Anda di halaman 1dari 9

Percobaan 6 Gen Yang Dipengaruhi Jenis Kelamin

BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Gen dominan biasanya memperlihatkan pengaruhnya pada individu laki-laki/jantan
maupun perempuan/betina. Baru dalam keadaan homozigotik resesif, pengaruh dominan itu tidak
akan menempatkan diri dalam fenotip. Disisni adapun gen-gen yang dominansinya bergantung
dari jenis kelamin individu. Salah satunya adalah panjang jari telunjuk. Apabila kita meletakkan
tangan kanan atau kiri kita pada suatu alas dimana terdapat seuah garis mendatar demikian rupa
sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat kita ketahui, apakah jari
telunjuk kita akan lebih panjang atu lebih pendek dari pada jari manis (Anonim,2011).
Gen yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah gen autosomal yang membedakan antara
laki-laki dan perempuan karena dipengaruhi factor lingkungan internal yakni perbedaan kadar
hormon kelamin antara laki-laki dan perumpuan. Sifat yang ditunkan oleh gen dikenal sebagai
sifat (karakter) menurun yang dipengaruhi oleh jenis kelamin. Salah satu contoh sifat menurun
pada manusia yang dipengaruhi oleh jenis kelamin adalah panjang jari telunjuk (Agus dan
Sjafaraenan, 2013).
Apakah sebenarnya yang diberikan pada anak-anak itu sehingga merekapun mempunyai
beberapa sifat seperti orang tuanya, Yang diwariskam adalah berupa gen, gen lah yang
bertanggung jawab atas turunnnya sifat-sifat tersebut. Gen-gen yang berhubungan langsung
dengan kromosom ini bisa diturunkan melalui gen autosom maupun gen gonosom (Nio,1990).
I.2 Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah Untuk mengetahui frekuensi fenotip dan genotip kepala
botak.
I.3 Waktu dan Tempat Percobaan
Percobaan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 2 April 2013, Pada pukul 15.00-16.30 WITA,
bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Apabila gen itu terletak pada atutosom, maka laki-laki dan perempuan dapat diharapkan
akan menerima gen itu dengan frekuensi yang sama., sehinga masing-masing seks mmpunyai
peluang yang sangat besar untuk menunjukkan diwariskannay gen tertenntu. Tetapi apabila gen
itu terletak pada kromosom-X maka gen tiu akan diwariskan menurut pola bersilang. Artinya
gen yagn terletak pada kromosom-X itu tidak mungkin diwariskan oleh seorang ayah langsung
kepada anak laki-laki (Suryo, 2010).
Jenis kelamin (seks) kita merupakan salah satu karakter fenotipik kita yang lebih nyata.
Meskipun perbedaan antomis dan fisiologis antara pria dan wanita banyak, dasar kromosom
seksnya sedeikit lebih sederhana. Pada manusia dan manusia lain, seperti pada lalat buah, ada
dua varietas kromosom seks, dilambangkan dengan X dan Y. Seseorang yang mewarisi dua
kromosom X, satu dari masing-masing orang tuanya, biasanya berkembang menjadi perempuan.
Seorang Pria biasanya berkembang dari sebuah zigot yang mengandung satu kromosom X dan
satu kromosom Y. Ketika meiosis terjadi di dalam testis, kromosom X dan Y berperilaku sama
seperti kromosom homolog, meskipun kromosom-kromosom tersbut hanya homolog sebagian
dan hanya mengalami sedikit pindah silang satu dengan yang lainnya (Campbell,dkk., 1999).

Apabila kita meletakkan tangan kita pada suatu alas dimana terdapat sebuah garis
mendatar sedemikian rupa sehingga ujung jari manis menyentuh garis tersebut, maka dapat
diketahui apakah jari telunjuk lebih panjang ataukah lebih pendek daripada jari manis. Pada
kebanyakan orang ujung jari telunjuk tidak akan mencapai garis tersebut. Berarti bahwa jari
telunjuk lebih pendek dari jari manis. Jari telunjuk pendek disebabkan oleh gen yang dominan
pada orang laki-laki, tetapi resesif pada perempuan. Ekspresi gen itu sebagai berikut (Suryo,
2010):
Genotip

Laki-laki

Perempuan

TT

Telunjuk Pendek

Telunjuk Pendek

Tt

Telunjuk Pendek

Telunjuk Panjang

tt

Telunjuk Panjang

Telunjuk Panjang

Gen terpengaruh kelamin (Sex influenced genes) ialah gen yang memperlihatkan
perbdaan ekspresi antara individu jantan dan betina akibat pengaruh hormon kelamin. sebagai
contoh gen yang terpengaruh kelamin adalah gen autosomal B yang mengatur kebotakan pada
manusia. Gen B dominan pada pria tetapi resesif pada wanita. Sebaliknya gen b dominan pada
wanita tetati resesif pada pria. Akibatnya pria heterozigot akan mengalami kebotakan, sedang
wanita heterozigot akan normal. Untuk dapat mengalami kebotakan seorang wanita harus
mempunyai gen B dalam keadaan homozigot. Selain mempengaruhi perbedaan ekspresi gen
diantara jenis kelamin jug adapt membatasi ekspresi gen pada salah satu jenis kelamin. gen yang
hanya bias diekspresikan pada salah satu jenis kelamin dinamakan gen yang terbatasi kelamin
(sex limited genes) (Susanto, 2011).
Di samping peranannya dalam menentukan jenis kelamin, kromosom seks, terutama
kromosom X, memiliki gen-gen untuk banyak karakter yang tidak berkaitan dengan seks. Pada
manusia, istilah terpaut seks biasanya menunjuk pada karakter-karakter yang terpaut kromosom
X. Jika suatu sifat terpaut seks disebabkan oleh alel resesif, maka seorang anak perempuan akan
memperlihatkan fenotipenya hanya jika dia merupakan homozigot. Karena anak laki-laki hanya
memiliki satu lokus, istilah homozigot dan heterozigot tidak memiliki arti untuk menggambarkan
gen-gen terpaut seks (Campbell,dkk., 1999).
Genotip adalah sifat dasar pada individu yang tidak tampak dan tidak berubah-ubah
karena iasi lingkungan (misalnya gen kepala botak genotipnya adalah BB atau Bb). Fenotip

adalah sifat keturunan yang dapat dilihat warna, bentuk dan ukurannya (misalnya seorang lakilaki dengan genotip Bb & BB memiliki fenotip kepala botak). Alel adalah anggota dari sepasang
gen yang membawa sifat berlawanan. Misalnya alel B (huruf besar) memiliki pengaruh kepala
botak, sedangkan alel b (huruf kecil) membawa sifat kepala normal. Maka B dan b adalah
sepasang alel (Suryo, 2008):
Genotof dan Fenotif Kepala Botak
Fenotif

Fenotif pada

Genotif
pada Laki-laki

Perempuan

BB

Botak

Botak

Bb

Botak

Normal

bb

Normal

Normal

Gen kepala botak dipengaruhi oleh jenis kelamin. Seorang laki-laki yang memiliki
pasangan gen BB dan Bb akan berkepala botak. Namun seorang perempuan baru akan botak bila
memiliki pasangan gen BB. Jadi gen kepala botak (B) bersifat dominan pada laki-laki,
sedangkan pada perempuan bersifat resesif (kalah dominan daripada gen b) (Suryo, 2008).
Seorang laki-laki botak dengan genotip Bb bila kawin dengan perempuan normal dengan
genotip bb akan memiliki anak dengan peluang genotip Bb (50%) dan bb (50%), sehingga
peluang anak laki-laki untuk botak adalah 50% dan anak perempuan botak 0 %. Peluang untuk
kebotakan karena iasi iasic lebih besar pada laki-laki iasicio pada perempuan (Suryo, 2008).
PEWARISAN GEN AUTOSOMAL DOMINAN, HADIRNYA SEBUAH GEN
DOMINAN DIDALAM GENOTIP SESORANG SUDAH MENYEBABKAN SIFAT ITU
TAMPAK PADANYA, BANYAK CONTOH KELAINAN AKIBAT PEWARISAN GEN
AUTOSOMAL DOMINAN INI YAITU (SURYO, 2010):
a.

