Anda di halaman 1dari 27

laporan praktikum biologi

(PENGAMATAN MIKROSKOPIS)
LEMBAR PENGESAHAN
Laporan Lengkap Praktikum Biologi Dasar dengan Judul Pengamatan
Mikroskopis yang disusun oleh :
Nama

NIM

Kelas/Kelompok

Prodi

Telah diperiksa dan dikonsultasikan kepada asisten dan koordinator asisten,


maka dinyatakan diterima.
Makassar,
Koordinator Asisten,

Nama.
NIM

Asisten,

Nama.
NIM
Mengetahui,
Dosen Penanggung Jawab

Nama.
NIP

November 2011

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara struktural, tubuh tumbuhan sama dengan tubuh hewan, yaitu tersusun
oleh berbagai jaringan dan organ yang saling mendukung untuk melangsungkan
fungsi dan aktivitas hidup. Jaringan merupakan sekumpulan sel yang mempunyai
bentuk, fungsi dan sifat yang sama. Untuk membentuk suatu jaringan, sel-sel
mengalami spesialisasi dan diferensiasi. Jaringan-jaringan akan menyusun diri
menjadi suatu pola yang jelas diseluruh bagian tumbuhan dan hewan.
Jaringan pada tubuh tumbuhan dibedakan atas dua bagian yaitu jaringan
meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang masih muda
dan selalu aktif membelah atau bersifat embrional sedangkan jaringan dewasa adalah
jaringan yang yang tidak lagi dapat membelah atau berdiferensiasi. Jaringan meristem
dapat dibedakan menjadi jaringan meristem primer (titik tumbuh primer) yang berasal
dari pembelahan sel-sel lembaga (embrio) yang terdapat pada bagian aplikal akar,
batang dan daun serta menyebabkan pertumbuhan memanjang dan jaringan meristem
sekunder (titik tumbuh sekunder) yang berasal dari bentuk-bentuk sel dewasa menjadi
embrional lagi, terdapat pula kambium serta dapat menyebabkan pertumbuhan.
Sedangkan jaringan dewasa terbagi menjadi jaringan pelindung, jaringan parenkim,
jaringan penyokong dan jaringan pengangkut.
Jaringan hewan juga terbagi menjadi beberapa macam yakni jaringan epitel yang
melapisi bagian tubuh hewan, jaringan ikat atau penyokong sebagai penyambung
antara tulang dengan otot, jaringan otot dan jaringan saraf. Terdapat perbedaanperbedaan antara jaringan hewan dan jaringan tumbuhan baik dari segi struktur
maupun sel-sel penyusunnya. Berdasarkan hal tersebut, untuk dapat mengetahui
perbedaan-perbedaan antara jaringan tumbuhan dari segi struktur maupun sel-sel
penyusunya, maka dilakukanlah percobaan pengamatan mikroskopis ini.

B. Tujuan Praktikum
Adapun praktikum ini bertujuan agar mahasiswa mampu menjelaskan struktur
dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ tubuh tumbuhan dan
hewan.
C. Manfaat Praktikum
Diharapkan setelah kegiatan praktikum ini, mahasiswa dapat mendeskripsikan
struktur sel-sel penyusun serta macam-macam jaringan yang menyusun tubuh
tumbuhan dan hewan.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Jaringan adalah sekumpulan sel yang berkaitan erat satu sama lain serta
memiliki struktur dan fungsi yang sama. Ilmu yang mempelajari tentang struktur
jaringan disebut histologi. Untuk memebentuk suatu jaringan, sel-sel mengalami
spesialisasi dan diferensiasi. Berbagai jaringan tersusun dan terorganisasi dalam
bentuk organ (Tim pengajar, 2011).
Jaringan penyusun tubuh tumbuhan dibedakan atas dua bagian yaitu jaringan
meristem dan jaringan dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang masih muda
dan selalu aktif membela atau bersifat embrional sedangkan jaringan dewasa adalah
jaringan yang tidak dapat lagi berdiferensiasi terdiri dari jaringan pengangkut,
jaringan pelindung, jaringan parenkim dan jaringan gabus (Hamka, 2006).
Menurut Taryono, (1995) jaringan meristem dapat dibedakan menjadi dua
bagian yaitu :
a.

