Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Al-Quran tidak lain adalah sebuah kitab suci, merupakan salah satu dari kitab-kitab
suci yang diturunkan oleh Allah SWT melalui wahyu kepada Nabi Muhammad SAW yang
berisikan garis besar pemahaman akan hakekat kemanusian dan alam sekitar kepada
manusia, apabila manusia sanggup menggunakan akalnya (rasio) dan tidak hanya
menggunakan hati nurani yang digunakan untuk menyatakan keyakinan terhadap tandatanda kebesaran Allah. Penggunan akal atau rasio ini pada dasarnya adalah untuk
memperteguh hati nurani (fitrah/dhamir) dalam dada manusia dalam meyakini
kebenaran yang disampaikan oleh Al-Quran bahwa tidaklah diciptakan segala sesuatu
itu sia-sia. Manusia, sosok makhluk kreasi sang Pencipta semesta alam, dikaruniai
kemampuan berpikir dan mengembangkan akalnya dalam memahami hakekat dirinya
sendiri dan alam sekitarnya. Al-Quran telah menambahkan dimensi baru terhadap studi
mengenai fenomena jagad raya dan membantu pikiran manusia melakukan terobosan
terhadap batas penghalang dari alam materi. Alam semesta yang amat luas adalah
ciptaan Allah, dan Al-Quran mengajak manusia untuk menyelidikinya, mengungkap
keajaiban dan kegaibannya, serta berusaha memanfaatkan kekayaan alam yang
melimpah ruah untuk kesejahteraan hidupnya. Jadi Al-Quran membawa manusia
kepada Allah melalui ciptaan-Nya dan realitas konkret yang terdapat di bumi dan di
langit.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu alquran dan ilmu pengetahuan ?
2. Apa saja istilah ilmu pengetahuan yang terdapat dalam alquran ?
3. Bagaimana alquran sebagai sumber ilmu pengetahuan itu ?

C. Tujuan Penulisan
1. Mengetahui pengertian alquran dan ilmu pengetahuan
2. Mengetahui istilah-istilah ilmu pengetahuan dalam alquran
3. Mengetahui bagaimana alquran sebagai sumber ilmu pengetahuan

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Alquran dan Ilmu Pengetahuan
Al-Quran secara ilmu kebahasaan berakar dari kata qaraa yaqrau quranan yang
berarti bacaan atau yang dibaca. Secara general Al-Quran didefinisikan sebagai
sebuah kitab yang berisi himpunan kalam Allah, suatu mukjizat yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad SAW. melalui perantaraan malikat Jibril, ditulis dalam mushaf yang
kemurniannya senantiasa terpelihara, dan membacanya merupakan amal ibadah.
Al- Quran adalah kitab induk, rujukan utama bagi segala rujukan, sumber dari segala
sumber, basis bagi segala sains dan ilmu pengetuhan, sejauh mana keabsahan ilmu
harus diukur standarnya adalah Al-Quran. Ia adalah buku induk ilmu pengetahuan, di
mana tidak ada satu perkara apapun yang terlewatkan, semuanya telah terkafer di
dalamnya yang mengatur berbagai asfek kehidupan manusia, baik yang berhubungan
dengan Allah (Hablum minallah); sesama manusia (Hablum minannas); alam, lingkungan,
ilmu akidah, ilmu sosial, ilmu alam, ilmu emperis, ilmu agama, umum dan
sebagainya.(Q.S. Al-anam: 38). Lebih lanjut Achmad Baiquni mengatakan, sebenarnya
segala ilmu yang diperlukan manusia itu tersedia di dalam Al-Quran
Al-Quran adalah wahyu Allah SWT yang merupakan mujizat yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW sebagai sumber hukum dan pedoman hidup bagi
pemeluk Islam dan bernilai ibadat yang membacanya.
Jadi, dapat dikatakan Al-Quran adalah sumber dari segalanya tentang apapun yang
diatur dan ditakdirkan Allah pada alam semesta ini.
Ilmu atau ilmu pengetahuan adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki,
menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan
dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti.
Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian
ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan (knowledge), tetapi merangkum sekumpulan
pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji
dengan seperangkat metode yang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari
sudut filsafat, ilmu terbentuk karena manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai
pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistemology.