Polidaktili (Jari Lebih), adalah suatu kelainan yang diwariskan oleh gen autosomal
dominan P sehingga orang mempunyai tambahan jari pada satu atau kedua tangan
dan/atau pada kakinya. Tempat jari tambahan itu berbeda - beda , ada yang terdapat
dekat ibu jari dan ada pula yang terdapat di dekat jari kelingking. Orang normal adalah
homozigotik resesif pp. Pada individu heterozigotik Pp derajat ekspresi gen dominan itu
dapat bereda-beda, sehingga lokasi tambahan jari dapat bervariasi.

b. Kemampuan Mengecap PTC (iasiciocarbamide). Orang yang mampu mengecap rasa pahit
PTC disebut taster sedangkan yang tidak disebut non taster. Gen penentu taster adalah TT
atau Tt. Diagram pewarisannya mirip dengan polidaktili.
c.

Thalassemia
Thalassemia merupakan penyakit darah bawaan yang menyebabkan sel darah merah pecah atau
hemolisis. Thalasemia sering disebut juga sebagai Cooleys anemia serta sering menyerang bayi
dan anak-anak. Penyakit ini banyak menyerang di iasi-negara sekitar laut Tengah, Timur Tengah
dan khatulistiwa. Kelainan iasic ini ditandai dengan berkurangnya atau bahkan tidak adanya
sintesis hemoglobin (Hb)dan bentuk eritrosit yang tidak teratur sehingga tidak ias mengikat O2
secara optimal. Thalassemia dibedakan menjadi 3, yaitu Thalassemia , dan F ().

d. Dentinogenesis Imperfecta, Merupakan kelainan pada gigi manusia berupa dentin putih
seperti susu (opalesen). Penyebabnya adalah gen dominan D. Pada hasil rontgen, email
tampak normal. Namun, ruang-ruang pulpa dan saluran akar gigi terhapus dengan dentin
abnormal. Ada penambahan perbatasan pada hubungan antara mahkota dengan akar gigi
molar.
e.

Anonychia
Berupa kelainan jari tangan dan atau kaki yang pertumbuhannya tidak bagus. Biasanya kuku
tidak ada pada jari telunjuk atau jari tengah. Penyebabnya adalah gen dominan An (resesifnya
adalah an).

f.

Retinal Aplasia

Merupakan kelainan pada mata yang menyebabkan kebutaan sejak lahir. Penyebabnya adalah gen
dominan Ra. Penyakit ini ditemukan 10% dari kasus kebutaan.
g. Katarak
Katarak juga merupakan kelainan pada mata yang memiliki resiko
menimbulkan kebutaan. Gen yang berpengaruh dalam penyakit ini adalah gen dominan K.
h. Lekuk pipi, lekuk dagu, tumbuhnya rambut yang tebal pada dada, lengan, tangan, serta
dapat membengkokkan ibu jari dengan sudut yang tajam.
i.

Daun telinga yang bebas dan melekat.

j.

Warna rambut hitam.

BAB III

METODE PERCOBAAN
III.1 Alat
Alat yang digunakan dalam percobaan ini yaitu pulpen dan mistar.
III.2 Bahan
Bahan yang digunakan dalam percobaan ini yaitu keapala botak dan kertas.
III.3 Cara Kerja
Adapun cara kerja dalam percobaan ini yaitu:
a.

Membuat tabel nama, jenis kelamin, dan umur.

b. Mengamati kepala orang yang botak pada Populasi di Fakultas Matematika dan Ilmu
Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin.
c.

