya, maka mulutnya akan membuka atau menjepit
dengan sendirinya (otomatis).
d.

Bor dengan kepala tirus dipergunakan taper atau sarung pangurang yang dibuat sesuai
dengan tingkatan dan kebutuhan, sehingga terdapat bermacam-macam ukuran.

e. Mata bor yang baik asahan mata potongnya akan mengebor dengan baik dan akan
menghasilkan tatal yang sama tebal dengan yang keluar melalui kedua belah alur spiral
bor. Untuk bahan memerlukan pendinginan, dipergunakan cerek khusus tempat bahan
pendingin.
3.

Atur posisi benda kerja dengan menggerakkan meja, untuk arah vertical cukup memutar
handle, untuk gerak putar mejanya cukup membuka pengunci di bawah meja dan di
sesuaikan, setelah itu jangan lupa mengunci semua pengunci.

4. Tancapkan steker mesin ke stop kontak sumber listrik, kemudian tekan sakelar on (pada saat
ini spindle sudah berputar). Atur kecepatan yang sesuai dengan benda kerja.
5. Untuk pemakanan ke benda kerja, putar Drill feed Handle sehingga mata bor turun dan
memakan benda kerja.
6. Gunakan cairan pendingin bila perlu
7. Setelah selesai, tekan sakelar off untuk mematikan mesin
8. Untuk Mesin bor tangan / pistol sakelar khusus untuk pilhan putaran ke kanan dan ke kiri.

Perawatan Mesin
Sebuah mesin dalam menjaga performa kinerjanya juga membutuhkan perawatan yang
intensif pada setiap komponen mesinnya. Hal ini juga diperlukan untuk mesin bor. Adapun halhal yang harus diperhatikan :

1. Pelumasan secara rutin untuk menghilangkan panas dan gesekan.


2. Mesin harus dibersihkan setelah digunakan
3. Chips harus dibersihkan menggunakan kuas.
4. T-slots, grooves, spindles sleeves, belts, and pulley harus dibersihkan.
5. Mesin diolesi dengan cairan anti karat untuk mencegah dari berkarat
6. Pastikan untuk alat pemotong berjalan lurus (stabil) sebelum memulai operasi.
7. Jangan menempatkan alat-alat lain di meja pemboran
8. Hindari pakaian longgar
9. Perlindungan khusus untuk mata

Cara Perawatannya
a. Pendinginan
Pendinginan pada mata bor tidak bisa disepelekan karena akan membuat umur mata bor
tidak tahan lama, untuk pekerjaan yang cukup banyak mata bor juga memerlukan proses
pendinginan. Setiap material memiliki jenis pendinginan yang berbeda.
Praktikum Kerja Bangku

Page 32

b. Putaran Mesin (RPM)


Semakin besar diameter mata bor yang Anda gunakan maka semakin lambat putaran yang
ada, semakin kecil mata bor akan semakin membuat putaran bor semakin cepat.
c. Pengasahan (penggerindaan)
Membentuk sisi potong yang kurang baik akan menimbulkan kerusakan yang ditimbulkan
seperti merasa cepat tumpul, terasa bahannya keras, lubang yang tidak bagus, cepat panas
dan lain-lain. Periksa kembali apakah hasil asahan anda sudah tepat agar dapat membuat
mata bor Anda menjadi lebih tahan lama.

Praktikum Kerja Bangku

Page 33

BAB
6
MATA BOR

Praktikum Kerja Bangku

Page 34

JENIS-JENIS MATA BOR


PENGERTIAN MATA BOR
Mata bor adalah alat yang paling ideal untuk membuat lubang yang rapih dan presisi.
Bisa digunakan pada bahan kayu, plastik ataupun logam. Banyak jenis dan ukuran lubang
yang bisa dibuat dengan menggunakan bor, akan tetapi dengan mempertimbangkan ukuran
lubang dan jenis bahan kita perlu menggunakan mata bor yang tepat.
Selain itupun jenis bahan pembuat mata bor juga menentukan kualitas hasil
pelubangan. lebih keras logam pada mata bor akan lebih halus hasil pengeboran.

JENIS-JENIS MATA BOR


Mata Bor Kaca
Untuk melubangi kaca, bentuk seperti tombak sehingga sering disebut mata bor
tombak.

Twist Bits

Jenis mata bor yang paling banyak digunakan dan cukup universal fungsinya. Bisa
digunakan menggunakan mesin bortangan atau mesin bor duduk baik secara horisontal
maupun vertikal. Mata bor ini bisa untuk membuat lubang pada bahan kayu, plastik atau
logam.
Biasanya tersedia dalam ukuran 4 - 12 mm. Lebih baik buat sebuah titik pusat
menggunakan paku atau sekrup untuk arahan mata bor ini ketika anda menggunakan
mesin bor tangan.

Praktikum Kerja Bangku

Page 35

Mata Bor Metal Standar


Digunakan untuk pengeboran aneka metal seperti plat besi, aluminium, kuningan,
plastik, acrylic, dsb.
Mata bor metal masih dibedakan dari jenis material bahan, hanya saja yang umum
dipasaran adalah HSS ( High Speed Steel ) atau HSS-Co ( Cobalt) walaupun ada type
khusus untuk material tertentu.
HSS-Co lebih keras daripada HSS biasa, sehingga dalam penggunaan lebih awet
dan tentunya dari segi harga lebih mahal dari HSS biasa. Mata bor besi standar berbentuk
cylinder rata ( straight shank ) yang biasa digunakan pada unit bor tangan, bor duduk atau
mesin-mesin metal processing lainnya, bentuk yang khusus hanya berbeda pada bagian
pangkal, seperti kerucut ( taper shank ) digunakan sesuai dengan unit mesin bor atau
mesin metal processing lainnya.

Mata Bor Besi Khusus

Mata Bor Besi Putaran Berlawanan Jarum Jam


Mirip dengan mata bor metal standar hanya saja arah putaran berlawanan
jarum jam.

Subland Drill
Mata bor bertingkat dengan dua ukuran diameter.

Center Drill Bit


Mata bor bertingkat dengan sudut kemiringan, berfungsi untuk centering,
biasa digunakan pada mesin bubut (lathe machine)

Countersink Bit
Mata bor sudut, digunakan untuk menghilangkan ketajaman / merapikan
tepi lubang hasil pengeboran.

Deburring Tool
Berfungsi sama dengan countersink bit.

Masonry Bits

Praktikum Kerja Bangku

Page 36

Dirancang untuk membuat lubang pada tembok, beton atau batu. Digunakan
dengan mesin bor pada setelan martil (gerakan bir bergetar seperti ketukan martil) dan
pada ujung mata bor terdapat logam keras sebagai pemotong. Biasanya tersedia dalam
4-15mm dan mata bor lebih panjang daripada twist bits (300 - 400mm).

Mata Bor Beton ( Mansory Drill Bit / Concrete Drill Bit )


Digunakan untuk pengeboran pada beton dan aneka batuan.
Ciri umum dari mata bor beton adalah ujung mata bor beton terdapat mata pisau
tumpul, biasa terbuat dari bahan yang memiliki karakteristik sangat keras, karena
penggunaan mata bor ini selain berputar juga memukul.
Mata bor beton dibedakan dari fungsi alat yang digunakan, biasa hanya berbeda di
bagian pangkal, bentuk yang standar digunakan untuk unit bor beton biasa (impact drill /
hammer drill) untuk bentuk yang khusus seperti SDS drill bit digunakan untuk unit SDS
drill atau Demolition Drill.

Spur Bits

Praktikum Kerja Bangku

Page 37

Dikenal sebagai mata bor kayu dengan ujung mata bor runcing pada bagian
tengahnya dan pisau pengiris pada bagian kelilingnya. Ujung runcing di tengah berfungsi
untuk menjaga agar mata bor tetap lurus sehingga lubang yang dihasilkan presisi dan
dengan yang sama.
Ukuran yang tersedia sekitar 6-15mm.
Mata Bor Kayu - Standar
Digunakan untuk pengeboran pada aneka jenis kayu, plastik, acrylic, atau material
lunak lainnya.
Ciri umum pada mata bor kayu standar terletak pada ujungnya yang memiliki
bentuk runcing dibagian tengahnya, beralur dua ( two flute ) dan memiliki alur lebih lebar
daripada mata bor besi.
Yang umum dipasaran adalah model standar dengan bahan HSS yang digunakan
untuk unit bor tangan, untuk jenis lain yang digunakan pada mesin-mesin perkayuan,
perbedaan hanya ada pada bagian pangkal dari mata bor, walaupun ada juga type yang
berujung tungsten tip.
Biasa digunakan dengan putaran mesin ( rpm ) yang tinggi.

Mata Bor Kayu - Auger Bit


Digunakan untuk pengeboran pada aneka jenis kayu atau material lunak lainnya.
Diameter ukuran lebih besar daripada mata bor kayu standar. Berbentuk ulir
tunggal ( single flute ). Biasa digunakan dengan putaran mesin ( rpm ) rendah.

Mata Bor Kayu - Flat Bit


Digunakan untuk pengeboran pada aneka jenis kayu atau material lunak lainnya.
Diameter ukuran lebih besar daripada mata bor kayu standar. Berbentuk pipih rata ( flat )

Praktikum Kerja Bangku

Page 38

Selain type satu flat bit satu ukuran diameter ada juga type adjustable flat bit,
yaitu satu flat bit dapat digunakan untuk berbagai ukuran.
Biasa digunakan menggunakan bor tangan manual dengan putaran ( rpm ) yang
sangat rendah, tidak disarankan menggunakan bor tangan / bor listrik.

Mata Bor Kayu Forstner Bit Hinge Borring Bit


Digunakan untuk membuat lubang pada kayu, plastik, acrylic atau material lunak
lainnya. dengan diameter tertentu, biasa untuk ukuran diameter yang cukup besar, dimana
sudah tidak tersedia ukuran diameter mata bor kayu standar.
Dapat digunakan untuk membuat lubang cekung dan lubang tembus.
Sisa ( wise ) dari hasil proses pelubangan menggunakan forstner bit / hinge
borring bit berupa material debu, tidak seperti sisa proses hole saw.
Biasa digunakan dengan putaran mesin ( rpm ) yang tinggi sampai sangat tinggi.

Mata Bor Kayu Khusus

Chisel Bit
Digunakan untuk membuat lubang berbentuk kotak pada kayu.
Digunakan pada mesin Hollow Chisel Mortiser.

Mortiser Bit
Digunakan untuk membuat lubang geser pada kayu.
Digunakan pada mesin Mortising.

Router Bit
Digunakan untuk membuat aneka bentuk profile pada kayu atau material
lunak lainnya. Digunakan pada mesin Router atau Trimmer.

Praktikum Kerja Bangku

Page 39

Countersink bits

Mata bor ini bersudut 90 pada ujungnya dan berfungsi untuk membuat lubang
45 terhadap permukaan kayu. Biasanya dipakai pada saat membuat lubang untuk kepala
sekrup agar permukaan sama rata dengan kayu. Mata bor ini bisa berdiri sendiri dan ada
juga yang terpasang langsung dengan mata bor utama untuk membuat lubang sekrup.

Forster Bit
Yaitu mata bor yang berfungsi untuk membuat lubang engsel sendok. Paling baik
apabila dioperasikan dengan mesin borduduk yang lebih stabil. Karena apabila
menggunakan mesin bor tangan akan sulit untuk mengendalikan kestabilan posisi mata
bor dan lubang yang dihasilkan kurang berkualitas. Diameter yang tersedia mengikuti
standar diameter engsel sendok, dari 15, atau 35 mm.
Hole Saw Bits

Lebih tepat mungkin kita sebut gergaji lubang karena bentuk mata bornya yang
seperti gergaji dengan diameter yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Berdiameter
antara 25 - 60mm.
Praktikum Kerja Bangku

Page 40

Hole Saw Metal


Digunakan untuk membuat lubang pada metal dengan diameter tertentu, biasa
untuk ukuran diameter yang cukup besar.
Jenis dari hole saw metal biasa dari jenis bahan pembuatnya, seperti HSS atau
tungsten tip, untuk penggunaan ke plat tipis dan besi lunak biasa digunakan jenis Bi-metal
hole saw.
Sisa ( wise ) dari hasil proses pelubangan menggunakan hole saw masih berupa
material solid yang tertingal pada bagian dalam hole saw.

Hole Saw Kayu


Digunakan untuk membuat lubang pada kayu, plastik, acrylic atau material lunak
lainnya. dengan diameter tertentu, biasa untuk ukuran diameter yang cukup besar, dimana
sudah tidak tersedia ukuran diameter mata bor kayu standar.
Kekurangan dari hole saw adalah pada keterbatasan ketebalan, dan cocok
digunakan untuk fungsi membuat lubang, tidak dapat digunakan untuk membuat lubang
cekung.
Sisa ( wise ) dari hasil proses pelubangan menggunakan hole saw masih berupa
material solid yang tertingal pada bagian dalam hole saw.

Core Drill Bit


Mirip dengan hole saw hanya saja digunakan untuk membuat lubang pada beton,
dinding, marmer, granit, atau aneka jenis batuan lainnya, dengan diameter tertentu, biasa
untuk ukuran diameter yang cukup besar.
Untuk setiap type core drill bit bentuk hampir sama, hanya saja biasa dibedakan
menurut aplikasi benda kerja, type untuk melubangi dinding lain dengan type untuk
melubangi granit, dan seterusnya.

Praktikum Kerja Bangku

Page 41

Diamond Drill Bit / Diamond Core Bit


Mirip dengan hole saw hanya saja digunakan untuk membuat lubang pada kaca,
keramik lantai, marmer atau granit dengan diameter tertentu, biasa untuk ukuran diameter
yang cukup besar, sering disebut dengan hole saw kaca.

Praktikum Kerja Bangku

Page 42

BAB
7
TAP

Praktikum Kerja Bangku

Page 43

TAP
Pengertian tap
Tap adalah peralatan tangan yagn digunakan untuk pembuatan ulir dalam pada suatu
benda kerja. Bentuk tap dibuat secara khusus dimana ulir-ulir potong dibuat secara presisi.
Badan tap terdiri dari dua bagian yaitu badan yang tidak mempunyai mata potong dan yang
mempunyai mata potong. Untuk melakukan penguliran dengan tap diperlukan alat bantu
yaitu tangkai tap/pemutar tap berbentuk. Satu set tap berisi tiga buah batang berulir luar yaitu
tap no.1 (Intermediate tap) mata potongnya tirus digunakan untuk pengetapan langkah awal,
kemudian dilanjutkan dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk pembentukan ulir, sedangkan tap
no. 3 (Botoming tap) dipergunakan untuk penyelesaian.

Gambar Tap

Sebelum melakukan pengetapan, benda kerja harus dibor terlebih dahulu dengan
ukuran diameter bor tertentu. Penentuan diameter lubang bor untuk tap ditentukan dengan
rumus:
D = D' K
Dimana :
D = Diameter bor (mm/inchi)
D = Diameter nominal ulir (mm/inchi)
K = Kisar (gang)
Contoh :
a.

Diameter lubang bor untuk mur M10 x 1,5 adalah 10 1,5 = 8,5 mm

b.

Diameter lubang bor untuk mur W3/8x 16 adalah 3/8 1/16 = 5/16
Untuk melakukan penguliran dengan menggunakan tap diperlukan alat bantu yaitu

tangkai tap/pemutar tap. Ukuran dari tangkai tap sangat tergantung pada besar diameter
tap yang akan digunakan. Untuk itu tap dibuat bervariasi dari ukuran kecil sampai besar.
Langkah kerja pembuatan ulir dengan tap adalah sebagai berikut :
1. Jepit benda kerja pada ragum secara benar dan kuat
2. Pasang tap konis pada tangkai tap
3. Tempatkan mata tap tegak lurus pada lubang (periksa dengan menggunakan
siku-siku)
Praktikum Kerja Bangku

Page 44

4. Tekan hingga masuk dalam lubang kemudian putar tangkai tap ke kanan
(searah dengan putaran jarum jam). Pemutaran harus tegak lurus.
5. Pemutaran kira-kira sebesar 900, kemudian putar kembali ea rah kiri. Maksud
pemutaran kembali adalah untuk memotong beram yang belum terpotong dan
memberikan kesempatan beram-beram hasil pemotongan keluar dari lubang.
6. Berikan pelumasan selama prose pengetapan, kecuali untuk pengetapan bahan
dari besi
7. Lakukan pengetapan hingga selesai, kemudian ulangi langkah pengetapan
dengan menggunakan tap antara. Setelah selesai ulangi langkah pengetapan
dengan menggunakan tapa rata/finishing.

