Anda di halaman 1dari 11

KERANGKA ACUAN KERJA

PENYUSUNAN DAN PENETAPAN


SEMPADAN JALAN DAN
SEMPADAN SUNGAI

DI KOTA MANADO

APBD Tahun Anggaran 2013

KERANGKA ACUAN KERJA


(KAK)
PENYUSUNAN DAN PENETAPAN
SEMPADAN JALAN DAN SEMPADAN SUNGAI
DI KOTA MANADO

I.

LATAR BELAKANG
1. Dasar Hukum
Penyusunan Penetapan Sempadan Jalan dan Sempadan Sungai didasarkan

pada:
a. Undang-undang RI No. 26 Tahun 2007, tentang Penataan Ruang;
b. Undang-Undang

Republik Indonesia No . 23 Tahun 1997 tentang

Lingkungan Hidup;
c. Peraturan

Menteri

Pekerjaan

Umum

No.12/PRT/M/2009

tentang

Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau di


Wilayah Kota/Kawasan Perkotaan
d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 05/PRT/M/2008 tentang
Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau diKawasan
Perkotaan;
e. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 06/PRT/M/2007 tentang
Pedoman Umum Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan.
f. Peraturan Menteri PU Nomor29/PRT/2006 tentang Pedoman Persyaratan
Teknis Bangunan Gedung;
g. Peraturan Menteri PU Nomor30/PRT/M/2006 tentang Persyaratan Teknis
Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan;
h. Peraturan Daerah Kota Manado Nomor 19 Tahun 2002 tentang
Pemulihan Dan Pengendalian Lingkungan Hidup

2. Gambaran Umum
Dalam

rangka

pengamanan

Pembangunan

Ekonomi

dan

Kesejahteraan

Masyarakat maka sangat diperlukan penyediaan bidang/areal tanah di kanan kiri


sumbu jalan dan sungai. Problemnya, hampir pada sebagian besar sempadan
jalan dan sungai telah berdiri bangunan, bahkan di antaranya bersertifikat.
Menyikapi hal tersebut, pemerintah perlu segera melakukan langkah strategis
sebagaimana diatur dalam Pearturan Pemerintah .
Sempadan jalan/bangunan dan sungai perlu dilindungi dari perkembangan di
sekitarnya yang tidak dinginkan atau tidak sepengetahuan pemerintah, yang
dapat mengganggu keamanan lalu lintas dan

mengakibatkan masalah

lingkungan.
A. Garis Sempadan jalan
Pasal 13 Undang-undang No 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung
menyebutkan bahwa sebuah bangunan harus mempunyai persyaratan
jarak bebas bangunan yang meliputi GSB dan jarak antar gedung. Selain
itu dalam membangun rumah, Anda juga harus sudah mendapatkan
standarisasi dari pemerintah yang tercantum di dalam SNI No 03-17281989.Standar ini mengatur bahwa dalam setiap mendirikan bangunan
harus

memenuhi

persyaratan

lingkungan

bangunan,

diantaranya

larangan untuk membangun di luar GSB.


Di dalam penjelasan Pasal 13 Undang-undang No 28 Tahun 2002, GSB
mempunyai

arti sebuah garis yang membatasi jarak bebas minimum

dari bidang terluar suatu massa bangunan terhadap batas lahan yang
dikuasai. Pengertian tersebut dapat disingkat bahwa GSB adalah batas
bangunan yang diperkenankan untuk dibangun.GSB diukur dari bagian
terluar bangunan ke sumbu jalan sedangkan GSJ (Garis Sempadan
Jalan) diukur dari sisi terluar halaman (pagar) ke sumbu jalan.
Peraturan tentang GSB dan GSJ dibuat agar lingkungan pemukiman
sekitar rumah Anda menjadi aman dan teratur. Selain, GSB/GSJ dibuat
untuk kepentingan keselamatan para pengendara yang melewati jalan di
depan atau samping rumah Anda.

