Anda di halaman 1dari 2

Hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mukosa pada lansia

Seperti yang dapat dilihat pada skema faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mukosa pada
lansia adalah nutrisi, hasil dari proses penuaan, infeksi, farmakologi, perubahan lingkungan oral
dan protesa. Faktor-faktor tersebut saling berhubungan dan terkait satu sama lain. Satu faktor
dapat langsung menyebabkan perubahan mukosa dan juga dapat menyebabkan beberapa faktor
lain yang pada akhirnya akan menyebabkan perubahan mukosa.
1. Nutrisi. Menu diet yang berubah pada lansia menyebabkan kebutuhan nutrisi pada lansia pun
berubah dan berkurangnya indera pengecapan mengakibatkan penurunan terhadap cita makanan.
Oleh sebab itu masalah nutrisi yang sering dihadapi oleh lansia adalah kelebihan gizi,
kekurangan gizi, dan kekurangan vitamin. Kekurangan vitamin dapat berakibat langsung ke
perubahan mukosa, contohnya adalah kekurangan vitamin C yang dapat menyebabkan lansia
rentan mengalami gingivitis. Bila konsumsi kalori terlalu rendah dari yang dibutuhkan
menyebabkan berat badan kurang dari normal. Apabila hal ini disertai dengan kekurangan
protein menyebabkan kerusakan-kerusakan sel yang tidak dapat diperbaiki, akibatnya rambut
rontok, daya tahan terhadap penyakit menurun, kemungkinan akan mudah terkena infeksi.
Berkurangnya nutrisi pada lansia juga menyebabkan perubahan pada lingkungan oral dimana
keseimbangan flora normal di rongga mulut terganggu sehingga beberapa mikroorganisme jahat
akan mengambil kesempatan ini untuk tumbuh pesat di dalam rongga mulut sehingga mudah
terjadi infeksi dalam rongga mulut.
2. Protesa. Pada lansia masalah dental yang sering dikeluhkan adalah pemakaian gigi tiruan. GT
yang tidak sesuai dapat menimbulkan berbagai macam masalah seperti GT sering lepas,
pembuatan GT yang tidak sesuai dan kontruksi GT yang salah. Masalah pada gigi tiruan yang
tidak tepat dapat berakibat langsung ke perubahan mukosa seperti keratosis yang ditandai dengan
adanya penebalan berwarna putih pada mukosa mulut. Terjadinya keratosis berhubungan dengan
cengkeraman gigi tiruan, tepi yang kasar dari gigi tiruan. Selain itu kontruksi GT yang tidak tepat
dapat berakibat pada infeksi jamur, misalnya denture stomatitis yang disebabkan oleh candida.
Nutrisi lansia menjadi berkurang ketika lansia memiliki masalah dengan gigi tiruannya. Hal ini
disebabkan karena GT yang sering lepas sehingga lansia tidak nyaman ketika makan. Kemudian
berkurangnya nutrisi juga akan mengakibatkan perubahan pada mukosa.
3. Hasil proses penuaan. Ada beberapa kondisi normal penuaan sistem tubuh pada lansia yang
menyebabkan perubahan mukosa, seperti epitel mulut bertambah tipis sejalan dengan usia
sehingga rentan terluka, dan keratin berkurang. Selain itu perubahan-perubahan normal pada
lansia menyebabkan penurunan daya imun yang membuat lansia lebih rentan terhadap infeksi.
Kondisi normal penuaan sistem tubuh pada lansia salah satunya adalah berubahnya menu diet
sehingga kebutuhan nutrisi lansia pun berbeda dengan usia muda yang dapat mengakibatkan
nutrisi yang masuk ke dalam tubuh lansia berkurang.
4. Farmakologi. Pada lansia cenderung mengkonsumi banyak obat-obatan akibat dari kondisi
sitemik tubuhnya yang cenderung menurun. Hipertensi sebagai contoh penyakit yang sering

dialami oleh para lansia. Akibat pemakaian obat antihipertensi oleh lansia adalah perubahan
mukosa antara lain enlargement gingiva. Pemakaian obat-obatan ini juga sangat berpengaruh
terhadap perubahan lingkungan rongga mulut dimana keseimbangan mikroorganisme dalam
rongga mulut akan terganggu yang dapat berakibat mudahnya lansia terkena infeksi
5. Perubahan lingkungan oral. Perubahan lingkungan oral dapat langsung berakibat pada
perubahan mukosa seperti pada candidiasis oral yang merupakan suatu infeksi dalam rongga
mulut yang disebabkan oleh jamur candida. Jamur candida sebenarnya merupakan flora normal
mulut, namun berbagai faktor seperti adanya gangguan sistem imun maupun penggunaan obatobatan seperti obat antibiotik dan steroid dapat menyebabkan perubahan lingkungan oral dimana
flora normal tersebut menjadi patogen.
6. Infeksi. Seperti yang telah dijelaskan diatas, Infeksi dapat disebabkan oleh beberapa faktor
yaitu perubahan lingkungan oral, berbagai masalah gigi tiruan pada lansia dan kondisi normal
penuaan. Etiologi infeksi yang langsung menyebabkan perubahan mukosa pada rongga mulut
dapat berasal dari bakteri, jamur maupun virus. Contohnya, infeksi jamur candida yang lebih
sering terjadi pada lansia karena daya tahan tubuh cenderung menurun.