Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN

PRAK. JARINGAN TELEKOMUNIKASI


PEMROGRAMAN DAN FEATURE PABX PANASONIC
KX-T123210D

KELOMPOK 6
ANGGOTA :
ALIMATUL FIKRIA

(NIM. 1241160004)

ANAS ARDI FIRMANSYAH

(NIM. 1241160060)

ARINTA FADLIL FAJAR W

(NIM. 1241160008)

NANDA HAJIANI PUTRI B

(NIM. 1241160061)

JTD-3A

JARINGAN TELEKOMUNIKASI DIGITAL


POLITEKNIK NEGERI MALANG
Jalan Soekarno-Hatta No. 9, PO Box04, Malang-65141 Tel.
(0341) 404424, 404425, Fax. (0341) 404420

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 TUJUAN
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah
1. Dapat memahami konsep pemrograman PABX PANASONIC KX-T123210 D
2. Dapat memrogram PABX PANASONIC KX-T123210 D
3. Dapat menjalakan fitur fitur yang ada di PABX.

1.2 TEORI DASAR


1.2.1 PABX (Private Automatic Branch Exchange)
Perkembangan teknologi telekomunikasi yang pesat, terciptalah perangkat
telekomunikasi inovatif yang dapat membagi satu saluran telepon menjadi beberapa
saluran yang dapat digunakan untuk beberapa telepon, banyaknya telepon yang
digunakan tergantung kepada kapasitas perangkat dan jumlah saluran telepon yang
digunakan.
Perangkat telekomunikasi ini dikenal dengan nama PABX (Private
Automatic Branch Exchange). Secara konseptual, PABX mirip dengan sentral
telepon mini yang dipunyai oleh Telkom, perbedaan paling nyata hanya terletak
pada kapasitas PABX yang tidak sebesar sentral telepon.
PABX menghubungkan antara pelanggan telepon (extention) dengan jalur
(line) telepon biasa (Telkom, selular, satelit).Jumlah extension lebih banyak
dibandingkan dengan jumlah line, satu line telepon bisa digunakan untuk beberapa
extension, perbandingan antara jumlah line dengan jumlah extension yang
digunakan dapat berbeda-beda untuk masing-masing vendor PABX.Extension yang
satu dengan yang lainya dapat diprogram sesuai dengan keperluan. PABX dapat
menyambungkan pembicaraan
antar exstension tanpa menggangu line telepon. Oleh sebab itu sentral
telepon kecil ini cocok dipakai di kantor-kantor atau rumah yang ingin memasang
pesawat telepon lebih dari satu tetapi terhalang oleh keterbatasan line Telepon.
Meskipun PABX dapat mengatasi masalah telekomunikasi, tetapi solusinya
masih bersifat parsial, karena sebesar apapun kapasitas PABX yang digunakan

tetap dibatasi oleh ketersediaan saluran telepon kabel yang menjadi line pada
PABX. Agar PABX mampu melayani berbagai jenis panggilan
baik panggilan internal, panggilan keluar, ataupun panggilan masuk, maka PABX
tersebut dilengkapi dengan berbagai perangkat atau card yang dapat digunakan
untuk melayani fungsi tersebut.

1.2.2 Hubungan antara PSTN dan PABX :


(1) DID System (Direct Dialling Inward)
Pada PABX yang mempunyai fasilitas DID, maka biasanya hanya digunakan
untuk Incoming Call saja, sedangkan untuk Outgoing Call masih menggunakan
hubungan Hunting System, alasan penggunaan ini menyangkut sistem charging di
sentral lokalnya. Pada DID system, PABX tersebut mempunyai Office Code tersendiri,
terpisah dari Office Code Hunting Systemnya.

(2) Hunting System


System ini dapat digunakan untuk melakukan Incoming Call ataupun
Outgoing Call.Pada system ini, pelanggan yang mempunyai banyak nomor telepon
(lebih dari satu), tetapi hanya terdapat satu nomor panggil saja yang biasanya
disebut call number (nomor panggilan).
(3) BRA System
Secara prinsip sistem ini sama dengan Hunting System, sedangkan
penggunaannya untuk melayani pelanggan ISDN.
(4) PRA system
Secara prinsip sistem ini sama dengan
penggunaannya untuk melayani pelanggan ISDN.