Praktikum Kerja Bangku

Page 45

BAB
8
SNEY

Praktikum Kerja Bangku

Page 46

THREADING FORK STEERING COLUMNS


(MEMBUAT ULIR DENGAN TANGAN)
Sney ( MembuatUlirluar )
Sney adalah alat untuk membuat ulir luar pada suatu benda kerja. Bentuk snei
menyerupai mur, tetapi ulirnya merupakan mata pemotongnya. Gigi-gigi ulir setelah di
bentuk kemudian di keraskan dan di temper agar snei mampu melakukan
pemotonganterhadapbendakerja.Padaprosespembuatanulir, sney dipasangpadatangkai
sney.Snei yang biasanya di gunakan untuk pembuatan ulir adalah snei pejal dan snei bercelah.

Sney terbuat dari baja HSS. Sney sendiri memiliki dua macam jenis yakni Sney belah
bulat dan sney segi enam ( Gambar 1). Untuk menggunakannya Sney dilengkapi dengan
rumah sney ( Gambar 2) untuk pegangannya.

Gambar 1. Sney

Gambar 2. Pemegang Sney

Praktikum Kerja Bangku

Page 47

Macam-macam Sney
a. SneyPejal
Sney jenis ini berbenentuk segi enam atau bulat. Untuk memudahkan dalam
penguliranawal,makapadasney

jenisinitidak

seluruhmatapemotongnyasamabesar.,tapi

sedikit tirus pada bagian mata pemotong awal. Dengan demikian benda kerja dapat masuk
ke dalamsnei sedikit mudah.

Gambar 3. Snei Pejal

b. Snei Bercelah (Split Die)


Sneijenis

inibanyakdigunakanuntukpembuatanulirluar,karena

memiliki

kelebihandaripadasneipejal.Kelebihannyaantara lain besar diameternya dapat di perbesar


dandiperkecilsampaiukuranstandardnya.

Dengan

demikian

padawaktupenguliran

pendahuluan diameternya di perbesar dan padawaktu finishing diameternya di kembalikan


pada ukuran standardnya. Pengaturan tersebut dengan menggunakan baut penyetel.

Gambar 4. Snei Bercelah dan pemegangnya

Praktikum Kerja Bangku

Page 48

Kontruksi Sney
Bentuk konstruksi sney ada 2 macamsebagaiberikut :
1.Sneybelahbulat;

Gambar2.1: Sneybelahbulat

2.Sney segienam.

Gambar2.2: Sneysegienam

Gambar2.3: Rumahsney

Tahapan Menyenei
Harap diperhatikan jika ukuran diameter benda kerja akan bertolak belakang
dengan pengetapan. Jika pada pengetapan berlaku rumus Diameter lubang D= D- k,
maka pada penyenaian rumus diameter luar adalah D= D+ k

Praktikum Kerja Bangku

Page 49

1.

Memasang senai pada tangkai senai.

mengendorkan sekrup pengunci pada batang senai.

memasukkan senai pada batang, tanda ukuran berada di atas, samapi


senaiterkunci oleh sekrup pengunci.

mengencangkan sekrup pengunci.

2.

Melumasi gigi senai dengan pelumas.


Memulai penyenaian.

menempatkan senai pada ujung benda kerja yang telah dichamper.

memberikan tekanan yang seimbang pada kedua ujung tangkai saat


senaidiputar searah putaran jarum jam.

3.

Memeriksa kelurusan setelah dua atau tiga kali putaran batang.

perhatikan senai dan benda kerja harus tegak lurus.

memperbaiki setiap ketidak lurusan dengan memberikan tekanan yang lebih


besar pada sisi batang yang lebih tinggi.

4.

Melanjutkan penguliran benda kerja.


Memberikan sedikit pelumas pada ulir setelah tangkai diputar dua atau tiga

kali putaran.

Gambar 3. Langkah Menyenai

Praktikum Kerja Bangku

Page 50

ALAT KERJA TANGAN DAN MESIN


MENYENAI

Tipe tipe senai

Senaidipergunakanuntukmengulir
kekiri atau kekanan.

luar,arah

Senaidibuatdaribajapotongkualitastinggi
disepuh pada panas yang tertentu.

Senai dibedakan atas :


- Senai belah
- Senai kancing
- Senai kaku

Senai kancing dapat distel untuk menyesuaikan


keadaan penguliran.
Diameterulirdapatdiperkecildan
diperbesar.
Harusdiperbesar penuh untuk pemotongan
pertamakemudian direduksiberangsur-angsur
sampai ukuran akhir dicapai.

Senai belah
Senai belah mempunyai keuntungan ialah
dapatdipergunakan berbagaiukuran diameter
ulir.
Senai belah harusdipergunakanbersama-sama.

Senai kakubaut
Senai kaku
baut dipergunakan
untuk
mereparasikerusakan
ulir,bukanuntuk
memotong ulir baru.

Praktikum Kerja Bangku

Page 51

ALAT KERJA TANGAN DAN MESIN


MENYENAI
Persiapan penyenaian

Senai diputar dengan gagang.

Diameter lubang senai distel dengan obeng.

Longgarkan ulir sekerup pengikat luar dan


senai dimasukkan kedalam gagang senai.

Kencangkan ulir senter untuk menjepit tap


dengan diameter terbesar.

Benda kerja dikikir serong terlebih dahulu


untuk memudahkan mulai menyenai.
Bendakerjadijepitpadacekamragumdalam
posisi vertikal.

Praktikum Kerja Bangku

Page 52

ALAT KERJA TANGAN DAN MESIN


MENYENAI

Menggunakan senai

1.

Tempatkan bagian tirus tap menghadap


kebawah,tepatpada ujungbatang yang
sebelumnya ditirus.

2.

Mulailahtekangagangterbagirataarah
kebawah sedekat mungkin pada senai.
Putar setengah putaran, kemudian
kembalikan seperempat putaran.

3.

Periksa apakah gagang dalam keadaan


tegak lurus pada batang yang diulir.

4.

Setelahsenaimembentukulir,penekanan
dapat dihentikan. Dengan hanya memutar,
senai akan

Merawat senai
Bila
tidak
dipergunakan,senaiharus
dibersihkandan disimpan dalamkotak senai
untuk mencegah kerusakan sisi potong.

Praktikum Kerja Bangku

Page 53

ALAT KERJA TANGAN DAN MESIN


MENYENAI

Menggunakan senai dangagang

5.

Jikabatangsiku,lanjutkanpemutaran.Jika
tidak, periksa hati-hati sebelum diteruskan.

6.

Putar
kembali

putaran
untuk
memutuskanberam yangakanjatuh kebawah
spiral senai. Teruskan pemotongan ulir
dengan memutar putaran kemuka dan
putaran kebelakang sampai penguliran
lengkap.

7.

8.

Putar batang senai setelah selesai


penguliran.
Kemudian kendorkan ulir
senai.Kencangkanulir
untukmereduksi
diameter senai.
Ulangi langkah 6 sampai batas ulirnya.

9.

Uji dengan ulir dalam atau

Pelumas potongyangdiperlukan

Pelumas potongyangdiperlukan

Praktikum Kerja Bangku

Bahan:

Pelumas
BahanPelumas
:
Baja lunakOlibaru / bekas
BajatuangTidakdibutuhkan
lunakOlibaru / bekas
Besi
BrassTidakibutuhkan
BesituangTidak dibutuhkan
Aluminium...Parafin
BrassTidakdibutuhkan
(minyak
tanah)
Aluminium...Parafin
(minyak tanah)

Page 54

ALAT KERJA TANGAN DAN MESIN


MENYENAI

Macam macamulir

Bautyangdiputarmenurutputaranjarum
jam
kedalam
mur,mempunyaiulirkanan.
Kebanyakan
bautmempunyaiulirkanan.Bila
terjadiputaranyangsebaliknya,itu
adalahulir
kiri.

Adaulir jalantunggal, jalanganda, tigadan jalan


empat.
Padaulir jalantunggal, ulir sebanyaksatu jalur
tiap putaran. Kebanyakan ulir jalan tunggal.

Ulirjalan gandamempunyaiduajalantiap putaran


mur,artinya murbergeraksejajar dengan dua ulir
tiapputaranmur.

Ulirjalantigamempunyaitiga jalantiap putaran


mur.

Ulir jalan empatmempunyai empat jalur tiap


putaran mur.

Praktikum Kerja Bangku

Page 55

ALAT KERJA TANGAN DAN MESIN


MENYENAI

Mengukur ulir

Banyaknyaulirtiap
inchidiperolehdengan
mengukur
menggunakanmistar.Dengan
menghitung puncak ulir yang dicakup
sepanjang satuinchi,menunjukkan banyaknya
ulir tersebut.

Untukmenetapkan banyaknyaulirtiap inchi


denganmudahdanlebih pasti,pada bautatau mur,
dipergunakan pengukur ulir.

Tipe ulir sekerup standar :


BRITISH ASSOCIATION (BA) :
Ukurankecilhalus,
biasanyadipakaipadaalat
kerja ukurListrik dan instrument.
BRITISH STANDARD FINE (BS Fine) :
Ulirmenengahhalus,dipakaipada
permesinan
dan dalam teknik umum.
BRITISH STANDARD WHITWORTH (BS
hit) :
Ulirkasar,
seringdipakaipada
pekerjaan
konstruksi.
METRIK ATAU SISTIM INTERNASIONAL
(SI) :
Ukuran ulirmetrik, untuk masa mendatang
mungkin menggantikan BS Fine dan BS Whit.

Praktikum Kerja Bangku

Page 56

Contoh Proses Pengerjaan

Memang mengesalkan berurusan dengan baut slek atau dol.


Terlebih baut tanam knalpot yang punya peran cukup penting pada sepeda
motor. Bagaimana tidak, bila kinerja baut tidak maksimal, dijamin motor
pasti loyo.
Gas sisa pembakaran yang mestinya mengalami tendangan balik,
malah langsung keluar akibat posisi mulut knalpot menganga. Dari situlah,
yang menyebabkan motor jadi kehilangan tenaga. Makanya, baut tanam
jangan dianggap remeh

Langkah 1
Memperbaikinya sangat mudah kok, dan bisa diatasi sendiri, asal kita tahu
sebab akibatnya. Baut slek bisa terjadi karena drat baut rusak pada bagian
luar atau yang bersentuhan langsung denganmur pengencang.

Praktikum Kerja Bangku

Page 57

Langkah 2
Lalu, bisa juga terjadi karena pemasangan yang terlalu kencang, sehingga
baut ikut berputar dan merusak drat pada blok head saat mur
dikencangkan.

Buat yang sudah terlanjur dol, tak perlu panik. Tinggal ganti saja baut
tanamnya. Banyak dijumpai di toko baut, tinggal pilih mau ukuran dan
model apa.

Langkah 3
Cara pasangnya, tentu harus melepas baut lama yang sudah rusak terlebih
dulu dengan sistem mur kontra. Dengan cara, pasang 2 buah mur
berdempetan. Lalu tahan mur yang atas dengan kunci sembari mur yang
bawah dikencangkan.

Praktikum Kerja Bangku

Page 58

Langkah 4
Bila kedua mur sudah paten, langsung buka baut lama dengan
memanfaatkan mur kontra bagian bawah. Bila sudah lepas, senai lubang
drat pada blok head yang rusak dengan alat senai. Ukuran senai harus
lebih besar dari ukuran lubang aslinya.

Langkah 5
Jadi, kalau baut aslinya ukuran 12, maka harus disenai ukuran 14. Yang
mana, ukuran 14 di baut hanya untuk yang tertanam pada blok. Sedangkan
yang bertugas mengikat knalpot, tetap berukuran 12.

Langkah 6
Setelah itu, bisa langsung pasang baut baru. Cara pasangnya dengan sistem
mur kontra, sama dengan saat awal melepasnya. Tapi, gunakan baut bagian
atas saatmengencangkannya.

Praktikum Kerja Bangku

Page 59

BAB
9
GERGAJI

Praktikum Kerja Bangku

Page 60

GERGAJI TANGAN
PENGERTIAN GERGAJI TANGAN
Gergaji tangan adalah suatu alat perkakas tangan yang digunakan untuk
memotong atau mengurangi tebal dari benda kerja yang nantinya akan dikerjakan
lagi. Prinsip kerja dari gergaji tangan adalah langkah pemotonganya kearah depan
sedangkan

pada

langkah

mundur

mata

gergaji

tidak

melakukan

pemakanan/penyayatan.
Dengan menggunakan gergaji tangan dapat dilakukan pekerjaan seperti
memendekan benda kerja, membuat alur atau celah, dan melakukan pemotongan
kasar/pekerjaan awal sebelum benda kerja dikerjakan lagi oleh peralatan lain.

Gambar 1. Gergaji Tangan

BAGIAN-BAGIAN GERGAJI TANGAN


a. Rangka
Rangka atau frame dari gergaji tangan terdiri dari dua jenis, yaitu rangka
yang bisa diatur panjang pembukaanya, dan yang tidak dapat diatur panjang
pembukaanya. Rangka pada gergaji tangan berfungsi sebagai tempat kedudukan
atau pemasangan daun mata gergaji. Jenis rangka yang dapat dipanjangkan lebih
menguntungkan, karena rangka jenis ini dapat dipergunakan untuk menjepit daun
mata gergaji dengan ukuran yang berbeda-beda. Sedangkan rangka yang tidak
dapat diatur panjangnya hanya dapat dipergunakan untuk menjepit satu ukuran
daun mata gergaji.

b. Tangkai pemegang

Praktikum Kerja Bangku

Page 61

Fungsi dari tangkai pemegang yaitu untuk tempat pemegang saat proses
menggergaji berlangsung. Tangkai gergaji tangan pada umumnya mempunyai dua
bentuk, yaitu tangkai bentuk pistol dan tangkai lurus.
c. Mur Gergaji
Fungsi dari mur gergaji adalah untuk mengencangkan daun gergaji,
sehingga ketegangan/kekencangan pengikatan daun gergaji tangan dapat diatur
dengan mur ini.\
d. Daun Gergaji
Daun mata gergaji tangan merupakan alat penting, karena tanpa bagian ini
gergaji tangan tidak dapat berfungsi atau tidak dapat melakukan pemotongan. Daun
mata gergaji dipasang pada rangka dengan bantuan peralatan penjepit dan pasak.
Untuk mengeraskan pengikatan digunakan baut dan mur kupu-kupu, sehingga
ketegangan /kekencangan pengikatan daun gergaji tangan dapat diatur secara baik.
Ukuran panjang daun mata gergaji tangan bervariasi, yaitu dari yang terpendek 200
mm sampai yang terpanjang 250 mm. Ukuran panjang daun mata gergaji tangan
adalah jarak antara titik senter lobang yang satu dengan lobang yang lainya yang
terdapat pada ujung-ujung daun mata gergaji. Sedangkan ukuran lebar daun mata
gergaji diukur dari sisi yang satu sampai ujung gigi-gigi pemotonganya. Dalam
pemakaianya daun mata gergaji dibedakan oleh banyaknya gigi-gigi pemotong
yang terdapat dalam setiap inchi panjang daun mata gergaji. Jumlah gigi yang
umum digunakan pada daun gergaji adalah yang mempunyai 14; 18; 24; dan 32 gigi
setiap inchi. Daun mata gergaji yang memiliki gigi sebanyak 14-18 setiap inchi
digunakan untuk bahan pejal yang besar (misalnya baja St 37, tembaga, kuningan,
dan besi tuang). Untuk bahan berbentuk tebal dan baja karbon tinggi dipakai daun
gergaji dengan jumlah gigi 24 setiap inchi. Sedangkan untuk bahan yang tipis, plat,
pipa yang tipis digunakan daun gergaji yang bergigi 32 tiap inchinya. Untuk
menggergaji bahan-bahan yang keras digunakan gergaji dengan gigi-gigi yang lebih
kecil daripada untuk bahan yang lunak, karena dari bahan yang keras hanya beramberam kecil yang terlepas. Disini kita tidak memerlukan rongga-rongga gigi yang
besar tetapi justru diperlukan banyak bidang-bidang potong, karena alasan yang
sama maka untuk bahan-bahan yang tebal dimana gigi-gigi lebih lama memotong,
diperlukan gigi-gigi yang lebih besar sehingga dengan rongga gigi yang besarnya
gigi dinyatakan dengan jumlah gigi per inchi , maka panjang gergaji pada umumnya
12 inchi.

