Anda di halaman 1dari 25
O O l l e e h h : : A A s s e

OOlleehh ::

AAsseerraannii,, SS PPdd NNIIPP 113322009911002266

Diajukan dalam rangka memenuhi syarat untuk mengikuti pemilihan Guru Berprestasi tingkat Propinsi Kalimantan Selatan

PEMERINTAH KABUPATEN TABALONG DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMELAJARAN MATA DIKLAT PRODUKTIF PROGLI PENJUALAN PADA KOMPETENSI MELAKUKAN PENJUALAN BARANG DAN JASA MELALUI PEMELAJARAN SISTEM KEMITRAAN PADA SMK NEGERI 1 TANJUNG

SMK NEGERI 1 TANJUNG

2005

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Makalah

:

MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PEMELAJARAN MATA DIKLAT PRO-

DUKTIF PROGLI PENJUALAN KOMPETENSI MELAKUKAN PENJUAL-

AN BARANG DAN JASA MELALUI PEMELAJARAN SISTEM KEMITRA-

AN PADA SMK NEGERI 1 TANJUNG

Penyusun

: ASERANI, S.Pd

N I P

: 132091026

Tugas

: Guru Bidang Studi Kejuruan

Unit Kerja

: SMK Negeri 1 Tanjung

Tanjung, 13 Juli 2005

Kepala SMK Negeri 1 Tanjung,

SYAM INDRA PERMANA, S.Pt NIP. 131632283

i

KATA PENGANTAR

sehingga

A

lhamdulillah, puji syukur
lhamdulillah,
puji
syukur

Penyusun

panjatkan

ke

khadirat Allah SWT. Tuhan Yang Maha Esa, yang telah

menganu-gerahkan

rahmat

dan

kasih

sayang-Nya,

da-patlah

Penyusun

merampungkan

makalah

ini

dengan

judul Meningkatkan Efektifitas Pemelajaran Mata Diklat Produktif Progli

Penjualan Pada Kompetensi Melakukan Penjualan Barang dan Jasa

Melalui Pemelajaran Sistem Kemitraan Pada SMK Negeri 1 Tanjung,

dalam rangka memenuhi persyaratan untuk mengikuti Pemilihan Guru

Berprestasi tingkat Propinsi Kalimantan Selatan.

Terimakasih Penyusun sampaikan kepada semua pihak yang

telah memberikan bantuan bahan dan pemikiran sehingga dapatlah

makalah ini di-selesaikan, kendati di sana sini masih banyak terdapat

kekurangan.

Akhirnya,

Penyusun

berharap

ii

kiranya

makalah

ini layak

diajukan

sebagai syarat

di

dalam mengikuti

Pemilihan

Guru

Berprestasi

di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kali-

mantan Selatan.

Tanjung, 03 Juli 2005

Penyusun,

Aserani, S.Pd NIP. 132091026

iii

DAFTAR ISI

HAL :

LEMBAR PENGESAHAN

i

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iv

BAB I PENDAHULUAN

1

A. Latar Belakang Masalah

1

B. Maksud dan Tujuan

3

C. Rumusan Masalah

4

D. Batasan Masalah

5

BAB II PERMASALAHAN

7

BAB III

PEMECAHAN MASALAH

9

A. Menjalin Kerjasama

9

B. Melakukan Validasi Kurikulum

10

C. Menentukan Bentuk Kegiatan

15

D. Efektifitas Pemelajaran Sistem Kemitraan

17

BAB IV PENUTUP

18

A. Kesimpulan

18

B. Saran-saran

19

DAFTAR KEPUSTAKAAN

20

iv

BAB I

P E N D A H U L U A N

A. Latar Belakang Masalah

E

ra

globalisasi

yang

sampai

hari

ini

terus

bergulir,

paling tidak akan membawa dua dampak, di satu sisi

membawa iklim yang semakin terbuka untuk menjalin

kerja sama diberbagai pihak dengan prinsip saling menguntungkan, di

sisi lain, era ini juga sekaligus melahirkan kondisi persaingan yang

semakin ketat dan semakin tajam.

Bagi

negara-negara

yang

telah

siap

menghadapi

era

gobalisasi,

kehadirannya

merupakan

peluang

untuk

merajut

masa

depan

yang

cerah.

Namun

bagi

negara-negara

yang

belum

siap

menghadapinya, kehadiran era globalisasi merupakan momok yang

sangat menakutkan yang dapat mengantarkan ke masa depan yang

suram.

