Anda di halaman 1dari 2

1. Di sebuah ruang bersalin rumah tipe C, jam 21.00 datang seorang pasien Ny.

R, usia
29 tahun GII P1001 diantarkan keluarganya dengan keluhan kenceng-kenceng yang
semakin sering, keluar lendir darah dan keluar air kemaluannya. Setelah dilakukan
pemeriksaan oleh bidan jaga, ditemukan hasil pada pemeriksaan dalam (VT) :
lengkap, presentasi bokong, ketuban negatif, HIII+. TD 110/70 mmHg, Nadi
92x/menit, DJJ 142x/menit, His 4x40 TFU 28 cm, dari hasil USG TBJ 2160 gr.
a) Sebagai bidan jaga saat itu, dimana di RS tersebut dokter Sp.OG tidak standby 24
jam, apa yang harus Anda lakukan?
b) Pada waktu persalinan spontan bracht, ada 3 tahap/ fase yang harus dilalui dari
mulai lahirnya bokong s.d kepala. Sebutkan 3 tahap/ fase tersebut dan alasan dari
tiap tahap (misal, mengapa disebut fase lambat, apa yang dilakukan pada fase
tersebut) !
c) Ternyata, setelah dilakukan pimpinan persalinan spontan Bracht, bokong sudah
lahir namun macet pada waktu melahirkan bahu. Cara/ teknik apa saja yang bisa
dilakukan untuk melahirkan bahu dan lengan?
d) Setelah bokong dan bahu lahir, ternyata macet pada waktu melahirkan kepala
(after coming head), cara/ teknik apa saja yang bisa dilakukan untuk melahirkan
kepala?
Jawaban
a) Konsul/ lapor dg dokter SpOG dan Pimpin persalinan(nilai 10)
b) Ada 3 tahap/ fase dalam persalinan spontan bracth :(total nilai : 30)
- Fase lambat : lahirnya bokong s.d pusar.
Disebut fase lambat karena fase ini hanya untuk melahirkan bokong, bagian
janin yang tidak berbahaya.(nilai 10)
- Fase cepat : lahirnya pusar s.d mulut.
Disebut fase cepat karena pada fase ini kepala janin sudah mulai masuk pintu
atas panggul, sehingga ada kemungkinan tali pusat terjepit, sehingga fase ini
harus segera diselesaikan dan tali pusat harus segera dilonggarkan.(nilai 10)
- Fase lambat : lahirnya mulut s.d kepala.
Disebut fase lambat karena kepala keluar dari uterus (ruangan yang
bertekanan tinggi) ke dunia yang bertekanan rendah, sehingga harus
dilahirkan perlahan-lahan untuk menghindari terjadinya perdarahan
intrakranial. (nilai 10)
c) Cara/ teknik yang bisa dilakukan untuk melahirkan bahu dan lengan:
(nilai 30, menyebutkan paling tidak 3)
- Klasik (deventer) : melahirkan bahu belakang dulu, kemudian melahirkan
bahu depan
- Muller: melahirkan bahu depan dulu dengan ekstraksi, baru melahirkan bahu
belakang
- Lovset : memutar badan janin dalam setengah lingkaran bolak-balik, sambil
dilakukan traksi ke bawah sehingga bahu yang sebelumnya berada di
belakang akhirnya lahir didepan simphisis

- Bickenbach : kombinasi antara muller dan klasik


d) Cara/ teknik yang bisa dilakukan untuk melahirkan kepala :
(nilai 30, menyebutkan paling tidak 3)
- Mauriceau : tangan penolong dimasukkan ke jalan lahir. Jari tengah
dimasukkan ke dalam mulut, jari telunjuk dan jari keempat mencengkram
fossa canina. Sedangkan jari telunjuk dan ketiga tangan lain mencengkeram
leher. Badan anak diletakkan diatas lengan penolong seolah-olah
menunggang kuda.
- Prague terbalik : cara ini dipakai apabila oksiput dan ubun-ubun kecil
berada di belakang dekat sakrum dan muka menghadap simpisis.
- Cunam piper: menggunakan cunam piper untuk melahirkan kepala
- Najouks : dilakukan bila kepala masih tinggi