Anda di halaman 1dari 27

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Manajemen

adalah

suatu

kegiatan

untuk

mengarahkan,

mengkoordinasi, mengarahkan dan mengawasi dalam mencapai tujuan


bersama dalam sebuah organisasi. Manajemen keperawatan adalah upaya staf
keperawatan dalam memberikan asuhan keperawatan, pengobatan, dan rasa
aman kepada pasien, keluarga, serta masyarakat.
Manajemen sangat penting diterapkan di dalam ruangan agar semua
kegiatan tertata rapid an terarah, sehingga tujuan dapat dicapai bersama, yaitu
menciptakan suasana yang aman dan nyaman baik kepada sesama staf
keperawatan maupun pasien.
Dalam pelaksanaan manajemen terdapat model praktik keperawatan
professional (MPKP) yang di dalamnya terdapat kegiatan ronde keperawatan.
Ronde keperawatan adalah suatu kegiatan dimana perawat primer dan
perawat asosiet bekerja sama untuk menyelesaikan masalah klien, dan klien
dilibatkan secara langsung dalam proses penyelesaian masalah tersebut.
Ronde keperawatan diperlukan agar masalah klien dapat teratasi
dengan baik, sehingga semua kebutuhan dasar klien dapat terpenuhi. Perawat
professional harus dapat menerapkan ronde keperawatan, sehingga role play
tentang ronde keperawatan ini sangat perlu dilakukan agar mahasiswa paham
mengenai ronde keperawatan dan dapat mengaplikasikannya kelak saat
bekerja.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Management Keperawatan.
2. Tujuan Khusus:
Adapun tujuan yang dicapai setelah penyampaian materi tentang Ronde
Keperwatan diharapkan mahasiswa mampu:
a. Mengetahui dan memahami pengertian ronde keperawatan
b. Mengetahui dan memahami karakteristik ronde keperawatan
c. Mengetahui tujuan ronde keperawatan
d. Mengetahui manfaat ronde keperawatan
e. Mengetahui dan memahami tipe-tipe ronde keperawatan
f. Mengetahui dan memahami tahapan ronde keperawatan
g. Mengetahui hal-hal yang harus dipersiapkan dalam ronde keperawatan
h. Mengetahui komponen yang terlibat dalam ronde keperawatan

BAB II
TINJAUAN TEORI

A. RONDE KEPERAWATAN
1. Pengertian
Beberapa ahli mengungkapkan pengertian dari ronde keperawatan.
Chambliss (1996), ronde keperawatan adalah pertemuan antara staff yang usai
kerja melaporkan pada staf yang mulai kerja tentang kondisi pasien, dengan
staf menjelaskan apa yang telah dilakukan dan mengapa dilakukan yang
membawa setiap kasus ke dalam kerangka kerja berfikir staf, dan secara
sistematis menegakkan kemampuan sistem untuk menangani masalah medis.
Didalam ronde keperawatan terjadi proses interaksi antara perawat
dengan perawat, perawat dengan pasien. Kozier et al. (2004) menyatakan
bahwa ronde keperawatan merupakan prosedur dimana dua atau lebih perawat
mengunjungi pasien untuk mendapatkan informasi yang akan membantu
dalam merencanakan pelayanan keperawatan dan memberikan kesempatan
pada

pasien

untuk

mendiskusikan

masalah

keperawatannya

serta

mengevaluasi pelayanan keperawatan yang telah diterima pasien.


Ronde keperawatan merupakan proses interaksi antara pengajar dan
perawat atau siswa perawat dimana terjadi proses pembelajaran. Ronde
keperawatan dilakukan oleh teacher nurse atau head nurs dengan anggota
stafnya atau siswa untuk pemahaman yang jelas tentang penyakit dan efek
perawatan untuk setiap pasien (Clement, 2011).
Ronde keperawatan adalah suatu kegiatan untuk mengatasi
keperawatan klien yang dilaksanakan oleh perawat dengan melibatkan pasien
untuk membahas & melaksanakan asuhan keperawatan, yang dilakukan oleh
Perawat Primer dan atau konsuler, kepala ruang, dan Perawat pelaksana, serta
melibatkan seluruh anggota tim.