DID

system,

sedangkan

(5) TIE Line System


System ini digunakan untuk menggabungkan atau menyambungkan antar
PABX. PABX yang tersambung ke sentral lokal cukup satu saja, sedangkan PABX
yang lain disambungkan ke PABX pertama melalui Tie Line.
Dengan menggunakan PABX maka kita dapat menghemat pulsa telepon kita.
Banyak sekali fasilitas yang dapat digunakan pada PABX, antara lain :
Call transfer

Direct Inward Dialing


Speed Dialing
Voice mail
Call forwarding saat telepon tidak ada yang mengangkat
Call forwarding saat sibuk
Call waiting
Call conferencing
1.2.3 Teknik Pemrograman PABX
1. Pengaturan Nomor Telepon Ekstensi
Memungkinkan untuk menentukan 3 digit nomor telepon (100 sampai 199)
untuk setiap saluran telepon ekstensi.Tujuan untuk menentukan nomor saluran
telepon disesuaikan dengan nomor ruang atau gedung.
Cara memrogram pada PABX
1. Tekan tombol (02).
2. Jack NO ? akan tertampil.
3. Tekan tombol NEXT.
4. Tekan tombol NEXT atau masukkan nomor jack (01 sampai 32). Jack 01 :
EXT 101 akan tertampil dan 101 akan berkedip.
5. Masukkan nomor ekstensi yang baru, yaitu (100 sampai 199)
Bila nomor 150 dimasukkan, LCD akan menampilkan Jack 01 : EXT
150.
Untuk menghapus masukan yang salah , tekan tombol CLEAR.
6. Untuk menyimpan nomor baru tekan tombol STORE.
7. Untuk beralih ke nomor jack selanjutnya, tekan tombol NEXT.
Untuk kembali ke nomor jack sebelumnya, tekan tombol PREV.

Untuk beralih ke nomor jack yang diinginkan, tekan tombol SELECT


kemudian masukkan nomor jack yang akan dituju.
8. Ulangi langkah 4 dan 6 untuk memprogram nomor saluran ekstensi yang
lain.
9. Untuk kembali ke program awal, tekan tombol END, LCD akan

menampilkan program awal, SYS-PGM NO ?

Keterangan
Jika momor saluran yang baru tidak dapat disimpan artinya ada nomor
saluran yang sama dengan yang telah dimasukkan sebelumnya, yaitu jika
tombol STORE ditekan, bunyi beep 3 kali akan terdengar.

2. Membuat panggilan ke operator


Ada 2 saluran (ekstensi) yang dapat dipilih sebagai Operator. Untuk memanggil
operator dari pesawat telepon standar tekan tombol 00 untuk menghubungi operator 1,
dan 01 untuk menghubungi operator 2. CO Mode (Direct In Line) Assignment (51)
dapat dipakai untuk memprogram seluruh panggilan yang datang agar dapat dijawab
oleh operator.
Cara memrogram pada PABX
1. Tekan tombol (03) Operator NO ? akan tertampil
2. Tekan tombol NEXT OPT1 : Disable akan tertampil dan Disable akan
berkedip.
3. Masukkan nomor jack yang akan diatur sebagai operator nomor 1.

Jika dimasukkan (01), OPT 1: Jack 01 akan tertampil.

4. Tekan tombol STORE untuk menyimpan.


5. Ulangi langkah 2 sampai 4 untuk memprogram

nomor jack yang

diatur sebagai operator nomor 2.

3. Memutar dial dengan cepat (speed dialing)


Program ini dapat digunakan untuk menyimpan 100 nomor telepon dengan masingmasing nomor terdiri sampai 32 digit dengan pengkodean yang dapat diakses dari
setiap ekstensi.
Cara memrogram pada PABX
1. Tekan tombol (01)
2. Speed NO ? akan ditampilkan
3. Masukkan pilihan nomor kode (00 sampai 99) atau tekan tombol NEXT, untuk
menampilkan nomor kode akses yang telah disimpan sebelumnya.

Contoh :

Ketika dialing (00) atau menekan tombol NEXT.

