Anda di halaman 1dari 24

BAB 5

ANUITAS BIASA

PENDAHULUAN

1.

2.

Sebagai penabung setia Anda keluar


sebagai pemenang hadiah undian, dan
dapat memilih salah satu hadiah berikut:
Menerima uang sejumlah Rp 50.000.000
sekali saja pada hari ini
Menerima Rp 1.000.000 setiap 3 bulan
seumur hidup mulai 3 bulan lagi
Pilihan mana yang akan dipilih?
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

DEFINISI ANUITAS

Anuitas adalah suatu rangkaian


pembayaran/penerimaan sejumlah uang,
umumnya sama besar, dengan periode waktu
yang sama untuk setiap pembayaran.
Jenis-jenis anuitas

Anuitas biasa (ordinary annuity) pembayaran


dilakukan setiap akhir periode atau satu periode lagi
Anuitas di muka (annuity due) pembayaran
dilakukan setiap awal periode atau mulai hari ini
Anuitas ditunda (deferred annuity) pembayaran
dimulai setelah beberapa periode.
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

PERSAMAAN ANUITAS NILAI


SEKARANG
n

(1 (1 i) )
PV
A
i
dengan
PV =

i
n
A

=
=
=

present value atau nilai di awal


periode atau nilai sekarang
tingkat bunga per periode
jumlah periode
anuitas atau pembayaran per periode

(1 (1 i)n ) disebut faktor anuitas nilai sekarang


dan dinotasikan dengan a
n i
i
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Contoh 5.1
Hitunglah nilai sekarang dari uang Rp 1.000.000 yang
diterima setiap tahun selama lima tahun mulai satu tahun
lagi jika tingkat bunga yang relevan adalah 15% p.a.
Jawab:
i
= 0,15
A = Rp 1.000.000
n = 5 tahun

(1 (1 i) n )
PV
A
i
(1 (1 0 ,15 ) 5 )
PV
Rp 1 .000 .000
0 ,15
PV Rp 3 .352 .155 ,10
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

MENGHITUNG BESAR
CICILAN
A

PV
a

n i

PV
A
(1 (1 i)n )
i

Contoh 5.4
Rina meminjam uang sebesar Rp 10.000.000 dengan
bunga 12% p.a. Jika pinjaman tersebut harus ia lunasi
dalam 24x cicilan bulanan, berapakah besarnya cicilan
yang harus ia bayar setiap bulannya?
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

Jawab:
PV
n

= Rp 10.000.000
= 24

12%
1% 0,01
=
12

PV
a

n i

PV
a24

1%

Rp 10 .000 .000
PV
A

n
(1 (1 i) ) (1 (1 0 ,01 ) 24 )
i
0 ,01
A Rp 470 .734 ,72
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

MENGHITUNG JUMLAH PERIODE


PV i
log 1

n
log (1 i)

Contoh 5.7
KPR sebesar Rp 210.000.000 dikenakan bunga 18% p.a.
Jika besarnya angsuran per bulan adalah Rp 3.783.889,18,
dalam berapa lama KPR tersebut akan lunas?
Jawab:
PV
= Rp 210.000.000
A
= Rp 3.783.889,18
i

18%
1,5% 0,015
=
12
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

PV i
log 1

n
log (1 i )
Rp 210.000.000 0,015

log 1
Rp 3.783.889,18

n
log (1 0,015)
log 0,167523188
0,7759071
n

119,99
log 1,015
0,006466042
n 120 bulan atau 10 tahun
Jadi, KPR tersebut akan lunas dalam 120 bulan atau 10 tahun.
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

MENGHITUNG TINGKAT
BUNGA

Pencarian nilai i dilakukan dengan metode trial


and error jika menggunakan scientfic calculator.