Demikian juga dalam dunia pendidikan, era globalisasi

cukup

berpengaruh bagi dunia pendidikan, dimana out put pendidikan lebih

ditekankan kepada kualitas sumber daya manusia, dengan kata lain

lulusan sekolah harus mengacu kepada kemampuan skill yang handal

1

yang dapat bersaing secara global. Sebab, kalau tidak dipersiapkan

sedemikian rupa, maka lulusan sekolah kita akan kalah bersaing di

pasar tenaga kerja.

Sebagai antisipasi sekaligus upaya persiapan menghadapi

era

globalisasi,

maka

lembaga

pendidikan

kehususnya

pendidikan

kejuruan, telah mempersiapkan dan menerapkan sistem pendidikan

yang lebih kondusif, aspiratif dan produktif dengan mengacu kepada

pemenuhan kebutuhan dunia kerja, maka lahirlah konsep Pendidikan

Sistem Ganda (PSG) dimana dalam penyelenggaraan pendidikan di

sekolah dilibatkan dunia kerja sebagai patner yang saling mengisi dan

melengkapi

antara

program

pendidikan

kejuruan

dengan

program

pelatihan

untuk

di

lembaga

pendidikan

meningkatkan

keahlian

profesi di dunia kerja, dengan harapan agar lulusan sekolah kejuruan

dapat memenuhi kebutuhan dunia kerja.

(PSG) ini

Untuk

menopang

pelaksanaan

Pendidikan

Sistem

Ganda

tentunya

diperlukan kegiatan-kegiatan pemelajaran yang

menjurus kepada pemelajaran sistem ganda yang melibatkan pihak

sekolah dalam hal ini guru dengan pihak dunia kerja. Untuk itu, maka

kami

mencoba

menawarkan

sebuah konsep pemelajaran yang kami

beri nama pemelajaran sistem kemitraan yang dituangkan ke dalam

sebuah tulisan berupa makalah yang kami beri judul

2

Meningkatkan

Efektifitas Pemelajaran Mata Diklat Produktif Progli Penjualan Pada

Kompetensi

Melakukan

Penjualan

Barang

dan

Jasa

Melalui

Pemelajaran Sistem Kemitraan Pada SMK Negeri 1 Tanjung.

B. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan penyajian makalah ini adalah untuk :

1. Memenuhi persyaratan dalam mengikuti pemilihan Guru Berprestasi

tingkat Propinsi Kalimantan Selatan;

2. Memberikan

sumbangsih

pemikiran

dalam

upaya

turut

serta

menyukseskan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di sekolah kejuruan,

khususnya

SMK

Bisnis

dan

Manajemen

pendidikan nasional pada umumnya;

ke

arah

peningkatan

3. Merangsang guru kejuruan, agar di dalam melakukan pemelajaran

menggunakan

sistem

pemelajaran

kemitraan

yang

memadukan

antara konsep yang disampaikan guru dengan konsep yang dimiliki

dunia

kerja,

untuk

melahirkan

singkronisasi

efektifitas dalam pemelajaran;

agar

diperoleh

4. Membuka nuansa berpikir dan meralat anggapan yang keliru bagi

sebagian para guru kejuruan, bahwa

pelaksanaan

PSG tidak

hanya

berupa

Prakerin (Praktek Kerja Industri) yang biasanya

dilakukan di tingkat II pada semester ganjil atau genap, juga

bisa

3

5. dilakukan pada semester ganjil di tingkat III, tetapi PSG selalu

dilakukan

secara

terus

bentuk

jalinan

kerja

menerus

dan

sama

antara

berkesinambungan

dalam

sekolah

dengan

institusi

pasangan-nya (dunia kerja / Industri) terutama di dalam melakukan

kegiatan pemelajaran.

C. Rumusan Masalah

Pendidikan Sistem

Ganda (PSG) yang sudah sekian lama

diterapkan

pada

Sekolah

Menengah

Kejuruan,

nampaknya

masih

diperlukan

penyempur-naan-penyempurnaan

dengan

memungsikan

perangkat-perangkat dan kompo-nen-komponen pendidikan di tingkat

sekolah, dan memanfaatkan keberadaan dunia kerja / industri yang

ada di sekitar sebagai sumber belajar sekaligus subyek dan obyek

latihan kerja bagi para peserta didik.

