Anda di halaman 1dari 18

Standar Kompetensi :

1. Menganalisis gejala alam dan keteraturannya dalam cakupan


mekanika benda titik

Kompetensi Dasar

1.1 Menganalisis gerak lurus, gerak melingkar, dan gerak parabola


dengan menggunakan vektor

Indikator

1. Menentukan posisi, kecepatan rata-rata, kecepatan sesaat,


percepatan rata-rata, dan percepatan sesaat dengan analisis
vektor
2. Menentukan posisi dari fungsi kecepatan
3. Menentukan kecepatan dari fungsi percepatan
4. Menerapkan besaran-besaran fisika dalam perumusan GLB dan
GLBB
5. Menjelaskan gerak parabola dalam bidang xy
6. Menentukan persamaan gerak parabola pada sumbu x dan
sumbu y
7. Menunjukkan hubungan antara posisi sudut, kecepatan sudut
dan percepatan sudut dalam gerak melingkar
8. Menentukan posisi sudut, kecepatan sudut, dan percepatan
sudut dengan teknik diferensial serta integral
9. Menyatakan hubungan posisi sudut, kecepatan sudut, dan
percepatan sudut dalam bentuk grafik
10. Memperkirakan bentuk hubungan kecepatan sudut dan waktu
dengan grafik dalam gerak melingkar beraturan
11. Memperkirakan bentuk hubungan kecepatan sudut dan waktu
dengan grafik dalam gerak melingkar berubah beraturan
12. Menunjukkan hubungan analogi besaran-besaran dalam gerak
lurus dengan gerak melingkar

Konsep Prasyarat

1. Vektor
2. Gerak Lurus satu dimensi

Konsep Esensial

1. Gerak Lurus Dua Dimensi


2. Gerak Parabola
3. Gerak Melingkar

Peta Konsep

Kinematika
mempelajari
Gerak
Terdiri atas

Perpindahan
Sudut

Gerak Melingkar

Gerak Lurus

Terdiri atas

Terdiri atas

- GMB
- GMBB

- GLB
- GLBB

Memiliki komponen

Memiliki komponen

Kecepatan
Sudut

Percepatan
sudut

Perpindahan
Linear

Kecepatan
Linear

Kombinasi dari

Gerak
Parabola

Percepatan
Linear

Dapat dicari dengan


- Vektor
- Diferensial dan
Integral

Materi

No.
1.

Materi
Posisi dan Perpindahan

Aspek
Kognitif

Afektif

Psikomotor

Menentukan dan
menggunakan

2.

Kecepatan rata-rata dan


kecepatan sesaat

Membedakan

persamaan

kecepatan rata-

kecepatan

rata dan

melalui analisis

kecepatan sesaat

vektor dan
diferensialintegral
Menentukan dan
menggunakan

3.

Percepatan rata-rata dan


percepatan sesaat

Membedakan

persamaan

percepatan rata-

percepatan

rata dan

melalui analisis

percepatan sesaat

vektor dan
diferensialintegral

4.

GLB dan GLBB

Membedakan

GLB dan GLBB

Membuat dan
menggunakan
persamaan gerak
5.

Gerak Parabola

parabola untuk
komponen
horizontal dan
vertikal

6.
7.

Posisi dan Perpindahan


sudut
Kecepatan sudut

Menentukan dan

menggunakan
persamaan
kecepatan sudut
melalui
diferensialintegral
Menentukan dan
menggunakan
persamaan
8.

Percepatan sudut

percepatan sudut
melalui
diferensialintegral

Membedakan
9.

