Anda di halaman 1dari 5

NATRIUM HIDROKSIDA

Sifat Fisik dan Kimia


Rumus molekul

NaOH

Massa molar

39,9971 g/mol

Penampilan

zat padat putih

Densitas

2,1 g/cm, padat

Titik lebur

318 C (591 K)

Titik didih

1390 C (1663 K)

Kelarutan dalam air

111 g/100 ml (20 C)

Kebasaan (pKb)

-2,43

Titik nyala

Tidak mudah terbakar.

Senyawa terkait
Alkali hidroksida terkait

Litium
hidroksida
Kalium
hidroksida
Rubidium
hidroksida
Sesium hidroksida

Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku


pada temperatur dan tekanan standar (25C, 100 kPa)

Natrium hidroksida (NaOH), juga dikenal sebagai soda kaustik, soda api, atau sodium
hidroksida, adalah sejenis basa logam kaustik. Natrium Hidroksida terbentuk dari oksida
basa Natrium Oksida dilarutkan dalam air. Natrium hidroksida membentuk
larutanalkalin yang kuat ketika dilarutkan ke dalam air. Ia digunakan di berbagai macam

bidang industri, kebanyakan digunakan sebagai basa dalam proses produksi bubur
kayu dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen. Natrium hidroksida adalah basa yang
paling umum digunakan dalam laboratorium kimia.
Natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan,
butiran ataupun larutan jenuh 50% yang biasa disebut larutan Sorensen. Ia bersifat lembap
cair dan secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. Ia sangat larut dalam air
dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan, karena pada proses pelarutannya dalam air
bereaksi secara eksotermis. Ia juga larut dalam etanol dan metanol, walaupun kelarutan
NaOH dalam kedua cairan ini lebih kecil daripada kelarutanKOH. Ia tidak larut dalam dietil
eter dan pelarut non-polar lainnya. Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda
kuning pada kain dan kertas.
Perbedaan antara karet alam dan karet sintetis
Walaupun karet alam sekarang ini jumlah produksi dan konsumsinya jauh dibawah karet
sintetis atau karet buatan pabrik , tetapi sesungguhnya karet alam belum dapat digantikan
oleh karet sintetis. Bagaimanapun ,keunggulan yang dimiliki oleh karet alam sulit ditandingi
oleh karet sintetis .
Adapun kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh karet alam dibandingkan dengan karet
sintetis, yaitu :

Mempunyai daya elastic atau daya lenting yang sempurna .

Mempunyai plastisitas yang baik sehingga pengolahannya mudah .

Mempunyai daya arus yang tinggi .

Tidak mudah panas .

Mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap keretakan .

Walaupun demikian , karet sintetis mempunyai kelebihan seperti tahan terhadap


berbagai zat kimia dan harganya cenderung bias dipertahankan supaya tetap stabil . Bila ada
pihak yang menginginkan karet sintetis dalam jumlah tertentu , maka biasanay pengiriman
atau suplay barang tersebut jarang mengalami kesulitan, walaupun memiliki beberapa
kelemahan dipandang dari sudut kimia dan bisnisnya , akan tetapi menurut beberapa ahli
karet alam akan mempunyai pemanasan yang baik .
Polisulfida merupakan perekat termoplastik. Perekat ini dapat lebur , melunak bila
dipanaskan dan mengalami creep ( jalaran ) bila dikenai beban (stress) . Tidak seperti
termoset, perekat termoplastik tidak mengalami perubahan kimia saat terbentuknya ikatan .
Poli (alkilena polisulfida) kadang-kadang dinyatakan sebagai karet tiokol merupakan
elastomer yang bermanfaat. Sifat-sifatnya bisa diperbaiki dengan memvariasikan jumlah

atom karbon dalam unit ulang atau jumlah atom-atom belerang. Naiknya jumlah salah satu
atom akan meningkatkan kualitas elastomerik dari polimer tersebut. ( Malcom PS
2001). Sedang persyaratan khusus bagi suatu polimer untuk berfungsi sebagai elastomer.
Elastomer adalah suatu bahan yang dapat kembali dengan cepat kebentuk dan ukuran semula
setelah mengalami formasi karena stress bila stress tersebut ditiadakan .
Elastor kadang kadang diidentikkan dengan karet dari karet sintetik. Karet adalah bahan
alamiah sedangkan karet yang dimaksud elastomer, pada umumnya karet sintetik dan yang
banyak dikonsumsi di indonesia adalah stiren buta diene rubber (SBR), butil rubber dan
poli buta diene (PBD) dan ethilen propine diene.
Elastometer banyak digunakan untuk pembuatan kendaraan bermotor dan alat
industri, misalnya: ban, packing, batery boxes, sels kaca, untuk industri mobil, oil
resistancehoses dan belt conveyor. Bahan ini dapat pula dipakai untuk isolasi kabel listrik,
mainan anak anak. Dalam industri elastomer memegang peranan yang sangat penting.
Polimer-polimer dapat ikat silang (crosslinkable) bias disintesis melalui penambahan
sejumlah kecil polihalida seperti trikloropropana atau dengan mengintrodusir ke dalam
kerangka polimer tersebut beberapa gugus fungsional lain seperti hidroksil atau alkena.
Monomer-monomer yang khas untuk tujuan ini mencakup gliserol dikloro asetat dan 1,4
dikloro 2 butena. ( Malcom PS 2001)
Metode terpenting untuk pembuatan elastomer yang bisa dikeraskan pertama
melibatkan pembentukan polimer terikatt silang yang memakai suatu monomer polihalida ,
kemudian menguraikan produk tersebut ke suatu polimer dapat lebur yang terterminasi tiol.
Hal ini diselesaikan lewat reduksi dengan natrium hidrosulfida dalam hadirnya natrium sulfit.
Berat molekul rata-ratadari polimer yang terurai tersebut bergantung pada jumlah natrium
hidrosulfida yang digunakan. ( Malcom PS 2001)
Tiokol merupakan karet polisulfida yang dibuat dengan reaksi kondensasi antara
polisulfida dengan dikloroetana. Karet polisulfida ini terdapat dalam bentuk R dan X yang
berbeda sehingga jumlah belerang akan tahan terhadap semua tipe pelarutorganik tetapi
baunya tidak enak dan juga sifat mekaniknya buruk. (Arizal Ridha1990)
Keuntungan tiokol sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organik, tahan terhadap
cuaca, tahan terhadap ozon, dan cahaya matahari bagus, kedap udara dan uap. Kekurangan
tiokol tahanan kikis sobek , cut growth dan retak lentur buruk, pampatan tetap buruk, dan
kepegasan pantul buruk serta baunya tidak enak. ((Arizal Ridha1990)
Tiokol kebanyakan digunakan untuk barang yang tahan minyak dan pelarut. Sifat
fisika yang buruk dan baunya yang tidak disukai telah telah membatasi penggunaan secara
umum. (Arizal Ridha1990)