Selama ini

konsep

PSG

penerapannya

masih

ditekankan

pada ke-giatan Prakerin yang dilakukan relatif satu semester di dunia

kerja,

tanpa

melakukan

kegiatan-kegiatan

pendahuluan

yang

sebenarnya dapat dilakukan dan sangat berguna bagi keberhasilan

pelaksanaan Prakerin itu sendiri.

4

Untuk itu maka penerapan konsep Pemelajaran Kemitraan

dalam

setiap

mata

diklat

produktif

sangat

berguna

bagi

upaya

keberhasilan Prakerin khususnya dan PSG itu sendiri pada umumnya.

Disamping itu, secara khusus penerapan pemelajaran dengan sistem

kemitraan dapat meningkatkan efek-tifitas pemelajaran,

pemelajaran mata diklat produktif.

D. Batasan Masalah

khususnya

Jumlah mata diklat produktif di sekolah menengah kejuruan

bisnis dan manajemen cukup banyak, yang tersebar pada beberapa

program keahlian.

Khusus program keahlian Penjualan,

atau kom-petensi produktif terdiri dari :

mata diklat produktif

1. Mengetik secara manual dan elektronik;

2. Mengoperasikan komputer untuk kegiatan penjualan;

3. Mengoperasikan alat-alat komunikasi kantor;

4. Mengoperasikan mesin-mesin bisnis;

5. Melakukan pemasaran barang dan jasa dan;

6. Melakukan penjualan barang dan jasa.

5

Agar pembahasannya lebih terfokus dan spesifik, maka dalam

pem-bahasan makalah ini kami batasi hanya pada mata diklat produktif

program keahlian penjualan pada kompetensi Melakukan Penjualan

Barang dan Jasa, sub kompetensi Memahami pengertian, dasar-dasar

dan hukum perasuransian.

6

BAB II

PERMASALAHAN

K

arakteristik Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sebagai

sistem

penyelenggaraan

pendidikan

dan

pelatihan

kejuruan, didukung oleh beberapa faktor yang menjadi

komponen-komponennya, yaitu :

1. Institusi pasangan, dalam hal ini pihak dunia kerja / industri yang

relevan;

2. Program

pendidikan

dan

pelatihan

bersama,

yang

disusun,

ditentukan dan ditetapkan serta diterapkan secara bersama-sama

melalui kegiatan validasi kurikulum hingga melakukan penyusunan

jadual kegiatan;

3. Kerjasama secara kelembagaan, yang dituangkan dalam bentuk

ikatan kerja sama secara resmi / formal yang dibuktikan dengan

adanya piagam kerja sama;

4. Nilai tambah dan jaminan keberlangsungan, maksudnya program

PSG

hendaknya

dapat memberikan nilai tambah atau masukan

7

yang positif bagi kedua belah pihak. Pelaksanaan PSG bagi pihak

sekolah merupa-kan

peluang

yang

berharga

terutama

bagi

peserta

didik

untuk menambah wawasan dan pengalaman

serta

meningkatkan

ketrampilan

kerja. Sedangkan bagi pihak dunia

kerja

/

industri,

pelaksanaan

PSG

dapat

membantu

dalam

pelaksanaan

kerja

perusahaan

dan

pengrekrutan

tenaga

kerja

baru, tanpa harus melakukan tindakan pendidikan dan pelatihan

khusus

terlebih

dahulu.

Kemudian,

dengan

jaminan

keberlang-

sungan dimaksudkan agar kerja sama yang dilakukan berlangsung

seca-ra terus menerus, sejak peserta didik aktif di bangku sekolah,

hingga mereka berstatus sebagai alumni.

Adanya

komponen-komponen

Pendidikan

Sistem

Ganda

(PSG) di atas, memungkinkan dilaksanakannya pemelajaran sistem

kemitraan, kehususnya terhadap mata diklat produktif pada Sekolah

Menengah Kejuruan.

Permasalahannya sekarang adalah, kerjasama dalam bentuk

apa yang dapat dilakukan didalam pemelajaran sistem kemitraan ini.

Inilah permasalahan yang hendak dibahas dalam makalah ini.

8

BAB III

PEMECAHAN MASALAH

nya.