Ronde keperawatan merupakan suatu metode pembelajaran klinik


yang memungkinkan peserta didik mentransfer dan mengaplikasikan
pengetahuan teoritis ke dalam peraktik keperawatan secara langsung.
2. Karakteristik ronde keperawatan
Ronde keperawatan mempunyai beberapa karakteristik sebagai
berikut ini:
1) Klien dilibatkan secara langsung
2) Klien merupakan fokus kegiatan
3) Perawat aosiaet, perawat primer dan konsuler melakukan diskusi bersama
4) Kosuler memfasilitasi kreatifitas
5) Konsuler membantu mengembangkan kemampuan perawat asosiet,
perawat
6) Primer untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi masalah.
3. Tujuan Ronde Keperawatan
Tujuan dari pelaksanaan ronde keperawatan terbagi menjadi 2 yaitu:
tujuan bagi perawat dan tujuan bagi pasien. Tujuan ronde keperawatan bagi
perawat menurut Armola et al. (2010) adalah:
1) Melihat kemampuan staf dalam managemen pasien
2) Mendukung pengembangan profesional dan peluang pertumbuhan
3) Meningkatkan pengetahuan perawat dengan menyajikan dalam format
studi kasus
4) Menyediakan kesempatan pada staf perawat untuk belajar meningkatkan
penilaian keterampilan klinis
5) Membangun kerjasama dan rasa hormat, serta
6) Meningkatkan retensi perawat berpengalaman dan mempromosikan
kebanggaan dalam profesi keperawatan

Ronde keperawatan selain berguna bagi perawat juga berguna bagi


pasien. Hal ini dijelaskan oleh Clement (2011) mengenai tujuan pelaksanaan
ronde keperawatan bagi pasien, yaitu:
1) Untuk mengamati kondisi fisik dan mental pasien dan kemajuan hari ke
hari
2) Untuk mengamati pekerjaan staff
3) Untuk membuat pengamatan khusus bagi pasien dan memberikan laporan
kepada dokter mengenai, missal: luka, drainasi,perdarahan, dsb.
4) Untuk memperkenalkan pasien ke petugas dan sebaliknya
5) Untuk melaksanakan rencana yang dibuat untuk perawatan pasien
6) Untuk mengevaluasi hasil pengobatan dan kepuasan pasien
7) Untuk memastikan bahwa langkah-langkah keamanan yang diberikan
kepada pasien
8) Untuk memeriksakan kondisi pasien sehingga dapat dicegah, sepertiulcus
decubitus, foot drop, dsb
9) Untuk membandingkan manifestasi klinis penyakit pada pasien sehingga
perawat memperoleh wawasan yang lebih baik
10) Untuk memodifikasi tindakan keperawatan yang diberikan
4. Manfaat Ronde Keperawatan
Banyak manfaat dengan dilakukannya ronde keperawatan oleh
perawat, diantaranya:
1) Ronde keperawatan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan
pada perawat. Clement (2011) menyebutkan manfaat ronde keperawatan
adalah membantu mengembangkan keterampilan keperawatan, selain itu
menurut Wolak et al. (2008) denga adanya ronede keperawatan akan
menguji pengetahuan perawat. Peningkatan ini bukan hanya keterampilan
dan pengetahuan keperawatan saja, tetapi juga peningkatan secara
menyeluruh. Hal ini dijelaskan oleh Wolak et al. (2008) peninkatan

kemampuan perawat bukan hanya keterampilan keperawatan tetapi juga


memberikan kesempatan pada perawat untuk tumbuh dan berkembang
secara profisonal.
2) Melalui kegiatan ronde keperwatan, perawat dapat mengevaluasi kegiatan
yang telah diberikan pada pasien berhasil atau tidak. Clement (2011)
melalui ronde keperawatan, evaluasi kegiatan,rintangan yang dihadapi
oelh perawat atau keberhasilan dalam asuhan keperawatan dapat dinilai.
Hal ini juga ditegaskan oleh Oconnor (2006) pasien sebagai alat untuk
menggambarkan parameter penilaian atau teknik intervensi.
3) Ronde keperawatan merupakan sarana belajar bagi perawat dan
mahasiswa perawat. Ronde keperawatan merupakan studi percontohan
yang menyediakan sarana untuk menilai pelaksanaan keperawatan yang
dilakukan oleh perawat (Wolak et al, 2008). Sedangkan bagi mahasiswa
perawat dengan ronde keperawatan akan mendapat pengalaman secara
nyata dilapangan (Clement, 2011).
4) Manfaat ronde keperawatan yang lain adalah membanu mengorientasikan
perawat baru pada pasien. Banyak perawat yang baru masuk tidak
mengetahui mengenai pasien yang dirawat di ruangan. Dengan ronde
keperawatan hal ini bisa dicegah, ronde keperwatan membantu
mengorientasikan perawat baru pada pasien (Clement, 2011).
5) Ronde keperawatan juga meningkatkan kepuasan pasien. Penelitian
Febriana (2009) ronde keperwatan meningkatkan kepuasan pasien lima
kali dibanding tidak lakukan ronde keperawatan. Chaboyer et al. (2009)
dengan tindakan ronde keperawatan menurunkan angka insiden pada
pasien yang dirawat.
5. Tipe-tipe Ronde
Berbagai macam tipe ronde keperawatan dikenal dalam studi
kepustakaan. Diantaranya adalah menurut Close dan Castledine (2005) ada

