Anda di halaman 1dari 24

PROGRAM PROFESI APOTEKER

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2011

PROTOKOL
Studi Bioekivalensi Tablet Aviacillin Mengandung Zat Aktif
Ampisilin trihidrat 500 mg Yang diproduksi oleh PT Tunas Farma
Terhadap Amcillin Yang Diproduksi PT Alpharma

Disusun Oleh:
Desi Silmi Amalia
Anggita Candrasari
Gugum Mufada
Yeza Anadra F.
Maradona
Fithraturahmah

260112100566
260112100569
260112100570
260112100588
260112100597
260112100598

PROGRAM PROFESI APOTEKER


FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2011

Studi Bioekivalensi Tablet Aviacillin Mengandung Zat Aktif


Ampisilin trihidrat 500 mg Yang diproduksi oleh PT Tunas Farma
Terhadap Amcillin Yang Diproduksi PT Alpharma

Diajukan Oleh
PT Sehat Pharma Laboratories
Jl. Bojongsari No. 1001 Bandung, Jawa Barat

Disponsori Oleh
PT Tunas Farma
Jl. Permata No. 287 Bandung, Jawa Barat

Bandung, 20 Februari 2011

Judul

Studi Bioekivalensi Tablet Aviacillin Mengandung Zat Aktif Ampisilin


trihidrat 500 mg Yang diproduksi oleh PT Tunas Farma Terhadap Amcillin
Yang diproduksi oleh PT Alpharma.

Nomor Protokol
001/08

Sponsor
Nama

: PT Tunas Farma
Jl. Permata No. 287
Bandung, Jawa Barat
Indonesia

No. Telepon

: (022) 7387691

No. Fax

: (022) 7387692

Tempat Penelitian
Nama

: PT Sehat Pharma Laboratories


Jl. Bojongsari No. 1001
Bandung, Jawa Barat

No. Telepon

: (022) 7654321

No. Fax

: (022) 7123456

Peneliti Utama

Dra. Gilang Saputra G. P., M. S.

Anggota Peneliti
1. Sri Nurhayati, S. Farm., Apt., M. S.
2. Dr. Rizal Prakasa, D.E.A., Apt.

Analis
1. Topik Komaruddin, S. Farm.
2. Akbar Priatna, Amd.

Teknisi
1. Dodo Hermawan, S.Farm.
2. Yusuf Ahmad, S.Farm.

Dokter Penanggung Jawab


dr. Koeswandewi, Ph.D.

LEMBAR PENGESAHAN
5

SPONSOR

Dr. Abdullah Syafii, Apt.


(Technical Operations Coordinator)
PT Tunas Farma
Jl. Permata No. 287 Bandung, Jawa Barat
Indonesia

Peneliti Utama

Dra. Gilang Saputra G. P., M. S.


Tanggal 20 Februari 2011

Dokter Penanggung Jawab

dr.Koeswandewi , Ph.D.
Tanggal 20 Februari 2011

PENDAHULUAN

H
C

C HN

NH2 O

S
N

CH3
CH3

COOH

Ampisillin adalah antibiotik golongan penisilin semi sintetik, dipakai


secara peroral dan parenteral, aktif terhadap bakteri gram positif dan gram
negatif. 6
Absorpsi ampisillin pada pemberian peroral umumnya berlangsung
selama 2 jam, tetapi jumlah ampisilin yang diabsorpsi sangat bervariasi (20 %
- 70 % dosis). Absorpsi ampisilin yang tidak sempurna ini disebabkan oleh
sifat-sifat amfoternya serta keterbatasan kelarutan dalam air dan kecepatan
disolusinya. Absorpsi diperlambat dengan adanya makanan, tetapi tidak
mempengaruhi jumlah total ampisilin yang diabsorpsi. 3
Oleh karena absorpsi ampisilin pada pemberian peroral tidak
sempurna dan sangat bervariasi, maka perlu diteliti bioavailibilitasnya.
Bioavailibilitas suatu sediaan obat merupakan ukuran kecepatan absorpsi
obat dan jumlah obat tersebut yang diabsorpsi secara utuh oleh tubuh dan
masuk ke sirkulasi sistemik setelah pemberian obat.
Penetapan bioavailibilitas penting dilakukan untuk obat-obat yang
tergolong dalam life saving drug seperti antibiotika. Hal ini penting untuk
menentukan aturan dosis yang dapat mempertahankan kadar antibiotika
dalam darah di atas kadar hambat minimalnya terhadap bakteri yang sensitif
selama terapi. 8