A

da

beberapa

hal

yang

perlu

dilakukan

untuk

menerapkan pemelajaran dengan sistem ke-mitraan,

sekaligus

merupakan langkah-langkah operasional-

A. Menjalin Kerjasama

Pemelajaran dengan sistem kemitraan hanya mungkin dapat

dilak-sanakan

apabila

terjalin

kerjasama

dan

kesepakatan

antara

pihak sekolah dengan dunia kerja / industri (institusi pasangan), untuk

bersama-sama menye-lenggarakan pendidikan dan pelatihan keahlian

kejuruan.

Khusus

pemelajaran

Melakukan Penjualan Barang

produktif

mata

diklat

/

kompetensi

dan Jasa, sub kompetensi Memahami

pengertian, dasar-dasar dan hukum perasuransian, institusi pasangan

yang relevan untuk menjalin kerja sama adalah perusahaan asuransi,

9

terutama perusahaan asuransi yang ada di daerah setempat, seperti

: perusahaan asuransi jiwasraya, perusahaan asu-ransi jiwa bersama

Bumiputera 1912, perusahaan ASKES, ASTEK dan sebagainya.

B. Melakukan Validasi Kurikulum

Setelah

dijalin

pasangan),

selanjutnya

kerjasama

dengan

pihak

lakukanlah

validasi

DU/DI

(Institusi

kurikulum,

yaitu

melakukan penyesuaian atau sinkronisasi antara materi pemelajaran

yang

tertuang

di

dalam

kurikulum

/

GBPP

dengan

bidang-bidang

pekerjaan yang tersedia pada institusi pasangan yang dapat dijadikan

wahana belajar bagi siswa.

Sinkronisasi (validasi) kurikulum tersebut harus dilaksanakan

secara

bersama

dan

hasilnya

menjadi

program

pemelajaran

yang

disepakati ke dua belah pihak untuk dilaksanakan secara bersama-

sama dan konsekuen.

Di

dalam

validasi

kurikulum,

hendaknya

ditentukan

dan

disepakati, mana-mana materi pelajaran yang disajikan oleh guru,

mana-mana materi pelajaran yang disajikan oleh pihak DU/DI (Institusi

10

pasangan).

Juga

ditentukan,

mana-mana

materi

pelajaran

yang

dipraktekkan

di dunia

kerja / industri,

dan Mana-mana materi pela-

jaran yang cukup dipraktekkan di sekolah saja.

Sebagai

contoh,

bagaimana

melakukan

validasi

kurikulum

terhadap mata diklat / kompetensi Melakukan Penjualan Barang dan

Jasa, sub kompetensi Memahami pengertian, dasar-dasar dan hukum

perasuransian, mari kita lihat bagaimana susunan GBPP sub kom-

petensi ini, sebagai berikut :

 

KEGIATAN

ASPEK

 

NO.

PEMELAJARAN

PENGETAHUAN

ASPEK KETERAMPILAN

1.

Menerapkan ketentuan dan pokok-pokok hukum perasuransian

1. Pengertian asuransi

1. Melakukan

2. Penutupan asuransi

penutupan asuransi

3. Saat mulai dan ber akhirnya asuransi

sesuai ketentuan yang berlaku.

 

4. Obyek asuransi

5. Subyek asuransi

6. Hak dan kewajiban para pihak asuransi

7. Pokok-pokok hukum asuransi

2.

Menentukan hak dan kewajiban masing- masing pihak dalam asu-ransi

1. Pengertian Premi

1. Menghitung

2. Uang Pertanggungan

besarnya premi

2. Menentukan Nilai/

3. Nilai/Harga Tunai

Harga Tunai asuransi

 

4. Klaim asuransi

3. Menghitung besar nya santunan atau ganti rugi

4. Menghitung restorno

11

 

KEGIATAN

 

ASPEK

 

NO.

PEMELAJARAN

PENGETAHUAN

ASPEK KETERAMPILAN

3.

Mengisi dokumen per- janjian asuransi

1.

Pengenalan dan cara mengisi doku- men asuransi

1. Mengisi SPA (Surat Permintaan Asuransi) 2. Mengisi kuitansi pembayaran premi

Susunan GBPP di atas, setelah dikonfirmasikan dengan pihak

institusi pasangan (dalam hal ini perusahaan asuransi), selanjutnya

dilakukan perte-muan/rapat bersama antara pihak sekolah (Kaprogli

Penjualan, Guru Diklat) de-ngan pihak perusahaan asuransi, untuk

melakukan validasi kurikulum, yaitu menentukan mana-mana materi

pelajaran yang disajikan oleh guru, mana-mana materi pelajaran yang

disajikan oleh pihak perusahaan asuransi. Juga diten-tukan, mana-

mana materi

pelajaran

yang

dipraktekkan di lokasi perusahaan,

mana-mana materi pelajaran yang cukup dipraktekkan di sekolah saja.

Di dalam validasi kurikulum, bentuk kegiatan pemelajaran

juga perlu dirancang dan disepakati bersama. Demikian juga dalam hal

pembiayaan, kalau mungkin, bisa ditanggulangi bersama, dan kalau

perlu libatkan juga pihak Majelis Sekolah.

Dari contoh tabel di atas, setelah dilakukan pertemuan/rapat

bersama

misalnya

telah

divalidasi sbb. :

ditentukan

12

susunan

GBPP

yang

sudah

     

NARA

 

NO.

KEGIATAN

PEMELAJARAN

ASPEK

PENGETAHUAN

SUMBER

TEMPAT

T

G

D

S

1.

Menerapkan ke- tentuan dan po- kok-pokok hukum perasuransian

1. Pengertian asuransi

 

 

2. Penutupan asuransi

 

3. Saat mulai dan berakhirnya asuransi

4. Obyek asuransi

5. Subyek asuransi

6. Hak dan ke- wajiban para pihak asuransi

7. Pokok-pokok hukum asuransi

2.

Menentukan hak

1. Pengertian

       

dan kewajiban

Premi

masing-masing

2. Uang Pertang-

pihak dalam

asuransi

gungan

3. Nilai/Harga

Tunai

4. Klaim asuransi

13

ASPEK

 

KETERAMPILAN

1.

Melakukan

penutupan

asuransi sesuai

ketentuan yang

berlaku.

1.

Menghitung besarnya premi

2.

Menentukan Nilai/Harga Tunai asuransi

3.

Menghitung besarnya san- tunan atau ganti rugi

NARA

 

SUMBER

TEMPAT

T

G

D

S

 

 

   

     

NARA

 

NO.

KEGIATAN

PEMELAJARAN

ASPEK

PENGETAHUAN

SUMBER

TEMPAT

T

G

D

S

3.

Mengisi dokumen perjanjian asu- ransi

1.

Pengenalan dan

       

cara mengisi

dokumen

 

asuransi

ASPEK

KETERAMPILAN

4. Menghitung

restorno

1. Mengisi SPA

(Surat Permin-

taan Asuransi)

2. Mengisi kuitansi

pembayaran

premi

Keterangan : T = Tutor (Nara sumber dari perusahaan asuransi)

G

= Guru mata diklat

D

= Dunia kerja (perusahaan asuransi)

S

= Sekolah ( di kelas / SMK)

NARA

 

SUMBER

TEMPAT

T

G

D

S

   

   

Dari GBPP yang sudah divalidasi ini, kemudian dibuat jadual rencana kegiatan pemelajaran yang

tentunya disesuaikan dengan administrasi rencana pemelajaran yang telah disusun oleh guru diklat.

14

C. Menentukan Bentuk Kegiatan

Bentuk

kegiatan

pemelajaran

sistem

kemitraan

adalah

sebagai berikut.

1. Penyajian

Materi

Pelajaran,

yaitu

melakukan

penyajian

materi

pelajaran di kelas, baik yang dilakukan oleh guru diklat maupun

yang dilakukan oleh tutor dari pihak dunia kerja (institusi pasangan).

Maksudnya, penyajian materi pelajaran yang sudah divalidasi tidak

saja diberikan oleh guru diklat, tetapi juga pihak DU/DI (institusi

pasangan) dengan cara datang ke sekolah (masuk kelas) untuk

menyajikan materi pelajaran tersebut yang penjadualannya sudah

dibuat secara bersama-sama;

2. Melakukan Kegiatan Praktek, yaitu melakukan kegiatan praktek

kerja, baik yang dilaksanakan di sekolah maupun di DU/DI (institusi

pasangan) berda-sarkan penjadualan yang sudah ditentukan. Jika

praktek kerja dilaksanakan di sekolah, maka pihak tutor dari DU/DI

yang datang ke sekolah (masuk kelas) untuk membimbing siswa

berpraktek, tetapi apabila praktek kerja dilaksanakan di DU/DI,

maka siswa yang datang ke DU/DI untuk melakukan praktek kerja

dengan bimbingan tutor dari DU/DI dan dengan teknis pelaksanaan

yang sudah diatur sedemikian rupa;

15

3.

