Anda di halaman 1dari 29

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM
DESAIN DAN PEMBUATAN DETEKTOR SINYAL
HANDPHONE di PESAWAT TERBANG
BIDANG KEGIATAN:
PKM-KARSA CIPTA
Di usulkan oleh:
1.
2.
3.
4.
5.

Dina Mulya Siltri (1101444/2011)


Izel Pinata Putri (1101455/2011)
Hilda Merdina (1101426/2011)
Husnuli Karim (1101441/2011)
Anna Tiu Tika (1101427/2011)

UNIVERSITAS NEGERI PADANG


PADANG
2013

PENGESAHAN PKM KARSA CIPTA


1. Judul kegiatan
2. Bidang kegiatan
3. Ketua pelaksan kegiatan
a. Nama Lengkap
b. NIM
c. Jurusan
d. Universitas
e. Alamat Rumah dan No Hp

4.
5.

6.
7.

: Desain Dan Pembuatan Detektor Sinyal


Handphone di Pesawat Terbang
: PKM-KC

: Dina Mulya Siltri


: 1101444
: Fisika
: Universitas Negeri Padang
: Jl. Raya Sago No. 424 Kenegarian Sago-Salido
Kabupaten Pesisir Selatan/ 082169087856
f. Alamat email
: dinamulya6@gmail.com
Anggota Pelaksana kegiatan/penulis : 4 (empat) orang
Dosen pembimbing
a. Nama lengkap dan gelar
: Yohandri, Ph.D
b. NIP
: 197807252006041003
c. Alamat rumah dan no tel./Hp
: 081363103929
Biaya kegiatan total
a. Dikti
: Rp 12.278.700
Jangka waktu pelaksanaan
: 5 (lima) bulan

Menyetujui

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR ISI .......................................................................................................i
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... ii
RINGKASAN ................................................................................................... iii

BAB 1

PENDAHULUAN ................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Perumusan Masalah ........................................................................ 2
1.3Tujuan ............................................................................................. 2
1.4 Luaran yang diharapkan ................................................................. 2
1.5 Kegunaan ...................................................................................... 2

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA........................................................................ 3


2.1 Sistem Navigasi Udara ................................................................... 3
a. Alat Bantu Presisi Udara .............................................................. 3
b. Rambu-rambu Udara Radio ......................................................... 3
c. Surveillance ................................................................................ 4
2.2 Sistem Kerja Sinyal Handphone ..................................................... 4
2.3 Radio Frequency Interference ........................................................ 5
2.4 Sistem Detektor Sinyal Handphone ................................................ 6
BAB 3 METODE PELAKSANAAN ................................................................ 7
3.1 Blok Diagram ................................................................................. 7
3.2 Flowchart ....................................................................................... 7
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ................................................... 8
4.1 Anggaran Biaya .............................................................................. 8
4.2 Jadwal Kegiatan ............................................................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 9
LAMPIRAN ..................................................................................................... 10

DAFTAR GAMBAR
Gambar
Halaman
1.Siklus on-off pada handphone............................................................................ 4
2.Interferensi destruktif ........................................................................................ 6
3.Blok diagram detektor sinyal handphone ........................................................... 6
4.Flowchart detektor sinyal handphone ................................................................ 7
5.Ilustrasi cara kerja detektor sinyal handphone di pesawat terbang ................... 10
6.prototype detektor sinyal handphone di pesawat terbang ................................ 10

RINGKASAN

Pentingnya unsur keamanan dalam pesawat terbang sangat bergantung pada


teknologi yang digunakan dalam penerbangan, salah satunya sistem navigasi. Kami tertarik
untuk mendesain dan membuat sebuah detektor sinyal handphone, dimana larangan atas
penggunaan alat-alat yang mampu mengganggu kerja sistem navigasi di pesawat terbang
tersebut tidak lagi dilakukan secara manual oleh pramugari. Alat ini secara otmatis akan
mendeteksi sinyal handphone yang masih aktif, sehingga diharapkan akan mengurangi
resiko kecelakaan pesawat terbang.
Ketika ada sinyal handphone yang sedang aktif maka akan diterima oleh detektor
(IC CA3130) yang ada pada rangkaian, setelah itu dikuatkan dan diteruskan ke
mikrokontroler Atmega 8535 yang berfungsi sebagai pengontrol otomatis perangkat
elektronika. Hal ini akan mengontrol lampu indikator

menyala dan buzzer akan

mengeluarkan suara sebagai alarm.


Metode yang kami gunakan adalah metode berbasis mikrokontrolel. Proses pertama
dalam pemograman adalah proses inisialisasi mikrokontroler yang digunakan kemudian
dilanjutkan dengan menunjukkan adanya sinyal yang terbaca, dan sinyal yang terbaca
tersebut diolah oleh mikrokontroler yang nantinya akan mengeluarkan sebuah keadaan
apakah alarm menyala atau tidak. Dan kegiatan ini akan berulang setiap kali adanya sinyal
yang terbaca. Sehingga alat ini mampu mendeteksi handphone yang masih aktif.

