Anda di halaman 1dari 102

HIDROGEN

Hidrogen (bahasa Latin: hydrogenium, dari bahasa Yunani: hydro: air, genes: membentuk)
adalah unsur kimia pada tabel periodik yang memiliki simbol H dan nomor atom 1. Pada suhu
dan tekanan standar, hidrogen tidak berwarna, tidak berbau, bersifat non-logam, bervalensi
tunggal, dan merupakan gas diatomik yang sangat mudah terbakar. Dengan massa atom 1,00794
amu, hidrogen adalah unsur teringan di dunia.

Hidrogen juga adalah unsur paling melimpah dengan persentase kira-kira 75% dari total massa
unsur alam semesta.[1] Kebanyakan bintang dibentuk oleh hidrogen dalam keadaan plasma.
Senyawa hidrogen relatif langka dan jarang dijumpai secara alami di bumi, dan biasanya
dihasilkan secara industri dari berbagai senyawa hidrokarbon seperti metana. Hidrogen juga
dapat dihasilkan dari air melalui proses elektrolisis, namun proses ini secara komersial lebih
mahal daripada produksi hidrogen dari gas alam.[2]

Isotop hidrogen yang paling banyak dijumpai di alam adalah protium, yang inti atomnya hanya
mempunyai proton tunggal dan tanpa neutron. Senyawa ionik hidrogen dapat bermuatan positif
(kation) ataupun negatif (anion). Hidrogen dapat membentuk senyawa dengan kebanyakan unsur
dan dapat dijumpai dalam air dan senyawa-senyawa organik. Hidrogen sangat penting dalam
reaksi asam basa yang mana banyak reaksi ini melibatkan pertukaran proton antar molekul
terlarut. Oleh karena hidrogen merupakan satu-satunya atom netral yang persamaan
Schrödingernya dapat diselesaikan secara analitik, kajian pada energetika dan ikatan atom
hidrogen memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan mekanika kuantum.

Sifat kimia
Kelarutan dan karakteristik hidrogen dengan berbagai macam logam merupakan subyek yang
sangat penting dalam bidang metalurgi (karena perapuhan hidrogen dapat terjadi pada
kebanyakan logam [3]) dan dalam riset pengembangan cara yang aman untuk meyimpan hidrogen
sebagai bahan bakar.[4] Hidrogen sangatlah larut dalam berbagai senyawa yang terdiri dari logam
tanah nadir dan logam transisi[5] dan dapat dilarutkan dalam logam kristal maupun logam amorf.
[6]
Kelarutan hidrogen dalam logam disebabkan oleh distorsi setempat ataupun ketidakmurnian
dalam kekisi hablur logam.[7]

Pembakaran

Hidrogen sangatlah mudah terbakar di udara bebas. Peristiwa meledaknya pesawat Hindenburg
pada tanggal 6 Mei 1937.
Gas hidrogen sangat mudah terbakar dan akan terbakar pada konsentrasi serendah 4% H2 di
udara bebas.[8] Entalpi pembakaran hidrogen adalah -286 kJ/mol[9]. Hidrogen terbakar menurut
persamaan kimia:

2 H2(g) + O2(g) → 2 H2O(l) + 572 kJ (286 kJ/mol)[10]

Ketika dicampur dengan oksigen dalam berbagai perbandingan, hidrogen meledak seketika
disulut dengan api dan akan meledak sendiri pada temperatur 560 °C.[11] Lidah api hasil
pembakaran hidrogen-oksigen murni memancarkan gelombang ultraviolet dan hampir tidak
terlihat dengan mata telanjang. Oleh karena itu, sangatlah sulit mendeteksi terjadinya kebocoran
hidrogen secara visual. Kasus meledaknya pesawat Hindenburg adalah salah satu contoh terkenal
dari pembakaran hidrogen.[12] Karakteristik lainnya dari api hidrogen adalah nyala api cenderung
menghilang dengan cepat di udara, sehingga kerusakan akibat ledakan hidrogen lebih ringan dari
ledakan hidrokarbon. Dalam kasus kecelakaan Hidenburg, dua pertiga dari penumpang pesawat
selamat dan kebanyakan kasus meninggal disebabkan oleh terbakarnya bahan bakar diesel yang
bocor.[13]

H2 bereaksi secara langsung dengan unsur-unsur oksidator lainnya. Ia bereaksi dengan spontan
dan hebat pada suhu kamar dengan klorin dan fluorin, menghasilkan hidrogen halida berupa
hidrogen klorida dan hidrogen fluorida.[14]

Aras tenaga elektron

Gambaran atom hidrogen yang menampakkan diameter atom dua kali lebih besar dari jari-jari
model Bohr(citra tidak berskala).

Aras tenaga keadaan dasar elektron pada atom hidrogen adalah −13.6 eV, yang ekuivalen dengan
foton ultraviolet kira-kira 92 nm.[15]

Aras tenaga hidrogen dapat dihitung dengan cukup akurat menggunakan model atom Bohr yang
menggambarkan elektron beredar mengelilingi proton dengan analogi Bumi beredar mengelilingi
matahari. Oleh karena diskretisasi momentum sudut yang dipostulatkan pada awal mekanika
kuantum oleh Bohr, elektron pada model Bohr hanya dapat menempati jarak-jarak tertentu saja
dari proton dan oleh karena itu hanya beberapa energi tertentu saja yang diperbolehkan.[16]

Deskripsi atom hidrogen yang lebih akurat didapatkan dengan perlakuan mekanika kuantum
murni menggunakan persamaan Schrödinger atau dengan perumusan integral lintasan Feyman
untuk menghitung rapat kementakan elektron di sekitar proton.[17]

Bentuk-bentuk molekul unsur


Jejak pertama yang terlihat pada hidrogen cair di dalam bilik gelembung di Bevatron

Terdapat dua jenis molekul diatomik hidrogen yang berbeda berdasarkan spin relatif inti.[18]
Dalam bentuk ortohidrogen, spin dari dua proton adalah paralel dan dalam keadaan triplet; dalam
bentuk parahidrogen, spin-nya adalah antiparalel dan dalam keadaan singlet. Pada keadaan
standar, gas hidrogen terdiri dari 25% bentuk para dan 75% bentuk orto, juga dikenal dengan
sebutan "bentuk normal".[19] Rasio kesetimbangan antara ortohidrogen dan parahidrogen
tergantung pada termperatur. Namun oleh karena bentuk orto dalam keadaan tereksitasi, bentuk
ini tidaklah stabil dan tidak bisa dimurnikan. Pada suhu yang sangat rendah, hampir semua
hidrogen yang ada adalah dalam bentuk parahidrogen. Sifat fisik dari parahidrogen murni
berbeda sedikit dengan "bentuk normal".[20] Perbedaan orto/para juga terdapat pada molekul yang
terdiri dari atom hidrogen seperti air dan metilena.[21]

Antar bahan yang tidak dikatalis antara H2 para dan orto meningkat seiring dengan meningkatnya
temperatur; oleh karenanya H2 yang diembunkan dengan cepat mengandung banyak hidrogen
dalam bentuk orto yang akan berubah menjadi bentuk para dengan sangat lambat.[22] Nisbah
orto/para pada H2 yang diembunkan adalah faktor yang perlu diperhitungkan dalam persiapan
dan penyimpanan hidrogen cair: antarubahan dari bentuk orto ke para adalah eksotermik dan
dapat menghasilan bahang yang cukup untuk menguapkan hidrogen cair tersebut dan
menyebabkan berkurangnya komponen cair. Katalis untuk antarubahan orto-para, seperti
misalnya senyawa besi, sering digunakan selama pendinginan hidrogen.[23]

Sebuah bentuk molekul yang disebut molekul hidrogen terprotonasi, atau H3+, ditemukan pada
medium antarbintang (Interstellar medium) (ISM), dimana ia dihasilkan dengan ionisasi molekul
hidrogen dari sinar kosmos. Molekul ini juga dapat dipantau di bagian atas atmosfer planet
Yupiter. Molekul ini relatif cukup stabil pada lingkungan luar angkasa oleh karena suhu dan
rapatan yang rendah. H3+ adalah salah satu dari ion yang paling melimpah di alam semesta ini,
dan memainkan peran penting dalam proses kimia medium antarbintang.[24]

Bentuk monoatomik

Atom H, juga disebut hidrogen nasen atau hidrogen atomik, diklaim eksis secara fana namun
cukup lama untuk menimbulkan reaksi kimia. Menurut klaim itu, hidrogen nasen dihasilkan
secara in situ, biasanya reaksi antara seng dengan asam, atau dengan elektrolisis pada katoda.
Sebagai molekul monoatomik, atom H sangat reaktif dan oleh karena itu adalah reduktor yang
lebih kuat dari H2 diatomik, namun pertanyaan kuncinya terletak pada keberadaan atom H itu
sendiri. Konsep ini lebih populer di bidang teknik dan di literatur-literatur lama.
Hidrogen nasen diklaim mereduksi nitrit menjadi ammonia atau arsenik menjadi arsina bahkan
dalam keadaan lunak. Penelitian yang lebih mendetil menunjukkan lintasan alternatif lainnya dan
bukanlah atom H.

Atom hidrogen dapat dihasilkan pada temperatur yang cukup tinggi (>2000 K) agar molekul H2
dapat berdisosiasi. Selain itu, radiasi elektromagentik di atas 11 eV juga dapat diserap H2 dan
menyebabkan disosiasi.

Kadang kala, hidrogen yang terserap secara kimiawi pada permukaan logam juga dirujuk sebagai
hidrogen nasen, walaupun terminologi ini sudah mulai ditinggalkan. Pandangan lainnya
mengatakan bahwa hidrogen yang terserap secara kimiawi itu "kurang reaktif" dari hidrogen
nasen disebabkan oleh ikatan yang dihasilkan oleh permukaan katalis logam tersebut.

Senyawa-senyawa

Senyawa kovalen dan senyawa organik

Walaupun H2 tidaklah begitu reaktif dalam keadaan standar, ia masih dapat membentuk senyawa
dengan kebanyakan unsur. Jutaan jenis hidrokarbon telah diketahui, namun itu semua tidaklah
dihasilkan secara langsung dari hidrogen dan karbon. Hidrogen dapat membentuk senyawa
dengan unsur yang lebih elektronegatif seperti halogen (F, Cl, Br, I); dalam senyawa ini hidrogen
memiliki muatan parsial positif.[25] Ketika berikatan dengan fluor, oksigen ataupun nitrogen,
hidrogen dapat berpartisipasi dalam bentuk ikatan non-kovalen yang kuat, yang disebut dengan
ikatan hidrogen yang sangat penting untuk menjaga kestabilan kebanyakan molekul biologi.[26][27]
Hidrogen juga membentuk senyawa dengan unsur yang kurang elektronegatif seperti logam dan
metaloid, yang mana hidrogen memiliki muatan parsial negatif. Senyawa ini dikenal dengan
nama hidrida.[28]

Hidrogen membentuk senyawa yang sangat banyak dengan karbon. Oleh karena asosiasi
senyawa itu dengan kebanyakan zat hidup, senyawa ini disebut sebagai senyawa organik[29].
Studi sifat-sifat senyawa tersebut disebut kimia organik[30] dan studi dalam konteks kehidupan
organisme dinamakan biokimia.[31] Pada beberapa definisi, senyawa "organik" hanya
memerlukan atom karbon untuk disebut sebagai organik. Namun kebanyakan senyawa organik
mengandung atom hidrogen. Dan oleh karena ikatan ikatan hidrogen-karbon inilah yang
memberikan karakteristik sifat-sifat hidrokarbon, ikatan hidrogen-karbon diperlukan untuk
beberapa definisi dari kata "organik" di kimia.[29]

Dalam kimia anorganik, hidrida dapat berperan sebagai ligan penghubung yang menghubungkan
dua pusat logam dalam kompleks berkoordinasi. Fungsi ini umum ditemukan pada unsur
golongan 13, terutama pada kompleks borana (hidrida boron) dan aluminium serta karborana
yang bergerombol.[32]

Hidrida

Senyawa hidrogen sering disebut sebagai hidrida, sebuah istilah yang tidak mengikat. Oleh
kimiawan, istilah "hidrida" biasanya memiliki arti atom H yang mendapat sifat anion, ditandai
dengan H−. Keberadaan anion hidrida, dikemukakan oleh Gilbert N. Lewis pada tahun 1916
untuk gologngan I dan II hidrida garam, didemonstrasikan oleh Moers pada tahun 1920 dengan
melakukan elektrolisis litium hidrida cair (LiH) yang menghasilkan sejumlah hidrogen pada
anoda.[33] Untuk hidrida selain logam golongan I dan II, istilah ini sering kali membuat
kesalahpahaman oleh karena elektronegativitas hidrogen yang rendah. Pengecualian adalah
hidrida golongan II BeH2 yang polimerik. Walaupun hidrida dapat dibentuk dengan hampir
semua golongan unsur, jumlah dan kombinasi dari senyawa bervariasi, sebagai contoh terdapat
lebih dari 100 hidrida borana biner yang diketahui, namun cuma satu hidrida aluminium biner
yang diketahui.[34] Hidrida indium biner sampai sekarang belum diketahui, walaupun sejumlah
komplek yang lebih besar eksis.[35]
Proton dan asam

Oksidasi H2 secara formal menghasilkan proton H+. Spesies ini merupakan topik utama dari
pembahasan asam, walaupun istilah proton digunakan secara longgar untuk merujuk pada
hidrogen kationik yang positif dan ditandai dengan H+. Proton H+ tidak dapat ditemukan berdiri
sendiri dalam laurtan karena ia memiliki kecenderungan mengikat pada atom atau molekul yang
memiliki elektron. Untuk menghindari kesalahpahaman akan "proton terlarut" dalam larutan,
larutan asam sering dianggap memiliki ion hidronium (H3O+) yang bergerombol membentuk
H9O4+.[36] Ion oksonium juga ditemukan ketika air berada dalam pelarut lain.[37]

Walaupun sangat langka di bumi, salah satu ion yang paling melimpah dalam alam semesta ini
adalah H3+, dikenal sebagai molekul hidrogen terprotonasi ataupun kation hidrogen triatomik.[38]

Isotop

Protium, isotop hidrogen yang paling umum dijumpai, memiliki satu proton dan satu elektron.
Keunikan isotop ini adalah ia tidak mempunya neutron (lihat pula diproton untuk pembahasan
mengenai mengapa isotop tanpa neutron yang lain tidak eksis.

Hidrogen memiliki tiga isotop alami, ditandai dengan 1H, 2H, dan 3H. Isotop lainnya yang tidak
stabil (4H to 7H) juga telah disintesiskan di laboratorium namun tidak pernah dijumpai secara
alami.[39][40]
1
• H adalah isotop hidrogen yang paling melimpah, memiliki persentase 99.98% dari
jumlah atom hidrogen. Oleh karena inti atom isotop ini hanya memiliki proton tunggal, ia
diberikan nama yang deskriptif sebagai protium, namun nama ini jarang sekali
digunakan.[41]
2
• H, isotop hidrogen lainnya yang stabil, juga dikenal sebagai deuterium dan mengandung
satu proton dan satu neutron pada intinya. Deuterium tidak bersifat radioaktif, dan tidak
memberikan bahaya keracunan yang signifikan. Air yang atom hidrogennya merupakan
isotop deuterium dinamakan air berat. Deuterium dan senyawanya digunakan sebagai
penanda non-radioaktif pada percobaan kimia dan untuk pelarut 1H-spektroskopi NMR.
[42]
Air berat digunakan sebagai moderator neutron dan pendingin pada reaktor nuklir.
Deuterium juga berpotensi sebagai bahan bakar fusi nuklir komersial.[43]
3
• H dikenal dengan nama tritium dan mengandung satu proton dan dua neutron pada
intinya. Ia memiliki sifat radioaktif, dan mereras menjadi Helium-3 melalui pererasan
beta dengan umur paruh 12,32 tahun.[32] Sejumlah kecil tritium dapat dijumpai di alam
oleh karena interaksi sinar kosmos dengan atmosfer bumi; tritium juga dilepaskan selama
uji coba nuklir.[44] Ia juga digunakan dalam reaksi fusi nuklir,[45] sebagai penanda dalam
geokimia isotop,[46] dan terspesialisasi pada peralatan self-powered lighting.[47] Tritium
juga digunakan dalam penandaan percobaan kimia dan biologi sebagai radiolabel.[48]

Hidrogen adalah satu-satunya unsur yang memiliki tiga nama berbeda untuk isotopnya. (Dalam
awal perkembangan keradioaktivitasan, beberapa isotop radioaktif berat diberikan nama, namun
nama-nama tersebut tidak lagi digunakan). Simbol D dan T kadang-kadang digunakan untuk
merujuk pada deuterium dan tritium, namun simbol P telah digunakan untuk merujuk pada
fosfor, sehingga tidak digunakan untuk merujuk pada protium.[49] Dalam tatanama IUPAC,
International Union of Pure and Applied Chemistry mengijinkan penggunaan D, T, 2H, dan 3H
walaupun 2H dan 3H lebih dianjurkan.[50]

Keberadaan alami

NGC 604, sebuah daerah yang terdiri dari hidrogen yang terionisasi di Galaksi Triangulum

Hidrogen adalah unsur yang paling melimpah di alam semesta ini dengan persentase 75% dari
barion berdasarkan massa dan lebih dari 90% berdasarkan jumlah atom.[51] Unsur ini ditemukan
dalam kelimpahan yang besar di bintang-bintang dan planet-planet gas raksasa. Awan molekul
dari H2 diasosiasikan dengan pembentukan bintang. Hidrogen memainkan peran penting dalam
pemberian energi bintang melalui reaksi proton-proton dan fusi nuklir daur CNO.[52]

Di seluruh alam semesta ini, hidrogen kebanyakan ditemukan dalam keadaan atomik dan plasma
yang sifatnya berbeda dengan molekul hidrogen. Sebagai plasma, elektron hidrogen dan proton
terikat bersama, dan menghasilkan konduktivitas elektrik yang sangat tinggi dan daya pancar
yang tinggi (menghasilkan cahaya dari matahari dan bintang lain). Partikel yang bermuatan
dipengaruhi oleh medan magnet dan medan listrik. Sebagai contoh, dalam angin surya, partikel-
partikel ini berinteraksi dengan magnetosfer bumi dan mengakibatkan arus Birkeland dan
fenomena Aurora. Hidrogen ditemukan dalam keadaan atom netral di medium antarbintang.
Sejumlah besar atom hidrogen netral yang ditemukan di sistem Lyman-alpha teredam
diperkirakan mendominasi rapatan barionik alam semesta sampai dengan pergeseran merah z=4.
[53]

Dalam keadaan normal di bumi, unsur hidrogen berada dalam keadaan gas diatomik, H2 (silakan
lihat tabel data). Namun, gas hidrogen sangatlah langka di atmosfer bumi (1 ppm berdasarkan
volume) oleh karena beratnya yang ringan yang menyebabkan gas hidrogen lepas dari gravitasi
bumi. Walaupun demikian, hidrogen masih merupakan unsur paling melimpah di permukaan
bumi ini.[54] Kebanyakan hidrogen bumi berada dalam keadaan bersenyawa dengan unsur lain
seperti hidrokarbon dan air.[32] Gas hidrogen dihasilkan oleh beberapa jenis bakteri dan ganggang
dan merupakan komponen alami dari kentut. Penggunaan metana sebagai sumber hidrogen
akhir-akhir ini juga menjadi semakin penting.[55]

Sejarah
Penemuan dan penggunaan
Gas hidrogen, H2, pertama kali dihasilkan secara artifisial oleh T. Von Hohenheim (dikenal juga
sebagai Paracelsus, 1493–1541) melalui pencampuran logam dengan asam kuat.[56] Dia tidak
menyadari bahwa gas mudah terbakar yang dihasilkan oleh reaksi kimia ini adalah unsur kimia
yang baru. Pada tahun, Robert Boyle menemukan kembali dan mendeskripsikan reaksi antara
besi dan asam yang menghasilkan gas hidrogen.[57] Pada tahun 1766, Henry Cavendish adalah
orang yang pertama mengenali gas hidrogen sebagai zat diskret dengan mengidentifikasikan gas
tersebut dari reaksi logam-asam sebagai "udara yang mudah terbakar". Pada tahun 1781 dia lebih
lanjut menemukan bahwa gas ini menghasilkan air ketika dibakar.[58][59] Pada tahun 1783,
Antoine Lavoisier memberikan unsur ini dengan nama hidrogen (dari Bahasa Yunani hydro yang
artinya air dan genes yang artinya membentuk)[60] ketika dia dan Laplace mengulang kembali
penemuan Cavendish yang mengatakan pembakaran hidrogen menghasilkan air.[59]

Hidrogen pertama kali dicairkan oleh James Dewar pada tahun 1898 dengan menggunakan
penemuannya, guci hampa.[59] Dia kemudian menghasilkan hidrogen padat setahun kemudian.[59]
Deuterium ditemukan pada tahun 1931 Desember oleh Harold Urey, dan tritium dibuat pada
tahun 1934 oleh Ernest Rutherford, Mark Oliphant, and Paul Harteck.[58] Air berat, yang
mengandung deuterium menggantikan hidrogen biasa, ditemukan oleh Urey dkk. pada tahun
1932.[59] Salah satu dari penggunaan pertama H2 adalah untuk sinar sorot.[59]

Balon pertama yang diisikan dengan hidrogen diciptakan oleh Jacques Charles pada tahun 1783.
[59]
Hidrogen memberikan tenaga dorong untuk perjalanan udara yang aman dan pada tahun 1852
Henri Giffard menciptakan kapal udara yang diangkat oleh hidrogen.[59] Bangsawan Jerman
Ferdinand von Zeppelin mempromosikan idenya tentang kapal udara yang diangkat dengan
hidrogen dan kemudian dinamakan Zeppelin dengan penerbangan perdana pada tahun 1900.[59]
Penerbangan yang terjadwal dimulai pada tahun 1910 dan sampai pecahnya Perang dunia II,
Zeppelin telah membawa 35.000 penumpang tanpa insiden yang serius.

Penerbangan tanpa henti melewati samudra atlantik pertama kali dilakukan kapal udara Britania
R34 pada tahun 1919. Pelayanan penerbangan udara dipulihkan pada tahun 1920 dan penemuan
cadangan helium di Amerika Serikat memberikan peluang ditingkatkannya keamanan
penerbangan, namun pemerintah Amerika Serikat menolak menjual gas tersebut untuk
digunakan dalam penerbangan. Oleh karenanya, gas H2 digunakan di pesawat Hindenburg, yang
pada akhirnya meledak di langit New Jersey pada tanggal 6 Mei 1937.[59] Insiden ini ditayangkan
secara langsung di radio dan direkam. Banyak yang menduga terbakarnya hidrogen yang bocor
sebagai akibat insiden tersebut, namun investigasi lebih lanjut membuktikan sebab insiden
tersebut karena terbakarnya salut fabrik oleh keelektrikan statis. Walaupun demikian, sejak itu
keragu-raguan atas keamanan penggunaan hidrogen muncul.

Peranan dalam teori kuantum

Spektrum emisi hidrogen

Oleh karena struktur atomnya yang relatif sederhana, atom hidrogen bersama dengan spektrum
emisinya menjadi pusat perkembangan teori sturktur atom.[61] Lebih jauh lagi, kesederhanaan
molekul hidrogen dan kationnya H2+ membantu pemahaman yang lebih jauh mengenai ikatan
kimia.

Salah satu dari efek kuantum yang secara eksplisit disadari (namun masih belum sepenuhnya
dimengerti saat itu) adalah pengamatan Maxwell yang melibatkan hidrogen setengah abad
sebelum teori mekanika kuantum bener-benar berkembang. Maxwell mengamati bahwa
kapasitas bahang spesifik dari H2 tidak sesuai dengan tren gas diatomik lainnya di bawah suhu
kamar dan mulai menyerupai tren gas monoatomik di temperatur kriogenik. Menurut teori
kuantum, sifat-sifat ini disebabkan oleh jarak antara aras tenaga rotasi hidrogen yang lebar oleh
karena massanya yang ringan. Aras yang lebar ini menghambat partisi energi bahang secara
merata menjadi gerak berputar hidrogen pada temperatur yang rendah. Gas diatomik yang terdiri
dari atom-atom yang lebih berat tidak mempunyai aras tenaga yang cukup lebar untuk
menyebabkan efek yang sama.[62]

Aplikasi
Sejumlah besar H2 diperlukan dalam industri petrokimia dan kimia. Penggunaan terbesar H2
adalah untuk memproses bahan bakar fosil dan dalam pembuatan ammonia. Konsumen utama
dari H2 di kilang petrokimia meliputi hidrodealkilasi, hidrodesulfurisasi, dan penghidropecahan
(hydrocracking). H2 memiliki beberapa kegunaan yang penting. H2 digunakan sebagai bahan
hidrogenasi, terutama dalam peningkatan kejenuhan dalam lemak takjenuh dan minyak nabati
(ditemukan di margarin), dan dalam produksi metanol. Ia juga merupakan sumber hidrogen pada
pembuatan asam klorida. H2 juga digunakan sebagai reduktor pada bijih logam.[63]

Selain digunakan sebagai pereaksi, H2 memiliki penerapan yang luas dalam bidang fisika dan
teknik. Ia digunakan sebagai gas penameng di metode pengelasan seperti pengelasan hidrogen
atomik.[64][65] H2 digunakan sebagai pendingin rotor di generator pembangkit listrik karena ia
mempunyai konduktivitas termal yang paling tinggi di antara semua jenis gas. H2 cair digunakan
di riset kriogenik yang meliputi kajian superkonduktivitas.[66] Oleh karena H2 lebih ringan dari
udara, hidrogen pernah digunakan secara luas sebagai gas pengangkat pada kapal udara balon.[67]

Baru-baru ini hidrogen digunakan sebagai bahan campuran dengan nitrogen (kadangkala disebut
forming gas) sebagai gas perunut untuk pendeteksian kebocoran gas yang kecil. Aplikasi ini
dapat ditemukan di bidang otomotif, kimia, pembangkit listrik, kedirgantaraan, dan industri
telekomunikasi.[68] Hidrogen adalah zat aditif (E949) yang diperbolehkan penggunaanya dalam
ujicoba kebocoran bungkusan makanan dan sebagai antioksidan.[69]

Isotop hidrogen yang lebih langka juga memiliki aplikasi tersendiri. Deuterium (hidrogen-2)
digunakan dalam reaktor CANDU sebagai moderator untuk memperlambat neutron.[59] Senyawa
deuterium juga memiliki aplikasi dalam bidang kimia dan biologi dalam kajian reaksi efek
isotop.[70] Tritium (hidrogen-3) yang diproduksi oleh reaktor nuklir digunakan dalam produksi
bom hidrogen,[71] sebagai penanda isotopik dalam biosains,[48] dan sebagai sumber radiasi di cat
berpendar.[72]

Suhu pada titik tripel hidrogen digunakan sebagai titik acuan dalam skala temperatur ITS-90
(International Temperatur Scale of 1990) pada 13,8033 kelvin.[73]

Pembawa energi

Hidrogen bukanlah sumber energi,[74] kecuali dalam konteks hipotesis pembangkit listrik fusi
nuklir komersial yang menggunakan deuterium ataupun tritium, sebuah teknologi yang
perkembangannya masih sedikit.[75] Energi matahari berasal dari fusi nuklir hidrogen, namun
proses ini sulit dikontrol di bumi.[76] Hidrogen dari cahaya matahari, organisme biologi, ataupun
dari sumber listrik menghabiskan lebih banyak energi dalam pembuatannya daripada
pembakarannya. Hidrogen dapat dihasilkan dari sumber fosil (seperti metana) yang memerlukan
lebih sedikit energi daripada energi hasil pembakarannya, namun sumber ini tidak dapat
diperbaharui, dan lagipula metana dapat langsung digunakan sebagai sumber energi.[74]

Rapatan energi per volume pada hidrogen cair maupun hidrogen gas pada tekanan yang praktis
secara signifikan lebih kecil daripada rapatan energi dari bahan bakar lainnya, walaupun rapatan
energi per massa adalah lebih tinggi.[74] Sekalipun demikian, hidrogen telah dibahas secara
meluas dalam konteks energi sebagai pembawa energi.[77] Sebagai contoh, sekuestrasi CO2 yang
diikuti dengan penangkapan dan penyimpanan karbon dapat dilakukan pada produksi H2 dari
bahan bakar fosil.[78] Hidrogen yang digunakan pada transportasi relatif lebih bersih dengan
sedikit emisi NOx,[79] tapi tanpa emisi karbon.[78] Namun, biaya infrastruktur yang diperlukan
dalam membangun ekonomi hidrogen secara penuh sangatlah besar.[80]

Reaksi biologi
H2 adalah salah satu hasil produk dari beberapa jenis fermentasi anaerobik dan dihasilkan pula
pada beberapa mikroorganisme, biasanya melalui reaksi yang dikatalisasikan dengan enzim
hidrogenase yang mengandung besi atau nikel. Enzim-enzim ini mengkatalisasikan reaksi redoks
reversibel antara H2 dengan komponen dua proton dan dua elektronnya. Gas hidrogen dihasilkan
pada transfer reduktor ekuivalen yang dihasilkan selama fermentasi piruvat menjadi air.[81]

Pemisahan air, yang mana air terurai menjadi komponen proton, elektron, dan oksigen, terjadi
pada reaksi cahaya pada proses fotosintesis. Beberapa organisme meliputi ganggang
Chlamydomonas reinhardtii dan cyanobacteria memiliki tahap kedua, yaitu reaksi gelap, yang
mana proton dan elektron direduksi menjadi gas H2 oleh hidrogenase tertentu di kloroplasnya.[82]
Beberapa usaha telah diambil untuk secara genetik memodifikasi hidrogenase cyanobacteria
untuk secara efisien mensintesis gas H2 dibawah keberadaan oksigen.[83] Usaha keras juga telah
diambil dalam percobaan memodifikasi gen ganggang dan mengubahnya menjadi bioreaktor.[84]

Wewanti keselamatan
Hidrogen mendatangkan beberapa bahaya kesehatan pada manusia, mulai dari potensi ledakan
dan kebakaran ketika tercampur dengan udara, sampai dengan sifatnya yang menyebabkan
asfiksia pada keadaan murni tanpa oksigen.[85] Selain itu, hidrogen cair adalah kriogen dan sangat
berbahaya oleh karena suhunya yang sangat rendah.[86] Hidrogen larut dalam beberapa logam dan
selain berpotensi kebocoran, juga dapat menyebabkan perapuhan hidrogen.[87] Gas hidrogen yang
mengalami kebocoran dapat menyala dengan spontan. Selain itu api hidrogen sangat panas,
namun hampir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, sehingga dapat menyebabkan kasus
kebakaran yang tak terduga.[88]

Data wewanti keselamatan hidrogen dapat dikacaukan oleh beberapa sebab. Sifat-sifat fisika dan
kimia hidrogen sangat bergantung pada nisbah parahidrogen/ortohidrogen yang memerlukan
beberapa hari untuk mencapai kesetimbangan (biasanya data yang diberikan merupakan data
pada saat hidrogen mencapai kesetimbangan). Parameter ledakan hidrogen, seperti tekanan dan
temperatur kritis ledakan sangat bergantung pada geometri wadah penampung hidrogen.[85]

Berilium
4
litiu
m

ber
iliu
m

bor
on
-

Be

Mg Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom berilium, Be, 4
Deret kimia logam alkali tanah
Golongan, Periode, Blok 2, 2, s
putih-kelabu metalik

Penampilan

Massa atom 9,012182(3) g/mol


Konfigurasi elektron 1s2 2s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 2
Ciri-ciri fisik
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 1,85 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 1,690 g/cm³
1560 K
Titik lebur
(1287 °C, 2349 °F)
2742 K
Titik didih
(2469 °C, 4476 °F)
Kalor peleburan 7,895 kJ/mol
Kalor penguapan 297 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 16,443 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 1462 1608 1791 2023 2327 2742
Ciri-ciri atom
Struktur kristal heksagonal
2
Bilangan oksidasi
(oksida amfoter)
Elektronegativitas 1,57 (skala Pauling)
Energi ionisasi pertama: 899,5 kJ/mol
ke-2: 1757,1 kJ/mol
ke-3: 14848,7 kJ/mol
Jari-jari atom 105 pm
Jari-jari atom (terhitung) 112 pm
Jari-jari kovalen 90 pm
Lain-lain
Sifat magnetik diamagnetik
Resistivitas listrik (20 °C) 35,6 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 200 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 11,3 µm/(m·K)
Kecepatan suara
(suhu kamar) 12870 m/s
(pada wujud kawat)
Modulus Young 287 GPa
Modulus geser 132 GPa
Modulus ruah 130 GPa
Nisbah Poisson 0,032
Skala kekerasan Mohs 5,5
Kekerasan Vickers 1670 MPa
Kekerasan Brinell 600 MPa
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
7
7
ε - Li
Be syn 53,12 hari
γ 0,477 -
9
Be 100% Be stabil dengan 5 neutron
10
Be trace 1.51×106 y β- 0,556 10
B
Referensi

Berilium adalah unsur kimia yang mempunyai simbol Be dan nomor atom 4. Unsur ini beracun,
bervalensi 2, berwarna abu-abu baja, kukuh, ringan tetapi mudah pecah. Berilium adalah logam
alkali tanah, yang kegunaan utamanya adalah sebagai bahan penguat dalam aloy (khususnya,
tembaga berilium).

Sifat-sifat
Berilium mempunyai titik lebur tertinggi di kalangan logam-logam ringan. Modulus kekenyalan
berilium kurang lebih 1/3 lebih besar daripada besi baja. Berilium mempunyai konduktivitas
panas yang sangat baik, tak magnetik dan tahan karat asam nitrat. Berilium juga mudah ditembus
sinar-X, dan neutron dibebaskan apabila ia dihantam oleh partikel alfa, (seperti radium dan
polonium [lebih kurang 30 neutron-neutron/juta partikel alfa]). Pada suhu dan tekanan ruang,
berilium tak teroksidasi apabila terpapar udara (kemampuannya untuk menggores kaca
kemungkinan disebabkan oleh pembentukan lapisan tipis oksidasi).

Kegunaan
• Berilium digunakan sebagai agen aloy di dalam pembuatan tembaga berilium. (Be dapat
menyerap panas yang banyak). Aloy tembaga-berilium digunakan dalam berbagai
kegunaan karena konduktivitas listrik dan konduktivitas panas, kekuatan tinggi dan
kekerasan, sifat yang nonmagnetik, dan juga tahan karat serta tahan fatig (logam).
Kegunaan-kegunaan ini termasuk pembuatan: mold, elektroda pengelasan bintik, pegas,
peralatan elektronik tanpa bunga api dan penyambung listrik.
• Karena ketegaran, ringan, dan kestabilan dimensi pada jangkauan suhu yang lebar, Alloy
tembaga-berilium digunakan dalam industri angkasa-antariksa dan pertahanan sebagai
bahan penstrukturan ringan dalam pesawat berkecepatan tinggi, peluru berpandu, kapal
terbang dan satelit komunikasi.
• Kepingan tipis berilium digunakan bersama pemindaian sinar-X untuk menepis cahaya
tampak dan memperbolehkan hanya sinaran X yang terdeteksi.
• Dalam bidang litografi sinar X, berilium digunakan untuk pembuatan litar bersepadu
mikroskopik.
• Karena penyerapan panas neutron yang rendah, industri tenaga nuklir menggunakan
logam ini dalam reaktor nuklir sebagai pemantul neutron dan moderator.
• Berilium digunakan dalam pembuatan giroskop, berbagai alat komputer, pegas jam
tangan dan peralatan yang memerlukan keringanan, ketegaran dan kestabilan dimensi.
• Berilium oksida sangat berguna dalam berbagai kegunaan yang memerlukan konduktor
panas yang baik, dan kekuatan serta kekerasan yang tinggi, dan juga titik lebur yang
tinggi, seterusnya bertindak sebagai perintang listrik.
• Campuran berilium pernah pada satu ketika dahulu digunakan dalam lampu floresen,
tetapi penggunaan tersebut tak dilanjutkan lagi karena pekerja yang terpapar terancam
bahaya beriliosis.

Sejarah
Nama berilium berasal dari kata dalam bahasa Yunani beryllos, beril. Berilium pernah
dinamakan glucinium (dari Yunani glykys, manis), karena rasa manis garamnya. Unsur ini
ditemukan olehLouis Vauquelin dalam tahun 1798 dalam bentuk oksida dalam beril dan dalam
zamrud. Friedrich Wöhler dan A. A. Bussy masing-masing berhasil mengasingkan logam pada
tahun 1828 dengan memberi tindak balas antara kalium dengan berilium klorida.

Kejadian
Berilium dijumpai dalam 30 jenis garam galian berbeda, diantaranya, yang paling penting adalah
bertrandit, beril, krisoberil, dan fenasit. Jenis batu permata beril berharga akuamarin dan jamrud.
Kebanyakan penghasilan logam ini diselesaikan dengan mengurangkan (kimia) berilium fluorida
dengan logam magnesium. Logam berilium tidak mudah sebelum tahun 1957.

Pengasingan

Isotop
Berilium hanya mempunyai satu isotop stabil, Be-9. Berilium kosmogenik (Be-10) dihasilkan
dalam atmosfer melalui penembakan oksigen dan nitrogen oleh sinar kosmik. Karena berilium
seringkali wujud dalam bentuk larutan pada tingkat pH yang kurang daripada 5.5 (dan
kebanyakan air hujan mempunyai pH kurang daripada 5), berilium akan larut ke dalam larutan
dan diangkut ke permukaan Bumi melalui air hujan. Apabila pemendakan dengan cepatnya
menjadi semakin beralkali, Berilium keluar dari larutan. Be-10 kosmogenik akan terkumpul di
atas permukaan tanah, di mana dia mempunyai waktu paruh yang panjang (1.5 juta tahun) lalu
yang membuatnya dapat menetap cukup lama sebelum meluruh menjadi B-10 (boron). Be-10
dan hasil luruhannya digunakan dalam kajian pengikisan tanah, pembentukan tanah oleh
regolitos, pembentukan tanah laterit, dan juga variasi dalam aktivitas matahari dan usia teras es.
Pengetahuan bahwa Be-7 dan Be-8 yang tak stabil memberikan pendapat kesan kosmologi yang
mendalam Karena ini berarti bahwa unsur yang lebih berat dari berilium tidak mungkin dapat
dihasilkan daripada peleburan nuklir ketika letupan besar big bang. Lebih lanjut, tingkat tenaga
nuklir berilium-8 menunjukan bahwa karbon daat dihasilkan dalam bintang-bintang, maka
sehingka memungkinkan untuk adanya kehidupan. (Lihat proses tripel-alfa dan nukleosintesis
big bang)

Awasan
Berilium dan garamnya adalah bahan beracun dan berpotensi sebagai zat karsinogenik. Beriliosis
kronik adalah penyakit granulomatus pulmonari dan sistemik yang disebabkan oleh paparan
terhadap berilium. Penyakit berilium akut dalam bentuk pneumonitis kimia pertama kali
dilaporkan di Eropa pada tahun 1933 dan di Amerika Serikat pada tahun 1943. Kasus beriliosis
kronik pertama kali diperincikan dalam tahun 1946 di kalangan pekerja dalam kilang
penghasilan lampu kalimantang. Beriliosis kronik menyerupai sarkoidisis dalam berbagai hal,
dan diagnosis pembedaan adalah sulit.

Walaupun penggunaan campuran berilium dalam lampu floresesns telah dihentikan pada tahun
1949, kemungkinan pemaparan berilium masih dapat mungkin terjadi di industri nuklir,
penerbangan, pemurnian logam berilium, peleburan Alloy berkandungan berilium, pembuatan
alat elektronik dan pengurusan bahan yang mengandung berilium.

Pengkaji awal mencicipi berilium dan campuran-campurannya yang lain untuk rasa kemanisan
untuk memastikan kehadirannya. Alat penguji canggih tidak lagi memerlukan prosedur beresiko
tinggi ini dan percobaan untuk memakan bahan ini tidak patut dilakukan. Berilium dan
campurannya harus dikendalikan dengan rapi dan pengawasan harus dijalankan ketika
melakukan kegiatan yang memungkinkan pelepasan debu berilium (kanker paru paru adalah
salah satu dari akibat yanhg dapat ditimbulkan oleh pemaparan berpanjangan terhadap habuk
berilium).

Berilium ini harus dikendalikan dengan hati-hati dan prosedur tertentu harus dipatuhi. Tidak
sepatutnya ada percobaan menggunakan berilium sebelum prosedur pengendalian yang tepat
diperkenalkan dan dibiasakan.

] Pengaruh Kesehatan
Berilium adalah sangat berbahaya jika terhirup. Keefektivannya tergantung kepada kandungan
yang dipaparkan dan jangka waktu pemaparan. Jika kandungan berilium di udara sangat tinggi
(lebih dari 1000 μg/m³), keadaan akut dapat terjadi. Keadaan ini menyerupai pneumonia dan
disebut penyakit berilium akut. Penetapan udara komunitas dan tempat kerja effektif dalam
menghindari kerusakan paru-paru yang paling akut.

Sebagian orang (1-15%) akan menjadi sensitif terhadap berilium. Orang-orang ini akan
mendapat tindak balas keradangan pada sistem pernafasan. Keadaan ini disebut penyakit
berilium kronik (CBD), dan dapat terjadi setelah pemamparan bertahun-tahun terhadap tingkat
berilium diatas normal {diatas 0.2 μg/m³). Penyakit ini dapat menyebabkan rasa lemah dan
keletihan, dan juga sasak nafas. CBD dapat menyebabkan anoreksia, penyusutan berat badan,
dan dapat juga menyebabkan pembesaran bagian kanan jantung dan penyakit jantung dalam
kasus-kasus peringkat lanjut. Sebagian orang yang sensitif kepada berilium mungkin atau
mungkin tidak akan mendapat simptom-simptom ini. Jumlah penduduk pada umumnya jarang
mendapat penyakit berilium akut atau kronik Karena kandungan berilium dalam udara biasanya
sangat rendah (0.00003-0.0002 μg/m³).
Menelan berilium tidak pernah dilaporkan menyebabkan efek kepada manusia Karena berilium
diserap sangat sedikit oleh perut dan usus. Ulser dikesan pada anjing yang mempunyai berilium
pada makannanya. Berilium yang terkena kulit yang mempunyai luka atau terkikis mungkin akan
menyebabkan radang atau ulser.

pemamparan jangka masa panjang kepada berilium dapat meningkatkan risiko menghidap
penyakit kanker paru paru.

United States Department of Health and Human Services (DHHS) dan International Agency for
Research on Cancer (IARC) telah memberi kepastian bahawa berilium adalah karsinogen. EPA
menjangkakan bahawa pemamparan seumur hidup kepada 0.04 μg/m³ berilium dapat
menyebabkan satu perseribu kemungkinan untuk mengidap kanker.

Tidak terdapat kajian tentang efek pemamparan berilium terhadap anak-anak. Kemungkinan,
pengaruh kesehatan yang dilihat pada kanak-kanak yang terpapar terhadap berilium sama dengan
efeknya terhadap orang dewasa. Masih belum diketahui perbedaan dalam efek berilium antara
orang dewasa dan kanak-kanak.

Masih belum diketahui juga apakah pemamparan terhadap berilium dapat menyebabkan
kecacatan sejak lahir atau efek-efek lain yang berlanjutan kepada orang ramai. Kajian terhadap
kesan lanjutan terhadap hewan tidak dapat dipastikan.

Berilium dapat diukur dalam air kencing atau darah. Kandungan berilium dalam darah atau air
kencing dapat memberi petunjuk kepada berapa banyak atau berapa lama seseorang telah
terpapar. Tingkat kandungan berilium juga dapat diukur dari sampel paru-paru dan kulit. Satu
lagi ujian darah, yaitu beryllium lymphocyte proliferation test (BeLPT), mengukur pasti
kesensitifan terhadap berilium dan memberikan jangkaan terhadap CBD.

Batas Kandungan berilium yang mungkin dilepaskan ke dalam udara dari kawasan perindustrian
adalah 0.01 μg/m³, Dirata-ratakan pada jangka waktu 30 hari, atau 2 μg/m³ dalam ruang kerja
dengan shift kerja 8 jam.

Boron

5 Berilium ← Boron → Karbon


-

B

Al Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom Boron, B, 5
Deret kimia Metaloid
Golongan, Periode, Blok 13, 2, p
hitam/coklat

Penampilan

Massa atom 10.811(7) g/mol


Konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p1
Jumlah elektron tiap kulit 2, 3
Ciri-ciri fisik
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 2.34 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 2.08 g/cm³
2349 K
Titik lebur
(2076 °C, 3769 °F)
4200 K
Titik didih
(3927 °C, 7101 °F)
Kalor peleburan 50.2 kJ/mol
Kalor penguapan 480 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 11.087 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 2348 2562 2822 3141 3545 4072
Ciri-ciri atom
Struktur kristal rhombohedral
3
Bilangan oksidasi
(asam beroksida ringan)
Elektronegativitas 2.04 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 800.6 kJ/mol
(detil) ke-2: 2427.1 kJ/mol
ke-3: 3659.7 kJ/mol
Jari-jari atom 85 pm
Jari-jari atom (terhitung) 87 pm
Jari-jari kovalen 82 pm
Lain-lain
Sifat magnetik nonmagnetic
Resistivitas listrik (20 °C) 1.5×104 Ω·m
Konduktivitas termal (300 K) 27.4 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 5–7 µm/(m·K)
Kecepatan suara (kawat tipis) (20 °C) 16200 m/s
Modulus ruah (β form) 185 GPa
Skala kekerasan Mohs 9.3
Kekerasan Vickers 49000 MPa
Nomor CAS 7440-42-8
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
10
B 19.9%* B stabil dengan 5 neutron
11
B 80.1%* B stabil dengan 6 neutron
*Dari cuplikan di alam,
daya tampung Boron-10 mungkin paling rendah 19.1%
paling tinggi sekitar 20.3%.
Boron-11 in such cases.merupkan salah satu sisanya.

Sejarah
(Arab: Buraq, Persia: Burah) Senyawa boron telah diketahui sejak ribuan tahun yang lalu, tetapi
unsur ini tidak ditemukan sampai tahun 1880 oleh Sir Humpry Davy, Gay-Lussac, dan Thenard.

Sumber
Unsur ini tidak ditemukan di alam, tetapi timbul sebagai asam othorboric dan biasanya
ditemukan dalam sumber mata air gunung berapi dan sebagai borates di dalam boron dan
colemantie. Ulexite, mineral boron yang lain dianggap sebagai serat optik alami.

Sumber-sumber penting boron adalah rasorite (kernite) dan tincal (bijih borax). Kedua bijih ini
dapat ditemukan di gurun Mojave. Tincal merupakan sumber penting boron dari Mojave.
Deposit borax yang banyak juga ditemukan di Turkey.

Boron muncul secara alami sebagai campuran isotop 10B sebanyak 19.78% dan isotop 11B
80.22%. Kristal boron murni dapat dipersiapkan dengan cara reduksi fase uap boron triklorida
atau tribomida dengan hidrogen pada filamen yang dipanaskan dengan listrik. Boron yang tidak
murni (amorphous boron) menyerupai bubuk hitam kecokletan dan dapat dipersiapkan dengna
cara memanaskan boron trioksida dengan bubuk magnesium.

Boron dengan kemurnian 99.9999% telah diproduksi dan tersedia secara komersil. Boron bukan
konduktor listrik yang bagus pada suhu ruangan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi.

Kegunaan
Boron yang tidak murni digunakan pada pertunjukan kembang api untuk memberikan warna
hijau dan dalam roket sebagai pemicu.

Senyawa boron yang paling komersial adalah Na2B4O75H2O. Pentrahidra ini digunakan dalam
jumlah yang banyak dalam pembuatan serat gelas yang dijadikan insulasi (insulation fiberglass)
dan pemutih sodium perborat (sodium perborate bleach).
Asam borik juga merupakan senyawa boron yang penting dan digunakan dalam produk tekstil.
Senyawa-senyawa boron lainnya digunakan dalam pembuatan kaca borosilica dan dalam
penyembuhan arthritis.

Isotop boron-10 digunakan sebagai kontrol pada reaktor nuklir, sebagai tameng pada radiasi
nuklir dan dalam instrumen-instrumen yang digunakan untuk mendeteksi netron. Boron nitrida
memiliki sifat-sifat yang cemerlang karena ia sekeras berlian, dapat digunakan sebagai insulator
listrik walau dapat menghantar panas seperti logam. Senyawa ini juga memiliki sifat lubrikasi
seperti grafit. Boron hidrida dapat dengan mudah dioksidasi dan melepaskan banyak energi dan
pernah digunakan sebagai bahan bakar roket. Penawaran terhadap filamen boron juga meningkat
karena bahan ini kuat dan ringan dan digunakan sebagai struktur pesawat antariksa.

Boron mirip dengan karbon dalam memiliki kapasitas membentuk jaringan molekul dengan
ikatan kovalen. Karbonat, metalloboran, fosfakaboran dan semacamnya terdiri dari ribuan
senyawa.

Penanganan
Unsur boron dan borat tidak dianggap berbahaya, dan perlu penanganan spesial. Walau begitu,
beberapa senyawa boron hidrogen sangat beracun dan memerlukan penanganan ekstra hati-hati.

Nitrogen

7
ka
rb
on

ni
tr
o
g
e
n

ok
si
ge
n
-

N

P Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom nitrogen, N, 7
Deret kimia nonmetals
Golongan, Periode, Blok 15, 2, p
colorless

Penampilan

Massa atom 14.0067(2) g/mol


Konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p3
Jumlah elektron tiap kulit 2, 5
Ciri-ciri fisik
Fase gas
(0 °C; 101,325 kPa)
Massa jenis
1.251 g/L
63.15 K
Titik lebur
(-210.00 °C, -346.00 °F)
77.36 K
Titik didih
(-195.79 °C, -320.42 °F)
Titik kritis 126.21 K, 3.39 MPa
Kalor peleburan (N2) 0.720 kJ/mol
Kalor penguapan (N2) 5.57 kJ/mol
(25 °C) (N2)
Kapasitas kalor
29.124 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 37 41 46 53 62 77
Ciri-ciri atom
Struktur kristal hexagonal
±3, 5, 4, 2
Bilangan oksidasi
(strongly acidic oxide)
Elektronegativitas 3.04 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 1402.3 kJ/mol
(detil) ke-2: 2856 kJ/mol
ke-3: 4578.1 kJ/mol
Jari-jari atom 65 pm
Jari-jari atom (terhitung) 56 pm
Jari-jari kovalen 75 pm
Jari-jari Van der Waals 155 pm
Lain-lain
Sifat magnetik no data
Konduktivitas termal (300 K) 25.83 mW/(m·K)
Kecepatan suara (gas, 27 °C) 353 m/s
Nomor CAS 7727-37-9
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
13 13
N syn 9.965 m ε 2.220 C
14
N 99.634% N stabil dengan 7 neutron
15
N 0.366% N stabil dengan 8 neutron
Referensi

Nitrogen atau Zat lemas adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki
lambang N dan nomor atom 7. Biasanya ditemukan sebagai gas tanpa warna, tanpa bau, tanpa
rasa dan merupakan gas diatomik bukan logam yang stabil, sangat sulit bereaksi dengan unsur
atau senyawa lainnya. Dinamakan zat lemas karena zat ini bersifat malas, tidak aktif bereaksi
dengan unsur lainnya.

Nitrogen adalah 78,08% persen dari atmosfir Bumi dan terdapat dalam banyak jaringan hidup.
Zat lemas membentuk banyak senyawa penting seperti asam amino, amoniak, asam nitrat, dan
sianida.

Sifat-sifat Menonjol
Nitrogen adalah zat non logam, dengan elektronegatifitas 3.0. Mempunyai 5 elektron di kulit
terluarnya. Oleh karena itu trivalen dalam sebagian besar senyawa. Nitrogen mengembun pada
suhu 77K (-196oC) pada tekanan atmosfir dan membeku pada suhu 63K (-210oC).

Sejarah
Nitrogen (Latin nitrum, Bahasa Yunani Nitron berarti "soda asli", "gen", "pembentukan") secara
resmi ditemukan oleh Daniel Rutherford pada 1772, yang menyebutnya udara beracun atau
udara tetap. Pengetahuan bahwa terdapat pecahan udara yang tidak membantu dalam
pembakaran telah diketahui oleh ahli kimia sejak akhir abad ke-18 lagi. Nitrogen juga dikaji
pada masa yang lebih kurang sama oleh Carl Wilhelm Scheele, Henry Cavendish, dan Joseph
Priestley, yang menyebutnya sebagai udara terbakar atau udara telah flogistat. Gas nitrogen
adalah cukup lemas sehingga dinamakan oleh Antoine Lavoisier sebagai azote, daripada
perkataan Yunani αζωτος yang bermaksud "tak bernyawa". Istilah tersebut telah menjadi nama
kepada nitrogen dalam perkataan Perancis dan kemudiannya berkembang ke bahasa-bahasa lain.

Senyawa nitrogen diketahui sejak Zaman Pertengahan Eropa. Ahli alkimia mengetahui asam
nitrat sebagai aqua fortis. Campuran asam hidroklorik dan asam nitrat dinamakan akua regia,
yang diakui karena kemampuannya untuk melarutkan emas. Kegunaan senyawa nitrogen dalam
bidang pertanian dan perusahaan pada awalnya ialah dalam bentuk kalium nitrat,terutama dalam
penghasilan serbuk peledak (garam mesiu), dan kemudiannya, sebagai baja dan juga stok
makanan ternak kimia.
Senyawa
Hidrida utama nitrogen ialah amonia (NH3) walaupun hidrazina (N2H4) juga banyak ditemukan.
Amonia bersifat basa dan terlarut sebagian dalam air membentuk ion ammonium (NH4+).
Amonia cair sebenarnya sedikit amfiprotik dan membentuk ion ammonium dan amida (NH2-);
keduanya dikenal sebagai garam amida dan nitrida (N3-), tetapi terurai dalam air.

Gugus bebas amonia dengan atom hidrogen tunggal atau ganda dinamakan amina. Rantai, cincin
atau struktur hidrida nitrogen yang lebih besar juga diketahui tetapi tak stabil.

Peranan biologi
Nitrogen merupakan unsur kunci dalam asam amino dan asam nukleat, dan ini menjadikan
nitrogen penting bagi semua kehidupan. Protein disusun dari asam-asam amino, sementara asam
nukleat menjadi salah satu komponen pembentuk DNA dan RNA.

Polong-polongan, seperti kedelai, mampu menangkap nitrogen secara langsung dari atmosfer
karena bersimbiosis dengan bakteri bintil akar.

Isotop
Ada 2 isotop Nitrogen yang stabil yaitu: 14N dan 15N. Isotop yang paling banyak adalah 14N
(99.634%), yang dihasilkan dalam bintang-bintang dan yang selebihnya adalah 15N. Di antara
sepuluh isotop yang dihasilkan secara sintetik, 1N mempunyai paruh waktu selama 9 menit dan
yang selebihnya sama atau lebih kecil dari itu.

Peringatan
Limbah baja nitrat merupakan penyebab utama pencemaran air sungai dan air bawah
tanah.Senyawa yang mengandung siano(-CN) menghasilkan garam yang sangat beracun dan bisa
membawa kematian pada hewan dan manusia.

Sejarah
(Latin: nitrum, Yunani: Nitron, soda alami, membentuk) Nitrogen ditemukan oleh kimiawan dan
fisikawan Daniel Rutherford di tahun 1772. Dia memisahkan oksigen dan karbon dioksida dari
udara dan menunjukkan gas yang tersisa tidak menunjang pembakaran atau mahluk hidup. Pada
saat yang bersamaan ada beberapa ilmuwan lainny yang mengadakan riset tentang nitrogen.
Mereka adalah Scheele, Cavendish, Priestley, dan yang lainnya. Mereka menamakan gas ini
udara tanpa oksigen.

Sumber
Gas nitrogen (N2) terkandung sebanyak 78,1% di udara. Sebagai perbandingan, atmosfir Mars
hanya mengandung 2,6% nitrogen. Dari atmosfir bumi, gas nitrogen dapat dihasilkan melalui
proses pencairan (liquefaction) dan distilasi fraksi. Nitrogen ditemukan pada mahluk hidup
sebagai bagian senyawa-senyawa biologis.

Unsur
Kimiawan Perancis Antoine Laurent Lavoisier menamakan nitrogen azote, yang artinya tanpa
kehidupan. Walaupun begitu, senyawa-senyawa nitrogen ditemukan di makanan, pupuk, racun
dan bahan peledak. Sebagai gas nitrogen tidak bewarna, tidak memiliki aroma dan dianggap
sebagai inert element (elemen yang tak bereaksi). Sebagai benda cair, ia juga tidak bewarna dan
beraroma dan memiliki ketampakan yang sama dengan air. Gas nitrogen dapat dipersiapkan
dengan memanaskan solusi amonium nitrat (NH4NO3) dalam air.
Senyawa nitrogen
Natrium nitrat (NaNO3) dan kalium nitrat (KNO3) terbentuk oleh dekomposisi bahan-bahan
organik dengan senyawa-senyawa logam tersebut. Dalam kondisi yang kering di beberapat
tempat, saltpeters (garam) ini ditemukan dalam jumlah yang cukup dan digunakan sebagai
pupuk. Senyawa-senyawa inorganik nitrogen lainnya adalah asam nitrik (HNO3), ammonia
(NH3) dan oksida-oksida (NO, NO2, N2O4, N2O), sianida (CN-), dsb. Siklus nitrogen adalah salah
satu proses yang penting di alam bagi mahluk hidup. Walau gas nitrogen tidak bereaksi, bakteri-
bakteri dalam tanah dapat memperbaiki nitrogen menjadi bentuk yang berguna (sebagai pupuk)
bagi tanaman. Dengan kata lain, alam telah memberikan metode untuk memproduksi nitrogen
untuk pertumbuhan tanaman. Binatang lantas memakan tanaman-tanaman ini dimana nitrogen
telah terkandung dalam sistim mereka sebagai protein. Siklus ini lengkap ketika bakteria-bakteria
lainnya mengubah sampah senyawa nitrogen menjadi gas nitrogen. Sebagai komponen utama
protein, nitrogen merupakan bahan penting bagi kehidupan.

Amonia
Amonia (NH3) merupakan senyawa komersil nitrogen yang paling penting. Ia diproduksi
menggunakan proses Haber. Gas natural (metana, CH4) bereaksi dengan uap panas untuk
memproduksi karbon dioksida dan gas hidrogen (H2) dalam proses dua langkah. Gas hidrogen
dan gas nitrogen lantas direaksikan dalam proses Haber untuk memproduksi amonia. Gas yang
tidak bewarna ini bau yang menyengat dapat dengan mudah dicairkan. Bahkan bentuk cair
senyawa ini digunakan sebagai pupuk nitrogen. Amonia juga digunakan untuk memproduksi
urea (NH2CONH2), yang juga digunakan sebagai pupuk dalam industri plastik, dan dalam
industri peternakan sebagai suplemen makanan ternak. Amonia sering merupakan senyawa
pertama untuk banyak senyawa nitrogen.

Oksigen

8
nit
ro
ge
n

o
ks
ig
en

flu
or
-

O

S Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom oksigen, O, 8
Deret kimia non-logam
Golongan, Periode, Blok 16, 2, p
tak berwarna

Penampilan

Massa atom 15,9994(3) g/mol


Konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p4
Jumlah elektron tiap kulit 2, 6
Ciri-ciri fisik
Fase gas
(0 °C; 101,325 kPa)
Massa jenis
1,429 g/L
54,36 K
Titik lebur
(-218,79 °C, -361,82 °F)
90,20 K
Titik didih
(-182,95 °C, -297,31 °F)
Kalor peleburan (O2) 0,444 kJ/mol
Kalor penguapan (O2) 6,82 kJ/mol
(25 °C) (O2)
Kapasitas kalor
29,378 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 61 73 90
Ciri-ciri atom
Struktur kristal kubus
−2, −1
Bilangan oksidasi
(oksida netral)
Elektronegativitas 3,44 (skala Pauling)
Energi ionisasi pertama: 1313,9 kJ/mol
ke-2: 3388,3 kJ/mol
ke-3: 5300,5 kJ/mol
Jari-jari atom 60 pm
Jari-jari atom (terhitung) 48 pm
Jari-jari kovalen 73 pm
Jari-jari Van der Waals 152 pm
Lain-lain
Sifat magnetik paramagnetik
Konduktivitas termal (300 K) 26,58 mW/(m·K)
Kecepatan suara (gas, 27 °C) 330 m/s
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
16
O 99,762% O stabil dengan 8 neutron
17
O 0,038% O stabil dengan 9 neutron
18
O 0,2% O stabil dengan 10 neutron
Referensi

Oksigen atau zat asam adalah unsur kimia dalam sistem tabel periodik yang mempunyai
lambang O dan nomor atom 8. Ia merupakan unsur golongan kalkogen dan dapat dengan mudah
bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya (utamanya menjadi oksida). Pada Temperatur dan
tekanan standar, dua atom unsur ini berikatan menjadi dioksigen, yaitu senyawa gas diatomik
dengan rumus O2 yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur
paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa[1] dan unsur paling melimpah di
kerak Bumi.[2] Gas oksigen diatomik mengisi 20,9% volume atmosfer bumi..[3]

Semua kelompok molekul struktural yang terdapat pada organisme hidup, seperti protein,
karbohidrat, dan lemak, mengandung oksigen. Demikian pula senyawa anorganik yang terdapat
pada cangkang, gigi, dan tulang hewan. Oksigen dalam bentuk O2 dihasilkan dari air oleh
sianobakteri, ganggang, dan tumbuhan selama fotosintesis, dan digunakan pada respirasi sel oleh
hampir semua makhluk hidup. Oksigen beracun bagi organisme anaerob, yang merupakan
bentuk kehidupan paling dominan pada masa-masa awal evolusi kehidupan. O2 kemudian mulai
berakumulasi pada atomsfer sekitar 2,5 milyar tahun yang lalu.[4] Terdapat pula alotrop oksigen
lainnya, yaitu ozon (O3). Lapisan ozon pada atomsfer membantu melindungi biosfer dari radiasi
ultraviolet, namun pada permukaan bumi ia adalah polutan yang merupakan produk samping dari
asbut.

Oksigen secara terpisah ditemukan oleh Carl Wilhelm Scheele di Uppsala pada tahun 1773 dan
Joseph Priestley di Wiltshire pada tahun 1774. Temuan Priestley lebih terkenal oleh karena
publikasinya merupakan yang pertama kali dicetak. Istilah oxygen diciptakan oleh Antoine
Lavoisier pada tahun 1777,[5] yang eksperimennya dengan oksigen berhasil meruntuhkan teori
flogiston pembakaran dan korosi yang terkenal. Oksigen secara industri dihasilkan dengan
distilasi bertingkat udara cair, dengan munggunakan zeolit untuk memisahkan karbon dioksida
dan nitrogen dari udara, ataupun elektrolisis air, dll. Oksigen digunakan dalam produksi baja,
plastik, dan tekstil, ia juga digunakan sebagai propelan roket, untuk terapi oksigen, dan sebagai
penyokong kehidupan pada pesawat terbang, kapal selam, penerbangan luar angkasa, dan
penyelaman.

Karakteristik
Struktur
Pada temperatur dan tekanan standar, oksigen berupa gas tak berwarna dan tak berasa dengan
rumus kimia O2, di mana dua atom oksigen secara kimiawi berikatan dengan konfigurasi
elektron triplet spin. Ikatan ini memiliki orde ikatan dua dan sering dijelaskan secara sederhana
sebagai ikatan ganda[6] ataupun sebagai kombinasi satu ikatan dua elektron dengan dua ikatan
tiga elektron.[7]

Oksigen triplet merupakan keadaan dasar molekul O2.[8] Konfigurasi elektron molekul ini
memiliki dua elektron tak berpasangan yang menduduki dua orbital molekul yang berdegenerasi.
[9]
Kedua orbital ini dikelompokkan sebagai antiikat (melemahkan orde ikatan dari tiga menjadi
dua), sehingga ikatan oksigen diatomik adalah lebih lemah daripada ikatan rangkap tiga nitrogen.
[8]

Dalam bentuk triplet yang normal, molekul O2 bersifat paramagnetik oleh karena spin momen
magnetik elektron tak berpasangan molekul tersebut dan energi pertukaran negatif antara
molekul O2 yang bersebelahan. Oksigen cair akan tertarik kepada magnet, sedemikiannya pada
percobaan laboratorium, jembatan oksigen cair akan terbentuk di antara dua kutub magnet kuat.
[10][11]

Oksigen singlet, adalah nama molekul oksigen O2 yang kesemuaan spin elektronnya
berpasangan. Ia lebih reaktif terhadap molekul organik pada umumnya. Secara alami, oksigen
singlet umumnya dihasilkan dari air selama fotosintesis.[12] Ia juga dihasilkan di troposfer melalui
fotolisis ozon oleh sinar berpanjang gelombang pendek,[13] dan oleh sistem kekebalan tubuh
sebagai sumber oksigen aktif.[14] Karotenoid pada organisme yang berfotosintesis (kemungkinan
juga ada pada hewan) memainkan peran yang penting dalam menyerap oksigen singlet dan
mengubahnya menjadi berkeadaan dasar tak tereksitasi sebelum ia menyebabkan kerusakan pada
jaringan.[15]

Ozon merupakan gas langka pada bumi yang dapat ditemukan di stratosfer.

Alotrop

Alotrop oksigen elementer yang umumnya ditemukan di bumi adalah dioksigen O2. Ia memiliki
panjang ikat 121 pm dan energi ikat 498 kJ·mol-1.[16] Altrop oksigen ini digunakan oleh makhluk
hidup dalam respirasi sel dan merupakan komponen utama atmosfer bumi.

Trioksigen (O3), dikenal sebagai ozon, merupakan alotrop oksigen yang sangat reaktif dan dapat
merusak jaringan paru-paru.[17] Ozon diproduksi di atmosfer bumi ketika O2 bergabung dengan
oksigen atomik yang dihasilkan dari pemisahan O2 oleh radiasi ultraviolet (UV).[5] Oleh karena
ozon menyerap gelombang UV dengan sangat kuat, lapisan ozon yang berada di atmosfer
berfungsi sebagai perisai radiasi yang melindungi planet.[5] Namun, dekat permukaan bumi, ozon
merupakan polutan udara yang dibentuk dari produk sampingan pembakaran otomobil.[18]

Molekul metastabil tetraoksigen (O4) ditemukan pada tahun 2001,[19][20] dan diasumsikan terdapat
pada salah satu enam fase oksigen padat. Hal ini dibuktikan pada tahun 2006, dengan menekan
O2 sampai dengan 20 GPa, dan ditemukan struktur gerombol rombohedral O8.[21] Gerombol ini
berpotensi sebagai oksidator yang lebih kuat daripada O2 maupun O3, dan dapat digunakan dalam
bahan bakar roket.[19][20] Fase logam oksigen ditemukan pada tahun 1990 ketika oksigen padat
ditekan sampai di atas 96 GPa[22]. Ditemukan pula pada tahun 1998 bahwa pada suhu yang sangat
rendah, fase ini menjadi superkonduktor.[23]

Sifat fisik

Warna oksigen cair adalah biru seperti warna biru langit. Fenomena ini tidak berkaitan; warna
biru langit disebabkan oleh penyebaran Rayleigh.

Oksigen lebih larut dalam air daripada nitrogen. Air mengandung sekitar satu molekul O2 untuk
setiap dua molekul N2, bandingkan dengan rasio atmosferik yang sekitar 1:4. Kelarutan oksigen
dalam air bergantung pada suhu. Pada suhu 0 °C, konsentrasi oksigen dalam air adalah 14,6
mg·L−1, manakala pada suhu 20 °C oksigen yang larut adalah sekitar 7,6 mg·L−1.[24][25] Pada suhu
25 °C dan 1 atm udara, air tawar mengandung 6,04 mililiter (mL) oksigen per liter, manakala
dalam air laut mengandung sekitar 4,95 mL per liter.[26] Pada suhu 5 °C, kelarutannya bertambah
menjadi 9,0 mL (50% lebih banyak daripada 25 °C) per liter untuk air murni dan 7,2 mL (45%
lebih) per liter untuk air laut.

Oksigen mengembun pada 90,20 K (−182,95 °C, −297,31 °F), dan membeku pada 54.36 K
(−218,79 °C, −361,82 °F).[27] Baik oksigen cair dan oksigen padat berwarna biru langit. Hal ini
dikarenakan oleh penyerapan warna merah. Oksigen cair dengan kadar kemurnian yang tinggi
biasanya didapatkan dengan distilasi bertingkat udara cair;[28] Oksigen cair juga dapat dihasilkan
dari pengembunan udara, menggunakan nitrogen cair dengan pendingin. Oksigen merupakan zat
yang sangat reaktif dan harus dipisahkan dari bahan-bahan yang mudah terbakar.[29]

Isotop

Oksigen yang dapat ditemukan secara alami adalah 16O, 17O, dan 18O, dengan 16O merupakan
yang paling melimpah (99,762%).[30] Isotop oksigen dapat berkisar dari yang bernomor massa 12
sampai dengan 28.[30]

Kebanyakan 16O di disintesis pada akhir proses fusi helium pada bintang, namun ada juga
beberapa yang dihasilkan pada proses pembakaran neon.[31] 17O utamanya dihasilkan dari
pembakaran hidrogen menjadi helium semasa siklus CNO, membuatnya menjadi isotop yang
paling umum pada zona pembakaran hidrogen bintang.[31] Kebanyakan 18O diproduksi ketika 14N
(berasal dari pembakaran CNO) menangkap inti 4He, menjadikannya bentuk isotop yang paling
umum di zona kaya helium bintang.[31]

Empat belas radioisotop telah berhasil dikarakterisasi, yang paling stabil adalah 15O dengan umur
paruh 122,24 detik dan 14O dengan umur paruh 70,606 detik.[30] Isotop radioaktif sisanya
memiliki umur paruh yang lebih pendek daripada 27 detik, dan mayoritas memiliki umur paruh
kurang dari 83 milidetik.[30] Modus peluruhan yang paling umum untuk isotop yang lebih ringan
dari 16O adalah penangkapan elektron, menghasilkan nitrogen, sedangkan modus peluruhan yang
paling umum untuk isotop yang lebih berat daripada 18O adalah peluruhan beta, menghasilkan
fluorin.[30]
Keberadaan

Menurut massanya, oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah di biosfer, udara, laut, dan
tanah bumi. Oksigen merupakan unsur kimia paling melimpah ketiga di alam semesta, setelah
hidrogen dan helium.[1] Sekitar 0,9% massa Matahari adalah oksigen.[3] Oksigen mengisi sekitar
49,2% massa kerak bumi[2] dan merupakan komponen utama dalam samudera (88,8%
berdasarkan massa).[3] Gas oksigen merupakan komponen paling umum kedua dalam atmosfer
bumi, menduduki 21,0% volume dan 23,1% massa (sekitar 1015 ton) atmosfer.[32][3][33] Bumi
memiliki ketidaklaziman pada atmosfernya dibandingkan planet-planet lainnya dalam sistem tata
surya karena ia memiliki konsentrasi gas oksigen yang tinggi di atmosfernya. Bandingkan
dengan Mars yang hanya memiliki 0,1% O2 berdasarkan volume dan Venus yang bahkan
memiliki kadar konsentrasi yang lebih rendah. Namun, O2 yang berada di planet-planet selain
bumi hanya dihasilkan dari radiasi ultraviolet yang menimpa molekul-molekul beratom oksigen,
misalnya karbon dioksida.

Air dingin melarutkan lebih banyak O2.

Konsentrasi gas oksigen di Bumi yang tidak lazim ini merupakan akibat dari siklus oksigen.
Siklus biogeokimia ini menjelaskan pergerakan oksigen di dalam dan di antara tiga reservoir
utama bumi: atmosfer, biosfer, dan litosfer. Faktor utama yang mendorong siklus oksigen ini
adalah fotosintesis. Fotosintesis melepaskan oksigen ke atmosfer, manakala respirasi dan proses
pembusukan menghilangkannya dari atmosfer. Dalam keadaan kesetimbangan, laju produksi dan
konsumsi oksigen adalah sekitar 1/2000 keseluruhan oksigen yang ada di atmosfer setiap
tahunnya.

Oksigen bebas juga terdapat dalam air sebagai larutan. Peningkatan kelarutan O2 pada temperatur
yang rendah memiliki implikasi yang besar pada kehidupan laut. Lautan di sekitar kutub bumi
dapat menyokong kehidupan laut yang lebih banyak oleh karena kandungan oksigen yang lebih
tinggi.[34] Air yang terkena polusi dapat mengurangi jumlah O2 dalam air tersebut. Para ilmuwan
menaksir kualitas air dengan mengukur kebutuhan oksigen biologis atau jumlah O2 yang
diperlukan untuk mengembalikan konsentrasi oksigen dalam air itu seperti semula.[35]

Peranan biologis
Fotosintesis dan respirasi
Fotosintesis menghasilkan O2

Di alam, oksigen bebas dihasilkan dari fotolisis air selama fotosintesis oksigenik. Ganggang
hijau dan sianobakteri di lingkungan lautan menghasilkan sekitar 70% oksigen bebas yang
dihasilkan di bumi, sedangkan sisanya dihasilkan oleh tumbuhan daratan.[36]

Persamaan kimia yang sederhana untuk fotosintesis adalah:[37]

6CO2 + 6H2O + foton → C6H12O6 + 6O2

Evolusi oksigen fotolitik terjadi di membran tilakoid organisme dan memerlukan energi empat
foton.[38] Terdapat banyak langkah proses yang terlibat, namun hasilnya merupakan pembentukan
gradien proton di seluruh permukaan tilakod. Ini digunakan untuk mensintesis ATP via
fotofosforilasi.[39] O2 yang dihasilkan sebagai produk sampingan kemudian dilepaskan ke
atmosfer.[40]

Dioksigen molekuler, O2, sangatlah penting untuk respirasi sel organisme aerob. Oksigen
digunakan di mitokondria untuk membantu menghasilkan adenosina trifosfat (ATP) selama
fosforilasi oksidatif. Reaksi respirasi aerob ini secara garis besar merupakan kebalikan dari
fotosintesis, secara sederhana:

C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O + 2880 kJ·mol-1

Pada vetebrata, O2 berdifusi melalui membran paru-paru dan dibawa oleh sel darah merah.
Hemoglobin mengikat O2, mengubah warnanya dari merah kebiruan menjadi merah cerah..[41][17]
Terdapat pula hewan lainnya yang menggunakan hemosianin (hewan moluska dan beberapa
antropoda) ataupun hemeritrin (laba-laba dan lobster).[32] Satu liter darah dapat melarutkan
200 cc O2.[32]

Spesi oksigen yang reaktif, misalnya ion superoksida (O2−) dan hidrogen peroksida (H2O2),
adalah produk sampingan penggunaan oksigen dalam tubuh organisme.[32] Namun, bagian sistem
kekebalan organisme tingkat tinggi pula menghasilkan peroksida, superoksida, dan oksigen
singlet untuk menghancurkan mikroba. Spesi oksigen reaktif juga memainkan peran yang
penting pada respon hipersensitif tumbuhan melawan serangan patogen.[39]

Dalam keadaan istirahai, manusia dewasa menghirup 1,8 sampai 2,4 gram oksigen per menit.[42]
Jumlah ini setara dengan 6 milyar ton oksigen yang dihirup oleh seluruh manusia per tahun. [43]

Penumpukan oksigen di atmosfer


Peningkatan kadar O2 di atmosfer bumi: 1) tiada O2 yang dihasilkan; 2) O2 dihasilkan, namun
diserap samudera dan batuan dasar laut; 3) O2 mulai melepaskan diri dari samuder, namun
diserap oleh permukaan tanah dan pembentukan lapisan ozon; 4-5) gas O2 mulai berakumulasi

Gas oksigen bebas hampir tidak terdapat pada atmosfer bumi sebelum munculnya arkaea dan
bakteri fotosintetik. Oksigen bebas pertama kali muncul dalam kadar yang signifikan semasa
masa Paleoproterozoikum (antara 2,5 sampai dengan 1,6 milyar tahun yang lalu). Pertama-tama,
oksigen bersamaan dengan besi yang larut dalam samudera, membentuk formasi pita besi
(Banded iron formation). Oksigen mulai melepaskan diri dari samudera 2,7 milyar tahun lalu,
dan mencapai 10% kadar sekarang sekitar 1,7 milyar tahun lalu.[44]

Keberadaan oksigen dalam jumlah besar di atmosfer dan samudera kemungkinan membuat
kebanyakan organisme anaerob hampir punah semasa bencana oksigen sekitar 2,4 milyar tahun
yang lalu. Namun, respirasi sel yang menggunakan O2 mengijinkan organisme aerob untuk
memproduksi lebih banyak ATP daripada organisme anaerob, sehingga organisme aerob
mendominasi biosfer bumi.[45] Fotosintesis dan respirasi seluler O2 mengijinkan berevolusinya sel
eukariota dan akhirnya berevolusi menjadi organisme multisel seperti tumbuhan dan hewan.

Sejak permulaan era Kambrium 540 juta tahun yang lalu, kadar O2 berfluktuasi antara 15%
sampai 30% berdasarkan volume.[46] Pada akhir masa Karbon, kadar O2 atmosfer mencapai
maksimum dengan 35% berdasarkan volume,[46] mengijinkan serangga dan amfibi tumbuh lebih
besar daripada ukuran sekarang. Aktivitas manusia, meliputi pembakaran 7 milyar ton bahan
bakar fosil per tahun hanya memiliki pengaruh yang sangat kecil terhadap penurunan kadar
oksigen di atmosfer. Dengan laju fotosintesis sekarang ini, diperlukan sekitar 2.000 tahun untuk
memproduksi ulang seluruh O2 yang ada di atmosfer sekarang.[47]

Sejarah
Percobaan awal

Percobaan Philo yang menginspirasi para peneliti selanjutnya

Salah satu percobaan pertama yang menginvestigasi hubungan antara pembakaran dengan udara
dilakukan oleh seorang penulis Yunani abad ke-2, Philo dari Bizantium. Dalam karyanya
Pneumatica, Philo mengamati bahwa dengan membalikkan labu yang di dalamnnya terdapat lilin
yang menyala dan kemudian menutup leher labu dengan air akan mengakibatkan permukaan air
yang terdapat dalam leher labu tersebut meningkat.[48] Philo menyimpulkan bahwa sebagian
udara dalam labu tersebut diubah menjadi unsur api, sehingga dapat melepaskan diri dari labu
melalui pori-pori kaca. Beberapa abad kemudian, Leonardo da Vinci merancang eksperimen
yang sama dan mengamati bahwa udara dikonsumsi selama pembakaran dan respirasi.[49]

Pada akhir abad ke-17, Robert Boyle membuktikan bahwa udara diperlukan dalam proses
pembakaran. Kimiawan Inggris, John Mayow, melengkapi hasil kerja Boyle dengan
menunjukkan bahwa hanya sebagian komponen udara yang ia sebut sebagai spiritus nitroaereus
atau nitroaereus yang diperlukan dalam pembakaran.[50] Pada satu eksperimen, ia menemukan
bahwa dengan memasukkan seekor tikus ataupun sebatang lilin ke dalam wadah penampung
yang tertutup oleh permukaan air akan mengakibatkan permukaan air tersebut naik dan
menggantikan seperempatbelas volume udara yang hilang.[51] Dari percobaan ini, ia
menyimpulkan bahwa nitroaereus digunakan dalam proses respirasi dan pembakaran.

Mayow mengamati bahwa berat antimon akan meningkat ketika dipanaskan. Ia menyimpulkan
bahwa nitroaereus haruslah telah bergabung dengan antimon.[50] Ia juga mengira bahwa paru-
para memisahkan nitroaereus dari udara dan menghantarkannya ke dalam darah, dan panas
tubuh hewan serta pergerakan otot akan mengakibatkan reaksi nitroaereus dengan zat-zat
tertentu dalam tubuh.[50] Laporan seperti ini dan pemikiran-pemikiran serta percobaan-percobaan
lainnya dipublikasikan pada tahun 1668 dalam karyanya Tractatus duo pada bagian "De
respiratione".[51]

Teori flogiston

Stahl membantu mengembangkan dan mempopulerkan teori flogiston.

Dalam percobaan Robert Hooke, Ole Borch, Mikhail Lomonosov, dan Pierre Bayen, percobaan
mereka semuanya menghasilkan oksigen, namun tiada satupun dari mereka yang mengenalinya
sebagai unsur.[24] Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh prevalensi filosofi pembakaran dan
korosi yang dikenal sebagai teori flogiston.

Teori flogiston dikemukakan oleh alkimiawan Jerman, J. J. Becher pada tahun 1667, dan
dimodifikasi oleh kimiawan Georg Ernst Stahl pada tahun 1731.[52] Teori flogiston menyatakan
bahwa semua bahan yang dapat terbakar terbuat dari dua bagian komponen. Salah satunya adalah
flogiston, yang dilepaskan ketika bahan tersebut dibakar, sedangkan bagian yang tersisa setelah
terbakar merupakan bentuk asli materi tersebut.[49]

Bahan-bahan yang terbakar dengan hebat dan meninggalkan sedikit residu (misalnya kayu dan
batu bara), dianggap memiliki kadar flogiston yang sangat tinggi, sedangkan bahan-bahan yang
tidak mudah terbakar dan berkorosi (misalnya besi), mengandung sangat sedikit flogiston. Udara
tidak memiliki peranan dalam teori flogiston. Tiada eksperimen kuantitatif yang pernah
dilakukan untuk menguji keabsahan teori flogiston ini, melainkan teori ini hanya didasarkan
pada pengamatan bahwa ketika sesuatu terbakar, kebanyakan objek tampaknya menjadi lebih
ringan dan sepertinya kehilangan sesuatu selama proses pembakaran tersebut.[49] Fakta bahwa
materi seperti kayu sebenarnya bertambah berat dalam proses pembakaran tertutup oleh gaya
apung yang dimiliki oleh produk pembakaran yang berupa gas tersebut. Sebenarnya pun, fakta
bahwa logam akan bertambah berat ketika berkarat menjadi petunjuk awal bahwa teori flogiston
tidaklah benar (yang mana menurut teori flogiston, logam tersebut akan menjadi lebih ringan).

Carl Wilhelm Scheele mendahului Priestley dalam penemuan oksigen, namun publikasinya
dilakukan setelah Priestley.

Penemuan

Oksigen pertama kali ditemukan oleh seorang ahli obat Carl Wilhelm Scheele. Ia menghasilkan
gas oksigen dengan mamanaskan raksa oksida dan berbagai nitrat sekitar tahun 1772.[49][3]
Scheele menyebut gas ini 'udara api' karena ia murupakan satu-satunya gas yang diketahui
mendukung pembakaran. Ia menuliskan pengamatannya ke dalam sebuah manuskrip yang
berjudul Treatise on Air and Fire, yang kemudian ia kirimkan ke penerbitnya pada tahun 1775.
Namun, dokumen ini tidak dipublikasikan sampai dengan tahun 1777.[53]

Joseph Priestley biasanya diberikan prioritas dalam penemuan oksigen

Pada saat yang sama, seorang pastor Britania, Joseph Priestley, melakukan percobaan yang
memfokuskan cahaya matahari ke raksa oksida (HgO) dalam tabung gelas pada tanggal 1
Augustus 1774. Percobaan ini menghasilkan gas yang ia namakan 'dephlogisticated air'.[3] Ia
mencatat bahwa lilin akan menyala lebih terang di dalam gas tersebut dan seekor tikus akan
menjadi lebih aktif dan hidup lebih lama ketika menghirup udara tersebut. Setelah mencoba
menghirup gas itu sendiri, ia menulis: "The feeling of it to my lungs was not sensibly different
from that of common air, but I fancied that my breast felt peculiarly light and easy for some time
afterwards."[24] Priestley mempublikasikan penemuannya pada tahun 1775 dalam sebuah laporan
yang berjudul "An Account of Further Discoveries in Air". Laporan ini pula dimasukkan ke
dalam jilid kedua bukunya yang berjudul Experiments and Observations on Different Kinds of
Air.[54][49] Oleh karena ia mempublikasikan penemuannya terlebih dahulu, Priestley biasanya
diberikan prioritas terlebih dahulu dalam penemuan oksigen.

Seorang kimiawan Perancis, Antoine Laurent Lavoisier kemudian mengklaim bahwa ia telah
menemukan zat baru secara independen. Namun, Priestley mengunjungi Lavoisier pada Oktober
1774 dan memberitahukan Lavoisier mengenai eksperimennya serta bagaimana ia menghasilkan
gas baru tersebut. Scheele juga mengirimkan sebuah surat kepada Lavoisier pada 30 September
1774 yang menjelaskan penemuannya mengenai zat yang tak diketahui, tetapi Lavoisier tidak
pernah mengakui menerima surat tersebut (sebuah kopian surat ini ditemukan dalam barang-
barang pribadi Scheele setelah kematiannya).[53]

Kontribusi Lavoisier

Apa yang Lavoisier tidak terbantahkan pernah lakukan (walaupun pada saat itu dipertentangkan)
adalah percobaan kuantitatif pertama mengenai oksidasi yang mengantarkannya kepada
penjelasan bagaimana proses pembakaran bekerja.[3] Ia menggunakan percobaan ini beserta
percobaan yang mirip lainnya untuk meruntuhkan teori flogiston dan membuktikan bahwa zat
yang ditemukan oleh Priestley dan Scheele adalah unsur kimia.

Antoine Lavoisier mendiskreditkan teori flogiston

Pada satu eksperimen, Lavoisier mengamati bahwa tidak terdapat keseluruhan peningkatan berat
ketika timah dan udara dipanaskan di dalam wadah tertutup.[3] Ia mencatat bahwa udara segera
masuk ke dalam wadah seketika ia membuka wadah tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa
sebagian udara yang berada dalam wadah tersebut telah dikonsumsi. Ia juga mencatat bahwa
berat timah tersebut juga telah meningkat dan jumlah peningkatan ini adalah sama beratnya
dengan udara yang masuk ke dalam wadah tersebut. Percobaan ini beserta percobaan mengenai
pembakaran lainnya didokumentasikan ke dalam bukunya Sur la combustion en général yang
dipublikasikan pada tahun 1777.[3] Hasil kerjanya membuktikan bahwa udara merupakan
campuran dua gas, 'udara vital', yang diperlukan dalam pembakaran dan respirasi, serta azote
(Bahasa Yunani ἄζωτον "tak bernyawa"), yang tidak mendukung pembakaran maupun
respirasi. Azote kemudian menjadi apa yang dinamakan sebagai nitrogen, walaupun dalam
Bahasa Perancis dan beberapa bahasa Eropa lainnya masih menggunakan nama Azote.[3]

Lavoisier menamai ulang 'udara vital' tersebut menjadi oxygène pada tahun 1777. Nama tersebut
berasal dari akar kata Yunani ὀξύς (oxys) (asam, secara harfiah "tajam") dan -γενής (-genēs)
(penghasil, secara harfiah penghasil keturunan). Ia menamainya demikian karena ia percaya
bahwa oksigen merupakan komponen dari semua asam.[5] Ini tidaklah benar, namun pada saat
para kimiawan menemukan kesalahan ini, nama oxygène telah digunakan secara luas dan sudah
terlambat untuk menggantinya. Sebenarnya gas yang lebih tepat untuk disebut sebagai
"penghasil asam" adalah hidrogen.

Oxygène kemudian diserap menjadi oxygen dalam bahasa Inggris walaupun terdapat
penentangan dari ilmuwan-ilmuwan Inggris dikarenakan bahwa adalah seorang Inggris,
Priestley, yang pertama kali mengisolasi serta menuliskan keterangan mengenai gas ini.
Penyerapan ini secara sebagian didorong oleh sebuah puisi berjudul "Oxygen" yang memuji gas
ini dalam sebuah buku populer The Botanic Garden (1791) oleh Erasmus Darwin, kakek Charles
Darwin.[53]

Sejarah selanjutnya
Robert H. Goddard dengan roket berbahan bakar campuran bensin dan oksigen cair
rancangannya

Hipotesis atom awal John Dalton berasumsi bahwa semua unsur berupa monoatomik dan atom-
atom dalam suatu senyawa akan memiliki rasio atom paling sederhana terhadap satu sama
lainnya. Sebagai contoh, Dalton berasumsi bahwa rumus air adalah HO, sehingga massa atom
oksigen adalah 8 kali massa hidrogen (nilai yang sebenarnya adalah 16).[55] Pada tahun 1805,
Joseph Louis Gay-Lussac dan Alexander von Humboldt menunjukkan bahwa air terbentuk dari
dua volume hidrogen dengan satu volume oksigen; dan pada tahun 1811, berdasarkan apa yang
sekarang disebut hukum Avogadro dan asumsi molekul unsur diatomik, Amedeo Avogadro
memperkirakan komposisi air dengan benar.[56][57]

Pada akhir abad ke-19, para ilmuwan menyadari bahwa udara dapat dicairkan dan komponen-
komponennya dapat dipisahkan dengan mengkompres dan mendinginkannya. Kimiawan dan
fisikawan Swiss, Raoul Pierre Pictet, menguapkan cairan sulfur dioksida untuk mencairkan
karbon dioksida, yang mana pada akhirnya diuapkan untuk mendinginkan gas oksigen menjadi
cairan. Ia mengirim sebuah telegram pada 22 Desember 1877 kepada Akademi Sains Prancis di
Paris dan mengumumkan penemuan oksigen cairnya.[58] Dua hari kemudian, fisikawan Perancis
Louis Paul Cailletet mengumumkan metodenya untuk mencairkan oksigen molekuler.[58] Hanya
beberapa tetes cairan yang dihasilkan sehingga tidak ada analisis berarti yang dapat
dilaksanakan. Oksigen berhasil dicairkan ke dalam keadaan stabil untuk pertama kalinya pada 29
Maret 1877 oleh ilmuwan Polandia dari Universitas Jagiellonian, Zygmunt Wróblewski dan
Karol Olszewski.[59]

Pada tahun 1891, kimiawan Skotlandia James Dewar berhasil memproduksi oksigen cair dalam
jumlah yang cukup banyak untuk dipelajari.[60] Proses produksi oksigen cair secara komersial
dikembangkan secara terpisah pada tahun 1895 oleh insinyur Jerman Carl von Linde dan
insinyur Britania William Hampson. Kedua insinyur tersebut menurunkan suhu udara sampai ia
mencair dan kemudian mendistilasi udara cair tersebut.[61] Pada tahun 1901, pengelasan
oksiasetilena didemonstrasikan untuk pertama kalinya dengan membakar campuran asetilena dan
O2 yang dimampatkan. Metode pengelasan dan pemotongan logam ini pada akhirnya digunakan
secara meluas.[61]

Pada tahun 1923, ilmuwan Amerika Robert H. Goddard menjadi orang pertama yang
mengembangkan mesin roket; mesin ini menggunakan bensin sebagai bahan bakar dan oksigen
cair sebagai oksidator. Goddard berhasil menerbangkan roket kecil sejauh 56 m dengan
kecepatan 97 km/jam pada 16 Maret 1926 di Auburn, Massachusetts, USA.[61][62]

Senyawa oksigen
Air (H2O) adalah senyawa oksigen yang paling dikenal.

Keadaan oksidasi okesigen adalah -2 untuk hampir semua senyawa oksigen yang diketahui.
Keadaan oksidasi -1 ditemukan pada beberapa senyawa seperti peroksida.[63] Senyawa oksigen
dengan keadaan oksidasi lainnya sangat jarang ditemukan, yakni -1/2 (superoksida), -1/3
(ozonida), 0 (asam hipofluorit), +1/2 (dioksigenil), +1 (dioksigen difluorida), dan +2 (oksigen
difluorida).

Senyawa oksida dan senyawa anorganik lainnya

Air (H2O) adalah oksida hidrogen dan merupakan senyawa oksigen yang paling dikenal. Atom
hidrogen secara kovalen berikatan dengan oksigen. Selain itu, atom hidrogen juga berinteraksi
dengan atom oksigen dari molekul air lainnya (sekitar 23,3 kJ·mol−1 per atom hidrogen).[64]
Ikatan hidrogen antar molekul air ini menjaga kedua molekul 15% lebih dekat daripada yang
diperkirakan apabila hanya memperhitungkan gaya Van der Waals.[65][66]

Senyawa oksida seperti besi oksida atau karat terbentuk ketika oksigen bereaksi dengan unsur
lainnya.

Oleh karena elektronegativitasnya, oksigen akan membentuk ikatan kimia dengan hampir semua
unsur lainnya pada suhu tinggi dan menghasilkan senyawa oksida. Namun, terdapat pula
beberapa unsur yang secara spontan akan membentuk oksida pada suhu dan tekanan standar.
Perkaratan besi merupakan salah satu contohnya. Permukaan logam seperti aluminium dan
titanium teroksidasi dengan keberadaan udara dan membuat permukaan logam tersebut tertutupi
oleh lapisan tipis oksida. Lapisan oksida ini akan mencegah korosi lebih lanjut. Beberapa
senyawa oksida logam transisi ditemukan secara alami sebagai senyawa non-stoikiometris.
Sebagai contohnya, FeO (wustit) sebenarnya berumus Fe1 − xO, dengan x biasanya sekitar 0,05.[67]

Di atmosfer pula, kita dapat menemukan sejumlah kecil oksida karbon, yaitu karbon dioksida
(CO2). Pada kerak bumi pula dapat ditemukan berbagai senyawa oksida, yakni oksida silikon
(Silika SO2) yang ditemukan pada granit dan pasir, oksida aluminium (aluminium oksida Al2O3
yang ditemukan pada bauksit dan korundum), dan oksida besi (besi(III) oksida Fe2O3) yang
ditemukan pada hematit dan karat logam.

Klorin
17
sul
fur

Lompat ke: pandu arah, gelintar
kl
ori
Klorin (daripada bahasa Yunani Chloros, n
bermaksud "hijau pucat"), adalah unsur →
kimia dengan nombor atom 17 dan simbol arg
Cl. Ia adalah satu halogen, dijumpai di on
dalam jadual berkala dalam kumpulan 17.
F
Sebagai ion klorida , yang mana ia

merupakan sebahagian daripada garam
biasa dan sebatian lain, secara semulajadi ia Cl
banyak dan sangat diperlukan dalam ↓ Jadual berkala
banyak bentuk kehidupan, termasuk Br
manusia. Sebagai gas klorin, ia berwarna
kuning kehijauan, yang mana beratnya dua
setengah kali ganda manakala baunya Umum
sangat menyesakkan dan sangat beracun. Nama, Simbol, Nombor klorin, Cl, 17
Dalam bentuk cecair dan pepejal ia
merupakan agen pengoksidaan, pelunturan, Siri kimia halogen
dan nyahjangkitan yang sangat efektif. Kumpulan, Kala, Blok 17, 3, p

Ciri-ciri utama hijau kekuningan

Rupa
Unsur berkenaan yang tulen, mempunyai
keadaan fizikal berbentuk gas berwarna
kuning kehijauan, Cl2.
Jisim atom 35.453(2) g/mol
Unsur ini ada ahli kepada siri pembentukan Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p5
garam dan boleh diekstrakkan daripada
klorida menerusi pengoksidaan dan Bilangan elektron per petala 2, 8, 7
biasanya melalui elektrolisis. Klorin adalah Sifat fizikal
gas kuning kehijauan yang senang
bergabung dengan hampir keseluruhan Keadaan gas
unsur-unsur lain. Pada 10°C, satu liter
(0 °C; 101,325 kPa)
daripada air dapat melarutkan 3.10 liter Ketumpatan
3.2 g/L
klorin dan pada 30 °C hanya 1.77 liter.
171.6 K
Takat lebur
(-101.5 °C, -150.7 °F)
Aplikasi
239.11 K
Klorin adalah bahan kimia yang penting Takat didih
untuk beberapa proses penulenan air, (-34.04 °C, -29.27 °F)
nyahjangkitan, dan dalam pelunturan. Ozon
Titik genting 416.9 K, 7.991 MPa
boleh juga digunakan untuk membunuh
bakteria, dan ia lebih disukai oleh Haba pelakuran (Cl2) 6.406 kJ/mol
kebanyakan majlis perbandaran untuk
digunakan dalam minuman kerana ozon Haba pengewapan (Cl2) 20.41 kJ/mol
tidak membentuk sebatian organoklorin dan (25 °C) (Cl2)
tidak tertinggal dalam air selepas rawatan. Muatan haba
33.949 J/(mol·K)

Klorin juga digunakan secara meluas dalam Tekanan wap


pembuatan produk sehari-harian. P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k
• Digunakan (dalam bentuk asid pada T/K 128 139 153 170 197 239
hipoklorus ) untuk membunuh
bakteria dan mikrob-mikrob
daripada bekalan minuman dan Sifat atom
kolam renang. Begitupun, Struktur hablur ortorombus
±1, 3, 5, 7
Keadaan pengoksidaan
(oksida asid kuat)
Keelektronegatifan 3.16 (skala Pauling)
kebanyakan bekalan air kecil-kecilan sekarang ini diklorinkan secara rutin. Lihat
pengklorinan.
• Digunakan secara meluas di dalam pembuatan kertas, antiseptik, barangan pewarna,
makanan, racun serangga, cat lukisan, produk-produk petroleum, plastik, ubat-ubatan,
tekstil, pelarut, dan banyak produk pengguna yang lain.

Unsur ini dugunakan secara giat dalam kimia organik sebagai as agen pengoksidaan dan dalam
tindakbalas penggantian kerana klorin biasanya memasukkan ciri-ciri yang dikehendaki dalam
sebatian organik apabila ia dimasukkan untuk hidrogen (sebagai dalam pembuatan getah
syntetik). Ia mempunyai afiniti electron yang paling tinggi di antara halida-halida.

Kegunaan lain adalah dalam penghasilan klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan dalam
pengekstrakan bromin.

Sejarah
Klorin (Bahasa Yunani χλωρος, kuning kehijauan) ditemui pada tahun 1774 oleh ahli kimia
Jerman Carl Wilhelm Scheele, yang dengan silapnya menyangkakan ia mengandungi oxygen.
Klorin telah diberikan namanya pada tahun 1810 oleh Sir Humphry Davy, yang menegaskan
bahasa ia sebenarnya sejenis unsur.

Gas klorin, juga dikenali sebagai bertholite, pertama kali digunakan sebagai senjata menentang
manusia pada Perang Dunia Pertama pada 22 April, 1915.

Kewujudan
Secara semula jadi, klorin hanya dijumpai dalam bentuk ion klorida. Klorida membentuk
kebanyakan garam zat terlarut dalam lautan bumi— kira-kira 1.9% jisim air laut adalah ion
klorida. Larutan klorida dengan kepekatan lebih tinggi dijumpai di Laut Mati dan longgokan air
garam bawah tanah.

Kebanyakan klorida larut dalam air, oleh itu klorida pepejal biasanya hanya ditemui dengan
berlimpahnya di kawasan beriklim kering, atau bawah tanah. Mineral klorida biasa termasuklah
halit (natrium klorida), sylvite (kalium klorida), dam karnalit (kalium magnesium klorida
heksahidrat).

Secara industinya, unsur klorin biasanya dihasilkan melalui elektrolisis natrium klorida yang
terlarut dalam air. Bersama dengan klorin, proses kloralkali ini menghasilkan gas hidrogen dan
natrium hidroksida, mengikut persamaan kimia

2 NaCl + 2 H2O → Cl2 + H2 + 2 NaOH

Isotop-isotop
Terapat dua isotop stabil klorin yang utama, yang berjisim 35 dan 37, masing-masing dijumpai
dalam nisbah bandingan 3:1, memberikan atom-atom klorin secara pukalnya mempunyai berat
atom nyata 35.5. Klorin mempunyai 9 isotop dengan nombor jisim berjulat antara 32 ke 40.
Hanya tiga daripada isotop-isotop ini wujud secara semula jadi: 35Cl (75.77%) dan 37Cl (24.23%)
stabil, serta 36Cl yang beradioaktif. Nisbah 36Cl kepada Cl stabil dalam persekitaran adalah kira-
kira 700*10-15 kepada 1. 36Cl dihasilkan dalam atmosfera melalui perkecaian 36Ar oleh tindakan
dengan proton] sinar kosmik. Dalam persekitaran subpermukaan, 36Cl dihasilkan terutamanya
akibat daripada tawanan neutron oleh 35Cl atau tawanan muon oleh 40Ca. 36Cl mereput menjadi
36
S dan seterusnya 36Ar, dengan gabungan separuh hayat selama 308,000 tahun. Separuh hayat
isotop tak reaktif yang hidrofili ini menyebabkannya bersesuaian sebagai pentarikhan geologi
dalam julat antara 60,000 kepada 1 juta tahun. Tambahan pula, kandungan besar 36Cl dihasilkan
melalui penyinaran air laut semasa peledakan atmosfera senjata nuklear antara tahun 1952 and
1958. Masa mastautin 36Cl dalam atmosfera adalah kira-kira 1 minggu. Oleh itu, sebagai penanda
peristiwa air tanah dan air bawah tanah tahun 1950-an, 36Cl juga berguna untuk mentarikhkan air
kurang daripada 50 tahun dari masa kini. 36Cl juga digunakan dalam lain-lain bidang dalam sains
geologi, termasuklah pentarikhan ais dan endapan.

Langkah pengawasan
Klorin merengsakan sistem pernafasan terutamanya bagi kanak-kanak dan orang tua. Dalam
keadaan gasnya, ia merengsa membran mukus dan dalam keadaan cecair ia boleh melecurkan
kulit. Hanya dengan kepekatan 3.5 bpj ia boleh dikesan dengan bau tersendiri, tetapi dengan
kepekatan 1000 ppm atau lebih barulah ia boleh membawa maut. Oleh sebab itu, klorin adalah
antara gas-gas yang digunakan semasa Perang Dunia Pertama sebagai gas perang. (Lihat:
Penggunaan gas beracun dalam Perang Dunia Pertama)

Pendedahan kepada gas ini tidak harus melebihi 0.5 bpj (purata pemberat masa 8 jam - 40 jam
seminggu).

Pendedahan akut kepada kepekatan tinggi tetapi tidak membawa maut boleh mengakibatkan
edema pulmonari, atau bendalir dalam peparu, iaitu keadaan yang sangat tidak menyenangkan.
Pendedahan tahap rendah yang kronik melemahkan peparu, meningkatkan kerentanan terhadap
lain-lain penyakit peparu.

Wasap bertoksik mungkin akan terhasil apabila peluntur bercampur dengan air kencing,
ammonia, asid hidroklorik, dan lain produk pembersih. Wasap ini terdiri daripada campuran gas
klorin, kloramina dan nitrogen triklorida; maka campuran ini haruslah dielakkan.

Lihat juga: Klorofluorokarbon

Penyarian gas klorin


Klorin boleh dikilang melalui elektrolisis larutan natrium klorida (air garam). Terdapat tiga
kaedah industri untuk penyarian klorin melalui elektrolisis.

Elektrolisis sel merkuri (raksa)

Elektrolisis sel raksa merupakan kaedah pertama yang digunakan untuk menghasilkan klorida
pada skala industri. Anod titanium diletakkan di atas katod cecair raksa dan larutan natrium
klorida diletakkan di antara elektrod-elektrod. Apabila arus elektrik dialirkan, klorida terbebas
pada anod titanium dan natrium terlarut pada katod raksa menghasilkan amalgam.

Amalgam boleh dijana semula menjadi raksa dengan memberi tindak balasa dengan air,
menghasilkan hidrogen dan natrium hidroksida. Ini adalah hasil sampingan yang berguna.

Kaedah ini menggunakan tenaga yang amat banyak dan terdapat juga bimbangan tentang
pengeluaran raksa.

Elektrolisis sel diafragma

Satu diafragma asbestos dimendap pada katod kekisi besi menghalang klorin yang terbentuk
pada anod daripada bercampur semula dengan natrium hidroksida yang terhasil pada katod.

Kaedah ini menggunakan kurang tenaga berbanding dengan sel raksa, tetapi natrium hidroksida
yang terhasil tidak mudah untuk dipekatkan dan dimendakkan menjadi bahan yang berguna.
Elektrolisis sel membran

Sel elektrolisis terbahagi kepada dua ruang dengan membran sebagai penukar ion. Larutan
natrium klorida tepu dialirkan melalui pada ruang anod dan keluar pada kepekatan yang lebih
rendah. Larutan natrium hidroksida diedarkan melalui ruang katod lalu keluar pada kepekatan
yang lebih tinggi. Sebahagian daripada larutan natrium hidroksida pekat dialih menjadi hasil
sementara bakinya dicairkan dengan air ternyahion dan dialirkan lagi melalui sel elektrolisis.

Kaedah ini adalah hampir berkesan seperti sel diafragma dan menghasilkan natrium hidroksida
yang lebih tulen, tetapi memerlukan larutan natrium klorida yang amat tulen.

Cara-cara lain

Sebelum kaedah elektrolisis digunakan dalam penghasilan klorin, pengoksidaan terus hidrogen
klorida dengan oksigen atau udara juga pernah dijalankan dalam kaedah Deacon:

2HCl + O2 → Cl2 + H2O

Pelaksanaan tindak balas tidak lengkap ini diselesaikan dengan menggunakan mangkin pada
dasar melalui CuCl2. Oleh sebab campuran tindak balas yang sangat mengakis, pelaksanaan
teknikal seringkali melibatkan banyak kesulitan.

Proses penghasilan klorin yang lebih awal ialah dengan memanaskan air garam dengan asid dan
mangan dioksida Mangan diperoleh semula melalui proses Weldon.

Dalam makmal, kandungan gas klorin yang sedikit boleh dihasilkan dengan mencampurkan asid
hidroklorik (biasanya kira-kira 5 molar) kepada larutan natrium klorat.

Ahli kimia Carl Wilhelm Scheele adalah orang pertama yang mengasingkan klorin di dalam
makmal, dengan menggunakan kaedah yang sangat rumit:

2NaCl + 2H2SO4 + MnO2 → Na2SO4 + MnSO4 + 2H2O + Cl2

Sebatian
Untuk rujukan am mengenai ion klorida (Cl−, termasuklah rujukan-rujukan tentang klorida-
klorida tertentu, lihat Klorida. Untuk sebatian klorin lain sila rujuk klorat (ClO3−), klorit (ClO2−),
hipoklorit(ClO−), dan perklorat (ClO4−). Lihat juga Kloramina (NH2Cl), Klorin dioksida (ClO2),
Asid klorik (HClO3), Klorin monofluorida (ClF), Klorin trifluorida (ClF3), Klorin pentafluorida
(ClF5) Diklorin monoksida (Cl2O), Diklorin heptoksida (Cl2O7), Asid hidroklorik (HCl), Asid
perklorik (HClO4), dan kalium klorida (KCl).
Magnesium

12
natri
um

ma
gne
siu
m

alu
mini
um
Be

Mg

Ca Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom magnesium, Mg, 12
Deret kimia alkali tanah
Golongan, Periode, Blok 2, 3, s
putih keperakan

Penampilan

Massa atom 24.3050(6) g/mol


Konfigurasi elektron [Ne] 3s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 2
Ciri-ciri fisik
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 1.738 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 1.584 g/cm³
923 K
Titik lebur
(650 °C, 1202 °F)
1363 K
Titik didih
(1090 °C, 1994 °F)
Kalor peleburan 8.48 kJ/mol
Kalor penguapan 128 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 24.869 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 701 773 861 971 1132 1361
Ciri-ciri atom
Struktur kristal segi enam
2(
Bilangan oksidasi oksida dasar
yang kuat)
Elektronegativitas 1.31 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 737.7 kJ/mol
(detil) ke-2: 1450.7 kJ/mol
ke-3: 7732.7 kJ/mol
Jari-jari atom 150 pm
Jari-jari atom (terhitung) 145 pm
Jari-jari kovalen 130 pm
Jari-jari Van der Waals 173 pm
Lain-lain
Sifat magnetik paramagnetik
Resistivitas listrik (20 °C) 43.9 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 156 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 24.8 µm/(m·K)
Kecepatan suara (suhu kamar)
(pada wujud kawat) 4940 m/s
Modulus Young 45 GPa
Modulus geser 17 GPa
Modulus ruah 45 GPa
Nisbah Poisson 0.29
Skala kekerasan Mohs 2.5
Kekerasan Brinell 260 MPa
Nomor CAS 7439-95-4
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
24
Mg 78.99% Mg stabil dengan 12 neutron
25
Mg 10% Mg stabil dengan 13 neutron
26
Mg 11.01% Mg stabil dengan 14 neutron
Sejarah
(Magnesia, daerah di Thessaly). Senyawa-senyawa magnesium telah lama diketahui. Black telah
mengenal magnesium sebagai elemen di tahun 1755. Davy berhasil mengisolasikannya di tahun
1808 dan Busy mempersiapkannya dalam bentuk yang koheren di tahun 1831. Magnesium
merupakan elemen terbanyak kedelepan di kerak bumi. Ia tidak muncul tersendiri, tapi selalu
ditemukan dalam jumlah deposit yang banyak dalam bentuk magnesite, dolomite dan mineral-
mineral lainnya.

Sumber-sumbe
Logam ini sekarang dihasilkan di AS dengan mengelektrolisis magnesium klorida yang terfusi
dari air asin, sumur, dan air laut.

Sifat-sifat
Magnesium merupakan logam yang ringan, putih keperak-perakan dan cukup kuat. Ia mudah
ternoda di udara, dan magnesium yang terbelah-belah secara halus dapat dengan mudah terbakar
di udara dan mengeluarkan lidah api putih yang menakjubkan.

Kegunaan
Magnesium digunakan di fotografi, flares, pyrotechnics, termasuk incendiary bombs. Ia sepertiga
lebih ringan dibanding aluminium dan dalam campuran logam digunakan sebagai bahan
konstruksi pesawat dan missile. Logam ini memperbaiki karakter mekanik, fabrikasi dan las
aluminium ketika digunakan sebagai alloying agent. Magnesium digunakan dalam memproduksi
grafit dalam cast iron, dan digunakan sebagai bahan tambahan conventional propellants. Ia juga
digunakan sebagai agen pereduksi dalam produksi uranium murni dan logam-logam lain dari
garam-garamnya. Hidroksida (milk of magnesia), klorida, sulfat (Epsom salts) dan sitrat
digunakan dalam kedokteran. Magnesite digunakan untuk refractory, sebagai batu bata dan
lapisan di tungku-tungku pemanas.

Senyawa-senyawa
Magnesium organik sangat penting untuk tumbuhan dan kehidupan binatang-binatang. Klorofil
merupakan perphyrins dengan magnesium sebagai pusatnya. Kebutuhan gizi orang dewasa akan
magnesium organik berkisar sekitar 300 mg/hari.

Penanganan
Kebakaran dapat dengan mudah terjadi, sehingga magnesium harus ditangani secara hati-hati.
Terutama jika logam ini dalam keadaan terbelah-belah secara halus. Air tidak boleh digunakan
pada magnesium yang terbakar atau kebakaran yang berdasarkan magnesium.
14 aluminium ← silikon → fosfor
C

Si
↓ Tabel periodik Silikon
Ge

Informasi umum
Nama, lambang, nomor atom silikon, Si, 14
Deret kimia metaloid
Golongan, periode, blok 14, 3, p
Sebagai lempengan: kristal
dengan permukaan sedikit
biru gelap dan mengkilap
Penampilan

Berat atom standar 28,0855(3) g·mol−1


Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p2
Elektron per kelopak 2, 8, 4
Sifat fisika
Fase solid
Densitas
2,33 g·cm−3
(mendekati suhu kamar)
Densitas cairan
2,57 g·cm−3
pada titik didih
1687 K
Titik leleh
(1420 °C, 2577 °F)
3538 K
Titik didih
(2355 °C, 5909 °F)
Bahang beku 50,21 kJ·mol−1
Bahang penguapan 359 kJ·mol−1
Kapasitas bahang (25 °C) 19,789 J·mol−1·K−1 Sejarah
(Latin, silex, silicis,
Tekanan uap
flint). Davy pada
P/Pa 1 10 100 1 k 10 k 100 k tahun 1800
pada T/K 1908 2102 2339 2636 3021 3537 menganggap silika
sebagai senyawa
ketimbang suatu
Sifat atom unsur. Sebelas tahun
kemudian pada tahun
Struktur kristal Kubus intan
1811, Gay Lussac
4, 3 [1], 2 [2], 1 [3] dan Thenard
Bilangan oksidasi
(oksida amfoter) mungkin
Elektronegativitas 1.90 (Skala Pauling) mempersiapkan
amorphous sillikon
Energi ionisasi 1st: 786,5 kJ·mol−1 tidak murni dengan
(lebih lanjut) 2nd: 1577,1 kJ·mol −1 cara memanaskan
kalium dengan
3rd: 3231,6 kJ·mol−1
silikon tetrafluorida.
Ruji atom 117,6 pm
Ruji atom (perhitungan) 111 pm Pada tahun 1824
Ruji kovalen 111 pm
Ruji Van Der Waals 210 pm
Informasi Lain
Berzelius, yang dianggap sebagai penemu pertama silikon, mempersiapkan amorphous silikon
dengan metode yang sama dan kemudian memurnikannya dengna membuang fluosilika dengan
membersihkannya berulang kali. Deville pada tahun 1854 pertama kali mempersiapkan silikon
kristal, bentuk alotropik kedua unsur ini.

Sumber
Silikon terdapat di matahari dan bintang-bintang dan merupakan komponen utama satu kelas
bahan meteor yang dikenal sebagai aerolites. Ia juga merupakan komponen tektites, gelas alami
yang tidak diketahui asalnya.

Silikon membentuk 25.7% kerak bumi dalam jumlah berat, dan merupakan unsur terbanyak
kedua, setelah oksigen. Silikon tidak ditemukan bebas di alam, tetapi muncul sebagian besar
sebagai oksida dan sebagai silikat. Pasir, quartz, batu kristal, amethyst, agate, flint, jasper dan
opal adalah beberapa macam bentuk silikon oksida. Granit, hornblende, asbestos, feldspar, tanah
liat, mica, dsb merupakan contoh beberapa mineral silikat.

Silikon dipersiapkan secara komersil dengan memanaskan silika dan karbon di dalam tungku
pemanas listrik, dengan menggunakan elektroda karbon. Beberapa metoda lainnya dapat
digunakan untuk mempersiapkan unsur ini. Amorphous silikon dapat dipersiapkan sebagai bubuk
cokelat yang dapat dicairkan atau diuapkan. Proses Czochralski biasanya digunakan untuk
memproduksi kristal-kristal silikon yang digunakan untuk peralatan semikonduktor. Silikon
super murni dapat dipersiapkan dengan cara dekomposisi termal triklorosilan ultra murni dalam
atmosfir hidrogen dan dengan proses vacuum float zone.

Kegunaan
Silikon adalah salah satu unsur yang berguna bagi manusia. Dalam bentuknya sebagai pasir dan
tanah liat, dapat digunakan untuk membuat bahan bangunana seperti batu bata. Ia juga berguna
sebagai bahan tungku pemanas dan dalam bentuk silikat ia digunakan untuk membuat enamels
(tambalan gigi), pot-pot tanah liat, dsb. Silika sebagai pasir merupakan bahan utama gelas Gelas
dapat dibuat dalam berbagai macam bentuk dan digunakan sebagai wadah, jendela, insulator, dan
aplikasi-aplikasi lainnya. Silikon tetraklorida dapat digunakan sebagai gelas iridize.

Silikon super murni dapat didoping dengan boron, gallium, fosfor dan arsenik untuk
memproduksi silikon yang digunakan untuk transistor, sel-sel solar, penyulingan, dan alat-alat
solid-state lainnya, yang digunakan secara ekstensif dalam barang-barang elektronik dan industri
antariksa

Fosfor

Jangan dikacaukan dengan Fosforus, unsur kimia berlambang P.

Fosfor ialah zat yang dapat berpendar karena mengalami fosforesens (pendaran yang terjadi
walaupun sumber pengeksitasinya telah disingkirkan).