B. Garis Sempadan Sungai


Sungai

adalah

tempat-tempat

dan

wadah-wadah

serta

jaringan

pengaliran air mulai dari mata air sampai muara dengan dibatasi kanan
dan kirinya serta sepanjang pengalirannya oleh garis sempadan
Garis sempadan sungai adalah garis batas luar pengamanan sungai.
Sempadan sungai berfungsi sebagai ruang penyangga antara ekosistem
sungai dan daratan, agar fungsi

sungai dan kegiatan manusia tidak

saling mengganggu.
Menurunnya kapasitas palung sungai karena pendangkalan dan/ atau
penyempitan oleh sedimentasi, sampah dan gangguan aliran lain akibat
aktivitas manusia di dekat sungai khususnya di wilayah perkotaan akan
mengakibatkan banjir yang semakin hari makin meningkat resikonya.
Berdasarkan Pasal 80 PP Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai, dalam
waktu paling lama 5 tahun terhitung sejak PP ini berlaku, menteri,
gubernur, bupati/walikota wajib menetapkan garis sempadan pada
semua sungai yang ada dalam kewenangannya.
Garis

sempadan

ditentukan

pada

sungai

bertanggul

dan

tidak

bertanggul, baik di dalam maupun di luar kawasan perkotaan, sungai


yang terpengaruh pasang air laut, danau paparan banjir, atau mata air.
Penetapan garis sempadan untuk sungai yang menjadi kewenangan
menteri, ditetapkan dengan peraturan menteri. Untuk sungai yang
dilimpahkan kewenangannya kepada pemda, ditetapkan dengan perda.
Pemerintah sesuai kewenangannya perlu memberdayakan masyarakat
dalam pengelolaan sungai, meliputi kegiatan sosialisasi, konsultasi
publik, dan partisipasi masyarakat.
3. Alasan, Tujuan, Sasaran dan Manfaat Kegiatan Dilaksanakan
Penetapan garis sempadan bangunan/jalan dan sungai dimaksudkan sebagai
upaya agar kegiatan perlindungan, penggunaan, dan pengendalian atas sumber
daya yang ada pada suatu kawasan, dalam hal ini bangunan/jalan dan sungai
dapat dilaksanakan. Tujuannya agar fungsi jalan dan sungai, tidak terganggu oleh
aktivitas yang ada dan akan berkembang di sekitarnya.
Diharapkan, kegiatan pemanfaatan dan upaya peningkatan nilai manfaat sumber
daya yang ada di jalan dan sungai dapat memberikan hasil optimal sekaligus

menjaga : keamanan dan kelancaran lalu lintas dan; kelestarian fungsi sungai dari
daya rusak air terhadap sungai dan lingkungan. Selain itu, melihat kenyataan
bahwa dalam perkembangan kota, orang sering membangun pada daerah-daerah
yang dianggap masih kosong/tidak bertuan (seperti sempadan jalan/bangunan
dan sungai) dan dengan berjalannya waktu, pelanggaran yang sudah dilakukan
ini sulit ditertiblkan. Apalagi jika terjadi perkembangan dan pembangunan jalan,
mengakibatkan kenaikan harga tanah disekitarnya.
Untuk dapat memenuhi kebutuhan penyediaan tanah untuk perkembangan
jalan dan pengamanan sungai maka perlu ditetapkan sempadan jalan/bangunan
dan sempadan sungai agar Pemerintah Kota Manado dapat mengadakan
pengawasan dan/atau penguasaaan tanah dikanan-kiri sumbu jalan/sungai sesuai
dengan kepentingan dan karakteristik lokasi.

II . KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN


1. Uraian Kegiatan
a. Pendataan
Data yang dikumpulkan berupa informasi yang didapatkan dari
identifikasi kondisi fisik dan lingkungan jalan dan sungai yang ada di
kota Manado. Data tersebut ditunjang dengan ketersediaan peta (peta
kota, dan peta kawasan perencanaan dengan skala 1:5000 1:25.000);
foto-foto (foto udara/citra satelit dan foto-foto kondisi kawasan
perencanaan). Pengidentifikasian ketersediaan lahan untuk sempadan
jalan/bangunan dan sungai sesuai dengan kategori lokasi serta
peraturan dan rencana-rencana terkait.
b. Analisis Kondisi Fisik Dan Lingkungan
Analisis adalah penguraian atau pengkajian atas data yang telah
berhasil dikumpulkan. Komponen analisis meliputi : 1) Kondisi (kualitas
dan kuantitas) fisik lahan, jalan, sungai dan bangunan; 2 ).Kondisi
lingkungan dan infrastruktur; 3) Kondisi geomorphologi sungai dan
jalan; 4) Karakteristik dan fungsi jalan dan sungai; 5) Kondisi Sosial
budaya masyarakat.
c. Penyusunan Dokumen Teknis
Hasil tahapan analisis kondisi dan lingkungan jalan dan sungai

berupa dokumen teknis yang memuat penetapan garis sempadan


jalan/bangunan dan sungai.
d. Penyusunan Konsep Surat Keputusan Walikota
Menyusun Konsep Keputusan Walikota tentang Penetapan Sempadan
Jalan/Bangunan dan Sungai di Kota Manado yang berisi matriks
sempadan jalan/bangunan yang setidaknya memuat lokasi, kategori,
kelas, kondisi, syarat sempadan.
2. Batasan Kegiatan
Substansi dibatasi pada identifikasi jalan dan sungai dan analisa
yang

menghasilkan

sungai.

Batasan

penetapan

sempadan

jalan/bangunan

kawasan

perencanaan

merujuk

dan
pada

ketentuan/kriteria yang tertera dalam peraturan terkait.


Administrasi tidak terbatas pada ketentuan-ketentuan sebagaimana
diatur didalam KAK,tetapi dapat dikembangkan sendiri oleh Pelaksana
dalam rangka optimalisasi keluaran yang ingin dihasilkan.

III. INDIKATOR KELUARAN


1. Indikator Keluaran (Kualitatif)
Tersusunnya Dokumen Teknis Penetapan Sempadan Jalan/Bangunan
dan Sempadan Sungai di Kota Manado yang dapat digunakan sebagai
panduan/bahan dalam penyusunan Konsep Keputusan Walikota dalam
Penetapan Sempadan Jalan/bangunan dan Sempadan Sungai di Kota
Manado.
2. Keluaran (Kuantitatif)
Keluaran yang diharapkan dari kegiatan ini adalah Dokumen Teknis
Penetapan Sempadan Jalan/Bangunan dan Sempadan Sungai di
Kota Manado dan Konsep Surat Keputusan Walikota.

IV . PELAKSANAAN KEGIATAN
1. Metode Pelaksanaan
a. Melakukan penyusunan program kerja (alur pikir dan jadwal)
dan penyusunan instrument pendataan dan analisis.

b. Mengkaji dan merumuskan kembali kebijakan, peraturan,


standar, pedoman dan kriteria serta landasan teori tentang
Sempadan jalan/Bangunan dan Sempadan Sungai.
c. Mengkaji peraturan daerah dan dokumen perencanaan daerah
terkait dengan jalan dan sungai yang berada di Kota Manado,
diantaranya adalah Rencana Tata Ruang, Peraturan Daerah
yang berkaitan dengan Sungai, Jalan dan Bangunan Gedung,
Dokumen/Rencana Penataan Kawasan terkait,dll.
d. Mengkaji

sebaran

lokasi

perencanaan

dalam

konteks

identifikasi kondisi fisik dan lingkungan.


e . Melakukan kegiatan pemetaan, analisis kondisi fisik dan
lingkungan

dalam

rangka

menyusun

Penetapan

S e m p a d a n j a l a n / Ba n g u n a n d a n S e mp a d a n S u n g a i .
f. Menyusun Konsep Peraturan Walikota.
2. Tahapan Kegiatan
a. Pelaksana

diwajibkan

merinci

kegiatannya

agar

dicapai

keluaran yang sesuai dengan KAK.