Mencatat biodata dengan mengisinya pada tabel yang telah disediakan.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
IV.1 Hasil
Data Hasil Pengamatan
No

Nama

Umur

Keterangan

Jenis Kelamin

Ari

45 tahun

Tidak Botak

Laki-laki

Fitrah

18 tahun

Tidak Botak

Laki-laki

Halim

49 tahun

Tidak Botak

Laki-laki

Kaharuddin

53 tahun

Botak

Laki-laki

Sakhiruddin

53 tahun

Botak

Laki-laki

6
7

Rosmini
Faisal

54 tahun
43 tahun

Botak

Perempuan

Tidak Botak

Laki-laki

Karim

44 tahun

Tidak Botak

Laki-laki

Arfan

41 tahun

Tidak Botak

Laki-laki

Tidak Botak

Laki-laki

10

Udin

50 tahun

IV.2 Pembahasan
Gen yang dipengaruhi oleh gen autosomal merupakan sifat keturunan yang ditentukan
oleh gen pada autosom. Contohnya yaitu pengaruh jenis kelamiin terhadap suatu pewarisan gen,
sehingga membedakan antara laki-laki dan perempuan karena dipengaruhi faktor lingkungan
internal yakni perbedaan hormon kelamin antara laki-laki dan perempuan. Salah satu contoh sifat
menurun pada manusia yang dipengaruhi jenis kelamin adalah kepala botak (Bald).
Pada pengamatan terhadap orang botak, didapatkan data hasil yaitu dalam
10 orang yang ditemui, hanya ada 3 orang yang mengalami kebotakan yaitu Kaharuddin (lakilaki usia 53 tahun), Sakhiruddin (laki-laki usia 53 tahun), dan Rosmini (perempuan usia 54
tahun). sehingga presentase orang yang mengalami kebotakan sebesar 30% , dimana 10% adalah
perempuan dan 20% adalah laki-laki. Sisanya orang yang normal/resesif sebesar 70%.
Pada umumnya kepala botak sering ditemui pada laki-laki, namun sekali-kali dapat
dilihat adanya perempuan dengan kepala botak. Penyebabnya adalah jika gen B menentukan
kepala botak dan alelnya resesif b menentukan kepala berambut normal, maka pengaruh jenis
kelamin itu demikian rupa sehingga gen B itu dominan pada laki-laki, tetapi resesif pada
perempuan (bila heterozigot). Adapun ekspresi gen yang diturunkan yaitu, jika genotip BB
maka laki-laki maupun perempuan akan mengalami kebotakan, jika genotip Bb maka hanya lakilaki yang mengalami kebotakan, sedangkan jika resesif (bb) maka kedua-duanya normal.
Sehingga sifat yang diturunkan oleh gen botak merupakan salah satu sifat (karakter) menurun
yang dipengaruhi oleh jenis kelamin.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari percobaan ini adalah frekuensi orang berkepala
botak yang didapatkan setelah melakukan pengamatan terhadapa 10 orang adalah sebesar 30%
berkepala botak (laki-laki 20% dan perempuan 10%) dan orang normal 70%.
V.2 Saran
Saran saya yaitu agar Laboratorium Genetika dapat diperbaiki sehingga dapat digunakan
dalam praktikum genetika, bukan menggunakan Laboratorium Biologi Dasar.

DAFTAR PUSTAKA
Agus,
Jurusan

Rosana
dan
Sjafaraenan,
2013. Penuntun Praktikum
Biologi.Universitas Hasanuddin. Makassar.

Genetika.

Anonim, 2011. Gen-Gen Yang Dipengaruhi Jenis Kelamin.http:// teachingteam.


files.wordpress.com. Diakses pada tanggal 7 April 2013, Pukul 08.00
Makassar.

WITA.

Campbell, N.A, Reece, Jane,B., dan Mitchell, Lawrence, G., 1999. Biologi jilid 1.Erlangga. Jakarta.
Nio, Tjan kwiauw, 1990.Genetika Dasar. Institut Teknologi Bandung Press.
Bandung
Suryo, 2008. Genetika. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Suryo, 2010. Genetika Manusia. Universitas Gajah Mada Press. Yogyakarta.
Susanto, Agus Hery, 2011.Genetika. Graha Ilmu. Yogyakarta.