empat tipe ronde yaitu matrons rounds, nurse management rounds, patient
comfort rounds dan teaching nurse.
1) Matron nurse menurut Close dan Castledine (2005) seorang perawat
berkeliling ke ruangan-ruangan, menanyakan kondisi pasien sesuai jadwal
rondenya. Yang dilakukan perawat ronde ini adalah memeriksa standart
pelayanan, kebersihan dan kerapihan, dan menilai penampilan dan
kemajuan perawat dalam memberikan pelayanan pada pasien.
2) Nurse management rounds menurut Close dan Castledine (2005) ronde
ini adalah ronde manajerial yang melihat pada rencana pengobatan dan
implementasi pada sekelompok pasien. Untuk melihat prioritas tindakan
yang telah dilakukan serta melibatkan pasien dan keluarga pada proses
interaksi. Pada ronde ini tidak terjadi proses pembelajaran antara perawat
dan head nurse.
3) Patient comport nurse menurut Close dan Castledine (2005) ronde disini
berfokus pada kebutuhan utama yang diperlukan pasien di rumah
sakit. Fungsi perawat dalam ronde ini adalah memenuhi semua
kebutuhan pasien. Misalnya ketika ronde dilakukan dimalam hari,
perawat menyiapkan tempat tidur untuk pasien tidur.
4) Teaching rounds menurut Close dan Castledine (2005) dilakukan antara
teacher nurse dengan perawat atau mahasiswa perawat, dimana terjadi
proses pembelajaran. Teknik ronde ini biasa dilakukan oleh perawat atau
mahasiswa perawat. Dengan pembelajaran langsung. Perawat atau
mahasiswa dapat langsung mengaplikasikan ilmu yang didapat langsung
pada pasien.
Daniel (2004) walking round yang terdiri dari nursing round,
physician-nurse rounds atau interdisciplinary rounds. Nursing roundsadalah
ronde yang dilakukan antara perawat dengan perawat. Physician-nurse adalah
ronde

pada

pasien

yang

dilakukan

oleh

dokter

dengan

perawat,

sedangkan interdisciplinary rounds adalah ronde pada pasien yang dilakukan


oleh berbagai macam tenaga kesehatan meliputi dokter, perawat, ahli gizi
serta fisioterapi, dsb.

6. Tahapan Ronde Keperawatan


Ramani (2003), tahapan ronde keperawatan adalah :
1) Pre-rounds, meliputi: preparation (persiapan), planning (perencanaan),
orientation (orientasi).
2) Rounds,meliputi: introduction (pendahuluan), interaction(interaksi), observ
ation (pengamatan), instruction (pengajaran),summarizing (kesimpulan).
3) Postrounds, meliputi:debriefing(tanyajawab), feedback (saran),reflection (r
efleksi), preparation (persiapan).
7. Langkah-langkah Ronde Keperawatan
1) Persiapan
a. Penetapan kasus minimal 1 hari sebelum waktu pelaksanaan ronde.
b. Menentuka tim ronde.
c. Membuat proposal dan menentukan literature.
d. Pemberian inform consent kepada klien/ keluarga.
e. Diskusi pelaksanaan.
2) Pelaksanaan
a. Salam pembuka dan memperkenalkan anggota tim ronde (karu)
b. Memberikan salam, memperkenalkan pasien dan keluarga kepada tim
ronde, menjelasan tentang klien oleh perawat primer dalam hal ini
penjelasan

difokuskan

pada masalah

keperawatan dan rencana

tindakan yang akan/ telah dilaksanakan dan memilih prioritas yang


perlu didiskusikan.
c. Mencocokan dan menjelaskan kembali data yang telah di sampaikan
(karu, PP, perawat konselor)

d. Diskusikan antar anggota tim tentang kasus tersebut (karu, PP, perawat
konselor)
e. Pemberian justifikasi oleh perawat primer/ perawat konselor/ kepala
ruangan tentang masalah klien serta tindakan yang akan dilakukan.
f. Tindakan keperawatan pada masalah prioritas yang telah dan yang
akan ditetapkan (karu)
3) Pasca Ronde
a. Mendiskusikan hasil temuan dan tindakan pada klien tersebut serta
menetapkan tindakan yang perlu dilakukan.
b. Penutup (karu, supervisor, perawat konselor, pembimbing)
4) Kriteria Evaluasi
a. Struktur

- Persyaratan administratif (informed consent, alat dan lainnya).