Jaringan Meristem Primer

Jaringan ini merupakan jaringan yang berasal dari pembelahan sel-sel lembaga
(embrio) yang terdapat pada bagian apikal akar, batang dan daun serta menyebabkan
pertumbuhan memanjang.
b.

Jaringan Meristem Sekunder

Jaringan ini berasal dari bentuk-bentuk sel dewasa menjadi embrional lagi, terdapat
pula kambium serta dapat menyebabbkan pertumbuhan.
Selain itu berdasarkan anonim, (2011) jaringan dewasa juga terbagi menjadi
beberapa bagian diantaranya :
a.

Jaringan Pelindung

Jaringan ini terletak pada bagian terluar dari tumbuhan yang berfungsi sebagai
pelindung jaringan bagian dalam. Jaringan ini juga berfungsi sebagai tempat
penyerapan zat seperti pada daun yang dapat melakukan pertukaran gas dan ekskresi.

b. Jaringan Parenkim
Merupakan jaringan dasar yang terbentuk dari meristem dasar. Setelah dewasa sel-sel
parenkim masih mampu melakukan pembelahan, selain itu jaringan ini terdapat pada
hampir semua tubuh tumbuhan.
c.

Jaringan Penyokong

Jaringan ini berfungsi sebagai penyokong tubuh tumbuhan, terdiri dari kolenkim dan
sklerenkim. Kolenkim merupakan jaringan penyokong pada organ tubuh muda dan
tua pada tumbuhan lunak sedangkan sklerenkim merupakan jaringan penguat yang
sel-selnya mengalami penebalan sekunder.
d. Jaringan Pengangkut
Jaringan ini terdiri dari dua bagian yakni xilem dan floem. Xilem berfungsi untuk
mengangkut zat-zat dan garam-garam mineral dari tanah kedaun sedangkan floem
berfungsi mangangkut hasil fotosintesis berupa sari-sari makanan dari daun keseluruh
tubuh tumbuhan.
Menurut Prawira, (1997) sel pada jaringan itu berhubungan erat satu sama lain
dan mempunyai struktur dan fungsi yang sama. Jaringan pada hewan dapat dibedakan
menjadi empat bagian yaitu :
a.

Jaringan Epitel
Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi atau menutup permukaan tubuh,

organ tubuh, rongga tubuh dan seluruh permukaan tubuh hewan. Jaringan epitel
berfungsi sebagai pelindung, penerima rangsangan atau reseptor dan sebagai tempat
lalu lintas masuknya zat kedalam tubuh. Menurut bentuknya jaringan epitel terdiri
dari epitel berbentuk pipih, slindris dan kubus sedangkan menurut lapisannya terdiri
dari epitel selapis dan epitel berlapis.
b. Jaringan Ikat atau Penyokong
Jaringan ikat merupakan jaringan penyambung antar jaringan organ seperti antar
tulang dan otot. Jaringan ini tersusun atas sel serabut dan zat dasar berupa zat amorf
yang tidak berwarna dan homogen. Jaringan ini dapat dibedakan menjadi jaringan

ikat biasa, jaringan ikat khusus dan jaringan ikat penyokong. Jaringan ikat biasa
terdiri atas jaringan longgar, jaringan ikat khusus seperti jaringan adiposa dan
jaringan ikat penyokong seperti jaringan tulang rawan, jaringan tulang sejati dan
jaringan ikat penghubung.
c.

