Anda di halaman 1dari 11

Alat penukar panas

Condenser
Condenser merupakan alat penukar panas yang digunakan untuk mendinginkan fluida sampai
terjadi perubahan fase dari fase uap menjadi fase cair. Media pendingin yang dipakai biasanya air
sungai atau air laut dengan suhu udara luar (Sitompul, 1993).
2.

Chiller

Chiller merupakan alat penukar panas yang digunakan untuk mendinginkan (menurunkan suhu)
cairan atau gas pada temperatur yang sangat rendah. Temperatur pendingin di dalam chiller jauh
lebih rendah dibandingkan dengan pendinginan yang dilakukan oleh pendingin air. Media
pendingin yang digunakan antara lain freon (Sitompul, 1993).
3.

Reboiler

Reboiler merupakan alat penukar panas yang bertujuan untuk mendidihkan kembali serta
meenguapkan sebagian cairan yang diproses. Media pemanas yang digunakan antara lain uap
(steam) dan minyak (oil). Alat penukar panas ini digunakan pada peralatan distilasi (Sitompul,
1993).
4.

Cooler

Cooler adalah alat penukar panas yang digunakan untuk mendinginkan (menurunkan suhu)
cairan atau gas dengan menggunakan air sebagai media pendingin. Dengan perkembangan
teknologi saat ini, media pendingin cooler menggunakan udara dengan bantuan kipas (fan)
(Sitompul, 1993).
5.

Heat Exchanger

Heat Exchanger (HE) adalah alat penukar panas yang bertujuan memanfaatkan panas suatu
aliran fluida untuk pemanasan aliran fluida yang lain. Dalam hal ini terjadi 2 fungsi sekaligus
yaitu :

Memanaskan fluida yang dingin

Mendinginkan fluida yang panas (Sitompul, 1993).

6. Heater
Heater merupakan alat penukar kalor yang bertujuan memanaskan (menaikkan suhu) suatu
fluida proses dengan menggunakan media pemanas. Media pemanas yang biasa digunakan antara
lain uap atau fluida panas lain (Sitompul, 1993).
7. Thermosiphon dan Forced Circulation Reboiler
Thermosiphon reboiler merupakan reboiler dimana terjadi sirkulasi fluida yang akan dididihkan
dan diuapkan dengan proses sirkulasi alamiah (natural circulation). Sedangkan Forced
Circulation Reboiler adalah reboiler yang sirkulasi fluida terjadi akibar adanya pompa sirkulasi
sehingga menghasilkan sirkulasi paksaan (forced circulation) (Sitompul, 1993).
8. Steam Generator
Alat ini sering disebut sebagai ketel uap dimana terjadi pembentukan uap dalam unit
pembangkit. Panas hasil pembakaran bahan bakar dalam ketel dipindahkan dengan cara
konveksi, konduksi dan radiasi. Berdasarkan sumber panasnya, steam generator dibagi 2 macam,
yaitu :

Steam generator tipe pipa air

Tipe ini, fluida yang berada di dalam pipa adalah air ketel, sedangkan pemanas (berupa nyala api
dan gas asap) berada di luar pipa. Hasilnya berupa uap dengan tekanan tinggi.

Steam generator tipe pipa api

Tipe ini, fluida yang berada di dalam pipa adalah nyala api, sedangkan air yang akan diuapkan
berada di luar pipa dalam bejana khususpemanas (berupa nyala api
dan gas asap) berada di luar pipa (Sitompul, 1993).

9. WHB (Waste Heat Boiler)


WHB adalah alat penukar panas sejenis dengan ketel uap tetapi memiliki perbedaan pada sumber
panas yang digunakan. Sumber panas pada ketel uap yaitu hasil pembakaran bahan bakar
sedangkan sumber panas pada WHB yaitu memanfaatkan panas dari gas asap pembakaran atau
cairan panas yang diperoleh dari reaksi kimia (Sitompul, 1993).
10. Superheater
Alat penukar panas jenis ini digunakan untuk mengubah uap basah (saturated steam) pada steam
generator (ketel uap) menjadi uap kering (superheated steam) (Sitompul, 1993).
11. Evaporator
Evaporator adalah alat penukar panas yang digunakan untuk menguapkan cairan yang ada pada
larutan sehingga diperoleh larutan yang lebih pekat (mother liquor) (Sitompul, 1993).
12. Vaporizer
Alat penukar panas ini digunakan untuk menguapkan suatu cairan sehingga fasenya berubah dari
cair menjadi gas (Sitompul, 1993).
13. Ekonomizer
Ekonomizer (disebut juga pemanas air pengisi ketel uap) digunakan untuk menaikkan suhu air
sebelum air masuk ke dalam ketel uap. Tujuannya untuk meringankan beban ketel (Sitompul,
1993).