- Tim ronde keperawatan hadir ditempat pelaksanaan ronde
keperawatan.

- Persiapan dilakukan sebelumnya.


b. Proses

- Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.


- Seluruh perserta berperan aktif dalam kegiatan ronde sesuai peran
yang telah ditentukan.
c. Hasil

- Klien merasa puas dengan hasil pelayanan.


- Masalah klien dapat teratasi.
- Perawat dapat :
Menumbuhkan cara berpikir yang kritis.
Meningkatkan cara berpikir yang sistematis.
Meningkatkan kemampuan validitas data klien.

10

Meningkatkan

kemampuan

menentukan

diagnosis

keperawatan.
Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang
berorientasi pada masalah klien.
Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan
keperawatan.
Meningkatkan kemampuan justifikasi.
Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja.
8. Hal Yang Dipersiapkan Dalam Ronde Keperawatan
Supaya ronde keperawatan yang dilakukan berhasil, maka bisa
dilakukan persiapan sebagai berikut:
1) Menentukan kasus dan topik (masalah yang tidak teratasi dan masalah yang
langka).
2) Menentukan tim ronde keperawatan.
3) Mencari sumber atau literatur.
4) Membuat proposal.
5) Mempersiapkan klien : informed consent dan pengkajian.
6) Diskusi : apa diagnosis keperawatan ?; Apa data yang mendukung ?;
Bagaimana intervensi yang sudah dilakukan?; Apa hambatan yang
ditemukan selama perawatan?
9. Komponen Terlibat Dalam Ronde Keperawatan
Komponen yang terlibat dalam kegiatan ronde keperawatan ini
adalah perawat primer dan perawat konselor, kepala ruangan, perawat
associate, yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim kesehatan lainnya.
1) Peran Ketua Tim dan Anggota Tim

- Menjelaskan keadaan dan data demografi klien.


- Menjelaskan masalah keperawata utama.

11

- Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan.


- Menjelaskan tindakan selanjutnya.
- Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil.
2) Peran Ketua Tim Lain dan/Konselor

- Menjelaskan keadaan dan adta demografi klien


- Menjelaskan masalah keperawatan utama
- Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan
- Menjelaskan tindakan selanjtunya
- Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil
3) Peran perawat primer (ketua tim) lain dan atau konsuler

- Memberikan justifikasi
- Memberikan reinforcement
- Menilai kebenaran dari suatu masalah, intervensi keperawatan serta
tindakan yang rasional

- Mengarahkan dan koreksi


- Mengintegrasikan teori dan konsep yang telah dipelajari
- Selain perawat, pasien juga dilibatkan dalam kegiatan ronde
keperawatan
keperawatan.
B. CARSINOMA PARU
1. Pengertian
2. Etiologi
3. Tanda dan Gejala
4. asd
C. ANALISA KASUS
1. Pengkajian
a. Identitas Pasien

ini

untuk

membahas

dan

melaksanakan

asuhan

12

Nama (inisial)

: Ny. N

No RM

Usia

Jenis Kelamin

: Perempuan

Status Marital

: Menikah

Pekerjaan

: Ibu Rumah tangga

Suku Bangsa

: Sunda

Alamat Rumah

Sumber biaya

Diagnosa Medis

: Ca.Paru

Tanggal MRS

Tanggal Pengkajian : 17 Desember 2014


b. Identitas Penanggung Jawab
Nama (inisial)

Usia

Hubungan dgn pasien :


Pendidikan

Alamat

c. Riwayat Kesehatan
1) Keluhan utama
Klien mengeluh kurang nafsu makan
2) Riwayat penyakit sekarang
Sebelum masuk rumah sakit klien berobat ke poli klinik RSP Dr. H.A
Rotinsulu, klien bertujuan untuk kontrol dan melanjutkan kemoterapi
yang ke dua. Klien masuk ke ruang mawar pada tanggal.......
Pada saat pengkajian tanggal 17 Desember 2014 klien mengeluh kurang
nafsu makan, klien mengatakan kurang nafsu makan tersebut terjadi
setelah menjalankan kemoterapi yang pertama hingga saat ini. Klien

