Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seorang pengarang, pembicara
atau pengarang. Pengambilan kutipan bisa dari majalah, buku, ensiklopedia, internet,
koran, kamus, artikel, maupun jurnal ilmiah. Menyisipkan kutipan dalam makalah atau
skripsi dapat menambah nilai lebih pada karya tersebut dan memperkuat teori dari
masalah atau topik yang sedang dibahas.
Pada penulisan kutipan, perlu diperhatikan mengenai peraturan-peraturan yang
harus diikuti, sehingga nantinya pada waktu penulisan kutipan sudah sesuai dengan
peraturan dan ketentuan yang benar.
Sedangkan catatan kaki adalah keterangan yang dicantumkan pada margin
bawah pada halaman buku. Huruf catatan kaki dicetak lebih kecil dari huruf teks
diatasnya. Penulisan catatan kaki pada makalah atau skripsi berpedoman dari berbagai
style atau bentuk seperti pada bibliografi atau daftar pustaka yang disebut footnote
atau endnote karena terletak di bawah teks. Footnote juga dapat dikumpulkan menjadi
satu kemudian disusun seperti bibliografi atau daftar pusataka.
Kutipan dan catatan kaki saling berhubungan, sehingga apabila mengutip dari
suatu kalimat atau pendapat, maka sumber kutipan akan dijelaskan atau dicatat pada
halaman bawah. Dalam makalah ini, kami sebagai penulis akan menjelaskan
pengertian kutipan dan catatan kaki, fungsi dan tujuan kutipan dan catatatan kaki, cara
membuat catatan kaki dan kutipan yang baik dan benar, serta syarat membuat catatan
kaki dan kutipan.

1.2

Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian kutipan?
2. Apakah fungsi dan tujuan kutipan?
3. Bagaimana cara membuat kutipan?

4.
5.
6.
7.
8.
9.

Apakah prinsip membuat kutipan?


Apakah pengertian catatan kaki?
Apakah fungsi dan tujuan catatan kaki?
Apa saja syarat penulisan catatan kaki?
Apa saja gaya catatan kaki?
Apa saja langkah-langkah untuk mengatur catatan kaki?

1.3

Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dalam menulis makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui arti kutipan.
2. Mengetahui fungsi dan tujuan kutipan.
3. Mengetahui cara mebuat kutipan.
4. Mengetahui syarat membuat kutipan.
5. Mengetahui arti catatan kaki.
6. Mengetahui fungsi dan tujuan catatan kaki.
7. Mengetahui syarat penulisan catatan kaki.
8. Mengetahui gaya catatan kaki.
9. Mengetahui langkah-langkah mengatur catatan kaki.

1.4

Manfaat Penulisan
Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca, baik
secara teori maupun praktik. Selain itu, makalah ini juga diharapkan dapat menambah
pengetahuan bagi pembacanya, sehingga para pembaca dapat menulis kutipan dan
catatan kaki dengan baik dan benar, serta sesuai dengan aturan yang berlaku.Tentunya
dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar

BAB II
PEMBAHASAN
2.1

Pengertian Kutipan
Menurut Gorys Keraf, kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat dari
seorang pengarang atau ucapan seseorang yang terkenal, baik yang terdapat dalam
buku maupun majalah. Sedangkan menurut wikipedia (ensiklopedi online), kutipan
adalah penggalan ekspresi atau ungkapan seseorang yang sebagian besar ditulis atau
diucapkan, kemudian dimasukkan dalam ungkapan atau ekspresi orang lain. Kutipan
dapat diambil dari buku, pidato yang ditranskrip, dialog dari film, koran, majalah,
internet, ensiklopedia, artikel, kamus, maupun jurnal ilmiah.

2.2

Fungsi dan Tujuan Kutipan.


Adapun fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan estetika penulisan.
b. Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi.
c. Memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan daftar pustaka.
d. Kutipan dapat merangkum satu pokok bahasan yang akan disetujui atau
dibantah/disanggah.
e. Kutipan dapat mengungkapkan satu pendapat atau evaluasi yang dapat menjadi
bahan diskusi.
Sedangkan tujuan dari membuat kutipan adalah untuk menegaskan isi uraian atau
untuk membuktikan apa yang dikatakan.