Fosfor berupa berbagai jenis senyawa logam transisi atau senyawa tanah langka seperti zink
sulfida (ZnS) yang ditambah tembaga atau perak, dan zink silikat (Zn2SiO4)yang dicampur
dengan mangan. Kegunaan fosfor yang paling umum ialah pada ragaan tabung sinar katoda
(CRT) dan lampu fluoresen, sementara fosfor dapat ditemukan pula pada berbagai jenis mainan
yang dapat berpendar dalam gelap (glow in the dark). Fosfor pada tabung sinar katoda mulai
dibakukan pada sekitar Perang Dunia II dan diberi lambang huruf "P" yang diikuti dengan
sebuah angka.
Catatan: unsur kimia fosforus dapat mengeluarkan cahaya dalam keadaan tertentu, tetapi
fenomena ini bukan fosforesens, melainkan kemiluminesens.

Sejarah
(Yunani, phosphoros, yang memiliki cahaya; nama kuno untuk planet Venus ketika tampak
sebelum matahari terbit). Brand menemukan fosfor di tahun 1669 dengan mempersiapkannya
dari air kencing.

Sifat
Fosfor terdapat dalam empat atau lebih bentuk alotropik: putih (atau kuning), merah, dan hitam
(atau ungu). Fosfor biasa merupakan benda putih seperti lilin. Bentuknya yang murni tidak
memiliki warna dan transparan. Fosfor putih memiliki dua modifikasi: alfa dan beta dengan suhu
transisi pada -3,8 derajat Celcius.

Ia tidak terlarut dalam air, tetapi melarut dalam karbon disulfida. Ia dapat terbakar dengan mudah
di udara dan membentuk pentaoksida.

Sumber
Tidak pernah ditemukan di alam, unsur ini terdistribusikan dalam berbagai mineral. Batu fosfat,
yang memiliki mineral apatit, merupakan tri-kalsium-fosfat yang tidak murni dan merupakan
sumber penting elemen ini. Deposit yang besar telah ditemukan di Rusia, Maroko, dan negara
bagian Florida, Tennessee, Utah, dan Idaho.

Penanganan
Fosfor sangat beracun. 50 mg bahan ini dosis yang sangat fatal. Jangan terekspos pada fosfor
putih lebih dari 0,1 mg/m3 (berdasarkan 8 jam berat rata-rata, selama 40 jam per minggu). Fosfor
putih harus disimpan dalam air, karena sangat reaktif dengan udara. Alat khusus (forceps) juga
perlu digunakan untuk menangani unsur ini karena dapat membakar kulit.
Ketika terekspos pada sinar matahai atau ketika dipanaskan dalam uapnya sampai 250 derajat
Celcius, ia terubah ke dalam berbagai bentuk merah yang tidak bereaksi di udara secara mudah
seperti bentuknya yang putih. Bentuk ini juga tidak sebahaya bentuk putih. Tetapi tetap perlu
kehati-hatian dalam menanganinya, karena ia dapat berubah bentuk lagi ke yang putih pada
suhu-suhu tertentu serta mengeluarkan asap beracun jika dipanaskan. Bentuk merah cukup stabil,
menguap dengan tekanan udara 1 atm dan 17o C dan diguankan dalam membuat korek api yang
aman, kembang api, pestisida, bomb asap, dll.

Produksi
Fosfor putih dapat dibentuk oleh berbagai metoda. Salah satu proses, tri-kalsium fosfat
dipanaskan dengan karbon dan silika dalam tungku pemanas listrik. Fosfor elementer
terbebaskan sebagai uap dan terkumpul sebagai asam fosfor, bahan utama untuk pupuk super
fosfat.

Kegunaan
Dalam beberapa tahun terakhir, asam fosfor yang mengandung 70% – 75% P2O5, telah menjadi
bahan penting pertanian dan produksi tani lainnya. Permintaan untuk pupuk secara global telah
meningkatkan produksi fosfat yang banyak. Fosfat juga digunakan untuk produksi gelas spesial,
seperti yang digunakan pada lampu sodium. Kalsium fosfat digunakan untuk membuat perabotan
China dan untuk memproduksi mono-kalsium fosfat. Fosfor juga digunakan dalam memproduksi
baja, perunggu fosfor, dan produk-produk lainnya. Trisodium fosfat sangat penting sebagai agen
pembersih, sebagai pelunak air, dan untuk menjaga korosi pipa-pipa. Fosfor juga merupakan
bahan penting bagi sel-sel protoplasma, jaringan saraf dan tulang.
16 phosphorus ← sulfur → chlorine
O

S
↓ Tabel periodik
Se

Keterangan Umum Unsur


Nama, Lambang, Nomor atom sulfur, S, 16
Deret kimia nonmetals
Golongan, Periode, Blok 16, 3, p
kuning lemon

Penampilan

Massa atom 32.065(5) g/mol


Belerang
Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p4
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 6
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) (alpha) 2.07 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar) (beta) 1.96 g/cm³
Massa jenis (sekitar suhu kamar) (gamma) 1.92 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 1.819 g/cm³
388.36 K
Titik lebur
(115.21 °C, 239.38 °F)
717.8 K
Titik didih
(444.6 °C, 832.3 °F)
Titik kritis 1314 K, 20.7 MPa
Kalor peleburan (mono) 1.727 kJ/mol
Kalor penguapan (mono) 45 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 22.75 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 375 408 449 508 591 717

Ciri-ciri atom
Struktur kristal orthorhombic
−1, ±2, 4, 6
Bilangan oksidasi
(strongly acidic oxide)
Elektronegativitas 2.58 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 999.6 kJ/mol
(detil) ke-2: 2252 kJ/mol
ke-3: 3357 kJ/mol
Jari-jari atom 100 pm
Jari-jari atom (terhitung) 88 pm
Jari-jari kovalen 102 pm
Jari-jari Van der Waals 180 pm
Sejarah

Menurut Genesis, belerang sudah lama dikenal oleh nenek moyang sebagai batu belerang.

Sumber

Belerang ditemukan dalam meteorit. R.W. Wood mengusulkan bahwa terdapat simpanan
belerang pada daerah gelap di kawah Aristarchus.

Belerang terjadi secara alamiah di sekitar daerah pegunungan dan hutan tropis. Sulfir tersebar di
alam sebagai pirit, galena, sinabar, stibnite, gipsum, garam epsom, selestit, barit dan lain-lain.

Pembuatan

Belerang dihasilkan secara komersial dari sumber mata air hingga endapan garam yang
melengkung sepanjang Lembah Gulf di Amerika Serikat. Menggunakan proses Frasch, air yang
dipanaskan masuk ke dalam sumber mata air untuk mencairkan belerang, yang kemudian
terbawa ke permukaan.

Belerang juga terdapat pada gas alam dan minyak mentah, namun belerang harus dihilangkan
dari keduanya. Awalnya hal ini dilakukan secara kimiawi, yang akhinya membuang belerang.
Namun sekarang, proses yang baru memungkinkan untuk mengambil kembali belerang yang
terbuang. Sejumlah besar belerang diambil dari ladang gas Alberta.

Sifat-sifat

Belerang berwarna kuning pucat, padatan yang rapuh, yang tidak larut dalam air tapi mudah larut
dalam CS2 (karbon disulfida). Dalam berbagai bentuk, baik gas, cair maupun padat, unsur
belerang terjadi dengan bentuk alotrop yang lebih dari satu atau campuran. Dengan bentuk yang
berbeda-beda, akibatnya sifatnya pun berbeda-beda dan keterkaitan antara sifat dan bentuk
alotropnya masih belum dapat dipahami.

Pada tahun 1975, ahli kimia dari Universitas Pensilvania melaporkan pembuatan polimer
belerang nitrida, yang memiliki sifat logam, meski tidak mengandung atom logam sama sekali.
Zat ini memiliki sifat elektris dan optik yang tidak biasa.
Belerang dengan kemurnian 99.999+% sudah tersedia secara komersial.

Belerang amorf atau belerang plastik diperoleh dengan pendinginan dari kristal secara mendadak
dan cepat. Studi dengan sinar X menunjukkan bahwa belerang amorf memiliki struktur helik
dengan delapan atom pada setiap spiralnya. Kristal belerang diduga terdiri dari bentuk cincin
dengan delapan atom belerang, yang saling menguatkan sehingga memberikan pola sinar X yang
normal.

Isotop

Belerang memiliki sebelas isotop. Dari empat isotop yang ada di alam, tidak satupun yang
bersifat radioaktif. Belerang dengan bentuk yang sangat halus, dikenal sebagai bunga belerang,
dan diperoleh dengan cara sublimasi.

Senyawa-senyawa

Senyawa organik yang mengandung belerang sangat penting. Kalsium sulfur, ammonium sulfat,
karbon disulfida, belerang dioksida dan asam sulfida adalah beberapa senyawa di antara banyak
senyawa belerang yang sangat penting

Kegunaan

Belerang adalah komponen serbuk mesiu dan digunakan dalam proses vulkanisasi karet alam dan
juga berperaan sebagai fungisida. Belerang digunakan besar-besaran dalam pembuatan pupuk
fosfat. Berton-ton belerang digunakan untuk menghasilkan asa sulfat, bahankimia yang sangat
penting.

Belerang juga digunakanuntuk pembuatan kertas sulfit dan kertas lainnya, untuk mensterilkan
alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering. Belerang merupakan insultor yang baik.

Belerang sangat penting untuk kehidupan. Belerang adalah penyusun lemak, cairan tubuh dan
mineral tulang, dalam kadar yang sedikit.

Belerang cepat menghilangkan bau. Belerang dioksida adalah zat berbahaya di atmosfer, sebagai
pencemar udara.

Belerang: Superkonduktor yang diharapkan


Unsur belerang dapat ditemukan dalam beberapa bentuk allotropi, dua diantaranya adalah
monoklinik dan rhombik belerang seperti gambar yang tertera di bawah ini.

Kanan : Rhombik belerang ; Kiri : Monoklinik Belerang

Kedua-duanya baik monoklinik dan rhombik belerang terbentuk dari delapan atom belerang
yang membentuk molekul siklik.
Molekul siklik dari belerang padat (S8)

Rupa dari sulfur pada suhu dan tekanan biasa memiliki sifat isulator arus listrik. Walaupun,
penelitian belerang pada tekanan tinggi menunjukkan bukti terjadinya transisi ke struktur
berbeda yang merupakan fase logam (superkonduktivitas sering dikaitkan dengan perubahan
struktur dari satu struktur kristal logam ke struktur logam lainnya, dimana struktur yang kedua
menyimpang dari struktur sebelumnya). Elektromagnet khusus yang didasari oleh
superkonduktif material digunakan secara luas di ilmu kedokteran untuk magnetik resonance
imaging (MRI). Secara umum, superkonduktif material hanya menunjukkan sifat ini pada
temperatur yang sangat rendah, lebih rendah daripada temperature hidrogen cair (20K).

Sifat dari belerang ini sangatlah penting karena fase logamnya memiliki suhu kritis yang sangat
tinggi yang melampaui superkonduktivitas dari unsur-unsur benda padat lainnya yang telah
diteliti. Lebih lanjut, suhu kritis ini meningkat dengan bertambahnya tekanan, merupakan sifat
yang luarbiasa. Sebagai contoh, selenium dan telurium, yang merupakan satu golongan dengan
belerang, menunjukkan sifat yang berbeda. Belum ada yang tahu bagaimana menjelaskan
fenomena tersebut. Makna dari hasil penelitian tersebut adalah bahwa belerang membuka
kesempatan untuk pengembanhan dari percobaan teori superkonduktivitas. Para peneliti sedang
merencanakan untuk meningkatkan tekanan guna mempelajari sifat yang luarbiasa ini. [

Kalsium
20
kaliu
m

kals
ium

skan
diu
m
Mg

Ca
↓ Tabel periodik
Manfaat bagi Sr
manusia
Informasi umum
Kalsium adalah mineral yang amat
penting bagi manusia, antara lain Nama, lambang, nomor atom kalsium, Ca, 20
bagi metabolisme tubuh, Deret kimia logam alkali tanah
penghubung antar saraf, kerja
Golongan, periode, blok 2, 4, s
jantung, dan pergerakan otot.
putih keperakan
Berikut beberapa manfaat kalsium
Penampilan
bagi manusia:

• Mengaktifkan saraf
• Melancarkan peredaran Berat atom standar 40,078(4) g·mol−1
darah Konfigurasi elektron [Ar] 4s2
• Melenturkan otot
Elektron per kelopak 2, 8, 8, 2
• Menormalkan tekanan
darah Sifat fisika
• Menyeimbangkan tingkat Fase solid
keasaman darah
• Menjaga keseimbangan Densitas
1,55 g·cm−3
cairan tubuh (mendekati suhu kamar)
• Mencegah osteoporosis Densitas cairan
(keropos tulang) 1,378 g·cm−3
pada titik didih
• Mencegah penyakit jantung
1115 K
• Menurunkan resiko kanker Titik leleh
(842 °C, 1548 °F)
usus
• Mengatasi kram, sakit 1757 K
Titik didih
pinggang, wasir, dan (1484 °C, 2703 °F)
reumatik Bahang beku 8,54 kJ·mol−1
• Mengatasi keluhan saat haid
dan menopause Bahang penguapan 154,7 kJ·mol−1
• Meminimalkan penyusutan Kapasitas bahang (25 °C) 25,929 J·mol−1·K−1
tulang selama hamil dan
menyusui Tekanan uap
• Membantu mineralisasi gigi P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
dan mencegah pendarahan
pada T/K 864 956 1071 1227 1443 1755
akar gigi
• Mengatasi kering dan
pecah-pecah pada kulit kaki Sifat atom
dan tangan
• Memulihkan gairah seks Struktur kristal kubik berpusat muka
yang menurun/melemah 2
Bilangan oksidasi
• Mengatasi kencing manis (oksida basa kuat)
(mengaktifkan pankreas) Elektronegativitas 1,00 (Skala Pauling)
Energi ionisasi 1st: 589,8 kJ·mol−1
(lebih lanjut) 2nd: 1145,4 kJ·mol−1
3rd: 4912,4 kJ·mol−1
Ruji atom 180 pm
Setelah umur 20 tahun, tubuh manusia akan mulai mengalami kekurangan kalsium sebanyak 1%
per tahun. Dan setelah umur 50 tahun, jumlah kandungan kalsium dalam tubuh akan menyusut
sebanyak 30%. Kehilangan akan mencapai 50% ketika mencapai umur 70 tahun dan seterusnya
mengalami masalah kekurangan kalsium.

Gejala awal kekurangan kalsium adalah seperti lesu, banyak keringat, gelisah, sesak napas,
menurunnya daya tahan tubuh, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia, kram, dan
sebagainya.

Skandium
21
kal
siu
m

sk
an
di
u
m

tita
niu
m
-

Sc
↓ Tabel periodik
Y

Keterangan Umum Unsur


Nama, Lambang, Nomor atom skandium, Sc, 21
Deret kimia transition metals
Golongan, Periode, Blok 3, 4, d
silvery white

Penampilan

Massa atom 44.955912(6) g/mol


Konfigurasi elektron [Ar] 3d1 4s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 9, 2
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 2.985 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 2.80 g/cm³
1814 K
Titik lebur
(1541 °C, 2806 °F)
3109 K
Titik didih
(2836 °C, 5136 °F)
Kalor peleburan 14.1 kJ/mol
Kalor penguapan 332.7 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 25.52 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 1645 1804 (2006) (2266) (2613) (3101)

Ciri-ciri atom
Struktur kristal hexagonal
3
Bilangan oksidasi
(weakly basic oxide)
Elektronegativitas 1.36 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 633.1 kJ/mol
Sejarah
(Latin: scandia, Scandinavia). Mendeleev telah memprediksi keberadaan unsur ekaboron
berdasarkan prinsip sistim periodik yang ditemukannya. Unsur ini diperkirakan memiliki berat
atom antara 40 (kalsium) dan 48 (titanium). Elemen skandium ditemukan oleh Nilson pada tahun
1878 di dalam mineral-mineral euxenite dan gadolinite, yang belum pernah ditemukan
dimanapun kecuali di Skandinavia. Dengan memproses 10 kg euxenite dan hasil sampingan
mineral-mineral langka lainnya, Nilson berhasil memproduksi 2 gram skandium oksida murni.
Ilmuwan-ilmuwan berikutnya kemudian menunjukkan bahwa skandium yang ditemukan Nilson
sama dengan ekaboronnya Mendeleev.

Sumber-sumber
Skandium ternyata lebih banyak ditemukan di matahari dan beberapa bintang lainnya (terbanyak
ke-23) dibandingkan di bumi (terbanyak ke-50). Elemen ini tersebar banyak di bumi, terkandung
dalam jumlah yang sedikit di dalam banyak mineral (sekitar 800an spesies mineral). Warna biru
pada beryl (satu jenis makhluk hidup laut) disebutkan karena mengandung skandium. Ia juga
terkandung sebagai komponen utama mineral thortveitite yang terdapat di Skandinavia dan
Malagasi. Unsur ini juga ditemukan dalam hasil sampingan setelah ekstrasi tungsten dari
Zinwald wolframite dan di dalam wiikite dan bazzite.

Kebanyakan skandium sekarang ini diambil dari throtvitite atau diekstrasi sebagai hasil produksi
pemurnian uranium. Skandium metal pertama kali diproses pada tahun 1937 oleh Fischer,
Brunger dan Grienelaus yang mengelektrolisis cairan eutectic kalium, litium dan skandium
klorida pata suhu 700 dan 800 derajat Celcius. Kabel tungsten dan genangan seng cair digunakan
sebagai elektroda dalam graphite crucible. Skandium muruni sekarang ini diproduksi dengan
cara mereduksi skandium florida dengan kalsium metal.

Produksi pertama 99% skandium metal murni diumumkan pada tahun 1960.

Sifat-sifat
Skandium adalah logam perak-putih yang berubah warna menjadi kekuningan atau
kemerahjambuan jika diekspos dengan udara. Elemen ini lunak dan lebih menyerupai itrium dan
metal-metal langka lainnya ketimbang aluminium atau titanium. Ia ringan dan memiliki titik
didih yang lebih tinggi daripada aluminium, menjadikannya bahan yang sangat diminati oleh
perangcang pesawat antariksa. Skandium tidak terserang dengan campuran 1:1 HNO3 dan 48%
HF.

Kegunaan
Sekitar 20 kg skandium (Sc2O3) sekarang ini digunakan setiap tahun di Amerika untuk
memproduksi lampu intensitas tinggi, dan isotop radioaktif 46Sc digunakan sebagi agen pelacak
dalam kilang minyak mentah. Skandium ioda yang ditambahkan ke lampu uap merkuri
memberikan pancaran sinar mirip matahari yang efisien, yang penting untuk penerangan ruangan
atau TV bewarna malam hari.

Penanganan
Tingkat keracunan skandium masih belum diketahui, oleh karena itu harus ditangani secara hati-
hati.

Titanium
22
sc
an
di
u
m

tit
an
iu
m

va
na
di
u
m
-

Ti

Zr Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom titanium, Ti, 22
Deret kimia transition metals
Golongan, Periode, Blok 4, 4, d
silvery metallic

Penampilan

Massa atom 47.867(1) g/mol


Konfigurasi elektron [Ar] 3d2 4s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 10, 2
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 4.506 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 4.11 g/cm³
1941 K
Titik lebur
(1668 °C, 3034 °F)
3560 K
Titik didih
(3287 °C, 5949 °F)
Kalor peleburan 14.15 kJ/mol
Kalor penguapan 425 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 25.060 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 1982 2171 (2403) 2692 3064 3558
Ciri-ciri atom
Struktur kristal hexagonal
4
Bilangan oksidasi
(amphoteric oxide)
Elektronegativitas 1.54 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 658.8 kJ/mol
(detil) ke-2: 1309.8 kJ/mol
ke-3: 2652.5 kJ/mol
Jari-jari atom 140 pm
Jari-jari atom (terhitung) 176 pm
Jari-jari kovalen 136 pm
Lain-lain
Sifat magnetik ???
Resistivitas listrik (20 °C) 0.420 µΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 21.9 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 8.6 µm/(m·K)
Kecepatan suara
(suhu kamar) 5090 m/s
(pada wujud kawat)
Modulus Young 116 GPa
Modulus geser 44 GPa
Modulus ruah 110 GPa
Nisbah Poisson 0.32
Skala kekerasan Mohs 6.0
Kekerasan Vickers 970 MPa
Kekerasan Brinell 716 MPa
Nomor CAS 7440-32-6
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
44
44
ε - Sc
Ti syn 63 y
γ 0.07D, 0.08D -
46
Ti 8.0% Ti stabil dengan 24 neutron
47
Ti 7.3% Ti stabil dengan 25 neutron
48
Ti 73.8% Ti stabil dengan 26 neutron
49
Ti 5.5% Ti stabil dengan 27 neutron
50
Ti 5.4% Ti stabil dengan 28 neutron
Referensi

Titanium adalah sebuah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ti dan nomor
atom 22. Dia merupakan logam transisi yang ringan, kuat, 'lustrous', tahan korosi (termasuk
tahan terhadap air laut dan chlorine dengan warna putih-metalik-keperakan. Titanium digunakan
dalam alloy kuat dan ringan (terutama dengan besi dan aluminum) dan merupakan senyawa
terbanyaknya, titanium dioxide, diguankan dalam pigmen putih.

Unsur ini terdapat di banyak mineral dengan sumber utama adalah rutile dan ilmenite, yang
tersebar luas di seluruh Bumi. Ada dua bentuk allotropic dan lima isotop alami dari unsur ini; Ti-
46 sampai Ti-50 dengan Ti-48 yang paling banyak terdapat di alam (73,8%). Sifat Titanium
mirip dengan zirconium secara kimia maupun fisika.

Keunggulan Titanium
• Salah satu karakteristik Titanium yang paling terkenal adalah dia sama kuat dengan baja
tapi hanya 60% dari berat baja.
• Kekuatan lelah (fatigue strength) yang lebih tinggi daripada paduan aluminium.
• Tahan suhu tinggi. Ketika temperatur pemakaian melebihi 150 C maka dibutuhkan
titanium karena aluminium akan kehilangan kekuatannya seacara nyata.
• Tahan korosi. Ketahanan korosi titanium lebih tinggi daripada aluminium dan baja.
• Dengan rasio berat-kekuatan yang lebih rendah daripada aluminium, maka komponen-
komponen yang terbuat dari titanium membutuhkan ruang yang lebih sedikit dibanding
aluminium.[1]

Aplikasi Titanium
• Militer. Oleh karena kekuatannya, unsur ini digunakan untuk membuat peralatan perang
(tank) dan untuk membuat pesawat ruang angkasa.
• Industri. Beberapa mesin pemindah panas (heat exchanger)dan bejana bertekanan tinggi
serta pipa-pipa tahan korosi memakai bahan titanium.
• Kedokteran. Bahan implan gigi, penyambung tulang, pengganti tulang tengkorak,
struktur penahan katup jantung.
• Mesin. Material pengganti untuk batang piston.
Vanadium
23 titanium ← vanadium → kromium
-

V

Nb Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom vanadium, V, 23
Deret kimia transition metals
Golongan, Periode, Blok 5, 4, d
gray-white metal

Penampilan

Massa atom 50.9415(1) g/mol


Konfigurasi elektron [Ar] 3d3 4s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 11, 2
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 6.0 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 5.5 g/cm³
2183 K
Titik lebur
(1910 °C, 3470 °F)
3680 K
Titik didih
(3407 °C, 6165 °F)
Kalor peleburan 21.5 kJ/mol
Kalor penguapan 459 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 24.89 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 2101 2289 2523 2814 3187 3679
Ciri-ciri atom
Struktur kristal cubic body centered
2, 3, 4, 5
Bilangan oksidasi
(amphoteric oxide)
Elektronegativitas 1.63 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 650.9 kJ/mol
(detil) ke-2: 1414 kJ/mol
ke-3: 2830 kJ/mol
Jari-jari atom 135 pm
Jari-jari atom (terhitung) 171 pm
Jari-jari kovalen 125 pm
Lain-lain
Sifat magnetik ???
Resistivitas listrik (20 °C) 197 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 30.7 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 8.4 µm/(m·K)
Kecepatan suara (kawat tipis) (20 °C) 4560 m/s
Modulus Young 128 GPa
Modulus geser 47 GPa
Modulus ruah 160 GPa
Nisbah Poisson 0.37
Skala kekerasan Mohs 7.0
Kekerasan Vickers 628 MPa
Kekerasan Brinell 628 MPa
Nomor CAS 7440-62-2
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
48
V syn 15.9735 d ε+β+ 4.0123 48
Ti
49 49
V syn 330 d ε 0.6019 Ti
50
50
ε 2.2083 Ti
V 0.25% 1.5×1017y - 50
β 1.0369 Cr
51
V 99.75% V stabil dengan 28 neutron

Sejarah

Vanadium ditemukan pertama kali oleh del Rio pada tahun 1801. Sayangnya, seorang ahli kimia
Perancis dengan salah menyatakan bahwa unsur baru del Rio hanyalah krom yang tidak murni.
Del Rio pun menyangka dirinya salah dan menerima pernyataan ahli kimia Perancis itu.

Unsur ini akhirnya ditemukan ulang pada tahun 1830 oleh Sefstrom, yang menamakan unsur itu
untuk memuliakan dewi Skandinavia, Vanadis, karena aneka warna senyawa yang dimilikinya.
Vanadium berhasil diisolasi hingga nyaris murni oleh Roscoe, pada tahun 1867 dengan
mereduksi garam kloridanya dengan hidrogen.

Vanadium tidak dapat dimurnikan hingga kadar 99.3% – 99.8% hingga tahun 1922.

Sumber

Vanadium ditemukan dalam 65 mineral yang berbeda, di antaranya karnotit, roskolit, vanadinit,
dan patronit, yang merupakan sumber logam yang sangat penting. Vanadium juga ditemukan
dalam batuan fosfat dan beberapa bijih besi, juga terdapat dalam minyak mentah sebagai
senayawa kompleks organik. Vanadium juga ditemukan dalam sedikit dalam batu meteor.
Produksi komersial berasal dari abu minyak bumi dan merupakan sumber Vanadium yang sangat
penting. Kemurnian yang sangat tinggi diperoleh dengan mereduksi vanadium triklorida dengan
magnesium atau dengan campuran magnesium-natrium.

Sekarang, kebanyakan logam vanadium dihasilkan dengan mereduksi V2O5 dengan kalsium
dalam sebuah tabung bertekanan, proses yang dikembangkan oleh McKenie dan Seybair.

Isotop

Vanadium alam merupakan campuran dari 2 isotop, yakni Vanadium-50 sebanyak 0.24% dan
Vanadium -51 sebanyak 99.76%. Vanadium-50 sedikit radioaktif, memiliki masa paruh lebih
dari 3.9 x 1017 tahun. Ada sembilan isotop lainnya yang tidak stabil

Sifat-sifat Vanadium murni adalah logam berwarna putih cemerlang dan lunak. Tahan korosi
terhadap larutan basa, asam sulfat, dan asam klorida, juga air garam. Tetapi logam ini teroksidasi
di atas 660oC

Vanadium memiliki kekuatan struktur yang baik dan memiliki kemampuan fisi neutron yang
rendah , membuatnya sangat berguna dalam penerapan nuklir .

Kegunaan

Vanadium digunakan dalam memproduksi logam tahan karat dan peralatan yang digunakan
dalam kecepatan tinggi. Vanadium karbida sangat penting dalam pembuatan baja.

Sekitar 80% Vanadium yang sekarang dihasilkan, digunakan sebagai ferro vanadium atau
sebagai bahan tambahan baja. Foil vanadium digunakan sebagai zat pengikat dalam melapisi
titanium pada baja. Vanadium petoksida digunakan dalam pembuatan keramik dan sebagai
katalis.

Vanadium juga digunakan untuk menghasilkan magnet superkonduktif dengan medan magnet
sebesar 175000 Gauss.

Penanganan

Vanadium dan semua senyawanya adalah beracun dan harus ditangani dengan hati-hati.
Konsentrasi maksimum V2O5 yang masih diizinkan terdapat di udara adalah 0.05 (selama 8 jam
kerja rata-rata selama 40 jam per minggu)

Kromium
24 vanadium ← kromium → mangan
-

Cr
↓ Tabel periodik
Mo

Keterangan Umum Unsur


Nama, Lambang, Nomor atom kromium, Cr, 24
Deret kimia logam transisi
Golongan, Periode, Blok 6, 4, d
perak metalik

Penampilan

Massa atom 51.9961(6) g/mol


Konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s1
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 13, 1
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 7.15 g/cm³
Mangan
Massa jenis cair pada titik lebur 6.3 g/cm³

Titik lebur
25 K mangan → besi
2180 ←
kromium
- (1907 °C, 3465 °F)
↑ 2944 K
Titik didih Mn
(2671 °C, 4840 °F)

Tc
Kalor peleburan 21.0 kJ/molTabel periodik
Kalor penguapan 339.5 Umum
Keterangan kJ/mol Unsur
Kapasitas kalor
Nama, Lambang, Nomor(25 °C) 23.35
atom J/(mol·K)
mangan, Mn, 25
Deret kimia Tekanan uap transition metals
P/Pa Golongan,
1 10 100
Periode, Blok 1 k 107,k4, d100 k
pada T/KPenampilan
1656 1807 1991 2223 2530 silvery2942
metallic

Ciri-ciri atom
Struktur kristal cubic body centered
Massa atom 54.938045(5) g/mol
6, 4, 3, 2
Bilangan oksidasi
Konfigurasi elektron [Ar] 3d5 4s2
(strongly acidic oxide)
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 13, 2
Elektronegativitas 1.66 (skala Pauling)
Ciri-ciri fisik
Energi ionisasi ke-1: 652.9 kJ/mol
(detil) Fase solid
ke-2: 1590.6 kJ/mol
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 7.21 g/cm³
ke-3: 2987 kJ/mol
Massa jenis cair pada titik lebur 5.95 g/cm³
Jari-jari atom 140 pm
Titik lebur 1519 K
Jari-jari atom (terhitung) 166 pm
(1246 °C, 2275 °F)
Jari-jari kovalen 127 pm
Titik didih 2334 K
Lain-lain
(2061 °C, 3742 °F)
Sifat magnetik AFM (rather: SDW)
Resistivitas listrik (20 °C) 125 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 93.9 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 4.9 µm/(m·K)
Kalor peleburan 12.91 kJ/mol
Kalor penguapan 221 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 26.32 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 1228 1347 1493 1691 1955 2333
Ciri-ciri atom
Struktur kristal cubic body centered
7, 6, 4, 2, 3
Bilangan oksidasi
(strongly acidic oxide)
Elektronegativitas 1.55 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 717.3 kJ/mol
(detil) ke-2: 1509.0 kJ/mol
ke-3: 3248 kJ/mol
Jari-jari atom 140 pm
Jari-jari atom (terhitung) 161 pm
Jari-jari kovalen 139 pm
Lain-lain
Sifat magnetik nonmagnetic
Resistivitas listrik (20 °C) 1.44 µΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 7.81 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 21.7 µm/(m·K)
Kecepatan suara (kawat tipis) (20 °C) 5150 m/s
Modulus Young 198 GPa
Modulus ruah 120 GPa
Skala kekerasan Mohs 6.0
Kekerasan Brinell 196 MPa
Nomor CAS 7439-96-5
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
52
ε - Cr
52 + 52
Mn syn 5.591 d β 0.575 Cr
γ 0.7, 0.9, 1.4 -
53
Mn syn 3.74 ×106 y ε - 53
Cr
54
54
ε - Cr
Mn syn 312.3 d
γ 0.834 -
55
Mn 100% Mn stabil dengan 30 neutron

Sejarah
Pertama kali dikenali oleh Scheele, Bergman dan ahli lainnya sebagai unsur dan diisolasi oleh
Gahn pada tahun 1774, dengan mereduksi mangan dioksida dengan karbon.

Sumber

Mineral mangan tersebar secara luas dalam banyak bentuk; oksida, silikat, karbonat adalah
senyawa yang paling umum. Penemuan sejumlah besar senyawa mangan di dasar lautan
merupakan sumber mangan dengan kandungan 24%, bersamaan dengan unsur lainnya dengan
kandungan yang lebih sedikit.

Kebanyakan senyawa mangan saat ini ditemukan di Rusia, Brazil, Australia, Afrika sSelatan,
Gabon, dan India. Irolusi dan rhodokhrosit adalah mineral mangan yang paling banyak dijumpai.
Logam ,mangan diperoleh dengan mereduksi oksida mangan dengan natrium, magnesium,
aluminum atau dengan proses elektrolisis.

Sifat-sifat

Mangan berwarna putih keabu-abuan, dengan sifat yang keras tapi rapuh. Mangan sangat reaktif
secara kimiawi, dan terurai dengan air dingin perlahan-lahan. Mangan digunakan untuk
membentuk banyak alloy yang penting. Dalam baja, mangan meningkatkan kualitas tempaan
baik dari segi kekuatan, kekerasan,dan kemampuan pengerasan.

Dengan aluminum dan bismut, khususnya dengan sejumlah kecil tembaga, membentuk alloy
yang bersifat ferromagnetik.

Logam mangan bersifat ferromagnetik setelah diberi perlakuan. Logam murninya terdapat
sebagai bentuk allotropik dengan empat jenis. Salah satunya, jenis alfa, stabil pada suhu luar
biasa tinggi; sedangkan mangan jenis gamma, yang berubah menjadi alfa pada suhu tinggi,
dikatakan fleksibel, mudah dipotong dan ditempa.

Kegunaan

Mangan dioksida (sebagai pirolusit) digunakan sebagai depolariser dan sel kering baterai dan
untuk menghilangkan warna hijau pada gelas yang disebabkan oleh pengotor besi. Mangan
sendiri memberi warna lembayung pada kaca. Dioksidanya berguna untuk pembuatan oksigen
dan khlorin, dan dalam pengeringan cat hitam. Senyawa permanganat adalah oksidator yang kuat
dan digunakan dalam analisis kuantitatif dan dalam pengobatan.

Mangan juga banyak tersebar dalam tubuh. Mangan merupakan unsur yang penting untuk
penggunaan vitamin B1.

Penanganan

Terpapar dengan debu mangan, uap dan senyawanya tidak boleh melebihi angka 5 ppm bahkan
untuk periode yang sangat pendek karena tingkat toksisitas unsurnya.
Besi

26 mangan ← besi → kobalt


-

Fe

Ru Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom besi, Fe, 26
Deret kimia logam transisi
Golongan, Periode, Blok 8, 4, d
metalik mengkilap
keabu-abuan
Penampilan

Massa atom 55,845(2) g/mol


Konfigurasi elektron [Ar] 3d6 4s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 14, 2
Ciri-ciri fisik
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu
7,86 g/cm³
kamar)
Massa jenis cair pada titik lebur 6,98 g/cm³
1811 K
Titik lebur
(1538 °C, 2800 °F)
3134 K
Titik didih
(2861 °C, 5182 °F)
Kalor peleburan 13,81 kJ/mol
Kalor penguapan 340 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 25,10 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 1728 1890 2091 2346 2679 3132
Ciri-ciri atom
Struktur kristal kubus pusat badan
2, 3, 4, 6
Bilangan oksidasi
(oksida amfoter)
Elektronegativitas 1,83 (skala Pauling)
Energi ionisasi pertama: 762,5 kJ/mol
ke-2: 1561,9 kJ/mol
ke-3: 2957 kJ/mol
Jari-jari atom 140 pm
Jari-jari atom (terhitung) 156 pm
Jari-jari kovalen 125 pm
Lain-lain
Sifat magnetik feromagnetik
Resistivitas listrik (20 °C) 96,1 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 80,4 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 11,8 µm/(m·K)
Kecepatan suara (suhu kamar) (elektrolitik)
(pada wujud kawat) 5120 m/s
Modulus Young 211 GPa
Modulus geser 82 GPa
Modulus ruah 170 GPa
Nisbah Poisson 0,29
Skala kekerasan Mohs 4,0
Kekerasan Vickers 608 MPa
Kekerasan Brinell 490 MPa
Isotop
waktu DE
iso NA DM DP
paruh (MeV)

54 >3,1E22 penangkapan 54
Fe 5,8% ? Cr
tahun 2ε
55 2,73 penangkapan 55
Fe syn 0,231 Mn
tahun ε
56
Fe 91,72% Fe stabil dengan 30 neutron
57
Fe 2,2% Fe stabil dengan 31 neutron
58
Fe 0,28% Fe stabil dengan 32 neutron
59 44,503 59
Fe syn β 1,565 Co
hari
60 1,5E6
Fe syn β- 3,978 60
Co
tahun
Besi adalah logam yang berasal dari bijih besi (tambang) yang banyak digunakan untuk
kehidupan manusia sehari-hari dari yang bermanfaat sampai dengan yang merusakkan. Dalam
tabel periodik, besi mempunyai simbol Fe dan nomor atom 26.Besi juga mempunyai nilai
ekonomis yang tinggi.

Besi dan ion-nya sebagai katalis

Besi sebagai katalis pada Proses Haber

Proses Haber menggabungkan nitrogen dan hidrogen ke dalam amonia. Nitrogen berasal dari
udara dan hidrogen sebagian besar diperoleh dari gas alam (metan). Besi digunakan sebagai
katalis.

Ion besi sebagai katalis pada reaksi antara ion persulfat dan ion iodida

Reaksi antara ion persulfat (ion peroxodisulfat), S2O82-, dan ion iodida dalam larutan dapat
dikatalisis dengan ion besi(II) maupun ion besi(III).

Persamaan keseluruhan untuk reaksinya adalah:

Untuk penjelasannya, kita akan mengunakan katalis besi(II). Reaksi terjadi dalam dua tahap.

Jika kamu menggunakan ion besi(III), reaksi kedua yang terjadi diatas akan menjadi reaksi yang
pertama.

Besi merupakan sebuah contoh yang baik dalam hal penggunaan senyawa logam transisi sebagai
katalis karena kemampuan senyawa logam transisi tersebut untuk mengubah tingkat oksidasi.

Reaksi ion besi dalam larutan

Ion-ion yang paling sederhana dalam larutan adalah:

• Ion heksaaquobesi(II) – [Fe(H2O)6]2+.


• Ion heksaaquobesi(III) – [Fe(H2O)6]3+.

Kedua-duanya bersifat asam, tetapi ion besi(III) lebih kuat sifat asamnya.

Reaksi ion besi dengan ion hidroksida

Ion hidroksida (dari, katakanlah, larutan natrium hidroksda) dapat menghilangkan ion hidrogen
dari ligan air dan kemudian melekat pada ion besi.

Setelah ion hidrogen dihilangkan, kamu memperoleh kompleks tidak muatan – kompleks netral.
Kompleks netral ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.

Pada kasus besi(II):


:
Pada kasus besi(III):

Pada tabung reaksi, perubahan warna yang terjadi adalah:

Pada kasus besi(II):

Besi sangat mudah di oksidasi pada kondisi yang bersifat basa. Oksigen di udara mengoksidasi
endapan besi(II) hidroksida menjadi besi(III) hidroksida terutama pada bagian atas tabung reaksi.
Warna endapan yang menjadi gelap berasal dari efek yang sama.

Pada kasus besi(III):

Reaksi ion besi dengan larutan amonia

Amonia dapat berperan sebagai basa atau ligan. Pada kasus ini, amonia berperan sebagai basa –
menghilangkan ion hidrogen dari kompleks aquo.

Pada kasus besi(II):


Kejadian yang sama terjadi ketika kamu menambahkan larutan natrium hidroksida. Endapan
kembali berubah warna yang menunjukkan kompleks besi(II) hidroksida teroksidasi oleh udara
menjadi besi(III) hidroksida.

Pada kasus besi(III):

Reaksi yang sama ketika kamu menambahkan larutan natrium hidroksida.

Reaksi-reaksi ion besi dengan ion karbonat

Berikut ini merupakan perbedaan yang penting antara sifat ion besi(II) dan ion besi(III).

Ion besi(II) dan ion karbonat

Kamu dapat memperoleh dengan mudah endapan besi(II) karbonat sesuai dengan yang kamu
pikirkan.
Ion besi(III) dan ion karbonat

Ion heksaaquobesi(III) cukup asam untuk bereaksi dengan ion karbonat yang bersifat basa
lemah.

Jika kamu menambahkan larutan natrium karbonat ke larutan yang mengandung ion
heksaaquobesi(III), dengan pasti kamu akan memperoleh endapan seperti jika kamu
menambahkan larutan natrium hidroksida atau larutan amonia.

Saat ini, ion karbonat yang menghilangkan ion hidrogen dari ion heksaaquo dan menghasilkan
kompleks netral.

Berdasarkan pada perbandingan ion karbonat dengan ion heksaaquo, kamu akan memperoleh ion
hidrogen karbonat maupun gas karbon dioksida dari reaksi antara ion hidrogen dengan ion
karbonat. Persamaan reaksi menunjukkan pembentukan karbon dioksida.

Selain karbon dioksida, tidak terdapat sesuatu yang baru pada reaksi ini:

Pengujian untuk ion besi(III) dengan ion tiosianat

Pengujian ini merupakan tes yang sangat sensitif untuk ion besi(III) dalam larutan.

Jika kamu menambahkan ion tiosianat, SCN-, (dari, katakanlah, larutan natrium atau kalium atau
amonium tiosianat) ke dalam larutan yang mengandung ion besi(II), kamu akan memperoleh
larutan berwarna merah darah kuat yang mengandung ion [Fe(SCN)(H2O)5]2+.

Penentuan konsentrasi ion besi(II) dalam larutan dengan cara titrasi

Kamu dapat menentukan konsentrasi ion besi(II) dalam larutan melalui cara titrasi dengan
menggunakan larutan kalium manganat(VII) atau larutan kalium dikromat(VI). Reaksi
berlangsung dengan adanya asam sulfat encer.

Pada kasus yang lain, kamu dapat mempipet larutan yang mengandung ion besi(II) yang sudah
diketahui volumenya ke dalam labu, dan kemudian menambahkan asam sulfat encer secukupnya.
Apa yang akan terjadi kemudian tergantung pada penggunaan larutan kalium manganat(VII) atau
larutan kalium dikromat(VI).

Menggunakan larutan kalium manganat(VII)

Larutan kalium manganat(VII) diteteskan melalui buret. Pada awalnya, larutan tersebut menjadi
tidak berwarna yang menunjukkan larutan tersebut bereaksi. Pada titik akhir titrasi warna merah
muda permanen dalam larutan menunjukkan ion manganat(VII) sedikit berlebih.

Ion manganat(VII) mengoksidasi ion besi(II) menjadi ion besi(III). Dua persamaan setengah-
reaksinya adalah:

Penggabungan keduanya memberikan persamaaan ion untuk reaksi:

Persamaan yang lengkap menunjukkan bahwa 1 mol ion manganat(VII) bereaksi dengan 5 mol
ion besi(II). Melalui informasi tersebut, perhitungan titrasi sama seperti yang lainnya.

Menggunakan larutan kalium dikromat(VI)

Larutan kalium dikromat(VI) berubah menjadi hijau menunjukkan larutan tersebut bereaksi
dengan ion besi(II), dan kamu tidak akan bisa mendeteksi perubahan warna ketika kamu
meneteskan larutan jingga berlebih ke dalam larutan berwarna hijau kuat.

Dengan larutan kalium dikromat(VI) kamu harus menggunakan inndikator tertentu, dikenal
dengan indikator redoks. Perubahan warna menunjukkan keberadaan agen pengoksidasi.

Berikut adalah beberapa indikator – seperti difenilamin sulfonat. Indikator ini memberikan warna
ungu-biru yang menandakan adanya kelebihan larutan kalium dikromat(VI).

Dua persamaan setengah-reaksinya adalah:

Penggabungan keduanya memberikan:

Kamu dapat melihat bahwa perbandingan reaksi antara 1 mol ion dikromat(VI) dengan 6 mol ion
besi(II).

Sekali lagi kamu tidak dapat memungkiri, perhitungan titirasi sekali lagi dilakukan seperti yang
lainnya.
13
ma
gne
siu
m
Aluminium ←
alu
mi
Aluminium (atau ni
aluminum,alumunium,almunium, u
alminium) ialah unsur kimia.
Lambang aluminium ialah Al, dan m
nomor atomnya 13. Aluminium →
ialah logam paling berlimpah. sili
kon
Aluminium merupakan konduktor B
listrik yang baik. Terang dan kuat. ↑ Berkas:Al-TableImage.svg
Merupakan konduktor yang baik Al Tabel periodik
juga buat panas. Dapat ditempa ↓
menjadi lembaran, ditarik menjadi Ga
kawat dan diekstrusi menjadi
batangan dengan bermacam-macam Informasi umum
penampang. Tahan korosi.
Nama, lambang, nomor atom aluminium, Al, 13
Aluminium digunakan dalam Deret kimia logam miskin
banyak hal. Kebanyakan darinya
Golongan, periode, blok 13, 3, p
digunakan dalam kabel bertegangan
tinggi. Juga secara luas digunakan keperakan
dalam bingkai jendela dan badan
pesawat terbang. Ditemukan di Penampilan
rumah sebagai panci, botol
minuman ringan, tutup botol susu
dsb. Aluminium juga digunakan Berat atom standar 26,9815386(13) g·mol−1
untuk melapisi lampu mobil dan Konfigurasi elektron [Ne] 3s2 3p1
compact disks.
Elektron per kelopak 2, 8, 3

Sejarah Sifat fisika


Fase solid
(Latin: alumen, alum) Orang-orang Densitas
Yunani dan Romawi kuno 2,70 g·cm−3
(mendekati suhu kamar)
menggunakan alum sebagai cairan
penutup pori-pori dan bahan Densitas cairan
2,375 g·cm−3
penajam proses pewarnaan. Pada pada titik didih
tahun 1761 de Morveau mengajukan 933,47 K
nama alumine untuk basa alum dan Titik leleh
(660,32 °C, 1220,58 °F)
Lavoisier, pada tahun 1787,
menebak bahwa ini adalah oksida 2792 K
Titik didih
logam yang belum ditemukan. (2519 °C, 4566 °F)
Bahang beku 10,71 kJ·mol−1
Wohler yang biasanya disebut Bahang penguapan 294,0 kJ·mol−1
sebagai ilmuwan yang berhasil
mengisolasi logam ini pada 1827, Kapasitas bahang (25 °C) 24,200 J·mol−1·K−1
walau aluminium tidak murni telah Tekanan uap
berhasil dipersiapkan oleh Oersted
dua tahun sebelumnya. Pada 1807, P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
Davy memberikan proposal untuk pada T/K 1482 1632 1817 2054 2364 2790
menamakan logam ini aluminum
(walau belum ditemukan saat itu),
walau pada akhirnya setuju untuk Sifat atom
kubus berpusat muka
Struktur kristal
0,40494 nm
3, 2 [1], 1 [2]
Bilangan oksidasi
(oksida amfoter)
Elektronegativitas 1,61 (Skala Pauling)
Energi ionisasi 1st: 577,5 kJ·mol−1
menggantinya dengan aluminium. Nama yang terakhir ini sama dengan nama banyak unsur
lainnya yang berakhir dengan “ium”.

Aluminium juga merupakan pengejaan yang dipakai di Amerika sampai tahun 1925 ketika
American Chemical Society memutuskan untuk menggantikannya dengan aluminum. Untuk
selanjutnya pengejaan yang terakhir yang digunakan di publikasi-publikasi mereka.

Sumber
Metoda untuk mengambil logam aluminium adalah dengan cara mengelektrolisis alumina yang
terlarut dalam cryolite. Metoda ini ditemukan oleh Hall di AS pada tahun 1886 dan pada saat
yang bersamaan oleh Heroult di Perancis. Cryolite, bijih alami yang ditemukan di Greenland
sekarang ini tidak lagi digunakan untuk memproduksi aluminium secara komersil. Penggantinya
adalah cariran buatan yang merupakan campuran natrium, aluminium dan kalsium fluorida.

Aluminium merupakan logam yang paling banyak ditemukan di kerak bumi (8.1%), tetapi tidak
pernah ditemukan secara bebas di alam. Selain pada mineral yang telah disebut di atas, ia juga
ditemukan di granit dan mineral-mineral lainnya.

Sifat-sifat
Aluminium murni, logam putih keperak-perakan memiliki karakteristik yang diinginkan pada
logam. Ia ringan, tidak magnetik dan tidak mudah terpercik, merupakan logam kedua termudah
dalam soal pembentukan, dan keenam dalam soal ductility.

Kegunaan
Aluminium banyak digunakan sebagai peralatan dapur, bahan konstruksi bangunan dan ribuan
aplikasi lainnya dimanan logam yang mudah dibuat, kuat dan ringan diperlukan.

Walau konduktivitas listriknya hanya 60% dari tembaga, tetapi ia digunakan sebagai bahan
transmisi karena ringan. Aluminium murni sangat lunak dan tidak kuat. Tetapi dapat dicampur
dengan tembaga, magnesium, silikon, mangan, dan unsur-unsur lainnya untuk membentuk sifat-
sifat yang menguntungkan.

Campuran logam ini penting kegunaannya dalam konstruksi pesawat modern dan roket. Logam
ini jika diuapkan di vakum membentuk lapisan yang memiliki reflektivitas tinggi untuk cahaya
yang tampak dan radiasi panas. Lapisan ini menjaga logam dibawahnya dari proses oksidasi
sehingga tidak menurunkan nilai logam yang dilapisi. Lapisan ini digunakan untuk memproteksi
kaca teleskop dan kegunaan lainnya.

Senyawa
Senyawa yang memiliki kegunaan besar adalah aluminium oksida, sulfat, dan larutan sulfat
dalam kalium. Oksida aluminium, alumina muncul secara alami sebagai ruby, safir, corundum
dan emery dan digunakan dalam pembuatan kaca dan tungku pemanas.
Kobal
Kobal adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Co dan nomor
atom 27.

Warna: sedikit berkilauan, metalik, keabu-abuan Penggolongan: Metalik Ketersediaan: unsur


kimia kobal tersedia di dalam banyak formulasi yang mencakup kertas perak, potongan, bedak,
tangkai, dan kawat. contoh besar Dan kecil unsur kimia. Unsur kimia kobalt juga merupakan
suatu unsure dengan sifat rapuh agak kerasdan mengandung metal serta kaya sifat magnetis yang
serupa setrika. Unsur kimia kobalt adalah batu bintang. Deposit bijih. Cobalt-60 ( 60Co) adalah
suatu isotop yang diproduksi menggunakan suatu sumber sinar ( radiasi energi tinggi). unsur
kimia/kobalt mewarnai gelas/kaca serta memiliki suatu keindahan warna kebiruan.

Secara umum dapat kita deskripsikan sebagai berikut :

• Nama: unsur kimia kobal • Lambang: Co • Nomor-Atom: 27 • Berat atom: 58.933200 ( 9) •


Golongkan nomor;jumlah: 9 • Nomor periode;Jumlah: 4

Salah satu makanan yang kita konsumsi ber sumber vitamin B12 yang merupakan suatu
campuran yang berisi unsur kobalt, adalah marmite, tetapi unsure yang dikandung didalamnya
tergolong unsur lebih lemah dan lembut. Di Australia dikenal dengan Vegemite, sedangkan di
Amerika, Marmite dicampur dengan pindakas.

Banyak bijih berisi unsur kimia kobalt, tetapi tidak memiliki arti penting untuk ekonomi.
meliputi sulfid dan arsenides linnaeite, Co3S4, kobaltit, Coass, dan smaltite, Coas2. Digunakan
untuk industri, secara normal diproduksi sebagai byproduct dari produstion tembaga, nikel Bijih
yang dibakar Secara normal membentuk suatu campuran oksida metal. Perawatan dengan cuka
sulphuric dapat meninggalkan tembaga metalik sebagai residu dan disolves. Besi diperoleh oleh
hujan, timbulnya dengan lima kapur perekat ( Cao) sedang unsur kimia/kobalt diproduksi ketika
hidroksida hujan hujan akantimbul hipoklorit sodium ( Naocl) 2Co2+(aq) + NaOCl(aq) + 4OH-
(aq) + H2O 2Co(OH)3(s) + NaCl(aq)

Trihydroxide Co(OH)3 dipanaskan untuk membentuk oksida dan kemudian dikurangi dengan
karbon akan untuk membentuk unsur kimia/kobalt metal. 2Co(OH)3 (heat) Co2O3 + 3H2O
2Co2O3 + 3C Co + 3CO2 berikut Penggunaan untuk unsur kobalt : 1. Dapat dicampur dengan
besi, nikel dan batang-batang rel lain untuk membuat Alnico, suatu campuran logam memiliki
kekuatan magnetis yang banyak digunakan mesin jet dan turbin gas mesin/motor. 2. Digunakan
sebagai bahan baja tahan-karat dan baja magnit. 3. Digunakan di dalam campuran logamuntuk
turbin gas generator dan turbin pancaran 4. Digunakan di dalam menyepuh listrik oleh karena
penampilannya, kekerasan, dan perlawanan ke oksidasi 5. Digunakan untuk produksi warna biru
permanen dan brilian untuk porselin, gelas/kaca, serta barang tembikar, pekerjaan ubin, dan
email 6. Cobalt-60, merupakan artifical isotop, dimana sebagai suatu sumber sinar penting, dan
secara ekstensif digunakan sebagai suatu pengusut serta agen radiotherapeutic. Sumber 60Co
yang Ringkas dan mudah. 7. Digunakan sebagai campuran pigmen cat

Senyawa biner : beberapa senyawa biner dengan halogen yang dikenal sebagai halides, oksigen
dan hidrogen yang dikenal sebagai hydrides. Bagian ini Webelements akan diperluas di masa
datang. Karena masing-masing campuran, yang didasarkan jumlah oksidasi, suatu bentuk wujud
elektronik.. juga diberi campuran yang lebih eksotis. Istilah hydride digunakan di dalam suatu
pengertian umum untuk menandai adanya campuran dan tidak harus menunjukkan campuran
yang didaftar secara kimiawi. Di dalam campuran unsur kimia kobalt dikenal angka-angka
oksidasi unsur kimia yang paling umum adalah: 3, dan 2.

Hydrides Istilah hydride digunakan untuk menandai adanya campuran secara kimiawi.
Fluorides • CoF2: cobalt (II) fluoride

unsur kimia/kobalt ( II) fluoride " Rumusan [sebagai/ketika] biasanya [di]tertulis: Cof2 " sistem
bukit Rumusan: Co1F2 " CAS nomor;jumlah pencatatan: [ 10026-17-2] " Rumusan menimbang:
96.93 " Kelas: fluoride

Reaksi ion kobal(II) dalam larutan

Ion yang paling sederhana dalam bentuk kobal dalam larutan adalah ion berwarna merah muda
heksaaquokobal(II) - [Co(H2O)6]2+.

Reaksi ion heksaaquokobal(II) dengan ion hidroksida

Ion hidroksida (dari, katakanlah, larutan natrium hidroksida) dapat menghilangkan ion hidrogen
dari ligan air dan kemudian melekat ke ion kobal.

Setelah ion hidrogen dihilangkan dari dua molekul air, kamu akan memperoleh kompleks tidak
bermuatan - kompleks netral. Kompleks ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.

Dalam tabung reaksi, perubahan warna yang terjadi adalah:

Reaksi-reaksi ion heksaaquokobalt(II) dengan larutan amonia

Amonia dapat berperan sebagai basa maupun ligan. Dengan jumlah kecil amonia, ion hidrogen
ditarik ion heksaaquo dengan tepat seperti pada kasus perubahan ion hidroksida menjadi
kompleks netral.

Endapan tersebut melarut jika kamu menambahkan amonia berlebih. Amonia menggantikan air
sebagai ligan untuk menghasilkan ion heksaaminkobal(II).
Perubahan warna yang terjadi adalah:

Kompleks heksaaminkobal(II) sangat mudah teroksidasi menjadi kompleks kobal(III) yang


bersesuaian. Pada tabung reaksi kompleks ini terlihat berubah gelap dengan cepat sampai larutan
menjadi merah-coklat tua.

Pada faktanya ion heksaaminkobal(II) berwarna kuning! Apa yang kamu lihat adalah campuran
dari ion ini dengan berbagai ion kobal(III) lain yang melibatkan reaksi pertukaran ligan antara
molekul air dengan ion negatif yang terdapat dalam larutan.

Oksidasi ion heksaaquokobal(II) yang lain

Daripada mengandalkan oksidasi dengan menggunakan udara, kamu dapat menambahkan agen
pengoksidasi seperti hidrogen peroksida. Kamu dapat melakukan ini setelah penambahan amonia
seperti pada kasus yang terakhir, atau kamu dapat melakukannya dengan diikuti penambahan
larutan natrium hidroksida.

Dengan larutan amonia dan hidrogen peroksida

Reaksi dengan larutan amonia diikuti pembentukan hidrogen peroksida yang berwarna larutan
coklat-merah tua seperti sebelumnya - hanya lebih cepat. Persamaan untuk oksidasi kompleks
amin adalah:

Dengan larutan natrium hidroksida dan hidrogen peroksida

Kamu dapat memperoleh endapan dengan bermacam-macam warna dari kompleks kobal(II)
hidroksida ketika kamu menambahkan larutan natrium hidroksida.

Penambahan hidrogen peroksida menghasilkan banyak gelembung oksigen dan endapan coklat
tua.
Endapan yang terakhir mengandung kobal dalam tingkat oksidasi +3. Saya tidak dapat
memberikan rumus kimia untuk yang satu ini, karena saya tidak tahu dengan pasti kobal apa ini!
Saya juga tidak dapat memberikan persamaan reaksinya dengan alasan yang sama.

Reaksi ion heksaaquokobal(II) dengan ion karbonat

Kamu dapat memperoleh dengan mudah endapan kobal(II) karbonat sesuai dengan yang kamu
pikirkan.

Reaksi pertukaran ligan yang melibatkan ion klorida

Jika kamu menambahkan asam klorida pekat ke dalam larutan yang mengandung ion
heksaqauakobal(I), larutan berubah warna dari merah muda menjadi biru. Enam molekul air
digantikan oleh empat ion klorida.

Reaksi yang terjadi berlangsung reversibel.