13

hanya makan umbi-umbian dan biskuit, klien tidak mau makan nasi dan
makan makanan dari rumah sakit. Klien juga mengeluh mual, namun
mual tersebut sudah berkurang saat ini. Klien mengatakan mual
bertambah jika klien diberikan antibiotik, dan mual berkurang jika klien
minum air hangat dan setelah di berikan obat anti mual.
3) Riwayat kesehatan masa lalu
Klien mengatakan pernah dirawat sebelumnya di RSUD Majalaya
selama satu minggu, lalu dirujuk ke RSP Dr. H.A Rotinsulu selama 35
hari dengan penyakit yang sama yaitu Ca. Paru.
4) Riwayat kesehatan keluarga
Klien mengatakan dikeluarganya tidak ada yang mempunyai penyakit
menular dan keterunan, seperti jantung, kanker, diabete, hepatitis dan
TBC
5) Riwayat psikososial dan spiritual
Klien mengatakan sudah berserah diri kepada allah, dan yang klien
inginkan hanya kesembuhannnya. Klien terlihat kooperatif terhadap
petugas kesehatan baik perawat maupun dokter. Begitu juga dengan
keluarga pasien dan pasien dalam satu kamar.
d. Pola kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan
Kebiasaan
Asupan
Jenis
Frekuensi makan
Nafsu makan
Makanan tambahan
Makanan Alergi
Perubahan
berat
badan dlm 3 bulan
Keterangan lain

Sebelum MRS
Pola Nutrisi

Di Rumah Sakit

Oral
Kentang
2-3x/hari
Baik
Biskuit
Tidak ada

Oral
Bubur tepung/umbi-umbian
3x/hari
Kurang
Buah, biskuit, umbi-umbian
Tidak ada

68kg

50kg

Klien tidak pernah makan makan dari rumah sakit, dan tidak
pernah makan nasi seteleh dilakukan kemoterapi, karena
klien mual dan muntah jika makan nasi.
Pola Cairan

14

Oral
Air putih dan susu

Frekuensi

6-7 gelas/hari

Volume

1500 cc

Keterangan lain

Klien saat dirumah sakit jika pagi hari selalu memaksakan


minum sereal agar tidak terlalu lemas
Pola Eliminasi
5-6 kali/hari
3-4 x/hari

BAB

BAK

Asupan
Jenis

Frekuensi
Jumlah
Warna
Bau
Keluhan
Frekuensi
Warna
Konsistensi
Bau
Keluhan
Obat
Pencahar

Mandi
Oral hygiene
Cuci rambut
Lama tidur
Siang
Malam

Oral dan parenteral


Air putih dan susu sereal
1 botol mineral 160 cc+susu
1 gelas
1600cc

Kuning jernih
Khas urine
Tidak ada
1x/hari
Kuning khas
Lembek padat
Khas faces
Tidak ada

Kuning pekat
Khas urine
Tidak ada
3hari 1 kali
Kecoklatan
Keras
Khas faces
Bab keras

Tidak pernah

Tidak ada program

Pola Personal Hygiene


2x/hari
Di seka
3x/ hari
2x/hari
2x/minggu
Belum pernah
Pola Istirahat dan Tidur

Kesulitan

Time

1-2 jam
6 jam
Klien tidur menggunakan
Kebiasaan sebelum
oksigen karena jika tidak
tidur
klien merasa tidurnya tidak
nyaman
Menjelang
Tidak ada
Tidak ada
Malam hari sering terbangun,
Intra
Tidak ada
setelah terbangun tidak bisa
tidur kembali
Setelah
Tidak ada
Tidak ada
Pola Aktivitas dan Latihan
Mengerjakan
pekerjaan
Kegiatan kerja
Berbaring di tempat tidur
ruamah tangga
Waktu kerja
Kegiatan luang
Menonton televisi
Keluhan aktivitas
Tidak ada
Lemas dan diinfus
Olah raga
Tidak pernah
Tidak pernah
Mandi
Tidak ada
Tidak ada
Pakaian
Tidak ada
Dibantu oleh keluarga
Keterb
atasan

1-2 jam
6 jam

15

Tidak ada
Tidak ada
Pola Kebiasaan yang Mempengaruhi Kesehatan
Riwayat
Ada
Tidak merokok
Frekuensi
Setelah makan merokok
Tidak merokok
Jumlah
1 batang/hari
Tidak merokok
Durasi
10 menit
Tidak merokok
Riwayat
Tidak ada
Tidak ada
Frekuensi
Tidak ada
Tidak ada
Jumlah
Tidak ada
Tidak ada
Durasi
Tidak ada
Tidak ada
Ketergantungan
Tidak ada
Tidak ada
obat
Spiritualitas
Agama
Islam
Cara Menghadapi
Pasrah dan selalu berikhtiar agar penyakitnya dapat sembuh
sakit
Keyakinan akan
Klien mengatakan klien sangat berharap ingin sembuh
sembuh
Harapan terhadap
Ingin cepat sembuh dari penyakitnya
sakit
Seksualitas
Gender (sexual
Perempuan
identity)
Jumlah anak: 3
Reproduksi
Gangguan reproduksi: tidak ada
Pemenuhan kebutuhan: bercerai
Insesible Water Lost
Dalam 24 jam normal:
Miras

