Anda di halaman 1dari 14

MANAJEMEN KORPORASI

ANALISIS CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY


PADA PT HM SAMPOERNA TBK

Disusun Oleh :
1.
2.
3.
4.

Dewi Wardani
Dimas Agree
Setio Saputro
Sylvana Nur Cahyantika

D0111027
D0111031
D0111077
D0111081

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik


Universitas Negeri Sebelas Maret
Surakarta
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Maraknya peristiwa kerugian yang dialami oleh suatu komunitas
masyarakat karena kerusakan lingkungan hidup tempat mereka tinggal akibat
beroperasinya suatu perusahaan makin menimbulkan keresahan masyarakat

terhadap

keberadaan

semata-mata

hanya

suatu perusahaan. Apakah perusahaan memang didirikan


untuk

mengejar

keuntungan,

yaitu keuntungan

para

pemegang sahamnya dan mengabaikan kepentingan masyarakat sekitar dan


lingkungan hidup di mana perusahaan menjalankan aktifitas bisnisnya? Apa
sebenarnya yang menjadi tujuan didirikannya suatu perusahaan? Dari asal katanya,
company (perusahaan) berasal dari dua kata dalam bahasa Latin (cum dan panis)
yang berarti memecahkan roti bersama-sama. Karena itu, ide asli dari pembentukkan
suatu perusahaan sebenarnya memiliki konotasi

komunal/sosial. Dari asal kata

tersebut, menarik untuk menyimak pendapat dari Dave Packard (co-founder dari
Hewlett Packard Company) mengenai tujuan berdirinya suatu perusahaan:
I think many people assume, wrongly, that a company exist simply to make
money. While this is an important result of a companys existence, we have to go
deeper and find the real reasons for our being. As we investigate this, we
inevitably came to the conclusion that a group of people get together and exist
as an institution that we called a company so that they are able to accomplish
something collectively that they could not achieve separately - they make
contribution to the society, a phrase which sounds trite but is fundamental.
Karena itu, sebenarnya, berdirinya suatu perusahaan tak terlepas dari
peran perusahaan tersebut terhadap masyarakat sekitarnya. Seperti dikatakan oleh
B. Tamam Achda, memang diakui bahwa di satu sisi sektor industri atau korporasi
skala besar

telah banyak memberikan kontribusi

bagi pertumbuhan

ekonomi

nasional tetapi di sisi lain, eksploitasi sumber-sumber daya alam oleh industri
telah menyebabkan terjadinya degradasi
lingkungan yang parah.
Hal inilah yang menjadikan Corporate Social Responsibility (CSR) PT.
HM. Sampoerna dan penting dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan. Tulisan di
bawah

ini

hendak

membahas mengenai program-program CSR PT. HM.

Sampoerna Tbk dan Manfaat dari CSR tersebut bagi perusahaan dan masyarakat.
B. Rumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, dapat diambil rumusan masalah yaitu
Bagaimana Program Corporate Social Responsibility PT. HM. Sampoerna Tbk
terhadap masyarakat dan apa manfaatnya?

BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN CSR
Ada banyak definisi yang diberikan untuk konsep CSR. Dari kata-kata
corporate, social dan responsibility yang terkandung dalam istilah ini maka
CSR

dapat

didefinisikan

sebagai tanggung jawab yang dimiliki oleh suatu

perusahaan terhadap masyarakat di mana perusahaan tersebut berdiri atau


menjalankan usahanya.

Kamus online Wikipedia mendefinisikan CSR sebagai suatu konsep


bahwa suatu organisasi (khususnya, tapi tidak terbatas pada perusahaan) memiliki
kewajiban untuk memperhatikan kepentingan pelanggan, karyawan, pemegang
saham, komunitas dan pertimbangan-pertimbangan ekologis dalam segala aspek
dari usahanya.
Berdasar pada Trinidad and Tobaco Bureau of Standards (TTBS)
menyatakan bahwa CSR diartikan sebagai komitmen usaha untuk bertindak secara
etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi untuk peningkatan ekonomi bersamaan
dengan peningkatan kualitas hidup dari karyawan dan keluarganya, komuniti lokal,
dan masyarakat secara lebih luas (Sankat, Clement K, 2002) dalam Budimanta Arif
(2008:76)
Sedangkan

Schermerhorn

secara singkat mendefinisikannya

sebagai

kewajiban dari suatu perusahaan untuk bertindak dalam cara-cara yang sesuai
dengan kepentingan perusahaan tersebut dan kepentingan masyarakat secara luas.
The International Organization of Employers (IOE) mendefinisikan CSR
sebagai

"initiatives

by companies

voluntarily

integrating

social

and

environmental concerns in their business operations and in their interaction


with their stakeholders."
Dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa pertama, CSR merupakan
tindakan perusahaan yang bersifat sukarela dan melampaui kewajiban hukum
terhadap

peraturan

perundang-undangan

Negara.