2.3

Cara Membuat Kutipan.


Cara membuat kutipan ada 2, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
a. Kutipan Langsung.
- Kutipan Kurang dari 40 Kata.
Kutipan yang berisi kurang dari 40 kata ditulis diantara tanda kutip (...)
sebagai bagian yang terpadu dalam teks utama, dan diikuti nama penulis,
tahun, dan nomor halaman. Ada dua cara dalam penyebutan nama penulis
dengan tahun dan nomor halaman. Yang pertama adalah nama penulis disebut
dalam teks secara terpadu. Contoh: Soebronto (1990:123) ada hubungan
yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar. Sedangkan
cara yang kedua adalah nama penulis disebut bersama dengan tahun penerbitan
dan nomor halaman. Contoh: Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah ada
hubungan yang erat antara faktor sosial ekonomi dengan kemajuan belajar
(Soebronto, 1990:123).
Jika ada tanda kutip dalam kutipan, maka digunakan tanda kutip tunggal
(...). Contoh: Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah terdapat

kecenderungan semakin banyak campur tangan pimpinan perusahaan maka


semakin rendah tingkat partisipasi karyawan tersebut (Soewignyo, 1991:101).
-

Kutipan 40 Kata atau Lebih


Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara
terpisah dari teks yang mendahului, ditulis 1,2 cm dari garis tepi kiri dan
kanan, dan diketik dengan spasi tunggal. Selain itu, nomor halaman juga

ditulis. Contoh:
Smith (1990:276) menarik kesimpulan sebagai berikut.
The placebo effect, which had been verified in previous studies, dissapered when behaviors were
studied in this manner. Furthermore, the behaviors were never exhibited again, even when real
drugs were administrated. Earlier studies were clearly premature in attributing the results to a
placebo effect.
Jika dalam kutipan terdapat paragraf baru lagi, garis barunya dimulai 1,2
cm dari tepi kiri garis teks kutipan.
-

Kutipan yang Sebagian Dihilangkan


Apabila dalam mengutip langsung ada kata-kata dalam kalimat yang
dihilangkan, maka kata-kata yang dihilangkan diganti menjadi tiga titik.
Contoh: Semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan pendidikan di
sekolah ... diharapkan sudah melaksanakan kurikulum baru (Manan,
1995:278). Sedangkan apabila ada kalimat yang dihilangkan, maka kalimat
yang dihilangkan diganti menjadi empat titik. Contoh: Gerak manipulatif
adalah keterampilan yang memerlukan koordinasi antara mata, tangan, atau
bagian tubuh lain .... Yang termasuk gerak manipulatif antara lain adalah
menangkap bola, menendang bola, dan menggambar (Asim, 1995:315).

b. Cara Mengutip Kutipan Tidak Langsung


Kutipan yang disebut secara tak langsung atau dikemukakan dengan bahasa
penulis sendiri ditulis tanpa tanda kutip dan berpadu dalam teks. Ada dua cara
dalam menulis kutipan yang tak langsung Yang pertama adalah menulis nama
penulis disebut terpadu dalam teks. Contoh: Salimin (1990:13) tidak menduga
bahwa mahasiswa tahun ketiga lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat.
Sedangkan cara yang kedua adalah menulis nama penulis yang disebut dalam
kurung bersama tahun penerbitannya. Contoh: Mahasiswa tahun ketiga ternyata
lebih baik daripada mahasiswa tahun keempat (Salimin, 1990:13).
2.4

Prinsip Membuat Kutipan

Pada saat membuat kutipan, penulis tidak boleh asal mengutip, melainkan ada
prinsip-prinsip yang perlu diikuti pada saat mengutip. Prinsip-prinsip tersebut
dikemukakan oleh Keraf, Parera dan Arifin.
a. Prinsip mengutip menurut (Keraf, 2004: 204).
- Jangan mengadakan perubahan. Pada waktu mengutip, pengarang tidak boleh
-

mengubah kata-kata atau teknik dari teks asli.