GMB dan GMBB

GMB dan

GMBB
Membandingkan

Analogi kinematika
10.

gerak lurus dan gerak


melingkar

persamaan pada
gerak lurus dan

gerak melingkar

Uraian Materi
A. Gerak Lurus
Dalam mempelajari gerak lurus, ada beberapa hal yang harus dipahami terlebih
dahulu, yaitu posisi dan perpindahan, kecepatan, serta percepatan linear sebuah benda
yang kita tinjau. Berbeda dengan gerak lurus yang dibahas di kelas X, gerak lurus
yang dimaksud adalah gerak lurus dalam dimensi yang lebih dari satu. Namun, dalam
pembahasan kali ini, hanya akan dibahas gerak lurus dalam dua dimensi.
Contoh gerak dalam dua dimensi adalah gerak bola yang dilempar dengan
kecepatan awal tertentu. Untuk menyelesaikannya, dibutuhkan proyeksi kecepatan
maupun posisi pada sumbu x dan y.
1. Posisi dan Perpindahan
Untuk mendeskripsikan gerak partikel dalam ruang, kita perlu menyatakan
posisi partikel tersebut. Sebuah partikel yang kita tinjau dapat berada dalam ruang
satu dimensi, dua dimensi, tiga dimensi, atau lebih. Pembahasan mengenai posisi
dalam ruang satu dimensi telah dibahas di kelas X, dan pembahasan di kelas XI
dibatasi pada ruang dua dimensi.
Kita dapat menggunakan koordinat cartesian untuk menunjukkan
komponen posisi di masing-masing sumbu. Seandainya koordinat cartesiannya
adalah P(x, y), maka vektor posisi r dapat ditulis dengan menggunakan vektor
satuan seperti berikut:

Jika partikel bergerak dalam bidang xy


dalam selang waktu t dari titik A(x1, y1) ke
titik B(x2, y2), maka perpindahan dalam waktu
t tersebut juga dinyatakan dalam bentuk
vektor. Jika posisi di titik A adalah
dan posisi di titik B adalah

maka perpindahannya adalah:


(

Besar perpindahannya adalah:


|

)
5

Sedangkan arah perpindahannya dinyatakan oleh sudut () yang dibentuk antara


vektor perpindahan dengan sumbu x, yaitu:

2. Kecepatan Partikel pada Suatu Bidang


a. Kecepatan Rata-rata
Kecepatan rata-rata adalah perpindahan yang ditempuh benda dalam
selang waktu tertentu. Jika ditinjau pada suatu bidang tertentu, misalnya
bidang kartesian P(x, y), maka vektor kecepatan akan memiliki kompenen
vektor kecepatan pada sumbu x dan sumbu y. Kecepatan rata-rata partikel
selama selang waktu tertentu adalah sebagai berikut:

Sebelumnya vektor perpindahan telah diketahui adalah

sehingga kita dapat menstubtitusikan persamaan tersebut ke dalam persamaan


untuk mencari kecepatan rata-rata, maka persamaan yang akan didapatkan
adalah sebagai berikut:

b. Kecepatan Sesaat
Kecepatan sesaat adalah kecepatan pada waktu tertentu. Untuk mencari
kecepatan sesaat, kita dapat memandang bahwa perpindahan terjadi dalam
waktu yang singkat atau mendekati nol, sehingga perpindahannya pun
mendekati nol. Untuk menghitung perubahan yang sangat kecil tersebut kita
gunakan limit.

Kecepatan sesaat juga dapat dituliskan berdasarkan komponenkomponennya.

Laju partikel adalah besar vektor kecepatan yang dapat dicari dengan
persamaan berikut:
|

Dan arah kecepatannya adalah sudut yang dibentuk antara vektor kecepatan
dengan sumbu x.

Kita dapat mencari vektor kecepatan jika vektor perpindahan diketahui


melalui diferensial. Namun, jika yang diketahui adalah vektor kecepatan dan yang
dicari adalah vektor perpindahan, maka kita dapat mencari integral atau antiturunan dari fungsi kecepatan yang telah diketahui.
Jika

( ), maka y adalah fungsi yang mempunyai turunan ( ) dan


( ). Notasi integral

disebut sebagai anti turunan atau integral tak tentu dari


adalah sebagai berikut:
( )
Dengan C adalah konstanta sembarang.

Berikut ini adalah beberapa rumus integral dasar yang dapat digunakan
untuk mencari vektor perpindahan jika diketahui vektor kecepatan.

( )

( )

Dengan a, n, dan C adalah konstanta, sedangkan u, v, dan w adalah fungsi x.


Jadi, vektor perpindahan dapat dicari dengan integral sebagai berikut:
(

3. Percepatan Partikel pada Suatu Bidang


Percepatan adalah perubahan kecepatan tiap satu satuan waktu. Perubahan
kecepatan yang dimaksud dapat berupa perubahan besar kecepatan dan/atau
perubahan arah kecepatan. Sama seperti pada kecepatan, percepatan juga terbagi
menjadi dua, yaitu percepatan rata-rata dan percepatan sesaat.
Percepatan rata-rata suatu partikel dapat dicari melalui analisis vektor
kecepatan. Dengan mencari selisih vektor kecepatan pada

dan

akan mendapatkan vektor percepatan selama selang waktu


arahnya sejajar dengan vektor

, maka kita

hingga

yang

Sedangkan percepatan sesaat adalah percepatan pada suatu waktu tertentu.


Percepatan sesaat didapat dengan memperkecil selisih waktu hingga mendekati
nol pada percepatan rata-rata. Sehingga percepatan sesaat dapat dicari dengan
menggunakan diferensial sebagai berikut:

Percepatan sesaat untuk masing-masing komponen dapat dihitung pula


melalui diferensial kecepatan masing-masing komponen kecepatan terhadap t.

Jika vektor percepatan diketahui sedangkan vektor kecepatan ingin diketahui,


maka dapat digunakan anti-turunan seperti sebelumnya:
(

4. Gerak Lurus Beraturan


Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak lurus suatu obyek, dimana dalam
gerak ini kecepatannya tetap atau tanpa percepatan, sehingga jarak yang ditempuh
dalam gerak lurus beraturan adalah kelajuan kali waktu.
Grafik posisi fungsi waktu dari GLB adalah sebagai berikut:

Grafik kecepatan fungsi waktu dari GLB adalah sebagai berikut:

Pada gerak lurus beraturan, vektor kecepatannya merupakan suatu


konstanta, sehingga ketika diturunkan terhadap waktu, maka hasilnya akan sama
dengan nol. Hal ini berarti, percepatannya akan sama dengan nol. Sehingga besar
maupun arah kecepatannya tidak berubah. Secara matematis ditunjukkan oleh
persamaan berikut:

5. Gerak Lurus Berubah Beraturan

Pada gerak lurus berubah beraturan,


kecepatan yang dialami benda berubah
terhadap waktu, yang menyebabkan
perubahan kecepatan tersebut adalah

percepatan yang dialami benda. Arah percepatan benda adalah sudut () yang
dibentuk dengan sumbu x. Secara matematis adalah sebagai berikut:

Pada GLBB, percepatannya bernilai konstan, maka:

Grafik posisi fungsi waktu dari GLBB adalah sebagai berikut:

Dan grafik percepatan fungsi waktu dari GLBB adalah sebagai berikut:

6. Gerak Parabola
Gerak parabola merupakan perpaduan gerak lurus beraturan dan gerak lurus
berubah beraturan. Dalam pembahasan kali ini, gerak parabola dianalisis dengan
menganalisis gerak dalam bidang.

10

Galileo menyatakan bahwa gerak parabola dapat dianalisis dengan


meninjau gerak lurus beraturan pada sumbu x dan gerak lurus berubah beraturan
pada sumbu y secara terpisah. Tiap gerak ini tidak saling mempengaruhi, namun
gabungannya menghasilkan gerak parabola.

Berdasarkan pernyataan Galileo, persamaan pada sumbu x dari gerak parabola


adalah sebagai berikut:
(

Dan persamaan pada sumbu y adalah sebagai berikut:

Untuk mengetahui besar kecepatan kita dapat mencarinya dengan menggunakan


rumus phytagoras. Jadi, besarnya kecepatan adalah:

Dan arah kecepatan terhadap sumbu x dapat ditentukan sebagai berikut:

Dengan

adalah sudut yang terbentuk antara kecepatan dengan sumbu x.

11

Ketika benda ditembakkan dengan kecepatan awal

, maka benda akan

bergerak ke arah atas dengan membentuk sudut tertentu terhadap sumbu x.


Komponen kecepatan pada arah horizontal (sumbu x) konstan karena tidak
mengalami percepatan. Sedangkan pada arah vertikal, benda mengalami
percepatan yang arahnya menuju pusat bumi, yaitu percepatan gravitasi.
Percepatan gravitasi menyebabkan kecepatan benda pada komponen
vertikal mengalami perubahan. Pada titik tertentu kecepatan benda dalam arah
vertikal akan sama dengan nol. Titik tersebut adalah titik tertinggi yang dapat
dicapai benda.
Sehingga, waktu yang dibutuhkan benda untuk mencapai titik tertinggi (H)
dapat ditentukan sebagai berikut:

Untuk mencapai titik terjauh, maka waktu yang dibutuhkan ( ) adalah:

Tinggi maksimum yang dicapai benda dapat dicari dengan persamaan berikut:

)(

Dan jarak terjauh yang dapat dicapai benda dapat dicari dengan persamaan
berikut:

)(

12

B. Gerak Melingkar
1. Posisi Sudut
Posisi suatu benda biasa dinyatakan oleh koordinat cartesian misal benda
berada pada titik A dengan jarak r dari titik O maka dalam koordinat cartesian titik
A dinyatakan oleh variabel (x,y) . Namun ada cara lain yang lebih mudah untuk
menyatakan posisi A yaitu pada koordinat polar (r, ). Ketika benda berotasi
dalam bidang kartesian maka nilai x dan y selalu berubah. Sedangkan, dalam
kordinat polar hanya nilai

yang berubah. Besaran inilah yang disebut posisi

sudut ( ).
Berdasarkan rumus trigonometri dan phytagoras didapat hubungan antara
kordinat kartesius (x,y) dan kordinat polar (r, ) :

A
r
r

Bila suatu partikel bergerak sepanjang busur lingkaran sebesar s yang berjarak
r dari sumbu putarnya, maka :

Dengan

dinyatakan dengan satuan radian.

2. Kecepatan Sudut
Pada gerak lurus ketika suatu benda bergerak sejauh 1 meter dalam waktu 1
sekon maka benda tersebut dikatakan memiliki kecepatan sebesar 1 m/s. Dalam
gerak melingkar juga terdapat kecepatan sudut yang analog dengan kecepatan
pada gerak lurus. Kecepatan sudut yang biasa kita ketahui dalam pernyataan atau
dalam soal merupakan kecepatan sudut rata-rata ( ).

13

kecepatan sudut rata-rata ( ) didefinisikan sebagai banyaknya perpindahan


sudut (

) yang ditempuh dalam selang waktu tempuhnya (

).

kecepatan sudut rata-rata

Mirip dengan kecepatan sesaat ( ) pada gerak lurus, kecepatan sudut sesaat
( ) didefinisikan sebagai turunan pertama dari fungsi posisi sudut

terhadap

waktu t
kecepatan sudut sesaat

Selain dengan mendiferensialkan


fungsi posisi terhadap waktu, kecepatan
sudut

sesaat

bisa

ditentukan

dari

kemiringan grafik

( )
o

Kecepatan sudut sesaat dapat ditentukan dari kemiringan grafik fungsi posisi
sudut terhadap waktu (grafik

Dengan

) secara matematis ditulis sebagai

adalah sudut antara grafik

terhadap sumbu t, yang dihitung

dari sumbu t dengan arah berlawanan arah jarum jam.


Dengan teknik pengintegrasian kita bisa mendapatkan posisi sudut dari fungsi
kecepatan sudut sesaat. Dari hubungan kecepatan sudut sebagai turunan fungsi
posisi sudut, kita peroleh penurunan rumus sebagai berikut :
( )

( )

( )

14

Posisi sudut dari fungsi

( )

Kecepatan sudut

Dengan

adalah posisi sudut awal ( pada t=0)

3. Percepatan Sudut
(

Ketika benda bergerak maka benda

memiliki
2

posisi

dan

Bagaimana ketika

kecepatan.

kecepatan

benda

tersebut berubah-ubah secara konstan


1

selama

waktu

tempuhnya?

Ketika

kecepatan benda berubah-ubah secara


t (s)

konstan maka muncul besaran lain yaitu


percepatan. Dalam gerak melingkar

percepatan tersebut dinamakan percepatan sudut. Untuk mendapatkan percepatan


sudut pada gerak melingkar kita cari pada saat t tertentu. Dengan kata lain
percepatan sudut tersebut adalah percepatan sudut sesaat. Percepatan sudut sesaat
dapat ditentukan dari kemiringan grafik fungsi kecepatan sudut terhadap waktu
(grafik

Dengan

) atau dapat ditulis

adalah sudut antara grafik

terhadap sumbu t, diukur dari

sumbu t berlawanan dengan arah jarum jam.


Pada gerak lurus , percepatan linear

merupakan turuna pertama dari fungsi

kecepatan terhadap waktu atau turunan kedua dari fungsi posisi terhadap waktu,

Secara analogi, pada gerak melingkar Percepatan sudut

adalah turunan

pertama dari fungsi kecepatan sudut terhadap waktu atau turunan kedua dari
fungsi posisi sudut terhadap waktu,
( )

15

Dari persamaan di atas kita dapatkan hubungan dari percepatan sudut,


kecepatan sudut, dan posisi sudut. Maka kita dapat menentukan kecepatan sudut
dengan mengintegrasi fungsi percepatan sudut ( ), dan memberikan hasil,
( )

( )

( )

kecepatan sudut dari


fungsi percepatan sudut

Dengan

( )

adalah kecepatan sudut awal (

4. Gerak Melingkar Beraturan


Saat suatu benda bergerak pada lintasan melingkar dengan kecepatan sudut
konstan maka, dikatakan benda tersebut mengalami gerak melingkar beraturan.
Posisi sudut yang ditempuh

selama interval waktu t dengan kecepatan sudut

adalah

Posisi sudut (rad)

Dimana
= sudut (rad)
= kecepatan sudut (rad/s)
waktu tempuh (s)
Waktu (s)

Pada gerak melingkar beraturan, kecepatan sudut benda setiap saat selalu
konstan, artinya kecepatan sudut awal sama dengan kecepatan sudut akhir. Oleh
karena itu, posisi sudut berbanding lurus dengan waktu.
5. Gerak Melingkar Berubah Beraturan
Pada gerak melingkar beraturan dikatakan bahwa kecepatan sudutnya konstan.
Maka apabila benda tersebut kecepatan sudutnya berubah beraturan atau dengan
kata lain percepatan sudutnya konstan, maka dikatakan benda tersebut mengalami
gerak melingkar beraturan.
16

Saat benda memiliki kecepatan sudut awal

, percepatan sudut

, maka

kecepatan akhir benda dapat dicari dengan menyusun kembali rumus percepatan
sudut

Kecepatan sudut
(rad/s)

Dimana
kecepatan sudut (rad/s)
kecepatan sudut awal (rad/s)
Waktu (s)

percepatan sudut (rad/ )


interval waktu (s)

Analogi kinematika Gerak Lurus dan Gerak Melingkar


Gerak Lurus Beraturan
(

konstan)

Gerak Lurus Beraturan


(

Gerak Melingkar Beraturan


(

konstan)

Gerak Melingkar Berubah

konstan)

Beraturan
(

konstan)

s=(

17

Daftar Pustaka
Ruwanto, Bambang. 2006. Asas-asas Fisika 2A. Yogyakarta: Yudhistira.
Sunardi, dan Etsa Indra Irawan. 2007. Fisika Bilingual untuk SMA/MA Kelas XI
Semester 1 dan 2. Bandung: Yrama Widya.
Supiyanto. 2000. Fisika SMA 1. Jakarta: Erlangga.
Kanginan, Marthen. 2007. Fisika 2A. Jakarta: Erlangga.

18