Praktikum Kerja Bangku

Page 62

PENGGUNAAN GERGAJI
Beberapa hal yang harus di perhatikan apabila akan memotong logam dengan
gergaji.
a) Memasang daun gergaji pada sengkang gergaji
1. Pasang daun gergaji dengan benar.arah gigi pemotongnya harus menghadap
kedepan(menuju kearah pemotongan)
2. Pena-pena pada sengkang gergaji harus dimasukkan pada lubang-lubang daun gergaji,
kemudian mur pengatur di kencangkang
3. Pengencangan tidak boleh kendor sebab kedudukan gergaji menjadi tidak tepat dan
dapat menyebabkan daun gergaji patah saat di dorong.

Gambar pemasangan daun gergaji

b) Penjepitan benda kerja


Benda kerja yang akan di gergaji harus di pasang pada ragum dengan posisi baik dan

Praktikum Kerja Bangku

Page 63

stabil.

Gambar penjepitan benda kerja pada ragum

c) Memotong dengan gergaji


1. Berilah terlebih dahulu takikan pada tempat permulaan akan dilakukannya
penggergajian,di maksud agar awal pemakana daun gergaji terhadap benda kerja tidak
menyimpang
2. Pada saat pemotongan tangan kiri memegang ujung sengkang dan sedikit member
tekanan serta mengarahkan daun gergaji pada garis yang di tentukan.
3. Tangan kanan bertugas untuk mendorong kedepan
4. Pada gerakan mundur tidak boleh ada tekanan,karena bila ada tekanan gigi gergaji
akan

menjadi
tumpul.

Praktikum Kerja Bangku

Page 64

Gambar pemotongan benda kerja dengan gergaji

MESIN GERGAJI
Mesin gergaji yang dimaksudkan adalah mesin gergaji logam, dimana bentuknya bisa
bulat, lurus ataupun kontinu.
Berbagai jenis mesin gergaji dapat dikelompok kan sebagai berikut;
A. Gergaji Bolak-Balik:
a. Gergaji horizontal
b. Gergaji dan kikir vertikal
B. Gergaji Bulat:
a. Gergaji logam
b. Piringan gesek baja
c. Piringan amplas
C. Gergaji Sabuk (belt):
a. Pisau gergaji
b. Pisau gesek
c. Pisau kawat

A. GERGAJI BOLAK-BALIK (RECIPROCATING)


Gergaji bolak-balik dapat bervariasi ditinjau dari design nya, mulai dari yang
digerak kan oleh engkol (untuk tugas-tugas ringan) sampai dengan yang digerakkan oleh
sebuah sistem hidraulis (untuk tugas-tugas berat). Karena alasan kesederhanaan rancangan
dan rendah nya biaya operasi, maka mesin gergaji jenis ini banyak disukai.

Praktikum Kerja Bangku

Page 65

Banyak terdapat variasi metode penghantaran gergaji terhadap benda kerja, namun
secara umum, metode penghantaran gergaji terhadap benda kerja dapat dikelompok kan
sebagai hantaran positif atau tekanan seragam.
Suatu hantaran positif mempunyai kedalaman pemotongan yang tetap dan pasti
untuk setiap langkah dan tekanan pada pisau bergantung langsung pada banyak nya gigi
yang bersinggungan dengan benda kerja. Misalnya untuk memotong poros, maka tekanan
awal pemotongan bersifat ringan, tetapi maksimum pada titik pusat benda kerja, hal ini
sesungguhnya suatu kerugian, sebab gergaji ini dihalangi untuk memotong cepat pada awal.
Dengan menggunakan hantaran seragam, maka tekanan konstan sepanjang waktu, tidak
memperhitungkan jumlah gigi yang bersinggungan, sehingga dalam hal ini dapat dikatakan
bahwa kedalaman pemotongan bervariasi terbalik dengan banyaknya gigi yang
menyinggung benda kerja, oleh karena itu tekanan maksimum yang diguna kan tergantung
kepada beban maksimum yang dapat ditahan gigi tunggal.
Tipe yang paling sederhana dari mesin ini adalah dari jenis hantaran gravitasi,
yaitu pisau gergaji ditekan ke dalam benda kerja oleh berat dari gergaji dan rangkanya
sendiri. Disamping itu ada juga yang diberi pemberat dengan mengapitkan nya pada
kerangka gergaji untuk menambah tekanan potong atau menggunakan sistem pegas.
Penggerak yang paling sederhana untuk rangka gergaji adalah menggunakan engkol
berputar pada kecepatan seragam. Karena waktu yang digunakan untuk langkah balik sama
dengan waktu untuk langkah maju, maka pengaturan ini hanya mengambil waktu 50 % saja.

Gbr. Gergaji mesin tipe hantaran gravitasi


PISAU GERGAJI.

Praktikum Kerja Bangku

Page 66

Pisau gergaji yang digunakan di work shop, sering disebut sebagai gergaji daya,
mirip dengan gergaji tangan, bedanya, pada gergaji daya, jarak bagi dibuat lebih kasar,
yakni berkisar antara (1,8 s/d 10) mm, lihat gambar berikut ini.

KETERANGAN: A = Pisau gergaji dengan gigi lurus


B = Pisau gergaji dengan gigi pemotong bawah
C = Pisau gergaji dengan gigi loncat
Misalkan akan menggergaji besi cor dan baja biasa, maka agar lebih efisien, maka
digunakan gergaji dengan jarak bagi yang lebih kasar, agar ada terdapat ruang untuk
pelepasan geram nya. Sedangkan untuk material baja karbon tinggi dan baja paduan nya,
jarak bagi mata gergaji nya harus yang menengah, sedangkan untuk logam tipis, pipa dan
kuningan, memerlukan jarak bagi yang lebih halus. Sebuah gergaji gigi lurus, memiliki satu
deretan gigi agak dikanan, satu deretan lagi berada agak dikiri, yang biasanya digunakan
untuk memotong kuningan, tembaga dan juga pelastik. Sementara itu, gegaji gigi
prnggaruk mempunyai satu gigi lurus ber selang-seling dengan dua deretan gigi yang arah
nya berlawanan, sering digunakan untuk memotong baja dan besi pada umum nya.
Pada seluruh proses peng-gergajian daya, biasanya panas yang timbul tidak terlalu
tinggi, namun tetap dianjurkan agar selalu menggunakan pelumasan, gunanya untuk
melumasi perkakas dan sekaligus untuk membersihkan dari serpihan-serpihan yang sering
dapat menumpuk diantara gigi-gigi.

B. MESIN GERGAJI BULAT


Mesin gergaji bulat, sering juga di istilah kan sebagai mesin gergaji dingin.
Diameter gergaji nya agak besar dan beroperasi pada putaran yang relatif lambat, dengan
gerakan potong yang mirip dengan mesin frais. Mesin yang tersedia, biasanya mampu

Praktikum Kerja Bangku

Page 67

meng gergaji benda kerja sampai dengan diameter 200 mm yang sebelum nya harus dijepit
dengan penjepit khusus.

Gergaji Logam Bulat


Pisau pejal yang digunakan pada mesin gergaji logam bulat, biasanya mempunyai
diameter sampai dengan 400 mm. Namun karena alasan harga nya relatif mahal, misal nya
bila ada gigi yang patah atau aus tidak dapat diganti (harus diganti secara total), maka
penggunaan mesin gergaji ini sangat terbatas. Contoh konstruksi gigi gergaji bulat, dapat
dilihat pada gambar di bawah ini.

Untuk pisau pemotong yang lebih besar lagi, maka biasanya mempunyai gigi
sisipan yang dapat di ganti-ganti (pisau jenis segmen), oleh karena itu, jenis pisau ini
dianggap lebih efisien dan ekonomis.
Ciri khusus dari gigi-gigi gergaji bulat adalah penggrindaan pada gigi nya secara
ber selang-seling, sehingga setengah dari jumlah giginya 0,25 sampai dengan 0,5 mm lebih
tinggi dari yang lain nya. Gigi yang lebih tinggi dimaksudkan untuk memotong kasar,
dimana terdapat mekanisme pembuat alur sebesar 45 pada setiap sisi nya, sedangkan gigi
yang lain di gerinda menyilang berbentuk bujur sangkar, berfungsi untuk membersihkan
semua sudut-sudut nya.
Bila yang akan dipotong terbuat dari besi cor, maka sudut ruang bebas nya dibuat 7
, sebalik nya bila akan memotong logam bukan besi, maka sudut ruang bebas nya dibuat
11, sedangkan sudut garuk nya dibuat bervariasi antara 10 sampai dengan 20 dengan
ketentuan, sudut yang lebih kecil untuk benda kerja yang lebih keras.

Praktikum Kerja Bangku

Page 68

Biasanya kecepatan potong dari gergaji logam bulat adalah 10 s/d 25 m/menit untuk
logam besi, dan 60 s/d 1200 m/menit untuk logam bukan besi.
Walau tidak terlalu tinggi panas yang timbul, tapi tetap dianjurkan untuk
menggunakan pelumasan pada setiap operasi peng gergajian bulat.
Gbr. Mesin gergaji bulat

Piringan Gesek Baja


Sebuah piringan terbuat dari baja berdiameter (0,6 s/d 1,5) m berputar dengan
kecepatan antara (5500 s/d 7600) m/menit, menggesek benda kerja dan menimbulkan panas
yang tinggi (dalam kasus ini sangat dianjurkan menggunakan pendinginan air) dan mampu
memperlemah kekuatan dan kekerasan benda kerja, sehingga sangat mudah untuk dipotong.
Biasanya pada sekeliling piringan, terdapat takikan kecil (sedalam 2,4 mm) dan di gerinda
agak cekung untuk memberikan ruang bebas samping sebagai tempat lewatnya serpihanserpihan logam yang di gergaji.
Melihat ke khusus an mesin ini, maka justru logam-logam keras (misalnya: baja
tahan karat/stainless steel dan baja karbon tinggi) yang lebih mudah untuk di gergaji
dibandingkan dengan logam-logam lunak (misalnya: baja karbon rendah). Kelemahan nya
adalah tidak mampu memotong logam bukan besi dengan memuaskan, sebab logam bukan
besi akan cenderung untuk melekat pada piringan gesek (tidak putus terpotong dengan
baik).
Piringan Amplas
Gambar konstruksi mesin dengan piringan amplas dapat dilihat dibawah ini.

Praktikum Kerja Bangku

Page 69

Mesin ini dapat memotong logam besi maupun logam bukan besi sampai diameter
50 mm untuk yang pejal dan 90 mm untuk pipa. Agar lebih efisien, dianjurkan mesin ini
beroperasi pada kecepatan yang tinggi (5000 m/menit), sebab pada putaran tinggi, akan
timbul panas tinggi yang mampu memperlunak benda kerja

C. MESIN GERGAJI SABUK (BELT)


Jenis mesin gergaji bulat ini, selain dapat digunakan untuk memotong lurus dan
memotong putus, dapat juga digunakan untuk memotong lengkungan berbentuk sembarang,
juga dapat digunakan untuk penggergajian keliling dari cetakan , jig, nok, pola dan berbagai
suku cadang lain nya.
Mesin gergaji sabuk untuk logam sebenarnya mirip dengan yang digunakan untuk
kayu, bedanya, yang untuk logam, mata gergajinya khusus dan kecepatan potong nya tinggi.
Jenis mesin gergaji ini, biasanya dirancang untuk beroperasi secara vertikal dan
benda kerja disanggah pada meja horizontal yang dapat di setel miring, bila untuk
memotong sudut. Panjang benda kerja yang akan dipotong bisa sampai 3 m dan di jepit kan
pada catok.
Pisau Gergaji Sabuk

Praktikum Kerja Bangku

Page 70

Agar hasil peng gergaji an akurat, maka sangat ditentuka oleh pemilihan gergaji
yang sesuai dan tepat, namun dari hasil empiris,maka penggunaan pisau yang lebar akan
memberi hasil yang lebih baik. Lebar gergaji yang dipilih, disesuaikan dengan hantaran
yang akan digunakan dan juga oleh kelengkungan yang harus dipotong.
Mesin gergaji sabuk memiliki kecepatan antara 15 m/menit sampai dengan 450
m/menit.

Pemotongan Gesek Sabuk


Mesin gergaji sabuk kecepatan tinggi, dirancang untuk memotong dengan
cara gesekan, dimana kecepatan permukaan nya berkisar antara (900 s/d 4600) m/menit.
Ketebalan benda kerja menentukan pemilihan gergaji yang akan dipakai, sedangkan jarak
bagi gergaji bervariasi sampai dengan 2,5 mm.
Mesin ini biasa nya hanya digunakan untuk besi-besi relatif tipis atau bahan-bahan
thermoplastis.

Pengikir Sabuk
Adakalanya suatu pekerjaan memerlukan peng-kikir an, maka mesin ini
dapat di gunakan, hanya dengan mengganti sabuk gergaji dengan sabuk kikir. Sabuk kikir
dipasangkan pada sabuk baja Swedia fleksibel dan mempunyai kecepatan kikir antara 15
m/menit sampai dengan 60 m/menit. Keunggulan sistem kikir ini adalah hanya bergerak
menyentuh benda kerja ketika melangkah kebawah, sebaliknya tidak menyentuh, ketika
bergerak keatas, sehingga kikir tersebut bisa awet.
Ada beberapa istilah yang dikenal pada pengikiran, antara lain: pemotongan
tunggal, pemotongan jamak dan pemotongan parut (rasp cut), sementara itu istilah untuk
kekasaran gigi kikir adalah: rough, course, bastard dan halus. Sedangkan istilah untuk
penampang lintang (cross section) adalah: datar, oval, setengah bulat dan fris.

Pemoles Sabuk

Praktikum Kerja Bangku

Page 71

Fungsi lain (ke tiga, pertama: menggergaji, kedua: meng kikir) dari mesin
gergaji sabuk adalah memoles, dalam hal ini, gergaji sabuk diganti dengan sabuk yang
terbuat dari kain amplas. Pada titik pusat kerja sabuk kain amplas, diberi penyokong sebuah
plat kaku untuk kemudian digosokkan pada benda kerja.

Praktikum Kerja Bangku

Page 72

BAB
10
STAMPING

Praktikum Kerja Bangku

Page 73

STAMPING

Stamping adalah suatu proses dimana material plat dirubah menjadi bentuk
profil tertentu sesuai dengan design atau keinginan dengan menggunakan tool / alat
sehingga plat yang berbentuk tersebut dapat digunakan dan difungsikan sesuai
design. Stamping angka menurut pahlevianto (2011) alat ini dibuat dari bahan baja
perkakas yang dikeraskan, digunakan untuk memberi tanda berupa huruf dan angka
maupun symbol pada logam atau bahan yang tidak dikeraskan
Stemping berbentuk batang persegi.setiap batang memuat satu tanda huruf,
angka, atau simbol pada salah satu penampang ujungnya, sedangkan ujung yang lain
rata stemping yang memuat huruf disebut stemping huruf (letter stamping),
stemping yang memuat angka disebut stemping angka (number stamping).
Stemping yang diperlakukan panas seperti dikeraskan dan ditemper (60 62
hrc).pada batang stemping dituliskan tanda identitas dan ukurannya (tinggi huruf,
angka, atau tanda lainnya).

