Anda di halaman 1dari 12

Lakon

OPERA TANPA KATA


Karya.

1 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

Pemain
1. Penunggu
2. Sang Pencari
3. Lelaki
4. Perempuan
5. Aku 01
6. Aku 02
7. Orang asing

2 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

FRAGMEN 01
TERDENGAR SUARA LANGKAH MENDERAP KERAS-KERAS. MENDENTUM
LANTAI, BERULANG-ULANG ....BERISIK.
PENUNGGU
Hey, kunyuk ! apa kau tak punya pekerjaan lain selain menggangguku. Ini belum pagi benar,
diamlah sejenak !
( langkah kaki itu masih terdengar jelas dan semakin jelas)
Diam kataku....diam ! bayanganpun belum hidup karena pagi belum bangun. Kenapa kau
membangunkan aku ?
( teriak penunggu membuka selimut dan membuka mata dengan kesal...lalu menutup
selimutnya lagi. derap langkah itu semakin dekat dan mengusik hari yang lelap )
Baik, baik ... ! kalau kau tak mau diam.katakan padaku apa maumu dariku.Apa aku harus
membaca langkahmu yang sudah berjalan selama berabad-abad zaman .... saat sejarah mulai
tertulis hingga adanya pembetulan dari manusia-manusia yang tak kalah busuknya dari bau
badanmu yang menyengat seluruh ruang dijagad ini. Kau seharusnya berhenti barang
sejenak .... basuh kakimu yang penuh dengan nanah, usap matamu yang telah melihat
metamorfosa yang mengagungkan dan coba reguklah setetes air dalam mulutmu yang telah
kering, badanmu hampir mati ....
SANG PENCARI
Aku tak pernah mati !
PENUNGGU
dan aku tak pernah bisa berhenti hingga kau melewatkan entah berapa kejadian dalam sekian
detik tarikan napasmu dan sekian tutupan matamu, dan sekian tuli telingamu ..... dan kau tak
luput dari kesalahan ..... Dosa ! yang kata manusia jadi patokan berapa tabungan dosa yang
mereka kumpulkan untuk masuk ke neraka. Hahh, bajingan memang manusia-manusia itu.
Begitu juga kau ! Diamlah .... Tuhan belum mengijinkanmu membangunkan aku hari ini.
Sssst..... diam .......
SUASANA KEMBALI HENING .... PENUNGGU MEMBENAHI LETAK TIDURNYA
DAN MENUTUP MUKANYA DENGAN SELIMUT.

3 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

FRAGMEN 02
PEREMPUAN
Rapatkan bahumu padaku.
LELAKI
Karena hari sudah gelap ?
PEREMPUAN
Tidak
PENUNGGU
Hahh, kutelan dalam-dalam syair busuk sore ini.
PEREMPUAN
aku baik-baik saja
LELAKI
dan sekarang ?
PEREMPUAN
lebih baik lagi ...
LELAKI
karena hari sudah gelap ?
PEREMPUAN
tidak.
LELAKI (menutup telinganya sambil menyanyi keras )
PEREMPUAN
karena sajakku jadi bisu.
LELAKI
sajak ?
PEREMPUAN
sajak adalah tanggal-tanggal di kalender, sajak adalah sebuah wajah, sajak adalah kejadian,
sajak itu ....
LELAKI
Biarkan dingin bermain-main ....
( memeluk perempuan dari belakang)
SANG PENCARI DATANG TERGOPOH-GOPOH DAN MELIHAT SEKELILING
DENGAN MATA SELIDIK.

4 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

PENUNGGU (bangkit)
Oh, sang pencari ... kawanku ! Syair busuk itu ternyata kau. Apa kakimu tak lelah berjalan
selama beratus-ratus tahun tanpa henti.
SANG PENCARI
Aku merasa melihat kebenaran di hadapanku. Maka itu aku selalu mengejar tanpa lelah. Apa
kau sudah selesai menanyaiku ?
PENUNGGU
Tunggu ! Kau saja belum bertemu dengan makna. Begitu, kau langsung ingin menemui
kebenaran. Makna lebih baik dari hakikat dan makna mengantarmu mendekti kebenaran.
LELAKI
Apa sajakmu masih bisu ?
PEREMPUAN
Tidak lagi.
SANG PENCARI
kau bicara layaknya seorang penyair.
( mulai beranjak )
Oh ya, ingat kau bukan kawanku.
PENUNGGU
Oh ya ingat, aku juga bukan seorang penyair.
LELAKI
karena kau terlewat bisu....jadi harus ada yang bicara.
PENUNGGU (menghampiri lelaki dan perempuan)
Memangnya sedari tadi kalian sedang apa ?
LELAKI
wajah itu .... sajak itu .....
PEREMPUAN
belum kutemukan.
LELAKI
sajak itu ada disampingmu.
PEREMPUAN
Bukan. Kau bukan sajak itu. Sajak itu tak bisu jika jarak tak merapat. Utara selatan, kau
aku ....
LELAKI
utara selatan tak akan bertemu. Utara selatan bukan kau aku.
5 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

PEREMPUAN
bertemu jika menghendaki.
LELAKI
yang hidup hanyalah Tuhan. Yang berkehendak .....
PENUNGGU
bangsat !! Tai asu ..... semprol !! Hentikan perbincangan tentang Tuhan. Hentikan.
Ssst.....ssst......
( menyilangkan telunjuk jari ).
Tuhan ada tidak untuk diperbincangkan. Ssst....
LELAKI
Akulah sajakmu ... akulah sajakmu ....
Perempuan jarak itu yang membuat pertemuan.
( perempuan melepas pegangan tangannya )
LELAKI
aku akan menunggumu ....
PENUNGGU
Goblokk !!

6 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

FRAGMEN 03
PENUNGGU
katakan sesuatu
ORANG ASING
....
PENUNGGU
jangkar-jangkar yang kau buat, menyisa di pagi buta. Sedang cahaya semburat mengendap
tak ubah pelita di tengah badai ... katakan sesuatu !
ORANG ASING
....
Penunggu
disana, tak akan temui siapa atau apapun selain Gibran yang minta sedekah pada moyangmu
yang sakit sipilis. Jadi, siapa yang lebih pesakitan ?
(menyeringai)
Katakan sesuatu !!
ORANG ASING
.....
PENUNGGU
jika kau menjawab dalam bisumu kalau kau sedang berpikir,maka akau akan tertawa.
Ha...ha...ha...ketika kau berpikir maka aku tertawa. Ha...ha ...
Berpikirlah sampai tawaku tak terdengar oleh siapapun karena siapapun itu tak bisa mencapai
tingkatanku.Ha ....ha....
ORANG ASING
.....
PENUNGGU
hah, kau tahu apa ! Sekarang Kundera sedang menangis saking tak bisa berhenti tertawa.
(perlahan menghentikan tawanya)
Ehm, Tuhan...
ORANG ASING (dalam keheningan , terdengar gaung suara mendentum ruang waktu)
Kaupun tak bisa mengeja pikiranku, mendengar suaraku dan melihat wujudku.....karena kau
belum sampai pada pencapaianku.
SEDANG SANG PENCARI BERJALAN MELEWATI MEREKA DENGAN CEPAT. LALU
BERHENTI SESAAT. TERTEGUN ....LALU BERJALAN LAGI

7 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

FRAGMEN 04
AKU 01 (menyanyi keras dan berulang-ulang)
AKU 02
apa kau gila ?
AKU 01
tidak
LALU MELANJUTKAN LAGUNYA
AKU 02
engkau gila tapi kau mengatakan tidak gila. Hey, apa kau gila ?
AKU 01
tidak !
AKU 02
pencuri tak akan bilang mencuri.
AKU 01
aku sedang menyanyi. Dan aku sedang melagukan nyanyian bagi semua orang disini. Kau
lihat khan.
AKU 02
mereka tak tahu kau sedang menyanyi.
AKU 01
kau lihat khan, mereka menatapku bagai menyambut kedatangan bayi-bayi yang lahir. Wajahwajah yang masih suci.
AKU 02
mereka hanya tahu kau sedang gila.
AKU 01
dan aku adalah bayi yang lahir itu. Menunggu Tuhan yang sedang menyiapkan kantongkantong dosa nantinya ketika aku besar. Bukankah ini saat yang tepat untuk menyambut
lahirnya kudus tanpa cela.
AKU 02
penyambutan yang salah.
AKU 01
dan aku menyanyi untuk menyambut kedatangan suci ini. Mari-mari ikut menyanyi untukku.
Aku akan menjadi penggembalamu...
AKU 02

8 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

kau gila. Aku tidak gila. Dan aku tidak bodoh hanya untuk menyanyi bersama pesakitan
sepertimu. Lihat mereka pergi.
AKU 01
mereka pergi untuk kembali. Aku tak pernah punya rasa khawatir. Dan aku tak perlu
mengharap mereka kembali.
AKU 02
aku tak mengerti pikiran orang gila. Dia menganggap dirinya adalah kebenaran itu.
Kehidupan tak beda dengan kematian dan kematian tak ubah dengan kehidupan.
(menoleh padanya)
bukankah kau adalah sebenarnya kesunyian itu, orang gila !
AKU 01
ketika kau mengatakan itu, kesunyian sangat nyata padamu. Kau adalah kesunyian itu,
kawan. Lihat dirimu, pandanglah wajahmu. Karena kau tidak sepertiku.
AKU 02
....
AKU 01
kau lebih baik diam. Diam .... diam melebihi tempat sunyi yang lengang dan disitu kau
temukan istana. Sebuah pesta... sebuah jamuan ....
AKU 02
apa kau pernah kesana ?
AKU 01
aku adalah kesunyian. Aku adalah istana itu. Aku adalah apa yang kau pikirkan. Aku adalah
setiap orang dan aku mengenali dirimu seperti aku adalah dirimu.
AKU 02
kau gila.....yah, kau memang gila !
AKU 01 KEMUDIAN MENYANYI KEMBALI

