Anda di halaman 1dari 7

LATAR BELAKANG

Suatu perusahaan didirikan bukan untuk mengalami kebangkrutan, untuk itu diperlukan alat yang dapat
digunakan sistem peringatan dini. Salah satu alat tersebut adalah model Z- Score altam yang berguna
untuk memprediksi kinerja peruahaana , kinerja yang buruk dapat memicu kebangkrutan. Misalnya dari
kinerja keuangan yang disebabkan oleh inflasi , sehingga harga barang barang mengalami
peningkatan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi kinerja keuangan
perusahaan untuk mengetahui apakah kinerja perusahaan sudah menghasilkan laba yang besar bagi
pemegang saham.

PENDAHULUAN
Tingkat kesehatan penting bagi perusahaan artinya bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dalam
menjalankan usahanya sehingga, kemampuan untuk memperoleh keuntungan dapat ditingkatkan yang
pada akhirnya dapat menghindari adanya resiko kebangkrutan pada perusahaan perdagangan.
Resiko likuidasi terhadap perusahaan perdagangan dapat dilihat dan diukur melalui laporan keuangan,
dengan cara melakukan analisis terhadap laporan keungan yang telah terdaftar di Bursa Efek Jakarta.
Analisis laporan keungan merupakan alat yang sangat penting untuk mengetahui posisi keungan
perusahaan serta hasil hasil yang telah dicapai sehubungan dengan pemilihan strategi perusahaan
yang dilaksakan. Jadi, apakah metode Z-score dapat memprediksi terjadinya kebangkrutan pada
perusahaan.

DASAR TEORI
1. Laporan Keungan
Laporan keuangan menurut Munawir adalah dua daftar yang disusun oleh akuntan pada
akhir periode untuk suatu perusahaan. Kedua daftar tersebut adalah daftar neraca atau daftar
posisi keuangan dan daftar pendapatan atau daftar laba rugi.
Laporan keungan menurut Suyarso adalah daftar ringkasan akhir transaksi or ganisasi
yang menujukan kegiatan operasional kegiatan or ganisasi nya selama tahun buku yang
bersangkutan.
2. Analisa Kebangkrutan Z (Z score)
Analisa kebangkrutan Z- score menurut Edward L. Altman adalah indeks yang digunakan
untuk memprediksi kebangkrutan sebuah perusahaan dalam kurun waktu dua tahun.
Analisa kebangkrutan Z score adalah suatu alat yang digunakan untuk meramalkan
tingkat kebangkrutan suatu perusahaan dengan menghitung nilai dari beberapa rasio lalu
kemudian dimasukan dalam suatu persamaan diskriminan, maka berdasarkan analisa ini apabila
nilai Z srore dari perusahaan yang diteliti lebih kecil dari 1,80 beresiko tinggi terhadap
kebangkrutan. Bila nilai Z score berada diantara 1,81 sampe dengan t3,00 dikatakan masih
memiliki resiko kebangkrutan , dan bila diatas 3,00 atau Z >3,00 aman dari kebangkrutan.
Variabel variabel yang digunakan dalam analisis altman, yaitu:
1. Working Capital To Total Assets (XI)
Rasio ini menujukkan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan modal kerja bersih
dari kekeseluruhan total aktiva yang dimiliki.
Model perhitungan : Net working capital
Total asset
2. Retained Earning To Total Assets (X2)
Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan menghasilkan laba ditahan dari total
aktiva perusahaan. Laba ditahan adalah laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham.
Dengan kata lain, laba ditahan menunjukan berapa banyak pendapatan perusahaan yang tidak
dibayarkan dalam bentuk deviden kepada para pemegang saham. Laba ditahan menunjukan
klaim terhadap aktiva , bukan per ekuitas pemegang saham.
Model perhitungan : Retained earning
Total asset
3. Earning Before Interest & Taxes to Total Assets (X3)
Rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dari aktiva
perusahaan, sebelum pembayaran bunga dan pajak.
Metode perhitungan :

EBIT
Total aset
4. Market Value of Equity to Book Value of Debt (X4)
Rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
kewajiban dari nilai pasar modal sendiri.
Metode perhitungan : Market value of equity
Book value of dept

5. Sales To Total Assets (X5)


Rasio ini menunjukan apakah perusahaan menghasilkan valume bisnis yang cukup
dibandingkan investasi dalam total aktivanya. Rasio ini mencerminkan manajemen dalam
menggunkan keseluruhan aktiva perusahaan untuk menghasilkan penjualan dan mendapatkan
laba.
Data dan hasil perhitungan, kemudian dianalisis kembali menggunakan formula sbb:
Z= 1.2X1+1,4 X2+3.3X3+0.6X4+1,0X5

Metode Altman Z-Score


Analisis Z-Score Altman, penerapan analisis rasio keuangan masih
terbatas karena dilakukan secara terpisah, artinya setiap rasio diuji
secara terpisah. Untuk mengatasi keterbatasan anlisa rasio tersebut,
Altman telah mengkombinasikan beberapa rasio manjadi model
prediksi dengan teknik statistik yaitu analisis diskriminan yang
digunakan untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan dangan
metode Altman Z-Score. Z-Score adalah skor yang ditentukan dari
hitungan standar kali nisbah-nisbah keuangan yang akan menunjukkan
tingkat kemungkinan kebangkrutan perusahaan.
(http://one.indoskripsi.com/node/3890 diakses tanggal 4 maret 2010
jam 13.54)
Rumus :
Zi = 1,2 X1 + 1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5
Dimana :
X1 = (Aktiva Lancar Hutang Lancar) / Total Aktiva
X2 = Laba yang ditahan / Total aset
X3 = Laba sebelum bunga dan pajak / Total aset
X4 = Nilai pasar saham biasa dan prefern / nilai buku + total hutangX5 = Penjualan / Total Aset
Sedangkan menurut Hanafi (2005:285) untuk perusahaan yang go
public rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
Zi = 0,717 X1 + 0,847 X2 + 3,107 X3 + 0,42 X4 + 0,988 X5
Dimana :
X1 = (Aktiva Lancar Hutang Lancar) / Total Aktiva
X2 = Laba yang ditahan / Total aset

X3 = Laba sebelum bunga dan pajak / Total aset


X4 = Nilai pasar saham biasa dan prefer / nilai buku + total hutang
X5 = Penjualan / Total Aset
Dalam analisis Altman z score terdapat kriteria penilaian dalam
menentukan perusahaan yang terancam bangkrut atau tidak. Kriteria
penilaiannya adalah sebagai berikut :
1. Jika nilai Z > 2,99 artinya perusahaan tersebut peluangnya besar
untuk aman dari ancaman kebangkrutan.
2. Jika nilai Z antara 1,81 dan 2,99 artinya perusahaan mempunyai
peluang besar berada pada ambang kebangrutan.
3. Jika nilai Z < 1,81 artinya perusahaan berpeluang besar untuk
segera mengalami kebangkrutan.

Menghitung rasio keuangan, yang sesuai dengan analisis z score


adalah sebagai berikut :
1. X1 = Aktiva Lancar Hutang Lancar
Total Aktiva
2. X2 = Laba di tahan
Total Aset
3. X3 = Laba sebelum bunga dan pajak
Total aset
4. X4 = Nilai pasar saham biasa dan prefern
Nilai buku + total hutang
5. X5 = Penjualan
Total asset

Hasil Pengolahan Data


Mengevaluasi dan menginterpretasikan hasil penelitian mengenai
kinerja keuangan perusahaan berdasarkan rasio keuangan dan z- score.
Yang mana z-score dari Altman ini digunakan untuk mengukur tingkat
kebangkrutan suatu perusahaan. Menurut Hanafi (2005:285) metode ini
menggunakan rumus sebagai berikut :
Z = 0,717X1 + 0,847X2 + 3,107X3 + 0,42X4 + 0,998X5
Dimana :
X1 = (Aktiva Lancar Hutang Lancar) / Total Aktiva
X2 = Laba yang ditahan / Total aset
X3 = Laba sebelum bunga dan pajak / Total asetX4 = Nilai pasar saham biasa dan prefern / nilai
buku + total hutang
X5 = Penjualan / Total Aset
Dengan mengunakan alat bantu komputer melalui program Microsoft
excel, maka kinerja keuangan perusahaan berdasarkan rasio keuangan dan
z- score pada perusahaan pertambangan batu bara dapat dilihat pada tabel
berikut: