Anda di halaman 1dari 35

Laporan Kasus

Kedokteran Keluarga

UPAYA PENDEKATAN KELUARGA TERHADAP AN.B


DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN TINEA
KRURIS DENGAN INFEKSI SEKUNDER EKTIMA
CANDRA FITRI WULANSARI/208.121.0013

PUSKESMAS WAJAK
LABORATORIUM ILMU KESEHATAN MASYARAKAT DAN KEDOKTERAN KELUARGA
FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER
UNIVERSITAS ISLAM MALANG
2014

KARAKTERISTIK KELUARGA

Keluarga pasien
merupakan Extended
family yang terdiri atas 5
orang. Pasien adalah An.B,
4 tahun, beralamat di
Jalan Brantas, Tempehan.
Pasien tinggal bersama
dengan Ayah yaitu (Tn.Y,
50 th), ibu yaitu (Ny.S, 35th),
nenek yaitu (Ny.P,70th),
kakak yaitu (Nn.Y 15 th)

IDENTITAS
Identitas Pasien

Nama
: An. B
Umur
: 4 tahun
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Pekerjaan
: Belum
Pendidikan
: Belum Sekolah
Agama
: Islam
Alamat
: Jalan Brantas,Tempehan
Status Perkawinan
: BelumMenikah
Suku
: Jawa
Tanggal Periksa : November 2014

ANAMNESIS
Keluhan utama : Gatal pada Bagian bokong.
Riwayat penyakit sekarang :
Penderita datang ke Balai Pengobatan PKM Wajak dengan
keluhan gatal pada bagian bokong dan punggung belakang
yang dialami sejak 1 bulan yang lalu, gatal terutama di rasakan
pada siang hari terutama saat berkeringat.
awalnya muncul kemerahan pada kulit awalnya hanya dibagian
lipatan bokong sebelah kanan kemudian bertambah meluas
hingga kedua bokong dan semakin menyebar, kemerahan
tersebut terasa gatal sering di garuk oleh pasien dan akhirnya
dalam 1 minggu ini timbul luka nanah diatas kulit yang merah,
dan meninggalkan bekas kehitaman, pasien belum pernah
mengobainya ataupun ke dokter untuk mengobatinya, pasien
hanya diberi minyak tawon oleh ibu untuk mengurangi gatal.

Riwayat Penyakit Keluarga


Riwayat sakit serupa : Pasien belum pernah
menderita penyakit seperti ini sebelumnya
Riwayat alergi makanan dan obat : disangkal
Riwayat cacar air
: disangkal
Riwayat Penyakit Keluarga
Riwayat keluarga sakit serupa
: tidak
didapatkan
Riwayat alergi : disangkal

Riwayat kebiasaan
Sehari hari kegiatannya bermain di lingkungan
rumah dan menonton televisi. Dalam satu hari
pasien hanya mandi satu kali saat siang hari karena
saat musim hujan rumah sering banjir dan sungai
tempat mandi terkadang keruh, sehingga ibunya
hanya mengajak mandi satu kali sehari.
Pasien juga ganti baju dalam sehari hanya satu kali.

Riwayat sosial ekonomi

Pasien adalah seorang anak laki laki usia 4 tahun.


Pasien anak dari seorang buruh tani. Saat ini pasien
tinggal di rumah dengan ayah, ibu, nenek dan
kakak perempuannya. Saat ini kebutuhan seharihari penderita ditanggung oleh ayahnya.
Hubungan An.B dan keluarga nampak saling
mendukung, karena pasien tampak menemani ibu
dan nenek saat pasien berobat di Puskesmas
wajak. Kesan riwayat psiko sosio ekonomi cukup
namun kurang memperhatikan kondisi kebersihan
dan kesehatan.

Penghasilan keluarga relatif cukup. Penghasilan


didapat dari suami yang bekerja sebagai buruh
tani, kadang istri dan anak perempuan Tn.Y
membantu tetangga masak supaya mendapat
tambahan uang. Keluarga An.B memiliki hubungan
sosial dengan tetangga yang cukup baik.
Riwayat Gizi :

Pasien makan sehari-hari biasanya 2 - 3 kali/hari.


Berupa nasi sepiring, sayur, dan lauk pauk. Lauk
pauk dengan, tahu, tempe. Pasien jarang makan
buah - buahan. Minum air putih 5 gelas setiap
harinya.

