Anda di halaman 1dari 22

Definisi

Epidemiologi
Cara penularan
Faktor risiko
Etiologi
Patofisiologi
Diagnosis
Penatalaksanaan
Komplikasi
Preventif
Prognosis

PEMBAGIAN DIARE
Gangguan absorbsi
Menurut
mekanisme Gangguan sekresi

Menurut
lamanya

Diare akut
Diare kronik
Diare persisten

DEFINISI DIARE AKUT


Buang air besar yang
terjadi pada bayi atau
anak dengan frekuensi 3
kali atau lebih per hari,
disertai perubahan
konsistensi tinja menjadi
cair, dengan atau tanpa
lendir dan darah yang
berlangsung kurang dari
1 minggu.

EPIDEMIOLOGI DIARE
AKUT
Dunia
salah satu
penyebab
kematian dan
kesakitan
tertinggi pada
anak, terutama
usia di bawah 5
tahun

Negara
berkembang

sebanyak 6 juta
anak meninggal tiap
tahunnya karena
diare dan sebagian
besar kejadian
tersebut terjadi di
negara berkembang
17% kematian anak
di dunia disebabkan
oleh diare

Riskesdas 2007
penyebab
kematian bayi
yang terbanyak
yaitu 42%,
golongan 1 4
tahun kematian
karena diare
mencapai 25,2%

Indonesia

CARA PENULARAN DIARE


AKUT
makanan atau
minuman yang
tercemar oleh
enteropatogen

Fekaloral
kontak
langsung
dan tidak
langsung

4F = finger,
flies, fluid, field

FAKTOR RISIKO DIARE


AKUT
tidak memberikan
ASI secara penuh
untuk anak 4-6
bulan pertama
kehidupan bayi

tidak memadainya
penyediaan air
bersih

pencemaran air
oleh tinja

kurangnya sarana
kebersihan

kebersihan
lingkungan dan
pribadi yang buruk

penyiapan dan
penyimpanan
makanan yang tidak
higienis

ETIOLOGI DIARE AKUT


Golongan bakteri
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Aeromonas
Bacillus cereus
Campylobacter jejuni
Clostridium perfringens
Clostridium defficile
Escherichia coli
Plesiomonas
shigeloides
8. Salmonella
9. Shigella
10. Staphylococcus aureus
11. Vibrio cholera
12. Vibrio
parahaemolyticus
13. Yersinia enterocolitica

Golongan virus
1. Astrovirus
2. Calcivirus (Norovirus,
Sapovirus)
3. Enteric adenovirus
4. Coronavirus
5. Rotavirus
6. Norwalk virus
7. Herpes simplex virus
8. Cytomegalovirus

Golongan parasit
1. Balantidium coli
2. Blastocystis homonis
3. Cryptosporidium
parvum
4. Entamoeba histolytica
5. Giardia lamblia
6. Isospora belli
7. Strongyloides
stercoralis
8. Trichuris trichiura

DIARE KARENA VIRUS


menginfeksi lapisan
epitelium di usus
halus dan
menyerang villus di
usus halus

fungsi absorbsi usus


halus terganggu

Sel-sel epitel usus


halus yang rusak
diganti oleh enterosit
yang baru, berbentuk
kuboid yang belum
matang

meningkatkan tekanan
koloid osmotik usus
dan terjadi
hiperperistaltik usus

Villus mengalami atrofi


dan tidak dapat
mengabsorbsi cairan
dan makanan dengan
baik

DIARE KARENA BAKTERI


mekanisme yang
berhubungan dengan
pengaturan transpor ion
dalam sel-sel usus
cAMP, cGMP, dan Ca
dependen

Prinsipnya hampir sama


dengan virus

Bedanya bakteri
menembus (invasi) sel
mukosa usus halus
reaksi sistemik

Toksin Shigella dapat


masuk ke dalam
serabut saraf otak
kejang

DIARE NON-INFEKSI
Kesulitan makan
Defek Anatomis

Malabsorpsi
Endokrinopati
Keracunan makanan
Neoplasma

PATOFISIOLOGI
Diare osmotik
karena tingginya tekanan osmotik di
dalam lumen usus menarik cairan
dari intraseluler ke dalam lumen usus
disebabkan karena malabsorbsi
karbohidrat penumpukan
karbohidrat (biasanya laktosa)

PATOFISIOLOGI
Diare sekretorik
akibat aktifnya enzim adenil siklase,
yang merubah ATP menjadi cAMP
Terkumpulnya cAMP intraseluler
peningkatan pompa Na dan sekresi
aktif air, Cl, K, dan bikarbonat dalam
usus
Vibrio cholera, Shigella, Clostridium,
Salmonella, Campylobacter

PATOFISIOLOGI
Diare invasif
invasi dari mikroorganisme ke dalam
mukosa usus sehingga merusak
mukosa usus
Terdapat 2 tipe dari diare ini
disentriform (Shigella, Salmonella)
non dysentriform (rotavirus)