b. Pelaksana diwajibkan secara aktif melakukan koordinasi
dengan

Tim

Teknis yang dibentuk oleh Dinas Tata Kota

Manado sehingga dapat dicapai keluaran yang memadai,


dengan dimungkinkan pula untuk

melakukan konsultasi

dengan instansi pemerintahan di tingkat lokal (kecamatankelurahan).


c. Secara garis besar tahapan kegiatan yang perlu dilakukan
antara lain adalah:
i. Penetapan strategi dan program pencapaian sasaran
kegiatan.
ii. Pengumpulan data dan informas iterutama lokasi dan
sebaran jalan dan sungai di Kota Manado.
iii. Pengolahan

datadan

perumusan

penetapan

sempadan, serta penyusunan Rancangan / Konsep


Peraturan Walikota.
d. Kegiatan

dimaksud

dikembangkan

lebih

pada butir
lanjut

oleh

c.

di

atas

dapat

Pelaksana, sehingga

setidak-tidaknya produk antara kegiatan adalah sebagai


berikut:
i.

LAPORAN PENDAHULUAN, minimal meliputi:


1. Gambaran umum wilayah perencanaan
2. Permasalahan yang berhubungan dengan penataan
sempadan jalan dan sungai
3. Tujuan dan sasaran
4. Keluaran
5. Pendekatan dan Metodologi
6. Rencana kerja dan penugasan tenaga ahli
7. Ketersediaan data dan kebijakan/peraturan

ii.

LAPORAN ANTARA, minimal memuat:


1. Identifikasi kawasan : geomorfologi sungai dan jalan
serta karakteristik dan fungsi jalan dan sungai.
2. Analisis kondisi fisik

: lahan, jalan, sungai dan

bangunan.
3. Analisis lingkungan dan infrastruktur.
4. Analisis sosial budaya masyarakat.
5. Analisis kebijakan dan peraturan terkait.
iii.

LAPORAN DRAFT FINAL, mencakup Konsep Penataan


Sempadan serta Rancangan/Konsep Peraturan Walikota.

iv.

LAPORAN AKHIR, meliputi Dokumen Teknis Penetapan


Sempadan Jalan/Bangunan dan Sungai di Kota Manado
serta Rancangan/ Konsep Peraturan Walikota. Laporan
akhir merupakan hasil penyempurnaan dari pembahasan
laporan draft final.

V . TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN


Kegiatan ini berlokasi di Kota Manado.

V I. PELAKSANAAN DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN


1. Pelaksana Kegiatan
a. Pelaksana kegiatan ini adalah KONSULTAN PERENCANA yang
ditetapkan berdasarkan proses seleksi sebagaimana peraturan
yang berlaku.

b. Untuk melaksanakan kegiatan sebagaimana ditetapkan didalam


KAK ini, Tim dari Konsultan Perencanaakan dipimpin oleh
seorang Team Leader dengan latar belakang pendidikan S1
Teknik Sipil, mempunyai Sertifikat Keahlian Teknik Sipil serta
berpengalaman 8 (delapan) tahun dibidangn y a . Team Leader
ini akan memimpin dan mengkoordinir seluruh kegiatan Tim
dalam pelaksanaan pekerjaan selama 3 (tiga) bulan penuh
sampai dengan pekerjaan dinyatakan selesai. Anggota Tim
lain terdiri dari tenaga ahli dengan disiplin ilmu yang setara
dengan

keahlian

seperti

berikut

di

bawah

ini

dengan

pengalaman minimum 5 (lima) tahun, yaitu:


i. Ahli Perencana Kota (S1); mempunyai Sertifikat Keahlian
Perencana Kota, berijazah S1 Planologi, berpengalaman
pada perencanaan kotadan/atau wilayah;
ii. Ahli

Teknik

Keahlian

lingkungan

Teknik

(S1);

Lingkungan

mempunyai

Sertifikat

berpengalaman

pada

bidangnya;
iii. Ahli

Arsitektur

(S1),

mempunyai Sertifikat Keahlian

Arsitektur, berpengalaman pada bidangnya.