Jika kamu menambahkan air ke dalam larutan yang berwarna biru, maka larutan tersebut kembali
berwarna merah muda.
Nikel
28 kobal ← nikel → tembaga
-

Ni

Pd Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom nikel, Ni, 28
Deret kimia logam transisi
Golongan, Periode, Blok 10, 4, d
kemilau, metalik

Penampilan

Massa atom 58.6934(2) g/mol


Konfigurasi elektron [Ar] 3d8 4s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 16, 2
Ciri-ciri fisik
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 8,908 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 7,81 g/cm³
1728 K
Titik lebur
(1455 °C, 2651 °F)
3186 K
Titik didih
(2913 °C, 5275 °F)
Kalor peleburan 17,48 kJ/mol
Kalor penguapan 377,5 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 26,07 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 1783 1950 2154 2410 2741 3184
Ciri-ciri atom
Struktur kristal cubic face centered
2, 3
Bilangan oksidasi
(mildly basic oxide)
Elektronegativitas 1.91 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 737.1 kJ/mol
(detil) ke-2: 1753.0 kJ/mol
ke-3: 3395 kJ/mol
Jari-jari atom 135 pm
Jari-jari atom (terhitung) 149 pm
Jari-jari kovalen 121 pm
Jari-jari Van der Waals 163 pm
Lain-lain
Sifat magnetik ferromagnetic
Resistivitas listrik (20 °C) 69.3 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 90.9 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 13.4 µm/(m·K)
Kecepatan suara
(suhu kamar) 4900 m/s
(pada wujud kawat)
Modulus Young 200 GPa
Modulus geser 76 GPa
Modulus ruah 180 GPa
Nisbah Poisson 0.31
Skala kekerasan Mohs 4.0
Kekerasan Vickers 638 MPa
Kekerasan Brinell 700 MPa
Nomor CAS 7440-02-0
Isotop
waktu
iso NA DM DE (MeV) DP
paruh
56
ε - Co
56
Ni syn 6.075 d 0.158,
γ -
0.811
58
Ni 68.077% Ni stabil dengan 30 neutron
59 59
Ni syn 76000 y ε - Co
60
Ni 26.233% Ni stabil dengan 32 neutron
61
Ni 1.14% Ni stabil dengan 33 neutron
62
Ni 3.634% Ni stabil dengan 34 neutron
63
Ni syn 100.1 y β- 0.0669 63
Cu
64
Ni 0.926% Ni stabil dengan 36 neutron

Sejarah
Nikel ditemukan oleh Cronstedt pada tahun 1751 dalam mineral yang disebutnya kupfernickel
(nikolit)

Sumber

Nikel adalah komponen yang ditemukan banyak dalam meteorit dan menjadi ciri komponen
yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. Meteorit besi atau siderit, dapat mengandung
alloy besi dan nikel berkadar 5-25%. Nikel diperoleh secara komersial dari pentlandit dan pirotit
di kawasan Sudbury Ontario, sebuah daerah yang menghasilkan 30% kebutuhan dunia akan
nikel.

Deposit nikel lainnya ditemukan di Kaledonia Baru, Australia, Cuba, Indonesia.

Sifat-sifat

Nikel berwarna putih keperak-perakan dengan pemolesan tingkat tinggi. Bersifat keras, mudah
ditempa, sedikit ferromagnetis, dan merupakan konduktor yang agak baik terhadap panas dan
listrik. Nikel tergolong dalam grup logam besi-kobal, yang dapat menghasilkan alloy yang
sangat berharga.

Kegunaan

Nikel digunakan secara besar-besaran untuk pembuatan baja tahan karat dan alloy lain yang
bersifat tahan korosi, seperti Invar®, Monel ®, Inconel ®, dan Hastelloys ®. Alloy tembaga-
nikel berbentuk tabung banyak digunakan untuk pembuatan instalasi proses penghilangan garam
untuk mengubah air laut menjadi air segar.

Nikel, digunakan untuk membuat uang koin,dan baja nikel untuk melapisi senjata dan ruangan
besi (deposit di bank), dan nikel yang sangat halus, digunakan sebagai katalis untuk
menghidrogenasi minyak sayur (menjadikannya padat). Nikel juga digunakan dalam keramik,
pembuatan magnet Alnico dan baterai penyimpanan Edison ®.

Isotop.

Nikel sulfat dan nikel oksida adalah senyawa yang penting. Nikel alam adalah camuran dari lima
isotop stabil, ada pula sembilan isotop lainnya yang tidak stabil.

Penanganan

Terpapar dengan logam nikel dan senyawa nikel yang mudah larut tidak boleh melebih 0.05
mg/cm3 (selama 8 jam kerja perhari- 40 jam seminggu). Uap dan debu nikel sulfida beresiko
karsinogenik.
Seng

30
tem
bag
a←
sen
g

gali
um
-

Zn

Cd Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom seng, Zn, 30
Deret kimia logam transisi
Golongan, Periode, Blok 12, 4, d
abu-abu muda kebiruan

Penampilan

Massa atom 65,409(4) g/mol


Konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 2
Ciri-ciri fisik
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 7,14 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 6,57 g/cm³
692,68 K
Titik lebur
(419,53 °C, 787,15 °F)
1180 K
Titik didih
(907 °C, 1665 °F)
Kalor peleburan 7,32 kJ/mol
Kalor penguapan 123,6 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 25,390 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 610 670 750 852 990 (1185)
Ciri-ciri atom
Struktur kristal heksagonal
Bilangan oksidasi 2
(Oksida amfoter)
Elektronegativitas 1,65 (skala Pauling)
Energi ionisasi pertama: 906,4 kJ/mol
ke-2: 1733,3 kJ/mol
ke-3: 3833 kJ/mol
Jari-jari atom 135 pm
Jari-jari atom (terhitung) 142 pm
Jari-jari kovalen 131 pm
Jari-jari Van der Waals 139 pm
Lain-lain
Sifat magnetik diamagnetik
Resistivitas listrik (20 °C) 59,0 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 116 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 30,2 µm/(m·K)
Kecepatan suara (suhu kamar)
(pada wujud kawat) (kawat tergulung) 3850 m/s
Modulus Young 108 GPa
Modulus geser 43 GPa
Modulus ruah 70 GPa
Nisbah Poisson 0,25
Skala kekerasan Mohs 2,5
Kekerasan Brinell 412 MPa
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
64
Zn 48,6% Zn stabil dengan 34 neutron
65
65
ε - Cu
Zn syn 244,26 hari
γ 1,1155 -
66
Zn 27,9% Zn stabil dengan 36 neutron
67
Zn 4,1% Zn stabil dengan 37 neutron
68
Zn 18,8% Zn stabil dengan 38 neutron
70
Zn 0,6% Zn stabil dengan 40 neutron
Referensi

Seng (bahasa Belanda: zink) adalah unsur kimia dengan lambang kimia Zn, nomor atom 30, dan
massa atom relatif 65,39. Ia merupakan unsur pertama golongan 12 pada tabel periodik.
Beberapa aspek kimiawi seng mirip dengan magnesium. Hal ini dikarenakan ion kedua unsur ini
berukuran hampir sama. Selain itu, keduanya juga memiliki keadaan oksidasi +2. Seng
merupakan unsur paling melimpah ke-24 di kerak Bumi dan memiliki lima isotop stabil. Bijih
seng yang paling banyak ditambang adalah sfalerit (seng sulfida).

Kuningan, yang merupakan campuran aloi tembaga dan seng, telah lama digunakan paling tidak
sejak abad ke-10 SM. Logam seng tak murni mulai diproduksi secara besar-besaran pada abad
ke-13 di India, manakala logam ini masih belum di kenal oleh bangsa Eropa sampai dengan akhir
abad ke-16. Para alkimiawan membakar seng untuk menghasilkan apa yang mereka sebut
sebagai "salju putih" ataupun "wol filsuf". Kimiawan Jerman Andreas Sigismund Marggraf
umumnya dianggap sebagai penemu logam seng murni pada tahun 1746. Karya Luigi Galvani
dan Alessandro Volta berhasil menyingkap sifat-sifat elektrokimia seng pada tahun 1800.
Pelapisan seng pada baja untuk mencegah perkaratan merupakan aplikasi utama seng. Aplikasi-
aplikasi lainnya meliputi penggunaannya pada baterai dan aloi. Terdapat berbagai jenis senyawa
seng yang dapat ditemukan, seperti seng karbonat dan seng glukonat (suplemen makanan), seng
klorida (pada deodoran), seng pirition (pada sampo anti ketombe), seng sulfida (pada cat
berpendar), dan seng metil ataupun seng dietil di laboratorium organik.

Seng merupakan zat mineral esensial yang sangat penting bagi tubuh.[1] Terdapat sekitar dua
milyar orang di negara-negara berkembang yang kekurangan asupan seng. Defisiensi ini juga
dapat menyebabkan banyak penyakit. Pada anak-anak, defisiensi ini menyebabkan gangguan
pertumbuhan, mempengaruhi pematangan seksual, mudah terkena infeksi, diare, dan setiap
tahunnya menyebabkan kematian sekitar 800.000 anak-anak di seluruh dunia.[1] Konsumsi seng
yang berlebihan dapat menyebabkan ataksia, lemah lesu, dan defisiensi tembaga.

Dalam bahasa sehari-hari, seng juga dimaksudkan sebagai pelat seng yang digunakan sebagai
bahan bangunan.

Karakteristik
Sifat fisik

Seng merupakan logam yang berwarna putih kebiruan, berkilau, dan bersifat diamagnetik. Walau
demikian, kebanyakan seng mutu komersial tidak berkilau.[2] Seng sedikit kurang padat daripada
besi dan berstruktur kristal heksagonal.Lehto 1968, p. 826

Logam ini keras dan rapuh pada kebanyakan suhu, namun menjadi dapat ditempa antara 100
sampai dengan 150 °C.[2] Di atas 210 °C, logam ini kembali menjadi rapuh dan dapat
dihancurkan menjadi bubuk dengan memukul-mukulnya.[3] Seng juga mampu menghantarkan
listrik. Dibandingkan dengan logam-logam lainnya, seng memiliki titik lebur (420 °C) dan tidik
didih (900 °C) yang relatif rendah.[4] Dan sebenarnya pun, titik lebur seng merupakan yang
terendah di antara semua logam-logam transisi selain raksa dan kadmium.[4]

Terdapat banyak sekali aloi yang mengandung seng. Salah satu contohnya adalah kuningan (aloi
seng dan tembaga). Logam-logam lainnya yang juga diketahui dapat membentuk aloi dengan
seng adalah aluminium, antimon, bismut, emas, besi, timbal, raksa, perak, timah, magnesium,
kobalt, nikel, telurium, dan natrium.[5] Walaupun seng maupun zirkonium tidak bersifat
feromagnetik, aloi ZrZn2 memperlihatkan feromagnetisme di bawah suhu 35 K.

Keberadaan

Kadar komposisi unsur seng di kerak bumi adalah sekitar 75 ppm (0,007%). Hal ini menjadikan
seng sebagai unsur ke-24 paling melimpah di kerak bumi.[6] Tanah mengandung sekitar 5–
770 ppm seng dengan rata-ratanya 64 ppm. Sedangkan pada air laut kadar sengnya adalah 30 ppb
dan pada atmosfer kadarnya hanya 0,1–4 µg/m3.
Sfalerit (ZnS)

Unsur ini biasanya ditemukan bersama dengan logam-logam lain seperti tembaga dan timbal
dalam bijih logam. Seng diklasifikasikan sebagai kalkofil, yang berarti bahwa unsur ini memiliki
afinitas yang rendah terhadap oksigen dan lebih suka berikatan dengan belerang. Kalkofil
terbentuk ketika kerak bumi memadat di bawah kondisi atmosfer bumi awal yang mendukung
reaksi reduksi.[7] Sfalerit, yang merupakan salah satu bentuk kristal seng sulfida, merupakan bijih
logam yang paling banyak ditambang untuk mendapatkan seng karena ia mengandung sekitar
60-62% seng.

Mineral lainnya juga mengandung seng meliputi smithsonit (seng karbonat), hemimorfit (seng
silikat), wurtzit (bentuk seng sulfida lainnya), dan hidrozinkit. Terkecuali wurtzit, kesemua
mineral ini terbentuk oleh karena proses cuaca seng sulfida primordial.[7]

Total keseluruhan kandungan seng di seluruh dunia adalah sekitar 1,8 gigaton.[8] Hampir sekitar
200 megatonnya dapat diperoleh secara ekonomis pada tahun 2008.[8] Kandungan besar seng
dapat ditemukan di Australia, Kanada, dan Amerika Serikat.[7] Berdasarkan laju konsumsi seng
sekarang ini, cadangan seng diperkirakan akan habis antara tahun 2027 sampai dengan 2055.[9][10]
Sekitar 346 megaton seng telah ditambang sepanjang sejarahnya sampai dengan tahun 2002.
Selain itu, diperkirakan pula sekitar 109 megatonnya masih digunakan.[11]

Isotop

Terdapat lima isotop seng yang dapat ditemukan secara alami. 64Zn merupakan isotop yang
paling melimpah (48,63% kelimpahan alami).[12] Isotop ini memiliki waktu paruh yang sangat
panjang, 4.3×1018 a,[13] sedemikiannya radioaktivitasnya dapat diabaikan.[14] Demikian pula isotop
70
Zn (0,6%) yang berwaktu paruh 1.3×1016 a tidak dianggap sebagai bersifat radioaktif. Isotop-
isotop lainnya pula adalah 66Zn (28%), 67Zn (4%) dan 68Zn (19%).

Terdapat pula dua puluh lima radioisotop yang telah berhasil dikarakterisasikan. 65Zn yang
berumur paruh 243,66 hari adalah radioisotop yang berumur paling lama, diikuti oleh 72Zn
dengan umur paruh 46,5 jam.[12] Seng memiliki 10 isomer inti. 69mZn merupakan isomer yang
berumur paruh paling panjang dengan lama waktu 13,76 jam.[12] Superskrip m mengindikasikan
suatu isotop metastabil. Inti isotop metastabil berada dalam keadaan tereksitasi dan akan kembali
ke keadaan dasarnya dengan memancarkan foton dalam bentuk sinar gama. 61Zn memiliki tiga
keadaan tereksitasi dan 73Zn memiliki dua keadaan tereksitasi.[15] Sedangkan isotop 65Zn, 71Zn,
77
Zn dan 78Zn semuanya hanya memiliki satu keadaan tereksitasi.[12]

Modus peluruhan yang paling umum untuk isotop seng bernomor massa lebih rendah daripada
64 adalah penangkapan elektron. Produk peluruhan dari penangkapan elektron ini adalah isotop
tembaga.[12]

Templat:Nuclide + e− → Templat:Nuclide

Sedangkan modus peluruhan paling umum untuk isotop seng bernomor massa lebih tinggi
daripada 64 adalah peluruhan beta, yang akan menghasilkan isotop galium.[12]

Templat:Nuclide → Templat:Nuclide + e− + νe

Sifat kimiawi
Reaktivitas

Seng memiliki konfigurasi elektron [Ar]3d104s2 dan merupakan unsur golongan 12 tabel
periodik. Seng cukup reaktif dan merupakan reduktor kuat..[16] Permukaan logam seng murni
akan dengan cepat mengusam, membentuk lapisan seng karbonat, Zn5(OH)6CO3, seketika
berkontak dengan karbon dioksida.[17] Lapisan ini membantu mencegah reaksi lebih lanjut
dengan udara dan air.

Seng yang dibakar akan menghasilkan lidah api berwarna hijau kebiruan dan mengeluarkan asap
seng oksida.[18] Seng bereaksi dengan asam, basa, dan non-logam lainnya.[19] Seng yang sangat
murni hanya akan bereaksi secara lambat dengan asam pada suhu kamar. Asam kuat seperti asam
klorida maupun asam sulfat dapat menghilangkan lapisan pelindung seng karbonat dan reaksi
seng dengan air yang ada akan melepaskan gas hidrogen.[18]

Seng secara umum memiliki keadaan oksidasi +2. Ketika senyawa dengan keadaan oksidasi +2
terbentuk, elektron pada kelopak elektron terluar s akan terlepas, dan ion seng yang terbentuk
akan memiliki konfigurasi [Ar]3d10.[20] Hal ini mengijinkan pembentukan empat ikatan kovalen
dengan menerima empat pasangan elektron dan mematuhi kaidah oktet. Stereokimia senyawa
yang dibentuk ini adalah tetrahedral dan ikatan yang terbentuk dapat dikatakan sebagai sp3.[21]
Pada larutan akuatik, kompleks oktaherdal, [Zn(H2O)6]2+, merupakan spesi yang dominan.[22]
Penguapan seng yang dikombinasikan dengan seng klorida pada temperatur di atas 285 °C
mengindikasikan adanya Zn2Cl2 yang terbentuk, yakni senyawa seng yang berkeadaan oksidasi
+1.[18] Tiada senyawa seng berkeadaan oksidasi selain +1 dan +2 yang diketahui.[23] Perhitungan
teoritis mengindikasikan bahwa senyawa seng dengan keadaan oksidasi +4 sangatlah tidak
memungkinkan terbentuk.[24]

Sifat kimiawi seng mirip dengan logam-logam transisi periode pertama seperti nikel dan
tembaga. Ia bersifat diamagnetik dan hampir tak berwarna.[25] Jari-jari ion seng dan magnesium
juga hampir identik. Oleh karenanya, garam kedua senyawa ini akan memiliki struktur kristal
yang sama.[26] Pada kasus di mana jari-jari ion merupakan faktor penentu, sifat-sifat kimiawi
keduanya akan sangat mirip.[18] Seng cenderung membentuk ikatan kovalen berderajat tinggi. Ia
juga akan membentuk senyawa kompleks dengan pendonor N- dan S-.[25] Senyawa kompleks
seng kebanyakan berkoordinasi 4 ataupun 6 walaupun koordinasi 5 juga diketahui ada.[18]

Senyawa seng

Seng klorida

Kebanyakan metaloid dan non logam dapat membentuk senyawa biner dengan seng, terkecuali
gas mulia. Oksida ZnO merupakan bubuk berwarna putih yang hampir tidak larut dalam larutan
netral. Ia bersifat amfoter dan dapat larut dalam larutan asam dan basa kuat.[18] Kalkogenida
lainnya seperti ZnS, ZnSe, dan ZnTe memiliki banyak aplikasinya dalam bidang elektronik dan
optik.[27] Pniktogenida (Zn3N2, Zn3P2, Zn3As2 dan Zn3Sb2),[28][29] peroksida ZnO2, hidrida ZnH2,
dan karbida ZnC2 juga dikenal keberadaannya.[30] Dari keempat unsur halida, ZnF2 memiliki sifat
yang paling ionik, sedangkan sisanya (ZnCl2, ZnBr2, dan ZnI2) bertitik lebur rendah dan
dianggap lebih bersifat kovalen.[31]
Seng asetat basa

Dalam larutan basa lemah yang mengandung ion Zn2+, hidroksida dari seng Zn(OH)2 terbentuk
sebagai endapat putih. Dalam larutan yang lebih alkalin, hidroksida ini akan terlarut dalam
bentuk [Zn(OH)4]2-[18] Senyawa nitrat Zn(NO3)2, klorat Zn(ClO3)2, sulfat ZnSO4, fosfat Zn3(PO4)2,
molibdat ZnMoO4, sianida Zn(CN)2, arsenit Zn(AsO2)2, arsenat Zn(AsO4)2•8H2O dan kromat
ZnCrO4 merupakan beberapa contoh senyawa anorganik seng.[32][33] Salah satu contoh senyawa
organik paling sederhana dari seng adalah senyawa asetat Zn(O2CCH3)2.

Senyawa organoseng merupakan senyawa-senyawa yang mengandung ikatan kovalen seng-


karbon. Dietilseng ((C2H5)2Zn) merupakan salah satu reagen dalam kimia sintesis. Senyawa ini
pertama kali dilaporkan pada tahun 1848 dari reaksi antara seng dengan etil iodida dan
merupakan senyawa yang pertama kali diketahui memiliki ikatan sigma logam-karbon.[34]
Dekametildizinkosena mengandung ikatan seng-seng kovalen yang kuat pada suhu kamar.[35]

Tembaga
Reaksi ion tembaga(II) dalam larutan

Ion yang paling sederhana dalam bentuk tembaga dalam larutan adalah ion berwarna biru
heksaaquotembaga(II) – [Cu(H2O)6]2+.

Reaksi ion hekasaquotembaga(II) dengan ion hidroksida

Ion hidroksida (dari, katakanlah, larutan natrium hidroksida) menggantikan ion hidrogen dari
ligan air dan kemudian melekat pada ion tembaga.

Setalah ion hidrogen dihilangkan dari dua molekul air, kamu akan memperoleh kompleks tidak
bermuatan – kompleks netral. Kompleks ini tidak larut dalam air dan terbentuk endapan.

Pada tabung reaksi, perubahan warna yang terjadi adalah:

Reaksi ion heksaaquotembaga(II) dengan larutan amonia

Amonia dapat berperan sebagai basa maupun ligan. Dengan jumlah amonia yang sedikit, ion
hidrogen dihilangkan dengan pasti seperti pada kasus ion hidrogen menghasilkan kompleks
netral.
Endapan yang terbentuk akan melarut jika kamu menambahkan amonia berlebih.

Amonia menggantikan air sebagai ligan untuk menghasilkan ion tetraamindiaquotembaga(II).


Dengan catatan hanya empat dari enam molekul air yang digantikan.

Perubahan warna yang terjadi adalah:

Reaksi ion heksaaquotembaga(II) dengan ion karbonat

Kamu akan memperoleh dengan mudah endapan tembaga(II) karbonat seperti yang kamu
pikirkan

Reaksi pertukaran ligan yang melibatkan ion klorida

Jika kamu menambahakan asam klorida pekat ke dalam larutan yang mengandung ion
heksaaquotembaga(II), enam molekul air digantikan oleh empat ion klorida.

Reaksi yang terjadi berlangsung reversibel.


Karena reaksi berlangsung secara reversibel, kamu dapat memperoleh campuran warna dari
kedua ion kompleks.

Kamu mungkin dapat menemukan beraneka warna ion tetraklorokuprat(II) mulai dari hijau
minyak zaitun atau kuning. Jika kamu menambahkan air ke dalam larutan yang berwarna hijau,
maka larutan tersebut akan kembali berwarna biru.

Reaksi ion heksaaquotembaga(II) dengan ion iodida

Reaksi sederhana

Ion tembaga(II) akan mengoksidasi ion iodida menjadi iodium, dan selama berlangsungnya
proses reaksi ion tembaga(II) mereduksi dengan sendirinya menjadi tembaga(I) iodida.

Campuran coklat yang merupakan pengotor dipisahkan terlebih dahulu sehingg tinggal endapan
putih tembaga(I) iodida dalam larutan iodium.

Penggunaan reaksi tersebut untuk menentukan konsentrasi ion tembaga(II) dalam larutan

Jika kamu mempipet sejumlah volume tertentu suatu larutan yang mengandung ion tembaga(II)
ke dalam labu, dan kemudian menembahkan larutan kalium iodida berlebih, kamu memperoleh
reaksi yang mana kita hanya dapat menulisnya.

Kamu dapat menentukan sejumlah iodium yang dibebaskan dengan menggunakan titrasi dengan
larutan natrium tiosulfat.

Selama larutan natrium tiosulfat diteteskan dari buret, warna iodium menjadi pudar. Ketika
warna akan menghilang, kamu tambahakan larutan kanji secukupnya. Reaksi ini berlangsung
secara reversibel dengan iodium menghasilkan kompleks iodium-kanji yang berwarna biru tua
yang lebih mudah untuk dilihat.

Kamu tambahkan tetes-tetes terakhir larutan natrium tiosulfat secara perlahan sampai warna biru
menghilang.

Jika kamu mengurutkan perbandingan reaksi dari awal sampai akhir dari dua persamaan tersebut,
kamu akan menemukan bahwa setiap dua mol ion tembaga(II), kamu memerlukan dua mol
larutan natrium tiosulfat.

Jika kamu mengetahui konsentrasi larutan narium tiosulfat, hal itu memudahkan untuk
menghitung konsentrasi ion tembaga(II).

Beberapa sifat kimia tembaga(I)

Disproporsionasi ion tembaga(I) dalam larutan

Sifat kimia tembaga(I) terbatas pada reaksi yang melibatkan ion tembaga(I) yang sederhana
dalam larutan. Berikut adalah satu contoh yang baik mengenai disproporsionasi – suatu reaksi
dimana sesuatu mengalami oksidasi dan reduksi sendiri.

Ion tembaga(I) dalam larutan terdisproporsi menghasilkan ion tembaga(II) dan endapan tembaga.

Reaksinya adalah:

Semua percobaan untuk menghasilkan senyawa tembaga(I) yang sederhana dalam larutan dapat
dilakukan.

Sebagai contoh, jika kamu mereaksikan tembaga(I) oksida dengan asam sulfat encer panas, kamu
mungkin akan mengira akan memperoleh larutan tembaga(I) sulfat dan dihasilkan air. Pada
faktanya kamu akan memperoleh endapan coklat tembaga dan larutan biru tembaga(II) sulfat
karena reaksi disproporsionasi.

Kestabilan tingkat oksidasi tembaga(I)

Senyawa tembaga(I) yang tidak larut

Kita akan melihat bahwa tembaga(I) iodida yang dihasilkan berupa endapan berwarna putih jika
kamu menambahkan larutan kalium iodida ke dalam larutan yang mengandung ion tembaga(II).
Tembaga(I) iodida sebenarnya tidak larut adalam air, dan karena itu reaksi disproporsionasi tidak
terjadi.

Tembaga(I) klorida dapat dihasilkan sebagai endapan putih (reaksi dituliskan dibawah). Asalkan
pemisahan endapan dari larutan dilakukan secepat mungkin dan dikeringkan secepat mungkin
pula, endapan akan tetap berwarna putih. Pada saat kontak dengan air, endapan ini akan berubah
manjadi biru dengan terbentuknya ion tembaga(II).

Reaksi disproporsionasi hanya terjadi pada ion tembaga(I) yang sederhana dalam larutan.

Kompleks-kompleks tembaga(I)
Pembentukan kompleks-kompleks tembaga(I) (bisa juga dengan air sebagai ligannya) juga
menstabilkan tingkat oksidasi tembaga(I).

Sebagai contoh, antara [Cu(NH3)2]+ and [CuCl2]- merupakan kompleks tembaga(I) yang tidak
terjadi disproporsionasi.

Kompleks yang mengandung klor terbentuk jika tembaga(I) oksida dilarutkan dalam asam
klorida pekat.

Kamu dapat menduga bahwa hal ini terjadi dalam dua tahap. Pertama, kamu akan memperoleh
tembaga(I) klorida yang terbentuk:

Tetapi dengan adanya ion klorida yang berelebih dari HCl, reaksi ini memberikan kestabilan,
kompleks tembaga(I) terlarut.

Kamu dapat memperoleh endapan putih tembaga(I) klorida (seperti yang disebutkan diatas)
dengan menambahkan air ke dalam larutan. Reaksi ini merupakan kebalikan dari reaksi tanpa
kelebihan ion klorida.

Galium

31 seng ← galium → germanium


Al

Ga

In Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom galium, Ga, 31
Deret kimia logam miskin
Golongan, Periode, Blok 13, 4, p
Penampilan putih keperakan

Massa atom 69,723(1) g/mol


Konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2 4p1
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 3
Ciri-ciri fisik
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 5,91 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 6,095 g/cm³
302,9146 K
Titik lebur
(29,7646 °C, 85,5763 °F)
2477 K
Titik didih
(2204 °C, 3999 °F)
Kalor peleburan 5,59 kJ/mol
Kalor penguapan 254 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 25,86 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 1310 1448 1620 1838 2125 2518
Ciri-ciri atom
Struktur kristal ortorombik
3
Bilangan oksidasi
(oksida amfoter)
Elektronegativitas 1,81 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 578,8 kJ/mol
(detil) ke-2: 1979,3 kJ/mol
ke-3: 2963 kJ/mol
Jari-jari atom 130 pm
Jari-jari atom (terhitung) 136 pm
Jari-jari kovalen 126 pm
Jari-jari Van der Waals 187 pm
Lain-lain
Sifat magnetik tidak ada data
Konduktivitas termal (300 K) 40,6 W/(m·K)
Kecepatan suara (kawat tipis) (20 °C) 2740 m/s
Skala kekerasan Mohs 1,5
Kekerasan Brinell 60 MPa
Nomor CAS 7440-55-3
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
69
Ga 60.11% Ga stabil dengan 38 neutron
71
Ga 39.89% Ga stabil dengan 40 neutron
Sejarah
(Latin: Gallia berarti Perancis; juga dari bahasa Latin, gallus terjemahan dari Lecoq, ayam
jantan). Unsur ini diprediksi dan disebut Mendeleev sebagai ekaaluminum dan ditemukan secara
spektroskopik oleh Lecoq de Boisbaudran pada tahun 1875, yang pada tahun yang sama berhasil
mengambil logam ini secara elektrolisis dari solusi hidroksida di KOH.

Sumber
Galium sering ditemukan sebagai elemen yang terkandung di dalam diaspore, sphalerite,
germanite, bauksit dan batubara. Analisa debu dari hasil pembakaran batubara pernah
menunjukkan kandungan galium sebanyak 1.5%.

Sifat-sifat
Unsur ini satu dari empat logam: raksa, cesium dan rubidium yang dapat berbentuk cair dekat
pada suhu ruangan. Oleh karena itu galium dapat digunakan pada termometer suhu tinggi. Ia
memiliki tekanan uap rendah pada suhu tinggi.