BAB 1
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
Sebagai negara kepulauan yang luas, perkembangan volume transportasi udara di
Indonesia sangat tinggi dan memiliki peranan yang penting sekali. Transportasi udara
merupakan sarana transportasi yang menjadi alternatif paling efektif dan efisien untuk
memperlancar arus pengangkutan baik bagi penumpang dan barang dari dalam maupun
luar negeri. Begitu pula orang orang yang akan mengadakan tour atau perjalanan atau
bahkan pekerjaan di luar kota dengan waktu yang sangat singkat, sehingga orang-orang
akan lebih cenderung menggunakan jasa angkutan udara.
Mengingat pentingnya transportasi udara ini, jasa angkutan udara harus memenuhi
standar-standar keamanan yang memenuhi ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan yang
diharapkan oleh penumpang. Menurut UU penerbangan BAB I pasal I ayat 49 Keamanan
Penerbangan adalah suatu keadaan yang memberikan perlindungan kepada penerbangan
dari tindakan melawan hukum melalui keterpaduan pemanfaatan sumber daya manusia,
fasilitas, dan prosedur. Untuk itu, penerapan keselamatan akan penerbangan perlu
diperhatikan

pada

semua

bidang,

baik

pada

pengoperasian

angkatan

udara,

kebandarudaraan, maupun navigasi, dan lain-lain.


Sistem keamanan dalam pesawat terbang sangat bergantung pada teknologi yang
digunakan dalam penerbangan, salah satunya sistem navigasi. Sistem navigasi adalah
rambu-rambu udara yang membantu pilot pada saat melakukan penerbangan dari satu
bandar udara ke bandar udara yang dituju. Dengan demikian sistem navigasi harus selalu
dalam keadaan siap pakai baik keadaaan peralatan maupun operator peralatan tersebut.
Namun dalam kenyataannya, sistem navigasi terkadang tidak berjalan dengan baik akibat
adanya orang-orang yang tidak menyadari telah mengganggu sistem navigasi pesawat
tersebut seperti penggunaan device dan portable nirkabel seperti handphone, laptop, dan
lain-lain. Kegagalan dan gangguan terhadap sistem navigasi dapat berakibat fatal seperti
yang terjadi pada kecelakaan pesawat Cross Air LX498 tahun 2000, yang menewaskan 10
orang (Merdeka.com, 7 juni 2013). Berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan bahwa
dalam penerbangan tersebut ada salah seorang penumpangan yang tidak mematikan
ponselnya dan mengirim sms.

Saat ini, larangan penggunaan alat-alat elektronik dalam penerbangan biasanya


diperingatkan secara manual oleh pramugari pesawat. Namun minimnya pengetahuan dan
kepedulian penumpang pesawat masih ada saja beberapa penumpang yang melakukan
pelanggaran. Hal ini sangat sukar sekali di deteksi oleh pramugari, karena alat-alat
elektronik yang mereka gunakan terkadang disimpan saat pemeriksaan sehingga tidak
teramati . Mengingat begitu pentingnya keamanan dalam transportasi udara ini, maka kami
tertarik untuk mendesain dan membuat sebuah detektor sinyal handphone . Sistem detektor
ini diharapkan dapat membantu kerja awak kabin untuk mendeteksi penggunaan alat-alat
yang mampu mengganggu kerja sistem navigasi di pesawat terbang tersebut. Dengan alat
ini sinyal handphone yang masih aktif akan terdeteksi secara otomatis dan para awak kabin
dapat dengan mudah mengetahuinya sehingga dapat meminimalisir resiko kecelakaan
pesawat terbang.
1.2

PERUMUSAN MASALAH
a. Bagaimana upaya mengurangi angka kecelakaan pesawat akibat penggunaan
handphone di pesawat terbang ?
b. Bagaiman cara kerja alat pendeteksi sinyal handphone di pesawat terbang?
c. Bagaimanakah desain dan pembuatan alat detektor sinyal handphone tersebut?
d. Bagaimana mengaplikasikan detektor sinyal handphone sebagai wujud teknologi tepat
guna yang bermanfaat pada pesawat terbang?

1.3

TUJUAN
a. Mengetahui prinsip kerja serta merancang dan membuat alat pendeteksian sinyal
handphone.
b. Hasil karya ini diharapkan dapat diterapkan pada pengoperasian angkatan udara.

1.4

LUARAN YANG DIHARAPKAN


Terciptanya teknologi baru yaitu alat pendeteksian sinyal handphone berbasis
mikokontroler sebagai solusi mengurangi kecelakaan pesawat terbang dengan proses yang
sederhana, efektif, efisien, dan aman digunakan.

1.5

KEGUNAAN
a. Mendeteksi sinyal handphone yang aktif pada pesawat terbang.
b. Memberitahukan kepada penumpang tentang bahaya penggunaan handphone di
pesawat terbang.
c. Mempermudah kinerja pihak-pihak yang bertugas di pesawat terbang.

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1

SISTEM NAVIGASI UDARA


Sistem navigasi udara adalah suatu sistem yang membantu pilot dan pengatur lalu
lintas udara menentukan posisi pesawat terbang dengan bumi dan pesawat terbang lain.
Sistem ini juga membantu pilot saat melakukan penerbangan dari satu bandara ke bandara
lain. Sistem navigasi udara terdiri atas beberapa bagian, yaitu alat bantu pendaratan presisi,
rambu udara radio, dan surveillance. (Aquino malise toti, 2008)
a. Alat bantu presisi udara
Yang termasuk alat bantu presisi adalah Instrumentasi Landing System (ILS) yang
berfungsi untuk memberikan tuntunan kepada pesawat terbang dalam posisi final
approach menuju landasan. Dengan ini pilot dapat mendaratkan pesawat terbang dengan
berpedoman pada indikator-indikator di pesawat yang menerima sinyal-sinyal dari ILS
seperti localizer yang bekerja pada jalur frekuensi sangat tinggi (VHF) yaitu antara
frekuensi 108 MHz-112 MHz, glide slop yang memberikan sudut penurunan yang tepat
ke touch down di runaway, glide slope ini bekerja pada frekuensi 328.6-335.4MHz, yang
terakhir yaitu marker yang berfungsi untuk menunjukan jarak pesawat terhadap ujung
landasan.
b. Rambu Udara Radio
Rambu udara radio ini terdiri dari VOR (VHF Omnidirectional Range), DME
(Distance Measuring Equipment), dan NDB (Non Directional Beacon). VOR bekerja
dengan frekuensi radio dan dipasang pada suatu tempat tertentu di sekitar bandara.
Peralatan VOR memancarkan informasi dalam bentuk sinyal variabel dan sinyal referensi
dengan frekuensi pembawa VHF melalui antena. Peralatan penerima VOR di pesawat
terbang memungkinkan pesawat terbang dengan tujuan rute tertentu. DME berfungsi
untuk memberikan panduan atau informasi jarak bagi pesawat terbang dengan stasiun
DME yang dituju. DME memancarkan sinyal-sinyal gelombang radio yang akan diterima
oleh pesawat terbang sehingga penerbang akan mengetahui berapa jarak yang akan
dituju. DME beroperasi pada frekuensi 992 MHz-1213 MHz, dan NDB bekerja dengan
menggunakan frekuensi rendah (200 KHz-415 KHz). NDB memancarkan informasi
dalam bentuk sinyal gelombang radio ke segala arah melalui antena. Sinyalnya akan

diterima oleh pesawat terbang yang dilengkapi Automatic Direction Finder (ADF) yaitu
perangkat penerima NDB yang ada d pesawat terbang.
Secara umum rambu udara radio memiliki 4 fungsi, yaitu hoaming, en-route atau
chehck point, holding, dan locator. Hoaming berfungsi memandu penerbangan dalam
mengemudikan pesawat terbang menuju lokasi bandar udara yang dituju, yang dipasang
didalam lingkungan bandar udara. En-route atau chehck point, yang berfungsi
memberikan panduan kepada pesawat udara yang melakukan penerbangan jelajah dijalur
penerbangan yang terdapat blank spot, rambu udara dipasang diluar lingkungan bandar
udara dengan tujuan sebagai check point bagi pesawat yang melakukan penerbangan.
Fungsi berikutnya yaitu holding sebagai pemandu penerbangan dalam keadaan holding
(pesawat berputar-putar) menunggu antrian dalam pendaratan yang diatur. Dan fungsi
terakhir yaitu locator yang dipasang pada perpanjangan garis tengah landasan pacu
(center linier runway) untuk memberikan panduan arah pendaratan kepada penerbang.
c. Surveillance
Yang termasuk peralatan surveillance adalah radar dan VHF. Radar merupakan alat
bantu untuk mendeteksi sesuatu atau benda yang sangat jauh dan tak terjangkau oleh
manusia dengan gelombang radio.
2.2

SISTEM KERJA SINYAL HANDPHONE


Handphone merupakan alat yang bekerja dengan mengirim dan menerima sinyal
radio secara nirkabel. Semua handphone terkoneksi dan diatur oleh sebuah switching
center dan dikendalikan oleh masing-masing stasiun pemancar (base station) pada masingmasing daerah dimana pada menara tersebut berisi peralatan radio transmitter dan receiver.

Gambar 1. Siklus on-off pada handphone


Berdasarkan diagram pada gambar 1, dapat diketahui bahwa ketika handphone di
aktifkan, maka ia akan melakukan registrasi untuk uji kevalidan data ke base station untuk
mengizinkan aktifitas handphone tersebut kemudian akan menuju ke pusat autentifikasi

yang berperan sebagai tempat pencatatan data atau biaya. Selanjutnya apabila handphone
tersebut dimatikan, maka ia akan meninggalkan pesan dan kemudian off.
Ada beberapa teknologi dalam penerimaan atau pengiriman sinyal pada handphone
yaitu (Umi Proboyekti, 2009):
a. FDMA, Pada umumnya digunakan pada transmisi analog, karena tidak efisien untuk
data digital.
b. TDMA, Digunakan oleh aliansi industri elektronik dan asosiasi industri telekomunikasi.
TDMA bekerja pada frekuensi 800 MHz.
c. GSM, Menerapkan TDMA dengan penyaringan untuk membuat panggilan handphone
lebih aman. Beroperasi pada frekuensi 900MHz-1800MHz di Eropa dan Asia.
Teknologi inilah yang dominan digunakan orang pada saat ini.
d. CDMA, Menerapkan pengkodean pada data suara yang didigitalkan. Teknologi ini
merupakan basis untuk standar international (SI) beroperasi pada frekuensi 800MHz
dan 1900MHz.
2.3

RADIO FREQUENCY INTERFERENCE (RFI)


Radio Frequency Interference (RFI) dihasilkan jika dua signal mempunyai properti
yang sama. Bentuk gelombang bisa bergabung, sehingga bisa mengubah frekuensi dan
amplitudo dari sinyal yang asli. Inilah mengapa secara geografis dua stasiun radio tidak
boleh mengirim sinyal pada frekuensi yang berdekatan, jika terjadi maka radio penerima
tidak bisa menerima sinyal dengan baik. Kebanyakan penyebab RFI pada networking ini
diakibatkan oleh suatu kondisi yang dikenal sebagai reflection (Gatot S:2009).
Periatiwa RFI berkaitan dengan interferensi gelombang, interferensi dapat terjadi
karena pemakaian bersama sinyal pada frekuensi yang sama atau interferensi gelombang
terjadi ketika dua gelombang merambat pada bagian yang sama dan diwaktu yang sama,
kadang interferensi ini bersifat

saling menguatkan (konstruktif), dan kadang saling

melemahkan (destruktif)
Berdasarkan paparan di atas maka interferensi yang terjadi antara sistem navigasi
yang ada di pesawat terbang adalah interferensi destruktif. . karena pemakaian sinyal
frekuensi radio secara bersamaan tersebut akan saling meniadakan kedua sinyal, sehingga
sistem navigasi akan terganggu, seperti yang tampak pada gambar 2.

(a)
(b)

(c)

Gambar 2. Interferensi destruktif (a)Pulsa bejarak jauh (mendekat)(b)Pulsa berjarak jauh


(menjauh) dan (c)Pulsa tepat bergabung
Interferensi destruktif memiliki amplitudo yang sama (puncak dan lembah), kedua
gelombang berlawanan ketika saling melewati, puncak satu gelombang berulang-ulang
bertemu dengan lembah gelombang yang lainnya, kedua gelombang dikatakan benar-benar
berbeda fase sebesar setengah panjang gelombang (Giancoli D.C., 2001).
2.4

SISTEM KERJA DETEKTOR SINYAL HANDPHONE


Saat pengguna handphone sedang melakukan komunikasi ataupun handphone
tersebut dalam keadaan tidak digunakan handphone tetap memancarkan sinyal Radio
Frequency terus menerus secara periodik. Sinyal Radio Frequency merupakan gelombang
elektromagnetik yang digunakan sistem komunikasi mengirim informasi melalui udara dari
satu titik ke titik lain. Sinyal Radio Frequency yang dipancarkan akan ditangkap oleh
antena detektor melalui sensor, kemudian sinyal Radio Frequency diterjemahkan atau
diolah oleh mikrokontroler Atmega 8535 dan menghasilkan sebuah informasi yang nanti
akan diterjemahkan menjadi bunyi oleh buzzer.

BAB 3
METODE PELAKSANAAN
3.1

BLOK DIAGRAM
Secara sederhana sistem deteksi sinyal handphone terdiri atas beberapa blok yaitu
rangkaian detektor, mikrokontroler dan alarm seperti ditunjukan pada gambar 3.

Gambar 3. Blok diagram detektor sinyal handphone


Ketika ada sinyal handphone yang sedang aktif maka akan diterima oleh detektor
(IC CA3130) setelah itu dikuatkan dan diteruskan ke mikrokontroler Atmega 8535 yang
berfungsi sebagai pengontrol otomatis perangkat elektronika. Mikrokontroler ini akan
mengontrol lampu indikator agar menyala dan buzzer akan mengeluarkan suara sebagai
alarm.
3.2

FLOWCHART
Alat detektor sinyal handphone di pesawat terbang menggunakan metode
mikrokontroller. Sistim kerja dari metode ini dapat dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Flowchart detector sinyal handphone


Proses pertama dalam pemograman adalah proses inisialisasi mikro yang nantinya
akan membaca sinyal yang ada, kemudian mikrokontroler akan akan mengontrol alarm
berdasarka ada atau tidaknya sinyal yang terbaca, dan kegiatan ini akan berulang setiap kali
adanya sinyal yang terbaca.

BAB 4
BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN
4.1

Anggaran Biaya
Alat detektor sinyal handphone di pesawat terbang menggunakan alat dan bahan dengan

rincian biaya sebagai berikut.


1.Peralatan
NO

RINCIAN PEMBELIAN

JUMLAH VOLUME

SATUAN

TOTAL

Solder

Buah

Rp

275.000

Rp

275.000

toolkits

Set

Rp

500.000

Rp

500.000

Multimeter

Buah

Rp

450.000

Rp

900.000

Bor PCB

Buah

Rp

150.000

Rp

150.000

Downloader USB

Buah

Rp

330.000

Rp

330.000

6
7

Tempat solder
Penyedot timah

1
2

Buah
Buah

Rp
Rp

50.000
60.000

Rp
Rp

50.000
120.000

Antena

Buah

Rp

600.000

Rp

600.000

Flashdisk

Buah

Rp

150.000

Rp

750.000

2. Bahan habis pakai


1

Saklar

Buah

Rp

30.000

Rp

150.000

Batery 12v

Buah

Rp

8.500

Rp

42.500

Resistor 1%

100

Buah

Rp

250

Rp

25.000

kapasitor

200

Buah

Rp

300

Rp

60.000

Timah Dekko

Buah

Rp

130.000

Rp

260.000

6
7

IC NE555
IC CA3130

10
10

Buah
Buah

Rp
Rp

3.000
9.500

Rp
Rp

30.000
95.000

Atmega8535

Buah

Rp

450.000

Rp

1.800.000

Transistor BC548

10

Buah

Rp

1.200

Rp

12.000

10

LED

15

Buah

Rp

1.800

Rp

27.000

11

Piezo-buzzer

Buah

Rp

8.440

Rp

42.200

12

PCB

Buah

Rp

97.500

Rp

487.500

13

Push button

Buah

Rp

7.500

Rp

37.500

14

Kabel Pelangi

Meter

Rp

45.000

Rp

135.000

15

Selotif

Buah

Rp

7.500

Rp

15.000

16

Box alat

Buah

Rp

300.000

Rp

900.000

17

Kertas Kuarto A4

Rim

Rp

35.000

Rp

35.000

18

Tinta laser

Set

Rp

800.000

Rp

800.000

Rp

500.000

3. Perjalanan
1

Membeli Alat

Bandara

Rp

1.350.000

4. lain-lain
1

Dokumentasi

Rp

225.000

Administrasi

Rp

300.000

Seminar

Rp

375.000

Publikasi

Rp

500.000

Penyusunan laporan

Rp

400.000

Rp

12.278.700

JUMLAH TOTAL

4.2

JADWAL KEGIATAN
Berikut jadwal kegiatan pembuatan alat detektor sinyal handphone di pesawat
terbang selama lima bulan.

KEGIATAN

Bulan I
2 3 4

Bulan II
2 3 4

Bulan III
2 3 4

Bulan IV
2 3 4

Bulan V
2 3 4

Penyiapan
Bahan yang
dibutuhkan
Penelitian
pendahuluan
Penelitian
Utama
Pengumpulan
data
Analisis Data
Penyusunan
laporan awal
Revisi
Laporan
Penyelesaian
Laporan Akhir

DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, c. Douglas. 2001.fisika edisi kelima. Jakarta: Erlangga
Malise
Toti,
Aquino.2008.Teknologi
Automatic
Dependent
Surveillance
Broadcast(ADSB) dan pemanfaatannya di Indonesia. journal. Jakarta: Krida
Wacana Christian University.
Merdeka.com. cerita kecelakaan pesawat akibat ponsel menyala.
http://m.merdeka.com/peristiwa/cerita-kecelakaan-pesawat-akibat-ponselmenyala.html terakhir di akses 16 Oktober 2013
Proboyekti, Umi. 2009. Pengantar Teknologi Informasi. Yogyakarta.
Santoso, gatot. 2009. Teknik Telekomunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Lampiran
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota serta Dosen Pembimbing
1. Ketua Pelaksana
A. Identitas Diri
1

Nama Lengkap

Dina Mulya Siltri

Jenis Kelamin

Perempuan

Program Studi

Fisika

NIM

1101444

Tempat dan Tanggal Lahir

Air Haji, 21 Desember 1993

E-mail

dinamulya6@gmail.com

Nomor Telepon/HP

+6282169087856

B. Riwayat Pendidikan
SD
Nama Institusi

SDN 27

SMP
MTsN Salido

MAN salido

Sago

Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SMA

IPA
1999-2005

2005-2008

2008-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah PKM Dikti
Padang, 20 Oktober 2013
Pengusul,

Dina Mulya Siltri

2. Anggota 1
A. Identitas Diri
1

Nama Lengkap

Izel Pinata Putri

Jenis Kelamin

Perempuan

Program Studi

Fisika

NIM

1101455

Tempat dan Tanggal Lahir

Sialang, 20 Mei 1993

E-mail

izelpinata_putri@yahoo.com

Nomor Telepon/HP

+6285364774553

B. Riwayat Pendidikan
SD

Nama Institusi

SMP

SDN 1

SMPN 2

SMAN 1

Sialang

Kecamatan

Kecamatan

Kapur IX

Kapur IX

Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SMA

IPA
1999-2005

2005-2008

2008-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah PKM Dikti
Padang, 20 Oktober 2013
Pengusul,

Izel Pinata Putri

3. Anggota 2
A. Identitas Diri
1

Nama Lengkap

Hilda Merdina

Jenis Kelamin

Perempuan

Program Studi

Fisika

NIM

1101426

Tempat dan Tanggal Lahir

Padang, 30 Maret 1993

E-mail

hildamerdina@yahoo.com

Nomor Telepon/HP

+6281365404252

B. Riwayat Pendidikan
SD
SD
Nama Institusi

SMP
SMPN 8

Baiturrahman Padang

SMA
SMA Semen
Padang

1
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

IPA
1999-2005

2005-2008

2008-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah PKM Dikti
Padang, 20 Oktober 2013
Pengusul,

