Anda di halaman 1dari 18

TUGAS KELOMPOK

Mata Kuliah : ORGANISASI ADMINISTRASI INTERNASIONAL


Dosen : Utami Dewi, M.PP

SEJARAH PERKEMBANGAN ADMINISTRASI


DAN ORGANISASI INTERNASIONAL
( SEJARAH PERKEMBANGAN ADMINISTRASI DAN ORGANISASI
GREENPEACE)

Oleh:
Kelompok 11

1. Bella Donna K

(12417141003)

2. Rini Listiyani

(12417141021)

3. Norgitya Dwi W. P (12417141050)


Semester V

Ilmu Administrasi Negara A (2012)


Fakultas Ilmu Sosial

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA


2014/2015

Abstract

Apa yang kita sebut sebagai aktor organisasi internasional dewasa ini semakin meluas.
Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya zaman menuju era global, hampir seluruh
negara di dunia melakukan berbagai usaha untuk memperbaiki kehidupan negaranya,
baik itu dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan lingkungan maupun kesehatan. Salah
satunya dengan pendirian organisasi-organisasi pemerintah maupun non-pemerintah
baik di tingkat regional, naional bahkan internasional. Setelah Perang Dunia II
munculah ratusan bahkan ribuan organisasi internasional. Baik Intergovernmental
Organization (IGO) maupun non-Governmental Organizations (NGO) biasanya lahir
dari sebuah konvensi atau perjanjian internasional. Greenpeace adalah satu organisasi
internasionalnon-pemerintah yang berdiri dan menjadi organisasi yang amat sangat
penting dan berarti bagi duia khususnya Indonesia. Tentu saja yang greenpeace ini adlah
organisasi yang memiliki fungsi administrasi dalam bidanglingkungan hidup. Untuk
mengetahui lebih lanjut mengenai sejarah berdiri dan berkembangnya Greenpeace,
dalam paper ini akan disajikan sejarah perkembangn salah satu organisasi internasional
NGO, yaitu Greenpeace.

Kata kunci: sejarah, organisasi internasional, NGO, Greenpeace

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Organisasi internasional merupakan sebagai suatu struktur formal dan berkelanjutan
yang dibentuk atas suatu kesepakatan antar anggota-anggota (pemerintah dan non
pemerintah) dari dua atau lebih negara berdaulat dengan tujuan untuk mengejar kepentingan
bersama para anggotanya. Lebih lanjut, upaya mendefinsikan suatu organisasi internasional
harus melihat tujuan yang ingin dicapai, institusi-institusi yang ada, suatu proses perkiraan
peraturan-peraturan yang dibuat pemerintah terhadap hubungan antara suatu negara dengan
aktor-aktor non negara.
(?????????)

B. Rumusan Masalah
1. Apa fungsi administrasi internasional?
2. Bagaimana sejarah pemikiran munculnya organisasi administrasi internasional?
3. Apakah yang dimaksud NGO? Dan bagaimana perkembangannya?
4. Bagaimana sejarah perkembangan Greenpeace?
C. Tujuan
1. Mengetahui fungsi administrasi internasional
2. Mengetahui sejarah pemikiran munculnya organisasi administrasi internasional
3. Mengetahui maksud NGO dan perkembangannya
4. Mengetahui sejarah perkembangan Greenpeace

BAB II
KAJIAN TEORI

A. Administrasi Internasional
Secara sederhana, Administrasi internasional bisa dikatakan sebagai administrasi
yang ruang llingkupnya internasional. Administrasi yang diartikan sebagai rangkaian
kegiatan kerjasama dalam upaya pemanfaatan segala sumber daya demi mencapai tujuan,
hanya tinggal mendefenisikan bahwa kerjasama yang terjadi adalah kerjasama
internasional. Lebih lanjut, Administrasi internasional adalah administrasi secara
internasional

melintasi

batas-batas

Negara,

melibatkan

antara

Negara

dengan

Negara,antara Negara dengan organsasi internasional atau antara organisasi internasional


satu sama lainnya. Intinya, kegiatan dalam administrasi internasional meliputi dua
hal,yaitu :
a. Kegiatan Negara yang pada umumnya diatur bedasarkan hukum public
b. Kegiatan individu dan kelompok yang pada umumnya diatur berdasarkan hukum
perdata.1
Proses kerja sama yang lebih spesifik dalam Ilmu Hubungan Internasional seringkali
dikenal dengan istilah Administrasi Internasional. Sedangkan wadah yang menjadi tempat
bekerja sama melaksanakan administrasi internasional, dikenal Organisasi Internasional.

