Anda di halaman 1dari 9

TUGAS MAKALAH PEMERIKSAAN

AKUNTANSI II
AUDIT LAPORAN KEUANGAN

Nama Kelompok :
1. Estuning Lela

(11430087)

2. Novita Harrtono (11430088)


3. Fybrina Adji A.

(11430169)

4. Lilik Fauziah

(11430096)

5. Ida Rosenta

(11430212)

KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya
yang telah diberikan kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
Audit Laporan Keuangan
Keberhasilan penulisan makalah ini tentu tidak lepas dari peran, bantuan serta
dukungan berbagai pihak. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, kami
menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bpk. Agus Sumanto selaku dosen dalam perkuliahan Auditing II .
2. Orang tua, keluarga dan teman-teman yang sudah memberikan dukungan dan
membantu pembuatan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Hal ini
disebabkan karena keterbatasan pengalaman kami miliki. Untuk itu kami mengharapkan
saran dan kritik yang membangun guna kesempurnaan makalah ini. Kami berharap semoga
makalah ini bermanfaat dalam memperluas wawasan untuk memperdalam ilmu pengetahuan.
Akhir kata kami berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua
khususnya bagi pembaca pada umumnya.
Surabaya, 22 Desember 2013

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah


Dalam bidang akuntansi, tidak akan asing dengan yang namanya Laporan Audit. Namun
demikian, banyak mahasiswa akuntansi yang masih bingung apa saja manfaat Pemeriksaan
Akuntansi, Jenis Pemeriksaan Akuntansi, Jenis-jenis Opini Akuntan, serta Unsur-unsur
Laporan Audit.

Rumusan Masalah
Didasari oleh latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka dapat disimpulkan rumusan
masalah untuk Audit Laporan Keuangan ini adalah:
Mengetahui Tujuan Audit Laporan Keuangan
Alasan mengapa audit keuangan diperlukan
Mengetahui Prosedur audit

Pengertian Laporan Keuangan

Laporan Keuangan
merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang menyajikan informasi yang berguna untuk
pengambilan ke putusan oleh berbagai pihak. Laporan keuangan yang utama terdiri dari atas
neraca, laporan rugi laba, dan laporan aliran kas. Laporan keuangan di sajikan oleh
manajemen perusahaan.

Audit laporan keuangan merupakan jenis audit yang paling sering di lakukan auditor
independen. Disebabkan laporan keuangan dapat meningkatkan kepercayaan para pemakai
laporan keuangan yang di hasilkan perusahaan. Laporan keuangan yang berguna bagi
pembuatan keputusan adalah laporan keuangan yang berkualitas. Laporan yang berkualitas
bila memenuhi kriteria relevansi atau keberpatutan (relevance) dan reliabilitas. Kriteria
relevansi dipenuhi bila laporan keuangan mempunyai nilai prediktif (prediktive value) atau
nilai balikan (feedback value) dan disajikan tepat pada waktunya.

Ada empat alasan mengapa audit di perlukan:


1. Perbedaan Kepentingan
Ada perbedaan kepentingan yang dapat menimbulkan konflik
a. Manajemen sebagai pembuat dan penyaji laporan keuangan
Manajemen mempunyai kepentingan untuk mempertahankan jabatannya, manajemen
akan berusaha agar laporan keuangan perusahaan yang dipimpinnya memperlihatkan
kinerja yang baik
Misalnya mengubah metode perlakuan akuntansi sehingga laba menjadi lebih besar
b. Para pemakai laporan keuangan
Pemegang saham lebih senang kebijakan dividen yang liberal yang memberi dividen
lebih besar
2. Konsekuensi
Investor, kreditor, dan para pembuat keputusan ekonomi lainnya sangat mengandalkan
laporan keuangan yang dipublikasikan.
Mereka menginginkan agar laporan keuangan berisi sebanyak mungkin informasi yang
relevan untuk pengambilan keputusan.
Mereka menginginkan adanya pengungkapan (disclosure) yang memadai.
Para pemakai laporan keuangan mengandalkan auditor independen untuk memastikan bahwa
laporan keuangan disusun sesuai prinsip akuntansi yang berterima umum dan berisi
pengungkapan yang diperlukan bagi para pemakai yang berpengetahuan dan mengerti tentang
laporan keuangan
3. Kompleksitas

Dunia bisnis yang selalu berkembang pesat mengakibatkan permasalahan akuntansi dan
proses penyajian laporan keuangan semakin kompleks.
Peningkatan kompleksitas ini mengakibatkan semakin tingginya risiko kesalahan interpretasi
dan penyajian laporan keuangan.
Hal ini menyulitkan para pemakai laporan keuangan dalam mengevaluasi kualitas laporan
keuangan.
Oleh karena itu, mereka mengandalkan laporan auditor independen atas laporan keuangan
auditan untuk memastikan kualitas laporan keuangan yang bersangkutan.
4. Keterbatasan Akses (remoteness)
Ada jarak antara pemakai dengan aktivitas perusahaan yang mengeluarkan laporan keuangan.
Jika para pemakai ingin mengakses data secara langsung, maka mereka akan menghadapi
kendala waktu, biaya, ketelitian, dan tenaga.
Oleh karena itu, mereka mempercayakan pemeriksaan kepada pihak ketiga yaitu auditor
independen
Empat kondisi (alasan) di atas secara bersama-sama membentuk adanya risiko informasi
(information risk), yaitu risiko bahwa laporan keuangan mungkin tidak benar, tidak lengkap,
atau bias. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa audit laporan keuangan dapat
meningkatkan kredibilitas laporan keuangan dengan cara menekan risiko informasi

Manfaat Ekonomis Audit


1. Meningkatkan Kredibilitas perusahaan
2. Meningkatkan efisiensi dan kejujuran
3. Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan
4. Mendorong efisiensi pasar modal

1. Meningkatkan Kredibilitas perusahaan


Sumbangan auditor adalah memberikan keterpercayaan terhadap laporan keuangan
atau menjadikan laporan keuangan lebih handal sehingga dapat digunakan untuk
pengambilan keputusan.
laporan keuangan perusahaan itu akan lebih dipercaya oleh para pemakai laporan keuangan
dari pada laporan keuangan yang tidak diaudit
Kredibilitas perusahaan di mata pemakai laporan keuangan akan meningkat.

Dengan demikian, para pemakai, terutama para investor dan kreditor, akan memandang
bahwa risiko investasi atas perusahaan tersebut relatif rendah daripada perusahaan yang
laporan keuangannya tidak diaudit
2. Meningkatkan efisiensi dan kejujuran
3. Meningkatkan efisiensi operasional perusahaan
Audit laporan keuangan yang dilakukan secara berfrekuensi teratur akan membawa
dampak positif bagi efisiensi dan kejujuran karyawan. Bila karyawan mengetahui bahwa
audit independen akan dilakukan, maka ia akan berusaha menekan sekecil mungkin
kesalahan dalam proses akuntansi dan mengurangi kesalahan penilaian aktiva. Di samping
itu, auditor independen, berdasar pengujiannya, dapat memberikan rekomendasi-rekomendasi
untuk memperbaiki pengendalian internal dan untuk meningkatkan efisiensi operasional
perusahaan klien
4. Mendorong efisiensi pasar modal
Audit vang dilakukan secara efektif akan menghasilkan laporan keuangan auditan
yang berkualitas, relevan (berpaut) dan handal atau reliable.
Dengan demikian, pasar modal, yang menggunakan informasi yang dihasilkan laporan
keuangan sebagai sumber informasi utamanya, akan dapat berjalan secara efisien.
Pasar modal yang efisien akan menghasilkan alokasi sumber daya yang efisien pula sehingga
perekonomian nasional akan berjalan secara efisien.

Manfaat Audit Dari Pengawasan


Sofyan safri Harahap mengemukakan manfaat audit dari sisi pengawasan sebagai berikut:
1.

Preventive Control, tenaga akuntansi akan bekerja lebih berhati-hati dan akurat bila mereka
menyadari akan audit.

2. Detective Control, suatu penyimpangan atau kesalahan yang terjadi lazimnya akan dapat
diketahui dan direksi melalui suatu proses audit.

3. Reporting Control, setiap kesalahan perhitungan,penyajian atau pengungkapan yang tidak


dikoreksi dalam keuangan akan disebutkan dalam laporan pemeriksaan,dengan demikian
pembaca terhindar dari informasi yang keliru dan menyesatkan.
Pemisahan Tanggung Jawab Manajemen dan Auditor
Ada perbedaan tanggung jawab antara auditor independen dengan manajemen:
1. Manajemen bertanggung jawab atas pembuatan dan isi laporan keuangan yang dimuat dalam
asersi atau pernyataan manajemen.
2. Auditor independen bertanggung jawab untuk memberikan pendapat mengenai kewajaran
laporan keuangan yang di hasilkan manajemen.
Manajemen

Auditor Independen

1.Tanggung jawab utama

Membuat laporan keuangan

Mengaudit laporan keuangan

2.Hasil Akhir

Laporan keuangan

Laporan Auditor Independen

3.Kriteria dasar tanggung jawab

Standar Akuntansi Keuangan

Standar Auditing

Prosedur Audit
1. Perekaman atau pencatatan sistem akuntansi. Langkah pertama dalam prosedur audit
adalah menetapkan dan membuktikan sistem yang digunakan untuk merekam atau
mencatat transaksi.
2. Review dan evaluasi pendahuluan.
3. Pengujian kepatuhan (compliance tests). Pengujian kepatuhan, seperti penamaannya,
didesain untuk memastikan bahwa pengendalian internal yang digunakan atau
diandalkan oleh auditor dalam praktiknya dapat berjalan dengan baik. Sifat dari
pengujian ini sangat tergantung pada sifat pengendalian, akan tetapi secara esensial
pengujian ini meliputi pengecekan transaksi sebagai bukti kepatuhan.
4. Mencocokkan laporan keuangan sebagai dasar pokok perekaman transaksi. Pada akhir
tahun atau periode, sangatlah penting untuk melakukan pengecekan bahwa rekening-