Ada tendensi yang kuat untuk galium menjadi super dingin dibawah titik bekunya. Oleh karena
itu proses seeding diperlukan untuk menginisiasi solidifikasi.

Galium yang sangat murni bewarna keperakan dan logam ini memuai sebayak 3.1% jika berubah
dari bentuk cair ke bentuk padat. Oleh karena itu, galium tidak boleh disimpan dalam gelas atau
kontainer logam karena ia akan merusak tempatnya jika galium tersolidifikasi. Elemen ini tidak
rentan terhadap serangan asam-asam mineral.

Kegunaan
Galium membasahi gelas atau porselen dan membentuk kaca yang menakjubkan jika dicat pada
gelas. Unsur ini banyak digunakan sebagai bahan doping untuk semikonduktor dan transistor.

Galium arsenide dapat mengubah aliran listrik menjadi cahaya dan dapat dipakai sebagai bahan
campuran logam.

Penanganan
Tingkat keracunanan elemen ini sepertinya tidak tinggi, tetapi tetap perlu hati-hati sampai
informasi tambahan tersedia.

Arsen

33 germanium ← arsenik → selenium


P

As

Sb Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom arsenik, As, 33
Deret kimia metaloid
Golongan, Periode, Blok 15, 4, p
abu-abu metalik

Penampilan

Massa atom 74,92160(2) g/mol


Konfigurasi elektron [Ar] 3d10 4s2 4p3
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 5
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 5,727 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 5,22 g/cm³
1090 K
Titik lebur
(817 °C, 1503 °F)
subl. 887 K
Titik didih
(614 °C, 1137 °F)
Kalor peleburan (abu-abu) 24,44 kJ/mol
Kalor penguapan ? 34,76 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 24,64 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 553 596 646 706 781 874
Ciri-ciri atom
Struktur kristal rhombohedral
±3, 5
Bilangan oksidasi
(oksida asam lemah)
Elektronegativitas 2,18 (skala Pauling)
Energi ionisasi pertama: 947,0 kJ/mol
ke-2: 1798 kJ/mol
ke-3: 2735 kJ/mol
Jari-jari atom 115 pm
Jari-jari atom (terhitung) 114 pm
Jari-jari kovalen 119 pm
Jari-jari Van der Waals 185 pm
Lain-lain
Sifat magnetik data tidak tersedia
Resistivitas listrik (20 °C) 333 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 50,2 W/(m·K)
Modulus Young 8 GPa
Modulus ruah 22 GPa
Skala kekerasan Mohs 3,5
Kekerasan Brinell 1440 MPa
Isotop
waktu
iso NA DM DE (MeV) DP
paruh
73
ε - Ge
73
As syn 80,3 hari 0,05D, 0,01D,
γ -
e
74
ε - Ge

74
β+ 0,941 74
Ge
As syn 17,78 hari
γ 0,595, 0,634 -
β- 1,35, 0,717 74
Se
75
As 100% As stabil dengan 42 neutron

Arsen, arsenik, atau arsenikum adalah unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki simbol
As dan nomor atom 33. Ini adalah bahan metaloid yang terkenal beracun dan memiliki tiga
bentuk alotropik; kuning, hitam dan abu-abu. Arsenik dan senyawa arsenik digunakan sebagai
pestisida, herbisida dan insektisida dan beragam aloy.

Sifat-sifat Arsenik
Arsenik secara kimiawi memiliki karakteristik yang serupa dengan Fosfor, dan sering dapat
digunakan sebagai pengganti dalam berbagai reaksi biokimia dan juga beracun. Ketika
dipanaskan, arsenik akan cepat teroksidasi menjadi oksida arsenik, yang berbau seperti bau
bawang putih. Arsenik dan beberapa senyawa arsenik juga dapat langsung tersublimasi, berubah
dari padat menjadi gas tanpa menjadi cairan terlebih dahulu. Zat dasar arsenik ditemukan dalam
dua bentuk padat yang berwarna kuning dan metalik, dengan berat jenis 1,97 dan 5,73.

Arsen dalam peradaban


Kata arsenik dipinjam dari bahasa Persia ‫ زرنيخ‬Zarnik yang berarti "orpimen kuning". Zarnik
dipinjam dalam bahasa Yunani sebagai arsenikon. Arsenik dikenal dan digunakan di Persia dan
di banyak tempat lainnya sejak zaman dahulu. Bahan ini sering digunakan untuk membunuh, dan
gejala keracunan arsenik sulit dijelaskan, sampai ditemukannya tes Marsh, tes kimia sensitif
untuk mengetes keberadaan arsenik. Karena sering digunakan oleh para penguasa untuk
menyingkirkan lawan-lawannya dan karena daya bunuhnya yang luar biasa serta sulit dideteksi,
arsenik disebut Racun para raja, dan Raja dari semua racun.

Dalam zaman Perunggu, arsenik sering digunakan di perunggu, yang membuat campuran
tersebut lebih keras.

Warangan, yang sering digunakan sebagai bahan pelapis permukaan keris, mengandung bahan
utama arsen. Arsen membangkitkan penampilan pamor keris dengan mempertegas kontras pada
pamor. Selain itu, arsen juga meningkatkan daya bunuh senjata tikam itu.
Albertus Magnus dipercaya sebagai orang pertama yang menemukan bagaimana mengisolasi
elemen ini di tahun 1250. Pada tahun 1649 Johan Schroeder mempublikasi 2 cara menyiapkan
arsenik.

Lambang alkimia untuk arsenik tampak di sebelah.

Pada zaman Ratu Victoria di Britania Raya, arsenik dicampurkan dengan cuka dan kapur dan
dimakan oleh kaum perempuan untuk meningkatkan penampilan wajah mereka, membuat kulit
mereka lebih putih untuk menunjukkan bahwa mereka tidak bekerja di ladang. Arsenik juga
digosokkan di muka dan di lengan kaum perempuan untuk memutihkan kulit mereka. Namun ini
sangat tidak dianjurkan sekarang.

Arsen dan lingkungan


Beberapa tempat di bumi mengandung arsen yang cukup tinggi sehingga dapat merembes ke air
tanah. WHO menetapkan ambang aman tertinggi arsen di air tanah sebesar 50 ppb (bagian per
milyar). Kebanyakan wilayah dengan kandungan arsen tertinggi adalah daerah aluvial yang
merupakan endapan lumpur sungai dan tanah dengan kaya bahan organik. Diperkirakan sekitar
57 juta orang meminum air tanah yang terkontaminasi arsen berlebih, sehingga berpotensi
meracun. Arsenik dalam air tanah bersifat alami, dan dilepaskan dari sedimen ke dalam air tanah
karena tidak adanya oksigen pada lapisan di bawah permukaan tanah. Air tanah ini mulai
dipergunakan setelah sejumlah LSM dari barat meneliti program air sumur besar-besaran pada
akhir abad ke-20, namun gagal menemukan keberadaan arsenik dalam air tanah. Diperkirakan
sebagai keracunan masal terburuk dalam sejarah dan mungkin musibah lingkungan terparah
dalam sejarah. Di Banglades terjadi epidemik keracunan masal disebabkan oleh arsenik.

Banyak negara lain di Asia, seperti Vietnam, Kamboja, Indonesia[1] dan Tibet, diduga memiliki
lingkungan geologi yang serupa dan kondusif untuk menghasilkan air tanah yang mengandung
arsenik dalam kadar yang tinggi.

Manfaat
Timbal biarsenat telah digunakan di abad ke-20 sebagai insektisida untuk buah namun
mengakibatkan kerusakan otak pada pekerja yang menyemprotnya. Selama abad ke-19, senyawa
arsen telah diganak dalam bidang obat-obatan tetapi kebanyakan sekarang telah digantikan
dengan obat-obatan modern.

Kegunaan lain:

• Berbagai macam insektisida dan racun


• Galium arsenida adalah material semikonduktor penting dalam sirkuit terpadu. Sirkuit
dibuat menggunakan komponen ini lebih cepat tapi juga lebih mahal daripada terbuat dari
silikon.

Berbagai macam senyawa


• Asam arsenat (H3AsO4)
• Asam arsenit (H3AsO3)
• Arsen trioksida (As2O3)
• Arsin (Arsen Trihidrida AsH3)
• Kadmium arsenida (Cd3As2)
• Galium arsenida (GaAs)
• Timbal biarsenat (PbHAsO4)

Sesium

Sejarah
(Latin, caesius, biru langit). Sesium ditemukan secara spektroskopik oleh Bunsen dan Kirchohoff
pada tahun 1860 dalam air mineral dari Durkheim.

Sumber
Sesium merupakan logam alkali yang terdapat di lepidolite, pollucte (silikat aluminum dan
Sesium basah) dan di sumber-sumber lainnya. Salah satu sumber terkaya yang mengandung
Sesium terdapat di danau Bernic di Manitoba, Kanada. Deposit di danau tersebut diperkirakan
mengandung 300.000 ton pollucite yang mengandung 20% Sesium. Unsur ini juga dapat
diisolasi dengan cara elektrolisis fusi sianida dan dengan beberapa metoda lainnya. Sesium
murni yang bebas gas dapat dipersiapkan dengan cara dekomposisi panas Sesium azida.

Sifat-sifat
Karakteristik metal ini dapat dilihat pada spektrum yang memiliki dua garis biru yang terang dan
beberapa di bagian merah, kuning dan hijau. Elemen ini putih keperak-perakan, lunak dan mudah
dibentuk. Sesium merupakan elemen akalin yang paling elektropositif.

Sesium, galium dan raksa adalah tiga logam yang berbentuk cair pada suhu ruangan. Sesium
bereaksi meletup-letup dengan air dingin, dan bereaksi dengan es pada suhu di atas 116 derajat
Celsius. Sesium hidroksida, basa paling keras yang diketahui, bereaksi keras dengan kaca.

Kegunaan
Karena Sesium memiliki ketertarikan dengan oksigen, logam ini dijadikan “penarik” pada
tabung-tabung elektron. Ia juga digunakan dalam sel-sel fotoelektrik, dan sebagai katalis di
hydrogenasi senyawa-senyawa tertentu. Logam ini baru-baru saja ditemukan aplikasinya pada
sistim propulsi. Sesium digunakan pada jam atom dengan akurasi sebesar 5 detik dalam 300
tahun. Senyawa-senyawanya yang penting adalah klorida dan nitrat.

Isotop
Sesium memiliki isotop paling banyak di antara unsur-unsur tabel periodik, sebanyak 32 dengan
massa yang berkisar dari 114 sampai 145.

Boron
Sejarah
(Arab: Buraq, Persia: Burah) Senyawa boron telah diketahui sejak ribuan tahun yang lalu, tetapi
unsur ini tidak ditemukan sampai tahun 1880 oleh Sir Humpry Davy, Gay-Lussac, dan Thenard.

Sumber
Unsur ini tidak ditemukan di alam, tetapi timbul sebagai asam othorboric dan biasanya
ditemukan dalam sumber mata air gunung berapi dan sebagai borates di dalam boron dan
colemantie. Ulexite, mineral boron yang lain dianggap sebagai serat optik alami.

Sumber-sumber penting boron adalah rasorite (kernite) dan tincal (bijih borax). Kedua bijih ini
dapat ditemukan di gurun Mojave. Tincal merupakan sumber penting boron dari Mojave.
Deposit borax yang banyak juga ditemukan di Turkey.

Boron muncul secara alami sebagai campuran isotop 10B sebanyak 19.78% dan isotop 11B
80.22%. Kristal boron murni dapat dipersiapkan dengan cara reduksi fase uap boron triklorida
atau tribomida dengan hidrogen pada filamen yang dipanaskan dengan listrik. Boron yang tidak
murni (amorphous boron) menyerupai bubuk hitam kecokletan dan dapat dipersiapkan dengna
cara memanaskan boron trioksida dengan bubuk magnesium.

Boron dengan kemurnian 99.9999% telah diproduksi dan tersedia secara komersil. Boron bukan
konduktor listrik yang bagus pada suhu ruangan, tetapi pada suhu yang lebih tinggi.

Kegunaan
Boron yang tidak murni digunakan pada pertunjukan kembang api untuk memberikan warna
hijau dan dalam roket sebagai pemicu.

Senyawa boron yang paling komersial adalah Na2B4O75H2O. Pentrahidra ini digunakan dalam
jumlah yang banyak dalam pembuatan serat gelas yang dijadikan insulasi (insulation fiberglass)
dan pemutih sodium perborat (sodium perborate bleach).

Asam borik juga merupakan senyawa boron yang penting dan digunakan dalam produk tekstil.
Senyawa-senyawa boron lainnya digunakan dalam pembuatan kaca borosilica dan dalam
penyembuhan arthritis.

Isotop boron-10 digunakan sebagai kontrol pada reaktor nuklir, sebagai tameng pada radiasi
nuklir dan dalam instrumen-instrumen yang digunakan untuk mendeteksi netron. Boron nitrida
memiliki sifat-sifat yang cemerlang karena ia sekeras berlian, dapat digunakan sebagai insulator
listrik walau dapat menghantar panas seperti logam. Senyawa ini juga memiliki sifat lubrikasi
seperti grafit. Boron hidrida dapat dengan mudah dioksidasi dan melepaskan banyak energi dan
pernah digunakan sebagai bahan bakar roket. Penawaran terhadap filamen boron juga meningkat
karena bahan ini kuat dan ringan dan digunakan sebagai struktur pesawat antariksa.

Boron mirip dengan karbon dalam memiliki kapasitas membentuk jaringan molekul dengan
ikatan kovalen. Karbonat, metalloboran, fosfakaboran dan semacamnya terdiri dari ribuan
senyawa.

Penanganan
Unsur boron dan borat tidak dianggap berbahaya, dan perlu penanganan spesial. Walau begitu,
beberapa senyawa boron hidrogen sangat beracun dan memerlukan penanganan ekstra hati-hati.

5 Berilium ← Boron → Karbon


-

B

Al Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom Boron, B, 5
Deret kimia Metaloid
Golongan, Periode, Blok 13, 2, p
hitam/coklat

Penampilan

Massa atom 10.811(7) g/mol


Konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p1
Jumlah elektron tiap kulit 2, 3
Ciri-ciri fisik
Fase padat
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 2.34 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 2.08 g/cm³
2349 K
Titik lebur
(2076 °C, 3769 °F)
4200 K
Titik didih
(3927 °C, 7101 °F)
Kalor peleburan 50.2 kJ/mol
Kalor penguapan 480 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 11.087 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 2348 2562 2822 3141 3545 4072
Ciri-ciri atom
Struktur kristal rhombohedral
3
Bilangan oksidasi
(asam beroksida ringan)
Elektronegativitas 2.04 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 800.6 kJ/mol
(detil) ke-2: 2427.1 kJ/mol
ke-3: 3659.7 kJ/mol
Jari-jari atom 85 pm
Jari-jari atom (terhitung) 87 pm
Jari-jari kovalen 82 pm
Lain-lain
Sifat magnetik nonmagnetic
Resistivitas listrik (20 °C) 1.5×104 Ω·m
Konduktivitas termal (300 K) 27.4 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 5–7 µm/(m·K)
Kecepatan suara (kawat tipis) (20 °C) 16200 m/s
Modulus ruah (β form) 185 GPa
Skala kekerasan Mohs 9.3
Kekerasan Vickers 49000 MPa
Nomor CAS 7440-42-8
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
10
B 19.9%* B stabil dengan 5 neutron
11
B 80.1%* B stabil dengan 6 neutron
*Dari cuplikan di alam,
daya tampung Boron-10 mungkin paling rendah 19.1%
paling tinggi sekitar 20.3%.
Boron-11 in such cases.merupkan salah satu sisanya.

Rubidium
37 krypton ← rubidium → strontium
K

Rb

Cs Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom rubidium, Rb, 37
Deret kimia alkali metals
Golongan, Periode, Blok 1, 5, s
grey white

Penampilan

Massa atom 85.4678(3) g/mol


Konfigurasi elektron [Kr] 5s1
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 8, 1
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 1.532 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 1.46 g/cm³
312.46 K
Titik lebur
(39.31 °C, 102.76 °F)
961 K
Titik didih
(688 °C, 1270 °F)
(extrapolated)
Titik kritis
2093 K, 16 MPa
Kalor peleburan 2.19 kJ/mol
Kalor penguapan 75.77 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 31.060 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 434 486 552 641 769 958
Ciri-ciri atom
Struktur kristal cubic body centered
1
Bilangan oksidasi
(strongly basic oxide)
Elektronegativitas 0.82 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 403.0 kJ/mol
(detil) ke-2: 2633 kJ/mol
ke-3: 3860 kJ/mol
Jari-jari atom 235 pm
Jari-jari atom (terhitung) 265 pm
Jari-jari kovalen 211 pm
Jari-jari Van der Waals 244 pm
Lain-lain
Sifat magnetik no data
Resistivitas listrik (20 °C) 128 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 58.2 W/(m·K)
Kecepatan suara (kawat tipis) (20 °C) 1300 m/s
Modulus Young 2.4 GPa
Modulus ruah 2.5 GPa
Skala kekerasan Mohs 0.3
Kekerasan Brinell 0.216 MPa
Nomor CAS 7440-17-7
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
83 83
Rb syn 86.2 d ε - Kr
0.52, 0.53,
γ -
0.55
84
ε - Kr

84
β+ 1.66, 0.78 84
Kr
Rb syn 32.9 d
γ 0.881 -
- 84
β 0.892 Sr
85
Rb 72.168% Rb stabil dengan 48 neutron

86
β- 1.775 86
Sr
Rb syn 18.65 d
γ 1.0767 -
87
Rb 27.835% 4.88×1010 y β- 0.283 87
Sr

Sejarah
(Latin, rubidus, merah menyala). Ditemukan oleh Bunsen dan Kirchoff pada tahun 1861 di
dalam mineral lepidolite dengan menggunakan spektroskop.

Sumber
Unsur ini ternyata ditemukan lebih banyak dari yang diperkirakan beberapa tahun lalu. Sekarang
ini, rubidium dianggap sebagai elemen ke-16 yang paling banyak ditemukan di kerak bumi.
Rubidium ada di pollucite, leucite dan zinnwaldite, yang terkandung sekitar 1% dan dalam
bentuk oksida. Ia ditemukan di lepidolite sebanyak 1.5% dan diproduksi secara komersil dari
bahan ini. Mineral-mineral kalium, seperti yang ditemukan pada danau Searles, California, dan
kalium klorida yang diambil dari air asin di Michigan juga mengandung rubidium dan sukses
diproduksi secara komersil. Elemen ini juga ditemukan bersamaan dengan cesium di dalam
deposit pollucite di danau Bernic, Manitoba.

Sifat-sifat
Rubidium dapat menjelma dalam bentuk cair pada suhu ruangan. Ia merupakan logam akali yang
lembut, keperak-perakan dan unsur akali kedua yang paling elektropositif. Ia terbakar secara
spontan di udara dan bereaksi keras di dalam air, membakar hidrogen yang terlepaskan. Dengan
logam-logam alkali yang lain, rubidium membentuk amalgam dengan raksa dan campuran logam
dengan emas, cesium dan kalium. Ia membuat lidah api bewarna ungu kekuning-kuningan.
Logam rubidium juga dapat dibuat dengan cara mereduksi rubidium klorida dengan kalsium dan
dengan beberapa metoda lainnya. Unsur ini harus disimpan dalam minyak mineral yang kering,
di dalam vakum atau diselubungi gas mulia.

Isotop
Ada 24 isotop rubidium. Isotop rubidium yang ditemukan secara alami ada dua, 85Rb dan 87Rb.
Rb-87 terkandung sebanyak 27.85% dalam rubidium alami dan isotop ini merupakan pemancar
beta dengan paruh waktu 4.9 x 1010 tahun. Rubidium cukup radioaktif sehingga dia dapat
mengekspos photographic film dalam 30 sampai 60 hari. Rubidium membentuk empat oksida:
Rb2O, Rb2O2, Rb2O3, Rb2O4.
Kegunaan
Karena rubidium sangat mudah diionasi, unsur ini pernah dipikirkan sebagai bahan bakar mesin
ion untuk pesawat antariksa. Hanya saja, cesium sedikit lebih efisien untuk hal ini. Unsur ini juga
pernah diajukan untuk digunakan sebagai fluida penggerak turbin uap dan untuk generator
elektro-panas menggunakan prinsip kerja magnetohydrodynamic dimana ion-ion rubidium
terbentuk oleh energi panas pada suhu yang tinggi dan melewati medan magnet. Ion-ion ini
lantas mengantar listrik dan bekerja seperti amature sebuah generator sehingga dapat
memproduksi aliran listrik. Rubidium juga digunakan sebagai getter dalam tabung-tabung
vakum dan sebagai komponen fotosel. Ia juga telah digunakan dalam pembuatan kaca spesial.
RbAg4I5 sangat penting karena memiliki suhu ruangan tertinggi sebagai konduktor di antara
kristal-kristal ion. Pada suhu 20 derajat Celcius, konduktivitasnya sama dengan larutan asam
sulfur. Sifat ini memugkinkan rubidium digunakan pada aplikasi untuk baterai super tipis dan
aplikasi lainnya.unsur ini dapat di berikan untuk alat alat yang biasanya didapat dari orang orang
yang menjual dalam bentuk yang relative stabil mak hal ini mungkin saj mampu melihat kenapa
hindia dapat melakukanya

Stronsium
38 rubidium ← stronsium → yttrium
Ca

Sr

Ba Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom stronsium, Sr, 38
Deret kimia alkaline earth metals
Golongan, Periode, Blok 2, 5, s
silvery white metallic

Penampilan

Massa atom 87.62(1) g/mol


Konfigurasi elektron [Kr] 5s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 8, 2
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 2.64 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 6.980 g/cm³
1050 K
Titik lebur
(777 °C, 1431 °F)
1655 K
Titik didih
(1382 °C, 2520 °F)
Kalor peleburan 7.43 kJ/mol
Kalor penguapan 136.9 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 26.4 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 796 882 990 1139 1345 1646
Ciri-ciri atom
Struktur kristal cubic face centered
2
Bilangan oksidasi
(strongly basic oxide)
Elektronegativitas 0.95 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 549.5 kJ/mol
(detil) ke-2: 1064.2 kJ/mol
ke-3: 4138 kJ/mol
Jari-jari atom 200 pm
Jari-jari atom (terhitung) 219 pm
Jari-jari kovalen 192 pm
Lain-lain
Sifat magnetik paramagnetic
Resistivitas listrik (20 °C) 132 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 35.4 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 22.5 µm/(m·K)
Modulus geser 6.1 GPa
Nisbah Poisson 0.28
Skala kekerasan Mohs 1.5
Nomor CAS 7440-24-6
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
82 82
Sr syn 25.36 d ε - Rb
83
ε - Rb
83
Sr syn 1.35 d β+ 1.23 83
Rb
γ 0.76, 0.36 -
84
Sr 0.56% Sr stabil dengan 46 neutron
85
85
ε - Rb
Sr syn 64.84 d
γ 0.514D -
86
Sr 9.86% Sr stabil dengan 48 neutron
87
Sr 7.0% Sr stabil dengan 49 neutron
88
Sr 82.58% Sr stabil dengan 50 neutron
89
89
ε 1.49 Y
Sr syn 50.52 d -
β 0.909D -
90
Sr syn 28.90 y β- 0.546 90
Y
Sejarah
(Strontian, kota di Skotland). Elemen ini berhasil diisolasi leh Davey dengan cara elektrolisis di
tahun 1808, tetapi Adair Crawford di tahun 1790 menemukan mineral baru (strontianite) yang
berbeda dengan mineral-mineral barium lainnya.

Bentuk
Strontium ditemukan sebagian besar dalam bentuk celestite and strontianite. Logam ini dapat
dipersiapkan dengan cara elektrolisis klorida terfusi yang bercampur dengan kalium klorida.
Atau bisa juga dengan cara mereduksi strontium oksida dengan aluminium di dalam vakum pada
suhu dimana strontium tersuling. Ada tiga bentuk alotropik logam ini dengan titik transisi pada
235 dan 540 derajat Celcius.

Sifat-sifat
Strontium lebih lunak dibanding kalsium dan terdekomposisi dalam air secara cepat. Ia tidak
menyerap nitrogen dibawah suhu 380 derajat Celcius. Elemen ini harus direndam dalam minyak
tanah (kerosene) untuk menghindari oksidasi. Logam strontium yang baru terbelah memiliki
warna keperak-perakan, tapi dapat dengan cepat menjadi kuning jika teroksidasi. Logam ini jika
terbelah secara halus dapat terbakar di udara secara spontan. Garam-garam strontium
memberikan warna yang indah pada lidah api dan digunakan di pertunjukan kembang api dan
produksi flares. Strontium alami merupakan campuran dari 4 isotop yang stabil.

Isotop
Ada enam belas isotop Sr yang labil. Yang paling penting adalah 90Sr dengan paruh waktu
sepanjang 29 tahun. Isotop ini salah satu produksi detonasi bom nuklir dan membahayakan
kesehatan. Isotop ini juga merupakan pemancar sinar beta yang paling lama hidupnya dan
digunakan pada alat-alat SNAP (Systems for Nuclear Auxiliary Power). Peralatan ini punya
potensial kegunaan di pesawat antariksa, stasiun cuaca terpencil, alat navigasi terapung, dll
karena ia ringan, tahan lama dan memiliki sumber listrik nuklir.

Kegunaan
Kegunaan terbesar strontium pada saat ini adalah dalam produksi gelas kaca untuk tabung TV
bewarna. Strontium juga digunakan dalam memproduksi magnet ferrite dan dalam penyulingan
seng. Strontium titanate merupakan bahan menarik untuk aplikasi optik karena memiliki indeks
pantul yang tinggi dan dispersi optik yang lebih besar daripada berlian. Senyawa tidak ditemukan
secara alami di alam dan telah digunakan sebagai batu permata, tetapi sangat lunak.

Zirkonium
40 itrium ← zirkonium → niobium
Ti

Zr

Hf Tabel periodik
Keterangan Umum Unsur
Nama, Lambang, Nomor atom zirkonium, Zr, 40
Deret kimia logam transisi
Golongan, Periode, Blok 4, 5, d
putih keperakan

Penampilan

Massa atom 91.224(2) g/mol


Konfigurasi elektron [Kr] 4d2 5s2
Jumlah elektron tiap kulit 2, 8, 18, 10, 2
Ciri-ciri fisik
Fase solid
Massa jenis (sekitar suhu kamar) 6.52 g/cm³
Massa jenis cair pada titik lebur 5.8 g/cm³
2128 K
Titik lebur
(1855 °C, 3371 °F)
4682 K
Titik didih
(4409 °C, 7968 °F)
Kalor peleburan 14 kJ/mol
Kalor penguapan 573 kJ/mol
Kapasitas kalor (25 °C) 25.36 J/(mol·K)
Tekanan uap
P/Pa 1 10 100 1k 10 k 100 k
pada T/K 2639 2891 3197 3575 4053 4678
Ciri-ciri atom
Struktur kristal hexagonal
4
Bilangan oksidasi
(amphoteric oxide)
Elektronegativitas 1.33 (skala Pauling)
Energi ionisasi ke-1: 640.1 kJ/mol
(detil) ke-2: 1270 kJ/mol
ke-3: 2218 kJ/mol
Jari-jari atom 155 pm
Jari-jari atom (terhitung) 206 pm
Jari-jari kovalen 148 pm
Lain-lain
Sifat magnetik no data
Resistivitas listrik (20 °C) 421 nΩ·m
Konduktivitas termal (300 K) 22.6 W/(m·K)
Ekspansi termal (25 °C) 5.7 µm/(m·K)
Kecepatan suara (kawat tipis) (20 °C) 3800 m/s
Modulus Young 68 GPa
Modulus geser 33 GPa
Nisbah Poisson 0.34
Skala kekerasan Mohs 5.0
Kekerasan Vickers 903 MPa
Kekerasan Brinell 650 MPa
Nomor CAS 7440-67-7
Isotop
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
88
88
ε - Y
Zr syn 83.4 d
γ 0.392D -
89
ε - Y
89
Zr syn 78.4 h β+ 0.902 89
Y
γ 0.909D -
90
Zr 51.45% Zr stabil dengan 50 neutron
91
Zr 11.22% Zr stabil dengan 51 neutron
92
Zr 17.15% Zr stabil dengan 52 neutron
93
Zr syn 1.53×106y β- 0.060 93
Nb
94
Zr 17.38% Zr stabil dengan 54 neutron
96
Zr 2.8% >3.9×1020y β-β- ? 96
Mo

Zirkonium adalah logam putih keabuan yang jarang dijumpai di alam bebas. Ia memiliki
lambang kimia Zr, nomor atom 40, massa atom relatif 91,224.

Logam zirkonium digunakan dalam teras reaktor nuklir karena tahan korosi dan tidak menyerap
neutron. Zircaloy merupakan aliase zirkonium yang penting untuk penyerapan nuklir, seperti
menyalut bagian-bagian bahan bakar.

Zirkonium banyak terdapat dalam mineral seperti zirkon dan baddelyit. Baddeleyit sendiri
merupakan oksida zirkonium yang tahan terhadap suhu luar biasa tinggi sehingga digunakan
untuk pelapis tanur