B. Organisasi Internasional
Jika administrasi internasional adalah serangkaian proses kegiatan kerjasama
intrenasional, maka organisasi internasional adalah wadahnya. Organisasi internasional
secara lebih terperinci didefenisikan sebagai adanya pola kerjasama yang melintasi batasbatas negara, dengan didasari struktur organisasi yang jelas dan lengkap serta diharapkan
atau

diproyeksikan

untuk

berlangsung

serta

melaksanakan

fungsinya

secara

berkesinambungan dan melembaga guna mengusahakan tercapainya tujuan-tujuan yang


diperlukan serta disepakati bersama, baik antara sesama kelompok non-pemerintah pada
negara yang berbeda. Tidak semua kerjasama internasional selalu diwujudkan dalam
bentuk organisasi internasional, bisa juga dengan melalui perjanjian dan sekepatan
internasional. Sehingga dengan demikian perlu diketahui apa-apa saja unsure yang harus

http://riezlioko.wordpress.com/2012/02/11/administrasi-dan-organisasi-internasional/

terdapat dalam suatu kerjasama internasionla tersebut agar dapat dikatakan organisasi
internasional.2
Organization dalam kata international organization sering menjadi permasalahan
dengan bentuk tunggalnya (singular) yaitu organization. Dalam hal ini dijelaskan bahwa
Organization adalah suatu proses sedangkan international organization adalah aspekaspek representatif dari suatu fase dalam proses tersebut yang telah dicapai dalam suatu
waktu tertentu. Hubungan Internasional antara pemerintah, kelompok individu, tidaklah
bersifat acak tetapi bersifat terorganisir. Suatu bentuk dari hubungan internasional tersebut
adalah institusi yaitu bentuk kolektif atau struktur dasar dari suatu organisasi sosial yang
dibentuk dasar hukum atau tradisi manusia yang dapat berupa pertukaran, perdagangan,
diplomasi, konferensi, atau organisasi internasional.
Organisasi Internasional didefinisikan sebagai pola kerjasama yang melintasi batas-batas
negara, dengan didasari struktur organisasi jelas dan lengkap serta dihadapkan atau
diproyeksikan untuk berlangsung serta melaksanakan fungsinya secara berkesinambungan
dan berlembaga guna mengusahakan tercapainya tujuan-tujuan yang diperlukan serta
disepakati bersama, baik antara pemerintah dengan pemerintah maupun antara sesama
kelompok non-pemerintah pada negara yang berbeda.
A Leroy Bennet menyatakan organisasi internasional mempunyai ciri-ciri:
1. Organisasi tetap untuk melaksanakan fungsi yang berkelanjutan.
2. Keanggotaan yang bersifat sukarela dari peserta yang memenuhi syarat.
3. Instrumen dasar yang menyatakan tujuan, struktur dan metode operasional.
4. Badan pertemuan perwakilan konsultatif yang luas.
5. Sekertariat tetap untuk melanjutkan fungsi administrasi, penelitian dan informasi
secara berkelanjutan.
Adapun unsure-unsur tersebut meliputi:
1. Kerjasama yang ruang lingkupnya melintasi batas Negara
2. Mencapai tujuan-tujuan yang disepakati bersama
3. Hubungannya bisa saja anatar pemerintah maupun non-pemerintah
4. Struktur organisasi yang jelas dan lengkap
5. Melaksanakan fungsi secara berkesinambungan
Adapun menurut couloumbis dan wolfe untuk pendefenisian Organisasi internasional
dapat dikaji melalui tiga pendekatan :

http://riezlioko.wordpress.com/2012/02/11/administrasi-dan-organisasi-internasional/

1. Dari segi tujuan organisasi, bersifat internasional yaitu bahwa kegiatannya melintasi
batas-batas Negara nasional
2. Dari tinjauan terhadap model-model dan kelembagaan organisasi internasional yang
dewasa ini.
3. Sebagai proses yang mendekati taraf pengaturan oleh suatu bentuk pemerintahan,
dalam hubungan yang mencangkup baik antara Negara dengan Negara maupun natara
actor-aktor bukan Negara.

