Anda di halaman 1dari 4

JARINGAN KOMPUTER

BGP & IPv6


1. Bagaimana cara kerja BGP ?
BGP (Border Gateway Protocol) memungkinkan kita menciptakan routing interdomain yang
bebas-loop di antara AS (Autonomous System). AS adalah kumpulan dari router yang berada di
bawah sebuah administrasi teknik.

BGP menggunakan TCP sebagai transport protokolnya. Dua router BGP membentuk koneksi TCP
di antara satu sama lainnya (peer router) dan bertukar pesan untuk membuka dan
mengonfirmasi parameter koneksi.

BGP router melakukan pertukaran informasi yang dapat dijangkau oleh jaringan. Informasi ini
sebagian besar merupakan sebuah petunjuk dari jalur lengkap (nomor AS BGP) yang harus
diambil oleh sebuah route untuk mencapai jaringan tujuan. Informasi ini juga membantu dalam
membangun grafik dari AS yang bebas-loop dan dimana kebijaksanaan routing dapat
diaplikasikan untuk menjalankan pembatasan dari routing behaviour.

Dua buah router manapun yang telah membentuk koneksi TCP untuk melakukan penukaran
informasi routing BGP disebut peers, atau tetangga. Pada awalnya BGP peers melakukan
penukaran penuh dari BGP routing tabelnya. Setelah melakukan penukaran ini, update secara
increment dikirim jika tabel routing berubah. BGP menyimpan nomor versi dari tabel BGP, yang
harus sama untuk seluruh BGP peers-nya. Nomor versi berubah setiap kali BGP meng-update
tabel bersama dengan perubahan informasi routing. Paket keepalive dikirim untuk memastikan
bahwa koneksi masih tetap hidup di antara BGP peers dan paket pemberitahuan dikirim sebagai
respon dari eror atau kondisi tertentu.

2. Broadcast routing
Broadcast routing berarti satu sumber mengirim paket ke semua host di dalam jaringan maupun
jaringan lain yang terhubung langsung maupun tidak langsung. Pada broadcast penerima tidak
terbatas ke suatu sistem, tetapi merupakan semua sistem yang ada sehingga tidak dibutuhkan
untuk menspesifikasi apapun. Hal yang perlu dilakukan hanyalah memberi perintah untuk
melakukan broadcast dan paket akan dikirim ke seluruh jaringan meskipun tetap hanya ada satu
alamat broadcast sebagai alamat tujuan.

Multicast routing
Sebuah paket dalam multicast routing mungkin memiliki tujuan yang lebih dari satu. Pengiriman
paket dalam multicast routing terjadi dari satu pengirim ke banyak (tetapi tidak semua) host
lainnya. Ini berarti mengirim ke M host pada jaringan dengan N-host (M<N). Abstraksi dari
multicast routing adalah pengiriman satu paket dari satu pengirim ke banyak penerima dengan
sebuah operasi pengiriman tunggal. Abstraksi dari multicast ini dapat diimplementasikan
dengan beberapa cara:
a. One-to-all unicast
Salah satu kemungkinan adalah pengirim menggunakan koneksi transport unicast –protokol
dengan melibatkan hanya satu pengirim dan satu penerima- ke setiap penerima yang ada.
Sebuah data unit pada level aplikasi dilewatkan ke layer transport pengirim lalu diduplikasi
pada pengirim dan ditransmisikan ke seluruh koneksi individu. Pendekatan ini
mengimplementasikan satu pengirim ke banyak penerima dari abstraksi multicast
menggunakan unicast layer network, tidak membutuhkan dukungan multicast secara
eksplisit pada layer networknya untuk mengimplementasikan abstraksi multicast.
b. Application-level multicast
Kemungkinan kedua dapat menggunakan transmisi unicast yang melibatkan penerima
dalam replikasi dan meneruskan data. Pengirim akan mentransmisikan sebuah kopi ke
beberapa penerima dalam jumlah yang lebih kecil, lalu penerima tersebut yang akan
menduplikat dan meneruskan kopian ini ke penerima lainnya, dan melakukan hal yang sama
kembali.
c. Explicit multicast
Kemungkinan ketiga adalah dengan menyediakan dukungan multicast secara eksplisit pada
layer network. Pada pendekatan ini, sebuah datagram tunggal ditransmisikan dari host
pengirim. Datagram ini (atau kopi dari datagram ini) lalu direplikasi pada sebuah router
network kapanpun datagram tersebut harus diteruskan ke beberapa jalur link sekaligus
untuk mencapai penerima.

3. Motivation of IPv6
Dulu sistem network routing menggunakan Internet Protocol Version 4 (IPv4). Alamat pada IPv4
terdiri atas 4 byte dan biasanya ditulis dalam bentuk yang terdiri atas angka dan titik, contohnya
167.205.35.89 . Hingga pada akhirnya, alamat IPv4 akan habis karena telah digunakan oleh
miliaran komputer yang ada di dunia. Selain itu, disaat masih terdapat sedikit komputer dan
semua orang masih berpikir bahwa miliar adalah angka yang sangat besar -dan pengguna
internet belum tentu akan mencapai angka tersebut-, beberapa organisasi besar dengan
bermurah hati mengalokasikan jutaan dari alamat IP untuk penggunaan pribadi mereka. Contoh
perusahaan-perusahaan tersebut adalah Xerox, MIT, Ford, HP, IBM, GE, AT&T, dan Apple. Inilah
yang menyebabkan lahirnya IPv6.