Gejala klinik

Rotavirus

Shigella

Salmonella

ETEC

EIEC

Kolera

Masa tunas

17-72 jam

24-48 jam

6-72 jam

6-72 jam

6-72 jam

48-72 jam

Panas

++

++

++

Mual muntah

Sering

Jarang

Sering

Sering

Nyeri perut

Tenesmus

Tenesmus

Tenesmus

Tenesmus

Kramp

kramp

kolik

3-7 hari

2-3 hari

Variasi

3 hari

Sedikit

Banyak

Sedikit

Banyak

Nyeri kepala

Lamanya sakit

7. hari >7 hari

kramp

Sifat tinja
Volume

Sedang

Sedikit

Frekuensi

5-10 kali/hari >10 kali/hari

Sering

Sering

Sering

Terus menerus

Konsistensi

Cair

Lembek

Lembek

Cair

Lembek

Cair

Darah

Sering

Kadang

Bau

Langu

Busuk

Tidak

Amis khas

Warna

Kuning hijau

Merah-hijau

Kehijauan

Tidak

Merah-hijau

Seperti air

DIAGNOSIS DIARE AKUT

Anamnesis

Pemeriksaan
fisik

Pemeriksaan
penunjang

DIAGNOSIS DIARE
Lama,
frekuensi,
konsistensi
Penyakit
lain

Warna, bau

Anamnesi
s
Makan dan
minum

BAK
Demam,
mual,
Muntah

PEMERIKSAAN FISIK
Tanda
vital
Tanda
dehridrasi

berat badan, suhu tubuh, frekuensi


denyut jantung, dan pernapasan

kesadaran, rasa haus dan turgor kulit


abdomen, ubun-ubun besar cekung ,
mata cowong, tidak ada air mata, bibir,
mukosa mulut dan lidah kering

PEMERIKSAAN FISIK

DEHIDRASI MENURUT MMWR


2003
Minimal atau

Simptom

tanpa dehidrasi
kehilangan BB

Dehidrasi ringansedang, kehilangan


BB>3%

Dehidrasi berat
kehilangan BB>9%

<3%
Kesadaran

Baik

Normal, lelah,

Apatis, letargi, tidak

gelisah, iritable

sadar

Denyut jantung

Normal

Normal meningkat Takikardi, bradikardia

Kualitas nadi

Normal

Normal melemah

Lemah, kecil, tidak


teraba

Pernapasan

Normal

Normal cepat

Dalam

Mata

Normal

Sedikit cowong

Sangat cowong

Air mata

Ada

Berkurang

Tidak ada

Mulut dan lidah

Basah

Kering

Sangat kering

Cubitan kulit

Segera kembali

Kembali < 2 detik

Kembali > 2 detik

Capillary refill

Normal

Memanjang

Memanjang, minimal

Ekstremitas

Hangat

Dingin

Dingin, mottled, sianotik

Kencing

Normal

Berkurang

Minimal

DEHIDRASI MENURUT WHO


Penilaian

Lihat :
Keadaan umum

Baik, sadar

*gelisah, rewel

*lesu, lunglai atau tidak sadar

Mata

Normal

Cekung

Sangat cekung dan kering

Air mata

Ada

Tidak ada

Tidak ada

Mulut dan lidah

Basah

Kering

Sangat kering

Rasa haus

Minum biasa tidak haus *haus, ingin minum

*malas minum atau tidak bisa

banyak

minum

Periksa : turgor kulit

Kembali cepat

*kembali lambat

*kembali sangat lambat

Hasil pemeriksaan

Tanpa dehidrasi

Dehidrasi ringan /

Dehidrasi berat

sedang

Bila ada 1 tanda * ditambah 1

Bila ada 1 tanda *

atau lebih tanda lain

ditambah 1 atau lebih


tanda lain
Terapi

Rencana terapi A

Rencana terapi B

Rencana terapi C

LABORATORIUM

Darah

darah lengkap,serum elektrolit, analisa


gas darah, glukosa darah, kultur dan
tes kepekaan terhadap antibiotika

Urin

urine lengkap, kultur dan tes kepekaan


terhadap antibiotika

Tinja

Makroskopik
Mikroskopik

Watery , enterotoksin
virus, protozoa, atau
infeksi di luar saluran
gastrointestinal

darah atau mukus


bakteri yang
menghasilkan sitotoksin

MAKROSKO
PIK

darah bercampur
dalam tinja E.
histolytica (permukaan),
EHEC (garis-garis )
berbau busuk
Salmonella,Giardia,
Cryptosporidium dan
Strongyloides

PEMERIKSA
AN TINJA

mencari adanya
leukosit (PMN)

MIKROSKOPI
K

Kultur tinja tinja


berdarah, lekosit pada
tinja, KLB diare,
penderita
immunocompromised