Anda di halaman 1dari 1

Cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang senyawa koordinasi dinamakan kimia koordinasi.

Sifatsifat senyawa koordinasi dapat diprediksi dari sifat iom pusatnya. Hal yag sangat spesifik dari senyawa
kompleks adalah adanya spesies bagian dari senyawa itu yang tidak berubah baik dalam padatan maupun
dalam larutan, walaupun sedikit ada disosiasi. Spesies tersebut dapat berupa non ionik, kation, dan
anion, bergantung pada muatan penyusunnya. Jika bermuatan maka spesies itu disebut ion kompleks
atau lebih sederhana disebut spesies kompleks.
Senyawa kompleks tersusun atas atom pusat (logam transisi) yang dikelilingi oleh sejumlah anion
atau molekul netral. Anion atau molekul netral yang mengelilingi atom pusat itu disebut ligan. Bila
ditinjau dari sistem asam-basa Lewis, atom pusat dalam senyawa kompleks tersebut bertindak sebagai
asam Lewis, sedangkan ligannya bertindak sebagai basa Lewis. Ikatan yang terjadi antara atom pusat dan
ligan merupakan ikatan kovalen koordinasi. Jumlah ligan yang mengelilingi atom pusat menyatakan
bilangan koordinasinya.
Garam yang mengandung ion-ion kompleks dikenal sebagai senyawa koordinasi atau garam
kompleks. Garam kompleks ini berbeda dengan garam rangkap. Garam rangkap terbentuk dari dua
garam yang mengkristal secara bersama-sama dalam perbandingan molekul tertentu. Garam-garam ini
memiliki struktur tersendiri dan tidak harus sama dengan struktur garam komponennya. Garam rangkap
memiliki struktur molekul lebih panjang dibandingkan dengan struktur garam kompleks. Dalam larutan
garam rangkap ini merupakan campuran berupa ion sederhana yang akan mengion bila dilarutkan lagi.
Jelas berbeda dengan garam kompleks yang menghasilkan ion kompleks apabila dalam bentuk larutan.
JENIS SENYAWA GARAM
Ibu akan melanjutkan membahas jenis-jenis garam. Pada artikel sebelumnya, yaitu tentang harga pH larutan
bagian IX, telah dibahas larutan garam normal. Sekarang kita lihat jenis garam yang lain.
2. Garam yang mengandung Anion Hidro
Contoh NaHCO3(aq) terdiri atas Na+(aq) dari basa kuat dan bikarbonat (hidrokarbonat), HCO3-(aq) dari asam
lemah. Senyawa ini sering disebut sebagai garam asam, karena anionnya mengandung atom H. Namun
sebutan itu dapat membuat rancu, karena larutan garam ini bersifat basa.
HCO3-(aq) + H2O(l) == H2CO3(aq) + OH-(aq)
Namun H2CO3(aq) saat terbentuk langsung terurai, karena tidak stabil.
H2CO3(aq) --> H2O(l) + CO2(aq)
Jika reaksi di atas ditulis dalam satu reaksi, maka
HCO3-(aq) == OH-(aq) + CO2(aq)
Karena HCO3-(aq) basa lemah, maka CO2 yang terbentuk hanya sedikit dan dapat larut dalam air.
3. Garam yang mengandung OH
Contoh Mg(OH)NO3(aq) terdiri atas Mg(OH)+(aq) dan NO3-(aq). Garam ini sering disebut garam basa; namun
larutannya bersifat asam.
Mg(OH)+(aq) + H2O(l) == Mg(OH)2(aq) + H+(aq)
4. Garam Rangkap
Contoh tawas, KAl(SO4)2.H2)(s) atau K2SO4.Al2(SO4)3.24H2O(s)
Garam ini terdiri atas 2 macam garam yang mengkristal menjadi satu. Garam ini terdiri atas 2 jenis kation dan
satu anion. Garam rangkap dapat pula mengandung satu kation dan 2 jenis anion; misalnya kapur klor,
CaOCl2 atau CaCl2.Ca(OCl)2. Dalam air semua ion-ionnya terurai.
Tawas di atas bersifat asam, karena Al3+(aq) berasal dari basa lemah.
Al3+(aq) + 3H2O(l) == Al(OH)3(aq) + 3H+(aq)
Kapurklor bersifat basa, karena OCl-(aq) berasal dari asam lemah.
OCl-(aq) + H2O(l) == HOCl(aq) + OH-(aq)
5. Garam Kompleks
Contoh Cu(NH3)4SO4(aq) mengandung kation kompleks Cu(NH3)42+(aq); FeFe(CN)6(aq) mengandung anion
kompleks, Fe(CN)63-(aq). Garam kompleks berbeda dengan garam rangkap. Garam kompleks dalam air
kation/anion kompleksnya tidak terurai.