4. Do fragmentation allowed in IPv6 ?


Setiap teknologi lower-layer yang digunakan dalam transport datagram IPv6 memiliki batasan
mengenai ukuran paket. Ini disebut MTU (Maximum Transmission Unit). Jika datagram IPv6
lebih panjang dari MTU, maka data harus dibagi dan dimasukkan ke dalam kumpulan datagram
IPv6 yang berukuran lebih kecil, inilah yang disebut fragment. Fragmen-fragmen ini lalu dikirim
masing-masing dan dirakit kembali oleh penerima sehingga menjadi datagram yang utuh. Inilah
yang disebut dengan fragmentation.

Setiap fragmen merupakan datagram IPv6 yang membawa bagian dari data yang asli. Fragmen
dilengkapi dengan header tambahan yang mengandung tiga field data yang penting, yaitu :
a. Identifikasi yang unik untuk setiap datagram yang asli. Ini digunakan untuk mendeteksi
fragmen dari datagram yang sama yang akan memiliki nilai identifikasi yang sama.
b. Offset merupakan posisi dari data yang dibawa oleh fragmen dalam datagram yang asli
c. Penanda fragmen lain yang memberitahukan apakah fragmen ini merupakan fragmen
terakhir atau masih ada fragmen lain setelahnya.

Node penerima mengoleksi fragmen dan menggunakan nilai identifikasi untuk mengelompokkan
fragmen. Offset digunakan untuk mengatur fragmen ke dalam urutan yang sesuai. Disaat bagian
data telah lengkap dan tidak ada fragmen yang tertinggal, datagram yang asli dapat
direkonstruksi. Keuntungan dari fragmentasi adalah bahwa dapat dilakukan pengiriman dari
datagram yang berukuran lebih besar dari kapasitas teknologi lower-layer yang ada. Di sisi lain,
ini dapat menurunkan kepercayaan terhadap koneksi datagram karena jika sebuah fragmen
hilang, maka keseluruhan datagram menjadi rusak.

IPv6 memungkinkan adanya fragmentasi, tetapi hal-hal di atas menyebabkan terkadang


fragmentasi tidak diinginkan. IPv6 akhirnya mencoba meminimalkan fragmentasi dengan syarat
dan ketentuan sebagai berikut :
a. MTU minimal yang diperbolehkan dalam supporting link IPv6 adalah 1280 Byte
(direkomendasikan 1500 Bytes). Ini menurunkan kebutuhan untuk fragmentasi.
b. Hanya pengirim yang diperbolehkan untuk memfragmen sebuah datagram. Jika sebuah
node di tengah akan meneruskan datagram melewati jalur dengan MTU yang tidak
mencukupi, maka datagram harus ditinggalkan dan mengirim pesan ICMP ke pengirim untuk
memberitahukan tentang datagram yang ditinggalkan dan MTU yang tidak mencukupi
tersebut.
c. Setiap node harus mengamati jalur MTU untuk semua alamat yang bertujuan untuk
menjaga komunikasi seefisien mungkin.

5. IPv6 syntax and convention from IPv4 to IPv6 sytax


Alamat pada IPv4 terdiri atas 4 byte dan biasanya ditulis dalam bentuk yang terdiri atas angka
dan titik, contohnya 167.205.35.89 .
Alamat IPv6 memiliki panjang 128 bit atau 16 byte. Alamat ditulis dengan menggunakan 32 digit
heksadesimal. Digit tersebut diatur ke dalam 8 kelompok yang terdiri dari 4 untuk meningkatkan
keterbacaan. Kelompok dipisahkan menggunakan titik dua. Contohnya
2001:0db8:c9d2:aee5:73e3:934a:a5ae:9551.
Seringkali terdapat alamat IP dengan banyak angka nol di dalamnya, ini dapat dikompres di
antara dua titik dua, dan nol di awal untuk setiap pasangan byte juga dapat tidak dituliskan.
Sebagai contoh, setiap pasang alamat IP di bawah ini ekivalen :
2001:0db8:c9d2:0012:0000:0000:0000:0051
2001:db8:c9d2:12::51

2001:0db8:ab00:0000:0000:0000:0000:0000
2001:db8:ab00::

0000:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0001
::1

Terdapat kesesuaian dalam mode IPv4 untuk alamat IPv6. Contohnya, untuk merepresentasikan
alamat IPv4 192.0.2.33 ke dalam alamat IPv6 adalah “::ffff:192.0.2.33”.

6. IPv6 subnetting
Semua alamat IP dialokasikan di blok besar dalam registrasi regional. Registrasi ini lalu
mengalokasikan alamat ke ISP, ISP ke pelanggan dan seterusnya. Registrasi akan mengalokasi
/32 ke ISP dan ISP akan mengalokasi /48 ke pelanggan. IPv6 ekivalen dengan subnet IPv6 /24
adalah /64 yang merupakan jumlah ruang yang harus network segmen pelanggan pecahkan.

IPv6 subnet berdasarkan keberadaan “:” yang merupakan pemisah. Hal yang perlu dilakukan
hanyalan menambahkan angkanya. Sebagai contoh IPv6 2637:f238 /32 yang berarti subnetnya
adalah :
2607:f238:0000 /48
2607:f238:0001 /48
2607:f238:0002 /48
dan seterusnya. Penomoran pada IPv6 terdiri dari angka 0-9 dan huruf a-f sehingga :
2607:f238:0008 /48
2607:f238:0009 /48
2607:f238:000a /48
2607:f238:000b /48

Sumber :
[1] http://www.ccierack.com/bgp%20case%20studies.pdf
[2] http://www.cs.utexas.edu/~yzhang/teaching/cs386m-f8/Readings/mcast.pdf
[3] http://beej.us/guide/bgnet/
[4] http://www.networkdictionary.com/Networking/Fragmentation-IPv6.php
[5] http://www.clarksys.com/blog/2009/03/12/howto-subnet-ipv6/