B. Istilah Ilmu pengetahuan dalam Alquran


1. Al-ilm

Sains dan ilmu pengetahuan adalah merupakan salah satu isi pokok kandungan kitab
suci al-Quran. Bahkan kata ilm itu sendiri disebut dalam al-Quran sebanyak 105 kali,
tetapi dengan kata jadiannya ia disebut lebih dari 744 kali. Sains merupakan salah satu
kebutuhan agama Islam, betapa tidak setiap kali umat Islam ingin melakasanakan ibadah
selalu memerlukan penentuan waktu dan tempat yang tepat, umpamanya
melaksanakan shalat, menentukan awal bulan Ramadhan, pelaksanaan haji semuanya
punya waktu-waktu tertentu dan untuk mentukan waktu yang tepat diperlukan ilmu
astronomi. Maka dalam Islam pada abad pertengahan dikenal istilah sains mengenai
waktu-waktu tertentu. Allah telah meletakkan garis-garis besar sains dan ilmu
pengetahuan dalam al-Quran, manusia hanya tinggal menggali, mengembangkan
konsep dan teori yang sudah ada, antara lain sebagaimana terdapat dalam Q.S ArRahman: 55/33.
2. Al-aql
Kata akal menurut bahasa berarti mengikat dan menahan, seperti mengikat unta
dengan pengikat (al-iqal), dan menahan lidah dari berbicara. Ibnu Mandzur juga
berpendapat seperti ini, hanya ia menambahkan, selain berarti menahan (al-hijr) seperti
menahan hawa nafsu, kata al-aql berarti kebijakan (al-nuha), lawan dari lemah pikiran
(al-humq). Selanjutnya disebut bahwa al-aql juga mengandung arti kalbu (al-qalb) dan
kata aqala mengandung arti memahami. Arti asli dari aqala kelihatannya mengikat dan
mengekang. Orang dapat menahan darah panasnya di zaman jahiliyah disebut al-aqil,
karena ia dapat menahan amarahnya serta dapat mengambil sikap dan tindakan yang
berisi kebijakan dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.
Selain itu menurut Ibrahim Madkour, akal juga dapat dipahami sebagai potensi
rohani untuk membedakan antara yang haq dan yang bhatil. Secara lebih jelas lagi, Abas
Mahmud al-Aqqad menjelaskan bahwa al-aql adalah pemahaman hawa nafsu. Dengan
akal manusia dapat mengetahui amanah dan kewajiban, akal adalah pemahaman dan
pemikiran, akal juga merupakan petunjuk yang membedakan hidayah dan kesesatan,
akal juga merupakan kesadaran batin yang berdaya tembus melebihi penglihatan mata.
Akal dalam pengertian ini, bukanlah otak sebagai salah organ tubuh, tetepi daya pikir
yang terdapat dalam jiwa manusia. Akal dapat memperoleh ilmu pengetahuan dengan
memperhatikan alam sekitarnya. Akal sebagai daya pikir adalah aktivitas otak dengan
data empirik sesuai dengan eksperience dan kecerdasan untuk mendapatkan tujuan,
atau mendapatkan hujjah atau menghilangkan kendala. Data empirik adalah sesuatu
yang bisa dilihat atau disaksikan dan dibuktikan, dan eksperience adalah pengetahuan
yang diperoleh manusia sesuai dengan fakta empirik dan melalui metodologi ilmiah.
Adapun kecerdasan adalah gambaran tentang kemampuan dasar otak yang ada pada
manusia yang berbeda tingkatannya.
Kata aql dalam al-Quran terulang sebanyak 49 kali. Kecuali satu, semuanya datang
dalam bentuk fiil mudhari, terutama yang berambung dengan wawu jama seperti
dalam bentuk taqilun atau yaqilun. Kata kerja taqilun terulang sebanyak 24 kali dan
yaqilun sebanyak 22 kali, sedangkan kata kerja aqala, naqilu dan yaqilu masing-masing
satu kali.
3