Jaringan Otot
Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot yang berfungsi untuk menggerakkan

berbagai bagian organ tubuh yang disebabkan kemampuan jaringan otot untuk
berkontraksi. Hal ini terjadi karena sel-sel otot mengandung protein kontraksi yang
memanjang dan mengandung miofibril atau serabut-serabut halus. Jaringan otot
terbagi menjadi tiga yaitu :
1. Otot polos, yang berbentuk gelondong dan bagian intinya hanya satu dibagian tengah.
2. Otot lurik, yang memiliki inti lebih dari satu dibagian tepi dan memiliki pita terang
dan pita gelap.
3. Otot jantung, yang memiliki discus interkalalar dan intinya lebih dari satu yang
terletak dibagian tengah.
d. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun atas sel-sel saraf atau neuron. Sel-sel saraf terdiri dari
beberapa bagian yaitu dendrit, akson, badan sel, inti sel, nodus ranvier, selubung
mielin dan efektor. Sel saraf terbagi menjadi tiga bagian yakni :
1. Sel saraf sensorik, berfungsi mengantarkan impuls (rangsangan) dari alat indra ke
pusat saraf atau otak.
2. Sel saraf motorik berfungsi membawa impuls dari otak ke otot atau kelenjar tubuh.
Sel saraf ini biasa disebut juga sebagai sel saraf penggerak.
3. Sel saraf konektor (penghubung), berfungsi untuk meneruskan rangsangan dari
neuron sensorik ke neuron motorik.

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat Praktikum
Adapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan praktikum ini adalah :
hari / tanggal

: Kamis / 3 November 2011

waktu

: Pukul 07.30 s.d. 09.10 WITA

tempat

: Laboratorium Biologi Lantai III Barat FMIPA UNM

B. Alat dan Bahan


Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu :
1. Alat :
a.

Mikroskop

b. Lap kasar dan lap halus


2. Bahan :
a.

Preparat awetan pada akar dan batang yang mewakili golongan monokotil dan

dikotil.
b. Preparat awetan otot lurik, otot polos, otot jantung serta preparat awetan neuron
dan asthrocyte (Cerebrum)
C. Prosedur Kerja
I.

Jaringan Tumbuhan

I.1 8ikm, Menyiapkan mikroskop berdasarkan urutan tata cara penggunaanya.


I.2 Mengambil preparat awetan jaringan akar dan batang yang mewakili golongan
dikotil dan monokotil.
I.3 Mengamati ciri dan struktur serta letak masing-masing jaringan yang menyusun
akar, dan batang.
I.4 Menggunakan perbesaran objektif 4 kali untuk melihat preparat secara
keseluruhan, lalu mengganti dengan pembesaran 10 kali untuk mengamati lebih jelas.

I.5 Menggambar kedua jaringan tersebut secara keseluruhan dan menyebutkan


bagian-bagianya.
I.6 Membandingkan hasil pengamatan dengan buku referensi.
II. Jaringan Hewan
II.1 Jaringan Saraf
II.1.1 Mengamati sel cerebrum pada preparat awetan
II.1.2 Menggambar dan memberi keterangan pada bagian-bagian yang terlihat
II.1.3

Membandingkan hasil pengamatan dengan buku referensi

II.2 Jaringan Otot


II.2.1 Mengamati preparat awetan jaringan otot polos, otot lurik dan otot jantung dengan
pembesaran kuat.
II.2.2 Memperhatikan dan menggambar macam-macam sel otot, bentuk dan ukuranya serta
letak intinya.
II.2.3 Membandingkan hasil pengamatan dengan buku referensi.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pengamatan
Dari pengamatan yang telah dilakukan, maka diperoleh gambar sebagai berikut :
Gambar Pengamatan
Keterangan

Akar Monokotil Jagung (Zea mays)

1. Bulu akar

Pembesaran 4 x 10

2. Epidermis
3. Korteks
4. Empulur
5. Endodermis
6. Xilem
7. floem

Gambar Pembanding

Bagian-Bagian

a.

