Anda di halaman 1dari 3

SOAL dan PEMBAHASAN AAS (NIARISANDI Y)

1. Sebutkan dan jelaskan tiga macam cara atomisasi dalam


Spektrofotometri Serapan atom!
- Tiga macam cara atomisasi : memakai nyala/ pembakar, tanp
nyala/ memakai tungku grafit dan tanpa panas. Fungsi nyala
adalah untuk memproduksi atom-atom yang dapat
mengabsorbsi radiasi yang dipancarkan oleh lampu katoda
tabung. Dengan cara tanpa nyala, tungku grafit dipanaskan
dengan listrik. Suhu dari tungku dapat deprogram, sehingga
pemanasan larutan dilakukan bertahap yaitu, tahap
pengeringan atau desolvasi, tahap pengabuan/volatilitas
disosiasi, tahap pendinginan, tahap atomisasi. Atomisasi tanpa
panas digunakan untuk menetapkan raksa atau Hg. Karena
raksa pada suhu biasa mudah menguap dan berapa dalam
keadaan atom bebas.
2. Jelaskan fungsi dari :
a. Nebulizer
b. Spray chamber
c. Burner
d. Detector
- A. nebulizer berfungsi untuk mengubah larutan menjadi
aerosol dengan cara menarik larutan melalui kapiler dengan
pengisapan gas bahan bakar dan oksidan
- B. spray chamber berfungsi untuk membuat campuran yang
homogeny antara gas oksidan, bahan bakar dan aerosol yang
mengandung sampel sebelum memasuki burner
- C. burner befungsi sebagai tempat pencampuran gas asetilen
- D. detector berfungsi untuk menentukan intensitas radiasi
foton dari gas resonansi yang keluar dari monokromator dan
mengubahnya menjadi arus listrik.
3. Jelaskan perbedaan dari Pancaran atom dan Serapan atom!
- Pancaran atom adalah proses dimana suatu atom yang
tereksitasi kehilangan energy radiasi elektromagnetik dan
kembali ketingkat energy paling rendah (groundstate)

sedangkan serapan atom adalah proses dimana atom atom


dalam tingkat energy paling rendah (groundstate) menyerap
REM menjadi tereksitasi

4. Diketahui diameter sel kuvet adalah 2 cm, larutan yang


diukur memiliki konsentrasi 2,49. 10-5 mol/L dengan
absorbsivitas molar 5. 103 L/mol.cm dengan panjang
gelombang 430 nm, hitung %T!
-Diket : = 430 nm
b = 2 cm
= 5.103 L/molcm
C = 2,49.10-5 mol/L
Dit : %T..?
Jawab :
A = . b. C
A = 5.103 L/mol.cm . 2 cm . 2,49.10-5 mol/L
A = 0,249
A = log 1/T
0,249 = log 1/T
T = 0,5636
%T = T x 100%
%T = 0,5636 x 100% = 56,36%
5. diketahui konsentrasi suatu sampel Cu beserta absorbansi
setelah diukur menggunakan alat SSA adalah sebagai berikut
:
Konsetrasi Cu (x) (ppm)
Absorbansi (y)
0,4
0,0125
1
0,0247
2,5
0,1585
5
0,2651
10
0,3697
20
0,7144

Pada pengukuran didapatkan persamaan y=a.x dimana y


bernilai 0,1590. Berapakah kadar Cu berdasarkan
perhitungan dengan cara kurva baku ? (dalam ppm)
Jawab :
Y= a.x
a=xy
x2
=19,7362
532,41
= 0,037
y = 0,1590
y=a.x
0,1590 = 0,037 x
x= 4,297 ppm