Spesifikasi
Spesifikasi stemping dibedakan menurut ukuran dan jenis huruf/angka.jenis
huruf ada yang timbul dan ada pula yang masuk. Ukuran stemping ditentukan oleh
ukuran tinggi huruf/angka dan ukuran yang banyak dipakai mulai dari 2 mm sampai
10 mm. Rinciannya adalah sebagai berikut:0,5; 0,75; 1,0; 1,5; 2,0; 2,5; 3,0;
4,0; 5,0; mm,dst.

Praktikum Kerja Bangku

Page 74

Prosedur stamping
Stemping tidak boleh digunakan pada bidang yang telah dikeraskan atau bahan kasar
(raw), jika digunakan untuk itu, maka stemping tersebut akan cepat rusak.
Penandaan dengan batang stemping harus dilakukan dengan seksama dan
teliti demi memperoleh hasil penyetempelan yang teratur dan rapi. Oleh karena itu
sebelum melakukan penyetempelan maka batang stemping yang akan digunakan
diatur lebih dulu sedemikian rupa sesuai dengan urutan atau bacaan tanda yang akan
dibuat, untuk mempercepat pekerjaan dan menghindari kesalahan.

Langkah kerja

Pertama letakan benda yang sudah diberi garis atau kolom pada bantalan besi.

Tempatkan stamping pada posisinya. Kemudian pukul menggunakan palu

Perlu diketahui bahwa pada proses steampling ini menggunakan ketelitian dan
kejelian, salah satu contoh pada saat kita memukul stamping huruf/angka
posisinya harus benar-benar tepat karena pemukulan hanya dilakukan satu kali
saja. Kalau dilakukan secara ber ulang-ulang takutnya posisinya berubah dan
huruf akan hancur.

Praktikum Kerja Bangku

Page 75

BAB
11
INSTALASI
SMAW

Praktikum Kerja Bangku

Page 76

INSTALASI LAS SMAW (SHIELD MELTING


ARC WELDING)
Pengertian
Las listrik SMAW adalah proses pengelasan busur listrik yang menggunakan
elektroda. Proses SMAW juga dikenal dengan istilah proses MMAW (Manual
Metal Arc Welding). Dalam pengelasan ini, logam induk mengalami pencairan
akibat pemanasan dari busur listrik yang timbul antara ujung elektroda dan
permukaan benda kerja. Busur listrik yang ada dibangkitkan dari suatu mesin las.
Elektroda yang dipakai berupa kawat yang dibungkus oleh pelindung berupa fluks
dan karena itu elektroda las kadang-kadang disebut kawat las. Elektroda selama
pengelasan akan mengalami pencairan bersama-sama dengan logam induk.
Untuk dapat mengelas dengan proses SMAW diperlukan baberapa peralatan,
seperti mesin las, kabel elektroda dan pemegang elektroda, kabel logam induk dan
penjempit logam induk serta elektroda. Peralatan lain yang juga perlu disediakan
adalah topeng las (welding mask), sarung tangan dan jas pelindung.

Bagian-bagian mesin las SMAW


1. Lampu sinyal sebagai indilator apakah mesin sudah berfungsi atau tidak.
2. Tombol pemutar berfungsi untuk menghidupkan mesin las (transformator)
3. Pengatur arus berfungsi mengatur besarnya kuat arus yang diijinkan.
4. Kutub + sebagai sumber arus positif atau setrum.
5. Kutub sebagai sumber arus negatif atau masa.
6. Penjepit benda kerja berfungsi untuk menjepit benda kerja yang akan dilas.
7. Penjepit elektroda berfungsi menjepit elektroda yang digunakan sebagai logam
pengisi.
8. Klem tiga fase berfungsi untuk pengaturan arus jauh dari mesin las.

Jenis Elektroda

Praktikum Kerja Bangku

Page 77

Elektroda yang digunakan pada pengelasan jenis ini ada 3 macam


yaitu : elektroda polos, elektroda fluks dan elektroda berlapis tebal.
1.

Elektroda polos adalah elektroda tanpa diberi lapisan dan

penggunaan elektroda jenis ini terbatas antara lain untuk besi tempa dan baja
lunak.
2.

Elektroda fluks adalah elektroda yang mempunyai lapisan tipis

fluks, dimana fluks ini berguna melarutkan dan mencegah terbentuknya


oksida-oksida pada saat pengelasan.
3.

Kawat las berlapis tebal paling banyak digunakan terutama

pada proses pengelasan komersil.


Lapisan pada elektroda berlapis tebal mempunyai fungsi :
1. Membentuk lingkungan pelindung.
2. Membentuk terak dengan sifat-sifat tertentu untuk melindungi logam cair.
3. Memungkinkan pengelasan pada posisi diatas kepala dan tegak lurus.
4. Menstabilisasi busur.
5. Menambah unsur logam paduan pada logam induk.
6. Memurnikan logam secara metalurgi.
7. Mengurangi cipratan logam pengisi.
8. Meningkatkan efisiensi pengendapan.
9. Menghilangkan oksida dan ketidakmurnia.
10. Mempengaruhi kedalaman penetrasi busur.
11. Mempengaruhi bentuk manik.
12. Memperlambat kecepatan pendinginan sambungan las.
13. Menambah logam las yang berasal dari serbuk logam dalam lapisan pelindung.
14. Mesin las yang dimiliki di bengkel berjenis transpormator yang menggunakan arus
bolak-balik dengan voltase(tegangan) yang lebih rendah.

Prinsip kerja
Pengelasan suatu proses penyambungan logam, di mana logam menjadi satu
dengan atau tanpa tekanan. dan dapat di defenisikan sebagai ikatan metalurgi yang
di timbulkan oleh gaya tarik-menarikantara atom. sebelum ato-atom tersebut

Praktikum Kerja Bangku

Page 78

membentuk ikatan, permukaan yang akan menjadi satu perlu bebas dari gas yang
terserap atau oksida-oksida.
Untuk arus AC (arus bolak-balik) apabila kabel + dan terbalik tidak
masalah tetapi untuk arus DC (arus searah) harus hati-hati tidak boleh terbalik dan
ada perbedaan.

Proses las
Pengelasan dengan memanfaatkan busur listrik yang terjadi antara elektroda
dengan benda kerja. Elektroda dipanaskan sampai cair dan diendapkan pada logam
yang akan disambung sehingga terbentuk sambungan las. Mula-mula elektroda
kontak/bersinggungan dengan logam yang dilas sehingga terjadi aliran arus listrik,
kemudian elektroda diangkat sedikit sehingga timbullah busur. Panas pada busur
bisa mencapai 5.5000C. Las busur bisa menggunakan arus searah maupun arus
bolak-balik. Mesin arus searah dapat mencapai kemampuan arus 1000 amper pada
tegangan terbuka antara 40 sampai 95 Volt. Pada waktu pengelasan tegangan
menjadi 18 sampai 40 Volt. Ada 2 jenis polaritas yang digunakan yaitu polaritas
langsung dan polaritas terbalik. Pada polaritas langsung elektroda berhubungan
dengan terminal negatif sedangkan pada polaritas terbalik elektroda berhubungan
dengan terminal positif.

Praktikum Kerja Bangku

Page 79

Keuntungan mesin AC - DC
Mesin las AC

Perlengkapan dan perawatan lebih

mesin las DC

murah

stabil

2. Kabel masa dan elektrida dapar

ditukar

Busur nyala listrik yang dihasilkan

Dapat menggunakan semua jenis


elektroda

Busur nyala kecil sehingga


mengurangi timbulnya keropos pada

Dapat digunakan untuk mengelas las


tipis

rigi-rigi las

a.

Proses Las SMAW

Proses pengelasan SMAW yang umumnya disebut Las Listrik adalah proses
pengelasan yang menggunakan panas untuk mencairkan material dasar dan
elektroda. Panas tersebut ditimbulkan oleh lompatan ion listrik yang terjadi antara
katoda dan anoda (ujung elektroda dan permukaan plat yang akan dilas ). Panas
yang timbul dari lompatan ion listrik ini besarnya dapat mencapai 4000o sampai
4500o Celcius. Sumber tegangan yang digunakan ada dua macam yaitu listrik AC (
Arus bolak balik ) dan listrik DC ( Arus searah ). Proses terjadinya pengelasan
karena adanya kontak antara ujung elektroda dan material dasar sehingga terjadi
hubungan pendek dan saat terjadi hubungan pendek tersebut tukang las (welder)
harus menarik elektrode sehingga terbentuk busur listrik yaitu lompatan ion yang
menimbulkan panas. Panas akan mencairkan elektrode dan material dasar sehingga
cairan elektrode dan cairan material dasar akan menyatu membentuk logam lasan
(weld metal). Untuk menghasilkan busur yang baik dan konstan tukang las harus
menjaga jarak ujung elektroda dan permukaan material dasar tetap sama. Adapun
jarak yang paling baik adalah sama dengan diameter elektroda yang dipakai.
Adapun besarnya panas/temperatur (H) yang dapat melelehkan sebagian bahan
merupakan perkalian antara tegangan listrik (E) dangan kuat arus (I) dan waktu (t)
yang dinyatakan dalam satuan panas joule seperti rumus dibawah ini :

Praktikum Kerja Bangku

Page 80

H=ExIxt
dimana :
H = panas (joule)
E = tegangan listrik (volt)
I = kuat arus (amper)
t = waktu (detik)

Gambar 1. Proses pengelasan SMAW

b.

Peralatan

Perlengkapan yang diperlukan untuk proses pengelasan SMAW adalah


peralatan yang paling sederhana dibandingkan dengan proses pengelasan listrik
yang lainnya. Adapun perlengkapan las SMAW adalah : transformator DC/AC,
elektroda, kabel massa, kabel elektroda, connectors, palu cipping, sikat kawat dan
alat perlindungan diri yang sesuai.

PERLENGKAPAN PENGELASAN BUSUR LISTRIK


Alat-alat las SMAW dibedakan menjadi 3 kelompok,
1. alat utama
2. alat bantu dan
3. alat keselamatan kerja
Alat utama las SMAW yaitu :
Praktikum Kerja Bangku

Page 81

Kabel tenaga

Trafo las (generator)

Kabel massa

Kabel elektroda

Pemegang elektroda

Penjepit massa
Alat bantu las SMAW antara lain :

Meja las

Palu terak

Palu konde

Gerinda tangan

Mistar baja

Sikat baja

Ragum

Kikir

Penjepit benda kerja


Alat keselamatan kerja las antara lain :

Helm las (topeng las)

Kaca las hitam

Kaca las putih

Apron (pelindung dada)

Baju kerja

Sarung tangan

Sepatu kulit kapasitas 2ton

Masker

Praktikum Kerja Bangku

Page 82

A. Alat utama las busur manual


1. Kabel tenaga
Pemilihan kabel tenaga yang digunakan untuk menginstal disesuaikan
dengan bebannya (trafo las nya) berupa ampere dan tegangan input trafo las.
Hal ini menyangkut ukuran kawat, panjang kabel, dan

jenis

kawatnya

(serabut/tidak). Selanjutnya dalam menginstall harus kuat dan tidak mudah lepas,
sehingga aliran listrik dapat mengalir maksimal dan tidak panas.
2. Trafo las
Pemilihan trafo las pada saat akan membeli, harus dipertimbangkan tentang
kebutuhan maksimal (beban pekerjaan yang akan dikenakan kepada trafo las
tersebut. Apabila beban pekerjaannya besar maka langkah pemilihannya adalah
dapat dipertimbangkan tentang tegangan input: 3PH, 2PH atau 1PH; Ampere
output, dipertimbangkan dari diameter elektroda yang akan digunakan. dan
yang paling penting adalah duty cycle dari trafo tersebut. dalam hal ini
pilihlah trafo las yang memiliki duty cycle yang tinggi untuk ampere yang
tinggi, misal duty cycle 100% untuk arus sampai dengan 200 A. langkah
berikutnya gunakan tang ampere untuk mengecek kesesuaian out put arus
pengelasan pada indikator dengan kenyataannya yang terlihat pada tang ampere.
Jenis trafo las juga perlu dipertimbangkan apakah trafi AC atau DC. hal ini
terkait dengan jenis elektroda yang akan digunakan. jika menggunakan multi
Praktikum Kerja Bangku

Page 83

electrode, pilihlah trafo DC. Cara mengoperasikan trafo las terlebih dahulu
harus dilihat instalasinya. kabel tenaga ke trafo las, kabel massa, kabel elektroda
dan kondisi trafo sendiri, apakah pada tempat yang kering atau basah.

setelah

diketahui instalasinya baik, maka saklar utama pada kabel tenaga di on kan,
selanjutnya saklar pada trafo las di on kan. pastikan kabel massa

dan

kabel

elektroda tidak dalam kondisi saling berhubungan. Atur arus pengelasan yang
dibutuhkan dan selanjutnya gunakan untuk mengelas. Apabila proses pengelasan
telah selesai, trafo las dimatikan kembali.

3. Kabel elektroda dan kabel massa


Kabel elektroda dan kabel massa harus menggunakan kabel serabut
sehingga lentur dengan ukuran disesuaikan dengan ampere maksimum trafo las
(lihat ketentuan pada tabel) kabel las. Kabel elektroda dan kabel massa harus
terkoneksi )terinstall dengan kuat dengan trafo las agar aliran arus pengelasan
sesuai dengan ketentuan yang tertera dalam indikator ampere pada trafo las.
Penggunaan kabel elektroda dan kabel massa
disiapkan

dengan

benar,

yaitu

dalam

pada saat pengelasan harus

kondisi terurai, tidak tertekuk dan

saling berlilitan. Dengan kondisi semacam ini maka aliran arus pengelasan akan
maksimal. Jika sudah tidak dipakai, trafo las dimatikan dan kabel las digulung dan
diletakkan dengan benar tidak saling berbelit agar mudah dalam penggunaan di
waktu yang lain.

4. Pemegang elektroda dan penjepit massa


Penjepit elektroda dan penjepit massa dibuat dari bahan yang mudah
menghantarkan arus listrik. bahan yang biasa digunakan adalah tembaha. Pada
pemegang elektroda pada mulutnya sudah dibentuk sedemikian rupa sehingga
memudahkan tukang las memasang/menjepit pada pemegang elektroda. Dalam
penggunaannya elektroda harus ditempat

pada

sela-sela

yang

ada,

dapat

diposisikan dengan sudut 180 derajat, 90 derajat atau 45 derajat terhadap


pemegang elektroda.

Sedang pada penjepit

massa dibuat sedemikian rupa

sehingga dapat mencengkeram dengan kuat pada benda kerja. Penjepit elektroda
maupun penjepit massa tidak diperkenankan terkena busur las. Pada penjepit

Praktikum Kerja Bangku

Page 84

elektroda, penggunaan elektroda disisakan 1 inch sehingga tidak sampai habis


menyentuh

pemegang

elektroda.

Sedangkan

pemegang

massa

tidak

diperkenankan untuk menjadi tempat mencopa elektroda/menyalaka elektroda


agar tidak rusak. Penjepit benda kerja ditempatkan pada dekat benda kerja
atau meja las dengan kuat agar aliran listrik dapat maksimal/tidak banyak arus
yang terbuang.