Kedua,

definisi

tersebut

memandang CSR sebagai aspek inti dari aktifitas bisnis di suatu perusahaan
dan melihatnya sebagai suatu alat untuk terlibat dengan para pemangku kepentingan.
Definisi yang diterima luas oleh para praktisi dan aktivis CSR adalah
definisi menurut The World Business Council for Sustainable Development bahwa
CSR merupakan suatu komitmen terus-menerus dari pelaku bisnis untuk berlaku
etis dan untuk memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi sambil
meningkatkan kualitas hidup para pekerja dan keluarganya, juga bagi komunitas
lokal dan masyarakat pada umumnya.
Dari
definisi
ini
kita melihat pentingnya

sustainability

(berkesinambungan / berkelanjutan), yaitu dilakukan secara terus-menerus untuk


efek jangka panjang dan bukan hanya dilakukan sekali-sekali saja.
B. Sampoerna Foundation

Sampoerna Foundation (SF) adalah sebuah organisasi filantropi profesional


yang berdedikasi untuk menciptakan pemimpin Indonesia yang kompeten dan
bermoral melalui pendidikan berkualitas. Sejak tahun 2001 SF telah memberikan
lebih dari 32,000 beasiswa dari tingkat SD hingga S2, baik di dalam maupun luar
negeri, kepada siswa yang memiliki kemampuan terbaik namun mengalami kesulitan
keuangan.
Sejak tahun 2005, SF juga mengolah program pengembangan sekolah
dengan mengadopsi 17 sekolah dan 5 madrasah di Sumatra, Jawa, Kalimantan,
Sulawesi dan Bali. Program ini memiliki tujuan positif yang tidak hanya ditujukan
untuk siswa, tetapi ditujukan juga untuk guru, kepala sekolah dan sistem pendidikan.
Pada tahun 2006, SF telah meluncurkan SF Teacher Institute (SFTI) dan
menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan). Pada tahun 2009,
SF akan meluncurkan program sekolah bertaraf internasional berasrama, Sampoerna
Academy. Di triwulan keempat tahun 2007, SF memperoleh sertifikasi ISO 9000,
sertifikat sistem kualitas manajemen yang bertaraf internasional. Visi dan Misi dari
SF adalah :
Visi :
Bersama-sama kita menciptakan pemimpin yang kompeten dan berbudi
luhur melalui pendidikan berkualitas tinggi.

Misi :
Membuat model percontohan pendidikan yang berkesinambungan agar dapat
menjamin pengembangan pelayanan pendidikan yang bermutu tinggi.
Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan dan menggalang kemitraan
dengan semua pihak agar dapat berpartisipasi demi tercapainya pendidikan
berkualitas.
Menyediakan akses pendidikan untuk generasi muda yang berprestasi agar dapat
meneruskan pendidikannya sehingga dapat memaksimalkan potensi yang ada di
dalam diri masing-masing.
Mempertahankan professionalisme dan sikap bertanggung jawab dalam
melaksanakan kegiatan operasional secara efektif serta efisien dalam penggunaan
dana, sumber daya serta pengadaan mekanisme penjagaan mutu.