Merokok

Berhias

IWL dalam
keadaan normal

IWL

=
=
= 32,5 cc/jam

IWL
IWL bila terdapat
kenaikan suhu
tubuh

=
=

=
= 38,8cc/jam
*CM= cairan masuk

Adaptif
Maladaptif

Mekanisme Koping
Menerima penyakitnya sebagai ujian dari allah
Tidak ada

e. Pemeriksaan Fisik
1) Kesadaran: Compos Mentis, GCS 15, E:4;M:5;V:6
2) Tanda-tanda vital:
Tekanan Darah

: 100/60mmHg

16

Nadi

: 80x/menit

Respirasi

: 20 x/menit

Suhu

: 37,20C

Skala nyeri

: 3/10

3) Pengukuran
Berat badan SMRS : 68 kg
Berat badan di RS : 52kg
Tinggi badan

: 154 Cm

4) Pemeriksaan Persistem
PEMERIKSAAN
Kesimetrisan Mata

PENGLIHATAN

Kelainan Mata

Pupil
Gerak bola mata
Konjungtiva
Kornea
Sklera
Tajam penglihatan

PERNAFAS
AN

PENDENGARAN

Keluhan lain

HASIL
Mata simetris
nistagmus
lesi
ptosis
ikterus
entro/eksotropin
keruh
xantelasma
buta warna
Kesimetrisan : simetris
Reflek
: positif +/+
Lebar
: 2 mm
Kesegala arah
Ananemis
Jernih
An ikterus
Klien mamapu melihat papan nama perawat
dan tidak menggunakan alat bantu lihat
Tidak ada

Kesimetrisan
Serumen
Tanda Radang
Cairan telinga

Bentuk telinga simetris


Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Fungsi pendengaran

Baik, klien mampu mendengar apa yang


perawat katakan
Tidak terkaji
Tidak menggunakan alat bantu
Tidak terkaji

Membran Tympani
Pemakaian alat bantu
Test garbu tala
Kepatenan jalan nafas
Respirasi
Irama
Kedalaman

Tidak ada sumbatan


20x/menit
Teratur
Tidak simetris

17

Kiri vesikuler, kanan suara nafas kurang


terdengar
dahak
: sedikit
warna
: bening
Batuk
konsistensi : kental
darah
: tidak ada
Penggunaan otot bantu nafas cuping hidung
nafas
retraksi inte rcostae
Penggunaan alat bantu Kadang menggunakan nasal canul 2lpm/nasal
nafas
canul
frekuensi nadi : 80x/menit
irama nadi
: reguler
distensi vena jugularis
temperatur kulit : 37,20C
Sirkulasi perifer
warna kulit
: sawo matang
CRT
: <2 detik kembali
flebitis
: tidak ada
varises
: tidak ada
ictus cordis
: tidak ada
keluhan
: tidak ada
Sirkulasi Jantung
bunyi jantung : normal, S1 dan S2
kelainan BJ
: tidak ada suara tambahan
nyeri dada
: tidak ada
Eye (4)
Verbal (5)
Motor (6)

KARDIOVASKULER

Suara nafas

NEUROLOGI

GCS

Tanda peningkatan TIK


Gangguan nervus
Pemeriksaan reflek

PENCERNAAN

PENCERNAAN

Kekuatan Otot

spontan
dengan suara
dengan nyeri
tidak respon

orientasi baik
kacau/bingung
tidak teratur
mengerang
tidak ada

ikut perintah
lokalisir nyeri
fleksi normal
fleksi abnormal
ekstensi abnormal
tidak ada

Tidak ada
Tidak ada
5
4
3
2
1
0

: melawan gravitasi dengan full resistensi


: melawan gravitasi dengan resistensi seddikit
: melawan gravitasi tanpa resistensi
: tidak bisa melawan gravitas
: ada kontraksi, gerakan hanya pada jari
: tidak ada kontrasi otot

Keadaan Mulut
Bibir
Kesulitan Menelan

Bersih, lidah putih, mukosa mulut lembab


Kering
Tidak ada
frekuensi
: tidak ada
karakteristik
: tidak ada
Muntah
jumlah
: tidak ada
Nyeri daerah abdomen
Tidak ada nyeri
Bising usus
8x/menit
Massa pada abdomen
Tidak ada
Asites
Tidak asites
Palpasi hepar dan gaster Tidak teraba
Perkusi
hepar
dan
Terdengar suara dullnes
gaster
Nyeri tekan
Nyeri lepas