B. Alat-alat bantu las


Alat-alat bantu las harus digunakan dengan benar sesuai fungsinya dan
dengan teknik yang benar pula. Di samping itu cara penyimpanannya harulah
ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak saling bertumpukan dan saling
bergesekan satu sama lain.
1. Meja las
Meja las

adalah tempat untuk menempatkan benda kerja

pada

posisi yang dipersyaratkan. Meja las harus diletakkan sedemikian rupa


dan tidak mudah bergerak saat tersenggol atau saat welder melakukan pengelasan.
Gunakan benda kerja lain saat mencoba penyalaan elektroda dan jangan dilakukan
di meja las.

2. Palu terak

Praktikum Kerja Bangku

Page 85

Palu

terak

adalah

alat

untuk

membersihkan

terak

dari

hasil

pengelasan. Dalam menggunakan palu terak ini jangan sampai membuat


luka pada hasil pengelasan maupun pada base metalnya. karena luka bekas
pukulan adalah merupakan cacat pengelasan. Palu terak sebelum digunakan dicek
ketajamannya dan kondisinya. apabila sudah tumpul, maka harus ditajamkan dengan
menggerindanya. Setelah selesai menggunakannya, tempatkan palu terak pada
tempatnya secara rapi.

3. Palu konde
Palu konde secara standar yang digunakan adalah berkapasitas 2 kg.
penggunaan palu konde

adalah

untuk

membantu

meluruskan,

meratakan

permukaan benda kerja yang berkelok atau melengkung, untuk membentuk


sudut pada benda kerja dengan tujuan mengurangi atau meniadakan distorsi.
Atau ditunakan untuk tujuan membantu persiapan pengelasan. Palu konde juga
harus dikontrol kondisinya agar tidak kocak serta dalam penyimpananya harus
tertata rapi dan tidak saling bertumpukan atau bergesekan dengan alat lainnya.
4. Gerinda tangan
Gerinda tangan ini berfungsi untuk menyiapkan material yang akan di
las

berupa penyiapan

kampuh

las.

Gerinda

ini

juga

digunakan

untuk

membantu dalam proses pengelasan khususnya dalam pembersihan lasan


sebelum di sambung atau sebelum ditumpuki dengan lasan lapis berikutnya.
gerinda tangan ini juga digunakan untuk membantu dalam memperbaiki cacat
las yang memerlukan penggerindaan dalam persiapannya sebelum diperbaiki
cacat pengelasan tadi.

Praktikum Kerja Bangku

Page 86

BAB
12
ELEKTRODA
Praktikum Kerja Bangku

Page 87

ELEKTRODA
Apakah Elektroda Itu
Elektroda merupakan bahan tambah yang digunakan saat kita
melakukan las listrik atau SMAW, memiliki bentuk silinder memanjang
dengan diameter kawat inti 1,5 mm sampai dengan 7 mm dan panjang 250
mm sampai dengan 450 mm serta memiliki tebal salutan antara 10% - 50%
dari diameter elektroda.
Dalam perdagangan elektroda tersedia dengan berat 25 kg, 20 kg,
atau 5 kg; dibungkus dalam dus atau kemasan yang terbuat dari kertas dan
lapisan plastik pada bagian luarnya.
Biasanya pada tiap kemasan dituliskan ukuran elektroda, yaitu : berat
per kemasan/ kotak dan diameter elektrodanya, disamping identitas atau
keterangan lain, ada keterangan merk / pabrik pembuat, kode produksi dan
kode elektroda, ketentuan-ketentuan penggunaan, dll.

Elektroda

Praktikum Kerja Bangku

Page 88

Fungsi Elektroda
Elektroda secara umum mempunyai fungsi masing-masing,
diantaranya adalah:

Bagian elektroda

1) Inti elektroda :
a. Sebagai penghantar arus listrik dari tang elektroda ke busur yang terbentuk,
setelah bersentuhan dengan benda kerja
b. Sebagai bahan tambah.
Adapun bahan inti elektroda dibuat dari logam ferro dan non ferro
misalnya :
Baja karbon, Baja paduan, Alumunium, Kuningan, dll

2) Salutan elektroda :
c. Untuk memberikan gas pelindung pada logam yang dilas, melindungi
kontaminasi udara pada waktu logam dalam keadaan cair.
d. Membentuk lapisan terak, yang melapisi hasil pengelasan dari oksidasi
udara selama proses pendinginan.
e. Mencegah proses pendinginan agar tidak terlalu cepat.
f. Memudahkan penyalaan.
g. Mengontrol stabilitas busur.
Salutan elektroda peka terhadap lembab, oleh karena itu elektrode
yang telah dibuka dari bungkusnya disimpan dalam kabinet pemanas (oven)
yang bersuhu kira-kira 15 derajat lebih tinggi dari suhu udara luar. Apabila
salutan elektroda lembab, maka akan menyebabkan hal hal sebagai berikut :
Praktikum Kerja Bangku

Page 89

1. Salutan mudah terkelupas, sehingga sulit untuk menyalakan.


2. Percikan yang berlebihan.
3. Busur tidak stabil.
4. Asap yang berlebihan

Cara Pembacaan Kode Elektroda


Elektroda baja lunak dan baja paduan rendah untuk las busur listrik
manurut klasifikasi AWS (American Welding Society) dinyatakan dengan
tanda E XXXX yang artinya sebagai berikut :
1. E menyatakan elaktroda busur listrik
2. XX (dua angka) sesudah E menyatakan kekuatan tarik deposit las dalam
ribuan
Psi, misalkan E 01XX menunjukan kekuatan tarik sebesar 1000 Psi.
3. X (angka ketiga) menyatakan posisi pangelasan.
1 = elektroda dapat digunakan untuk semua posisi ( E xx1x )
2 = elektroda dapat digunakan untuk posisi di bawah tangan ( flat )
danMendatarpada sambungan sudut/ fillet ( E xx2x )
3 = hanya untuk posisi di bawah tangan saja ( E xx3x )
4 = untuk semua posisi kecuali arah turun ( E .xx4x )
4. X (angka keempat atau ke lima) menyatakan jenis selaput dan jenis arus
yang cocok dipakai untuk pengelasan

Elektroda dengan digit terakhirnya 0 dan 5 dapat digunakan


hanya untuk tipe arus DCRP.

Elektroda dengan digit terakhirnya 2 dan 7 dapat digunakan


untuk arus AC atau DCSP.

Elektroda dengan digit terakhirnya 3 dan 4 dapat digunakan


untuk arus AC atau DC ( DCRP dan DCSP ).

Elektroda dengan digit terakhirnya 1, 6 dan 8 dapat


digunakan untuk arus AC atau DCRP.

5. Khusus untuk tipe salutan ( flux ) elektroda, secara umum adalah sebagai
berikut :
Praktikum Kerja Bangku

Page 90

a. 0 dan 1 = tipe salutannya adalah : celluloce ( E xxx0 atau E xxx1)


b. 2, 3 dan 4 = tipe salutannya adalah : rutile ( E xxx2, E xxx3 atau E
xxx4 )
c. 5, 6 dan 8 = tipe salutannya adalah : basic/ base (E xxx5, E xxx6 atau E
xxx8 )
d. 7 = tipe salutannya adalah : oksida besi (E xxx7).

Contoh : E 6013
Artinya:
Kekuatan tarik minimum den deposit las adalah 60.000 Ib/in2 atau 42
kg/mm2
Dapat dipakai untuk pengelasan segala posisi
Jenis selaput elektroda Rutil-Kalium dan pengelasan dengan arus AC
atau DC + atau DC
Kode elektroda ini biasanya dituliskan pada salutan elektroda
dan pada kemasan/ bungkusnya.

Penulisan kode elektroda

Jenis Dan Bahan Elektroda


Jenis elektroda dibagi menjadi 2, yaitu:
1. Elektroda Baja Lunak
a) E 6010 dan E 6011
Elektroda ini adalah jenis elektroda selaput selulosa yang dapat
dipakai untuk pengelesan dengan penembusan yang dalam.
Pengelasan dapat pada segala posisi dan terak yang tipis dapat
dengan mudah dibersihkan. Deposit las biasanya mempunyai
sifat sifat mekanik yang baik dan dapat dipakai untuk
Praktikum Kerja Bangku

Page 91

pekerjaan dengan pengujian Radiografi. Selaput selulosa


dengan kebasahan 5% pada waktu pengelasan akan
menghasilkan gas pelindung. E 6011 mengandung Kalium
untuk mambantu menstabilkan busur listrik bila dipakai arus
AC.
b) E 6012 dan E 6013
Kedua elektroda ini termasuk jenis selaput rutil yang dapat
manghasilkan penembusan sedang. Keduanya dapat dipakai
untuk pengelasan segala posisi, tetapi kebanyakan jenis E 6013
sangat baik untuk posisi pengelesan tegak arah ke bawah. Jenis
E 6012 umumnya dapat dipakai pada ampere yang relatif lebih
tinggi dari E 6013. E 6013 yang mengandung lebih benyak
Kalium memudahkan pemakaian pada voltage mesin yang
rendah. Elektroda dengan diameter kecil kebanyakan dipakai
untuk pangelasan pelat tipis.
c) E 6020
Elektroda jenis ini dapat menghasilkan penembusan las sedang
dan teraknya mudah dilepas dari lapisan las. Selaput elektroda
terutama mengandung oksida besi dan mangan. Cairan terak
yang terlalu cair dan mudah mengalir menyulitkan pada
pengelasan dengan posisi lain dari pada bawah tangan atau
datar pada las sudut.
2. Elektroda Berselaput
Elektroda berselaput yang dipakai pada Ias busur listrik
mempunyai perbedaan
komposisi selaput maupun kawat Inti. Pelapisan fluksi pada
kawat inti dapat dengah cara destrusi, semprot atau celup. Ukuran
standar diameter kawat inti dari 1,5 mm sampai 7 mm dengan panjang antara 350 sampai 450 mm. Jenis-jenis selaput fluksi pada
elektroda misalnya selulosa, kalsium karbonat (Ca C03), titanium
dioksida (rutil), kaolin, kalium oksida mangan, oksida besi, serbuk

Praktikum Kerja Bangku

Page 92

besi, besi silikon, besi mangan dan sebagainya dengan persentase


yang berbeda-beda untuk tiap jenis elektroda.
Tebal selaput elektroda berkisar antara 70% sampai 50% dari
diameter elektroda tergantung dari jenis selaput. Pada waktu
pengelasan,

selaput

elektroda

ini

akan

turut

mencair

dan

menghasilkan gas CO2 yang melindungi cairan las, busur listrik dan
sebagian benda kerja terhadap udara luar. Udara luar yang
mengandung O2 dan N akan dapat mempengaruhi sifat mekanik dari
logam Ias. Cairan selaput yang disebut terak akan terapung dan
membeku melapisi permukaan las yang masih panas.
a) Elektroda dengan Selaput Serbuk Besi
Selaput elektroda jenis E 6027, E 7014. E 7018. E 7024 dan E
7028 mengandung serbuk besi untuk meningkatkan efisiensi
pengelasan. Umumnya selaput elektroda akan lebih tebal
dengan bertambahnya persentase serbuk besi. Dengan adanya
serbuk besi dan bertambah tebalnya selaput akan memerlukan
ampere yang lebih tinggi.
b) Elektroda Hydrogen Rendah
Selaput elektroda jenis ini mengandung hydrogen yang rendah
(kurang dari 0,5 %), sehingga deposit las juga dapat bebas dari
porositas. Elektroda ini dipakai untuk pengelasan yang
memerlukan mutu tinggi, bebas porositas, misalnye untuk
pengelasan bejana dan pipa yang akan mengalami tekanan
Jenis-jenis elektroda hydrogen rendah misalnya E 7015, E 7016
dan E 7018.

Kondisi Pengelasan
Berikut ini diberikan daftar kondisi pengelasan untuk elektroda
Philips baja lunak dan baja paduan rendah.
A. Elektroda Untuk Besi Tuang
Elektroda yang dipakai untuk mengelas besi tuang adalah
sebagai berikut :
Praktikum Kerja Bangku

Page 93

1. Elektroda baja
Elektroda jenis ini bila dipakai untuk mengelas besi tuang
akan menghasilkan deposit las yang kuat sehingga tidak dapat
dikerjakan dengan mesin. Dengan demikian elektroda ini dipakai
bila hasil las tidak dikerjakan lagi. Untuk mengelas besi tuang
dengan elektroda baja dapat dipakai pesawat las AC atau DC
kutub terbalik.
2. Elektroda nikel
Elektroda jenis ini dipakai untuk mengelas besi tuang, bila
hasil las masih dikerjakan lagi dengan mesin. Elektroda nikel
dapat dipakai dalam sagala posisi pengelasan. Rigi-rigi las yang
dihasilkan elektroda ini pada besi tuang adalah rata dan halus bila
dipakai pada pesawat las DC kutub terbalik.
3. Elektroda perunggu
Hasil las dengan memakai elektroda ini tahan terhadap
retak, sehingga panjang las dapat ditambah. Kawat inti dari
elektroda dibuat dari perunggu fosfor dan diberi selaput yang
menghasilkan busur stabil.
B. Elektroda Untuk Aluminium.
Aluminium dapat dilas listrik dengan elektroda yang dibuat
dari logam yang sama. Pemilihan elektroda aluminium yang sesuai
dengan pekerjaan didasarkan pada tabel keterangan dari pabrik yang
membuatnya. Elektroda aluminium AWS-ASTM AI-43 untuk las
busur listrik adalah dengan pasawat las DC kutub terbalik
C. Elektroda untuk palapis Keras
Tujuan pelapis keras dari segi kondisi pemakaian yaitu agar
alat atau bahan tahan terhadap kikisan, pukulan dan tahan aus. Untuk
tujuan itu maka Elektroda untuk pelapis keras dapat diklasifikasikan
dalam tiga macam Yaitu
1. Elektroda tahan kikisan.
Elektroda jenis ini dibuat dari tabung chrom karbida yang
diisi dengan serbuk-serbuk karbida. Elektroda dengan diameter

Praktikum Kerja Bangku

Page 94

3,25 mm - 6,5 mm dipakai peda pesawat las AC atau DC kutub


terbalik.Elektroda ini dapat dipakai untuk pelapis keras
permukaan pada sisi potong yang tipis, peluas lubang dan
beberapa type pisau.
2. Elektroda tahan pukulan.
Elektroda ini dapat dipakai pada pesawat las AC atau DC
kutub terbalik. Dipakai untuk pelapis keras bagian pemecah dan
palu.
3. Elektroda tahan keausan.
Elektroda ini dibuat dari paduan-paduan non ferro yang
mengandung Cobalt, Wolfram dan Chrom. Biasanya dipakai
untuk pelapis keras permukaan katup buang dan dudukan katup
dimana temperatur dan keausan sangat tinggi.

Perawatan Elektroda
Agar elektroda bertahan lama sebelum digunakan, maka elektroda
perlu disimpan secara baik dan benar. Oleh sebab itu perlu diperhatihan halhal berikut dalam menyimpan elektroda :

Simpan elektroda pada tempat yang kering dengan kemasan yang


masih tertutup rapi ( kemasan tidak rusak ).

Jangan disimpan langsung pada lantai. Beri alas sehingga ada jarak dari
lantai ke elektroda

Yakinkan, bahwa udara dapat bersikulasi di bawah tempat


penyimpanan (rak).

Hindarkan dari benda-benda lain yang memungkinkan terjadinya


kelembaban.

Temperatur ruangan penyimpanan sebaiknya sekitar 5 derajat diatas


temperatur rata-rata udara luar.

Bila elektroda tidak dapat disimpan pada tempat yang memenuhi


syarat, maka sebaiknya beri bahan pengikat kelembaban, seperti silica
gel pada tempat penyimpanan tersebut.

Praktikum Kerja Bangku

Page 95

POSISI PENGELASAN
Penempatan benda kerja disesuaikan dengan permintaan, dalam hal ini
adalah menyesuaikan posisi pengelasan. Penempatannya apakah posisi
o 1F, 2F, 3F, 4F, 5F, 6F
o 1G, 2G, 3G, 4G plate
o 1G, 2G, 5G, 6G, 6GR (pipa)
contoh posisi-posisi pengelasan seperti gambar berikut :

fillet joint (T-joint)

butt joint

Posisi pengelasan 1G pipa, pada pengelasan pipa 1G ini, pipa diputar dan
pengelasan tetap memposisikan elektroda di atas material.