C. Kegiatan CSR PT HM Sampoerna Tbk


Sebagai salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, tentunya Sampoerna
juga memiliki tanggung jawab yang besar atas limbah yang dihasilkan dari efek
produksi rokok selama bertahun-tahun. Sampoerna memiliki kesadaran yang tinggi
untuk melakukan tanggung jawab sosial pada masyarakat. Kegiatan CSR inilah yang
nantinya akan menjadi jembatan dalam menjalin hubungan baik dengan lingkungan
dan komunitas. Kondisi seperti ini sangat penting untuk dijaga karena mempengaruhi
eksistensi perusahaan sendiri yang nantinya berkorelasi kuat dengan citra positif
perusahaan di mata masyarakat secara luas.
Sampoerna sendiri memiliki berbagai program CSR yang baik dan
diaplikasikan secara maksimal sebagai bentuk tanggung jawab kepada segenap
masyarakat Indonesia di berbagai bidang. Wacana tanggung jawab sosial yang
diusung oleh Sampoerna adalah meningkatkan kondisi hidup di lingkungan tinggal
dan kerja para karyawan serta pada masyarakat petani yang memasok tembakau.
Sejumlah bidang utama yang dilakukan adalah pengentasan kemiskinan, pendidikan,
pelestarian lingkungan dan penanganan bencana alam. Dalam tulisan ini, akan
dijelaskan satu-persatu mengenai masing-masing program CSR Sampoerna beserta
analisa kegiatan berdasarkan materi yang ada.
1. Penanggulangan Bencana
Bencana alam sangat rentan terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, terutama
dengan adanya perubahan iklim. Dalam partisipasinya untuk membantu
penanggulangan bencana di tanah air, Sampoerna telah membentuk Sampoerna
Rescue atau Tim SAR yang terdiri dari para relawan karyawan dan relawan
medis. Tim SAR sendiri dilengkapi dengan perahu, ambulans, truk pemadam
kebakaran, pembangkit listrik, unit medis berjalan, dapur umum dan penyuling
air bersih untuk memfasilitasi berbagai kebutuhan saat bencana terjadi.
Contohnya, ketika bencana gempa besar terjadi di Padang pada 30 September
2009, tim SAR bekerja dengan tim penanggulangan bencana lain dalam
memberikan bantuan medis, makanan dan mendirikan tempat penampungan
bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Pada April 2010, tim SAR
diturunkan untuk membantu korban banjir besar di Desa Sukaluyu dan Desa
Puserjaya, Kabupaten Karawang. Misi SAR di sini meliputi bantuan logistik
dan pemberian sumbangan karyawan Sampoerna kepada 1.700 kepala

keluarga. Selain itu, tiap tahunnya tim SAR juga aktif melakukan berbagai
kegiatan kemanusiaan penting, termasuk kegiatan pembersihan sungai,
pencegahan kebakaran dan penyelamatan.
Analisa
Kegiatan CSR yang dilakukan oleh Sampoerna tersebut bersifat accidental
yang artinya hanya terjadi saat situasi bencana. Bantuan memang masih pada
batas Charity/ Donation dengan memberikan keperluan siap pakai dan tujuan
kegiatan memang bersifat jangka pendek/shorterm. Walaupun bantuan hanya
diberikan pada saat situasi yang mendesak dan unpredictable, bukan berarti
perencanaan yang dibuat dalam menyusun program terhitung buruk. Adanya
bantuan yang didonasikan kepada segenap korban memiliki manfaat yang
begitu besar dan nyata. Pembentukan Sampoerna Rescue yang konsisten
membantu penanganan bencana ditujukan untuk mewujudkan misi yang
spesifik serta relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Kegiatan CSR yang
seperti ini menunjukkan adanya keterlibatan langsung korporasi dalam
membantu korban bencana tanpa perantara. Mungkin banyak sekali korporasi
yang juga ikut andil dalam menangani bencana, namun sebagian besar hanya
bertahan di lokasi bencana ketika peristiwa itu sedang hangat diliput oleh
media massa. Dengan adanya hal tersebut Sampoerna sendiri melihat adanya
peluang (opportunity) untuk menjalankan program yang konsisten serta
berkelanjutan dalam menangani keperluan pasca bencana. Hal inilah yang
menjadikan Sampoerna memiliki nilai plus terkait konsistensinya membantu
masyarakat Indonesia.
2. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat
PT HM Sampoerna juga memiliki program CSR yang bertujuan meningkatkan
kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitar pabrik melalui pelatihan kegiatan
kewirausahaan. Pada tahun 2006, Pusat Pelatihan Kewirausahaan Sampoerna
(PPK Sampoerna) yang terletak di dekat pabrik yaitu daerah Sukorejo,
Pasuruan Jatim mulai beroperasi. PPK Sampoerna menyelenggarakan program
pendidikan dan pelatihan untuk mendorong pengembangan usaha kecil di
masyarakat yang tinggal di sekitar pabrik Sampoerna dan di sejumlah daerah
lain di Jawa Timur dan Lombok. Kegiatan ini juga ditujukan pada karyawan
yang akan pensiun serta adanya pemberian pinjaman usaha bergulir. Fasilitas

yang disediakan terhitung lengakap dan terpadu yang meliputi ruang pelatihan,
bengkel otomotif dan lahan peternakan serta pertanian percobaan.
Analisa
Sebagai perusahaan rokok yang yang mengeksplorasi hasil alam secara besarbesaran, misalnya pemetikan cengkih dan pemanfaatan tembakau yang berguna
dalam mencegah erosi, Sampoerna sadar betul akan tanggung jawab yang perlu
diberikan kepada komunitas sekitar. Program CSR ini sudah mengacu pada
resiko menajemen (CSR as Risk Management) mengenai eksplorasi alam
sebagai bahan baku produksi.
Program ini sangat baik dalam melakukan empowerment terhadap komunitas
di sekitar korporat karena strategi programnya yang tepat. Pendefinisian
masalah mengenai angka pengangguran yang meningkat membuat kegiatan ini
sangat bermanfaat. Pengalokasian berbagai sumberdaya yang dibutuhkan untuk
mendukung terselenggaranya kegiatan ini sangat diperhatikan, terlihat dengan
adanya macam-macam fasilitas yang disediakan. Target pesertapun tidak hanya
melibatkan komunitas sekitar namun juga karyawan yang nantinya akan
pensiun. Kegiatan yang diadakan juga dilakukan dengan bermitra dengan pihak
lain yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB) dalam perencanaan, pengoperasian,
serta pelatihan di PPK Sampoerna. Rentetan tahap yang dilakukan begitu jelas
dan mampu dilaksanakan oleh pihak perusahaan untuk mewujudkan tujuan
awal yaitu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya di
lingkungan sekitar perusahaan.
3. Keberlangsungan Lingkungan
Kondisi alam di Indonesia semakin memprihatinkan, seperti kebakaran hutan
akibat penebangan liar ataupun hilangnya spesies jenis tanaman yang tidak
dilestarikan. Oleh karena itu Sampoerna melalui kerja sama dengan beberapa
organisasi lingkungan, turut mendukung Program Pelestarian tanaman
Mangrove di Surabaya serta penanaman kembali hutan di Pasuruan dan
Lombok untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan. Terbukti pada
bulan Mei 2010, Sampoerna menerima piagam penghargaan Wana lestari
dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia dalam acara yang diikuti
dengan penandatanganan nota kesepahaman untuk mendukung pengembangan
Hutan Tanaman Industri (HTI), Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan Hutan

Rakyat di Indonesia, untuk mendukung program Penanaman 1 Miliar Pohon


2010 Kementerian Kehutanan.
Analisa
Gerakan atau program kepedulian lingkungan seperti ini merupakan salah satu
program Toward environment untuk melestarikan lingkungan dari berbagai
eksploitasi alam atau pencemaran yang terjadi. Dapat dilihat bahwa kegiatan
ini tidak semata-mata dilakukan oleh Sampoerna sendiri, tetapi juga bermitra
dengan pemerintah secara langsung. Tujuan program ini sangat spesifik yaitu
concern terhadap lingkungan alam Indonesia terutama hutannya serta terukur
seberapa jauh batasan atau scope permasalahan pelestarian lingkungan yang
akan dilakukan. Adanya penghargaan yang didapat menunjukkan indikator
keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan awal dengan sukses.
Kesuksesan ini juga turut ditentukan dengan analisis fakta yang tepat yaitu
terkait dengan kampanye lingkungan yang sedang gencar disuarakan .

D. Manfaat Program CSR PT. HM Sampoerna Tbk Terhadap Perusahaan dan


Masyarakat
Sebagai perusahaan yang bertanggung jawab, PT HM Sampoerna Tbk.
Telah melaksanakan CSR, hal ini terbukti dari diterimanya penghargaan Corporate
Social Responsibility Award pada Tahun 2005 oleh PT HM Sampoerna Tbk. versi
majalah SWA (Sumber: Memorabilia PT HM Sampoerna Tbk.). Penghargaan ini
semakin berarti karena PT HM Sampoerna Tbk. Merupakan perusahaan rokok
pertama dan satu-satunya yang telah mendapatkan CSR Award. Keberhasilan
Program Corporate Social Responsibility merupakan hasil kerjasama PR PT HM
Sampoerna dengan berbagai pihak, salah satunya adalah community development.
Community development adalah kegiatan pengembangan masyarakat yang dilakukan
secara sistematis, terencana dan diarahkan untuk memperbesar akses masyarakat
guna mencapai kondisi sosial, ekonomi dan kualitas kehidupan yang lebih baik
apabila dibandingkan dengan kegiatan pembangunan sebelumnya. Seperti yang
diutarakan oleh Budimanta, Prasetijo, & Rudito, bahwa sarana yang dipergunakan
dalam rangka implementasi konsep corporate social responsibility adalah dengan
program community development, sehingga keberhasilan dalam program community
development adalah merupakansalah satu keberhasilan penerapan konsep social

responsibility (2004, p.128). Melalui profil program CSR Sampoerna dapat dilihat
bahwa program CSR yang telah dilakukan oleh Sampoerna meliputi berbagai sektor
kehidupan di dalam masyarakat, yakni: pendidikan, pemanfaatan potensi dan sumber
daya masyarakat sekitar, kesehatan, sosial dan budaya, pengembangan infrastruktur,
dan aspek strategis lainnya. Program CSR Sampoerna dibagi menjadi beberapa
program utama, yaitu: Sampoerna goes to campus, pendidikan, community
development, lingkungan, sosial, dan employee.
Harus diingat bahwa suatu perusahaan memiliki pihak internal dan
eksternal. Sebagai perusahaan dagang publik, sampoerna memiliki tanggung jawab
sosial, sebagai berikut:
1. Menyediakan sumber lapangan kerja dengan komitmen nyata pada diversitas
dalam perekrutan, promosi karir, dan gaji karyawan dari semua level.
2. Berupaya mendapatkan profit dan memberikan pendapatan yang masuk akal
bagi share holder-nya.
3. Menyusun dan memenuhi sasaran strategis yang memberikan pertumbuhan dan
daya saing jangka panjang.
4. Patuh dan menuruti aturan pemerintah berkenaan dengan aturan keamanan,
kesehatan, dan lingkungan kerja.
5. Menyisihkan sebagian pendapatan pertahun untuk tujuan filantropi (amal).
6. Mempertahankan standar operasi tiap Negara.
7. Berpartisipasi aktif dalam preses kebijaksanaan publik yang mempengaruhi
perusahaan, industri dan stakeholder lain.
Salah satu manfaat yang di dapat oleh PT. HM Sampoerna Tbk dalam
melakukan CSR ini adalah mendongkrak Citra Perusahaan dengan CSR, dimana
Sampoerna Foundation (SF) yang sampai saat ini telah memberikan lebih dari
18.300 beasiswa dari tingkat SD hingga S2, juga menjalankan School Quality
Improvement Program (SQIP) dengan mengadopsi enam sekolah di Sumatera,
Jawa, Kalimantan dan Bali. Di Aceh SF bekerjasama dengan mitra lokal dan
internasional menata kembali sistem pendidikan yang hancur. SF juga memfasilitasi
sektor swasta yang mendukung perkembangan pendidikan nasional melalui
program CSR dengan cara mengelola dana CSR dan memberkan akses magang di
perusahaa-perusahaan besar.
Tak hanya itu, SF bekerjasama dengan ITB mendirikan Sekolah Bisnis
Sampoerna School of Business and Management ITB (SSMB ITB) yang
menargetkan mahasiswa dari kalangan eksekutif dan pimpinan perusahaan. Yang
menarik, sekolah yang memulai program eksekutif Master of Business Management
10

(MBA) pada Februari mendatang ini lebih fokus pada analisis kasus-kasus
perusahaan baik lokal maupun luar negeri.
Program CSR yang baik, harus mencerminkan triple bottom line, yang
meliputi kegiatan ekonomi, sosial dan lingkungan. Dengan program yang baik,
perusahaan akan mendapatkan citra yang positif dari masyarakat dan secara tidak
langsung akan mendorong kinerja perusahaan. Jadi, ada tiga slogan yang harus dijaga
perusahaan, yakni people, planet, profit.
Menurut Sapto Handoyo Sakti, direktur komunikasi Sampoerna Foundation
yang dikutip dari koran online bahwa melalui program yang mereka lakukan ini
dapat membantu memperbaiki institusi pendidikan di Indonesia. Begitu seriusnya
mereka terhadap CSR, hingga ada dana alokasi khusus untuk itu. Tahun ini SF
mengalokasikan dana sebesar Rp 50 miliar untuk program perluasan akses dan
peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

11

BAB III
PENUTUP
A.

