Anda di halaman 1dari 7

RESENSI FILM

ANALYZE THIS

OLEH :
RATU SUCI ANGGRAINI H
030.10.232

BLOK MODUL KKD PERIODE 2013/2014


DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TRISAKTI
JAKARTA

ANALYZE THIS
A. Deskripsi Film
Sutradara

: Harold Ramis

Produser

: Billy Crystal, Bruce Berman, Chris Brigham

Penulis

: Kenneth Lonergan, Peter Tolan

Pemeran

: Robert De Niro sebagai Paul Vitti


Billy Crystal sebagai Dr. Ben Sobel
Lisa Kudraw sebagai Laura MacNamara Sobel
Chazz Palminteri sebagai Primo Sindone
Joe Viterelli sebagai Jelly
Joseph Rigano sebagai Dominic Manetta

Tanggal Rilis

: 5 Maret 1999

B. Deskripsi Tokoh
1. Paul Vitti
Paul Vitti adalah seorang boss mafia besar. Semanjak dua minggu sebelum datang
menemui psikiater Paul menjadi sangat emosional dan sering menangis tanpa alasana
didepan umum, tidak dapat melakukan tugasnya seperti membunuh, ia juga tidak mau
berkumpul seperti biasa bersama rekan mafia lainnya karena merasa tidak percaya
diri. Kemudian ia meminta Jelly untuk membawa dirinya ke psikater, Jelly
membawanya ke Dr Ben Sobel, dari sanalah diketahui bahawa semasa kecil Paul
pernah kehilangan tokoh penting dalam hidupnya yaitu ayahnya yang tewas
tertembak didepan dan tak lama sebelum ke psikater ia juga mengalami trauma
mendalam ia melihat sahabatnya Dominic tewas tertembak. Hal tersebut yang
mengakibatkan munculnya perubahan emosional dalam diri Paul Vitti.
2. Dr. Ben Sobel

Dr. Ben Sobel adalah seorang psikiater handal yang umumnya menangani pasien
dengan permasalahan rumah tangga, ia memiliki anak bernama Michael dan ayahnya
bernama Dr Issac Sobel. Dr Ben Sobel memiliki seorang tunangan bernama Laura
MacNamara dan merencanakan akan melakukan pernikahan dalam waktu dekat di
Miami. Tetapi orang tua ben tidak ingin menghadiri pernikahan mereka. Beberapa
saat sebelum pergi berlibur untuk melangsungkan acara pernikahannya, Dr. Sobel
kedatangan pasien bernama Paul Vitti yang meminta bantuan untuk disembuhkan dari
penyakitnya.

3. Laura MacNamara Sobel


Laura MacNamara adalah seorang reporter TV dan merupakan tunangan Dr. Ben
Sobel dan mereka akan menikah dalam waktu dekat di Miami. Laura awalnya tidak
setuju jika tunangannya menerima pasien bernama Paul Vitti karena ia tau Paul adalah
seorang mafia besar

4. Primo Sindone
Primo Sindone adalah teman

dan saingan mafia dari Paul, ia ingin merebut

kekuasaan yang diduduki oleh Paul Vitti. Ia juga hampir membunuh Paul vitti tapi
gagal.
5. Jelly
Jelly adalah asisten kepercayaan Paul Vitti. ia pertama kali mengenalkan Paul Vitti
pada Dr. Ben Sobel.ia mengenal Dr. Ben Sobel akibat insiden tabrakan yang dialami
mobil mereka dan pada akhirnya sebagai rasa tanggungjawabnya atas insiden
kecelakaan itu Dr Ben Sobel memberikan kartu namanya kepada Jelly dan dari kartu
nama itu Jelly mengetahui bahwa Dr Ben Sobel adalah seorang psikiater

6. Dominic Manetta
Dominic adalah sahabat Paul Vitti yang tertembak oleh kawanan mafia lain disebuah
restauarant dimana restaurant tersebut juga merupakan tempat terbunuhnya ayah dari
Paul Vitti