TEORI TAMBAHAN
Pengertian Polimerisasi Kondensasi
Polimerisasi kondensasi adalah proses pembentukan polimer melalui penggabungan
molekul-molekul kecil melalui reaksi yang melibatkan gugus fungsi, dengan atau tanpa
diikuti lepasnya molekul kecil. Dengan kata lain, polimerisasi kondensasi hanya
dilangsungkan oleh monomer yang mempunyai gugus fungsional. Molekul kecil yang
dilepaskan biasanya adalah air. Selain itu, metanol juga sering dihasilkan sebagai efek
samping polimerisasi kondensasi.
Contoh Polimerisasi Kondensasi
Contoh polimerisasi kondensasi adalah pembentukan selulosa dari monomer (unit
ulangan) yaitu glukosa. Glukosa sebanyak n akan bergabung membentuk rantai dan air
dengan jumlah (n-1). Pada polimerisasi selulosa, dua monomer glukosa bergabung,
mengkondensasikan molekul air, kemudian melepaskan atom oksigen yang menghubungkan
dua monomer. Proses ini terus berlanjut sehingga membentuk rantai.

Contoh lain polimer kondensasi adalah poliester, polikarbonat, poliurea, nilon, aramid, dan
poliuretan.
TIOKOL
Tiokol merupakan karet sintetis yang dihasilkan melalui proses polimerisasi
kondensasi. Polimerisasi kondensasi adalah proses penggabungan molekul tunggal
membentuk molekul besar dengan melepaskan molekul lain sebagai hasil sampingan. Dalam
hal ini, tiokol disebut hasil polimerisasi kondensasi, karena tiokol dapat dihasilkan dari
pemanasan campuran dikloroetana dengan natrium polisulfida (Na2Sx) dan membebaskan
natrium klorida sebagai hasil samping.
Tiokol adalah salah karet polisulfida yang dibuat dengan reaksi kondensasi antara
polisulfida dengan dikloroetan sehingga tiokol termasuk kedalam jenis karet sintesis,dalam
proses pembuatannya dua molekul tunggal akan bergabung membentuk molekul besar
dengan melepaskan molekul lain sebagai produk samping.Langkah yang pertama dialkuakn
dalam pembuatan tiokol adalah pembuatan natrium Polisulfida yaitu dengan mereaksikan
belerang dengan NaOH dengan reaksi sbb :

6 NaOH

(2x+1) S

2Na2Sx

3H2O + Na2SO3

Pemanasan dilakukan di peralatan refluks sampai setelah hampir semua belerang


larut dan larutan berwarna coklat tua.Natrium Polisulfida yang dihasilkan tadi kemudian
direaksikan dengan 1,2-dikloroetana. Pada tahap ini refluks dipanaskan pada temperature 7080C sampai terbentuk gumpalan jenuh yang merupakan tiokol dan larutan jenuh.Reaksi
yang terjadi adalah:
Cl CH2 CH2 Cl +
1,2 dikloroetana

n Na2Sx
natrium polisufida

( CH2 CH2 Sx )n +
tiokol

NaCl

natrium klorida

Tiokol yang dihasilkan pada percobaan ini memiliki sifat fisik berwarna
kuning, Karet polisulfida ini terdapat dalam bentuk R dan X yang berbeda sehingga jumlah
belerang akan tahan terhadap semua tipe pelarutorganik tetapi baunya tidak enak dan juga
sifat mekaniknya buruk. tiokol tidak larut dalam dalam HCl pekat maupun NaOH % setelah
dilakukan tes kelarutan.
Keuntungan tiokol yang dihasilkan adalah sangat tahan terhadap minyak dan pelarut organik,
tahan terhadap cuaca, tahan terhadap ozon, dan cahaya matahari bagus, kedap udara dan
uap,sedangakn Kekurangan tiokol adalah tahanan kikis sobek , cut growth dan retak lentur
buruk, pampatan tetap buruk, dan kepegasan pantul buruk serta baunya tidak enak. (Arizal
Ridha ,1990)
Tiokol kebanyakan digunakan untuk barang yang tahan minyak dan pelarut. Sifat fisika yang
buruk dan baunya yang tidak disukai telah telah membatasi penggunaan secara umum.
(Arizal Ridha,1990).