Bagi studi farmakokinetik, bioekuivalen dan pemantauan khasiat obat


diperlukan metode-metode yang selektif, sensitif, tepat, dan teliti. Bagi studi
farmakokinetik, bioekuivalen dan pemantauan khasiat obat diperlukan
metode-metode yang selektif, sensitive, tepat, teliti. Pada penelitian saat ini
pengembangan metode HPLC yang baru yaitu yang dipasangkan dengan
deteksi UV menggunakan fase diam silica digabungkan dengan fase gerak
yang dioptimasi. Kebalikan dari metode sebelumnya , teknik ekstraksi caircair.
Ampisillin trihidrat (Aviacillin) yang diproduksi oleh PT Nebeng
Farma berupa sediaan tablet yang mengandung zat aktif Ampisillin 500 mg.
Amcillin yang diproduksi PT Alpharma terdapat dalam bentuk tablet yang
mengandung zat aktif Ampisillin 500 mg dan akan diuji bioekuivalensinya
dengan produk inovatornya yaitu Amcillin.
Dari hasil penelitian yang diperoleh data-data farmakokinetik
ampisilin adalah Cmax= 3,29 0,45 mcg.ml-1; Tmax = 1,04 0,05 jam; AUC0- =
10,77 0,77 mcg.ml-1 jam. 7
Dari studi biofarmasetik, diperoleh fakta yang kuat bahwa metode
pembuatan dan formulasi dengan nyata mempengaruhi bioavailabilitas suatu
obat. Studi bioavailabilitas berguna dalam menetepkan produk obat yang
berkaitan dengan pengaruhnya terhadap farmakokinetik obat, sedangkan
bioekivalensi berguna untuk membandingkan bioavailabilitas obat baru
berbagai produk.

TUJUAN
Menentukan bioekivalensi dari tablet Aviacillin mengandung zat aktif
Ampisillin 500 mg yang diproduksi oleh PT Tunas Farma terhadap Amcillin
yang diproduksi PT Alpharma.

METODE
a. Desain Penelitian
Penelitian ini didesain dengan metode two-way cross over (desain dua
arah menyilang) yaitu pemberian dua produk obat (Aviacillin dan
Amcillin) pada 12 sukarelawan. Tiap-tiap sukarelawan akan menerima dosis
oral 500 mg ampisilin dengan satu periode wash out satu minggu (lebih dari
lima kali waktu paruh eliminasi). Tiap obat akan diberikan dalam dua dosis
tunggal 500 mg diminum bersama 1 gelas air (200 mL). Tiga jam setelah
pemberian obat sukarelawan diberi sarapan pagi yang telah ditentukan.
Setiap jam sukarelawan minum 1 gelas air selama 8 jam untuk memacu
ekskresi urin.
b. Subjek
Kriteria Inklusi

Pria dan Wanita berumur 18 35 tahun berbadan sehat.

Berat badan normal dengan indeks massa tubuh (Body


Mass Index).

Bukan perokok dan pengguna alkohol atau obat


terlarang.

Tidak sedang menggunakan obat lain, paling tidak satu

minggu sebelum penelitian dilakukan sampai studi selesai


dilakukan.
Bukan pasien dengan kelainan hati atau kerusakan

fungsi ginjal dan hati (dilakukan pemeriksaan laboratorium).


Darah rutin (Hb, Ht, RBC, laju endap darah, WBC,

BUN, total bilirubin, glukosa puasa, total protein, albumin,


alkaline phosphatase, sGOT, sGPT) dan analisis urin (gravitasi
spesifik, warna, pH, gula, albumin, bilirubin, RBC, WBC).

Jumlah Subjek
Jumlah subjek sebanyak 12 orang (8 orang pria dan 4 orang
wanita), sampel darah dari 10 orang akan digunakan untuk
perhitungan statistik dan 2 orang sebagai cadangan).

Kriteria Eksklusi
Riwayat penyakit jantung, hati, ginjal, paru-paru, syaraf dan
saluran cerna, perokok, peminum alkohol atau pengobatan lain
selama periode lama. Ruang lingkup penelitian akan dijelaskan
kepada

seluruh

sukarelawan

dan

tiap-tiap

sukarelawan

menandatangani informed consent sebelum penelitian berlangsung.


Pada penelitian ini akan dilakukan sesuai baku Cara Uji Klinik Yang
Baik (CUKB) dan berdasarkan Deklarasi Helsinki. Protokol akan
diajukan kepada Komisi Etik, Fakultas Kedokteran, Universitas
Indonesia; Jakarta.

10

c. Formulasi Sediaan
Preparasi obat uji adalah tablet ampisillin trihidrat 500 mg (Aviacillin )
diproduksi oleh PT Tunas Farma (No. Batch C02081987 dan tanggal
kadaluarsa 20 Februari 2016). Produk yang digunakan untuk penelitian ini
harus memenuhi CPOB dan harus berasal dari batch aslinya paling sedikit
1/10 skala produksi atau 100.000 unit. Sediaan obat pembanding adalah
tablet Amcillin yang diproduksi PT Alpharma (No. batch AO07201987C dan
tanggal kadaluarsa jatuh pada 09 Januari 2016).

d. Sampel dan Sampling


Sampel darah diambil kira-kira 10 ml pada saat sebelum pemberian
obat, jam, 1 jam, 1 jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, 6 jam, dan 8 jam setelah
pemberian obat. Pengambilan darah dengan Venoject Evacuated Blood
Collecting Tube, darah dibiarkan menjendal pada suhu kamar, kemudian
disentrifus pada kecepatan 4000 rpm. Serum yang diperoleh disimpan pada
suhu 20o C sebelum dianalisa. Kondisi subjek akan dimonitor oleh dokter
selama penelitian ini.

e. Pengambilan Urin
Sebelum pemberian obat, kantong kemih dikosongkan. Sample urin
dikumpulkan pada interval waktu 0 2 jam, 2 4 jam, 4 6 jam, dan 6 8 jam

11

setelah pemberian obat. Sebelum dianalisa, sampel urin disimpan pada suhu
20o C.

f. Metodologi Analitik
Konsentrasi ampisillin dalam plasma ditentukan menggunakan
kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dengan deteksi UV dengan max 300
nm. Konsentrasi ampisillin dalam plasma dan urin ditetapkan secara
mikrobiologik (microbilogical disc diffusion assay) dengan menggunakan kuman
Sarcina lutea ATCC 9341. Metode ini telah divalidasi dan akan diversifikasi
sebelum penelitian dilakukan. Limit kuantifikasi (LOQ) adalah 15 ng/ml. 5

g. Alat dan Bahan


Timbangan, micropipette, sentrifuge, lemari pendingin, alat-alat gelas,
Freezer, blood collector tubes, ultrasonic bath.

Larutan Uji dan Larutan Baku


Larutan baku dilarutkan dalam pengencer (10 mL Kalium fosfat
monobasa 1 M asam asetat 1 N diencerkan dengan air hingga 1000
mL) hingga kadar lebih kurang 1 mg/mL, disimpan di lemari
pendingin. Larutan Uji ampisilin lebih kurang 100 mg dalam labu
terukur 100 mL ditambah lebih kurang 75 mL pengencer. Gunakan
larutan segera setelah dibuat. 1

Preparasi sampel

12

800 L plasma manusia dicampur dalam 1.5 ml vial Effendorf


dengan 200 L baku dalam dan 800 L larutan pengendap protein
(0.5% seng sulfat dan 1 % etilenglikol). Campuran dikocok kuat
selama 30 menit dan disentrifuse pada 4000 rpm selama 20 menit.
Kemudian aliquot dimasukan ke dalam vial.