Mencari Nara sumber atau Patner, yaitu siswa diwajibkan mencari

seorang karyawan dari DU/DI yang dapat dijadikan nara sumber

atau patner di dalam menggali pengetahuan dan memantapkan

ketrampilan/skill yang dipelajari-nya. Pada mata diklat/kompetensi

Melakukan Penjualan Barang dan Jasa, sub Kompetensi Memahami

pengertian, dasar-dasar dan hukum perasu-ransian, pada materi

praktek

tentang

Melakukan

penutupan

asuransi

sesuai

dengan

ketentuan yang berlaku, siswa dapat mencari patner kerja, yaitu

menjalin kerjasama dengan seorang agen/sales asuransi (Petugas

Dinas

Luar),

dengan

mengikuti

agen/sales

tersebut

berkeliling

mengunjungi calon nasabah asuransi untuk menawarkan program

asuransi.

Sambil

memper-hatikan

dan

mengamati

bagaimana

seorang agen/sales ini menawarkan program asuransi, sewaktu-

waktu juga ia ikut menawarkan program asuransi, sampai kepada

kegiatan penutupan asuransi;

4. Melakukan Evaluasi Pemelajaran Secara Bersama;

Semua kegiatan di atas disusun dengan penjadualan secara

terpadu yang disusun setiap semester.

16

D. Efektifitas Pemelajaran Sistem Kemitraan

Dengan diterapkannya pemelajaran sistem kemitraan pada

mata dik-lat produktif di SMK Bisnis dan Manajemen, maka efektifitas

pemelajaran akan dapat dilakukan, antara lain :

1. Tugas guru diklat dalam memberikan pelajaran berkurang;

2. Keakuratan materi pelajaran lebih terjamin dan selalu orisinil

serta lebih valid dan aktual;

3. Kegiatan pemelajaran dan pengelolaan kelas lebih hidup dan

dinamis, karena para siswa terlihat antusias mengikutinya;

4. Tingkat

pemahaman

meningkat;

siswa

terhadap

materi

pelajaran

lebih

5. Memberikan pengalaman belajar dan pengalaman kerja yang

sulit

terlu-pakan

bagi

siswa,

sehingga

apabila

mereka

nanti

melakukan Prakerin, pengalaman kerja yang pernah diperoleh

sangat membantu bagi kelan-caran tugas-tugasnya kelak;

17

BAB IV

P E N U T U P

A. Kesimpulan

D

ari

uraian

yang

telah

dikemukakan

beberapa kesimpulan sebagai berikut :

dapatlah

ditarik

1. Pemelajaran sistem kemitraan merupakan kegiatan pemelajaran

yang melibatkan kerjasama antara guru diklat di sekolah dengan

tutor pem-bimbing di dunia kerja/industri;

2. Pemelajaran

sistem

kemitraan

dilakukan

per

mata

diklat/

kompetensi/sub

kompetensi,

terutama

mata

diklat

produktif

dengan DU/DI/institusi pa-sangan yang lembaganya disesuaikan

dengan mata diklat;

3. Kegiatan yang dilakukan dalam pemelajaran sistem kemitraan

adalah :

a. Menjalin kerjasama;

b. Melakukan validasi kurikulum dan;

c. Menentukan bentuk kegiatan da n penjadualannya;

18

4.

Dengan diterapkannya pemelajaran dengan sistem kemitraan,

efek-tifitas

pemelajaran

akan

lebih

terasa

dan

besar

pengaruhnya bagi keberhasilan kegiatan Prakerin, disamping

juga berimbas pada pe-ningkatan prestasi belajar dan prestasi

kerja siswa;

B. Saran-saran

Mari

kita

tingkatkan

profesionalitas

guru

di

dalam

me-

ningkatkan

mutu

pendidikan

melalui

pemelajaran

dengan

sistem

kemitraan.

19

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan,

Pada

Sekolah

Menengah

Kejuruan

Konsep Sistem Ganda

di

Indonesia,

Dirjen

Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan dan

Kebudayaan, Jakarta, 1994;

Tim Satuan Tugas Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan

di

Indonesia,

Ketrerampilan

Menjelang

2020

Untuk

Era

Global, Deaprtemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta,

Drs.

1997;

Moh.

Uzer

Usman,

Bandung, 1994;

Menjadi

20

Guru

Profesional,

Rosdakarya,