3. Afalaa Taqilun
Yang paling mencolok dalam redaksi tersebut adalah penggunaan bentuk istifham
inkari pertanyaan negatif yang bertujuan memberikan dorongan yang membangkitkan
semangat. Bentuk redaksional Afalaa Taqilun terulang sebanyak 13 kali dalam Al-Quran.
Diantaranya adalah firman Allah SWT kepada Bani Israel sekaligus kecaman atas mereka,
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan
diri (kewajiban) mu sendiri, Padahal kamu membaca Al kitab (Taurat)? Maka tidaklah
kamu berpikir? (al-Baqarah: 44)
Perbuatan manusia yang bertentangan dengan pengetahuan-nya dan bertentangan
dengan perintah yang ia berikan kepada orang lain, tidak akan timbul kecuali dari orang
yang tidak lurus pemikirannya serta tidak matang akalnya. Manusia seperti ini bahkan,
boleh jadi memiliki gangguan psikis.

C. Alquran sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan


Al-Alaq ayat 1-5
Ayat Al-Quran yang pertama diturunkan kepada Rasulullah SAW menunjuk pada
keutamaan ilmu pengetahuan, yaitu dengan memerintahkannya membaca sebagai kunci
ilmu pengetahuan, dan menyebut qalam sebagai alat tranformasi ilmu pengetahuan.
Allah SWT berfirman:

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah


menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha
pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya. (QS. Al-Alaq ayat 1-5)
Surat yang pertama kali Allah turunkan dalam Al-Quran adalah surat Al-Alaq ayat 15. Di dalamnya Allah SWT menyebutkan nikmat-Nya dengan mengajarkan manusia apa
yang tidak ia ketahui. Hal itu menunjukkan kemuliaan belajar dan ilmu pengetahuan.
Ali Imran ayat 7
4

Artinya :
Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayatayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat)
mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan,
maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk
menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui
ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami
beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami".
Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang
berakal.
Pada ayat ini disebutkan mengenai ayat muhkamaat dan ayat mutasyaabihaat. Ayat
muhkamat adalah ayat-ayat yang makna dan maksudnya jelas seperti ayat "Qul
Huwwallahu Ahad" artinya Tuhan Maha Esa. Sedangkan ayat mutasyaabihaat adalah
ayat-ayat yang artinya rumit dan banyak sekali terdapat kemungkinan dalam ayat jenis
ini seperti, "Yadullohu fauqa aydihim", artinya tangan Allah berada di atas tangan
mereka.
Dari ayat ini dapat kita pahami bahwa sebagian ayat al-Quran memiliki makna dan
pengertian yang sangat tinggi. Hanya para cendekiawan yang sejati dan mencari
kebenaran yang punya jalan untuk memahami segala maksud Tuhan. Maka apa yang kita
tidak mengerti, janganlah kita ingkari dan selewengkan. Dan juga sebagian orang
menyebarluaskan akidah-akidah yang sesat dengan nama Islam dan al-Quran. Kita harus
cermat sehingga dapat mengambil air dari sumbernya yaitu penjelasan Nabi dan
keluarga sucinya.
Al-kahfi ayat 109

Artinya :

Katakanlah: `Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat


Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku,
meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)`
Ilmu adalah sesuatu yang tidak akan pernah ada ujungnya, ilmu itu tak terbatas.
Sungguh janji Allah itu tidak akan pernah meleset sedikit pun Walaupun hanya "setetes"
ilmu Allah yang diberikan kepada manusia, namun ia datang dalam berbagai variasi.
Oleh karena itu kita sebagai manusia hendaknya mensyukuri nikmat Allah dengan terus
berusaha mencari ilmu, karena sampai kapanpun menuntut ilmu itu wajib hukumnya,
Sesuai dengn sebuah kata mutiara Uthlubul ilmi minal mahdi ilal lahdi tuntutlah ilmu
dari buaian hingga alam kubur. Karena pada hakikatnya kehidupan kita tidak dapat
terpisahkan dari suatu pembelajaran, apa yang kita alami adalah pelajaran bagi kita.
Alquran sebagai sumber ilmu pengetahuan memiliki peranan yang sangat besar dalam
perkembangan ilmu pengetahuan saat ini.
Al-anam ayat 11 & Ali Imran ayat 137-138

Artinya :
Katakanlah (Muhammad), jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana
kesudahan orang-orang yang mendustakan itu.(QS. Al-anam : 11)