Fungsi Destilator
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahan bahan kimia berdasarkan perbedaan
kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan. Dalam penyulingan, campuran zat
dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk
cairan. Zat yang memiliki titik didih lebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini
merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini

didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada
titik didihnya.
Distilasi juga bisa dikatakan sebagai proses pemisahan komponen yang ditujukan untuk
memisahkan pelarut dan komponen pelarutnya. Hasil distilasi disebut distilat dan sisanya disebut
residu. Jika hasil distilasinya berupa air, maka disebut sebagai aquadestilata (disingkat aquades).
Proses distilasi dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu sebagai berikut :
1. Distilasi Bertingkat
Distilasi bertingkat merupakan teknik atau proses pemisahan campuran berupa cairan yang
bertujuan untuk memproses lebih dari 1 jenis komponen. Untuk tujuan ini, cairan yang menguap
dilewatkan melalui kolom kolom perangkap uap. Komponen yang lebih mudah menguap
(bertitik didih rendah) cenderung mengembun (terperangkap) di kolom lebih atas dan komponen
yang sukar menguap (bertitik didih tinggi) cenderung mengendap di kolom lebih bawah. Teknik
ini diterapkan, misalnya untuk pemurnian minyak bumi
2. Distilasi Fraksional
Distlasi fraksional merupakan teknik pemisahan campuran berupa cairan heterogen yang
bertujuan untuk memisahkan fraksi fraksi (komponen) yang terdapat di dalam cairan tersebut.
Pemisahan ini dilakukan dengan memanaskan cairan tersebut di dalam tabung bertingkat
sehingga fraksi fraksi yang terdapat pada cairan tersebut akan memisah dengan sendirinya,
sesuai dengan titik didihnya . Proses pada distilasi fraksional hampir sama dengan proses pada
distilasi bertingkat
3. Distilasi Vakum
Distilasi vakum merupakan distilasi tanpa pemanasan dan berlangsung pada tekanan rendah.
Tekanan diturunkan sampai terjadi pendidihan. Zat dengan titik didih paling rendah akan
menguap lebih dahulu untuk selajutnya diembunkan. Teknik ini diterapkan untuk pemisahan
cairan yang mudah mengurai atau meledak jika dipanaskan

Kelebihan Destilasi :
1. Dapat memisahkan zat dengan perbedaan titik didih yang tinggi.
2. Produk yang dihasilkan benar-benar murni.

Kekurangan Destilasi :
1. Hanya dapat memisahkan zat yang memiliki perbedaan titik didih yang besar.
2. Biaya penggunaan alat ini relatif mahal.

Alasan pakai fluid package peng robinson


Aplikasi Minyak, Gas dan Petrokimia
Berdasarkan informasi dari pengembang Hysys, EOS Peng-Robinson adalah yang
direkomendasikan untuk dipakai dalam aplikasi minyak, gas dan petrokimia, .
Aplikasi Selain Minyak, Gas dan Petrokimiia.
Selain itu dari pengembang Hysys sendiri mempunyai tabel yang mentabulasikan kesesuaian
property method terhadap aplikasi selain migas dan petrokimia sbb.

Mengapa Peng-Robinson?
Persamaan keadaan PR ini telah dimutakhirkan sedemikian rupa sehingga kalkulasi
kesetimbangan fasa bisa mempunyai keberlakuan untuk sistem temperatur rendah kriogenik
sampai temperatur tinggi dan tekanan tinggi di sistem reservoir. Itu katanya developer-nya, mana
ada kecap nomer 2 hehehe Saya sih ga tahu persis. Ini dia rentang kondisi keberlakuan dari
EOS PR dan SRK.

Nah, sudah tahu kan cara memilih FP yang tepat untuk aplikasi anda? Kalau tidak hubungi
dukun terdekat hehehe

Separator
Sedangkan jumlah phase yang dipisahkan dalam fluida dibedakan menjadi 2, yaitu:
- Two phase Separator: Separator yang memisahkan dua phase fluida. Dapat berupa minyak dan
air, gas dan minyak, maupun air dan gas.
- Three phase Separator

: Separator yang memisahkan tiga phase fluida sekaligus yaitu gas,

air, dan minyak.

Separator merupakan salah satu jenis vesel. Jenis vesel dapat dibedakan atau diberi nama lain
sesuai dengan fungsinya masing-masing. Pada instalasi gas separator diberi nama lain, karena
fungsifungsi yang dilakukannya didalam sistem proses. Sebuah Scrubber melakukan kerja yang
sama pada sebuah Knockout drum. Tetapi, biasanya Scrubber memisahkan suatu flow yang berisi
rasio tinggi gas dan cairan. Knockout drum digunakan jika cairan mengalir bersama gas.

Bagian-bagian dalam dari separator horizontal adalah sebagai berikut:


1.

Deflector

: Merupakan sebuah plate yang terletak di dalam separator yang berfungsi

untuk memecah aliran yang masuk.

2.

Straightening vanes

: Merupakan plate yang disusun ke atas yang berfungsi untuk

menjaga kestabilan permukaan liquid.


3.

Weir

: Sebuah plate / bendungan yang berfungsi untuk memisahkan minyak dari air,

dan mencegah masuknya air ke dalam tampungan minyak.


4.

Mist Extractor : Berfungsi untuk mencegah / menangkap minyak atau kondensat yang

terikut dalam gas.


5.

Vortex Breaker : Berfungsi untuk mencegah pusaran pada outlet liquid.

Adapun perlengkapan di luar sparator sebagai berikut:


1.

Inlet

: Merupakan tempat masuknya fluida ke dalam separator.

2.

Outlet

: Merupakan tempat keluarnya fluida yang telah terseparasi attau terpisahkan,

berupa gas outlet, oil outlet, dan water outlet.


3.

Pressure gauge : Berfungsi sebagai indikator tekanan dalam separator

4.

Thermometer

: Berfungsi sebagai indikator temperature dalam separator.

5.

Level gauge

: Berfungsi sebagai indikator level air maupun minyak dalam separator.

6.

Shut Down Valve

: Safety device yang dapat mematikan proses jika tekanan melebihi

ambang batas yang telah ditentukan.


7.

Level Control Valve

: Valve yang berfungsi mengatur level cairan (oil/water) dengan

cara mengatur aliran outlet.


8.

Pressure Control Valve : Valve yang berfungsi mengatur aliran/tekanan gas dalam

separator.
9.

Pressure Safety Valve

: Safety device yang berfungsi untuk membuang tekanan gas

ketika tekanan dalam separator melebihi batas aman dan PCV sudah tidak dapat mengatasi
kelebihan tekanan tersebut (bukaan peuh).

10. Coreolist Meter : Untuk menghitung kapasitas/volum minyak yang terproduksi


11. Chart Recorder

: Untuk menghitung jumlah gas yang terproduksi.

12. Rupture disk

: safety device berupa plate untuk membuang tekanan gas yang

pecah/beroprasi ketika PSV sudah tidak dapat menanggulangi tekanan yang berlebih.
13. Drain Pipe

: Berfungsi untuk membuang sedimen dalam separator, juga dapat

digunakan untuk mengosongkan separator.


14. Man Hole : Lubang untuk masuknya orang yang dibuka/digunakan pada waktu-waktu
tertentu seperti untuk pembersihan.

Ini VALVENYA
Pengertian, dan Fungsi dari Jenis-jenis Valve

Di dalam sebuah pabrik oil and gas, petrochemical, food and baverage, dan pabrik yang lainya
pastinya ada valve yang terpasang disetiap sistem perpipaan.
Ada beberapa tipe penggunaan valve untukmasing-masing fungsinya, ini
juga penting untuk menentukandalam kondisi bagaimana valve digunakan.Dan ini
dasar penting untuk mengetahui karakter kimia dan fisika fluida yang dipakai.
Secara ringkas pertimbangan harus diberikan kepada :
Fungsi valve :
2
- valve shut off ( katup penutup )
yang biasanya dihubungkan dengan blockvalve atau on-off service valve.
- throttling valves ( katup pemadam)
Fungsi Valve :
Starting

Stoping
Diverting flow
Tipe Valve
1. Ball Valve
Ball valve biasanya digunakan untuk starting dan stoping flow (100% close or open), ball valve
dirancang dengan diameter dalam sama dengan diameter dalam main pipe (untuk memudahkan
dalam proses pigging)

ball valve trunnion mounted

Plug valve

2. Plug Valve
Valve ini biasanya digunakan pada equalizing pipe, plug valve mempunyai throtle (regulator)
untuk mengatur flow yang mengalir.