Kesimpulan
Dari definisi mengenai CSR tersebut dapat disimpulkan bahwa pertama,
CSR merupakan tindakan perusahaan yang bersifat sukarela dan melampaui
kewajiban hukum terhadap peraturan perundang-undangan Negara. Kedua,
definisi tersebut memandang CSR sebagai aspek inti dari aktifitas bisnis di
suatu perusahaan dan melihatnya sebagai suatu alat untuk terlibat dengan para
pemangku kepentingan.
CSR merupakan kepedulian perusahaan yang menyisihkan sebagian
keuntungannya (profit) bagi kepentingan pembangunan manusia (people) dan
lingkungan (planet) secara berkelanjutan berdasarkan prosedur (procedure) yang
tepat dan professional merupakan wujud nyata dari pelaksanaan CSR di Indonesia
dalam upaya penciptaan kesejahteraan bagi masyarakat Indonesia.
Sampoerna sendiri memiliki berbagai program CSR yang baik dan
diaplikasikan secara maksimal sebagai bentuk tanggung jawab kepada segenap
masyarakat Indonesia di berbagai bidang yaitu penanggulangan bencana,
pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan Keberlangsungan Lingkungan.
Salah satu manfaat yang di dapat oleh PT. HM Sampoerna Tbk dalam
melakukan CSR ini adalah mendongkrak Citra Perusahaan dengan CSR. Program
CSR yang baik, harus mencerminkan triple bottom line, yang meliputi kegiatan
ekonomi, sosial dan lingkungan. Dengan program yang baik, perusahaan akan
mendapatkan citra yang positif dari masyarakat dan secara tidak langsung akan
mendorong kinerja perusahaan.

B.

Saran dan Solusi


1. Pemerintah perlu mempertegas cakupan CSR yang diharapkan dari dunia
usaha. Hal ini dapat dimasukkan dalam Peraturan Pemerintah tentang
CSR.

Perlindungan

terhadap tenaga

kerja,

lingkungan

hidup,

dan

konsumen tidak perlu diatur lagi. Hal-hal tersebut telah diatur dalam
Undang-undang tersendiri sebagaimana telah disebutkan di atas. Yang perlu

12

dipertegas adalah bahwa CSR yang diharapkan haruslah kegiatan-kegiatan


yang dapat meningkatkan

kualitas

kehidupan dan

lingkungan

yang

bermanfaat bagi komunitas setempat maupun masyarakat pada umumnya.


Jadi, kegiatan CSR yang dilakukan haruslah membawa suatu peningkatan
dan bukannya memperbaiki kondisi belaka, apalagi karena kerusakan
akibat aktifitas bisnis tersebut. Juga mengenai aspek berkelanjutan dalam
pelaksanaan CSR tersebut.
2. Mengingat kemampuan setiap perusahaan tidaklah sama, maka diharapkan
juga keterlibatan dan partisipasi masyarakat, media massa serta LSM-LSM
untuk tidak menuntut semua perusahaan melakukan CSR dalam kapasitas dan
kualitas yang sama.
3. Perlu ditetapkan adanya institusi pemerintah tertentu untuk mengawasi dan
mengevaluasi pelaksanaan CSR ini secara obyektif.

13

DAFTAR PUSTAKA

Referensi Buku
Budimanta, Arif, Adi Prasetijo, Bambang Rudito. 2008. Corporate Social
Responsibility. Indonesia Center for Sustainable Development (ICSD)
Purnama, Ridwan. 2009. Aspek Hukum Dalam Bisnis. Pustaka Pribadi

Media Internet
http://www.scribd.com/doc/5083734/Manfaat-dari-program-csr
http://www.sampoernafoundation.org/content/view/434/280/lang,id/
http://www.xl.co.id/Korporat/TanggungJawabSosialPerusahaan/InternetSehat.aspx
http://images.anakperum.multiply.multiplycontent.com/attachment/0/SXFYgoKCn0AABxwuGM1/juki.htm?nmid=171189213
http://docs.google.com/gview?
a=v&q=cache:O8aqKx3uZskJ:digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/ikom/2007/jiunkpens-s1-2007-51402011-6773-sampoerna
chapter2.pdf+konsep+corporate+social+responsibility+pt+sampoerna+petra&hl=
id&gl=id
http://www.usaha-kecil.com/pengertian_csr.html

14