Contoh 5.9
Sebuah perhiasan bernilai Rp 30.000.000 tunai
dapat dibeli dengan 12 kali angsuran bulanan
masing-masing sebesar Rp 2.758.973,49.
Berapakah tingkat bunga yang dikenakan?
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

10

Jawab:
A
PV
n

= Rp 2.758.973,49
= Rp 30.000.000
= 12
(1 (1 i)n )
PV

A
i

(1 (1 i)12 )
Rp 30.000.000
Rp 2.758.973,49
i
Rp 30.000.000
(1 (1 i)12 )

Rp 2.758.973,49
i
(1 (1 i)12 )
10,8736

i
Dengan metode trial and error, kita memperoleh i = 1,55%
per bulan atau 18,6% p.a.
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

11

ANUITAS TAK TERHINGGA


(PERPETUAL ANNUITY)
A
PV
i
Contoh : pertanyaan pada bagian awal presentasi dapat
dijawab dengan membandingkan nilai sekarang dari kedua
alternatif. Jika tingkat bunga relevan adalah 12% p.a., nilai
sekarang dari Rp 1.000.000 setiap 3 bulan seumur hidup mulai 3
bulan lagi adalah:
PV

Rp 1.000.000 Rp 1.000.000

Rp 33.333.333,33
3%
12%

Jadi, hadiah yang harus dipilih adalah hadiah Rp 50.000.000


sekali saja pada hari ini karena nilai sekarangnya lebih besar.
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

12

PERSAMAAN ANUITAS
NILAI AKAN DATANG
((1 i)n 1)
FV
A
i
dengan
FV
= future value atau nilai pada akhir periode atau
nilai akan datang

((1 i)n 1) disebut faktor anuitas nilai akan datang dan


dinotasikan dengan S n i
i

Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

13

Contoh 5.11
Hitunglah nilai akan datang (FV) dari tabungan Rp 1.000.000
yang disetorkan setiap tahun selama 5 tahun, mulai tahun
depan, apabila tingkat bunga adalah 10% p.a. diperhitungkan
tahunan.
Jawab:
n = 5
i
= 10% = 0,1
A = Rp 1.000.000

((1 i)n 1)
FV
A
i
((1 0,1)5 1)
FV
Rp 1.000.000
0,1
FV Rp 6.105.100
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

14

MENGHITUNG BESAR
TABUNGAN PERIODIK
FV
A
((1 i)n 1)
i

atau

FV
S

n i

Contoh 5.13
Ibu Aisyah ingin memiliki uang sebesar Rp 500.000.000
pada saat ia pensiun nanti, tepatnya 20 tahun lagi. Untuk
tujuan tersebut, ia menyisihkan gajinya setiap bulan untuk
ditabung di Bank Pasti Jaya. Berapakah besarnya gaji
bulanan yang harus Ibu Aisyah sisihkan untuk ia tabung
apabila tingkat bunga tabungan 9% p.a. perhitungan bunga
bulanan?
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

15

Jawab:
FV
n

= Rp 500.000.000
= 20 x 12 = 240 periode

9%
0,75% 0,0075
12

FV
A
((1 i)n 1)
i
Rp 500.000.000
A
240
((1 0,0075) 1)
0,0075
A Rp 748.629,78
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

16

MENGHITUNG JUMLAH
PERIODE TABUNGAN
FV i
log 1

n
log (1 i)

Contoh 5.15
Seorang pedagang kecil berencana untuk menabung Rp
1.000.000 setiap bulan agar dapat memperoleh uang
sebesar Rp 200.000.000. Jika tingkat bunga tabungan
yang ditawarkan adalah 6% p.a., berapa lama dia harus
menabung?
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

17

Jawab:
FV
A
i

= Rp 200.000.000
= Rp 1.000.000
6%
0,5% 0,005
=
12
FV i
log 1

n
log (1 i)

Rp 200.000.000 0,005

log 1
Rp 1.000.000

n
log (1 0,005)
log 2
n
log 1,005
n 138,976 bulan atau 139 bulan
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

18

MENGHITUNG TINGKAT BUNGA


TABUNGAN
Pencarian nilai i dilakukan dengan metode trial and error jika
menggunakan scientific calculator, atau dengan tabel anuitas.

Contoh 5.18
Delapan kali setoran masing-masing Rp 350.000 menjadi Rp 3.342.500,
berapa tingkat bunga per periode?

Jawab:

n i

FV Rp 3.342.500

A
Rp 350.000
9,55

Langkah selanjutnya kita lihat pada tabel anuitas nilai akan datang,
pada baris n = 8 yang angkanya mendekati 9,55. Ternyata yang
mendekati adalah 9,54910888 yaitu jika i = 5% per periode.
Bila kita melakukan trial and error, hasil yang diperoleh akan sama.
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

19

PENGARUH PAJAK TABUNGAN


Jika ada pajak tabungan, maka tingkat bunga yang
digunakan adalah tingkat bunga setelah pajak.

i = iat = (1 t) ibt
dengan

iat
ibt

= tingkat bunga sebelum pajak


= tingkat bunga sesudah pajak

Contoh 5.20
Hitunglah nilai akan datang (FV) dari tabungan Rp
1.000.000 yang disetorkan setiap tahun selama 5 tahun,
mulai tahun depan, apabila tingkat bunga adalah 10% p.a.
diperhitungkan tahunan dan terdapat pajak atas bunga
tabungan sebesar 20%.
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

20

Jawab:
n
A
i
i

=
=
=
=

5
Rp 1.000.000
iat = (1 t) ibt
(1 20%) 10% = 8% = 0,08

((1 i)n 1)
FV
A
i
((1 0,08)5 1)
FV
Rp 1.000.000
0,08
FV 5,8666 Rp 1.000.000
FV Rp 5.866.600
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

21

TINGKAT BUNGA FLAT VS


TINGKAT BUNGA EFEKTIF

Kepada pemegang kartu kredit Visanya yang setia dan


membayar tepat waktu, Bank Mandiri mulai akhir tahun 2004
menawarkan pinjaman sebesar Rp 60.000.000 (untuk mereka
yang mempunyai credit limit di atas Rp 60.000.000) yang
harus dilunasi dengan 12 angsuran bulanan sebesar Rp
5.300.000 dimulai satu bulan setelah pinjaman diterima,
dengan perincian Rp 5.000.000 untuk pelunasan pokok (Rp
60.000.000 / 12) dan Rp 300.000 untuk pembayaran bunga
bulanan (0,5% x Rp 60.000.000). Dalam promosinya, mereka
menyebutkan tingkat bunga pinjaman hanya 0,5% flat per
bulan.
Benarkah tingkat bunga pinjaman di Indonesia sudah
sedemikian rendah? Apakah Bank Mandiri masih memperoleh
laba (sedangkan bunga deposito juga sekitar 6%)?
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

22

TINGKAT BUNGA FLAT VS


TINGKAT BUNGA EFEKTIF
Tingkat bunga flat adalah tingkat bunga yang dihitung

berdasarkan saldo pinjaman awal. Persamaan untuk


mendapatkan tingkat bunga efektif namun kurang akurat :

2nr
i
n 1
dengan

i
=
tingkat bunga efektif
r
=
tingkat bunga flat
n
=
lamanya periode angsuran
Untuk kasus Bank Mandiri di atas :

2 (12)(6%)
i
11,077%
12 1
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

23

Sebenarnya, kita bisa mendapatkan tingkat bunga efektif


yang lebih akurat dengan melakukan trial and error melalui
persamaan anuitas nilai sekarang.
PV

Rp 60.000.000
Rp 60.000.000

Rp 5.300.000
11,3208

(1 (1 i)n )
A
i
(1 (1 i)12 )
Rp 5.300.000
i
(1 (1 i)12 )
i
(1 (1 i)12 )
i

Dengan trial and error, kita akan mendapatkan i = 0,908%


per bulan atau i = 10,896% p.a. 10,9% p.a.
Bab 5 Matematika Keuangan Edisi 2 - 2006

24