Bila ada kesalahan dalam kutipan, penulis tidak boleh memperbaiki kesalahankesalahan itu. Atau dengan kata lain penulis harus mengutip sebagaimana

adanya.
Menghilangkan bagian kutipan. Penulis diperbolehkan untuk menghilangkan
bagian-bagian tertentu dengan syarat bahwa penghilangan bagian tidak sampai
mengubah makna asli atau keseluruhan.

b. Prinsip mengutip menurut (Parera 1987: 152).


- Kutipan harus sesuai dengan aslinya dalam ejaan, kata, kapitalisasi, dan
-

pungtuasi.
Jika kutipan secara gramatikal merupakan bagian dari kalimat maka kutipan ini

tidak menggunakan huruf capital (walaupun aslinya dalam huruf kapital).


Perhatikan tanda kutip yang dipakai dan semua tanda baca lain, seperti koma,

tanda tanya, tanda seru, dan titik.


Jika kutipan dikutip seluruhnya dan secara gramatikal merupakan klausa maka

berilah koma dan mulailah dengan huruf kapital.


Jika dalam kutipan anda menghilangkan beberapa kalimat atau perkataan pada
awal, berilah tiga titik (...). Jika kalimat kutipan dimulai dengan kalimat baru

dan ada kalimat di depannya yang dihilangkan maka berilah empat titik (....).
Jika dalam kutipan terdapat bagian yang aneh dan ingin diperbaiki maka

perbaikan harus dalam kurung kurawal.


Setiap kutipan harus mendapatkan catatan kaki. Baca dan periksalah kutipan
sebaik-baiknya, jangan ada yang salah atau terganti.

c. Prinsip mengutip menurut (Arifin, 1991:31)


- Nama pengarang ditulis sebelum kutipan; buat pengantar terlebih dulu sesuai
keperluan, kemudian tulis nama akhir pengarang, berikutnya cantumkan tahun
terbit, titik dua dan nomor halaman di dalam kurung, baru kutipan ditampilkan.
Contoh: Dalam pengasapan ini Suhadi (1952: 34) mengatakan bahwa
pengasapan ikan dengan menaikkan suhu semaksimal mungkin akan
-

mendapatkan ikan dan seterusnya.


Nama pengarang dicantumkan setelah bunyi kutipan, dengan ketentuan
membuat pengantar kalimat terlebih dahulu yang sesuai dengan keperluan,

kemudian tampilkan kutipan sebut nama akhir pengarang, tanda koma tahun
terbit, titik dua dan nomor halaman di dalam tanda kurung.
Contoh: Lebih tegas lagi, dikatakan bahwa amoniak dikrimkan secara kontinu
-

untuk memenuhi ..., Korea Selatan, dan Jepang (Subandi, 1987: 40).
Untuk kutipan yang berasal dari sumber dengan dua pengarang maka
ketentuan, seperti ada pada dua poin sebelumnya berlaku juga.
Contoh: Selanjutnya, Eman dan Fauzi (1970: 18) mengatakan bahwa tenaga
mesin itu dapat mengatasi sekian tenaga manusia. Atau dapat juga dituliskan
sebagai berikut: Dalam bagian lain dikemukakannya bahwa tenaga mesin dapat

mengatasi sekian tenaga manusia (Eman dan Fauzi, 1970: 18).


Jika diperlukan lebih dari satu buku rujukan untuk kepentingan suatu pendapat,
dan buku-buku tersebut membicarakan hal yang sama maka penampilan
kutipannya, sebagai berikut.
Contoh: Untuk menciptakan bentuk yang harmonis dan estetis, diperlukan
unsur-unsur yang menjadi penunjang bentuk-bentuk arsitektur (Ali, 1984: 6;

Gani, 1985: 17 ; Wawan , 1986:54).


Buku rujukan yang mempunyai nama pengarang lebih dari dua orang. Yang
disebut hanya satu pengarang dengan memberikan keterangan et al. Atau dkk.
(dan kawan-kawan).
Contoh: Jika dirumuskan bagaimana hubungan arsitektur dan arsitek, sularto,
dkk. (1982:10-11) mengatakan bahwa arsitektur adalah perpaduan ilmu dan
seni, sedangkan arsitek adalah orang yang menciptakan ruang sehingga

melahirkan bentuk-bentuk arsitektur yang beraneka ragam.


