Anda di halaman 1dari 7

Flywheel (Roda Gila) adalah sebuah komponen berupa sebuah piringan

yang dipasangkan pada flense di ujung roda poros engkol. Flywheel sering juga
disebut reservoir energy di mana energy yang dihasilkan dari hasil pembakaran
pada silinder. Gerakkan translasi yang berasal dari batang torak yang kemudian
diubah menjadi gerak rotasi kemudian diteruskan ke Flywheel.
Poros engkol menerima tenaga putar dari piston (torak) selama langkah
usaha. Akan tetapi tenaga itu hilang pada lang kah langkah lainnya seperti, inertia
loss, dan hilang disebapkan karena gesekan.
Fly wheel atau yang biasa disebut dengan roda gila berfungsi untuk
menyimpan tenaga putar (inertia) yang dihasilkan mesin pada langkah usaha,
sehingga poros engkol (crank shaft) dapat tetap berputar terus menerus pada
langkah langkah lainnya. Hal ini mengakibatkan mesin berputar dengan lembut
yang diakibatkan getaran tenaga yang dihasilkan.

Gambar 1 Roda Gila

Roda gila terbuat dari bahan baja tuang dengan mutu tinggi yang diikat
oleh baut pada bagian belakang poros engkol pada kendaraan yang menggunakan
transmisi manual. Roda gila dilengkapi dengan ring gear yang dipasangkan
dibagian luarnya, fungsinya untuk perkaitan dengan gigi pinion dari motor starter.
Sehingga roda gila juga berfungsi untuk menerima tenaga putar dari motor
starter, dan kemudian meneruskannya ke poros engkol, sehingga poros engkol
dapat berputar danmesin dapat mulai hidup. Pada kendaraan dengan transmisi
otomatis, sebagai pengganti roda gila adalah torgue converter.

Gambar 2 Roda Gila (Fly Wheel)

Flywheel berfungsi menyimpan tenaga saat putaran tinggi dan


menyeimbangkannya saat putaran rendah serta meneruskan putaran dari poros
engkol ke transmisi. Roda gila juga merupakan tempat dipasangnya kopling.
Kopling terpasang pada roda gila berikut tempurung yang seputar sisi sekrupnya
pada roda gila. Permukaan salah satu roda gila di bubut sangat halus. Jadi
disamping sebagai alat untuk meneruskan atau menyalurkan tenaga dari mesin ke
poros garden melalui kopling.
Flywheel terletak antara ujung poros engkol dengan kopling, sehingga
tidak mudah bergeser dari dudukannya.
Material dari flywheel terdiri dari metal dan keramik. Flywheel jenis
metal, terbuat dari aluminium alloy, steel alloy, titanium alloy, dan aluminium.
Bahan flywheel yang terbuat dari aluminium, pembuatannya hanya dengan sistem
Cor. Dimulai dari proses pembuatan cetakan pasir. Jenis pengecoran logam yang
digunakan untuk membuat flywheel dilakukan dengan menggunakan metode
pengecoran cetakan pasir Co2 (Sand Casting). Hal-hal yang perlu dipersiapkan
antara lain ialah : Pasir Silika, Water glass,air, Cup.&.Drag, serta gas Co2.
Langkah pertama yaitu menentukan berapa banyak pasir silika yang kita
butuhkan sesuai dengan cup & drag yang ada. Lalu kita campurkan waterglass ke
dalam pasir kemudian diaduk hingga rata. Waterglass yang dipakai sekitar 3-6%
berat pasir. Setelah pasir dan waterglass rata, kemudian dimasukan kedalam cup
& drag yang telah dimasukan terlebih dahulu pola coran dan pada saat pasir
dimasukan kedalam cup. Setelah terisi penuh kita tembakan gas Co2 hingga
pasir mengeras. Kemudian pola bisa kita lepas dari cetakan. Kemudian proses
Peleburan Logam yang dilebur adalah logam alumunium yang dimasukan

kedalam tungku (anneling) yang kemudian dipanaskan hingga mencair


menggunakan burner. Dalam proses penuangan logam cair ke dalam cetakan ini
tidak boleh terputus sampai cetakan terisi penuh.
Proses pengecoran logam adalah proses manufaktur logam dengan cara
mencairkan logam sampai dengan suhu tertentu didalam tungku peleburan dan
kemudian di tuangkan kedalam rongga cetakan yang serupa dengan bentuk asli
dari produk cor yang akan dibuat.
Keuntungan proses pengecoran logam

Dapat membuat bentuk yang rumit.

Dapat menghemat waktu untuk produk massal.

Dapat memvariasi material berdasar sifat dan fungsi.

Dimensi benda tidak terbatas dari kecil sampai besar.

Bahan dasar dapat didaur ulang.

Kekurangan proses pengecoran logam

Kurang ekonomis untuk produksi dalam jumlah kecil.

Permukaan yang dihasilkan lebih kasar dari hasil pemesinan.

Toleransi kepresisian lebih besar dari proses pemesinan.

Langkah-langkah pembuatan Flywheel dengan proses pengecoran


1.

Drafting pola,design gatting system, riser making

2.

Pembuatan cetakan pasir

3.

Proses peleburan dan penuangan

4.

Pembongkaran cetakan

5.