c. Dibantu Tenaga Pendukung : Tenaga Administrasi berijazah
minimal SMA/SMK, Operator Komputer/CAD/GIS berijazah
minimal S1 Arsitek/Teknik Sipil dan Surveyor berijazah
minimal S1 Arsitek/Teknik Sipil.
2. Pembahasan
Dalam pekerjaan ini dilakukan 2 (dua) kali pembahasan :
a. Pembahasan yang dilaksanakan pada tahap Laporan Antara dan,
b. Pembahasan yang dilaksanakan pada tahap Laporan Draft Final.
Hasil dari proses ini adalah Dokumen Teknis Penetapan Sempadan
Jalan/Bangunan dan Sungai di Kota Manado serta Rancangan/Konsep
Peraturan Walikota.
3. Penanggung jawab Kegiatan
Dinas Tata Kota Kota Manado.

4. Penerima Manfaat Kegiatan


Penerima manfaat adalah Pemerintah Kota Manado di Prov. Sulut.

VII. JADWAL KEGIATAN


1. Waktu Pelaksanaan Kegiatan
a. Waktu Pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan selama 3 (tiga)
bulan kalender.
b. Konsultan Perencana diminta untuk merinci sendiri kegiatannya
selama waktu tersebut butir a. diatas dengan mengantisipasi
jadwal pencapaian produk antara kegiatan dan dalam rangka
menampung kegiatan-kegiatan yang mungkin dilakukan oleh
Konsultan Perencana.
c. Pentahapan pelaporan kegiatan adalah sebagai berikut:
1.

Laporan Pendahuluan
Laporan ini diserahkan maksimal 1 (satu) bulan setelah

pekerjaan dimulai dengan diterbitkannya Surat Perintah Mulai


Kerja oleh Pejabat Pembuat Komitmen, dengan jumlah 5 (lima)
eksemplar.Laporan Pendahuluan dinyatakan diterima bila telah
dilakukan pembahasan dan disetujui oleh Tim Teknis.
2.

Laporan Antara
Laporan ini diserahkan maksimal 1 (dua) bulan setelah

penyerahan Laporan Pendahuluan, dengan jumlah 10 (sepuluh)


eksemplar dan dilengkapi dengan peta dan foto-foto. Laporan
Antara dinyatakan diterima bila telah dilakukan disetujui oleh
Tim Teknis.
3.

Laporan Draft Final


Laporan ini diserahkan maksimal 2 (dua) minggu setelah

penyerahan Laporan Antara, dengan jumlah 10 (sepuluh)


eksemplar dan dilengkapi dengan peta dan foto-foto.
Laporan

Draft

Final

dinyatakan

diterima

bila

telah

dilakukan pembahasan dan disetujui oleh Tim Teknis.


4.

Laporan Final
Laporan ini diserahkan maksimal 2 (dua) minggu setelah

penyerahan Laporan Antara, dengan jumlah 15 (lima belas)

eksemplar. Laporan ini dilengkapi dengan peta dan foto-foto.


Laporan ini disertai dengan Rancangan Konsep Peraturan
Walikota

sebanyak

(lima)

eksemplar.

Laporan

Final

dinyatakan diterima bila telah dilakukan pembahasan dan


disetujui oleh Tim Teknis.
Selain
Perencana

laporan

dalam

berkewajiban

bentuk

hardcopy,

menyiapkan

Konsultan

seluruh

hasil

pekerjaannya dalam bentuk computer file yang dikemas ke


dalam 1 (satu) unit CD/DVD sebanyak 10 keping.

VIII .

BIAYA
1. Biaya pelaksanaan pekerjaan dibebankan pada APBD Tahun 2013
Dinas Tata Kota Kota Manado dengan anggaran sebesar
Rp.185.000.000.- (seratus delapan puluh lima juta rupiah).
2. Pelaksanaan pekerjaan ini dilakukan secara kontraktuaL
Manado, 13 Agustus 2013
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
DINAS TATA KOTA
KOTA MANADO

SUSAN A. MAINDOKA, ST

10