Pencycle

b. Endodermis
c.

Protoxilem

d. Phicom
e.

Gambar Pengamatan

Metaxylem

Keterangan

Batang Monokotil Jagung (Zea mays)

1. Epidermis

Pembesaran 4 x 10

2. Korteks
3. Xilem
4. Floem
5. Endodermis

Gambar Pembanding

Bagian-Bagian

a.

Jaringan dasar

b. Jaringan Pembuluh
c.

Epidermis

d. Xilem
e.

Floem

Gambar Pengamatan

Batang Dikotil Kacang Tanah

(Arachis hypogea)

Keterangan

1. Epidermis

Pembesaran 4 x 10

2. Korteks
3. Floem
4. Xilkem
5. Empulur

Gambar Pembanding

Bagian-Bagian

a.

Epidermis

b. Korteks
c.

Floem

d. Kambium
e.

Xilem

f.

Empulur

Gambar Pengamatan

Keterangan

Daun Lilium longiflorium

1. Epidermis

Pembesaran 4 x 10

2. Jaringan Tiang
3. Jaringan bunga karang

4. Xilem
5. Floem

Gambar Pembanding

Bagian-Bagian

1. Epidermis
2. Jaringan Tiang
3. Jaringan bunga karang
4. Xilem
5. Floem

Gambar Pengamatan

Keterangan

Otot Polos

1. Miofibril

Pembesaran 4 x 10

2. Sarkoplasma
3. Inti sel

Gambar Pembanding

Bagian-Bagian

a. Inti sel
b.

Sitoplasma

c.

Membran plasma

Gambar Pengamatan

Keterangan

Otot Lurik

1. Pita terang

Pembesaran 4 x 10

2. Inti sel
3. Miofibril
4. Sarkoplasma
5. Pita gelap

Gambar Pembanding

Bagian-Bagian

a.

Inti sel

b. Sarkolema
c.

Pita terang

d.

Pita gelap

e.

Miofibril

Gambar Pengamatan

Keterangan

Otot Jantung

1. Discus intercalar

Pembesaran 4 x 10

2. Sarkoplasma
3. Miofibril
4. Inti sel
5. percabangan

Gambar Pembanding

Bagian-Bagian

a.

Sarkolema
b.

Inti sel

c.

Percabangan

d.

Discus Interkalaris

e.

Miofibril

Gambar Pengamatan

Keterangan

Tulang Padat (Hard bone)

1. Saluran havers

Pembesaran 4 x 10

2. Lakuna
3. Kanalikuli
4. Lamella tulang

Gambar Pembanding

Bagian-Bagian

1. Osteon
2. Haversian canal
3. Osteosit
4. Canaliculi

Gambar Pengamatan

Keterangan

Cerebrum (Neuron dan Asthrocyte)

1. Inti sel

Pembesaran 4 x 10

2. Sitoplasma
3. Badan sel

Gambar Pembanding

Bagian-Bagian

1. Dendrit
2. Sitoplasma
3. Akson
4. Selubung Mielin
5. Nodus Ranvier
6. Ujung Akson
7. Badan Sel
8. Inti Sel

B. Pembahasan

I.

Mengenal Jaringan Tumbuhan


a. Penampang Melintang Akar Monokotil (Zea mays)