C. Gejala Pasien
3

Di dalam film Paul Vitti mengalami gejala sesak napas, nyeri dada dan sakit kepala.
Gejala tersebut timbul ketika melihat temannya Dominic, tewas terbunuh didepannya.
Dalam tiga minggu terakhir, Paul sempat mengalami serangan jantung beberapa kali.
Namun dari hasil pemeriksaan di rumah sakit semua masih dalam batas normal. Hal
tersebut membuat Paul Vitti menjadi kurang percaya diri dalam memimpin, namun Paul ia
menutupi hal itu ia hanya ingin terlihat kuat dan tidak ingin orang lain ada yang mengetaui
permasalahannya ini termaksud Jelly. Sehingga ia berbohong pada Jelly ia mengatakan
bahwa ada temannya yang membutuhkan jasa psikiater sehingga ia minta diantarkan
ketempat psikiater tersebut. Jelly membawa paul Vitti ke tempat praktek Dr. Ben Sobel.
Sesampainya ditempat praktek Dr. Ben Sobel ia mengatakan bahwa temannya amat
berkuasa dan seorang mafia, dan tidak pernah mengalami kesulitan dalam menghadapi hal
apapun, tetapi akhir-akhirnya mendadak menjadi permarah atau emosional sering
menangis tanpa alasan, tidak bisa tidur, dan gugup saat disekitar teman-temannya dan
tidak dapat ereksi. Namun pada akhirnya diketahui bahwa gejala-gejala tersebut
merupakan gejala yang dialami Paul saat ini.

Diagnosis dan Formulasi Diagnosis


Gangguan panik tanpa agorafobia
Kriteria Diagnostik DSM-IV
A. Mengalami (1) dan (2):
(1) Serangan panic berulang yang tidak diduga
(2) Sedikitnya satu serangan telah diikuti selama 1 bulan (atau lebih) oleh salah satu
(atau lebih hal berikut:
(a) Kekhawatiran menetap akan mengalami serangan tambahan
(b) Khawatir akan akibat atau konsekuensi serangan (cth., hilang kendali, serangan
jantung, menjadi gila)
(c) Perubahan perilaku bermakna terkait serangan
B. Tidak terdapat agorafobia
C. Serangan panik tidak disebabkan efek fisiologis langsung zat ( penyalahgunaan obat,
pengobatan) atau keadaan medis umum (misalnya hipertiroidisme)
D. Serangan panik tidak dapat dimasukkan ke dalam gangguan jiwa lain, seperti fobia
sosial (cth., pajanan terhadap situasi sosial yang ditakuti), fobia spesifik (cth., pajanan
terhadap situasi fobik tertentu), gangguan obsesif kompulsif (cth., pajanan terhadap
kotoran pada seseorang dengan obsesi tentang kontaminasi), gangguan stres
4

pascatrauma (cth., respons terhadap rangsangan terkait stressor berat), atau gangguan
ansietas perpisahan (cth., respons terhadap jauh dari rumah atau kerabat dekat).

D. Tatalaksana
Pada film ini pasien hanya mendapatkan psikoterapi saja.

E. Manfaat
Manfaat yang dapat diambil setelah menonoton film ini dapat mengetahui gejala dari
pasien gangguan cemas seperti sesak nafas nyeri dada ,tidak percaya diri ,menarik diri dari
lingkungan sosial, sangat emosinoal,sering menangis tanpa alasan. Gangguan cemas dapat
disebabkan oleh perpisahan dari tokoh penting pada film ini adalah ayahnya Paul vitti pada
masa kanak-kanak.
F. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan setelah menonton film ini adalah gangguan cemas dapat
terjadi dimana saja dan sulit menghindar ketika serangan dan diatasi dengan psikoterapi
disini pentingnya peran dokter dan orang disekitar pasien untuk mensupport pasien agar
kembali bersemangat. Terapi psikofarmaka juga dapat diberiakn

F. Saran
Saran yang didapatkan setelah menonton film ini bahwa dokter harus bersikap professional
dalam melakukan tugasnya, siapapun pasien yang sedang dihadapinya dan harus empati
kepada pasien

G. Sinopsis Film
Paul Vitti adalah seorang bos mafia di New York. Sahabat Paul, Dominic, mati ditembak
oleh mafia lain di depan Paul. Tak lama setelah kematian Dominic, Paul sempat merasa
mendapatkan serangan jantung ia tiba-tiba sesak napas sehingga dilarikan Jelly ke rumah
sakit. Dari hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa tidak ada kelain dari pemeriksaan
fisik dan EKG Paul ia hanya menderita gangguan cemas, karena tidak puas dengan yang
dikatakan dokter rumah sakit, ia meminta Jelly untuk mencarikan psikiater. Semenjak itu
juga Paul menjadi sangat emosional dan sering menangis tanpa alasan ia juga tidak mampu
melakukan tugasnya seperti biasa.

Dr. Ben Sobel adalah seorang psikiater handal yang biasa mengatasi pasien
mengkonsultasikan masalah rumah tangga. Dr. Ben Sobel memiliki seorang anak laki-laki
bernama Michael.

