Anda di halaman 1dari 26

S.

Khansa Zatalini

(201210330311044)

Azmilla Nurrachmalia

(201210330311

Jazilatun Nikmah

(201210330311

Nur Latifah Rahmayanti (201210330311098)

Pengeluaran ASI dengan Tangan

Pengeluaran ASI
dengan Pompa

POMPA
MANUAL

POMPA
ELEKTRIK

Pengeluaran ASI dengan


Tangan

1.
2.
3.
4.

5.

Cuci tangan sampai bersih


Pegang cangkir yang bersih untuk menampung ASI
Condongkan badan kedepan dan sangga payudara
dengan tangan
Letakkan ibu jari pada batas atas aerola mamae dan
letakkan jari telunjuk pada batas aerola bagian
bawah sehingga berhadapan
Tekan kedua jari ke dalam ke arah dinding dada
tanpa menggeser letak kedua jari

6.

7.
8.

9.
10.

Pijat daerah diantara kedua jari tadi kearah depan


sehingga akan memeras dan mengeluarkan ASI yang
berada didalamnya sinus lactiferous
Ulangi gerakan tekan, pijat dan lepas beberapa kali
Setelah pancaran ASI berkurang, pindahkan posisi
ibu jari telunjuk tadi dengan cara diputar pada sisisisi lain dari batasan aerola dengan kedua jari selalu
berhadapan
Lakukan hal yang sama pada setiap posisi sehingga
ASI keluar dari payudara
Jangan menekan, memijat atau menarik puting susu
karena ini tidak akan mengeluarkan ASI dan akan
menyebabkan rasa sakit.

Letakkan

Dorong

Pemijatan

Pijat

Penekanan

Keluarkan

Menekan puting susu memijat puting dengan 2 jari,

dapat menyebabkan lecet


Mengurut mendorong dari pangkal payudara, dapat
menyebabkan kulit nyeri
Menarik puting dan payudara dapat menyebabkan
kerusakan jaringan

Pengeluaran ASI dengan


Pompa

POMPA MANUAL
POMPA ELEKTRIK

POMPA ASI MANUAL

Ibu berada dalam posisi duduk, paling baik agak

membungkuk ke depan.
Pasangkan corong hingga menutupi area putting payudara ,
pastikan puting susu berada tepat di depan pipa
penghisapan.
Mulailah lakukan pemompaan secara perlahan-lahan hingga
ASI keluar, bila menggunakan pompa elektrik maka akan
diatur secara otomatis.
Pompalah hingga 15 menit untuk tiap payudara untuk
pompa eletrik dan 45 menit untuk pompa manual.

Kadang bayi baru lahir tak langsung bisa menyusu

langsung dengan baik, jika kondisi ini terjadi kita


disarankan untuk mulai memerah ASI sejak 6 jam
setelah melahirkan. Hal ini sangat berguna untuk
memastikan asupannya cukup sejak hari pertama. ASI
yang masih berupa kolostrum dapat kita perah dengan
tangan, ditampung dengan sendok, dan bisa diberikan
kepada bayi langsung dari sendok tersebut.
Untuk mensuplai kebutuhan asupan bayi saat bayi
lahir prematur, sakit, atau harus dirawat di rumah
sakit sehingga tidak bisa menyusu langsung atau
belum bisa menyusu langsung dengan efektif

Saat puting ibu lecet parah dan menyusui langsung

terasa menyakitkan, ibu dapat tetap memerah ASI dan


memberikannya kepada bayi dengan cara lain. Pada
kondisi ini memerah dengan tangan lebih baik karena
menggunakan pompa sering kali membuat luka
bertambah besar.
Untuk tetap memberi ASI saat ibu meninggalkan bayi
dengan pengasuh lain, baik karena ibu bersekolah
atau bekerja.
Saat kita mengolah MPASI dan perlu membuatnya
lebih berkalori, kita dapat mengganti komponen air
yang diperlukan dengan ASI perahan.

ASI yang diperah atau dipompa haruslah disimpan

secara benar untuk memaksimalkan kualitas dan


kandungan nutrisi di dalamnya.

1.
2.

3.

4.

5.

Dalam suhu ruangan (19-22C) bertahan 6-8 jam


lamanya.
Di dalam kulkas (0-4C) harus diberikan dalam 2x24 jam
setelah dikeluarkan dari payudara. Sebelum diberikan
pada bayi ASI dihangatkan terlebih dahulu.
Di dalam freezer (dengan suhu bervariasi tergantung
berapa sering pintu freezer dibuka dan ditutup) sampai 2
minggu
Di dalam freezer dengan bagian khusus yang memiliki
tutup terpisah dari pintu freezer (dengan suhu bervariasi
tergantung berapa sering pintu freezer dibuka dan
ditutup) sampai 3-4 bulan.
Di dalam freezer yang sangat dingin (-17 sampai -18C)
sampai 6 bulan lamanya

Plastik dengan permukaan keras (seperti botol bayi)


atau wadah yang terbuat dari gelas dengan tutup
yang rapat.
2. Kantong ASI yang didesain khusus untuk
penyimpanan dalam freezer.
1.

Rendam atau aliri botol dengan air hangat.

ASI jangan dipanaskan sampai mendidih.


Perlahan kocok-kocok ASI sebelum mengukur

suhunya. Mengocok secara perlahan juga akan


membantu mencampur bagian yang mengental
dengan yang cair.

Cara Menyusui (Dapat dilakukan dengan berdiri,

duduk maupun berbaring cari posisi yg nyaman) :


Bayi cukup tenang
Mulut bayi terbuka lebar
Bayi menempel pada perut ibu

Mulut dan dagu bayi menempel pada payudara ibu


Sebagian besar areola masuk ke mulut bayi
Bayi tampak mengisap dengan perlahan namun kuat
Puting ibu tidak terasa sakit
Telinga dan lengan bayi pada satu garis lurus

Jadwal menyusui :

Tidak terjadwal (sesuai kebutuhan bayi)


Menyendawakan bayi (untuk mengeluarkan udara yg

terhisap saat menyusui) :


Posisikan bayi bersandar pada pundak ibu
Tepuk punggung perlahan agar udara dapat keluar

Pada bayi dengan kelainan tertentu seperti sumbing,

pemberian ASI dapat dilakukan dengan sendok