Tidak ada
Tidak ada

UROGENITAL

18

Penggunaan NGT
Keluhan lain
Kandung kemih
Nyeri tekan
Nyeri perkusi
Urine
Penggunaan kateter
Keadaan genitalia
Keluhan lain

INTEGUMEN

Keadaan rambut

Keadaan kuku

ENDOKRIN

MUSKULOSKELETAL

Keadaan kulit

Keterbatasan gerak
Rentang gerak
Nyeri sendi dan tulang
Tanda-tanda fraktur
Kontraktur pada sendi

Tidak menggunakan NGT


Jika batuk terus menerus perut terasa sakit
Kosong
Tidak ada
Tidak ada
anuria
disuria
oliguria
hematuria nocturia
Tidak menggunakan kateter
Tidak terkaji
Tidak ada
kekuatan
: rambut tinggal sedikit
warna
: pirang
kebersihan : kulit kepala lengket
kekuatan
: baik
warna
: merah muda
kebersihan : kurang
tanda radang: tidak ada
turgor
: kembali <3 detik
warna
: sawo matang
kebersihan : baik
luka
: luka di mid aksilaris kanan
bekas WSD
tanda radang: tidak ada
dekubitus : tidak ada
Rule of nine : tidak ada
diaforesis : tidak ada
Tidak ada keterbatasan gerak
Tidak ada keluhan
Tidak ada
Tidak ada
Tidak ada

Tonus otot/kekuatan

Ekstremitas atas 5/5


Ekstremitas bawah 5/5

Kelainan bentuk tulang


Tanda radang sendi
Penggunaan alat bantu
Bau nafas
Luka, kondisi luka
Tremor
Kelenjar thyroid
Tanda peningkatan GD
Exopthalmus

Tidak ada
Tidak ada
Tidak menggunakan alat bantu
Tidak bau
Kering
Tidak ada
Tidak teraba pembesaran kelenjar tyroid
Tidak ada peningkatan gulaa darah
Tida ada

19

f. Pemeriksaan Penunjang
1) Pemeriksaan Diagnostik

2) Pemeriksaan Laboratorium Terakhir


Tanggal: __________________________
Pemeriksaan

Hasil

Nilai
Normal

Pemeriksaan

Hasil

g. Penatalaksanaan Medis
1) Terapi obat
Nama Obat

Dosis

Akses

Curcuma

3x1

P.O

Durogesic

Kulit

Ambroxol

3x1

P.O

cefixime

2x1

P.O

Metronidazole

3x500mg

P.O

Omeprazole

2x20mg

P.O

Ondansetron
2) Tindakan medis

2x8mg

IV

Rencana Khemoterapi
h. Catatan Lain
2. Analisa Data
No

Symptom

Etiologi

Problem

Nilai
Normal

20

D. ukluk

21

BAB III
PELAKSANAAN\

Topik

: Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Masalah Keperawatan


Gangguan Pertukaran Gas Dan Bersihan Jalan Tidak Efektif Pada
Pasien PPOK

Sasaran

: Tn. A umur 56 tahun yang di rawat di Ruang Mawar RS Paru


Rotinsulu

Hari/Tanggal : Kamis/20 November 2014


Tujuan

: 1. Tujuan umum :Menyelesaikan masalah pasien yang belum teratasi


yaitu nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
2. Tujuan khusus :
Menjastifikasi masalah yang belum teratasi;
Mendiskusikan penyelesaian masalah dengan perawat primer, tim
kesehatan lain;
Menemukan alas an ilmiah terhadap maslah pasien;
Merumuskan intervensi keperawatan yang tepat sesuai maslah
pasien.

Materi

: Teori asuhan keperawatan dengan pasien PPOK


Masalah-masalah yang muncul pada pasien PPOK serta intervensi
keperawatan yang tepat.

Metode

: Diskusi

Media

: 1.Dokumen pasienstatus pasien


2.Sarana diskusi: kertas, pulpen
3.Materi yang di sampaikan secara lisan

Pengorganisasian: Kepala ruangan : Erma Sugihartini


PP

: Taufik Nuryandi H
PA 1

: Novi Angriani

22

PA 2

: Ferry Nuriana

Konselor

: Andy Nuriyanto

Pasien

: Irma Rakhmalia

Kegiatan Ronde Keperawatan


Waktu
1 hari

Tahap
Pra Ronde

Kegiatan

Pelaksanaan

Kegiatan Pasien

Tempat

Praronde

Penanggung

Ruang mawar

sebelum

1. Menentukan kasus dan

jawab

RS

ronde

topic

Paru

Rotinsulu

2. Menentukan tim ronde


3. Menentukan literature
4. Membuat proposal
5. Mempersiapkan pasien
6. Diskusi pelaksanaan
5 menit

Ronde

Pembukaan

Kepala ruangan

Nurse stasion

1. Salam pembuka
2. Memparkenalkan tim
ronde
3. Menyampaikan identitas
dan masalah pasien
4. Menjelaskan tujuan ronde
30 menit

Ronde

Penyajian masalah
1. Memberi salam dan
memperkenalkan pasien
dan keluarga kepada ti
ronde
2. Menjelaskan riwayat
penyakit dan keperatan
pasien
3. Menjelaskan masalah
pasien dan rencana
tindakan yang telah
dilaksanakan dan serta

PP

Ruang
Perawatan

23

menetapkan prioritas
yang perlu dilakukan

Validasi data

Karu, PP,

4. Mencocokan dan

Perawat,

menjelsakan kembali

Konselor

data yang telah


disampaikan .

5. Diskusi antar anggota tim

Karu, PP,

dan pasien tentang

Perawat,

masalah keperawatan

Konselor

tersebut

6. Pemberian justifikasi oleh


perawat primer atau
Karu,konselor tentang
masalah pasien serta rencana
tindakan yang akan
dilakukan.

7. Menentukan tindakan

Karu

keperawatan pada
masalah prioritas yang
telah ditetapkan.
10 menit

Pasca ronde

1. Evaluasi dan

Karu,perawat

rekomendasi intervensi

konselor.

keperawatan
2. Penutup

Nurse stasion

24

Kriteria evaluasi
1. Struktur.
a. Ronde keperawatan dilaksanakan di RS Paru Rotinsulu Ruang Mawar
b. Peserta ronde keperawtan hadir ditempat pelaksanaan ronde keperawatan
c. Persiapan dilakukan sebelumnya.
2. Proses
a. Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
b. Seluruh peserta berperan aktif dalam kegiatan ronde sesuai peran yang telah
ditentukan
3. Hasil
a. Pasien puas dengan hasil kegiatan
b. Masalah pasien dapat teratasi
c. Perawat dapat :
1) Menumbuhkan cara berpikir yang kritis dan sistematis
2) Meningkatkan kemampuan validitas data pasien
3) Meningkatkan kemampuan menentukan diagnose keperatan, menumbuhkan
pemeikiran tentang tindakan keperawatan yang berorientasi pada masalah
pasien.
4) Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan keperawatan
5) Meningkatkan kemampuan jastifikasi
6) Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja

25

BAB III
PENUTUP

A.

Kesimpulan
Ronde keperawatan merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk mengatasi

masalah keperawatan klien yang dilaksanakan oleh perawat, disamping pasien


dilibatkan untuk membahas dan melaksanakan asuhan keperawatan akan tetapi pada
kasus tertentu harus dilakukan oleh perawat primer atau konselor, kepala ruangan,
perawat associate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim.

26

B.

Saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi Ronde Keperwatan yang

menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan
kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi
yang ada hubungannya dengan judul makalah ini. Penulis banyak berharap para
pembaca yang budiman bisa memberikan kritik dan saran yang membangun kepada
penulis demi kesempurnaan dalam penulisan dan penyusunan makalah ini.
Semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis pada khususnya dan para
pembaca yang budiman pada umumnya.

DAFTAR PUSTAKA

27

Brunner & Suddart. 1996. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah edisi 8 volume 2.
Jakarta, EGC.
Carpenito-Moyet, Lynda Juall.2006.Buku Saku Diagnosa Keperawatan. Jakarta :
EGC
Doenges, Moorhouse, Geissler. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan edisi 3. Jakarta.
EGC.
Kinchay, A. (2012, September).www.scribd.com. Retrieved Oktober 17, 2013, from
http://www.scribd.com/doc/76643445/RONDE-KEPERAWATAN
NANDA, Panduan Diagnosa Keperawatan: Definisi dan Klasifikasi 2005-2006.
Nursalam dan Ferry Efendi. 2009. Pendidikan dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba
Medika
Nursalam. (2011).Manajemen Keperawatan: Aplikasi dalam Praktik Keperawatan
Profesional. Jakarta: Salemba Medika
Price, Sylvia. 2003 . Patofisiologi Volume 2. Jakarta: EGC
Ratna Sitorus, 2005, Model Praktek Keperawatan Profesional di Rumah Sakit.
Jakarta:EGC
Sarwono, W.2001.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jakarta:Balai Penerbit FKUI
Sitorus R. & Yulia. 2005. Model praktek keperawatan profesional di Rumah Sakit
Panduan Implementasi. Jakarta: EGC