Anda di halaman 1dari 15

RANCANGAN MODEL SISTEM PERTANIAN

TERPADU (SPT) PADA AGROEKOSISTEM KEBUN


DI DESA JATIROKE

R A M A D I W I D I TA G A N D I
1 5 0 5 1 0 11 0 1 2 8
AGROTEKNOLOGI H

PENDAHULUAN

Pendapatan Petani
yang masih rendah

Latar belakang

Produktivitas Yang
Rendah
Penggunaan Sumber
Daya kurang optimal

TUJUAN
Mengetahui permasalahan eksisting dari petani dan
menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah
tersebut dengan menggunakan konsep pengembangan
teknologi bersama petani.

IDENTIFIKASI MASALAH
Apa saja potensi yang ada di desa jatiroke?

Bagaimana kondisi eksisting pertanian pada

agroekosistem kebun yang dilakukan oleh petani di


desa jatiroke?
Apa saja permasalahan dan kendala yang dihadapi
petani di Desa Jatiroke?
Bagaimana solusi dalam mengatasi permasalahan
dan kendala tersebut?
Bagaimana model SPT yang direkomendasikan
untuk petani di desa Jatiroke khususnya untuk
agroekosistem kebun?

METODOLOGI
Waktu dan tempat:
Survey dilaksanakan di Desa Jatiroke Kecamatan Jatinangor
Kabupaten Sumedang. Desa Jatiroke terletak di daerah pegunungan,
ketinggian tempatnya sekitar 600-750 m dpl. Survey dilaksanakan pada
bulan Oktober - November 2014.

Desain Survey :
Metode survey yang digunakan untuk menghimpun data dapat
ditempuh dengan teknik wawancara menggunakan teknik PRA
(Partisipatif Rural Apraisal).

METODOLOGI
Alur Pengumpulan Data :

Observasi dan
mengumpulkan
data desa

Mencari lahan kebun


dengan komoditas
tembakau

Wawancara
Petani

HASIL DAN PEMBAHASAN


Luas Lahan Desa Jatiroke

Desa Jatiroke
Tanah sawah
Tanah kering
Tanah perkebunan
Tanah fasilitas umum
Tanah hutan

: 209 km atau 257,083 ha


: 25 ha
: 48 ha
: 71 ha
: 12,525 ha
: 41 ha

HASIL DAN PEMBAHASAN


No.

Parameter Pengamatan

Kondisi Eksisting

Rekomendasi

1.

Teknik budidaya

Di jelaskan di slide
selanjutnya

Menanam tunggal
Penggunaan benih
tidak bersertifikat
Penggunaan pupuk
tanpa takaran
Pemberian bahan
organik yang minim

2.

Pola tanam

Tembakau bera kacang


tanah

Tembakau tumpang sari


dengan kacang tanah
cabai - ubi

3.

Produktivitas

1 t/ha

4-7 t/ha

4.

Pemasaran

Petani-Tengkulak-Industri

Petani industri

5.

Kendala

- Kondisi air yang tidak


memungkinkan untuk
menanam di musim kering
- Ketersediaan bahan
organik yang kurang

Pembuatan Embung
Perbanyakan
produksi pupuk
organik

Rekomendasi Teknik Budidaya


Pembibitan

Pembibitan dilakukan dengan menggunakan benih tembakau Virginia yang


murni dan tersertifikasi, bedengan membujur utara selatan, kebutuhan benih
berkisar antara 2-3 g/m2. Bibit dicabut umur 40 45 hari. Media pembibitan dapat
pencampuran sekam dan tanah.
Pengolahan Lahan
Langkah pertama pengolahan tanah, dilakukan dengan memasang ajir
dengan jarak 140 cm (untuk lebar guludan) dan 40 cm (untuk lebar kalenan) arah
Timur Barat. Tanah dicangkul rata, tanah bagian kalenan diangkat dan ditaruh di
atas tanah untuk guludan. Bersamaan dengan itu dibuat got keliling, saluran
membujur dan melintang dan diberi pupuk organic sebanyak 10-20 t/ha. Pupuk
organic dapat didapatkan dari kotoran hewan ternak (pupuk kandang), bila kurang
maka dapat membeli pupuk organic yang sudah tersedia. Setelah dibiarkan selama 3
minggu, guludan dicangkul untuk menghancurkan bongkahan-bongkahan tanah. Di
desa Jatiroke juga perlu pembuatan embung untuk menjaga ketersediaan air di lahan
tersebut.
Penanaman
Penanaman dilakukan dengan jarak 90 x 60, dengan dua baris tanaman tiap
guludan. Di sela sela guludan ditanamai tanaman kacang tanah dengan jarak 30 x 20
cm. Untuk mencegah serangan hama pada stadia awal pertumbuhan, di sekitar
tanaman diberi Furadan 3G sebanyak 2 g/lubang tanam.

Rekomendasi Teknik Budidaya


Pemeliharaan

Pemupukan dilakukan dengan dosis dan jenis sebagai berikut:


50 kg N + 60 kg P2O5 + 125 kg K2O yang setara dengan 250 kg ZA +
175 kg SP 36 + 250 kg ZK/ha. Pupuk N diberikan dua kali yaitu pada
umur satu dan tiga minggu masing-masing setengah dosis. Pupuk P
diberikan saat tanam, sedang pupuk K bersamaan dengan pemupukan
pertama pupuk N. Pemangkasan pada ketinggian di bawah daun ke 35 dari atas, pada stadia 10% bunga pertama mekar, kira-kira tanaman
berumur 70 hari. Pembuangan tunas dilakukan dengan tangan tiap 7
hari sekali.
Pemamenan
Pemanenan dilakukan pada saat daun tepat masak,
kriterianya helai daun berwarna hijau kekuningan, tangkai dan tulang
daun berwarna putih dan bila dipetik berbunyi nyarin sekitar berumur
3-4,5 bulan.

KALENDER MUSIM
Bulan
10

11

12

Kegiatan

Hujan
Tanam

Pengolahan

Kebun

Panen

V
U

Keterangan :
X = tembakau
Y = Kacang Tanah
V = Cabai
U = Ubi Jalar

X
Y

SKEMA PENANAMAN
Musim tanam I (Tembakau (X) dan Kacang Tanah(Y))

Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y

Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y
Y

SKEMA PENANAMAN
Musim Tanam II ( Cabai (V) dan Ubi Jalar(U) )

U
U
U
U
U
U
U

V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V

V
V
V
V
V
V
V

U
U
U
U
U
U
U

ANALISIS PRODUKTIVITAS

hi)/A]x
=1

IP = [(
hi
A
I

= Luas pertanaman ke-i


= Luas lahan yang tersedia untuk ditanami
= 1,2,3.n, merupakan pertanaman dalam pergiliran pada pola tanam setahun

EKSISTING

IP =

1+1

100 % = 200 %

REKOMENDASI

IP =

100%

1+1+1+1
1

100 % = 400 %


hi
=1

IIP = [(

x ti)/(A x 12)]x 100%

hi

= Luas pertanaman ke-i dalam ha

ti
A
12
i

= Umur tanaman ke-i dalam bulan


= Luas lahan yang tersedia untuk ditanami
= 12 bulan sesuai satuan waktu
= 1,2,3n, merupakan pertanaman dalam pergiliran pada pola tanam setahun

EKSISTING
IIP Total =

1x5 + 1x5
1 x 12

x 100% = 83,33 %

REKOMENDASI
IIP Total =

1x5 + 1x6
1 x 12

x 100% = 91,66 %

MODEL SPT

tumpangsari

tumpangsari

rotasi

Pupuk kandang

BIOGAS