LCD akan menunjukkan 00: Not Stored bila tidak ada nomor yang
sebelumnya yang telah disimpan pada kode akses "00.

Bila jalur akses keluar (CO) otomatis nomor 9 dan nomor telepon
1234567890 akan disimpan. Akan ditampilkan 00 : 91234567890

Untuk memasukkan nomor jalur keluar (CO) secara otomatis atau dengan

memasukkan nomor trunk group, ikuti penjelasan (keterangan berikut).

4. Call Hunting
Pengaturan Program ini memungkinkan untuk menghubungkan ke saluran yang sedang
tidak sibuk pada kelompok ekstensi yang telah diatur sebelumnya, walaupun nomor
telepon yang dihubungi sedang dipakai. Call Hunting diatur dengan mengelompokkan
beberapa ekstensi dalam satu grup.
Pengaturannya dengan pemrograman Extention Group Assignment (60)".
Cara Memprogram pada PABX
1. Dial (08); akan ditampilkan Group No?
2. Tekan tombol NEXT atau dial nomor grup saluran (1 sampai 8) Group 1:
Disable akan ditampilkan dan Disable akan berkedip-kedip
3. Tekan tombol SELECT untuk memilih antara "Disable dan Enable
4. Tekan tombol STORE;untuk menyimpan program dan LCD akan berhenti berkedip.
-

Untuk melanjutkan ke nomor grup saluran berikutnya, tekan tombol NEXT

Untuk kembali ke nomor grup saluran sebelumnya tekan tombol PREV

Untuk memilih nomor grup saluran, tekan tombol SELECT, kemudian dial nomor
grup yang dituju.

5. Ulangi langkah 3-5 untuk pengaturan program dari grup yang lain
6. Untuk kembali ke program utama tekan tombol END

Kondisi
Bila tombol * ditekan sebagai ganti tombol NEXT pada langkah 2, dalam hal ini seluruh
8 grup akan terprogram disable, Group *: Disable akan ditampilkan. Pada hal ini untuk
tiap seluruh group dapat, diprogram

Disable atau Enable. Dengan tampilan Group *: Mixed.


5. Pengaturan Kelompok Ekstensi (Extension Group Assignment)
Digunakan untuk mengatur banyaknya ekstensi dalam satu grup, dengan jumlah
grup maksimum 8, sehingga masing-masing grup dapat diakses untuk "Paging
Group", "Call Hunting" dan "Dial Call Pickup".
Pemrograman
1. Tekan tombol (60), akan tampil "Jack NO?"
2. Tekan NEXT, atau masukkan nomor jack (01 sampai 32), akan tampil "#01:
EXT GRP-1"
3. Masukkan nomor ekstensi grup (1 sampai 8).
4. Tekan STORE untuk menyimpan dan END untuk mengakhiri program.

6. Pengaturan Trunk Group


Digunakan untuk mengelompokkan saluran keluar (CO) dengan jumlah maksimum
kelompoknya sampai dengan 8 Grup.Sebagai contoh Trunk Group 1 terdiri atas CO1,
CO2 dan CO3 sedangkan Trunk Group 2 dapat terdiri atas CO4, CO5 dan seterusnya.
Pemrograman
1. Tekan tombol (44), akan tampil "CO NO?"
2. Tekan NEXT, akan tampil "CO 01: TRK GRP-1" dan "1" akan berkedip
3. Masukkan nomor Trunk Group (1 sampai 8)
4. Tekan STORE untuk menyimpan dan END untuk kembali ke program utama.

7. Executive Override
Digunakan untuk memungkinkan pemakai ekstensi dapat menyela
pembicaraan baik intercom (inside party) maupun outside party.
Cara memrogram pada PABX
1. Tekan tombol (67), akan tampil "Jack NO?"
2. Tekan NEXT, atau masukkan nomor jack (01 sampai 32), akan tampil "#01:
Disable" dan "Disable" akan berkedip.
3. Tekan tombol SELECT untuk memilih "Enable" atau "Disable"
4. Tekan STORE untuk menyimpan dan END untuk mengakhiri program

1.3 ALAT
Alat alat yang digunakan pada praktikum ini yakni :
(1) PABX PANASONIC KX-T123210 D

: 1 Buah

(2) Analog Proprietary Telephone KX - T7030

: 1 Buah

(3) Single Line Telephone (telepon standar)

: 3 Buah

(4) Kabel + konektor RJ11

: 4 Buah

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Prosedur percobaan
Pada prosedur pada praktikum ini terdiri :
2.1.1 Persiapan PABX
(1) Menyalakan PABX. 2. Lalu mengatur saklar PABX pada posisi PITS .