Akar merupakan salah satu bagian dari tumbuhan yang berfungsi menyerap air dan
garam-garam mineral dari dalam tanah. Pada beberapa tanaman akar berfungsi
menyimpan cadangan makanan. Bagian-bagian yang nampak pada penampang akar
melintang monokotil adalah :
a) Rambut akar, berfungsi memperluas daerah atau medan penyerapan air dan
garam mineral dari dalam tanah.
b) Epidermis, sel-selnya tersusun rapat satu sama lain, sehingga tidak ada ruang
antar sel dan biasanya hanya satu lapis sel. Sel epidermis akar berdinding tipis
sehingga mudah menyerap air dan garam mineral.
c) Epidermis, sel-selnya tersusun rapat satu sama lain, sehingga tidak ada ruang
antar sel dan biasanya hanya satu lapis sel. Sel epidermis akar berdinding tipis
sehingga mudah menyerap air dan garam mineral.
d) Korteks, sel-sel penyusunnya berupa dinding tipis yang terdiri dari beberapa sel
dan susunannya tidak beraturan.
e) Endodermis, merupakan sel pemisah antara korteks dengan selinder pusat.
Dinding sel endodermis yang mengalami penebalan zat gabus yang tegak lurus
dengan silinder pusat sehingga tidak dapat dilalui air dan zat terlarut.
f)

Empulur, parenkim yang terletak dibagian tengah silinder pusat. Empulur yang

terdapat diantara berkas pembuluh angkut disebut jari-jari empulur. Jaringan ini
berfungsi dalam pertumbuhan sekunder pada tumbuhan
g) Floem, sel-selnya memiliki sel plasma tetapi tidak memiliki inti, dinding selnya
berlubang halus dan berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh
tubuh tumbuhan.
h) Xilem, memiliki dinding yang tebal seperti skelerenkim dan mengandung lignin.
Jaringan ini berfungsi mengangkut air dan garam mineral ke daun.
b. Penampang Batang Monokotil (Zea mays)

Batang merupakan salah satu organ yang memiliki bagian-bagian pokok, yaitu :
a) Epidermis, sel-selnya sama dengan penyusun epidermis akar yaitu tersusun rapat,
tanpa ruang antar sel akan tetapi dinding sel epidermis batang pada umumnya
mengalami penebalan dan dilapisi zat gabus yang disebut katikulus sehingga
terhindar dari kekeringan.
b)

Korteks, sel-sel penyusunnya sama dengan sel penyusun korteks akar berdinding
tipis, susunan selnya tidak beraturan dan terdapat ruang antar sel.

c)

Xilem, berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju daun.

d)

Floem, berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dan sari-sari makanan dari daun
keseluruh tubuh tumbuhan.

e)

Endodermis, merupakan sel pemisah antara korteks dengan selinder pusat. Dinding
sel endodermis yang mengalami penebalan zat gabus yang tegak lurus dengan silinder
pusat sehingga tidak dapat dilalui air dan zat terlarut.

c. Penampang Batang Dikotil (Arachis hypogea)


a)

Epidermis, terletak dibagian luar dan berfungsi sebagai jalan masuknya air dan
garam mineral dari pelindung yang dibawahnya.

b)

Korteks, terletak disebelah dalam epidermis dan berfungsi sebagai tempat lewatnya
air dari epidermis ke endodermis.

c)

Endodermis, terletak disebelah dalam korteks berfungsi mengatur lalu lintas zat yang
akan masuk kedalam silinder pusat.

d)

Floem, Pembuluh angkut yang terletak pada bagian dalam kambium, berfungsi
mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju akar.

e)

Xilem, Pembuluh angkut yang terletak pada bagian dalam kambium.

d. Penampang Batang Dikotil (Lilium longiflorium)


a)

Epidermis, terletak dibagian luar dan berfungsi sebagai jalan masuknya air dan
garam mineral dari pelindung yang dibawahnya.

b)

Jaringan tiang.

c)

Floem, Pembuluh angkut yang terletak pada bagian dalam kambium, berfungsi
mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju akar.

d)

Xilem, Pembuluh angkut yang terletak pada bagian dalam kambium.