Produk

1. Drafting
Pada langkah drafting proses yang pertama dilakukan adalah membuat
pola perancangan gambar produk yang akan dibuat. Bahan-bahan yang digunakan
untuk membuat pola seperti kayu, lilin, dan logam. Disini proses pembuatan

flywheel menggunakan pola kayu karena harga lebih murah, cepat dibuat dan
mudah diolah. Biasanya pola kayu dipakai untuk cetakan pasir.

Gambar design pola


Setelah design pola kayu telah jadi maka selanjutnya adalah pemotongan
pola kayu sesuai dengan bentuk aslinya dari produk flywheel. Pemotongan pola
kayu tersebut dilakukan dengan menggunakan gergaji kayu otomatis.

Gambar Pemotongan design pola


Penyatuan design pola

2. Pembuatan cetakan pasir


Pada pola cetakan pasir pembuatan flywheel langkah-langkah yang
dilakukan antara lain :
1.

Papan cetakan diletakan pada lantai yang rata dengan pasir yang

tersebar mendatar.

2.

Pola dan rangka cetakan untuk drag diletakkan di atas papan

cetakan. Letak saluran turun di tentukan terlebih dahulu.


3.

Pasir muka yang telah diayak ditaburkan untuk menutupi

permukaan pola dalam rangka cetak, lapisan pasir muka dibuat setebal 30 mm.
sebelum pasir silikat diletakan pada cetakan terlebih dahulu pasir silikat dicampur
dengan bahan cairan pengikat seperti waterglass agar meningkatkan kualitas
cetakan pasir.

4.

Pasir cetakan ditimbun diatasnya dan dipadatkan dengan

penumbuk. Kemudian pasir yang tertumpuk melewati tepi atas rangka cetakan
digaruk dan cetakan diangkat bersama pola papan cetakan.

Gambar penumbuk dan perataan pasir cetakkan


5.

Cetakan pasir dibalik dan diletakkan pada papan cetakan, dan

setengah pola lainnya bersama-sama rangka cetakan untuk kup dipasang di


atasnya, kemudian bahan pemisah ditaburkan di atas permukaan pemisah dan
permukaan pola.

Gambar Permukaan Pola

6.

Batang saluran turun atau pola untuk penambah dipasang,

kemudian pasir muka dan pasir cetak dimasukkan dalam rangka cetakan dan
dipadatkan.

7.

Pola diambil dari cetakan dengan jara. Dimana inti yang cocok

dipasang pada rongga cetakan dan kemudian kup dan drag ditutup.

Gambar Pengambilan pola dari cetakan pasir dan membuat saluran turun

Gambar pemasangan kembali rongga cetakan dan kemudian kup dan drag
ditutup
3. Proses Peleburan

Logam yang di lebur adalah logam alumunium, dimana logam tersebut


dimasukkan kedalam tungku pembakaran dan kemudian dipanaskan hingga titik
cair 650 C menggunakan burner dengan bahan bakar solar.

Gambar tungku peleburan


Hal-hal yang harus diperhatikan pada saat pekerjaan penuangan antara lain :
1.Pengeringan Ladel
Pengeringan

ladel

yang

tidak

sempurna

menyebabkan

turunnya

temperature logam cair, oksidasi dari cairan, dan cacat coran seperti rongga udara,
lubang-lubang jarum dan sebagainya.
2.Pembuangan Terak
Sebelum penungan, terak di atas cairan harus dibuang. Terak terjadi
karena pertambahan inokulan dan erosi dari lapisan. Untuk memudahkan
pembuangan terak, abu jerami atau tepung gelas flux ditabur kan diatas cairan
logam yang bertujuan untuk agar gas hydrogen tidak dapat masuk kedalam cairan
logam.

Gambar Pencapuran Flux


3.Temperatur Penuangan
Temperatur penungan banyak mempengaruhi kualitas coran. K alau
temperature terlalu rendah menyebabkan cacat coran seperti penyusutan, rongga
udara, salah alir, dan sebagainya.
4.Waktu Penuangan
Dalam menuangkan logam perlu dilakukan secara cepat dan tenang.
Selama penuangan mangkok tuang perlu terisi penuh dengan logam cair. Waktu

penuangan yang cocok perlu ditentukan dengan mempertimbangkan berat dan


tebal coran, sifat cetakan dan sebagainya.

Gambar Waktu Penuangan


Setelah proses penuangan logam cair selesai maka cetakan tersebut
dibiarkan saja didinginkan secara perlahan-lahan agar menghasilkan struktur yang
normal.

Gambar logam cair didinginkan secara perlahan-lahan


4. Pelepasan cetakan
Pelepasan cetakan dilakukan dengan cara melepaskan baut pengikat antara
cup dan drag kita buka, kemudian cup dan drag kita pisahkan, cup diangkat
bersama coran dan menyingkirkan pasir dari cup, drag dan coran dengan cara
memukul pasir tersebut menggunakan palu.
5. Produk Flywheel
Memproduksi sebuah flywheel yang baik harus memperhitungkan tingkat
ke-presisi-an yang sangat tinggi, terutama dari segi berat yang mutlak harus
seimbang agar daya sentrifugal yang dihasilkan bisa rata.
Bahan yang digunakan untuk memproduksi flywheel adalah bahan besi
atau aluminium kualitas tinggi. Bahkan ada yang terbuat dari aluminium khusus
untuk parts pesawat terbang, seperti bahan aluminium jenis 6061-T6,