Anda di halaman 1dari 4

RIFFA RUFAIDA / 13507007

Multimedia Operating System

Apa itu multimedia ?

Multimedia data meliputi klip audio, klip video, serta pelemparan live dari web. Multimedia
data dapat diteruskan ke personal komputer desktop maupun alat yang dapat dimuat pada
genggaman tangan.

Data multimedia disimpan di dalam sistem file sama seperti data lainnya, tetapi sebuah
data multimedia harus diakses dengan syarat rentang waktu yang spesifik. Sebagai contoh,
sebuah video harus ditayangkan dengan kecepatan 20-30 frame perdetik. Data multimedia
video harus ditayangkan dengan jaminan kecepatan 24-30 frame perdetik. Sebuah data
media data kontinu adalah data yang memiliki syarat rate yang spesifik.

Streaming

Streaming adalah pengiriman file multimedia dari server ke klien –biasanya terjadi melalui
koneksi jaringan-. Terdapat dua tipe berbeda dari streaming :

a. Unduh progresif (Progressive download)

Klien mulai memutar file multimedia seiring dengan penerimaannya. File akhirny
disimpan pada komputer klien.

b. Streaming real-time

File multimedia dikirimkan tetapi tidak disimpan pada komputer klien.

Real-time streaming

Terdapat dua tipe dari real-time streaming :

1. Live streaming : digunakan untuk menayangkan kejadian yang sedang berlangsung


secara live

2. On-demand streaming : digunakan untuk mengirimkan stream media seperti film,


arsip kuliah dan sebagainya. Kejadian tidak dikirimkan secara real-time.

Karakteristik multimedia system

File multimedia dapat berukuran sangat besar. Media data kontinu dapat memiliki rate
kecepatan yang sangat tinggi. Aplikasi multimedia sensitif terhadap penundaan waktu saat
file media diputar.

Kompresi

Karena ukuran dan ketentuan dari rate sistem multimedia, file multimedia biasanya
dikompresi ke dalam bentuk yang lebih kecil.
RIFFA RUFAIDA / 13507007

Kompresi MPEG :

1. MPEG-1 – 352 X 240 @ 30 frame perdetik

2. MPEG-2 – digunakan pada kompresi DVD dan HDTV

3. MPEG-4 – digunakan pada transmisi audio, video, dan grafis. Dapat diantarkan
melalui koneksi yang sangat lambat (56 Kbps).

Isu OS

OS harus menjamin nilai rate data yang spesifik dan ketentuan pengaturan waktu dari
media kontinu. Ketentuan seperti itu disebut jaminan QoS (Quality-of-Service).

Jaminan QoS

Penjaminan dari QoS memiliki efek sebagai berikut di dalam sistem komputer :

1. CPU processing

2. Penjadwalan

3. Sistem file

4. Protokol jaringan

Syarat dari Sistem Operasi Multimedia

Terdapat tiga level dari QoS :

1. Best-effort service

Sistem melakukan upaya terbaik tanpa jaminan QoS

2. Soft QoS

Sistem memungkinkan traffic stream yang berbeda untuk diprioritaskan, tetapi tidak
terdapat jaminan QoS

3. Hard QoS

Ketentuan QoS telah terjamin

Parameter yang mendefinisikan QoS

a. Throughput

Jumlah total kerja yang diselesaikan dalam suatu selang waktu

b. Delay

Waktu dari saat sebuah permintaan di-submit hingga hasil yang diinginkan muncul
RIFFA RUFAIDA / 13507007

c. Jitter

Delay yang muncul saat stream diputar ulang

d. Reliability

Bagaimana kesalahan (error) ditangani saat transmisi dan pemrosesan dari media
kontinu

Isu QoS

QoS dapat dinegosiasikan di antara server dan klien. Sistem operasi biasanya menggunakan
algoritma admisi kontrol yang menerima sebuah permintaan dari servis hanya jika server
memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi permintaan tersebut.

Penjadwalan CPU

Sistem multimedia membutuhkan penjadwalan hard realtime untuk memastikan tugas-


tugas yang kritikal akan diselesaikan memenuhi batas waktu. Kebanyakan algoritma
penjadwalan CPU hard realtime menetapkan prioritas statik kepada proses realtime.