Jika kutipan hanya lima baris atau kurang dari lima baris maka penampilannya
kutipan di dalam teks dengan jarak dua spasi (baik kutipan langsung maupun
kutipan tidak langsung), sedangkan kutipan yang lebih dari lima baris
dicantumkan dibawah teks dengan jarak satu spasi, dan menjorok kira-kira
lima pukulan mesin tik, baik disebelah kiri maupun sebelah kanan, tanpa diberi
tanda petik.
Contoh:
Ternyata ular banyak sekali jenisnya, serta memiliki ciriyang bermacammacam, seperti yang dikatakan oleh Suhono (1985: 43) sebagai berikut.
Di pulau jawa dikenal 110 jenis ular, baik yang berbisa maupun yang tidak
berbisa. Ular berbisa denga taring di muka berjumlah 30 jenis, 18 jenis...
termasuk ular-ular yang tidak berbisa.

2.5

Pengertian Catatan Kaki (Footnote dan Endnote)


Menurut Gibaldi [ on-line, 2003 ] footnote atau endnote digunakan untuk

2.6

menuliskan sumber-sumber dari berbagai media yang menjadi rujukan pada saat
membaca, yang kemudian disunting menjadi materi suatu tulisan. Catatan kaki
menurut Arifin (1991 : 34), catatan kaki adalah suatu keterangan tambahan tentang
istilah atau ungkapan yang tercantum dalam naskah. Sedangkan menurut Keraf
(2204:218) catatan kaki adalah keterangan-keterangan atas teks karangan yang
ditempatkan pada kaki halaman karangan yang bersangkutan. Catatan kaki dapat
berupa rujukan pada sesuatu yang bukan buku, seperti keterangan wawancara, pidato
di televisi.
Fungsi dan Tujuan Catatan Kaki
Adapun fungsi dari catatan kaki adalah sebagai berikut:
a. Memudahkan pembaca dalam mengakses sumber yang digunakan.
b. Memberikan penghargaan terhadap sumber yang dikutip serta aspek legalitas
untuk izin penggunaan karya tulis yang dikutip.
c. Memperkuat pendapat penulis.
Sedangkan tujuan dari catatan kaki menurut Gorys Keraf dan Parera adalah sebagai
berikut:
a. Tujuan catatan kaki menurut Gorys Keraf ( Keraf,2004:219-220 ):
- Untuk menyusun pembuktian.
- Menyatakan utang budi.
- Menyampaikan keterangan tambahan.
- Merujuk bagian lain dari teks.
b. Tujuan catatan kaki menurut Parera ( 1987:154 ):
- Pengakuan sumber informasi.
- Dukungan argumen.
- Pemberian materi tambahan bagi pembaca.
- Pembuktian kutipan naskah.
- Perluasan atau makna dalam naskah.
- Penunjukkan bagian lain dalam naskah bagi pembaca.
- Penjelasan tambahan oleh penulis.

2.7

Syarat Penulisan Catatan Kaki


Ada beberapa syarat yang dipergunakan dalam menuliskan catatan kaki. Catatan kaki
dari suatu acuan tertentu biasanya ditulis dengan cara sebagai berikut:
a. Nama pengarang atau penulis ditulis secara utuh (tidak dibalikkan atau
disingkat).
b. Judul acuan digarisbawahai.
c. Cantumkan nomor halaman yang dikutip.
d. Tahun publikasi, tempat, dan nama penerbit.
Apabila satu acuan sudah dikutip sebagai catatan kaki, maka pada penggunaan
berikutnya tidak perlu dikutip secara utuh. Sebagai gantinya dipergunakan istilah atau
singkatan berikut yang sudah disepakati.
a. Ibid (Ibidem = di tempat yang sama). Maksudnya, bila dua atau lebih catatan
kaki secara berturut-turut dipergunakan sebagai sumber yang sama, namun
pada halaman yang berbeda, maka dipergunakan istilah ibid dan ditulis nomor
halamannya.

Contoh:
1
F. W . Nicholas. 1987. Veterinary Genetics. New york : Oxford University
Press, hal.125.
2
ibid., p. 147.
(dalam contoh di atas, nama pengarang yang dikutip untuk catatan kaki
seharusnya ditulis utuh, tanpa disingkat. Namun karena dalam buku aslinya
b.

juga disingkat, maka dalam catatan kaki tetap ditulis F . W . Nicholas


Loc. Cit (loco citato = dikutip di tempat yang sama). Istilah ini dipakai bila
acuan berasal dari sumber dan halaman yang sama, namun tidak berurutan
(disela oleh acuan lain). Dalam hal ini, tulislah nama pengarang (nama akhir)

dan Loc.cit.
Contoh:
5
Hudson. loc. cit.
c. Op. Cit. (opera citato = situasi untuk sumber yang sama). Maksudnya, bila
acuan yang dikutip berasal dari sumber yang sama, namun tidak berurutan
(diselingi oleh acuan lain).
Contoh:
4
Poole, op. cit., hal. 238.

2.8

Gaya Catatan Kaki


Ada 2 gaya dalam penulisan catatan kaki. Yaitu Chicago style/ Turabian Bibliographic
dan MLA (Modern Language Association).
a.

Catatan kaki berdasarkan Chicago Style/ Turabian Bibliographic.


Pada Turabian s Manual hanya memberikan sedikit contoh penulisan
sumber publikasi elektronik. Berikut diberikan contoh penulisan-penulisan catatan
kaki yang diambil dari buku, artikel terbitan berseri dan website.
-

Buku
Urutan dalam menuliskan catatan kaki (footnote dan endnote) yang
pertama adalah menuliskan nama pengarang atau editor, kemudian judul,
penyunting atau penerjemah, edisi, judul seri (termasuk volum atau nomor
yang dugunakan), penerbitan (tempat terbit, penerbit, dan tahun terbit), serta

halaman yang disunting (digunakan untuk footnote dan endnote). Cara


penulisannya seperti contoh berikut.
Pengarang Tunggal, contohnya:
Charles Hullmandel experimented with lithographic techniques
througout the early nineteenth century, patenting the lithotint process in 1840.
Editor, contohnya:
Human beings are the sources of all international politics even
though the holders of political power may change, this remains the same.1
Kumpulan Pengarang, contohnya:
Children of Central and Eastern Europe have not escaped the
nutritional ramifications of iron deficiency, a worldwide problem. 1
Cara penulisan footnote ada 2 cara, yaitu footnote kesatu, kedua dan
endnote. Penjelasannya adalah sebagai berikut:
1) Catatan kaki pertama, penulisannya:
1
Michael Twyman, Lithography 1800-1850 (London Oxford University
Press, 1970), 145-146.
2) Catatan kaki kedua, penulisannya:
Penulisan catatan kaki menurut Chicago Style ada dua cara, yaitu:
a) Nama belakang, judul (kependekan judul), dan nomor halaman.
Contoh: 2Twyman, Lithography 1800-1850, 50
b) Nama belakang pengarang dan nomor halaman.
Contoh: 2Twyman, 50.
3) Endnote, contoh penulisannya:
Michael Twyman, Lithography 1800-1850 (London Oxford University
Press, 1970), 145-146 Ibid.
-

Artikel terbitan berseri


Urutan dalam penulisan catatan kaki (footnote dan endnote) yang pertama
adalah nama pengarang, judul artikel, judul terbitan berseri (jurnal majalah
surat kabar), volume atau nomor terbitan atau keduanya, tahun publikasi,
nomor halaman. Apabila artikel diambil dari internet, maka perlu ditambahkan
keterangan tanngal akses dan URL, dan website.

Website
Urutan dalam penulisan catatan kaki (footnote dan endnote) yang pertama
adalah nama pengarang atau editor website (apabila ada), judul website, URL,
dan tanggal akses. Contoh: 46Gregory Crane, ed., The Perseus Digital Library;
available from http://www.perseus.tufts.edu;Internet: accessed 29 April 2002.

b.

Catatan kaki berdasarkan MLA (Modern Language Association) Style

Pada catatan kaki/footnote acuan yang pertama harus dikutip secara penuh.
Acuan berikutnya dari pekerjaan yang sama dipendekkan penulisannya hanya
nomor, jumlah halaman, dan nama akhir pengarang, Jika sumber yang dikutip
tidak punya pengarang, maka dapat dinyatakan dengan menggunakan nomor,
jumlah halaman, dan judul singkat sebagai keterangan atau identitas. Penulisan
catatan kaki berdasarkan Modern Language Association (MLA) adalah sebagai
berikut:
1) Buku dengan satu pengarang
Contoh: 1Frank Feather, Canadas Best Carees Guide 2000 (Toronto: Warwick,
2000) 152-3.
2) Buku dengan dua pengarang
Contoh: 2R.D. Hogg and Michael G. Mallin, Preparing Your Income Tax
Return: 2001 Edition for 2000 Returns (Toronto: CCH Canadian, 2001)
969:519.
3) Buku dengan tiga pengarang atau lebih
Contoh: 3Jack Canfield, et al., Chicken Soup for the Kids Soul: 101 Stories of
Courage, Hope and Laughter (Deerfield Beach, FL: Healt Communications,
1998) 96-98.
4) Buku tanpa pengarang
Contoh: 4The 1990 Charlton Coin Guide, 29th ed. (Toronto: Charlton, 1989)
39.
5) Buku terjemahan
Contoh: 5Anne Frank: The Diary of a Young Girl, trans. M. MoyaartDoubleday (Toronto: Bantam, 1993) 95.
6) Artikel dari jurnal, majalah, dan surat kabar tanpa pengarang
9
Lighting Up The World: A Canadians Obsession Has Helped Thousands,
Macleans 4 Nov. 2002: 42-43.
7) Artikel dari jurnal, majalah, dan surat kabar dengan satu pengarang atau lebih.
Contoh: 10Jonathan alter and Geoffrey gagnon, the Future of new Work,
Newsweek 9 Sept, 2002: 50+.
8) Terbitan pemerintah
Contoh: 13United States, National Council on Disablity, Carrying on the Good
Fight Summary Paper From Think Tank 2000 Advancing the Civil and
human Rights of People with Disabilities from Diverse Cultures (Washington:
GPO,2000)6.

9) Software komputer atau CD-ROM


Contoh: 18Norton AntiVirus, CD-ROM, Symantec, 2003.
10) Internet
Contoh: 19 Edsitement, 12 Feb. 2006 <http://edsitement.net.gov>.
2.9

Langkah-Langkah dalam Membuat Catatan Kaki.


Langkah-langkah dalam membuat catatan kaki adalah sebagai berikut:.
a. Buka Microsoft Word

b. Klik References. Kemudian cari footnotes.

c. Klik Insert.

d. Setelah muncul gambar di atas, maka kita dapat mengetikkan catatan kaki yang
ingin kita masukkan.

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat seorang pengarang, pembicara
atau pengarang. Pengambilan kutipan bisa dari majalah, buku, ensiklopedia, internet,
koran, kamus, artikel, maupun jurnal ilmiah. Sedangkan catatan kaki adalah suatu
catatan yang berada di bawah tulisan halaman yang sama dan memberikan keterangan

sumber, keterangan lanjutan dari kutipan-kutipan yang ada pada tulisan/karya ilmiah
tersebut.
Kutipan dan catatan kaki merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan
antara satu dengan yang lainnya. Jika kita mengutip dari suatu kalimat atau pendapat,
maka sumber kutipan akan dijelaskan atau dicatat pada halaman bawah.
3.2

Saran
Dengan materi tentang kutipan dan catatan kaki yang baik dan benar ini
disarankan kepada seluruh lapisan masyarakat termasuk mahasiswa agar dapat
membuat kutipan dan catatan kaki yang sesuai dengan kaidah penulisan kutipan dan
catatan kaki.