Tunangannya bernama

Laura

dan mereka berencana akan

melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat di Miami. Awalnya Dr Ben Sobel menolak
untuk mengobati Paul karena takut bahwa Paul adalah seorang mafia namun setalah
dibujuk akhirnya diterima juga. Dr Ben sobel meminta paul menceritakan keluhan yang ia
alami setelah awalnya mengakui bahwa hal itu terjadi pada temannya bukan dirinya, Paul
pun menceritakan bahwa ia seorang yang amat berkuasa tetapi mendadak menjadi
emosional,sering menangis tanpa alasan sulit tidur dan tidak percaya diri bila bersama
teman-teman mafia lainnya hal itu yang membuat ia menarik diri. Selain itu Paul mengaku
sempat merasa sesak nafas nyeri dada ia menduga terkena serangan jantung dan seperti
mau mati. Dr. Ben Sobel menjawab bahwa keluhan tersebut merupakan ciri gangguan
cemas. Paul merasa lebih lega setelah menceritakan keluhannya pada Dr. Ben Sobel dan
segera ingin diterapi karena akan ada pertemuan besar pada mafia. Tetapi karena Dr Ben
Sobel akan berlibur ia menunda terapi untuk Paul. Tak disangka saat Ben pergi berlibur ke
Miami, Paul mengikutinya. Paul mengeluhkan bahwa ia tidak dapat ereksi. Paul takut ini
akan menjadi kelemahannya di depan teman-teman mafianya. Dr Ben Sobel menanyakan
hubungan Paul dengan ayahnya. Ia menyatakan bahwa ayahnya sudah meninggal sejak ia
berusia 12 tahun. Hubungan mereka cukup dekat naum diakhir kehidupan ayahnya
hubungan tersebut kurang baik. Saaat hari pernikahan Ben dan Laura, terjadi kehebohan
karena ada mafia lain yang ingin membunuh Paul di hotel tempatnya menginap dimana
juga berlangsung acara pernikahan Dr ben Sobel dan Laura namun upaya pembunuhan ini
tidak berhasil dan terjadi kekacauan diacara pernikahan tersebut sehingga acara
pernikahan tersebut pun batal
Sepulangnya dari Miami, rumah Dr Ben Sobel didatangi FBI karena diduga mempunyai
hubungan dekat dengan Paul, tetapi Dr Ben Sobel menjeleskan bahwa hubungan mereka
hanya sebatas hubungan dokter pasien dari sanalah Dr Ben Sobel mengetahui bahwa Paul
dalam pengawasan FBI dan FBI meminta Dr Ben Sobel ikut mengawasi Paul.
Pada suatu malam, Dr Ben Sobel bertemu dengan Paul di suatu restoran, Jelly mengatakan
bahwa restaurant tempat mereka makan saat ini adalah tempat yang mempunya arti
penting bagi Paul karena disinilah ayahnya dan sahabatnya Dominic tewas dibunuh.
Setalah mendengar cerita itu Dr Ben Sobel izin ke kamar mandi dan disana ia melepas alat
penyadap yang diberikan FBI, setelah kembali dari kamar mandi dan bertemu dengan
Paul,Paul menjadi marah karena ia tahu bahwa Dr Ben Sobel dalam pengawasan FBI dan
6

mengira bahwa pertanyaan Dr Ben Sobel adalah untuk infomasi FBI. Segera Paul dan
Jelly membawa Dr Ben Sobel kesuatu tempat dan diancam ajan dibunuh. Disana Paul
menceritakan tentang ayahnya, Paul menangis saat bercerita tentang kematian ayahnya, ia
hanya bisa menangis dan terus menangis.
Saat itu juga tiba-tiba datang mafia lain yang membawa senjata dan menembaki kearah
Paul dan Ben. Dr Ben Sobel panik dan meminta Paul untuk membalas tembakan
mereka,tetapi Paul tidak dapat melakukan perlawanan ia hanya terus menangis, Ben pun
mencoba melawan dengan cara mengabil pistol Paul dan meluncurkan beberapa tembakan
ke arah mafia tersebut dan komplotan mafia tersebut akhirnya mati juga berkat bantuan
Jelly dan anak buah Paul lainnya.
Setelah kejadian malam itu, Dr Ben Sobel kembali berpraktek sebagai seorang psikater
seperti biasa dan menggelar acara pernikahannya dengan Laura yang sempat kacay disaat
yang bersamaan ternyata hari tersebut juga diadakan perkumpulan besar para mafia, lagilagi acara pernikahan gagal karena Jelly menjemput paksa Ben untuk menjadi juru bicara
Paul. Saat perkumpulan itu berlangsung Paul Vitti mengutarajan bahwa ia keluar dari
perkumpulan itu dan banyak mafia lain yang mengincar jabatannya. Setelah Paul Vitti
keluar ruangan terjadi aksi baku tembak antara Primo yang merupakan saingan Paul tetapi
rencana itu digagalkan oleh FBI dan FBI menangkap kawanan FBI ini,