Penjadwalan Disk

Algoritma penjadwalan disk harus dioptimalkan agar memenuhi batas watu dan ketentuan
rate dari media kontinu. Penjadwalan misalnya EDF (Earliest-Deadline-First) atau SCAN-
EDF.

Penjadwal EDF menggunakan antrian untuk memesan permintaan dengan mengacu pada
batas waktu permintaan tersebut harus telah selesai. SCAN-EDF sama dengan EDF kecuali
pada bagian bahwa permintaan dengan batas waktu yang sama akan diurut berdasarkan
ketentuan SCAN.

Sistem Operasi Multimedia

Sistem operasi multimedia mendukung berbagai macam tipe aplikasi. Multimedia aplikasi
seperti streaming audio, video, maupun permainan, dan aplikasi tradisional seperti editor,
compiler, web server dan sebagainya. Sistem ini mampu melaksanakan aplikasi dengan
berbagai macam karakteristik dan ketentuan dengan baik. Pada satu sisi, sistem operasi
tradisional memiliki tujuan untuk memaksimalkan kegunaan dan throughput sistem, dan
tidak membedakan antara berbagai variasi kelas aplikasi. Sedangkan di sisi lainnya, sistem
operasi multimedia memiliki ketentuan aplikasi. Pada aplikasi soft real-time, harus ada
jaminan statistik, misalnya pada streaming media, dan permainan virtual.

Ketentuan pada desain sistem operasi

Adil, alokasi sumber daya yang proporsional. Sistem harus membagi sumber daya
berdasarkan pada persyaratan aplikasi.

Isolasi aplikasi. Ini akan mencegah aplikasi yang membuat kesalahan ataupun memuat
berlebih mempengaruhi aplikasi lainnya.
RIFFA RUFAIDA / 13507007

Diferensiasi servis. Kebijaksanaan penjadwalan sesuai dengan kelas aplikasi.

Penjadwalan processor

Kelas aplikasi yang berbeda-beda akan memiliki algoritma penjadwalan yang berbeda-beda.
Untuk diferensiasi proses diperlukan framework penjadwalan. Solusinya adalah partisi
hierarki dari bandwidth CPU.

Penjadwalan CPU hierarchical

Partisi hierarki dispesifikasikan sebagai pohon. Simpul merupakan agregasi dari thread dan
dijadwalkan oleh aplikasi penjadwal yang spesifik. Node di tengah merupakan agregasu dari
kelas aplikasi dan dijadwalkan dengan algoritma yang mengimplementasikan partisi
hierarki.Penjadwal CPU hierarchical harus efisien dan menyediakan throughput dan jaminan
delay.

Sistem operasi multimedia mampu menangani data multimedia dan juga pemrosesan data
multimedia. Aplikasi multimedia menuntut pemrosesan data audio dan video yang bebas
eror. Media dara kontinu ini memiliki sumber asal seperti mikrofon, kamera, dan file. Dari
sumber-sumber ini data ditransfer ke tujuan seperti speaker, jendela video, dan file yang
berlokasi pada komputer yang sama atau stasiun yang jauh. Pada perjalanannya dari
sumber ke tujuan, data dijital diproses -misalnya dipindahkan, dikopi, atau dikirim-. Oleh
karena itu pada proses pengolahan manipulasi data selalu terdapat banyak sumber daya
yang berada di bawah kontrol sistem operasi. Manajemen sumber daya dan penjadwalah
harus dilakukan berdasarkan kepada tuntutan real-time dari aplikasi multimedia.

Kasus contoh sistem operasi multimedia : Qlinux

Qlinux prinsip desain :

• Mendukung servis multiple kelas

• Alokasi sumber daya yang bisa diprediksi

• Diferensiasi servis

• Penghitungan yang cermat dari penggunaan sumber daya

Daftar pustaka :

[1] http://lass.cs.umass.edu/~shenoy/courses/spring05/lectures/Lec26.pdf

[2] http://web.cs.wpi.edu/~claypool/courses/502-Su03/slides/SCG+00.pdf

[3] http://codex.cs.yale.edu/avi/os-book/os7/slide-dir/ch20.pdf