Anda di halaman 1dari 7

MUSIM KEMARAU

Secara ke ilmuan dan teori, saat ini kita sudah masuk ke musim kemarau. Dimana musim
kemarau datang pada awal tahun dan berakhir pada pertengahan tahun. Namun dengan
berubahnya iklim di kutub utara yang semakin memanas sekarang, musim mengalami
pergeseran. Saat ini, walaupun sudah memasuki musim kemarau adakalanya tiba-tiba turun
hujan. Perubahan cuaca yang tidak menentu ini harus membuat kita harus selalu waspada
terhadap kesehatan kita.
Dalam kesempatan ini, penulis mencoba memberikan beberapa informasi dan tips bagaimana
cara menghadapi penyakit yang mungkin timbul akibat datangnya musim kemarau. Penyakitpenyakit yang mungkin timbul antara lain:
1. Penyakit saluran pernapasan berupa diare dan kolera. Tindakan untuk mencegahnya yaitu
mengatur pola hidup sehat seperti menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal dan makanan
yg dikonsumsi. Membiasakan cuci tangan sebelum makan dan tidak jajan sembarangan.
2. Penyakit kulit akibat air yang bersih yang terbatas. Penyakit kulit antara lain gatal-gatal, bisul
bahkan borok. Cara menghadapinya yaitu dengan menggunakan dan mengkonsumsi air bersih
untuk kegiatan sehari-hari.
3. Penyakit infeksi saluran kemih. Diakibatkan dari cuaca panas yang tidak diimbangi dengan
konsumsi air yang banyak. Konsumsi air yang kurang mengakibatkan air seni lebih kental yang
kemudian menjadi cikal bakal penyusunan batu air seni. Untuk menanggulanginya perbanyak
konsumsi minum air putih disaat musim kemarau.
4. Radang hidung dan sesak nafas yang diakibatkan banyaknya debu yang berterbangan akibat
lingkungan yang kering. Resiko infeksi saluran pernafasan dapat dicegah dengan cara
menggunakan masker saat beraktifitas diluar ruangan.
5. Penyakit mata merah akibat udara kering dan debu yang berterbangan. Mata merah bisa terjadi
akibat dari suatu benda asing yang menempel di bola mata dan mata kita pun akan terangsang
untuk mengeluarkan air mata dan sedikit bola mata berubah warna kemerahan. Untuk mengatasi
infeksi/iritasi mata ini pergunakan obat tetes mata sebagai obat antibiotic untuk mencegah
peredaran penyakit yang mungkin timbul dari benda asing yg masuk kemata tersebut.
Sekian informasi berbagai macam penyakit yang mungkin timbul akibat musim kemarau berikut
tips sederhana menghadapinya. Tetap ikuti kami di Facebook dan Twitter terimakasih.(hro/cen)
MUSIM PANCAROBA
Bulan-bulan sekarang ini di Indonesia dikenal dengan bulan pancaroba. Yaitu bulan dimana
cuacanya sering berganti-ganti alias tidak tentu. Seringkali panas dan hujan. Akibatnya kondisi
kesehatan kita terganggu. Hal ini terlihat dengan munculnya berbagai macam penyakit yang
sering menyertai kita di musim pancaroba.

Musim pancaroba adalah musim panennya berbagai macam penyakit, mulai dari yang ringan
hingga yang berat. Biasanya, ketika pancaroba, banyak di antara kita yang terserang berbagai
macam penyakit. Tak jarang berakibat pada kematian bila tidak ditangani dengan baik. Kalaupun
tidak sampai merenggut nyawa, penyakit yang diderita saat musim pancaroba tersebut bisa
mengganggu aktivitas keseharian kita.
Ini
adalah
1. Diare

10

penyakit

yang

muncul

saat

musim

pancaroba

Gejala yang biasanya ditemukan adalah buang air besar terus menerus disertai dengan rasa mulas
yang berkepanjangan, dehidrasi, mual dan muntah. Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa
infeksi virus tetapi juga seringkali akibat dari racun bakteria.
2.

Influenza

Influenza, yang lebih dikenal dengan sebutan flu, merupakan penyakit menular yang disebabkan
oleh virus RNA dari famili Orthomyxoviridae (virus influenza), yang menyerang unggas dan
mamalia. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorok,
nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum. Influenza
dapat menimbulkan mual, dan muntah, terutama pada anak-anak. Biasanya, influenza ditularkan
melalui udara lewat batuk atau bersin.

3.

Kanker Kulit

Di musim panas ini, sinar matahari bersinar dengan terik. Teriknya sinar matahari di satu sisi
menyehatkan karena banyak mengandung vitamin D yang berguna untuk pembentukan kalsium.
Di sisi lain sinar matahri bisa berbahaya karena mengandung ultraviolet. Nah, Salah satu bagian
tubuh yang terkena paparan langsung sinar matahari adalah kulit. Paparan matahari yang
mengandung sinar ultraviolet ternyata sangat berbahaya bagi kulit manusia. Sinar ultraviolet
pada sinar matahari bisa menyebabkan kanker.
Seperti diketahui kanker merupakan sebuah penyakit dimana terjadi pembelahan sel-sel yang
berlebihan, pembelahan yang tak terkendali ini akan menyerang jaringan biologis tubuh. Maka
dari itu kanker baik jenis apapun harus dihindari terlebih lagi kanker kulit. Apalagi pemicu
kanker kulit adalah sinar matahari yang pastinya setiap hari kita terkena paparan secara langsung.
Kanker kulit biasanya ditandai dengan kulit kasar, mudah berdarah, terjadi perubahan warna
pada kulit dan timbul rasa gatal dan nyeri pada kulit.
Sebenarnya kanker kulit ini bisa dihindari oleh manusia, cara menghindari yaitu dengan
menghindari paparan sinar matahari secara langsung. Atau menggunakan sun block.
4.

Jerawat

Di musim panas ini apakah anda sering mengkonsumsi es krim sebagai pelepas dahaga ? Jika ya,
maka es krim yang banyak mengandung lemak bisa memicu jerawat pada wajah, bahu, dada atas
dan punggung atas. Jerawat atau yang dikenal dengan sinonim agne vulgasri, merupakan sebuah
pembengkakan kulit yang kadang disertai dengan rasa sakit dan gatal. Jerawat sebenarnya tidak
muncul pada musim kemarau saja. Karena jerawat bisa dipicu oleh berbagai makanan yang
mengandung lemak seperti gorengan dan kacang serta makanan lain. Penanganannya pun
sederhana, kita dianjurkan untuk selalu membersihkan wajah sehabis melakukan aktivitas
pekerjaan. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit mengenai penanganan
tingkat lanjut bila kulit kita berjerawat.
5.

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

Yang termasuk gejala dari ISPA adalah badan pegal pegal (myalgia), beringus (rhinorrhea),
batuk, sakit kepala, sakit pada tengorokan. Penyebab terjadinya ISPA adalah virus, bakteri dan
jamur. Kebanyakan adalah virus. Diagnosis yang termasuk dalam keadaan ini adalah, rhinitis,
sinusitis, faringitis, tosilitis dan laryngitis.
6.

Demam Berdarah

Demam berdarah (DB) adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus dengue, yang
masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, misalnya Aedes
aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit yang sudah banyak memakan korban jiwa ini
mempunyai gejala seperti demam tinggi, rasa nyeri pada tulang, munculnya bintik merah pada
kulit, serta pendarahan dari hidung dan telinga.
7.

Chikungunya

Chikungunya merupakan penyakit sejenis demam virus yang disebabkan alphavirus yang
disebarkan oleh gigitan nyamuk dari spesies Aedes aegypti. Gejala utama terkena penyakit
Chikungunya adalah tiba-tiba tubuh terasa demam diikuti dengan linu di persendian. Bahkan,
karena salah satu gejala yang khas adalah timbulnya rasa pegal-pegal, ngilu, juga timbul rasa
sakit pada tulang-tulang, ada yang menyebutnya sebagai demam tulang atau flu tulang.

8.

Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit akibat bakteri Leptospira sp. yang dapat ditularkan dari hewan ke
manusia atau sebaliknya (zoonosis). Leptospirosis merupakan penyakit yang dapat ditularkan
melalui air (water borne disease. Urin (air kencing) dari individu yang terserang penyakit ini
merupakan sumber utama penularan, baik pada manusia maupun pada hewan. Kemampuan
Leptospira untuk bergerak dengan cepat dalam air menjadi salah satu faktor penentu utama ia
dapat menginfeksi induk semang (host) yang baru.
Hujan deras akan membantu penyebaran penyakit ini, terutama di daerah banjir. Gerakan bakteri
memang tidak memengaruhi kemampuannya untuk memasuki jaringan tubuh namun mendukung
proses invasi dan penyebaran di dalam aliran darah induk semang. Di Indonesia, penularan
paling sering terjadi melalui tikus pada kondisi banjir. Keadaan banjir menyebabkan adanya
perubahan lingkungan seperti banyaknya genangan air, lingkungan menjadi becek, berlumpur,
serta banyak timbunan sampah yang menyebabkan mudahnya bakteri Leptospira berkembang
biak.