II. Mengenal Jaringan Hewan
Pada hewan, ada empat jaringan yang akan dibahas yakni :

a. Jaringan Otot
Jaringan otot terbagi menjadi tiga bagian :
a)

Otot polos, bentuknya seperti gelondong, kedua ujungnya meruncing dan terdiri dari
satu inti sel dibagian tengahnya. Geraknya diluar kesadaran dan reaksinya bekerja
secara lambat.

b)

Otot lurik, selnya tidak jelas batasnya, bentuk memanjang, tidak terdapat
percabangan, pada sitoplasma terdapat daerah terang dan daerah gelap sehingga
terkesan lurik, intinya ditepi, geraknya dipengaruhi oleh saraf sadar, kuat dan pada
periode istirahatnya membentuk otot rangka yang menempel.

c)

Jaringan otot jantung, sel-selnya tidak jelas batasnya, bentuknya panjang dan
terdapat cabang-cabang, pada sitoplasma terdapat daerah terang dan gelap sehingga
terkesan lurik, intinya banyak ditengah sel, gerakanya dipengaruhi saraf otonom,
bekerja secara cepat, kontraksinya kuat dan tidak mudah lelah serta cara kerjanya
berirama.

b. Jaringan Epitel
Jaringan epitel dalam hal ini epitel selinderis selapis, selnya mempunyai bentuk
yang agak teratur dan berinti satu ditengah, terdapat pada epitelium, kelenjar
pencernaan, jonjot usus, empedu dan pada lambung dan berfungsi pada absorbsi dan
sekresi.
c. Jaringan Ikat/Penyokong
Tulang merupakan jaringan ikat yang termineralisasi atau mengandung mineral.
Sel tulang disebut osteosit yang dibentuk oleh osteoblas dan terletak didalam lakuna.
Matriks penyusun tulang adalah kolagen dan kalsium fosfat yang memperkeras

matriks sehihingga tulang lebih keras dari pada tulang rawan. Bila diamati
strukturnya tersusun atas unit-unit yaitu :
a.

Saluran havers, mengandung pembuluh darah yang merupakan penyuplai zat


makanan dan gizi tulang dan saraf.

b.

Lamella, merupakan endapan garam-garam mineral yang berbentuk melingkar dalam


sel.

c.

Lakuna, tempat melekatnya osteosit atau sel tulang dalam matriks tulang.

d.

Kanakuli, saluran kecil yang menghubungkan antara lakuna dan berisi sitoplasma.

d. Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun dari sel-sel saraf atau biasa disebut neuron yang berfungsi
untuk menerima dan memindahkan rangsangan dari bagian tubuh yang satu kebagian
tubuh yang lainnya.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun dari kegiatan praktikum ini, dapat disimpulkan bahwa praktikan telah
mengamati struktur dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ pada
tumbuhan seperti jaringan meristem dan jaringan dewasa serta mengamati struktur
dan macam-macam jaringan yang menyusun organ-organ pada pada hewan seperti
jaringan epitel, jaringan ikat atau penyokong, jaringan otot dan jaringan saraf.
B. Saran
Adapun beberapa saran yang dapat disampaikan dari kegiatan praktikum
sebelunya yakni :

1. Untuk asisten kegiatan praktikum agar mendampingi praktikan dalam melakukan


percobaan agar langkah-langkah percobaan yang dilakukan oleh praktikan lebih
terarah.
2. Untuk penanggung jawab kelengkapan peralatan praktikum kiranya dapat
mempersiapkan alat sebelum praktikum dimulai untuk lebih mengefisiankan waktu
serta melakukan pengecekan terhadap peralatan yang sudah tidak baik untuk
digunakan dalam praktikum.
3. Dan yang terakhir untuk rekan-rekan praktikan sebaiknya menguasai teori maupun
langkah-langkah yang akan dilaksanakan dalam kegiatan praktikum. Terjalinnya
kerja sama antar praktikan dengan asisten sangat diperlukan untuk dapat mencapai
target yang dinginkan.

DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2011. Jaringan tumbuhan. http://www.membuatblog.web.id/2011/11/ jaringantumbuhan.html/ Diakses pada tanggal 03 November 2011
Hamka, dkk. 2006. Penuntun Praktikum Biologi Umum. Makassar: FMIPA UNM.
Prawira, Bjoni. 1997. Fisiologi Adaptasi Hewan Tertial Terhadap
lingkungan. Jakarta: Dirjen Depdikbud
Taryono.1995. Prinsip Belajar biologi. Jakarta : PT. Tiga Serangkai
Tim pengajar. 2011. Penuntun Praktikum Biologi. Makassar: Penerbit FMIPA UNM.

JAWABAN PERTANYAAN
1. Bentuk sel otot polos agak bulat menyerupai sel darah dan dalam setiap sel terdapat
satu inti.
2. Kumpulan serabut sel otot lurik disebut fasikulus. Setiap serabut pada otot lurik
terdiri atas banyak inti yang terdapat pada bagian tepi.
3. Perbedaan antara sel otot polos dan sel otot lurik serta sel otot jantung, yaitu :
a) Otot polos terdapat pada dinding saluran pencernaan, pernafasan, pembuluh
darah, dan limpa. Otot lurik terdapat pada rangka atau melekat pada rangka. Otot
jantung melekat pada dinding jantung.
b) Fungsi otot polos yaitu memberikan gerakan diluar kehendak misalnya gerakan
zat-zat sepanjang saluran pencernaan. Otot lurik berfungsi untuk berkontraksi secara
cepat dan kuat. Otot jantung berfungsi membantu otot-otot jantung berkontraksi
untuk memompa darah melalui dan keluar jantung.
4. Yang dimaksud dengan :
a. Lamela : Substansi mineral yang disimpan dalam lapisan tipis.
b. Lakuna : Rongga kecil yang terdapat diantara lamela havers.

Lampiran Literatur Internet dan laporan Sementara

Jaringan tumbuhan Jaringan adalah sekumpulan sel yang


memiliki bentuk dan fungsi sama. Jaringan pada tumbuhan dan
hewan berbeda. Kali ini kita pelajari jaringan tumbuhan terlebih
dahulu.
a. Jaringan Meristem
Jaringan meristem adalah jaringan yang sel-selnya selalu
membelah (mitosis) serta belum berdifferensiasi.
b. Jaringan Parenkim
Jaringan parenkim adalah jaringan yang selnya berdinding
selulosa tipis yang berfungsi sebagai pengisi bagian tubuh
tumbuhan. Ciri-ciri khas jaringan ini adalah sel-selnya berukuran
besar, berdinding tipis dan susunannya renggang sehingga
banyak ruang antar sel dan vakuolanya besar. Jaringan ini terletak
Pada korteks dan empulur batang dan akar, pada buah, serta di
antara Xilem dan floem.
c. jaringan epidermis
Jaringan epidermis adalah jaringan yang terdapat pada tubuh
sebelah luar. Jaringan epidermis tersusun atas sel-sel hidup
berbentuk pipih selapis yang berderet rapat tanpa ruang antar sel.
Jaringan epidermis umumnya tidak berklorofil, kecuali pada
epidermis tumbuhan Bryophita dan Pterydophyta serta sekitar
stomata.
d. Jaringan Kolenkim
jaringan kolenkim adalah jaringan yang terdiri atas sel-sel hidup
yang memiliki selulosa tebal, penebalan yang utama terjadi pada
sudut-sudutnya. Jaringan ini biasanya berkelompok membentu
untaian atau silinder. Jaringan ini terletak pada bagian terluar
batang dan urat daun. Fungsinya sebagai penyokong dan
memperkuat organ

e. Jaringan Sklerenkim
Jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang bersifat mati dan
seluruh bagian dinding selnya mengalami penebalan. Letaknya
adalah di bagian korteks, perisikel, serta di antara xylem dan
floem. Jaringan sklerenkim pada bagian keras biji dan buah
berupa sklereida
f. Jaringan Xilem
Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman . fungsinya
menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman.
g. Jaringan Floem
Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan
zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan