Anda di halaman 1dari 14

Screening pada Lansia

Pengertian Screening
Screening adalah suatu strategi yang digunakan

dalam suatu populasi untuk mendeteksi penyakit


pada individu tanpa tanda-tanda atau gejala
penyakit itu, atau suatu usaha secara aktif untuk
mendeteksi atau mencari penderita penyakit
tertentu yang tampak gejala atau tidak tampak
dalam suatu masyarakat atau kelompok tertentu
melalui suatu tes atau pemeriksaan yang secara
singkat dan sederhana dapat memisahkan mereka
yang sehat terhadap mereka yang kemungkinan
besar menderita, yang selanjutnya diproses melalui
diagnosis dan pengobatan.

Screening pada Lansia


Screening pada dapat didefinisikan sebagai

pelaksanaan prosedur sederhana dan cepat untuk


mengidentifikasikan dan memisahkan lansia yang
tampaknya sehat, tetapi kemungkinan beresiko
terkena penyakit, dari lansia yang mungkin tidak
terkena penyakit tersebut

Macam macam Screening


Penyaringan Massal (Mass Screening)

Penyaringan Multiple
Penyaringan yg. Ditargetkan
Penyaringan Oportunistik

Pemeriksaan uji tapis (screening test)


pada sekelompok individu yang tampak sehat dilakukan

pemeriksaan (tes) dan hasil tes dapat positif dan negatif.


Individu dengan hasil negatif pada suatu saat dapat
dilakukan tes ulang sedangkan pada individu dengan
hasil tes positif dilakukan pemeriksaan diagnostik yang
lebih spesifik dan bila hasilnya positif dilakukan
pengobatan secara intensif sedangkan individu denga
hasil tes negatif dapat dilakukan tes ulang dan
seterusnya sampai semua penderita terjaring. Hal ini
secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut :

Aplikasi Rumus Screening Test :


Tahap 1 : melalukan pemeriksaan terhadap kelompok

penduduk yang dianggap mempunyai resiko tinggi


menderita penyakit.
Apabila hasil negatif, dianggap orang tersebut tidak
menderita penyakit.
Apabila hasil positif dilakukan pemeriksaan tahap 2
Tahap 2 : pemeriksaan diagnostic
Hasilnya positif maka dianggap sakit dan mendapat
pengobatan.
Hasilnya negatif maka dianggap tidak sakit (dilakukan
pemeriksaan ulang secara periodik).

Tabel Cek Screening

Hasil tes

Keadaan Penderita
Sakit

Tidak sakit

Jumlah

Positif

a+b

Negatif

c+d

Jumlah

a+c

b+d

Keterangan:
a = positif benar
b = Positif semu
c = negatif semu
d = negatif benar
N = a+b+c+d

Kriteria Evaluasi
Untuk menilai hasil uji tapis dibutuhkan kriteria seperti
berikut :
VALIDITAS
Validitas adalah kemampuan tes / screening untuk
menuntukan individu mana yang benar sakit dan mana
yang tidak sakit. Indikator untuk menilai validitas hasil
screening adalah sensitivitas dan spesifisitas.

Sensitivitas
Spesifisitas
Positive Predictive Value (PPV)
Negative Predictive Value (NPV)
Nilai perkiraan kecermatan

RELIABILITAS

Pemeriksaan yg dilakukan berulang-ulang akan


menghasilkan sesuatu yg konsisten.
YIELD (hasil)
Yield merupakan istilah lain yang terkadang
digunakan untuk menyebut tes screening. Yield
adalah angka atau jumlah screening yang dapat
dilakukan suatu tes dalam suatu periode waktu,
jumlah penyakit yang dapat terdeteksi dalam proses
screening.

Contoh screening

Terimakasih

pertanyaan
Onika : utk klmok 2 : bedanya pengkajian

berdasarkan lansia dari WHO ?


Idun : kel 2 : lansia dan tgl di keluarga, tinggal pada
anak terakhir kel tsb, sudah ditempatkan pada
kondisi bgs, namun perhatian dari anak yg tinggal
dengannya itu berkurang, diagnose yg dapat diambil
?
Mei : kel 3 : kapan dilakukan screening lanisa?
Waktunya ? Urutan proses screening?
Nadia : kel 3 : jangka waktu pemeriksaan ulang pada
pemeriksaan negative ?

Rizki Fatimah : kel 2 : pengkajian system tubuh apa saja

yg dikaji ? Indikator normal tdk normal ? Perencanaan


pada intervensi brp hari ?
Dewi : kel 2 : askep pada lansia apakah sama seperti
askep lain ? Apakah dihitung 24 jam atau bagaimana ?
Bagaimana dengan evaluasi ?
Wowok ; kel 3 : macam screening lansia ? Ciri khas dari
masing masing ? Apa yg dimaksud negative semu , positif
semu ?
Ilmi : kel 3 : pendekatan dengan tepat screening tsb dan
supaya efektif yang biasanya lansia dengan
keterbatasannya ?