PEMERIKSAAN FISIK
Keadaan umum
: kesadaran compos mentis
(GCS E4V5M6), status gizi kesan lebih
Tanda vital
T
: 100/80 mmHg
Nadi
: 88 x/menit, regular, isi tegangan cukup
RR
: 20 x/ menit, kedalaman cukup, reguler
Suhu
: 36,2 0C peraksila
BB
: 15 kg
TB
: 98 cm

Kepala
:
Bentuk mesocephal, tidak ada luka, rambut
tidak mudah dicabut, atrofi m. Temporalis (-), makula (-), papula (), nodula (-), kelainan mimik wajah/bells palsy (-)
Mata
:
Conjunctiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-),
pupil isokor (3mm/3mm), reflek kornea (+/+), warna kelopak (coklat
kehitaman), katarak (-/-), radang/conjunctivitis/uveitis (-/-)
Hidung
:
Nafas cuping hidung (-), sekret (-),epistaksis(-),
deformitas hidung (-), hiperpigmentasi (-), sadle nose (-)
Mulut
:
Bibir pucat (-), bibir kering (-), lidah kotor (-),
papil lidah atrofi (-), tepi lidah hiperemis (-), tremor (-)
Telinga
:
Nyeri
tekan
mastoid
(-),
sekret
(-),
pendengaran berkurang (-), cuping telinga dalam batas normal
Tenggorokan:
Tonsil membesar (-), pharing hiperemis (-)

Thoraks
Simetris, retraksi interkostal (-), retraksi subkostal (-)
Cor
:I:Ictus cordis tak tampak
P:Ictus cordis tak kuat angkat
P:Batas kiri atas
: SIC II 1
cm lateral LPSS
Batas kiri bawah
: SIC V 1
cm lateral LMCS
Batas kanan atas
: SIC II LSD
Batas kanan bawah
: SIC IV
LSD
Batas jantung kesan tidak melebar
Pulmo
:(depan dan belakang)
I:Pengembangan dada kanan = kiri
P:Fremitus raba kanan = kiri
P:Sonor / sonor
A:Suara dasar vesikuler (+ /+)
suara tambahan RBK (-/-), wheezing
(-/-)
Abdomen
I:Dinding perut sejajar dengan dinding dada,
venektasi (-)
P:Supel, nyeri tekan (-), hepar dan lien tak teraba
P:Timpani
A:Peristaltik (+) normal

Sistem Collumna Vertebralis


I:Deformitas (-), skoliosis (-), kiphosis (-),
lordosis (-)
P:Nyeri tekan (-)
Sistem genetalia: Dalam batas normal
Pemeriksaan Neurologik
Fungsi Luhur : Dalam batas normal
Fungsi Vegetatif:Dalam batas normal
Fungsi Sensorik:Dalam batas normal
Fungsi motorik
:
K 5
5
T
N
N
RF 2
2
RP 5
5
N
N
2
2
Pemeriksaan Psikiatrik
Penampilan
:Sesuai umur, perawatan diri
cukup
Kesadaran
:Kualitatif tidak berubah;
kuantitatif compos mentis
Afek
:Appropriate
Psikomotor
:Normoaktif
Proses pikir
:Bentuk
:realistik
Isi
:waham (-),
halusinasi (-), ilusi (-)
Arus
:koheren
Insight :
Baik

Status Dermatologis
Lokasi
: Regio Genito Crural Anterior Dextra Sinistra
Efloresensi
:
Tampak plak berwarna putih keabuan dengan dasar eritema dan terdapat
skuama, berbentuk anular, serta berbatas tegas. Tepi lesi aktif dengan
gambaran central healing. Konfigurasi lesi pada regio genito crural dextra
polisiklik, sedangkan pada regio sinistra konfigurasinya geografika. Distribusi
pada regio genito crural anterior dan meluas ke daerah perineum dan
punggung.
Tampak pustul, batas tegas, multipel, dengan ukuran bervariasi antara 0,1
cm-0.3 cm, tersebar. Beberapa pustul pecah meninggalkan ulkus berbentuk
bulat, berbatas tegas, berdinding landai, dasar tampak kotor, pinggiran ulkus
meninggi, multipel, ukuran bervariasi antara 0.2x0.3x0.1 cm hingga 0.5x0.5x0.1
cm, daerah sekitar ulkur hiperpigmentasi, tertutup krusta berwarna coklat
kehitaman

RESUME
Pasien adalah An.B, 4 tahun. Penderita datang ke Balai
Pengobatan PKM Wajak diantar ibunya dengan keluhan
gatal pada bagian bokong dan punggung belakang
yang dialami sejak 1 bulan yang lalu, gatal terutama
di rasakan pada siang hari terutama saat berkeringat.
awalnya muncul kemerahan pada kulit awalnya hanya
dibagian lipatan bokong sebelah kanan kemudian
bertambah meluas hingga kedua bokong dan semakin
menyebar, kemerahan tersebut terasa gatal sering di
garuk oleh pasien dan akhirnya dalam 1 minggu ini
timbul luka nanah diatas kulit yang merah, dan
meninggalkan bekas kehitaman
pasien belum pernah mengobainya ataupun ke dokter
untuk mengobatinya, pasien hanya diberi minyak tawon
oleh ibu untuk mengurangi gatal

Sehari hari kegiatannya bermain di lingkungan


rumah dan menonton televisi. Dalam satu hari
pasien hanya mandi satu kali saat siang hari karena
saat musim hujan rumah sering banjir dan sungai
tempat mandi terkadang keruh, sehingga ibunya
hanya mengajak mandi satu kali sehari. Pasien juga
ganti baju dalam sehari hanya satu kali.

Pemeriksaan fisik didapatkan pada status lokalis: Regio


Genito Crural Anterior Dextra Sinistra. Efloresensi : Tampak
plak berwarna putih keabuan dengan dasar eritema dan
terdapat skuama, berbentuk anular, serta berbatas tegas.
Tepi lesi aktif dengan gambaran central healing. Konfigurasi
lesi pada regio genito crural dextra polisiklik, sedangkan pada
regio sinistra konfigurasinya geografika. Distribusi pada regio
genito crural anterior dan meluas ke daerah perineum dan
punggung.
Tampak pustul, batas tegas, multipel, dengan ukuran
bervariasi antara 0,1 cm-0.3 cm, tersebar. Beberapa pustul
pecah meninggalkan ulkus berbentuk bulat, berbatas tegas,
berdinding landai, dasar tampak kotor, pinggiran ulkus
meninggi, multipel, ukuran bervariasi antara 0.2x0.3x0.1 cm
hingga 0.5x0.5x0.1 cm, daerah sekitar ulkur hiperpigmentasi,
tertutup krusta berwarna coklat kehitaman.

PENATALAKSANAAN

Non Medika mentosa

Penderita memakai pakaian tipis yang longgar dan mudah menyerap


keringat.
Pakaian yang telah dipakai langsung dicuci, tidak dipakai berkali-kali
Jika berkeringat, sebaiknya penderita berganti pakaian. Pakaian yang
dipakai hendaknya pakaian yang betul-betul telah kering setelah dicuci dan
dijemur.
Masing-masing anggota keluarga hendaknya memakai handuk sendiri-sendiri
dan handuk yang dipakai hendaknya sering dicuci.
Kepada orang tua pasien agar memperhatikan pasien untuk tidak
menggaruk atau memencet lesi.
Mengompres terlebih dahulu lesi pasien dengan gaas yang telah dibasahi
dengan NaCl sehingga krusta terangkat baru kemudian diolesi dengan salep.
Untuk menjaga kebersihan diri, pakaian dan lingkungan.
Memberitahu orang tua penderita bahwa penyakit jamurnya membutuhkan
waktu yang lama untuk sembuh, sehingga penderita diharapkan patuh
berobat.
Kontrol kembali ke poliklinik 1 minggu lagi.

Medikamentosa

Cream
sore)

: Ketokonazol 2% 2 x sehari (pagi dan

Amoksisilin 3 x 25 mg/kgBB

Fungsi Sosial

FUNGSI HOLISTIK
Fungsi Biologis

Keluarga pasien merupakan Extended family yang terdiri atas 5 orang. Pasien
adalah An.B, 4 tahun, Pasien tinggal bersama dengan Ayah yaitu (Tn.Y, 50 th),
ibu yaitu (Ny.S, 35th), nenek yaitu (Ny.P,70th), kakak yaitu (Nn.Y 15 th). Keluarga
pasien menyangka bahwa sakit An.B adalah karena alergi suatu makanan

Hubungan An.B dan keluarga cukup terjalin dengan baik dan saling
memperhatikan. Hubungan An.B dan keluarga nampak saling
mendukung. Hubungan antar anggota keluarga terkesan baik, saling
mendukung tetapi kurang saling memperhatikan kondisi kesehatan
dan kebersihan
Fungsi Sosial

Fungsi
Psikologis

Dalam kehidupan sehari-hari, keluarga An. B hanya sebagai anggota


masyarakat biasa, tidak mempunyai kedudukan sosial tertentu dalam
masyarakat. Dalam kehidupan sosial An. B dan Keluarganya berperan
aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.

FUNGSI HOLISTIK
Fungsi Ekonomi dan Pemenuhan
Kebutuhan

Penghasilan keluarga relatif cukup. Penghasilan didapat dari suami,


sebagai buruh tani. Terkadang istri dan anak perempuannya bekerja
memabntu masak di tetangga.)

KESIMPULAN
Dari poin satu sampai empat dari fungsi holistik keluarga kesimpulannya
adalah Keluarga An. B, fungsi psikologis dan fungsi sosial ekonomi cukup
akan tetapi karena kurangnya pengetahuan tentang sakit dan
komplikasi penyakitnya, sehingga menyebabkan kemauan mereka
untuk segera mencari pengobatan masih kurang.

FUNGSI FISIOLOGIS DAN


PATOLOGIS

Fungsi Fisiologis Keluarga pasien baik

Fungsi Patologis Keluarga pasien Education yang


mengalami masalah

GENOGRAM

Dari genogram di atas dapat disimpulkan bahwa tinea


kruris dengan infeksi sekunder ektima yang diderita oleh
An.B bukan merupakan penyakit yang ditularkan dari
anggota keluarga yang lain.

POLA INTERAKSI KELUARGA

Hubungan antara Tn.Y, Ny. S,Ny.P, Nn. Y dan An. B baik. Secara
umum dalam keluarga ini tidak pernah terjadi konflik atau
hubungan buruk antar anggota keluarga.

FAKTOR PERILAKU DAN NON PERILAKU

DENAH RUMAH

DIAGRAM PERMASALAHAN PASIEN

DIAGRAM PERMASALAHAN PASIEN

DIAGNOSA HOLISTIK
Aspek Personal

Keluhan Utama: Gatal pada bagian bokong


Harapan: Pasien dan keluarga berharap agar keluhannya bisa cepat
sembuh dan tidak kambuh lagi.
Kekhawatiran: Pasien dan keluarga takut bertambah para sehingga
mengganggu aktifitas sehari-hari.
Aspek Klinis

Tinea kruris dengan sekunder infeksi ektima


Aspek Resiko Internal

Pengetahuan tentang sakit yang diderita pasien masih kurang. Pasien


mengira penyakit kulit yang diderita adalah penyakit akibat alergi
terhadap makanan.
Aspek Resiko Eksternal :

Keluarga tidak memiliki kamar mandi dan jamban dan kondisi rumah
yang tidak memenuhi syarat kesehatan.
Aspek Fungsional:

Pasien terganggu aktifitas sehari-hari karna penyakit yang diderita.

Penatalaksanaan Komprehensive

Promotif :

Preventif :

Kuratif :

Rehabilitatif :

Konseling terhadap keluarga agar mengetahui penyakit tinea kruris,


perjalanan penyakit dan komplikasinya.
Memberitahu orang tua penderita bahwa penyakit jamurnya
membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh, sehingga penderita
diharapkan patuh berobat.
Perlu dijelaskan agar menjaga kebersihan lingkugan rumah dengan
menjemur kasur, bantal dan guling seminggu sekali.
Menata dan menjaga kelembapan rumah dan baju yang disimpan.
Menjaga kebersihan diri dengan mandi minimal 2x sehari dan mengganti
baju bila berkeringat.
Segera pergi ke puskesmas bila kambuh.
Penderita dianjurkan untuk tetap aktif sesuai kemampuan tanpa
terganggu dengan sakit yang diderita