Air kencing tikus terbawa banjir kemudian masuk ke tubuh manusia melalui permukaan kulit
yang terluka, selaput lendir mata dan hidung. Sejauh ini tikus merupakan reservoir dan sekaligus
penyebar utama Leptospirosis karena bertindak sebagai inang alami dan memiliki daya
reproduksi tinggi. Beberapa hewan lain seperti sapi, kambing, domba, kuda, babi, anjing dapat
terserang Leptospirosis, tetapi potensi menularkan ke manusia tidak sebesar tikus.

MUSIM HUJAN
Curah hujan yang tinggi bisa mengakibatkan banjir. Karena itu, masyarakat waspadalah terhadap
beberapa penyakit yang kerap muncul di saat banjir. Ada tujuh penyakit yang umumnya dialami korban

banjir.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL)
Kemenkes Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, dalam rilis Kemenkes yang
diterima
Liputan6.com,
Selasa
(14/1/2014).
Ketujuh

penyakit

itu

adalah

1.

:
Diare

Pada saat banjir, sumber-sumber air minum masyarakat, khususnya sumber air minum dari sumur
dangkal akan banyak ikut tercemar. Di samping itu pada saat banjir biasanya akan terjadi pengungsian di
mana fasilitas dan sarana serba terbatas termasuk ketersediaan air bersih. Itu semua menjadi potensial
menimbulkan
penyakit
diare
disertai
penularan
yang
cepat.
2.

Demam

Berdarah

Pada saat musim hujan, biasanya akan terjadi peningkatan tempat perindukan nyamuk aedes aegypti
yaitu nyamuk penular penyakit demam berdarah. Hal ini dikarenakan pada saat musim hujan banyak
sampah misalnya kaleng bekas, ban bekas serta tempat-tempat tertentu terisi air dan terjadi genangan
untuk beberapa waktu. Genangan air itulah akhirnya menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk
tersebut. Dengan meningkatnya populasi nyamuk sebagai penular penyakit, maka risiko terjadinya
penularan
juga
semakin
meningkat.
3.

Leptospirosis

Penyakit leptospirosis disebabkan oleh bakteri yang disebut leptospira. Penyakit ini termasuk salah satu
penyakit zoonosis, karena ditularkan melalui hewan/binatang. Di Indonesia hewan penular terutama
adalah tikus melalui kotoran dan air kencingnya. Pada musim hujan terutama saat terjadi banjir, maka
tikus-tikus yang tinggal di liang-liang tanah akan ikut keluar menyelamatkan diri.
Tikus tersebut akan berkeliaran di sekitar manusia di mana kotoran dan air kencingnya akan bercampur
dengan air banjir tersebut. Seseorang yang ada luka, kemudian bermain/terendam air banjir yang sudah
tercampur dengan kotoran/kencing tikus yang mengandung bakteri lepstopira, maka orang tersebut
potensi
dapat
terinfeksi
dan
akan
jatuh
menjadi
sakit.
4.

Infeksi

Saluran

Pernapasan

Akut

(ISPA)

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat berupa bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya. Gejala
utama dapat berupa batuk dan demam, kalau berat dapat / mungkin disertai sesak napas, nyeri dada dll.
5.

Penyakit

kulit

Penyakit kulit, dapat berupa infeksi, alergi atau bentuk lain pada musim banjir maka masalah utamanya
adalah
kebersihan
yang
tidak
terjaga
baik.
6.

Penyakit

saluran

cerna

lain

Penyakit saluran cerna lain, misalnya demam tifoid. Dalam hal ini juga faktor kebersihan makanan
memegang
peranan
penting.
7.

Perburukan

penyakit

kronik

yang

mungkin

memang

sudah

diderita

Selain itu juga perlu diperhatikan perburukan penyakit kronik yang mungkin memang sudah diderita. Hal
ini terjadi karena penurunan daya tahan tubuh akibat musim hujan berkepanjangan, dan apalagi bila
banjir berhari-hari.

Anda mungkin juga menyukai