Anda di halaman 1dari 10

Praktikum Geologi Struktur

Penutup

BAB X
PENUTUP
10.1.

Kesimpulan
Dari praktikum geologi struktur yang telah dijalani, didapatkan
kesimpulan sebagai berikut:
1.

Geologi struktur adalah bagian dari ilmu geologi yang mempelajari


tentang bentuk (arsitektur) batuan sebagai hasil dari proses deformasi.

2.

Proses deformasi adalah perubahan bentuk dan ukuran pada batuan


akibat dari gaya yang terjadi di dalam bumi. Gaya tersebut pada dasarnya
merupakan proses tektonik yang terjadi di dalam bumi.

3. Secara umum struktur yang ada pada batuan dapat dibedakan menjadi
dua macam, yaitu:

4.

a.

Struktur Primer (Syngenetik)

b.

Struktur Sekunder (Epigenik)

Struktur bidang adalah struktur yang mempunyai bidang dan kedudukan


yang dapat diamati secara langsung di lapangan atau hanya didapatkan
dari hasil-hasil analisa dari struktur bidang.

5.

Struktur bidang dalam geologi struktur dapat di bedakan menjadi dua


bagian, yaitu :
a. Struktur Bidang Riil.
b. Struktur Bidang Semu.

6.

7.

Ada beberapa istilah dalam struktur bidang, diantaranya :


a.

Strike (arah penyebaran batuan).

b.

Dip (kemiringan batuan).

c.

Dip Direction (arah kemiringan batuan).

d.

Apparent Dip (kemiringan semu).

e.

Apparent Dip Direction (arah kemiringan semu).

Hasil yang didapat dari pengukuran metode grafis struktur bidang berupa
adalah :
a.

Kedudukan bidang N 1400 E / 360 , Apparent Dip Direction N 800 W


Kemiringan semu : Apparent Dip I = 250, Apparent Dip II= 290

Wahyu Tri Wardani Putera


H1C113023

Praktikum Geologi Struktur


Penutup
b.

Kedudukan bidang N 720 E / 190 , Apparent Dip Direction S 400 W


Kemiringan semu : Apparent Dip I = 250, Apperent Dip II = 290

c.

d.

8.

Kemiringan semu N 1270 E / 250 dan S 180 W/ 290


Strike / Dip :

OG (Strike) : N 800 E

Sudut FOE :

320

Kemiringan semu N 170 E / 500 dan S 450 E/ 450


Strike / Dip :

OG(Strike) : N 170 E

Sudut FOE :

450

Struktur garis adalah struktur yang berbentuk garis yang mempunyai arah
dan kedudukan, misalnya garis perpotongan dua bidang perlapisan, garis
poros lipatan dan gores garis pada bidang sesar.

9. Struktur garis dalam geologi struktur dapat di bedakan menjadi dua


bagian, yaitu :
a. Struktur Garis Riil
b. Struktur Garis Semu
10. Ada beberapa istilah dalam struktur garis, diantaranya :
a.

Trend (arah penunjaman).

b.

Plunge (penunjaman).

c.

Bearing (arah kelurusan).

d.

Rake (pitch).

11. Berdasarkan pada saat pembentukannya, pada struktur garis dapat


dibedakan menjadi dua macam yaitu :
a. Struktur Garis Primer (liniasi struktur).
b. Struktur Garis Sekunder (gores garis liniasi).
12. Hasil yang didapat dari pengukuran metode grafis struktur garis yaitu
menentukan kedudukan garis dari hasil perpotongan dua buah bidang,
berupa :
a.

Strike Dike N 35o E / 30o NE dan Strike Batugamping N 130o E / 40o


NE
1)

Rake Dike

2)

Rake Batugamping : 41o

Wahyu Tri Wardani Putera


H1C113023

: 56o

Praktikum Geologi Struktur


Penutup

b.

3)

Trend

: N 164o E

4)

Plunge

: 25o

Strike Dike N 314o E / 33o dan Strike Batugamping N 213o E / 30o


1)

Rake Dike

: 46o

2)

Rake Batugamping

: 42o

3)

Trend

: N 351o E

4)

Plunge

: 21o

13. Proyeksi stereografis juga merupakan metode pendeskripsian geometri


yang mampu menunjukkan hubungan antara besar sudut dan kedudukan
dari garis atau bidang.
14. Macam-macam proyeksi stereografis :
a. Equal angle projection net (wulf net).
b. Equal area projection net (schmidt net).
c. Orthogonal projection.
d. Polar projection.
15. Hasil yang didapat dari pengukuran dari permasalahan stereografis
adalah sebagai berikut :
a. Nilai apparent dip pada satu bidang, yaitu pada permasalahan 1 adalah
320 dan pada permasalahan 2 adalah 540.
b. Nilai plunge pada satu bidang, yaitu pada permasalahan 1 adalah 32 0
dan pada permasalahan 2 adalah 280.
c. Nilai rake pada suatu bidang, yaitu pada permasalahan 1 adalah 42 0
dan pada permasalahan 2 adalah 380.
d. Arah strike dan nilai dip kedudukan bidang dari dua apparent dip
yaitu pada permasalahan 1 adalah N 460 E dan 360 dan pada
permasalahan 2 adalah N 72o E dan 520.
e. Nilai rake singkapan dan rake dike pada perpotongan dua buah
bidang, yaitu pada permasalahan 1 adalah 450 dan 280.
f. Nilai trend pada perpotongan dua buah bidang, yaitu pada
permasalahan 1 adalah N 1480 E.
g. Nilai plunge pada perpotongan dua buah bidang, yaitu pada
permasalahan 1 adalah 210.
Wahyu Tri Wardani Putera
H1C113023

Praktikum Geologi Struktur


Penutup

h. Nilai rake singkapan dan rake dike pada perpotongan dua buah bidang,
yaitu pada permasalahan 2 adalah 420 dan 460.
i. Nilai trend pada perpotongan dua buah bidang, yaitu pada
permasalahan 2 adalah N 1480 E.
j. Nilai plunge pada perpotongan dua buah bidang, yaitu pada
permasalahan 2 adalah 210.
16. Tebal adalah jarak tegak lurus antara dua garis sejajar yang
merupakan batas lapisan batuan.
17. Dalam menentukan ketebalan batubara dikenal adanya istilah ketebalan
semu dan ketebalan sebenarnya.
18. Kedalaman adalah jarak vertikal dari ketinggian tertentu (permukaan air
laut) ke arah bawah terhadap suatu titik, garis atau bidang.
19. Dalam menghitung kedalaman batubara dikenal adanya istilah kedalaman
roof dan kedalaman floor batubara.
20. Hasil dari menentukan tebal dan kedalaman :
a. Pada permasalahan 1
1) Kedalaman sampai roof

: 46,63 m

2) Kedalaman sampai floor

: 47,563 m

3) Ketebalan semu

: 0,963 m

4) Ketebalan sebenarnya

: 0,845 m

b. Pada permasalahan 2
1) Kedalaman sampai roof

: 37,759 m

2) Kedalaman sampai floor

: 40,276 m

3) Ketebalan semu

: 2,517 m

4) Ketebalan sebenarnya

: 1.926 m

c. Pada permasalahan 3
1) Kedalaman sampai roof

: 29,408 m

2) Kedalaman sampai floor

: 36,548 m

3) Ketebalan semu

: 7,14 m

4) Ketebalan sebenarnya

: 2,529 m

d. Pada permasalahan 4
1) Kedalaman sampai roof
Wahyu Tri Wardani Putera
H1C113023

: 22,209 m

Praktikum Geologi Struktur


Penutup

2) Kedalaman sampai floor

: 29,348 m

3) Ketebalan semu

: 7,139 m

4) Ketebalan sebenarnya

: 1,773 m

20. Kekar (joint) dapat dikatakan sebagai rekahan yang berbentuk teratur
pada masa batuan yang tidak memperlihatkan (dilihat secara langsung)
telah terjadi pergeseran pada kedua sisi bidang rekahannya, penyebab
terbentuknya atau terjadinya kekar yaitu disebabkan oleh gaya tektonik
dan non tektonik.
22. Berdasarkan genesanya kekar dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu:
a. Kekar Gerus (Shear Joint).
b. Kekar Tarik (Tension Joint).
c. Kekar Hibrid (Hibrid Joint).
23. Berdasarkan bentuknya kekar dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu:
a. Kekar Sistematis.
b. Kekar Tidak Sistematik.
24. Berdasarkan ukurannya kekar dibedakan menjadi empat kelompok, yaitu:
a. Master joint, kekar yang memotong beberapa lapisan batuan dan
dapat diikuti sepanjang puluhan-ratusan meter.
b. Major joint, kekar yang lebih kecil tetapi masih menentukan struktur
batuan.
c. Minor joint, kekar-kekar kecil yang tidak berpengaruh terhadap
struktur batuan.
d. Micro joint, kekar yang ukurannya kurang dari1 inchi.
25. Metode statistika adalah metode-metode yang sering atau umum dipakai
dalam suatu analisa kegiatan struktur pada parameter yang didasarkan
pada banyaknya bentuk dan pola atas sejumlah data dari struktur. Jenisjenis diagram metode ini, yaitu :
a. Diagram Kipas.
b. Diagram Roset.
c. Histogram.
d. Diagram Kontur.
26. Hasil dari menentukan arah dan kedudukan umum penyebaran kekar :
a. Data permasalahan 1
Wahyu Tri Wardani Putera
H1C113023