9 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

FRAGMEN 05
SANG PENCARI
aku baru saja melihat banyak lingkaran dan semakin kecil-semakin kecil menjadi sebuah
titik. Dan aku menuju pada titik itu. Sebuah hakikat yang dari masa kemasa menjadi
perbincangan diantara kalian dan kalian tak pernah menemukannya.....
(dengan berjalan bergegas dan kemudian berhenti tiba-tiba)
Tiba-tiba ..... aku ingin berhenti.
PENUNGGU
tiba-tiba ... tiba-tiba aku ingin kencing. Ha...ha...ha...
LELAKI
aku telah menulis puisi untukmu. Dengarkan
....
pada aral di saat wajahmu kuseka,
daun luruh rasakan asih dua masa
pada emper laut kuteriakkan nama
ruangan jadi tertatih letakkan cinta disini
pada sela pembaringanku disisimu
adalah sebuah kejadian tak lekang ...
....
PEREMPUAN
banyak orang yang menghabiskan sebagian besar waktu untuk mengais-ngais pahala dari
sebuah kejadian bernama cinta. Aku tak mengerti...
LELAKI
kau takkan mengerti karena cinta tak punya wajah. Hanya jiwa dan hati yang yang bisa
mengenalnya. Sedang kau tak punya keduanya.
PENUNGGU
hey, orang-orang....apa kalian mendengar suaraku, melihat wujudku dan patuhi ucapanku ?
AKU 02
tak ada yang mau mendatangimu sejak tempat itu kau jadikan ruang menutup diri. Sebuah
penyambutan yang salah.
AKU 01
10 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

bukan salah dan benar !


AKU 02
apa aku harus iri padamu karena aku tak sepertimu ?
AKU 01
seharusnya itu perkataanmu sejak mula kali.
PENUNGGU
jadilah kalian kaleng-kaleng busuk ini, kaca-kaca pecah ini, got-got amis ini. Jadilah kalian
sebuah cerita yang kusumpalkan pada mulutmu. Yah, pada mulut kalian !
( sang pencari, lelaki, perempuan, aku 01, aku 02 hanya melototi sang penunggu)
PENUNGGU
kalian ! kenapa kalian gemetar hanya melihat hujan deras mengguyur menerpa muka kalian.
Mereka hanya bermain-main menyapa kita disini. Dengarkan... dengar bukan !
.....
mereka bernyanyi sambil mengolok-olok kalian. Bukankah ini hari yang menyenangkan.
Wajahku berseri-seri ketika kutemukan wajah-wajah kalian menekuk dan mencari celah
untuk lari dariku. Ha..ha...ha..aku lantang mengatakan bahwa kalian adalah hamba-hamba
yang tersesat.
PERLAHAN SANG PENUNGGU DIAM TERCEKAT
SANG PENCARI
Hah, kenapa kau tiba-tiba terhenyak kawan !
PENUNGGU
sejak kapan kau menganggapku sebagai kawan ?
SANG PENCARI
tiba-tiba sepi...tiba-tiba hampa...
PENUNGGU
tidak ada yang berhak bicara seperti itu.
( Sang Pencari, Lelaki, Perempuan, Aku 01, Aku 02 ....menatap pada satu titik Orang Asing.
Sedang penunggu cepat-cepat menghindar asal cahaya itu muncul )
Orang asing tidak ada yang benar dan yang salah, sebuah sebuah titik yang pada kesekian
hitungan kilometer sampai kembali kesini, aku telah mencapai titik itu. Yang terlihat, seperti
aku melihat diriku sendiri. Pada kejadian aku menabik seluruh luka mereka dan kubiarkan
tanganku kubasuh pada sesobek kain pemberian mereka.
Kau, kalian yang melihat wujudku, mendengar bisikanku ... beberapa hentakan langkah aku
meninggalkan kejadian ini, kau akan melihat daun-daun jatuh tergenang air hujan di bak-bak
tanpa aliran. Daun-daun itu adalah kalian ....

11 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.

( sang pencari, lelaki, perempuan, aku 01, aku 02 mendekati arah suara yang menggaung itu
)
kau bukan sajak perempuan itu, kau bukan nyanyian-nyanyian itu, kau bukan suara-suara itu,
wujud-wujud itu dan kau bukan titik itu ...... keparat !
Hey. Jangan pegang tanganku. Lepaskan bajingan, semprol ... apa yang kalian lakukan
padaku ! hentikan ... hentikan ... kalian adalah kaleng-kaleng karatan itu dan kalian ... tai
asu !! AH...AH... aku adalah penunggu kalian. Aku takkan pernah mati. Aku takkan pernah
mati. ( sang penunggu meronta, terhempas, tersakiti , seperti ada yang menyeretnya menuju
arah suara itu
SEPI, HENING. LAMPU BLACK OUT

SELESAI

12 | Lakon Opera Tanpa Kata karya.