Artinya :
Sungguh, telah berlalu sebelum kamu Sunnah-sunnah (Allah), karena itu berjalanlah
kamu ke (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang yang
mendustakan (rasul-rasul). Inilah (Alquran) suatu keterangan yang jelas untuk semua
manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.(QS.
Ali Imran : 137-138)
Dari ketiga ayat diatas dapat kita ketahui bahwa sebenarnya Allah menyuruh kita
untuk berjalan dalam artian selalu menggali ilmu. Ilmu bisa diperoleh dari apa-apa yang
telah diperbuat oleh pendahulu kita. Allah menyuruh kita untuk bertebaran dimuka
bumi. Dengan mempelajari hal-hal yang baru kita akan semakin tau seberapa banyak hal
yang tidak kita tau selama ini.
Di dalam ayat-ayat al-Quran banyak dijelaskan tentang ilmu-ilmu pengetahuan,
diantaranya:

1. Manusia mengembangkan studi ilmu alam, fenomena-fenomena alam dan hasil


penelitian manusia tidaklah melenceng seperti apa yang diterangkan dalam alQuran, manusia meneliti tentang bentuk muka bumi dan segala yang berada
diatasnya seperti gunung-gunung dan sungai-sungai (QS. An-Nahl: 15, An-Naba: 6-7),
al-Quran juga memaparkan tentang laut dan segala sesuatu yang terdapat
didalamnya (QS. An-Nahl: 14, Fathir: 12, al-Furqan: 53, ar-Rahman: 19-21), al-Quran
menjelaskan fenomena alam di langit dan hubungannya dengan bumi (QS. Ar-Rum:
24, ar-Rad: 12-13).
2. Manusia menemukan ilmu tentang perbintangan / astronomi, namun al-Quran
sudah jauh menjelaskan tentang hal itu, seperti al-Quran menyebutkan langit yang
dipenuhi oleh bintang dan Planet (QS. Al-Hijr: 16), bintang sebagai petunjuk bagi
manusia (QS. Al-Anam: 97), Matahari dan bulan serta menjelaskan hubungannya
dengan bumi dan kehidupan manusia (QS. Yunus: 5, al-Isra: 12, Fathir: 13).
3. Manusia mengembangkan Ilmu Botani (tumbuh-tumbuhan), dan al-Quran
menerangkan tentang air dan tumbuh-tumbuhan serta hubungan antara keduanya
dengan kehidupan manusia dan binatang (QS. As-Sajdah: 27), menjelaskan
tumbuhan dan masanya (QS. az-Zumar: 21), menjelaskan macam-macam buah (QS.
Al-Anam: 141, an-Nahl: 10-11).
4. Manusia mengembangkan ilmu Biologi, dan al-Quran menjelaskan asal kehidupan
binatang dan jenis-jenisnya (QS. An-Nur: 45), menjelaskan proses kehidupan
manusia dan tahapannya (QS. Al-Muminun: 12-14, al-Hajj: 5).
5. Al-Quran menyebutkan tentang kesehatan dengan melarang makan dan minum
berlebihan (QS. Al-Araf: 31) kemudian disusunlah Ilmu tentang Kedokteran.
6. Kemudian al-Quran menjelaskan semua (point 1-5) dalam satu ayat secara ilmiah,
seperti QS. Al-Baqarah: 164, dan al-Jatsiah: 3-5.
7. Al-Quran mengajak manusia untuk melakukan perjalanan (petualangan) di muka
bumi melalui darat atau laut agar bisa saling mengenal secara lebih dekat antara
berbagai suku, bangsa-bangsa dan kelompok yang ada di bumi (QS. Al-Hujurat: 13).
8. Al-Quran mendorong manusia untuk menceritakan tentang kisah-kisah kaum dan
suku bangsa terdahulu dengan tujuan untuk mengungkap kejadian yang mereka
alami (QS. Ar-Rum: 9, Ali Imran: 137, al-Ankabut: 20), maka kemudian disusunlah
ilmu geografi dan sejarah.bumi juga terdiri dari 7 lapisan seperti halnya langit yang
memiliki 7 lapisan.
Alquran sebagai sumber dari ilmu pengetahui telah disadari oleh banyak kalangan.
Bukan dari kalangan muslim saja bahkan kalangan non muslim pun mengakui bahwa banyak
penelitian yang telah dilakukan sekarang itu adalah berdasarkan dari ayat-ayat yang ada di
Alquran. Allah telah merencanakan semuanya dari awal, sekarang manusia hanya tinggal
membuktikannya dari segi sains dengan melakukan berbagai percobaan. Kita sebagai
generasi muda dan generasi harapan bangsa serta agama, telah seharusnya kita menuntut
ilmu pengetahuan. Bukan hanya generasi muda, generasi tua pun juga. Karena tidak ada
kata terlambat dalam menuntut ilmu pengetahuan. Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban
bagi umat islam. Terutama Ilmu Pengetahuan yang bersumberkan dari Al-Quran, kitab suci
7