BAB III
PEMBAHASAN

A. Fungsi Administrasi Internasional


Organisasi internasional dulunya hanya ditujukan untuk memelihara perdamaian dan
keamanan. Namun kini sudah mencakup banyak hal menyangkut kesejahteraan manusia.
Bahkan juga diarahkan untuk menanggulangi masalah lingkungan hidup.
Administrasi internasional bercirikan:
a. Tidak berdaulat
b. Menyangkut negara anggota beserta warga negaranya
c. Tidak langsung berhubungan dengan warga negara
d. Tidak ada hierarki kewenangan
e. Berlandaskan aspek hukum internasional
Persamaan antara administrasi nasional dengan admin internasional

Sama sama berlandaskan prinsip dan fungsi admin

Sama-sama kearah pencapaian tujuan bersama

sama sama memerlukan struktur organisasi

Organisasi internasional berdasarkan fungsi keorganisasian yang diemban dikelompokkan


menjadi 3 kelompok besar; fungsi politik, fungsi administratif, dan fungsi peradilan.
Namun karena kurang lengkap maka ditambah 3 pengelompokan baru, yaitu; fungsi
ekonomi, fungsi sosial-budaya, dan fungsi teknis untuk penyelamata/pelestarian
lingkungan hidup. Misalnya di bidang ekonomi ada Bank dunia,IMF,WIPO,ADB semua
berkembang menjadi organisasi internasional secara khusus. Lalu ada Green peace
sebagai organisasi internasional non-pemerintah yang kegiatannya khusus dan terbatas
dalam bidang penyelamatan lingkungan hidup. Banyak contoh organisasi internasional
bersifat umum berdasarkan fungsinya, seperti OECD, IGGI/CGI (organisasi ekonomi),
ASEAN, SAARC, PBB (organisasi politik,ekonomi, dan sosial-budaya) dan masih banyak
lainnya 3
1. Fungsi Organisasi

Organisasi Politikal, yaitu organisasi yang dalam kegiatannya menyangkut masalah


masalah politik dan hubungan internasional. Seperti halnya ASEAN yang

T.May Rudy. 2005. Administrasi & Organisasi Internasional. Bandung: Refika ADITAMA hlm11-13

mencanangkan konsep ZOPFAN.Contoh : PBB, ASEAN, NATO, ANZUS,


SAARC, OAU, Liga Arab, dan lain lain.

Organisasi Administratif (administrative organization), yaitu organisasi yang


sepenuhnya hanya melaksanakan kegiatan teknis secara administratif. Contoh :
UPU, ITU, OPEC, ICAO, ICRC, dan lain lain.
Organisasi Peradilan (judicial organization), yaitu organisasi yang menyangkut
penyelesaian sengketa pada berbagai bidang atau aspek (politik, ekonomi,
hukum,sosbud). Menurut prosedur hukum dan melalui proses peradilan (sesuai
ketentuan internasional dan perjanjian-perjanjian internasional) Contoh : Mahkamah
Internasional

2. Contoh organisasi internasional bersifat khusus berdasarkan fungsi nya:


a. Fungsi eknomi :IFC,IMF,ADB,DAN WIPO
b. Fungsi Agama/Sosial-budaya:Rabithah Alam Islami
c. Fungsi masalah lingkungan:Green Peace

B. Sejarah Pemikiran dan kemunculan organisasi Internasional


Mungkin secara historikal prototype awal dari organisasi internasional adalah Delian
Leaguesebuah bentukan city-states Yunani yang didominasi Athena dengan tujuan
memfasilitasi kerjasama militer melawan musuh bersama di abad 5-4 sebelum Masehi.
Bentukan awal lainnya adalah Hanseatic Leaguesebuah asosiasi perdagangan di Jerman
Utara pada abad 11-17 (Jacobson 1979: 7).
Sebelum abad ke-20, OI bersifat regional. Meski ditujukan untuk ruang lingkup
global, namun hanya beranggotakan negara-negara kawasan saja. Kemudian abad ke-20
organisasi internasioal ruang lingkup dan bidang kegiatannya mendunia dan luas.
Organisasi

Internasional

dirintis

sejak

masa

berlangsungnya

THE

HAGUE

CONFERENCE I (1899) dan II (1907). Kemudian tumbuhnya orgaisasi internasional


seperti LBB (1920) dan PBB (1945). 4
Jika ditinjau dari segi historis, gagasan pemikiran organisasi internasional
sebenarnya sudah ada sejak zaman Yunani Kuno, dimana pada saat itu tengah berkembang
sistem negara-kota di Yunani Kuno (Ancient Greece) . Hal ini bisa dibuktikan dari tulisan
Thuycides yang menulis tentang Perang Peloponesia (431-404 SM) antara Sparta dan
Athena. Dalam tulisannya ini, digambarkan hal-hal seperti perundingan, perjanjian,

Rudy, op. cit. hlm 15

aliansi, dan pola kerja sama, serta adanya ketergantungan pertahanan-keamanan regional,
yang kesemuanya tersebut bisa dikatakan sebagai bentuk sederhana dari kerja sama
internasional yang selalu dibutuhkan dalam organisasi internasional. Pada era Yunani
Kuno, sempat ada perkumpulan yang disebut Liga Amphictyonic (Amphictyonic League)
yang merupakan negara kota di Yunani pada saat itu. Karena merupakan perkumpulan
aktor-aktor yang terdapat pada masa itu, dan memiliki tujuan yang sama, dapat dikatakan
bahwa Liga Amphictyionic merupakan model pertama dari bentuk organisasi internasional
yang

mempunyai

tujuan

bersifat

keagamaan

dengan

tetap

berusaha

untuk

mempertahankan tempat yang dianggap oleh ke-12 negara-kota dan wilayah kesukuan
tersebut sebagai tempat yang suci.
Banyak anggapan bahwa organisasi internasional dan kerjasama internasional mulai
tumbuh setelah perjanjian perdamaian Westphalia pada 1648. Perjanjian ini cukup dikenal
sebagai tahap awal diakuinya sistem negara bangsa dan perimbangan kekuatan yang
hingga kini masih diterapkan dan cukup dominan dalam interaksi hubungan internasional.
Pada tahun 1919, disepakati sebuah perjanjian yang dikenal Perjanjian Versailles.
Perjanjian ini kemudian diejawantahkan dalam sebuah Liga Bangsa-Bangsa (LBB).
Perjanjian ini dilatarbelakangi oleh konflik dalam bentuk perang menghiasi hampir setiap
interaksi aktor internasional atau Perang Dunia I (PD I). Namun, dalam prosesnya,
ternyata kepentingan aktor-aktor yang terlibat dalam interaksi internasional mereka.
Keinginan untuk menjadi lebih hebat dan lebih berkuasa dari aktor lain kemudian memicu
konfik pada saat itu. Konflik ini yang kemudian disebut Perang Dunia II (PD II)..
Perang Dunia II pun dianggap berakhir seiring dengan konferensi di San Fransisco pada
tahun 1945. Konferensi ini kemudian menghasilkan Perjanjian San Fransisco pada tahun
1945 yang intinya memutuskan untuk didirikannya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) .
PBB pada dasarnya merupakan sebuah organisasi yang bertujuan sama dengan LBB..
Perjanjian perdamaian Utrecht (1713) menegaskan bahwa perimbangan kekuatan
merupakan kunci guna menghindari kecenderungan agresi dan menciptakan perdamaian.
Mulai berkembang pula doktrin non-intervensi seperti dalam kongres Wina dan Doktrin
Monroe. Perjanjian paris, perjanjian Di Versailles dan perjanjian San fransisco.
Beberapa organisasi internasional sudah mulai bermunculan sejak abad ke-19. Diawali
dengan diselenggarakannya konferensi Wina pada 1915 yang menjadi titik awal
munculnya organisasi internasional, konferensi yang membahas tentang aturan-aturan
diplomasi ini secara tidak langsung membangung cara-cara yang bisa diterima untuk
mengatur sistem perdamaian serta hubungan antar negara di antara negara-negara di
9

Eropa. Konferensi ini menjadi titik awal munculnya kesadaran masyarakat dunia untuk
melakukan kerjasama yang lebih teregulasi demi menciptakan perdamaian di dunia.
Puncak awalnya pada tahun 1919, dunia seakan tersentak keras setelah terjadi perang
dunia pertama. Perjanjian Versailles menjadi landasan utama bagi organisasi internasional
untuk terus berkembang. Pada masa-masa ini, masyarakat dunia merasa shock dengan
kehancuran yang terjadi akibat perang, sehingga kelahiran organisasi-organisasi lebih
didasari pada aspek keamanan dan perdamaian internasional sehingga terbentuklah Liga
Bangsa-Bangsa yang merangkul setiap bangsa di dunia untuk hidup damai dan
berdampingan. Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa ini menandai adanya iklim stabil bagi
organisasi internasional untuk terus berkembang pesat. Tidak lama setelah LBB terbentuk
sebagai induk organisasi internasional saat itu, LBB membawahi beberapa organisasi lain
Setelah konferensi ini dilaksanakan, untuk bidang administrasi internasional
beberapa organisasi seperti International Telegraphic Union (1865) dan Universal Postal
Union (1874) bermunculan, yang diserap PBB dalam kegiatan badan2 khusus dibawah
naungan PBB. Masyarakat mulai memahami pentingnya hubungan baik antar negara
untuk mencegah terjadinya perang dan membangun relasi demi kesejahteraan bersama.
Prasayarat berdirinya organisasi internasional adalah adanya keinginan yang sama
yang jelas-jelas menguntungkan dan tidak melanggar kekuasaan dan kedaulatan negara
anggota. beberapa syarat pendirian organisasi internasional:

Menurut Thomas L Karnes:


1. Harus ada perwakilan resmi pemerintah

komunikasi didalam

organisasi

internasional biasanya diwakilkan kepada perwakilan resmi pemerintah dan tidak


secara langsung kepada warga negara tertentu
2. Konsentrasi negara harus pada upaya mengembangkan struktur pemerintahan
3. Nasionalisme bukan menjadi ciri utama dari setiap negara partisipan
4. Negara-negara anggota harus memiliki kepentingan bersama

menurut Konvensi Wina (artikel 2)1969:


An international agreement concluded between states in written form and governed
by international law, whether embodied in a single instrument or in two or more
related instruments, and whatever its particular designation
Berdasarkan Konvensi Wina tsb, maka unsur-unsur pendirian Organisasi internasional
adalah:
1. Dibuat oleh negara sebagai para pihak (contracting state)

10

2. Berdasarkan perjanjian tertulis dalam satu, dua atau lebih instrumen


3. Untuk tujuan tertentu
4. Dilengkapi dengan organ/struktur OI yang jelas
5. Berdasarkan hukum internasional

C. NGO (Non-Governmental Organizations) dan sejarah perkembangannya


1. NGO (Non-Governmental Organizations)
Terdapat dua kantegori utama organisasi internasional, yaitu:

Organisasi antar pemerintah (Inter-Governmental Organizations / IGO) .


Anggotanya terdiri dari delegasi resmi pemerintah negara-negara. Misalnya
PerserikatanBangsa Bangsa (PBB), Association of South East Asia Nation (ASEAN),
dan World Trade Organization (WTO).

Organisasi non pemerintah ( Non- Governmental Organizations / NGO)


Anggotanya terdiri dari kelompok - kelompok swasta di bidang-bidang keilmuan,
kebudayaan, kegamaan, bantuan teknik, atau ekonomi, dan sebagainya. Misalnya
Palang Merah Nasional (PMI), UNHCR, Greenpeace, Oxfam International.
Organisasi Non Pemerintahan (NGO) atau yang biasa disebut sebagai Lembaga

Swadaya Masyarakat (LSM) adalah sebuah organisasi non pemerintahan yang tidak
mencari keuntungan materi, didirikan sukarela oleh masyarakat degan sekala lokal
maupun internasional. NGO adalah lembaga kemasyarakatan yang bertujuan melayani
kepentingan masyarakat yang keanggotaannya secara sukarela.5 NGO pada umumnya
adalah organisasi berbasis nilai (value-based organizations) yang bergantung kepada, baik
sebagian atau keseluruhan, bantuan amal (charitable donations) dan pelayanan sukarela
(voluntary service).
Didalam lingkup sejarah internasional, NGO berdiri sebagai lembaga Voluntir/
sukarela yang sudah berdiri sebelum abad ke 20. Di wilayah selatan organisasi non
pemerintahan ini biasanya tumbuh dikarenakan gerakan-gerakan Progresif berupa yang
memperjuangkan kemerdekaan dan pengembangan masyarakat. Contohnya adalah
gerakan Gandhi di India yang memfokuskan diri pada pengembangan masyarakat di
bidang kerajinan tenun dan pengembangan teknologi yang sampai saat ini masih terus
berlangsung.6

5
6

http://abiwinata.blogspot.com/2011/04/ngo.html
Ibid,

11

NGO dapat bersifat orgaisasi Internasional yang disebut INGO dan dapat bersifat intranasional yang disebut NGO. perbedaan terdapat pada keanggotaan, mitra kerjasama, dan
ruang lingkup kegiatannya.
Status NGO yang bersifat intra-nasional tidak menghambat organisasi maupun tokohtokohnya untuk dikenal secara internasional, karena sewaktu-waktu menjadi aktor
internasional. Contohnya NU (Nahdatul Ulama), dimana tokoh Gus Dur menjadi perhatian
di negara-negara lain.
Dapat pula NGO yang bersifat internasional (INGO) ruang lingkupnya hanya terbatas
secara regional. Bentuk-bentuk organissasi internasional (IGO ataupun INGO)
berdasarkan cakupannya secara internasional:
1. Global-umum;
2. Global-khusus;
3. Regional-umum;
4. Regional-khusus;
Sehingga ada INGO yang tuang lingkupnya global, namun juga da INGO yang ruang
lingkupnya regional. Namun pada umumnyaINGO bergerak dibidang yang khusus.
Syarat atau unsur INGO adalah bersifat non-pemerintah. Kriteria INGO menurut
The Union of International Associations:
a. Tujuan organisasi bersifat internasional ......
b. Keanggotaaan yang terbuka ......
c. Anggaran Dasar mengandung .....
d. Pendanaan atau pembiayaan pokok .... (belum selesai, put,, diselesein ya @buku
oai)

2. Sejarah Perkembangan NGO (Non-Governmental Organizations)


Istilah non-governmental organization digunakan sejak berdirinya PBB pada
tahun 1945, tepatnya pada pada Piagam PBB Pasal 71 Bab 10 tentang peranan konsultatif
non-governmental organization. Awalnya istilah ini digunakan untuk membedakan antara
hak partisipatif badan-badan pemerintah (intergovernmental agencies) dan organisasiorganisasi swasta international (international private organizations).
Defenisi international NGO (INGO) pertama kali diberikan dalam resolusi 288
(X) ECOSOC pada 27 Pebruari 1950: setiap organisasi internasional yang tidak didirikan
atas dasar sebuah perjanjian internasional . World Bank, mendefenisikan NGO sebagai
organisasi swasta yang menjalankan kegiatan untuk meringankan penderitaan,
12

mengentaskan kemiskinan, memelihara lingkungan hidup, menyediakan layanan sosial


dasar atau melakukan kegiatan pengembangan masyarakat. Dalam sebuah dokumen
penting World Bank, Working With NGOs, disebutkan, Dalam konteks yang lebih luas,
istilah NGO dapat diartikan sebagai semua organisasi nirlaba (non-profit organization)
yang tidak terkait dengan pemerintahan. 7
Sejarah NGO yang memiliki kawasan luas dimulai dari CARITAS pada perang
dunia pertama yang kekuatannya sampai pada akhir perang dunia kedua, sejak saat inilah
NGO memiliki peran penting dalam kegiatan Negara dan terus berkembang. Menurut John
Clark sebelumnya NGO bersifat Progresif terhadap pemerintahan, artinya memfokuskan
diri pada perjuangan untuk memperbaiki dan atau merubah sistem pemerintahan. namun
perkembangan NGO pada tahun 1950-1960 lebih memfokuskan diri pada penyelesaian
masalah-masalah kemiskinan. Tahun 1970 NGO semakin luas dan focus serta memiliki
tujuan yang lebih spesifik. Setelah masa-masa ini, NGO berkembang dan memfokuskan
diri pada bagaimana berbuat dan merubah ketidakadilan terhadap setiap manusia serta
menyelesaikan masalah kemiskinan. Kemudian tahun 1980an NGO terus meningkat dan
berkembang hingga membentuk gabungan dari berbagai NGO di berbagai belahan dunia
yang berorientasi pada kegiatan-kegiatan bantuan baik didalam maupun diluar negeri8
Istilah NGO merupakan istilah internasional, sedangkan di Indonesia pada awal
berkembangnya NGO dikenal dengan istilah Ornop (Organisasi Masyarakat Non
Pemerintah). Lalu bagaimana dengan isitlah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) ?
isitlah LSM memiliki arti yang sama dengan istilah Ornop, isitilah LSM dikenalkan
pertama kali pada sebuah seminar Ornop yang diselenggarakan di gedung Yayasan Tenaga
Kerja Indonesia pada tahun 1980 atas inisiatif Bina Desa, Walhi, dan YTKI. Penggunaan
kata LSM ini bermaksud agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan isitilah Ornop yang
mengnadung arti melawan pemerintah atau oposisi. Pada realiatanya istilah LSM ini tidak
langsung dinilai baik, akan tetapi penuh dengan hujatan-hujatan maupun kritikan, salah
satu kritiknya yaitu kata swadaya tidak sesuai dengan raealitas Ornop pada umumnya
karena kebanyakan dari Ornop itu sendiri menerima bantuan dana dari lembaga pendonor.
Sementara isitilah Ornoplah yang paling pas karena merupakan arti dari NGO dan
sekaligus mengandung arti independent dan tidak terkooptasi. Sejak 1950-1960, istilah
Ornop (dan NGO) telah menunjukkan identitas nya, bahkan istilah ini sangat tidak sejalan
dengan isitilah Ormas ( Organisasi Masyarakat) ataupun Orsos (Organisasi Sosial),
7
8

http://askensinaga.wordpress.com/category/ngo/
http://abiwinata.blogspot.com/2011/04/ngo.html

13

Organisasi bisnis, ataupun Organisasi Keagamaan. Sejak dikenalkannya istilah NGO oleh
PBB pada tahun 1953 yang merupakan lembaga non negara terkait dengan badan-badan
milik PBB. NGO di daerah barat banyak lahir degnan latar belakang keprihatinan terhadap
pembaangunan kembali Eropa pasca PD II, tidak hanya untuk Eropa saja akan tetapi
bantuan-bantuan juga lahir untuk membantu negara Dunia Ketiga yang baru merdeka.9
Sejak beberapa dekade yang lalu, NGO telah menjadi pemain utama dalam bidang
pengembangan internasional (international development). Sejak pertengahan 1970-an,
sektor NGO di negara maju dan negara berkembang telah mengalami pertumbuhan yang
berlipat ganda. Walaupun statistik tentang jumlah NGO di seluruh dunia belum lengkap,
namun diperkirakan ada sekitar 6,000 sampai 30,000 NGO nasional di negara-negara
berkembang. Amerika Serikat memiliki sekitar 2 juta NGO, yang sebagian besar didirikan
30 tahun yang lalu. Rusia memiliki 400,000 NGO. India diperkirakan memiliki 1 hingga 2
juta NGO. Iran memiliki 20.000 NGO aktif pada tahun 2003. Di Kenya, 240 NGO
terbentuk setiap tahun.10

D. Fungsi dan Sejarah Perkembangan Greenpeace sebagai NGO (Non-Governmental


Organizations)
Greenpeace adalah organisasi internasional NGO yang fungsi administratifnya
dalam bidang lingkungan hidup.
Greenpeace bermula dari sekelompok kecil orang yang memutuskan untuk bersamasama memprotes pengujian nuklir di Amchitka, lepas pantai bagian barat Alaska. Setelah
itu mereka melanjutkankan untuk membentuk GREENPEACE dan kemudian melakukan
kampanye

dengan

mengutamakan

isu

lingkungan.

Salah

satu

prinsip

dasar

GREENPEACE adalah "bearing witness" - atau menjadi saksi dan merekam pengrusakan
lingkungan. Prinsip aksi langsung ini bersama dengan konfrontasi damai merupakan
patokan dari tiap kampanye GREENPEACE.
Asia Tenggara sangat berarti bagi masa depan kelestarian planet bumi. Warisan
kekayaan alami yang ada di wilayah ini patut diperjuangkan kelestariannya. Walau
demikian, seiring bertumbuhnya sektor ekonomi dan industri secara pesat dalam 30 tahun
terakhir ini juga mengakibatkan kerusakan lingkungan yang cukup besar. Dampak
lingkungan di wilayah ini juga meluas ke luar batas-batas negara Asia Tenggara.
9

M.Fauzani Taufiq. Jurusan Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM. Dalam Penugasan : Organisasi Non
Pemerintah / NGO (Non-Goverment Organization) dan Masyarakat Sipil.
10
http://askensinaga.wordpress.com/category/ngo/

14

Degradasi lingkungan yang parah telah dialami seantero Asia Tenggara. Disamping krisis
keuangan yang melanda Asia belum lama ini, polusi dan penghancuran sumber daya alam
semakin parah, sementara perusahaan-perusahaan multinasional dan negara-negara
industri mengarahkan wilayah ini untuk ekspansi operasi dan teknologi mereka yang
merusak lingkungan. Yang semakin memperparah masalah ini adalah kurangnya
kesadaran masyarakat Asia mengenai kerusakan lingkungan dan lemahnya mekanisme
demokrasi untuk memperkuat masyarakat dalam mempengaruhi pengambilan keputusan.
Melihat pentingnya potensi pembangunan dan ancaman di wilayah ini, dan dalam rangka
konsolidasi

dan

pengembangan

kampanyenya

di

Asia

Tenggara,

Greenpeace

meningkatkan kegiatannya di wilayah ini.