Praktikum Geologi Struktur


Penutup

1) Arah

: N 36o E N 40o E

2) Kedudukan

: N 35o E/ 300 & N 198o/ 30

b. Data permasalahan 2
1) Arah

: N 16o E N 20o E

2) Kedudukan

: N 205o E/ 580

c. Data permasalahan 3
1) Arah

: N 1o E N 5 o E

2) Kedudukan

: N 4o E/ 340

27. Sesar merupakan suatu rekahan yang telah mengalami pergeseran. Dalam
klasifikasi sesar digunakan pergeseran relatif karena tidak tahu blok
mana yang bergerak, satu sisi sesar bergerak searah tertentu relatif relatif
terhadap sisi lainnya.
28. Berdasarkan tipe gerakannya secara umum, dibedakan atas :
a. Sesar Translasi, yaitu sesar yang pergeserannya sepanjang garis lurus.
b. Sesar Rotasi yaitu jenis sesar yang pergeserannya mengalami
perputaran atau terputar.
29. Unsur-unsur atau istilah dalam sesar, yaitu :
a. Bidang Sesar.
b. Dip Sesar.
c. Hade.
d. Throw.
e. Heave.
f. Hanging Wall.
g. Foot Wall.
30. Hasil perhitungan dari permasalahan sesar adalah sebagai berikut :
a. Berdasarkan data permasalahan 1 dengan skala 1 : 12000 adalah:
1)

Rake

= 45o

2)

Throw (DH)

= 583,841 m

3)

Heave (EH)

= 489,329 m

4)

Hade (EDG)

= 40o

5)

Dip slip (DE)

= 762,195 m

6)

Net slip (EJ)

= 1078,069 m

Wahyu Tri Wardani Putera


H1C113023

Praktikum Geologi Struktur


Penutup
7)

Strike slip (DJ)

8)

Stratigraphic separation (DI)

= 749,999 m

9)

Horizontal separation (BC)

= 1500 m

10)

Vertical separation (DG) = 866,050 m

= 762,195 m

b. Berdasarkan data permasalahan 2 dengan skala 1 : 14500 adalah:


1)

Rake

= 32o

2)

Slope

= +7o

3)

Throw (DF)

= 554,693 m

4)

Heave (EF)

= 854,472 m

5)

Hade (EDG)

= 57o

6)

Dip slip (DE)

= 1019,657 m

7)

Net slip (EJ)

= 1927,517 m

8)

Strike slip (DJ)

= 1634,065 m

9)

Stratigraphic separation (DH) = 983,969 m

10)

Horizontal separation (BC)

= 1305 m

11)

Vertical separation (DG)

= 1324,318 m

31. Unsur-unsur struktur lipatan, yaitu :


a. Antiklin
b. Sinklin
c. Limb (sayap)
d. Hinge
e. Creast
f. Trough
g. Inflection
h. Culmination
i. Depresion
j. Axial Line (Hinge Line)
k. Axial Surface (Hinge Surface)
l. Cristal Line
m. Trough Line
n. Cristal Surface
o. Trough Surface
Wahyu Tri Wardani Putera
H1C113023

Praktikum Geologi Struktur


Penutup

p. Plunge
q. Bearing
r. Rake
32. Pola singkapan adalah bentuk penyebaran batuan jika singkapan batuan
yang sama dihubungkan dengan batas yang jelas.
33. Singkapan adalah kenampakan lapisan batuan yang tersingkap di muka
bumi.
34. Besar dan bentuk dari pola peyebaran atau dari singkapan tergantung dari
beberapa jenis, yaitu tebal lapisan, topografi ataupun morfologi besar
kemiringan lapisan dan bentuk struktur lipatan.
35. Hukum V adalah menyatakan hubungan antara lapisan yang
mempunyai

kemiringan

dengan

bentuk

topografi

berelief

akan

menghasilkan suatu pola singkapan yang beraturan.


33. Hasil perhitungan luas batubara, yaitu :
a.
Luas Batubara Sayatan A A' = 14450 m2
b.
Luas Batubara Sayatan B B'
= 5950 m2
c.
Luas Batubara Sayatan C C'
= 2550 m2
34. Hasil perhitungan volume batubara, yaitu :
a.
Volume Batubara Sayatan A dengan Sayatan B = 14075468,75 m3
b.
Volume Batubara Sayatan B dengan Sayatan C = 3919562,5 m3
c.
Volume Total Batubara
= 17995031,25 m3
35. Skala penampang vertikal dan horizontal :
a. Skala Vertikal
= 1:2500
b. Skala Horizontal
= 1:3400

10.2.

Saran
Adapun saran yang ingin disampaikan untuk praktikum geologi
struktur agar lebih baik lagi kedepannya, yaitu:
1.

Diharapkan untuk praktikum selanjutnya keterbatasan alat


sudah dapat diatasi, baik itu alat gambar dan lain sebagainya.

2.

Diharapkan untuk tempat praktikum agar memiliki tempat


yang tetap.

Wahyu Tri Wardani Putera


H1C113023

Praktikum Geologi Struktur


Penutup

3.

Sangat diharapkan untuk bisa memiliki laboratorium


geologi struktur tersendiri, agar tujuan dari adanya praktikum bisa tercapai
lebih baik lagi.

Wahyu Tri Wardani Putera


H1C113023

PRAKTIKUM GEOLOGI STRUKTUR


LABORATORIUM GEOLOGI
PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT

Rizki Nur Laily Aprina


H1C111008