Praktikum Kerja Bangku

Page 96

Pengelasan 2G pipa, Pipa diam, juru las mengelas mengitari pipa

Pengelasan 5G pipa, pipa diam, juru las mengelas diawali dari bagian bawah
terus melingkan berhenti di pipa bagian atas pada sisi sebelahnya. pada sisi lain
dilakukan dengan cara yang sama yaitu diawali dari bawah terus melingkar dan
berhenti di atas. pengelasan ini disebut dengan posisi pengelasan 5G up Hill.

Posisi

pengelasan

di

atas

adalah

posisi

6G.

pemasangan

pipa

dimiringkan 45 derajat terhadap sumbu horizontal. pengelasan dilakukan dari


pipa bagian bawah terus melingkar ke arah kanan/kiri dan berhenti di atas.
dilanjutkan dengan pengelasan sebaliknya diawali dari bawah dan terus
melingkar berhenti di bagian atas. Cara pengelasan seperti ini disebut 6G up
hill.Angka-angka
menunjukkan

pada

posisi-posisi

pengelasan

tersebut

di

atas

tingkatan- tingkatan posisi pengelasan. Angka yang semakin

tinggi berarti menujukkan kwalifikasi yang tinggi pula.Posisi-posisi pengelasan


di atas menunjukkan kwalifikasi juru las yang berhak mengelasnya. jika juru
las

memiliki

sertifikat

kwalifikasi

6G,

maka

juru

las

tersebut

diperbolehkan untuk mengelas semua posisi. Tetapi jika juru las tersebut memiliki
sertifikat 4G

Praktikum Kerja Bangku

Page 97

plate, maka juru las tersebut tidak boleh menglas pipa posisi apapun, tetapi
bileh mengelas posisi pengelasan 1F, 2F, 3F, 4F maupun 1G, 2G, 3G dan 4G.

TEKNIK PENGELASAN
A. Teknik menyiapkan material
Teknik menyiapkan material sesuai kriteria yang disyaratkan meterial untuk
pengelasan harus
pengelasan.

disiapkan

dengan

sebaik

mungkin

sebelum

dilakukan

Persiapan pengelasan yang baik 80% akan memberikan jaminan

keberhasilan dalam pengelasan. Hal-hal yang dapat terjadi jika penyiapan material
tidak baik yaitu :
o Penetrasi tidak baik (terjadi penetrasi yang berlebihan) karena root
face terlalu tipis, root gap terlalu lebar; atau (tidak terjadi
penetrasi) karena root face terlalu tebal, dan root gap terlalu sempit.
o Penyempitan jalur pengelasan (akibat las cacat yang tidak kuat)
o Misaligment (ketidakrataan benda kerja) karena penempatan
material sebelum di las cacat tidak rata/sejajar.
o Distorsi (perubahan bentuk) karena pengaruh panas
o Porosity (karena benda tidak dibersihkan dari karat atau bahan lain)
Penyiapan material harus disesuaikan dengan WPS (Welder Prosedure
Spesification) atau gambar kerja yang digunakan. WPS adalah sebuah prosedur
standar persiapan material yang dirancang sedemikian rupa melalui pengujianpengujian di laboratorium dan dilas oleh juru las yang profesional. pengujianpengujian tersebut dapat berupa Radiography

test, Bend Test, uji tarik atau

bahkan structure/micro. Contoh penyiapan benda kerja adalah sebagai berikut:

Praktikum Kerja Bangku

Page 98

Material pertama (sisi samping) dibersihkan dari karat atau bahan lain.
Material kedua sisi yang berhubungan digerinda rata sehingga pada saat
dihubungkan dan ketika diterawang tidak terdapat celah diantaranya.

Jika di antara benda tersebut masih terdapat celah, maka akan


mengakibatkan penetrasi yang tidak baik . Jika diuji etsa, pada bagian celah tersebut
tidak akan terjadi fusi atau tidak terjadi perpaduan logam tambah dengan material
las, tetapi pada bagian
tersebut akan terisi oleh terak dan disebut cacat slack inclution (terak
terperangkap). karena bagian tersebut terisi terak (bukan logam) maka pada
bagian tersebut akan menjadi titik lemah dari konstruksi.
B. Teknik Penyalaan Busur Listrik
1.

Persiapan

Sebagai langkah awal dalam proses penyalaan busur, lakukan persiapan


dengan melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut :
a.

Mengeset mesin las


b.

Menyetel arus pengelasan sampai 160A, tebal plat 9 mm

c.Membersihkan permukaan logam dasar.


d.
2.

Mengatur logam induk secara mendatar pada meja kerja.

Posisi tubuh

Posisi tubuh yang benar seperti ditunjukkan pada gambar 4.1 juga
menunjang kesempurnaan hasil pengelasan. Untuk itu perhatikan hal-hal berikut
dibawah ini :
a. Tegakkan badan bagian atas dan buka posisi kaki anda
b. Pegang holder dan pertahankan siku-siku tangan anda pada posisi
horisontal

Praktikum Kerja Bangku

Page 99

Gambar 6.1 Posisi tubuh saat penyalaan busur listrik

3.

Menyalakan busur

Langkah-langkah penyalaan busur adalah sebagai berikut :


a.

Masukkan elektrode kedalam holder pada sudut yang benar


(seperti gambar 6.2).

b. Dekatkan posisi elektrode pada posisi penyalaan busur.


4.

Penyalaan Busur
a. Ketukkan ujung elektrode pada material dan pertahankan jarak

terhadap material dasar kurang lebih 2 sampai 3 mm.


b. Goreskan elektrode pada logam dasar dan pertahankan jarak antara
logam dasar kurang lebih 2 sampai 3 mm.

Gambar 6.2 Proses Penyalaan busur

Praktikum Kerja Bangku

Page 100

5.

Menghentikan busur

Untuk
pendek

menghentikan

busur,

kurangi

gerakan

busur

agar

lebih

dan angkat secepat mungkin elektrode dari bahan induk dengan gerakan

posisi balik dan sedikit dimiringkan, seperti terlihat pada gambar 4.3.
Untuk meneruskan las ulangi langkah 3 dan

4 tetapi terlebih dahulu

dibersihkan ujung hasil las pertama dan selanjutnya.

Gambar 6.3 Menghentikan busur

JENIS JENIS CACAT LAS


1.

Crack : adanya keretakan las akibat dari tegangan bahan

2.

Slag : adanya terak las yang terperangkap di dalam endapan las,

akibat pembersihan yang tidak sempurna pada waktu pengelasan.

Praktikum Kerja Bangku

Page 101

3.

Porosity : terdapat pori pori di dalam las atau pada permukaan las.

4.

Undercut : takik takik las yang terjadi ke arah memanjang las

diantara bahan dasar dengan tepi las.

5. Incomplete fusion : tidak sempurnanya peleburan las antara logam las


dengan bahan dasar sehingga terjadi ruang kosong.

6.

Melt through : terjadi lubang pada permukaan las, tetapi tidak sampai

menembus.

Ciri ciri melt through :

Tinggi lasnya berlebihan, tidak selalu terjadi pada root pass.

Biasanya disertai oxidasi crystal.


Praktikum Kerja Bangku

Page 102

Tidak terdapat lubang tembus seperti pada Burn Through


7.

Burn through : ada lubang yang tembus pada pengelasan.

8. Oxidation : adanya perubahan warna di sekitar tepian las. Ciri ciri


oksidasi yang ringan berwarna pelangi.

Praktikum Kerja Bangku

Page 103

BAB
13
INSTALASI
LAS OAW

Praktikum Kerja Bangku

Page 104

LAS OXY-ACETYLENE WELDING


Las Oxy-Acetylene(las asetilin) adalah proses pengelasan secara manual,
dimana permukaan yang akan disambung mengalami pemanasan sampai mencair
oleh nyala (flame)gas asetilin (yaitu pembakaran C2H2dengan O2), dengan atau
tanpa logam pengisi, dimana proses penyambungan tanpa penekanan.Disamping
untuk keperluan pengelasan (penyambungan) las gas dapat juga dipergunakan
sebagai : preheating, brazing, cutting danhard facing. Penggunaan untuk produksi
(production welding), pekerjaan lapangan (field work), dan reparasi (repair &
maintenance).
Dalam aplikasi hasilnya sangat memuaskan untuk pengelasan baja karbon,
terutama lembaran logam (sheet metal) dan pipa-pipa berdinding tipis. Meskipun
demikian hampir semua jenis logam ferrous dan non ferrous dapat dilas dengan las
gas, baik dengan atau tanpa bahan tambah (filler metal). Disamping gas acetylene
dipakai juga gas-gas hydrogen, gas alam, propane, untuk logamlogam dengan titik
cair rendah.
Pada proses pembakaran gas-gas tersebut diperlukan adanya oxygen.
Oxygen ini didapatkan dari udara dimana udara sendiri mengandung oxygen (21%),
juga mengandung nitrogen (78%), argon (0,9 %), neon, hydrogen, carbon dioksida,
dan unsur lain yang membentuk gas.

Instalasi mesin dan peralatan las Oksi-asitelen


1. Pembuatan Oxygen
Secara teknis, oksigen di dapat dari udara yang dicairkan. Kemudian
dengan cara elektrolisa, campuran udara cair dan air dipisahkan oleh oksigen.
Masalah yang sulit adalah antara Nitrogen dan Oksigen .Nitrogen titik
didihnya lebih besar, dan titik didih kedua gas tersebut hanya berbeda 13 C
saja. (Oksigen = -183 C dan Nitrogen = -196 C), sehingga perlu pemurnian
oksigen dilaksanakan secara berulang-ulang. Kemurnian yang dapat dicapai
sampai 99,5 % dan kemudian dimanfaatkan dalam tangki-tangki baja dengan
tekanan kerja antara 15-30 atm.Keuntungan pemakaian oksigen adalah
keadaan oksigen yang cukup cair tersebut, dapat dipertahankan pada tangki
penyimpan dan mudah pada saat pengangkutan. Pada saat dibutuhkan dengan

Praktikum Kerja Bangku

Page 105

menggunakan alat (Gasificator) , oksigen cair dijadikan oksigen gas, dengan


tekanan yang besar kemudian oksigen gas tersebut disimpan pada botol-botol
baja.
Tabung oksigen adalah suatu silinder atau botol yang terbuat dari
bahan baja yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan gas oksigen
dengan tekanan kerja tertentu. Tabung oksigen biasanya berwarna biru atau
hitam mempunyai katup atau pembuka katup beruparoda tangan dan baut
serta mur pengikatnya adalah ulir kanan. Pada bagian atas ada dudukan untuk
memasang regulator. Gas yang terdapat dalam tabung baja ini mempunyai
tekanan yang cukup besar dan dalam satu tabung terdapat 40 liter atau 60
liter gas oksigen.
Penyimpanan gas oksigen dalam tabung-tabung baja dibagi ke dalam
kelas-kelas yaitu kelas medium dengan tekanan sampai 15 kg/cm dan kelas
tekanan tinggi dengan tekanan kerja hingga 165 kg/cm

2. Pembuatan Asetilin
Asetilin diperoleh lewat reaksi kimia dalam bentuk gas.Karena
berbentuk gas, maka asetilin memerlukan perlakuan khusus, terutama dalam
penyimpanan dan penggunaannya.Agar lebih fleksibel dalam penggunaanya
gas asetilin disimpan dalam tabung, yang dapat dipindah dan mudah
penggunaanya.
Tabung Asetilin Tabung asetilin adalah silinder atau botol yang
terbuat dari bahan baja yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan gas
asetilin dengan tekanan kerja tertentu.Didalam tabung asetilin terdapat
beberapa alat misalnya bahan berpori seperti kapas sutra tiruan atau asbes
yang berfungsi sebagai penyerap aseton, yaitu bahan agar asetilin dapat larut
dengan baik dan aman di bawah pengaruh tekanan.Sistem penyimpanan
asetilin dalam tabung asetilin relatif aman jika tidak terjadi kebocoran atau
tidak terkena suhu yang tinggi.
Untuk mengantisipasi bahaya yang timbul, maka pada bagian bawah
tabung diberi sumbat pengaman atau sumbat lebur.Sumbat pengaman akan

Praktikum Kerja Bangku

Page 106

meleleh dan lubang yang disumbat akan bocor bila sumbat pengaman
bersuhu 100derajat Celcius. Jika botol mempunyai suhu yang berlebihan
maka sumbat akan meleleh dan gas asetilin akan keluar silinder sebelum
tabung meledak. Panas tabung asetilin juga dapat disebabkan oleh proses
pengeluaran atau penggunaan gas asetilin berlebihan. Setiap pengeluaran gas
asetilin botol bertambah panas, maka pengeluaran gas tidak boleh lebih dari
750 liter tiap jam.
Untuk dapat mengelas atau memotong ataupun fungsi lainya dari
proses las gas maka diperlukan peralatan yang dapat menunjangfungsi-fungsi
itu. Secara umum, peralatan yang digunakan dalam gas ini adalah:

Tabung gas Oksigen dan tabung gas bahan bakar,

Katup silinder/tabung,

Regulator,

Selang gas,

Torch,

Peralatan pengaman

Bagian-bagianlas oxy-acetylene.

a. Tabung Gas

Praktikum Kerja Bangku

Page 107

Tabung gas berfungsi untuk menampung gas atau gas cair dalam
kondisi bertekanan.Umumnya tabung gas dibuat dari Baja, tetapi
sekarang ini sudah banyak tabung-tabung gas yang terbuat dari paduan
Alumunium.Tabung gas tersedia dalam bentuk beragam mulai berukuran
kecil hingga besar. Ukuran tabung ini dibuat berbeda karena disesuaikan
dengan kapasitas daya tampung gas dan juga jenis gas yang ditampung.
Untuk membedakan tabung gas apakah didalamnya berisi gas
Oksigen, Asetilen atau gas lainya dapat dilihat dari kode warna yang ada
pada tabung itu.

b. Katup Tabung
Sedang pengatur keluarnya gas dari dalam tabung maka
digunakan katup.Katup ini ditempatkan tepat dibagian atas dari tabung.
Pada tabung gas Oksigen, katup biasanya dibuat dari material Kuningan,
sedangkan untuk tabung gas Asetilen, katup ini terbuat dari material Baja.

c. Regulator

Regulator atau lebih tepat dikatakan Katup Penutun Tekan,


dipasang pada katub tabung dengan tujuan untuk mengurangi atau
menurunkan tekann hingga mencapai tekana kerja torch. Regulator ini

Praktikum Kerja Bangku

Page 108

juga berperan untuk mempertahankan besarnya tekanan kerja selama


proses pengelasan atau pemotongan. Bahkan jika tekanan dalam
tabung menurun, tekana kerja harus dipertahankan tetap oleh
regulator.
Pada regulator terdapat bagian-bagian seperti saluran masuk,
katup pengaturan tekan kerja, katup pengaman, alat pengukuran
tekanan tabung, alat pengukuran tekanan kerja dan katup pengatur
keluar gas menuju selang.
d. Selang Gas
Untuk mengalirkan gas yang keluar dari tabung menuju torch
digunakan selang gas. Untuk memenuhi persyaratan keamanan, selang
harus mampu menahan tekan kerja dan tidak mudah bocor. Dalam
pemakaiannya, selang dibedakan berdasarkan jenis gas yang dialirkan.
Untuk memudahkan bagimana membedakan selang Oksigen dan
selang Asetilen mak cukup memperhatikan kode warna pada selang.
Berikut ini diperlihatkan table yang berisi informasi tentang perbedaan
warna untuk membedakan jenis gas yang mengalir dalam selang.
e. Torch

Gas yang dialirkan melalui selang selanjutnya diteruskan oleh


torch, tercampur didalamnya dan akhirnya pada ujuang nosel terbentuk
nyala api. Dari keterangan diatas, toch memiliki dua fungsi yaitu :

Sebagai pencampur gas oksigen dan gas bahan bakar.

Sebagai pembentuk nyala api diujung nosel


Torch dapat dapat dibagi menjadi beberapa jenis menurut

klasifikasi berikut ini :


1. Menurut cara/jalannya gas masuk keruang pencampur.dibedakan atas
Praktikum Kerja Bangku

Page 109

a. Injector torch (tekanan rendah)


Pada torch jenis ini, tekanan gas bahan bakar selalu dibuat lebih
rendah dari tekanan gas oksigen.
b. Equal pressure torch (torch bertekanan sama)
Pada torch ini, tekanan gas oksigen dan tekanan gas bahan bakar
pada sisi saluran masuk sama besar.proses pencampuran kedua gas
dalam ruang pencampur berlangsung dalam tekanan yang sama.

2. Menurut ukuran dan berat. dibedakan atas


a. Toch normal
b. Torch ringan/kecil

3. Menurut jumlah saluran nyala api. dibedakan atas :


a. Torch nyala api tunggal
b. Torch nyala api jamak

4.

Menurut gas yang digunakan. dibedakan atas :

a. Torch untuk gas asetilen


b. Torch untuk gas hydrogen, dan lain-lain.
c.
5. Menurut aplikasi. dibedakan atas
a. Torch manual
b. Torch otomatik/semi otomatik

Pembakaran oxy-acetylene.
Pembakaran adalah persenyawaan secara kimiawi antara zat-zat yang
mudah terbakar dengan oksigen.Oksigen tersedia di udara atau dapat
ditambah secara khusus, misalnya dalam tabung-tabung oksigen.
Kecepatan nyala tergantung dari tekanan dan komposisi

Praktikum Kerja Bangku

Page 110

campuran gas, setiap campuran gas oksigen. Kecepatan maksimum


tergantung perbandingan gas asetilin dan oksigen berkisar antara 1 : 25 .
A. Nyala Apioxy-acetylene.
1. Nyala asetilen lebih (nyala karburasi)

Bila terlalu banyak perbandingan gas asetilen yang digunakan


maka di antara kerucut dalam dan kerucut luar akan timbul kerucut
nyala baru berwarna biru. Di antara kerucut yang menyala dan
selubung luar akan terdapat kerucut antara yang berwarna keputihputihan, yang panjangnya ditentukan oleh jumlah kelebihan asetilen.
Hal ini akan menyebabkan terjadinya karburisasi pada logam cair.
Nyala ini banyak digunakan dalam pengelasan logam monel, nikel,
berbagai jenis baja dan bermacam-macam bahan pengerasan
permukaan non-ferous.

2. Nyala Api Netral

Nyala

Praktikum Kerja Bangku

Page 111

ini terjadi bila perbandingan antara oksigen dan asetilen sekitar


satu.Nyala terdiri atas kerucut dalam yang berwarna putih bersinar dan
kerucut luar yang berwarna biru bening.Oksigen yang diperlukan nyala
ini berasal dari udara.Suhu maksimum setinggi 3300 sampai 3500 oC
tercapai pada ujung nyala kerucut.
Karena sifatnya yang dapat merubah komposisi logam cair maka
nyala asetilen berlebih dan nyala oksigen berlebih tidak dapat digunakan
untuk mengelas baja.Suhu Pada ujung kerucut dalam kira-kira 3000 C
dan di tengah kerucut luar kira-kira 2500 C.
Kegunaan dari nyala api netral ini untuk heat treatment logam
agar mengalami surfacehardening. Nyala api kerucut dalam berwarna
putih menyala. Nyala api kerucut antara tidak ada. Nyala api kerucut luar
berwarna kuning
3. Nyala Oksidasi (oksigen lebih)

Bila gas oksigen lebih daripada yang dibutuhkan untuk


menghasilkan nyala netral maka nyala api menjadi pendek dan warna
kerucut dalam berubah menjadi ungu. Nyala ini akan menyebabkan
terjadinya proses oksidasi atau dekarburisasi pada logam cair. Nyala yang
bersifat oksidasi ini harus digunakan dalam pengelasan fusion dari
kuningan dan perunggu namun tidak dianjurkan untuk pengelasan
lainnya.
Sering digunakan untuk pengelasan logam perunggu dan
kuningan.Setelah dicapai nyalaapi netral kemudian kita kurangi aliran gas
asetilen maka kita akan dapatkan nyala api oksigenlebih. Nyala apinya
pendek dan berwarna ungu, nyala kerucut luarnya juga pendek.

Kegunaan las oksi asetilin menurut ketebalan benda


kerja
Praktikum Kerja Bangku

Page 112

Cacat-cacat pada las asetilin


1. Penetrasi yang kurang sempurna

Praktikum Kerja Bangku

Page 113

Ketika melakukan pengelasan tidak melakukan penetrasi ke seluruh


ketebalan dari logam dasar (base metal)

Ketika dua weld beadyang berhadapan tidak melalukan inter-penetrasi

Ketika weld beadtidak melakukan penetrasi ke ujung dari fillet


weldtetapi hanya menyebranginya

2. Kurangnya peleburan

Cacat las
ini terjadi karena kurang atau tidak terjadi peleburan diantara logam
las dan permukaan dari base metal.Biasanya diakibatkan oleh
kecepatan pengelasan terlalu lambat.Terkadang juga diakibatkan
pengaturan tekanan gas yang rendah.

3. Undercutting

Praktikum Kerja Bangku

Page 114

Cacat las ini diakibatkan oleh penggunaan parameter tekanan


gas yang kurang tepat, khususnya kecepatan pengelasan dan tekanan
gas yang tidak sesuai.Kecepatan pengelasan yang terlalu tinggi dapat
mengakibatkan undercutting terjadi. Dengan mengurangi kecepatan
pengelasan akan dapat mengurangi besarnya undercutting bahkan
menghilangkannya.
4. Prostisi
Lubang yang diakibatkan oleh gelembung gas yang telah membeku

5. Keretakan Membujur

Praktikum Kerja Bangku

Page 115

Keretakan

panas

terjadi

pada

saat

weld

bead

membeku.Keretakan yang terjadi pada ujung hasil pengelasan


disebabkan oleh kesalahan dalam teknik akhir pada saat mengelas, hal
ini dapat diatasi dengan cara membalikkan arah pengelasan pada akhir
pengelasan.

Jenis Sambungan Las


1. Posisi datar

2. Posisi Horizontal

3. Posisi Vertikal

Praktikum Kerja Bangku

Page 116

4. Posisi diatas kepala (Overhead)

BAB
Praktikum Kerja Bangku

Page 117

14
K3 LAS

Praktikum Kerja Bangku

Page 118

PENGERTIAN KESEHATAN DAN


KESELAMATAN KERJA
Kesehatan dan Keselamatan Kerja memiliki beberapa defenisi,yaitu;

Secara Etimologis :
Memberikan upaya perlindungan yang ditujukan agar tenaga
kerja danorang lain di tempat kerja selalu dalam keadaan selamat dan
sehat dan agarsetiap sumber produksi perlu dipakai dan digunakan
secara aman danefisien.

Secara Filosofi :
Suatu konsep berfikir dan upaya nyata untuk menjamin
kelestariantenaga kerja dan setiapinsan pada umumnya beserta hasil
karya danbudaya dalam upaya mencapai adil, makmur dan sejahtera.

Secara Keilmuan :
Suatu cabang ilmu pengetahuan dan penerapan yang
mempelajaritentang carapenanggulangan kecelakaan di tempat kerja.

KESELAMATAN KERJA PADA LAS LISTRIK


Seorang welder harus memperhatikan keselamatan kesehatan
kerjadengan baik dan benar agar saat melakukan proses pengelasan las
listrik dapatberjalan dengan aman dan benar, apabila dalam melakukan
proses pengelasan laslistrik seorang welder tidak memperhatikan
keselamatan kesehatan kerja baikbagi dirinya sendiri, alat-alat serta
mesin-mesin yang digunakan maupun bagiorang-orang disekelilingnya
akan berdampak buruk bagi pekerjaan dalam prosesproduksinya, itulah
yang menyebabkan begitu pentingnya keselamatan kesehatankerja bagi
seorang welder pada proses pengelasan las listrik.
Ada beberapa tahapan dalam menerapkan kesehatan dan
keselamatankerja, yaitu;Keselamatan kesehatan kerja bagi seorang welder
pada prosespengelasan las listrik sangat diperlukan karena dalam proses
produksi suatupekerjaan dibutuhkan welder yang produktivitasnya tinggi

Praktikum Kerja Bangku

Page 119

tanpa merugikansemua pihak yang terkait didalamnya, baik bagi orang


lain maupun dirinyasendiri.
Pada proses pengelasan las listrik banyak sekali hal-hal
yangmembahayakan dan perlu diperhatikan baik bagi welder, mesin las
listrik,danorang-orang disekitarnya, hal-hal tersebut diantaranya adalah
sebagai berikut:

Percikan bunga api yang dapat membahayakan welder maupun mesin


laslistrik yang dapat mengenai kulit, mata welder dan masuk
kedalamperangkat-perangkat dalam mesin las listrik, yang semua itu
akanmengganggu berjalannya proses produksi.

Asap las listrik dan debu beracun, dapat membahayakan welder dan
orangorangdisekelilingnya, asap tersebut dapat mengganggu proses
pernafasanwelder.

Efek radiasi sinar ultra violet dan ultra merah las listrik yang
dapatmembahayakankesehatan mata dan organ dalam tubuh welder
maupunorang-orang disekelilingnya.Oleh karena itu dalam melakukan
proses

pengelasan

las

listrik

setiapwelder

harus

memperhatikankeselamatan kesehatan kerja yang sesuai.

Dalam

melakukan

proses

pengelasan

las

lirtrik

harus

mematuhiprosedur yang benar terutama pada keselamatan kesehatan


kerjanya, tapi dibaliksemua itu tidak menutup kemungkinan terjadi
kecelakaan yang tidak disengajameskipun telah mematuhi tentang
prosedur keselamatan kesehatan kerja yangbenar dan sesuai, apabila
terjadi kecelakaan baik pada welder dan sesuatuapapun yang ada
disekelilingnya harus melakukan pertolongan pertama agarkecelakan itu
tidak berakibat fatal bagi korbannya, dan kemudian diserahkankepada
ahlinya,

agar

mendapat

perawatan

sesuai

prosedurnya

dan

dapatdigunakan kembali sesuai dengan fungsinya.


Pada proses pengelasan las listrik terdapat hal-hal yang perlu
diperhatikan seorang welder dan semua pihak yang terkait didalamnya

Praktikum Kerja Bangku

Page 120

terutamadalam

keselamatan

kesehatan

kerjanya,

hal-hal

tersebut

diantaranya:
1. Helm Las

Helm Ias maupun tabir las digunakan untuk melindungi kulit


muka dan mata dari sinar las (sinar ultra violet dan ultra merah) yang
dapat merusak kulit maupun mata,Helm las ini dilengkapi dengan kaca
khusus yang dapat mengurangi sinar ultra violet dan ultra merah
tersebut.
Sinar Ias yang sangat terang/kuat itu tidak boleh dilihat dangan
mata langsung sampai jarak 16 meter. Oleh karena itu pada saat
mengelas harus mengunakan helm/kedok las yang dapat menahan sinsar
las dengan kaca las. Ukuran kaca Ias yang dipakai tergantung pada
pelaksanaan pengelasan. Umumnya penggunaan kaca las adalah sebagai
berikut: No. 6. dipakai untuk Ias titik No. 6 dan 7 untuk pengelasan
sampai 30 amper. No. 6 untuk pengelasan dari 30 sampai 75 amper. No.
10 untuk

pengelasan dari 75 sampai 200 amper. No. 12. untuk

pengelasan dari 200 sampai 400 amper. No. 14 untuk pangelasan diatas
400 amper. Untuk melindungi kaca penyaring ini biasanya pada bagian
luar maupun dalam dilapisi dengan kaca putih.

Praktikum Kerja Bangku

Page 121

2. Sarung Tangan
Menggunakan sarung tangan dan sarung lengan tangan, kedua
alat iniberfungsi hampir sama dengan apron yaitu melindungi dari
percikan bungaapi dan efek radiasi sinar ultra violet dan ultra merah
yang ditimbulkanoleh las listrik dan untuk memudahkan pemegangan
elektroda.

3.

Apron
Memakai apron yang berbahan dasar kulit hewan/kain yang tebal
yangberlapis atau baju dan celana panjang yang berbahan dasar kain
levis untukmelindingi tubuhnya dari percikan bunga api dan efek radiasi
sinar ultraviolet dan ultra merah yang dapat membahayakan keselamatan
kesehatankerjanya.

Praktikum Kerja Bangku

Page 122

Ada beberapa jenis/bagian apron :

apron lengan

apron dada

Praktikum Kerja Bangku

Page 123

apron lengkap :

4. Sepatu Las
Sepatu las berguna untuk melindungi kaki dari semburan bunga
api, Bila tidak ada sepatu las, sepatu biasa yang tertutup seluruhnya
dapat juga dipakai.

5. Masker Las
Jika tidak memungkinkan adanya kamar las dan ventilasi yang
baik, maka gunakanlah masker las, agar terhindar dari asap dan debu las
yang beracun.

Praktikum Kerja Bangku

Page 124

Respirator (alat bantu pernafasan), untuk menjaga pernafasan


agar tetapstabil pada saat melakukan proses pengelasan las listrik dari
asap las, danuntuk melindungi asap dan debu yang beracun masuk ke
paru-paru, hal iniboleh tidak dilakukan apabila kamar las telah
mempunyai sisterpembuangan asap dan debu-debu beracun (blower)
yang baik, tetapi tidakada salahnya jika digunakan, karena pernafasan
sangat penting dalamproses metabolisme manusia.

6. Kamar Las
Kamar Ias dibuat dari bahan tahan.api. Kamar las penting agar
orang yang ada disekitarnya tidak terganggu oleh cahaya las.Untuk
mengeluarkan gas, sebaiknya kamar las dilengkapi dangan sistim
ventilasi: Didalam kamar las ditempatkan meja Ias. Meja las harus bersih

Praktikum Kerja Bangku

Page 125

dari bahan-bahan yang mudah terbakar agar terhindar dari kemungkinan


terjadinya kebakaran oleh percikan terak las dan bunga api.

7. Jaket las
Jaket pelindung badan+tangan yang tebuat dari kulit/asbes

KESELAMATAN KERJA PADA LAS OKSI ASETILEN

Praktikum Kerja Bangku

Page 126

Tukang las dengan cara kerja yang kurang berhati-hati dapat


mengakibatkan kerusakan yang parah dan membahayakan kehidupan dan
kesehatan orang itu sendiri maupun orang disekitarnya.

1. Kerusakan Akibat Kebakaran


Bunga api yang memercik pada pengelasan atau pemotongan
pakai oksi asetilen adalah percikan logam atau terak dalam keadaan
cair dan menyala yang bersuhu antara 1200 sampai 1600C. Bila
bunga api jatuh pada bahan yang mudah terbakar maka akan terjadi
penyalaan dan menyebabkan kebakaran.
1) Amati sebelum pengelasan dimulai apakah terdapat
bahan yang mudah terbakar disekitar Anda!
2) Bahaya menjadi sangat besar apabila pengelasan
dilakukan ditempat kerja asing dan pada pekerjaan
pemasangan pada suatu bangunan. Bunga api bisa
menyelinap kedalam ruangan lewat lubang angin atau
terowongan.
3) Contoh dari bahan yang mudah terbakar : kertas, kain
lap, tekstil, kayu, karet, plastic, bensin, semua jenis
minyak, dan bahan-bahan isolasi.
4) Apabila Anda tidak mengenali suatu bahan, tanyakan
kepada pemilik atau penanggung jawap ruangan.
5) Apabila seorang teknisi mengelas pada saluran pipa, bisa
jadi campuran gas yang belum terbakar mengalir
didalam saluran pipa. Melalui ujung pipa yang mungkin
berjarah agak jauh gas meninggalkan saluran pipa. Gas
tersebut dapat menyala atau memenuhi ruangan dengan
campuran gas yang mudah meledak. Nyala api tersebut
kita sebut nyala sekunder.

Praktikum Kerja Bangku

Page 127

6) Ujilah saluran pipa apakah nyala sekunder ini bisa


terjadi!

2. Kerusakan Akibat Ledakan


Bunga api las dan benda kerja yang baru dilas dapat
menimbulkan ledakan:
Pada pengelasan dalam terowongan dan saluran sempit
sebagai contoh saluran untuk pipa gas.Pengelasan pada dan didalam
bejana yang berisi cairan atau gas yang mudah meledak. Timbul
kemungkinan bahwa gas atau uap yang mudah meledak berkumpul,
dengan

demikian

kanal

dan

ruang

sempit

harus

diperiksa

menggunakan alat pengindera.


Perhatikan bahwa beberapa gas yang berbahaya tidak berbau.
Bejana untuk menyimpan atau mengangkut gas atau cairan yang
mudah terbakar harus dikosongkan, dibersihkan, diuji sehingga aman
untuk dilas.
Pengelasan pada dan didalam bejana dan pada tempat-tempat
lain yang berisi gas atau cairan yang mudah terbakar baru dapat
dilakukan bila sudah ada ijin pengelasan dari pengawas yang
berwenang.
Surat ijin pengelasan disimpan dalam lokerpakaian, dan
jangan dibawa kemana-mana.

Praktikum Kerja Bangku

Page 128

Surat Ijin Pengelasan

3. Tukang las oksi asetilen terancam oleh bahaya-bahaya berikut:


1) Oleh gas asetilen
Asetilen adalah gas yang sangat mudah terbakar. Melalui
baunya yang menusuk dan menyengat, gas yang mengalir keluar
dapat dikenali lebih awal. Bila terdapat bau asetilen semua nyala
api dipadamkan. Carilah sumber kebocoran asetilen (katup, pipa
saluran

yang

tidak

rapat,

selang-selang

yang

bocor).

Memberitahukan kepada pimpinan.


Botol asetilen harus diperlakukan dengan seksama:
Botol tidak dilemparkan
Botol yang berdiri diikat agar tidak jatuh

Praktikum Kerja Bangku

Page 129

Tidak meletakkan botol dibawah terik matahari, melainkan


melindunginya dengan meletakkannya pada keteduhan.
Botol asetilen harus jauh dari nyala api las.
Jangan membuka dan menutup katup botol dengan
kekerasan, tidak boleh menggunakan tang.
Katup botol hanya dibuka setengah putaran.
Botol dengan katup yang rusak dikirim kembali ke tempat
pengiriman.

Pada suatu saat botol asetilen mulai terbakar, jangan


Anda bemudian melarikan diri begitu saja. Tidak akan terjadi
apa-apa selama dinding botol masih dingin. Lindungi tangan
anda dengan sarung tangan las, atau secara darurat dengan
kain lap, dan tutuplah katup botol. Agar cepat tertutup
hendaknya katup hanya dibuka setengah putaran. Bagianbagian yang masih terbakar, regulator tekanan dan selang
dipadamkan

dengan

pemadam

api

yang

bersesuaian.

Pemadam yang cocok adalah pemadam bubuk atau karbon


dioksid.

Praktikum Kerja Bangku

Page 130

Botol kemudian masih dibawah pemeriksaan selama


dua puluh empat jam, apakah botol masih bisa panas dengan
sendirinya (penguraian asetilen). Selanjutnya tulis pada botol
dengan kapur lemak kebakaran botol. Botol dikembalikan
ke gudang pengirim. Namun apabila kebakaran terlambat
ditemukan dimana dinding botol bersuhu lebih tinggi dari
suhu tangan, dan berlaku aturan:
Nyawa manusia lebih penting dari kerusakan barang dan
peralatan.
Peringatkan teman sekerja anda dan laporkan kepda pimpinan.
Bisa dicoba, mendinginkan botol dengan semprotan air yang
halus dari tempat yang terlindung, namun demikian harus selalu
diperhitungkan bahwa botol dapat melayang tinggi.
Botol asetilen yang melayang tinggi dapat menembus dinding
dan tembok. Dengan demikian berlindunglah ditempat yang
aman yang cukup jauh.
Jika kunci air tidak terisi cukup air, maka ian tidak bisa
melakukan pekerjaan perlindungan yang memadai. Dengan
demikian posisi permukaan air dalam kunci air diperiksa tiap
hari.

2.

Oleh Oksigen
Pernahkah Anda melihat eksperimen kain terbakar?
Pertama-tama cobalah menyalakan selembarkain bersih
yang cukup lebar. Kain terbakar setelah dicoba beberapa kali.
Akhirnya kain terbakar atau menyala pelan-pelan.

Praktikum Kerja Bangku

Page 131

Kain berikut yang sama ditaruh pada aliran oksigen


dari pembakar las. Tentu saja katup asetilen tetap tertutup.
Kain dan udara disekitar diperkaya dengan oksigen , terutama
bila kain terletak pada bejana terbuka.

Dekatkan nyala korek api kain. Kain segera terbakar


dengan menyala-nyala. Demikian juga seorang tukang las
membakar bajunya sendiri yang diperkaya oksigen dengan
cepat. Setiap pertolongan hamper selalu datang terlambat.
Jaga diri anda dari oksigen.

Praktikum Kerja Bangku

Page 132

Jangan berdiri berlama-lama didekat selang


oksigen, bisa jadi selang tersebut bocor.
Jangan menggunakan oksigen sebagai angin
pendingin, jika udara begitu panas. Baju akan
terkayakan oleh oksigen.
Jangan

menggunakan

oksigen

untuk

mengedarkan udara dalam tangki atau dalam


ruang sempit. Baju akan terkayakan oleh
oksigen. Jangan bermain-main dengan oksigen,
oksigen hanya digunakan untuk membakar
asetilen pada pembakar.
Masih ada bahaya bekerja dengan Oksigen:
Minyak dan lemak menyala sendirinya dalam aliran
oksigen dan disertai dengan ledakan. Dengan demikian
Armatur dan penghubung oksigen jangan diolesi minyak atau
fet.
3.

Bahaya lain yang mengancam:

1. Oleh percikan bunga api


Bunga api las yang memercik dapat menimbulkan luka bakar
yang serius. Pakailah pakaian kerja yang berkain kuat dan pas. Juga
pakailah sepatu kerja yang kuat. Biarkan kaki celana menjulur
menutupi sepatu dari pada dimasukkan kedalam sepatu.
2. Oleh pancaran sinar api
Pancaran sinar dan panas yang terus menerus lama kelamaan
berakibat merusak mata. Kaca mat alas dengan kaca pelindung yang
ternormalisasi senantiasa melindungi mata terhadap pancaran sinar.
Kaca yang ternormalisasi ditandai dengan tulisan DIN pada kaca
tersebut.

Praktikum Kerja Bangku

Page 133

Tergantung pada terangnya terdapat berbagai tingkat perlindungan.


Oleh kekurangan udara dalam ruang sempit. Nyala api asetilen
membutuhkan membutuhkan sejumlah besar oksigen dari udara.
Pembakaran menimbulkan sejumlah besar gas buang dalam bentuk
karbon dioksid dan uap air. Dalam ruang sempit dan bejana oleh
karenanya dapat terjadi kekurangan udara atau kekurangan oksigen.
Pada pengelasan diruang atau bejana sempit perhatikan:
Meniupkan udara segar dengan ventilator.
Tidak sekali-kali meniupkan oksigen
Asap dan gas harus dihisap melalui suatu lobang.
Seorang rekan kerja harus selalu mengawasi.
Ingatlah selalu pada bahaya!

Praktikum Kerja Bangku

Page 134

Daftar Pustaka
Aldo. 2012. Cara Menggunakan Kikir, (Online),
(http://aldongutra.blogspot.com/2012/02/cara -menggunakankikir.htm), diakses 3 November 2014.
Agus. 2010. Teknik Kejurusan, (Online),
(http://teknikkejurusan.blogspot.com/2010/10/1.html ), diakses 4
November 2014.
Darto. 2012. Otomotif Mecine, (Online), (http://otomotifmacine.blogspot.com/2012/02/kikir-dan-fungsinya.html), diakses
4 November 2014
http://teknikcivil2.blogspot.com/2013/11/jenis -jenis-kikir-dankegunaanya.html
http://firetrucksandequipment.tpub.com/TM -9-254/css/TM-9254_113.htm
http://constructionmanuals.tpub.com/14256/css/14256_60.htm
Candra. 2013. Alat-alat Menggambar, (Online), (http://chandradwi18.blogspot.com201304alat-alat-menggambar.html), diakses 4
November 2014.
Susetyo. 2013. Mengenal Alat Kerja Bangku Gergji,(Online),
(http://trisusetyo12.blogspot.com ), d iakses 3 November 2014.
Anggraini, N. 2010. Pengenalan Alat alat Perbengkelan, (Online),
(https://www.scribd.com/doc/45879812/13/Penitik), diakses 27
Oktober 2014.
Wibowo, A.Y. 2011. Proses Pembuatan Rangka pada Mesin Roll Pelat
Penggerak Elektrik, (Online),
(http://eprints.uny.ac.id/3648/1/PROSES_PEMBUATAN_RANGK
A_PADA_MESIN_ROLL_PELAT_PENGGERAK_ELEKTRIK.pd
f), diakses 27 Oktober 2014.
Praktikum Kerja Bangku

Page 135

Kasatriawan, D.A. 2012. Proses Pembuatan Rangka pada Mesin


Perajang Sampah Organik sebagai Bahan Dasar Pupuk Kompos,
(Online),
(http://eprints.uny.ac.id/8236/3/bab%202%20%3D09508134028.p
df), diakses 28 Oktober 2014.
Penggunaan Peralatan Bengkel Tahun 2003. Bagian Proyek
Pengembangan Kurikulum Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen
Pendidikan Nasional. (Online),
(https://www.academia.edu/5727974/Penggunaan_ Peralatan_Bengkel),
diakses 29 Oktober 2014.
Njoto, R.Y. 2012. Merawat dan Mengasah Perkakas Tangan, (Online),
(https://www.scribd.com/doc/101621560/b -Kb-v-Merawat-DanMengasah-Perkakas-Tangan), diakses 30 Oktober 2014.
Arfan. 2012. Gergaji Tangan, (Online), (http://arfanblogs.blogspot.com ),
diakses 3 November 2014.
Hazi. 2012. Gergaji Besi, (Online),
(http://muhammadhazi.blogspot.com ),diakses 3 November 2014.
Dosen Narotama. 2013. Mesin Gergaji & Pembesar Lubang, (Online),
(http://dosen.narotama.ac.id), diakses tanggal 3 November 2014.
Tim Kurikulum SMKPerkapalan. 2003. Menguasai Kerja Bangku: Membuat
Ulir dengan Tangan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Kemendiknas Universitas Negeri Malang 2013. Modul PLPG Teknik
Otomotif. Malang : Universitas Negeri Malang
PT. Toyota Astra Motor. 1995 New Step 1 ( Training Manual ). Toyota
google.com. 2014. Swis lathe threading tool.
https://www.google.com. Diakses tanggal 1 november 2014.

Praktikum Kerja Bangku

Page 136

scribd.com. 2014. Membuat-Ulir-Dalam-Dan-Ulir-Luar-DenganTap-Dan-Sney. https://www.google.com. Di akses tanggal 1 november


2014
google.com. 2014.threading-fork-steering-columns.
https://www.google.com. Diakses tanggal 1 november 2014.
Aza. 2012. Mesin Gergaji, (Online), (http://azcode.blogspot.com/2011/05/mesin -gergaji.html), diakses 5
november 2014.
Dini. 2013. Mesin Gergaji, (Online),
(http://diniptm.blogspot.com/2013/06/mesin -gergaji.html),
diakses 5november 2014.
http://lingkaranmesin.blogspot.com/2013/08/jenis -jenis-mesinbor-dan-cara.html
http://didipriatna17.wordpress.com/2012/01/20/mesin -bor/
http://ezrahd11.blogspot.com/2013/05/fungsi -mesin-bor.html
http://doddi_y.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/27224/Mesi
n+Bor.p
Charis. 2014. Praktikum Kerja Bangku kerja Bengkel, (Online),
(http://charis7512.blogspot.com/2014/04/pratikum -kerja-bangkukerja-bengkel.html), diakses 5 November 2014.
Sili. 2011.http://siihantudariguabuta.blogspot.com/2011/10/v behaviorurldefaultvmlo.html
http://muhammadmuzakii.blogspot.com/p/blog -page_18.html
Onlinehttps://www.google.com/search?client=opera&q=Instalasi
+mesin+dan+peralatan+las+Oki-asitelen&sourceid=opera&ie=UTF 8&oe=UTF-8Instalasi mesin dan peralatan las Oksi -Asitelenediakses
tanggal 1 November 2014

Praktikum Kerja Bangku

Page 137

Online http://ajikb.blogspot.com/2011/12/las -asitelin.htmldiakses


tanggal 1 November 2014
Onlinehttp://aldongutra.blogspot.com/2012/02/las -oaw-las-oxyacetylene-welding.htmlLas Oxy Acetylene Weldingdiakses tanggal 1
November 2014
Onlinehttp://psbtik.smkn1cms.net/lafalo/teknik_pengelasan/mengel
as_tingkat_lanjut_dengan_proses_las_oksi_asetilen.pdf Teknik
Pengelasan: SMKN 1 Ciamisdiakses tanggal 1 November 2014
Onlinehttp://www.downloads-ebooks.com/pdf/prosespengelasan.htmldiakses tanggal 1 November 2014
Onlinehttp://www.downloadsebooks.com/details/QmFiIElpaSBQZW5nZWxhc2FuIC0gRmFrdWx0YXMg
VGVrbmlrIOKAkyBVbml2ZXJzaXRhcyBEYXJtYQaHR0cDovL2Z0LnVuc2FkYS5hYy5pZC93cC1jb250ZW50L3VwbG9hZHMv
MjAwOC8wNC9iYWIzLXBwLnBkZg.htmldiakses tanggal 1 November
2014
Onlinehttps://www.google.com/search?q=oaw+welding&client=o
pera&sa=N&biw=1366&bih=633&tbm=isch&tbo=u&source=univ&ei=
NppaVKTrCsS8mAWQn4HoCA&ved=0CBsQsAQ4Cg#tbm=isch&q=katub
+tabung+oaw&imgdii=P6r60X0qvkRNM%3A%3BcfdDY38zdjM6lM%3BP6r60X -0qvkRNM%3Adiakses
tanggal 1 November 2014

Susanto, Arif. 2006. KEBISINGAN SERTA PENGARUHNYA


TERHADAPKESEHATAN DAN LINGKUNGAN. Binary moon:
BandungBlog.wordpress.com

Welding Guideline Manitoba Labour Workplace Safety and


Health Juni 2000

Praktikum Kerja Bangku

Page 138

Santoso, G. 2004. Managemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.


Jakarta, Prestasi Pustaka
Beumer.2005.ILMU BAHAN LOGAM. Jakarta. Bhatara Karya
Aksara
Ignatowitz Eckhard. 2001. Werkstofftechnik fuer
Metallbauberufe.Haan-Gruiten. VERLAG EUROPA LEHRMITTEL
Diehl, Rickmann. 2003 . Vorberaitung Auf den Beruf. Hamburg.
HANWERK UND TECHNIK
Ali. 2009. Perlengkapan Keselamatn Kerja, (Online), ( http://laslistrik.blogspot.com/2009/03/perlengkapan -keselamatankerja.html), diakses 4 November 2014.

Praktikum Kerja Bangku

Page 139