Greenpeace sudah banyak bekerja di banyak wilayah di Asia. Pekerjaan kami di
wilayah ini termasuk menghentikan importasi limbah berbahaya, menentang pengiriman
radioaktif, berkampanye melawan terhadap pembinasaan hutan, melobi pemerintah
mengenai isu-isu energi berkelanjutan dan menyoroti bahaya limbah pembakaran.
Seringkali bersama dengan kelompok-kelompok lokal lainnya, Greenpeace telah
menggalang kampanye sukses di Filipina, Taiwan, India, dan Indonesia. Kami telah
berkomitmen untuk mengembangkan keberadaan kami di Asia pada akhir tahun 80an dan
awal 90an, dan Greenpeace membuka kantor pertamanya di Jepang (1989) dan kemudian
di China (1997). Penjajakan awal juga dilakukan di Asia Tenggara dengan fokus utama
pada Indonesia dan Filipina.
Asia Tenggara merupakan posisi kunci untuk menentukan keamanan lingkungan
global. Selama 30 tahun terakhir, Greenpeace telah suskes berkampanye di negara-negara
industri untuk mengurangi dan menghapuskan polusi dan degradasi lingkungan. Tetapi,
usaha-usaha dan capaian ini dapat dengan mudah diputarbalikkan pada saat perusahaanperusahaan multinasional tersebut tetap mengekspor teknologi kotor yang mengakibatkan
penurunan dampak lingkungan di wilayah ini. Dengan demikian, setelah penjajakan
bertahun-tahun dan berkampanye di negara-negara kunci, akhirnya Greenpeace berhasil
membuka kantor di wilayah ini. Greenpeace Asia Tenggara sercara resmi didirikan pada
tanggal 1 Maret, tahun 2000.11
Di tahun 1971, Suatu motivasi dan visi untuk menjadikan dunia menjadi hijau dan
damai, berawal dari sekelompok aktivis yang berlayar dari Vancouver, Cananda dengan
kapal nelayan tua. Mereka adalah aktivis, Pendiri dari Greenpeace, Mereka percaya bahwa

11

http://www.greenpeace.org/seasia/id/about/

15

setiap orang dapat melakukan perubahaan. Misi mereka untuk "menjadi saksi kerusakan"
karena percobaan nuklir yang di lakukan AS di Amchitka, Sebuah pulau kecil di lepas
pantai Alaska. Amchitka adalah tempat perlindungan terakhir 3000 berang-berang dan
rumah untuk elang kepala botak dan hewan liar lainnya. Walaupun mereka menggunakan
kapal tua bernama Phyllis Cormack , yang mengalami berbagai halangan sebelum sampai
di Alaska, dalam perjalanan mereka menimbulkan banyak perhatian publik. AS masih
terus mendonasikan untuk bom itu, tapi suara dari suatu masalah harus di dengar. Uji coba
Nuklir berakhir pada tahun yang sama dan pulau tersebut di deklarasikan menjadi suaka
untuk burung.
Hari ini , Greenpeace adalah suatu organisasi internasional yang berkampanye untuk
kampaye lingkungan secara global.Amsterdam, Belanda adalah kantor pusat dari
Greenpeace, telah mempunyai 2,8 Juta pendukung di seluruh dunia, Nasional dan kantor
regional di 41 negara.

12

12

http://www.greenpeace.org/seasia/id/about/sejarah-greenpeace/

16

BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Saran

17

DAFTAR PUSTAKA

M.Fauzani Taufiq. Jurusan Politik dan Pemerintahan FISIPOL UGM. Dalam Penugasan :
Organisasi Non Pemerintah / NGO (Non-Goverment Organization) dan Masyarakat
Sipil.
Petikdua. 2011. Aratikel Analisis Teori dan Konsep Organisasi Internasional dan
Pengelompokan serta Peranananya dalam Ilmu Hubungan Internasional. Diunduh pada
tanggal 26 September 2014 dari /http://petikdua.wordpress.com/tag/hubunganinternasional/
Riezlyoko. 2012. Arikel Administrasi dan Organisai Internasional. Diunduh pada tanggal
26 September 2014 dari http://riezlioko.wordpress.com/2012/02/11/administrasi-danorganisasi-internasional/
Sinaga, Asken. 2008. Makalah NGO. Diunduh pada tanggal 26 September 2014 dari
http://askensinaga.wordpress.com/category/ngo/
T. May Rudy. 2005. Administrasi & Organisasi Internasional. Bandung: Refika ADITAMA
Website resmi Greenpeace Se-Asia. Sejarah Greenpeace & Tentang kami. Diunduh pada
tanggal 2 November 2014 dari http://www.greenpeace.org/seasia/id/about/sejarahgreenpeace/ dan http://www.greenpeace.org/seasia/id/about/
Winata,

Abi.

NGO.

Diunduh

pada

tanggal

November

2014

dari

http://abiwinata.blogspot.com/2011/04/ngo.html

18