Penetapan Kecepatan Disolusi


Kecepatan disolusi kedua tablet ditetapkan secara in vitro,
menggunakan alat Dissolution Tester Erweka. Media yang
digunakan adalah cairan lambung buatan pH 1,13, suhu 37

0,5 o C, kecepatan rotasi 100 rpm dengan waktu sampling 5, 10, 15,
20, 25, 30, 45, dan 60 menit. Masing-masing tablet dilakukan
dilskuksn 6 kali penetapan. Kadar ampisillin yang terlarut
ditetapkan secara mikrobiologik (microbilogical disc diffusion assay)
menggunakan kuman Sarcina lutea ATCC 9341.

Kromatografi
System HPLC dengan LC-10Atvp (Shimadzu) dengan detector UV,
dengan kondisi sebagai berikut:
Volume injeksi: 20 L/menit
Kecepatan alir: 1.0 mL/menit
Fase gerak

: Asetonitril: dapar fosfat 0,05 M pH 7,0


(60:40% v/v)

Kolom

: silica (250 x 4,6 mm ID, ukuran partikel 5 g)

13

h. Perhitungan Parameter Bioavailabilitas


Data konsentrasi plasma waktu untuk setiap subjek dan setiap obat
dianalisis melalui metode nonkompartemen. Luas di bawah kurva plasma
dari nol sampai waktu tak terhingga dihitung sebagai berikut:

AUC0- = AUC0-t + AUCt-


AUC0-t akan dihitung melalui aturan trapezoidal, di mana t adalah waktu titik
terakhir yang dapat diukur. AUC0- akan dihitung dengan cara membagi C
dengan kemiringan (slope) yang akan diperkirakan dari fase eliminasi
dengan analisis regresi. Waktu mencapai kadar maksimal merupakan fungsi
dari kecepatan absorpsi obat.

Waktu mencapai puncak (T max) dan

konsentrasi plasma puncak (Cmax) akan diambil dari data eksperimental.


Waktu paruh eliminasi (t) juga akan dihitung untuk evaluasi tambahan.

Perhitungan statistic dan criteria penerimaan


Nilai AUCt-, AUC0- dan Cmax yang diperoleh untuk kedua produk
dianalisis secara statistika dengan menghitung rata-rata analisis varians
Gaussian (ANAVA Gaussian) untuk menentukan jika perbedaan signifikan
muncul nilai-nilai dan variabel, harus mencapai pada satu sumber variansi
yaitu produk, subjek, periode dan rangkaian cara pemberian; serta metode
Scheffe untuk sampel yang berkaitan. 2

14

Interval

kepercayaan

(uji/pembanding)

akan

dihitung

untuk

parameter AUCt-, AUC0- dan Cmax. Nilai individual tiap parameter


ditransformasikan terlebih dahulu pada analisis menggunakan transformasi
logaritmik. Preparasi

obat uji akan dianggap bioekivalen terhadap

pembanding jika 90% rasio interval kepercayaan dari masing-masing


bioavailabilitas masuk dalam interval 80 125 %. T max dan t akan dianalisis
(sebagai tambahan evaluasi) walaupun untuk antibiotik, waktu untuk
mencapai kadar maksimum tidak begitu penting karena pemakaian
antibiotika adalah dosis berganda dimana pemberian obat dalam jangka
waktu yang lama dan onset efek terapeutis tidak perlu cepat. Melalui metode
non parametric (Wilcoxon sign rank test). Tanpa transformasi logaritmik.

15

Daftar Pustaka

1. __________. 1995. Farmakope Indonesia Edisi IV. Jakarta: Departemen


Kesehatan Republik Indonesia.
2. Colquhoun D. 1971. Lectures on Biostatistics. An Introduction to Statistics
With Applications in Biology and Medicine. London: Oxford
Univercity Press.
3. Dittert LW et al. The Bioavalibility of Drug Products. Washington: Am
Pharmaceust As 1975; 5 15.
4. Ganiswarna,G. Sulistia. 1995. Farmakologi dan Terapi Edisi 4. Jakarta: Bagian
Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
5. Lorian V. 1980. Antibiotics in Laboratory Medicine. Baltimore: Wiliam and
Wilkins; 221 223.
6. Rahardja, Kirana, dkk. 2003. Obat-Obat Penting. Jakarta: PT Gramedia.
7. Ringoringo, Victor S., Erni Suwarno, Yuniwati A. Chandra. 1998.
Bioavailibilitas Komparatif Tiga Preparat Tablet Ampisilin 500 mg.
Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan PT. Kalbe
Farma.
8. Ritschel WA. Handbook of Basic Pharmacokinetics. Hamilton: Drug
Intelligence Publications. Inc., 1976; 235 304.
9. Whyatt PI et al. Bioavailability of 17 Ampicillin Products. J Pharmaceut Sci
vol 65, 1976; 5 : 652 656.

16

Prosedur Pengambilan Darah


1. Desinfeksi dengan kapas beralkohol 70% ke tempat yang akan
disuntikan dari arah dalam ke luar sampai kering.
2. Pasang ikatan (tourniquet) pada tangan bagian ataas.
3. Beri label identitas subjek pada tabung. Untuk preparasi plasma
gunakan blood collection litium heparin.
4. Tegangkan kulit di atas vena dengan jari tangan kiri supaya vena tidak
dapat bergerak lalu tusuk vena dengan jarum IV canula.
5. Setelah darah terlihat mengalir dari pembuluh darah vena ke dalam
jarum tarik jarum keluar, tinggalkan plastic IV canula di dalam
pembuluh darah dan masukan pelan-pelan sampai batas yang
ditentukan.
6. Masukan luer adapter yang sudah terpasang dengan holdernya ke
dalam IV canula.
7. Ambil darah dengan menggunakan blood collection sampai volume
yang dikehendaki.
8. Tutup IV canula dengan instopper.
9. Plester IV canula dengan micropore.
10. Catat waktu saat subjek minum obat pada catatn pengambilan darah.

17

11. Pengambilan berikutnya buka instopper, ulangi poin 6-8.


12. Paraf di catatan pengambilan darah setiap selesai melakukan
pengambilan darah.

Efek samping yang mungkin timbul selama pengambilan darah antara


lain:

Beberapa subjek yang takut diambil darah kemungkinana akan


merasa stree, pusing, atau lemas pada sat pengambilan darah
dilakukan.

Beberapa subjek mungkin mengalami hematoma dan untuk


mengatasi masalah ini subjek akan diberi antitrombotik topical
misal thrombophob.

18

DATA SUBYEK
Nama Sukarelawan :
: laki-laki

Jenis Kelamin

Efek yang
tidak
diinginkan

Mulai
Tanggal

Perempuan

Selesai
Jam

Tanggal

Jam

Keterkaitan
efek samping
dengan obat

Tingkat
Keparahan
(**)
Ya

Tidak

Catatan:
Hubungan sebab akibat dengan uji obat berdasarkan penilaian peneliti:
1 = tidak ada
2 = mungkin
3 = pasif
** Efek samping yang tidak diinginkan dianggap serius jika:
-

Menyebabkan kematian

Menyebabkan kerusakan permanent

19

Menyebabkan teratogenik

Pasien harus dirawat di rumah sakit.

Uji Bioekivalensi Tablet Ampisillin trihidrat 500 mg (Aviacillin)


Bapak/Ibu Yth.,

Tim Peneliti

laboratoium

Sehat

Pharma

Laboratories

sedang

melakukan penelitian uji bioekivalensi sediaan tablet Ampisillin 500 mg.


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kualitas tablet Ampisilin
trihidrat 500 mg (Aviacillin) yang diproduksi oleh PT Tunas Farma sama
baiknya dengan produk inovatornya (Amcillin) yang diproduksi PT
Alpharma. Hal tersebut dilihat dari bioavailabilitasnya, yaitu presentase dan
kecepatan zat aktif dalam suatu produk obat yang mencapai atau tersedianya
dalam sirkulasi sistemik dalam bentuk utuh atau aktif setelah pemberian
produk obat, yang dilakukan dengan mengukur kadarnya dalam darah
terhadap waktu. Oleh karena penelitian ini harus dikerjakan pada
sukarelawan sehat, maka kami mengundang Bapak/Ibu untuk ikut serta
dalam penelitian ini.
Bila anda berminat, pertama-tama kesehatan anda akan diperiksa
terlebih dahulu. Untuk itu, kami akan mengambil contoh darah sebanyak 2
sendok teh obat dari pembuluh darah di lengan anda untuk memastikan
bahwa anda memenuhi syarat. Pemeriksaan meliputi gambar darah tepi,
fungsi ginjal dan fungsi hati. Anda akan diberikan hasil asli pemeriksaan
kesehatan ini. Syarat lain yang hatus dipenuhi adalah tidak memiliki riwayat

20

penyakit hati, ginjal dan jantung, bukan peminum alkohol dan perokok,
berumur 21-45 tahun dan berat badan normal.
Bila anda memenuhi syarat, pada suatu pagi (tanggal akan ditentukan)
anda akan diminta datang ke PT Sehat Pharma Laboratories, Bandung tanpa
sarapan pagi terlebih dahulu. Peneliti akan mengambil darah anda sebelum
menelan obat, pengambilan darah akan dilakukan pada menit ke-30, 1 jam, 1
jam, 2 jam, 3 jam, 4 jam, 6 jam, dan 8 jam (jadi ada 8 kali pengambilan).
Setiap kali pengambilan darah sebanyak 7 ml (1-2 sendok teh). Makan pagi
baru akan diberikan pada 4 jam, makan siang 8 jam, makan malam 12 jam
setelah menelan obat. Anda diperbolehkan untuk duduk santai di ruangan
yang sudah disediakan sambil menonton acara televisi atau membaca
majalah. Prosedur ini akan diulangi satu minggu kemudian dengan obat
pembandingnya. Obat ampisilin digunakan sebagai obat antibiotik dengan
memuasakan oleh diet dan obat lain.
Adapun efek samping yang mungkin timbul berupa gejala mual,
muntah, diare, reaksi hipersensitif, iritasi gastrointestinal, dan demam.
Penelitian ini akan memberikan manfaat langsung kepada anda,
namun hasilnya akan dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Anda dapat bebas menolak ikut dalam penelitian ini, dan bila anda
sudah menyatakan bersedia ikut, anda juga tetap bebas mengundurkan diri
setiap saat selama penelitian berlangsung. Sebaliknya bila anda tidak
mematuhi instruksi yang diberikan peneliti, anda juga dapat dikeluarkan dari
penelitian ini setiap waktu.
Keikutsertaan bapak/ibu dalam penelitian ini bersifat sukarela dan
rahasia. Peneliti akan merahasiakan semua data identitas anda. Pada akhir

21

penelitian setiap subjek penelitian akan diberi insentif sebesar Rp 2.000.000,sebagai tanda terima kasih berpartisipasi dalam penelitian.
Penelitian ini telah disetujui oleh Komisi Etik Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia Jakarta. Bila anda membutuhkan penjelasan lebih
lanjut dapat menghubungi penanggung jawab penelitian : Dra. Gilang
Saputra G. P., M. S. dan penanggung jawab medis: dr. Koeswandewi, Ph.D. di
PT Sehat Pharma Laboratories, Bandung; Telp: (022) 7654321; No. Fax: (022)
7123456.
Atas perhatian dan partisipasinya kami mengucapkan terima kasih.

Penanggung Jawab Penelitian

22

FORMULIR PERNYATAAN PERSETUJUAN UJI KLINIK


(No: 001/08/Form/____/Subjek_Ampi/I/2008)
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama
Alamat
Tempat/Tanggal Lahir
Pekerjaan
No. KTP

:
:
:
:
:

Menyatakan bahwa semua penjelasan di atas telah disampaikan


kepada saya dan semua pertanyaan saya telah dijawab oleh dokter, saya
mengerti dan bila masih memerlukan penjelasan, saya akan mendapat
penjelasan dari dr. Koeswandewi, Ph.D.
Dengan menandatangani formulir ini, saya setuju untuk menjadi
sukarelawan dalam penelitian ini.
Tanggal:
Calon Sukarelawan,

(Nama Jelas)

Diketahui oleh:
Saksi I

Saksi II

23

(Nama Jelas)

(Nama Jelas)

24