umat islam. menuntut ilmu itu mulai sejak kita lahir sampai kita mau masuk dalam liang
lahat . dari kalimat ini berarti menegaskan kalau menuntut ilmu pengetahuan adalah suatu
kewajiban. Untuk anak-anak, peran orang tua sangat penting disini. Karena orangtualah
yang mengarahkan, mengajari serta mendidik anak-anaknya. Sebaiknya, sejak kecil orangtua
sudah menanamkan nilai-nilai islami kepada anaknya seperti diserah mengaji di TPA. Ilmu
pengetahuan sangat penting dalam islam. Ilmu tanpa Agama adalah buta, Agama tanpa
ilmu adalah lumpuh. Jadi kedua-duanya sangat diperlukan dalam kita mengarungi
kehidupan yang fana ini. Jadi, Al-Quran adalah sumber Ilmu Pengetahuan.

BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Alquran adalah kitab suci yang diturunkan Allah sebagai mukjizat bagi nabi Muhammad
untuk dijadikan pedoman bagi umat manusia. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang
telah dibuktikan dan diteliti secara teoritis. Dari alquran lah segala ilmu pengetahuan
berasal. Di dalam alquran, istilah ilmu pengetahuan digambarkan sebagai al-ilm, al-aql, dan
Afalaa Taqilun. Ilmu tidak akan ada batasnya, teruslah mencari ilmu sampai ke negeri Cina.
Allah pun menyuruh umat manusia untuk menjelahi segenap penjuru bumi untuk menggali
ilmu. Maka dari itu sebagai generasi muda teruslah menuntut ilmu. Ilmu pengetahuan
sangat penting dalam islam. Ilmu tanpa Agama adalah buta, Agama tanpa ilmu adalah
lumpuh. Jadi kedua-duanya sangat diperlukan dalam kita mengarungi kehidupan yang fana
ini. Jadi, Al-Quran adalah sumber Ilmu Pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA
Hulu, Nasrianto Rokan. (2013). Alquran sumber ilmu pengetahuan. [Online] Tersedia:
http://cyberdakwah.com/2013/08/al-quran-sumber-ilmu-pengetahuan/. [2 Oktober 2014]
Multazam, Ahmad. (2013). Alquran sebagai sumber ilmu pengetahuan. [Online]. Tersedia:
http://multazam-einstein.blogspot.com/2013/06/al-quran-sebagai-sumber-ilmupengetahuan.html. [2 Oktober 2014].
Nabawi, Thibbun. (2011). Tafsir surat ali Imran ayat 7. Tersedia:
http://thibbunnabawiblog.blogspot.com/2011/04/tafsir-surat-ali-imran-ayat-ke-7.html [2
Oktober 2014]
Rafikhalif, Dinar. (2013). Ayat-ayat alquran yang telah diterapkan menjadi Ilmu Pengetahuan
Sepanjang Masa. [Online]. Tersedia: http://dinarmagzz.blogspot.com/2013/05/ayat-ayat-alquran-yang-telah-terbukti.html. [2 Oktober 2014]
Silfaaz. (2011). Alquran sumber ilmu pengetahuan. [Online]. Tersedia:
http://silfaaz.wordpress.com/2011/08/02/al-quran-sumber-ilmu-pengetahuan/. [2 Oktober
2014].
Solihin, Rahmat. (2013). Alquran dan ilmu pengetahuan. [Online]. Tersedia:
http://taqwadanberiman.blogspot.com/2013/04/al-quran-dan-ilmu-pengetahuan.html. [2
Oktober 2014].

10