Anda di halaman 1dari 1

Kandungan NaCl dalam garam batang dengan metode mohr, berbeda

hasilnya dengan metode volhard. Hal ini diduga karena jumlah atau berat sampel
yang digunakan berbeda pada masing-masing ujinya. Selain itu, prinsip percobaan
pada masing-masing metode juga berbeda seperti pada metode volhard uji yang
dilakukan harus pada suasana asam, sedangkan metode mohr uji yang dilakukan
sampel harus berada dalam pH 6-10. Apabila pH lebih rndah dari pada 6 asam
kromat secara dominan terbentuk dalam larutan, jika pH nya lebih dari 10,
terbentuk kecoklatan akibat perak hidroksida yang mengganggu titik akhir titras
(Alam et al. 2012)
Batas bawah penentuan dan akurasi metode Volhard lebih baik daripada
titrasi Mohr. Mengenai kepekaan terhadap beberapa gangguan, titrasi Volhard
juga memiliki kelebihan tertentu. Keunggulan ini, bagaimanapun, kadang-kadang
diimbangi dengan prosedur yang lebih rumit dan kebutuhan dua reagen (Nollet
dan Gelder 2014). Sumber kesalahan pada metode volhard biasanya dalam titrasi
perak dengan tiosianat, beberapa perak akan diserap oleh endapan sehingga cepat
mengarah ke titik akhir titrasi. Kesulitan ini dapat diatasi dengan hanya
mengguncang campuran dengan agak cepat yang membantu untuk menghapus
reaksi perak dengan endapan (Alam et al. 2012). Sedangkan dalam kondisi yang
tepat metode mohr adalah akurat untuk konsentrasi Cl- rendah (Iqbal dan Satake
2003).
Alam M, Akhtar M, Asif H: 2012. Practical Pharmaceutical Analytical
Chemistry. India (IN): Elsevier Health Sciences. 2012.
Nollet LML, Gelder LSPD: Handbook Of Water Analysis. USA : CRC Press.
2014.
Iqbal SA, Satake SM: An Introduction To Analytical Chemistry. New Delhi
(IN): Discovery Publishing House. 2003.

Anda mungkin juga menyukai