Gambar .posisi saklar di PABX


(2) Menghubungkan pesawat Proprietary Telephone (PT) ke saluran nomor 01 (Jack
no.1). Jika telah terhubung akan muncul tampilan SYS-PGM NO ?.
(3) Daftar nomor program dimulai dari 00 sampai dengan 99, masing-masing nomor
sesuai dengan maksud dan tujuan pemrograman, sesuai dengan penjelasan berikut
ini. Apabila telah selesai melakukan perubahan dengan menggunakan pemrograman
kembalikan saklar PABX (system program switch) pada posisi
SET .
(4) Untuk menyimpan setelah membuat perubahan program tekan tombol "STORE". 5.
Jika membuat kesalahan saat membuat program dan kembali ke posisi awal
program tekan tombol "END".
(5) Melakukan pemrograman seusuai dengan teknik teknik pemrograman pada
PABX. Mencatat setiap hasil percobaan pada subab hasil percobaan.

2.2 Hasil percobaan


(1) Pengaturan nomor telepon extensi
Dalam penentuan nomor telepon extensi disini, kami menentukan nomor
telpon dari jack nomor :
Tabel 1. Hasil pengaturan nomor extensi
Jack No

01

02

03

04

05

06

07

08

09

10

11

12

13

14

15

16

EXT No.
(Default)
EXT No.
(Change)

101

102

103

104

105

106

107

108

109

110

111

112

113

114

115

116

149

150

143

144 145

146 147

148

(2) Penentuan Operator


Pada penentuan operator, kami tentukan pada tabel 2.
Tabel 2. Hasil pengaturan operator
Pengaturan Jack No. Yang
Digunakan Untuk Operator
Operator 1

Operator 2

No. Extensi

JACK 03

153

JACK 06

154

(3) Speed dialing entry


Dalam memrogram speed dialing ini, kami tentukan tunjukkan pada
tabel 3. Tabel 3. Hasil pengaturan speed dialing
No. Speed

No. Extensi yang dituju

Jack No.

*00

145

07

*01

146

09

*02

147

10

*03

148

12

*04

149

14

(4) Pengaturan kelompok / group extensi


Pada pengaturan kelompok / group extensi ini kami tunjukkan pada tabel 4.
Default

Pengaturan program yang telah dikelompokkan

All
Jack
Numbet

Jack Number
01

02

03

04

05

06

07

08

09

EXT
GROUP 1
EXT
GROUP 2
EXT
GROUP 3
EXT
GROUP 4
EXT
GROUP 5
EXT
GROUP 6
EXT
GROUP 7
EXT
GROUP 8

10

11

12

13

14

15 16

(5) Executive Override


Pada pemrograman di fasilitas ini, kami menentukan jack yang dapat
menggunakan fasilitas ini yakni :
Pengaturan program yang telah dikelompokkan

Default
All Jack
Numbet

01

02

03

04

05

06

07

Enable

Disable

Jack Number

08

09

10

11

12

13

14

15

16

BAB III
KESIMPULAN

Dari praktikum ini dapat kami simpulkan bahwa Pabx memiliki berbagai macam
fasilitas yang diantara Executive override, Mengirim panggilan,mengalihkan panggilan,
menentukan operator dan nomor extensi serta speed dialing dan lain lainnya. Dalam
memrogram PABX perlu mencermati teknik memrogram sehingga dapat memudahkan
dalam memrogram serta mengetahui cara menggunakan fitur tersebut.

LAMPIRAN GAMBAR

Gambar 1
JACK 03/JACK 01

Gambar 2
Pesawat Telepon terhubung dengan
JACK 01 menggunakan kabel RJ 11

Gambar 3
JACK 07/JACK 06

Gambar 4

Pesawat Telepon terhubung


dengan JACK 06
menggunakan kabel RJ 11