rekening yang ada dalam laporan keuangan sesuai dengan dasar perekaman transaksi
yang ada.
5. Pengujian substantif. Pengujian substantif didesain untuk memperkuat atau
membenarkan transaksi dan saldo yang mendasari laporan keuangan.
6. Analisis menyeluruh.
7. Pengujian terperinci.
8. Memastikan kesesuaian kode rekening organisasi.
9. Memastikan kesesuaian dengan standar akuntansi.
10. Pengujian kebenaran dan kejujuran.
11. Pengujian analitis.
12. Audit peristiwa setelah tanggal neraca.
13. Pengujian laporan manajemen.
14. Surat representasi.
15. Review partner atau auditor atas kerja audit yang telah dilakukan.

Laporan laba Rugi terdiri atas 3 bagian yaitu:


1. Pendapatan atau penjualan
2. Beban-beban (oopeasional dan administrasi dan umum)
3. Pos-pos luar biasa (kerugian bencana alam,kalah/menang sidang,dan lalin-lain)
Ini adalah salah satu contoh bentuk laporan laba rugi pada perusahaan dagang:
Penjualan
PBD awal
Pembelian
Biaya angkut pembelian
Retur&Pot. Pembelian
Barang tersedian utk dijual
PBD akhir
HPP
Laba kotor

XXX
XXX
XXX
XXX +
XXX
XXX +
XXX -

TUJUAN PEMERIKSAAN PERKIRAAN LABA RUGI

XXX
XXX

Untuk memeriksa :
1. Keberadaan internal control pendapatan dan beban, termasuk pencatatan secara accrual basis
terhadap pendapatan dan beban
2. Pencatatan pendapatan dan biaya yang menjadi hak perusahaan dengan menggunakan cut-off
tepat
3. Adanya fluktuasi yang besar dalam perkiraan pendapatan dan beban jika dibandingkan
dengan tahun sebelumnya, bulan per bulan atau dengan anggaran pendapatan dan beban
4. Penyajian permodalan/ekuitas di Neraca sudah sesuai dengan PSAK dan hal penting
diungkapkan dalam catatan laporan keuangan

1.
2.
3.
4.

Pemeriksaan laporan laba rugi dibagi menjadi 4 yaitu:


Prinsip conservatism (kehati-hatian)
Matching principle
Peiksa Subsequent Collections dan payments
Periksa kepatuhan biaya/beban pajak
PROSEDUR PEMERIKSAAN PERKIRAAN LABA RUGI
1. Pelajari dan evaluasi internal control pendapatan dan biaya, termasuk transaksi jual
beli saham, pembayaran dividen dan sertifikat saham (lihat Exhibit )
2. Minta rincian Laporan Laba Rugi untuk periode yang diperiksa dengan angka
perbandingan untuk periode sebelumnya, dan lakukan analytical review procedure
(analisa rasio, ROI dan ROE) dengan membandingkan rasio tahun lalu dan rasio
industri
3. Minta rincian Laporan Laba Rugi untuk periode yang diperiksa, bandingkan dengan
budget untuk periode yang sama. Hitung variance (dalam Rp. maupun %)
4. Minta rincian penjualan per jenis barang/area yang mencantumkan quantity barang
yang dijual dan nilai uangnya selama setahun (dibuat per bulan). Bandingkan quantity
yang dijual (secara test basis) dengan pengeluaran barang pada kartu persediaan
5. Periksa cut-off penjualan (ada tidaknya pergesaran waktu pencatatan penjualan) dan
cut off pembelian (ada tidaknya pergesaran waktu pencatatan pembelian)
6. Periksa subsequent payment (ada tidaknya unrecorded liabilities) dan subsequent
collection (ada tidaknya unrecorded receivables)
7. Buat analisa perkiraan biaya/pendapatan yang kemungkinan ditanyakan pihak pajak
atau untuk keperluan pengisian SPT, koreksi fiskal dan kemungkinan timbulnya
contingent liability.
8. Periksa kepatuhan peraturan perpajakan tentang biaya dan pendapatan
9. Periksa daftar gaji, test kesesuaian perhitungan PPh 21 dengan peraturan pajak
10. Bandingkan total biaya gaji yang tercantum dalam perhitungan Laba Rugi dengan
SPT PPh 21
11. Bandingkan data yang ada dalam daftar gaji, secara test basis, dengan personnel file
12. Lakukan observasi saat pembayaran gaji
13. Periksa keseusian penyajian pos laba rugi dengan PSAK