Anda di halaman 1dari 8

Niki Nastiti P.

D
0910753045
TUGAS KULIAH ASMA
1. Find figure(s) depicting patomechanism of asthma

Alergen terhirup, infeksi reaksi alergi fase awal aktivasi sel menghasilkan antibodi IgE yang
spesifik alergen aktivasi sel mast dan makrofag pada jalan udara membebaskan mediator
proinflamasi (histamin, leukotrienes) menginduksi kontraksi otot polos jalan udara, sekresi
mukus, vasodilatasi, eksudasi plasma pada jalan udara. Eksudasi protein plasma menginduksi
penebalan dan pembengkakan dinding jalan udara serta penyempitan lumennya disertai dengan
sulitnya pengeluaran mukus

Eosinofil (penyebab utama) migrasi ke dalam jalan udara membebaskan mediator inflamasi
(leukotrien dan protein granul), mediator sitotoksik, dan sitokin
Degranulasi Mast sel sebagai akibat respon terhadap alergen pembebasan mediator seperti
histamin, faktor kemotaksis eusinofil dan neutrofil, leukotrien C4, D4, E4. prostaglandin, faktor
pengaktivasi platelet (PAF). Histamin menginduksi konstriksi otot polos dan bronkospasme,
dan berperan dalam edema mukosa serta sekresi mukus Bronkokontiksi.
Makrofag alveolar membebaskan mediator inflamasi PAF dan leukotrien B4, C4, dan D4
Produksi faktor khemotaktik neutrofil dan eusinofil memperkuat inflamasi
Neutrofil sumber mediator (PAF, prostaglandin, tromboksan, dan leukotrien) yang
berkontribusi pada hiperresponsivitas bronkus (BHR) dan inflamasi jalan udara.
Aktivasi limfosit T pembebasan sitokin dari sel T helper tipe 2 (TH2) yang memeperantarai
inflamasi alergik (interleukin (IL)-4, IL-5, IL-6, IL-9. IL-13). Sebaliknya, TH1 menghasilkan IL-2 dan
interferon gamma yang penting untuk mekanisme pertahanan seluler. Inflamasi asmatik alergik
dapat ditimbulkan oleh ketidakseimbangan antara TH1 dan TH2.
Sel epitel bronkial berpartisipasi dalam inflamasi membebaskan eikasinoid, peptidase,
protein matriks, sitokin, dan NO. pengikisan epitel peningkatan responsifitas dan perubahan
petmeabilitas mukosa jalan udara , pengurangan faktor relaksan yang berasal dari mukosa, dan
kehilangan enzim yang bertanggung jawab untuk neuropeptida inflamasi

2. Find drug management of asthma (tables and/or figures). Complete those findings with site of
action of the drugs.

Manajemen terapi asma kronik

Manajemen terapi asma akut

Manajemen perburukan asma akut

Tabel 4. Site of action terapi asma

Jenis
Pengobatan
Bronkodilator

Golongan

Nama obat

Adrenoreseptor agonis
(simpatomimetik)
- Selektif 2 Agonis
- Formoterol fumarate
- Salmeterol
- Albuterol
- Bambuterol HCl
(oral)
- Efedrin HCl
- Terbutalin Sulfat

Mekanisme kerja

Indikasi

Stimulasi reseptor 2
adrenergilk
mengaktivasi adenil
siklase peningkatan
AMP trisiklik
intraseluler
relaksasi otot polos,
stabilisasi membran
sel, dan stimulasi otot
skelet

Albuterol dan
inhalasi agonis 2
slektif aksi pendek
lain untuk
penanganan
episode
bronkospasmus
irreguler dan 1st
line terapi untuk
asma parah akut
Formoterol dan
salmeterol
merupkan inhalasi
agonis 2 keja lama
untuk kontrol
tambahan jangka
panjang

Kortikosteroid
( inhalasi, oral,
suntikan)

Metil Xantin

- Aminofilin (Amicam
supp)
- Aminofilin (Euphilin
Retard)
- Teofilin (Amilex)

Menghasilkan
bronkodilatasi dengan
Menginhibisi
fosfodiesterase
antiinflamasi dan
aktivitas
nonbronkodilatasi
penurunan pelepasan
mediator sel mast,
protein dasar
eusinofil, proliferasi
limfosit T, pelepasan
sitokin T, dan eksudasi
plasma.

Penyempitan
airways, asma
parah akut

Antikolinergik

Ipratopium bromida
Tiotropium bromida

Menghambat refleks
vagal dengan cara
mengantagonis kerja
asetilkolin

Terapi tambahan
pada asma parah
akut

- Beklometason
Dipropionat(inhalasi)
- Budesonide(inhalasi)
- Fluticason Propionat
(inhalasi)
- mometason furoat
(inhalasi)
- prednisolon(oral)

Menurunkan jumlah
dan aktivitas dari sel
yang terinflamasi dan
meningkatkan efek
obat beta adrenergik
dengan memproduksi
AMP siklik, inhibisi
mekanisme
bronkokonstriktor,

Kortikosteroid
inhalasi untuk
Terapi kontrol
jangka panjang
paling efektif untuk
asma persisten.
Kortikosteroid
sistemik untuk

Kromolin
(inhalasi,
nebulizer)

Modifikator
leukotrien
(oral)

Antagonis reseptor
leukotrien

atau merelaksasi otot


polos secara langsung

asma parah akut

- Kromolin Sodium

suatu penstabil sel


mast mencegah
degranulasi sel mast
dan pelepasan
mediator, termasuk
histamin.
Sebagai pencegah
serangan asma.

Profilaksis asma
persisten ringan
pada dewasa dan
anak- anak

-Nedokromil Sodium

Menghambat aktivasi
secara in vitro dan
pembebasan mediator
dari berbagai tipe sel
berhubungan dengan
asma termasuk
eosinofil, neutrofil,
makrofag, sel mast,
monosit dan platelet,
serta menghambat
perkembangan respon
bronko konstriksi baik
awal dan maupun
lanjut terhadap
antigen terinhalasi

- Zafirlukast
- Monteklast

Mengurangi
proinflamasi
(peningkatan
permeabilitas
mikrovaskuler dan
edema jalur udara)
dan efek
bronkokonstriksi
leukitrien D4 dengan
mengeblok efek dari
cysteinil leukotrien
pada jalan udara.

Asma persisten