Anda di halaman 1dari 12

KIMIA KOLOID ANTAR

MUKA
APLIKASI SISTEM KOLOID DALAM
PENGGUMPALAN LATEKS

Sistem koloid (selanjutnya disingkat "koloid" saja)


merupakan suatu bentuk campuran (sistem dispersi) dua atau
lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran
partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 1000 nm), sehingga
terkena efek Tyndall. Bersifat homogen berarti partikel
terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya
lain yang dikenakan kepadanya sehingga tidak terjadi
pengendapan, misalnya. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh
larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).

SIFAT-SIFAT KOLOID
Efek Tyndall
Gerak Brown
Adsorpsi

Muatan koloid
Koagulasi

Koloid pelindung
Dialisis
Elektroforesis

APLIKASI KOLOID
1. Pemutihan Gula
2. Mengurangi polusi udara

3. Sebagai bahan kosmetik


4. Penghilang Kotoran pada Proses Pembuatan Sirup

5. Penggunaan Arang Aktif


6. Perebusan Telur
7. Pembuatan Yoghurt
8. Pembuatan Tahu
9. Dll

SISTEM KOLOID PADA LATEKS


Lateks merupakan suatu sistem koloid dimana terdapat
partikel karet yang dilapisi oleh protein dan fosfolipid yang
terdispersi di dalam serum. Lateks terdiri dari 25-45%
hidrokarbon karet selebihnya merupakan bahan-bahan bukan
karet.
Karet alam yang umum dikenal adalah policis-1,4-isopren

Poliisopren yang dikenal ada 2 jenis yakni:


1. Cis-1,4 poliisopren (karet alam)

2. Trans-1,4 poliisopren (gutta perca)

Sistem koloid lateks terbentuk karena adanya lapisan


lipida yang teradsorpsi pada permukaan partikel karet
(lapisan primer) dan lapisan protein pada lapisan luar
(lapisan sekunder) memberikan muatan pada permukaan
partikel koloid. Lapisan pelindung lipida, protein, dan
lapisan sabun asam lemak tersebut bertindak sebagai
pelindung partikel karet dengan molekul air menghasilkan
sistem dispersi koloid yang mantap. Jika terjadi
pembentukan gel, flokulasi, koagulasi maka hal ini
menunjukkan bahwa stabilitas koloid lateks terganggu atau
rusak.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kestabilan lateks


adalah sebagai berikut :
Adanya kecenderungan setiap partikel karet
berinteraksi dengan fase air (serum) misalnya
asosiasi komponen-komponen bukan karet pada
permukaan partikel karet
Adanya interaksi antara partikel-partikel karet
itu sendiri

PENGGUMPALAN LATEKS
penggumpalan lateks biasa juga menggunakan obat anti
koagulasi (anti koagulan) untuk mencegah terjadinya
prakoagulasi. Tetapi pemakaian anti koagulan ini harus dibatasi
sampai batas sekecil-kecilnya, karena biayanya cukup besar dan
kadang-kadang lateks yang dibubuhi anti koagulan memerlukan
obat koagulan (misalnya asam semut) yang terpaksa kadarnya
harus dinaikkan. Penambahan asam yang berlebihan dapat juga
menghambat proses Pengeringan. Penggumpalan dengan cara
penetralan muatan dalam lateks dapat juga terjadi dengan
sendirinya akibat kontaminasi dengan mikroba yang terdapat
disekelilingnya.

Penggumpalan dapat juga terjadi dengan cara dehidrasi


yaitu dengan menambahkan alkohol yang bersifat menarik
air. Penggumpalan dapat juga dilakukan dengan
penambahan larutan elektrolit bermuatan positif yang
dapat menetralkan muatan negatif dari sistem koloid
seperti kalsium dan magnesium. Adapun bahan-bahan
pengumpal lateks yang sering digunakan adalah asam
asetat (CH3COOH) dan asam formiat ( HCOOH).

TERIMA KASIH