Hilda Merdina

4. Anggota 3
A. Identitas Diri
1

Nama Lengkap

Husnuli Karim

Jenis Kelamin

Perempuan

Program Studi

Fisika

NIM

1101441

Tempat dan Tanggal Lahir

Padang, 1 Juli 1993

E-mail

husnulikarim@yahoo.com

Nomor Telepon/HP

+6285766371719

B. Riwayat Pendidikan
SD

Nama Institusi

SMP

SMA

SDN 13 D6

SMPN 3

SMA

Bukit

Ketahun

Pembangunan

Makmur

Bengkulu

Laboratorium

Bengkulu

Utara

UNP

Utara
Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

IPA
1999-2005

2005-2008

2008-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah PKM Dikti.
Padang, 20 Oktober 2013
Pengusul,

Husnuli Karim

5. Anggota 4
A. Identitas Diri
1

Nama Lengkap

Anna Tiu Tika

Jenis Kelamin

Perempuan

Program Studi

Fisika

NIM

1101427

Tempat dan Tanggal Lahir

Padang, 21 April 1993

E-mail

annatiutika25@gmail.com

Nomor Telepon/HP

+6285356418890

B. Riwayat Pendidikan
SD
Nama Institusi

SMP

SDN 05 Air

SMPN 13

SMAN 8

Tawar Barat

Padang

Padang

Jurusan
Tahun Masuk-Lulus

SMA

IPA
1999-2005

2005-2008

2008-2011

Semua data yang saya isikan dan tercantum dalam biodata ini adalah benar dan dapat
dipertanggungjawabkan secara hukum. Apabila di kemudian hari ternyata dijumpai
ketidaksesuaian dengan kenyataan, saya sanggup menerima sanksi.
Demikian biodata ini saya buat dengan sebenarnya untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam pengajuan Hibah PKM Dikti
Padang, 20 Oktober 2013
Pengusul,

Anna Tiu Tika

6. Dosen Pembimbing
1

Nama Lengkap

Yohandri, Ph.D

NIP

19780725 200604 1003

Golongan Pangkat

IIIb/ Penata Muka Tk. I

Jabatan Fungsional

LEKTOR

Fakultas/Jurusan

Matematika dan Ilmu Pengetahuan


Alam/Fisika

Perguruan Tinggi

Universitas Negeri Padang

Bidang Keahlian

Fisika Instrumentasi.

Nomor Telepon/HP

+6281363103929

Curriculum Vitae
(Padang, 5 Juni 2013)

YOHANDRI

General Information
Date of Birth

: July 25, 1978

Gender

: Male

Nationality

: Indonesian

Marital Status

: Married

Home Address

: Komp. Mutiara Putih Blok BB No. 6


Rt 04 Rw. 14, Padang, Sumatera Barat
Poscode : 25172, Indonesia

Name of Employer

: Department of Physics, State University of Padang

Affiliation Address

: Kampus FMIPA Universitas Negeri Padang


Jl. Prof. Dr. Hamka, Air Tawar
Padang, Sumatera Barat
Poscode : 25131, Indonesia

Phone

: +62 751 51260

Fax

: +62 751 7058772

Email Address

: andri_unp@yahoo.com

Mobile

: +621363103929

Education

April 2010Sept. 2012: Chiba University, Japan, Ph.D, Information Science, Finished in two
and half years (Cumlaude)
Dissertation: Development of Circularly Polarized Microstrip
Antennas for CP-SAR System Installed on Unmanned Aerial
Vehicle

Aug. 2002March 2005: Institut Teknologi Bandung (ITB), Indonesia, M.Sc. in


Instrumentation Physics, Department of Physics. Faculty of

Mathematics and Natural Science, Finished in two years with GPA


3.18/4
Thesis: Designing and Assembling of a Measuring System of High
Tc Superconductors Levitation Phenomenon

Aug. 2002March 2005: Universitas Negeri Padang (UNP), Indonesia (August 1997 March
2001) B.Sc. Physics (Very Satisfaction). Finished in four years with
GPA 3.28/4
Final Project: Analysis and Designing Temperature Controlling
System by Using Diode Sensor and its Application

Work Experiences
2005-2009: Teaching, Department of Physics, State University of Padang, at the course
Basic electronic, microcontroller, and control system.
2005-2008: Teaching, Department of Physics, STKIP YDB Lubuk Alung, at the course Basic
electronic and Solid State Physics.
1998-2001: Teaching Assistant, Department of Physics, State University of Padang. Gave
weekly tutorials at the course Electronic and Guide to experiment in laboratory.
1999-2002: Laboratory Assistant, Faculty of Engineering, Universitas Bung Hatta. Assisted
for first year students in the Basic Physics Laboratory.

Publications
Mohamed Hussein, Yohandri, Josaphat Tetuko S. S. & Ashraf Yahia, A low sidelobe level of circularly
polarized microstrip array antenna for CP-SAR sensor, Journal Electromagnetic Waves and Applications
(JEMWA-Taylor & Francis), Volume 27, Issue 15, October 2013, pages 1931-1941,
(DOI:10.1080/09205071.2013.828577)
Yohandri, J. T. Sri Sumantyo, and Hiroaki Kuze, "A New Triple Proximity-Fed Circularly Polarized
Microstrip Antenna," AEU (Elsevier) - International Journal of Electronics and Communications, Vol. 66,
Issue 5, Pages 395400, May 2012.
Yohandri, V. Wissan, I. Firmansyah, P. Rizki Akbar, J.T. Sri Sumantyo, and H. Kuze, "Development of
Circularly Polarized Array Antenna for Synthetic Aperture Radar Sensor Installed on UAV," Progress in
Electromagnetics Research C, Vol. 19, pp. 119-133, January 2011.
Yohandri, Development of Viscosity Experiment Based on Personal Computer and Microcontroller MCS51, Journal KK Saintek STAIN Batusangkar Vol. 1, No.2, 2009.

Sufrawardi, Yohandri, Asrizal, Developing of on-off temperature controlling system by using


microcontroller AT89C51 with thermocouple sensor. Journal Saintek Vol. XI, No.1, September 2008. ISBN
1410-8070.
Conferences:

Yohandri, J.T. Sri Sumantyo, and Hiroaki Kuze, "Design of a Broadband Antenna for CP-SAR
installed on Unmanned Aerial Vehicle," The 17th CEReS Internatisonal Symposium, P10, Chiba
Unversity, Japan, March 1, 2012
Yohandri, J.T. Sri Sumantyo, and H. Kuze, Circularly Polarized Array Antennas for Synthetic Aperture
Radar, Progress In Electromagnetics Research Symposium, PIERS 2011 in Suzhou, China, 12-16
September 2011
I. Firmansyah, Yohandri, P.R. Akbar, J.T. Sri Sumantyo, H. Kuze, Simulation of FPGA-based Chirp
Generator Using First Quadrant DDS for Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar, Remote Sensing
Society of Japan 50th International Conference, pp. 61-62, Nihon University, Tokyo, Japan, 26-27 May
2011
Yohandri, I. Firmansyah, J.T. Sri Sumantyo, H. Kuze, Development of CP-SAR Sensor Onboard Unmanned
Aerial Vehicle, Remote Sensing Society of Japan 50th International Conference, pp. 45-46, Nihon
University, Tokyo, Japan, 26-27 May 2011
Yohandri, Iman Firmansyah, Prilando Rizki Akbar, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Hiroaki Kuze, Design of
Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR) Onboard Unmanned Aerial Vehicle, Procc. IEICE
Tech. Rep., Vol. 110, No. 173, SANE2010-62, pp. 11-16, Niigata University, Aug. 2010.
Yohandri, Designing of Pendulum Experiment system based on Microcontroller and Computer
Interfacing. Presented at national symposium on Science, Mei 4, 2009. Syahkuala University, Aceh.
Indonesia
Yohandri, Designing of Levitation Force Determining System for Superconductor Material Based on
Personal Computer. Presented at national symposium on Physics, August 23, 2008. State University of
Padang, Padang. Indonesia
Yohandri Designing of Data Logger System for Temperature Recording Based on Microcontroller MCS51. Presented at national symposium on Science, Mei 14, 2008. Bengkulu University, Bengkulu.
Indonesia
Yohandri, Development of Capacitor Capacitance Determining System by Using Half Life Methode with
Personal Computer Display. UIN Jakarta Proceeding Juli 2007. ISBN 978-979-165452

Asrizal, Hufri, Yohandri, Digital Timer Start-Stop System controlled IR sensor based on Microcontroller
and Application, presented at national symposium on Physics, September 10, 2005. Andalas University,
Padang. Indonesia
Asrizal, Yohandri, Designing and Characterization Temperature Controlling System Based on
Microcontroller, presented at local symposium of State University of Padang, 2004, Padang, Indonesia.
Yohandri, Asrizal, Designing and Assembling Temperature Controlling System with Diode Sensor and its
Application, presented at National Symposium of Karya Alternatif Mahasiswa on DIKTI, Juli 2000,
Jakarta, Indonesia.
Skills
Finite Element Method (FEM) simulation software (HFSS).
Method of Moment (MoM) simulation software (IE3D).
Fabricated microstrip antenna and circuit board with Dry film photo resist and High
Precision machine.
Antenna measurement (Vector Network Analyzer).
Electronics measurement (VOM and Oscilloscope).

Lectures

Basic Electronic I
Basic Electronic II
Microcontroller and Interfacing
Electrical Measurement Devices
Computer Assembling and Maintenances

Research Interests

Microstrip antenna
Physics Instrumentation (Applied physics)
Electronic System Design
Microcontroller and Interfacing
Automatic Control System and measurement
Sensor system and remote sensing

Awards
scholarship from the Directorate General of Higher Education (DGHE) of Indonesia,
October 2009 September 2012
scholarship from BPPS DIKTI, September 2002 December 2004
scholarship from PT. PERTAMINA, September 2000 September 2001

lampiran 2.Justifikasi Anggaran Kegiatan


1. Peralatan penunjang
No
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Rincian Pembelian
Solder
Toolkits
Multimeter
Bor PCB
Downloader USB
Tempat Solder
Penyedot timah
Antena
Flasdisk

Jumlah Volume
1
Buah
1
Set
2
Buah
1
Buah
1
Buah
1
Buah
2
Buah
1
Buah
5
Buah
SUB TOTAL

Satuan
Rp. 275.000
Rp. 500.000
Rp. 450.000
Rp . 150.000
Rp . 330.000
Rp. 50.000
Rp . 60.000
Rp. 600.000
Rp. 150.000

Total
Rp. 275.000
Rp. 500.000
Rp. 900.000
Rp. 150.000
Rp. 330.000
Rp. 50.000
Rp. 120.000
Rp. 600.000
Rp. 750.000
Rp. 3.675.000

2. Bahan Habis Pakai


2. Bahan habis pakai
NO RINCIAN PEMBELIAN

JUMLAH VOLUME

SATUAN

TOTAL

Saklar

Buah

Rp

30.000

Rp

150.000

Batery 12v

Buah

Rp

8.500

Rp

42.500

Resistor 1%

100

Buah

Rp

250

Rp

25.000

kapasitor

200

Buah

Rp

300

Rp

60.000

5
6

Timah Dekko
IC NE555

2
10

Buah
Buah

Rp
Rp

130.000
3.000

Rp
Rp

260.000
30.000

IC CA3130

10

Buah

Rp

9.500

Rp

95.000

Atmega8535

Buah

Rp

450.000

Transistor BC548

10

Buah

Rp

1.200

Rp

12.000

10

LED

15

Buah

Rp

1.800

Rp

27.000

11

Piezo-buzzer

Buah

Rp

8.440

Rp

42.200

12

PCB

Buah

Rp

97.500

Rp

487.500

13

Push button

Buah

Rp

7.500

Rp

37.500

14

Kabel Pelangi

Meter

Rp

45.000

Rp

135.000

15

Selotif

Buah

Rp

7.500

Rp

15.000

16

Box alat

Buah

Rp

300.000

Rp

900.000

17

Kertas Kuarto A4

Rim

Rp

35.000

Rp

35.000

Set

Rp

800.000

Rp

800.000

18 Tinta laser
Sub Total

Rp 1.800.000

Rp 4.953.700

3. Perjalanan
NO TUJUAN
1

Membeli Alat

2 Bandara
Sub Total

TOTAL
Rp

500.000

Rp 1.350.000
Rp 1.850.000

4. Lain-lain
NO TUJUAN

TOTAL

1
2

Dokumentasi
Administrasi

Rp
Rp

225.000
300.000

Seminar

Rp

375.000

Publikasi

Rp

500.000

Rp

400.000

5 Penyusunan laporan
Sub Total

Rp 1.800.000

Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

No

Nama/
NIM

Program
Studi

Bidang Ilmu

Alokasi
Waktu

Uraian Tugas

(jam/minggu)

Dina
Mulya
Siltri

Fisika

Elektronika
Instrumentasi

20
jam/minggu

Izel
Pinata
Putri

Fisika

Elektronika
Instrumentasi

20
jam/minggu

Hilda
Merdina

Fisika

Elektronika
Instrumentasi

20
jam/minggu

Husnuli
Karin

Fisika

Elektronika
Instrumentasi

20
jam/minggu

Anna Tiu
Tika

Fisika

Elektronika
Instrumentasi

20
jam/minggu

Mengkoordinir, bertanggung
jawab, memberikan informasi,
menyusun proposal, merakit
alat, meninjau lokasi, dan
bimbingan dengan dosen
pembimbing.
Menyusun proposal, mencari
rangkaian dan menentukan
komponen,
merakit
alat,
meninjau lokasi,pengambilan
data,
notulis,
bimbingan
dengan dosen pembimbing.
Menyusun proposal, mencari
rangkaian dan menentukan
komponen,
merakit
alat,
meninjau lokasi, mendesain
alat,
pengambilan
data,
bimbingan dengan dosen
pembimbing.
Menyusun proposal, mencari
rangkaian dan menentukan
komponen,
merakit
alat,
meninjau lokasi, mendesain
alat,
pengambilan
data,
bimbingan dengan dosen
pembimbing.
Menyusun proposal, mencari
rangkaian dan menentukan
komponen,
merakit
alat,
meninjau lokasi, pengambilan
data, bimbingan dengan dosen
pembimbing.

Lampiran 4. Surat pernyataan ketua peneliti/pelaksana

TEKNOLOGI YAN DITERAP KEMBANGKAN


Detektor sinyal handphone di pesawat terbang berbasis mikrokontroler atmega
8535 dilengkapi dengan antena yang memiliki radius jangkauan kurang lebih
15m,silustrasinya dapat dilihat pada gambar 5.

Gambar 5. Ilustrasi cara kerja detektor sinyal handphone di pesawat terbang.


Sebuah handphone yang menerima SMS dan menerima sinyal kemudian ditangkap
oleh detektor dengan jangkauan antena dengan radius kira-kira 15m dan di pasang di
tengah-tengah pesawat terbang. Setelah sinyal terdeteksi maka buzzer pada alat akan
berbunyi. Sedangkan prototype detektor sinyal handphone dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 6. Prototype detektor sinyal handphone


Detektor sinyal handphone di pesawat terbang dilengkapi dengan sebuah antena
dan buzzer yang akan mengeluarkan suara apabila ada sinyal handphone yang terdeteksi
oleh detektor.