Anda di halaman 1dari 47

Disusun oleh:

Adhani Kusumawati (2009730001)

Pembimbing:
dr. Fisalma Mansjoer, Sp. KK
1

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Tn X

Jenis kelamin

: Laki-laki

Umur

: 42 tahun

Alamat

: Rawa Sari

Agama

: Islam

Tanggal Masuk RS

:09 Desember 2014

ANAMNESIS

Autoanamnesis di lakukan di Poli Kulit dan kelamin


RSIJ Cempaka Putih pada tanggal 09 Desember 2014
Pukul 11: 00 WIB

Keluhan Utama :
Bercak kemerahan yang terasa gatal pada daerah perut,
punngung yang dikeluhkan sejak 2 minggu sebelum
datang ke poli klinik.

Riwayat Penyakit Sekarang


Pasien datang ke poliklinik dengan keluhan bercak
kemerahan pada daerah perut dan punngung (terutama
punggung bagian kanan) sejak 2 minggu yang lalu
sebelum pasien berobat ke poli klinik.
Bercak kemerahan ukuranya beragam dari seujung
jarum pentul sampai sebesar uang logam, bercak
bersisik halus dan gatalnya ringan, pasien mengaku
ketika sedang beristirahat rasa gatal sering muncul.

Pasien mengatakan bercak merah ini tidak disebabkan


karena adanya gigitan serangga atau luka akibat
benda tertentu.
Keluhan bercak merah seperti ini baru pertama kali
dideritanya.
Bercak kemerahan awalnya timbul di daerah perut
bagian kanan bawah , berbentuk oval dan terasa
bersisik halus, kemudian menyebar ke seluruh perut
dan punggung belakang.

Keluhan saat ini tidak disertai dengan demam, badan lemah,


sakit kepala, batuk, pilek, mual dan muntah, hanya gatal saja
yang dirasakan.
Pasien mengaku sudah memakai salep yang diberikan
istrinya ( Salep mengandung neomisin + Dexametason) namun
bercak kemerahan dan rasa gatal belum ada perbaiakan.

Riwayat Penyakit Dahulu :


- Pasien mengaku tidak pernah menderita penyakit seperti ini sebelumnya.
- Riwayat dermatitis atopik disangkal
Riwayat alergi
- Pasien tidak mempunyai riwayat menggunakan obat-obatan yang pernah
menimbulkan reaksi gatal, ataupun kulit terkelupas.

- Alergi cuaca dan makanan disangkal.


Riwayat Penyakit Keluarga :
- Tidak ada anggota keluarga dengan keluhan sama seperti pasien saat ini
- Riwayat asma disangkal

PEMERIKSAAN FISIK

Keadaan umum

: Tampak sakit Sedang

Kesadaran

: Compos mentis

Tanda-tanda vital :
o Nadi

: 80x/menit

o TD

: 120/80 mmHg

o Pernapasan

: 18 x/menit

o Suhu

: 36,5oC

10

Status Generalisata:
o Kepala

: Normochepal

o Mata

: Konjungtiva anemis(-/-), sklera ikterik(-/-), reflex pupil(+/+)

o Hidung

: Septum deviasi (-), sekret (-/-)

o Mulut

: Mukosa bibir kering (-), stomatitis (-)

o Leher

: Pembesaran KGB (-)

o Thorax

: Paru : Pergerakan dada simetris, vesikuler (+/+)

o Jantung

: Ictus cordis teraba di ICS 5, BJ I dan II normal

o Abdomen

: Tampak cembung, supel, bising usus (+) normal,

organomegali (-)
o Ekstremitas

: Deformitas (-/-), akral hangat (+/+), edema (-/-)

11

Status Dermatologikus
Gambar

Pada

Abdominalis

ragio

inguinal/ iliac dextra (Lesi inisial - herald


patch).

Terdapat efloresensi makula eritomatosa


dengan

bentuk

oval,

soliter,

bagian

tengah ditutupi oleh skuama halus dan

bagian tepi mempunyai batas tegas yang


ditutupi oleh skuama tipis.

12

Gambar 2 Pada regio Abdominalis terdapat


efloresensi berupa makula eritomatosa, dengan

skuama halus di atasnya. Penyebaran lesi diskret,


dengan bentuk lesi yang oval dan beberapa
bentuknya tidak beraturan, dengan ukuran lesi
lentikular hingga nunmular, surkumskrip. Sebagian
lesi menimbul di permukaan kulit dan sebagian lesi
rata di permukaan kulit.

13

Gambar 3 Pada regio torakalis dextra posterior


(punggung)

terdapat

efloresensi

berupa

makula eritomatosa, dengan skuama halus di


atasnya.
Penyebaran lesi diskret, dengan bentuk lesi
yang oval dan beberapa bentuknya tidak
beraturan, dengan ukuran lesi lentikular hingga

nunmular, surkumskrip.

14

RESUME
Seorang laki-laki dewasa berusia 42 tahun datang ke poliklinik dengan
keluhan

adanya bercak-bercak merah dan gatal di daerah perut dan

punggung sejak 2 minggu yang lalu. Pasien mengaku sebelum bercak merah

itu muncul dan menyebar luas ke daerah perut dan punggung, awalnya ada
sebuah bercak merah terasa gatal, yang ukurannya lebih besar, pada daerah
perut bagian kanan bawah berebntuk oval dan terasa bersisik, rasa gatal
lebih

dirasakan

ketika

pasien

sedang

beristirahat.

Pasien

belum

mengkonsumsi obat apapun, hanya menggunakan salep (salep mengandung


neomisin + dexametason) yang diberiakn istrinya, namun tidak ada
perubahan semakin hari bercak semakin banyak.

15

Pemeriksaan

fisik

didapatkan

keadaan

umum

baik,

kesadaran

composmentis, vital signs dalam batas normal. Status generalis dalam batas
normal.
Status dermatologi : Makula eritroskuamosa distribusi regional a/r
abdominalis dan , thorakalis posterior. Makula eritroskuamosa multipel,
diskret bentuk oval dan beberapa bentuknya tidak beraturan dengan ukuran
lesi lentikular hingga nunmular, surkumskrip Sebagian lesi menimbul di
permukaan kulit dan sebagian lesi rata di permukaan kulit.

16

DIAGNOSIS KERJA
Pitiriasis rosea

DIAGNOSIS BANDING

Tinea korporis
RENCANA PEMERIKSAAN PENUNJANG

Pemeriksaan kerokan kulit dengan KOH 10%

17

RENCANA PENATALAKSANAAN
Non-Medikamentosa:

Edukasi ke pasien bahwa penyakit pitiriasis rosea bersifat self limited disease
(dapat sembuh sendiri) dalam waktu 3-8 minggu.1
Medikamentosa:

-Topikal 1
Bedak yang mengandung asam salisilat yang dibubuhi mentol % - 1%
-Simtomatik 2
Antihistamin oral (Untuk mengurangi gatal

: Cetirizine tablet 10 mg 1x1

Anti-Virus asiklovir 5 X 800 mg/hari selama 1 pekan.

18

PROGNOSIS
a. Quo Ad Vitam

: Ad Bonam

b.Quo Ad Functionam

: Ad Bonam

c. Quo Ad Sanationam

: Ad Bonam

19

DISKUSI KASUS

20

Pada pasien ini ditegakkan diagnosis kerja yaitu pitriasis rosea.

Hal ini diperoleh dengan dilakukannya anamnesis, pemeriksaan


fisik dengan melihat gambaran klinis dan lokasi terjadinya lesi
pada kasus ini.

21

Anamnesis
Seorang laki-laki usia 42 tahun datang dengan keluhan adanya bercak-bercak
merah dan gatal di daerah perut dan punggung sejak 2 minggu yang lalu.
Pasien mengaku sebelum bercak merah itu muncul dan menyebar luas ke

daerah perut dan punggung, awalnya ada sebuah bercak merah terasa gatal,
yang ukurannya lebih besar, pada daerah perut bagian kanan bawah berebntuk
oval dan terasa bersisik, gatal terasa lebih ringan dan rasa gatal dirasakan
ketika pasien sedang beristirahat.

22

Anamnesis sesuai dengan Teori


Gejala konstitusional pada umumnya tidak terdapat, sebagian penderita
mengeluh gatal ringan. Sebanyak 70% penyakit didahului oleh timbulnya lesi
eritema, tunggal (lesi pertama), bentuknya oval diameternya kira-kira 3 cm

dengan aksis panjang sejajar garis kulit (Garis langer), lesi pertama disebut
herald patch, mother patch, initial lesion atau medallion. Umumnya terdapat
di badan, soliter berbentuk oval dan anular. Di atas lesi oval tersebut

ditemukan skuama halus yang berasal dari keratin yang terlepas yang juga
melekat pada kulit normal (skuama collarette).1,2

23

Setelah interval 2-21 hari sejak adanya herald patch, timbulnya


lesi sekunder generalisata, bentuknya serupa dengan lesi inisial

tetapi ukurannya lebih kecil (0,2-1 cm). Lesi biasanya di tempat


yang tertutup baju, jarang di wajah, kepala dan ekstermitas
bagian distal.

24

Pemeriksaan Fisik
Status generalisata dalam batas normal

Status Dermatologikus :
Makula eritroskuamosa distribusi regional a/r abdominalis dan ,
thorakalis posterior. Makula eritroskuamosa multipel, diskret
bentuk oval dan beberapa bentuknya tidak beraturan dengan
ukuran lesi lentikular hingga nunmular, surkumskrip Sebagian
lesi menimbul di permukaan kulit dan sebagian lesi rata di
permukaan kulit.

25

Pemeriksaan Fisik sesuai dengan Teori


Tempat predileksi Pitiriasis Rosea adalah badan, lengan atas bagian

proksimal dan paha atas sehingga membentuk seperti gambaran pakaian


renang wanita jaman dahulu.1
Ditemukan lesi khas oval berskuama halus, ukuran lebih kecil, jumlah
banyak, dengan bagian tepi tersusun papul-papul miliar sehingga tampak agak
meninggi, aksis panjang lesi sejajar garis kulit sehingga kalau di punggung
menyerupai christmas tree.2

Sehingga berdasarkan Anamnesis dan Pemeriksaan Fisis, pada kasus ini


ditegakkan
26

Diagnosa Kerja :
Pitiriasis rosea
Penatalaksanaan :
Non-Medikamentosa
-Edukasi ke pasien bahwa penyakit pitiriasis rosea bersifat self limited disease (dapat

sembuh sendiri) dalam waktu 3-8 minggu.1


Medikamentosa:
-Topikal 1
Bedak yang mengandung asam salisilat yang dibubuhi mentol % - 1%

-Simtomatik 2
Antihistamin oral (Untuk mengurangi gatal

: Cetirizine tablet 10 mg 1x1

Anti-Virus asiklovir 5 X 800 mg/hari selama 1 pekan.

27

TINJAUAN PUSTAKA

28

Definisi

Pitiriasis Rosea berasal dari kata pityriasis yang berari

skuama halus dan rosea yang berarti berwarna merah muda.3

Pitiriasis Rosea adalah erupsi kulit yang dapat sembuh

sendiri, berupa plak berbentuk oval, soliter dan berskuama pada

trunkus ( herald patch ) dan umumnya asimptomatik.5

29

Epidemiologi
Pitiriasis rosea didapati pada semua umur, terutama
antara 15-40 tahun, pada wanita dan pria sama
banyaknya.1

30

Etiologi
Etiologinya belum diketahui, demikian pula cara infeksi.
Watanabe et al melakukan penelitian dan mempercayai bahwa
Pitiriasis Rosea disebabkan oleh virus. Mereka melakukan
replikasi aktif dari Herpes Virus (HHV) 6 dan 7 pada sel
mononuklear dari kulit yang mengandung lesi, kemudian

mengidentifikasi virus pada sampel serum penderita.5

31

Gambaran Histopatologik
Gambaran histopatologik dari Pitiriasis Rosea tidak spesifik,
menyerupai dermatitis akut atau kronik.2 sehingga penderita

dengan Pitiriasis Rosea tidak perlu dilakukan biopsi lesi untuk


menengakkan diagnosis.

32

Akantosis
Infiltrat
limfohistiosit

Spongiosis

Gambar histologik non spesifik tipikal dari Pitiriasis Rosea,


menunjukkan parakeratosis, hilangnya lapisan granular, akantosis ringan,
spongiosis, dan infiltrat limfohistiosit pada dermis superficial 4
33

Gambaran klinis
Gejala konstitusional pada umumnya tidak terdapat, sebagian
penderita mengeluh gatal ringan.
timbulnya lesi eritema, tunggal (lesi pertama), bentuknya oval
diameternya kira-kira 3 cm dengan aksis panjang sejajar garis
kulit (Garis langer), lesi pertama disebut herald patch, mother

patch, initial lesion atau medallion.

34

Di atas lesi oval tersebut ditemukan skuama halus yang berasal

dari keratin yang terlepas yang juga melekat pada kulit normal
(skuama collarette) dan di bagaian tepi tersusun papul-papul
miliar sehingga lesi tampak agak meninggi.1,2
Tempat predileksi Pitiriasis Rosea adalah badan, lengan atas
bagian proksimal dan paha atas sehingga membentuk seperti

gambaran pakaian renang wanita jaman dahulu.1

35

Setelah interval 2-21 hari sejak adanya herald patch,

timbulnya lesi sekunder generalisata, bentuknya serupa dengan


lesi inisial tetapi ukurannya lebih kecil (0,2-1 cm).
Lesi-lesi sekunder di punggung tersusun dengan aksis
panjangnya sejajar garis kulit sehingga susunan tersebut
menyerupai christmas tree.2

36

Lesi sekunder mencapai puncaknya dalam beberapa hari


sampai sepekan atu 10 hari, kemudian dapat memudar dalam 6
pekan dimulai dari lesi yang pertama timbul.
Jika sembuh dapat meninggalkan bekas berupa hipo atau
hiperpigmentasi, terutama pada orang kulit gelap, dan baru
hilang dalam beberapa bulan. 2

37

Herald Patch
Gambar herald patch5

Gambar plak primer tipikal ( herald patch )

skuama

383
menunjukkan bentuk lonjong dengan skuama halus di tepi bagian dalam plak

Gambaran menyerupai pine tree


(http://www.mayoclinic.com/health/medical/IM00515 )
39

Gambar Diagram skematik plak primer ( herald patch ) dan distribusi tipikal plak sekunder
sepanjang garis kulit pada trunkus dalam susunan Christmas tree5

40

Diagnosis
Diagnosis PR ditegakan atas dasar, mulai dari anamnesis adanya
herald patch, disusul pada pemeriksaan ditemukan lesi khas oval

berskuama halus, ukuran lebih kecil, jumlah banyak, dengan


bagian tepi tersusun papul-papul miliar sehingga tampak agak
meninggi, aksis panjang lesi sejajar garis kulit sehingga kalau di
punggung menyerupai christmas tree.2

41

Diagnosis banding
1.Tine Korporis
2.Drug eruption

3.Dermatitis numularis
4.Sifilis stadium II
42

Pemeriksaan Laboratorik
Pemeriksaan darah rutin umumnya normal dan tidak
dianjurkan untuk diperiksa, namun kadang ditemukan
lekositosis, neutrofilia, basofilia, limfositosis, dan

peningkatan ringan laju endap darah.2

43

Pengobatan
Simtomatik,
Gatal-gatalnya dapat diberikan sedativa
obat tipikal bedak asam salisilat yang dibubuhi mentol 1% .1
Atau dapat pula diberikan losio calmin, atu losio yang
mengandung camphor, menthol.
Dargo dkk memberikan asiklovir 5 X 800 mg/hari selama 1

pekan mempercepat resolusi.2

44

Prognosis
Prognosis pada penderita Pitiriasis Rosea adalah baik
karena penyakit ini bersifat self limited disease sehingga
dapat sembuh spontan dalam waktu 3-8 minggu.1

45

DAFTAR PUSTAKA
1.Djuanda, A. Pitiriasis rosea. Dalam : Djuanda A, Hamzah M, Aisah S, editor . Ilmu
Penyakit Kulit dan Kelamin. FKUI. Jakarta , 2011, edisi ke-6.
2.Dr .H. Prof. Soenarto Kartowigno, SpKK (K).Sepuluh Besar Kelompok Penyakit
Kulit. Unsri Press. Palembang. 2012, edisi ke-2.
3.Lichenstein, A. Pityriasis Rosea. Diunduh dari www. Emedicine.com
4.Blauvelt, Andrew. Pityriasis Rosea In: Dermatology in General Medicine
Fitzpatricks. The McGraw-Hill Companies, Inc. 2008; 362-265.

5.Sterling, J.C. Viral Infections. In : Rooks textbook of dermatology.7th ed. 2004.


25.79-82.

46

TERIMA KASIH

47