Anda di halaman 1dari 61

PLENO PEMICU 2

KELOMPOK DK 7
Modul REPRODUKSI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2014

Brilliana Eva Yunita


Agung Priasmoyo
Cindy Lidia
Jovi Parmoduan Siagian
Syed Muhamad Zulfikar Fikri
Izzatul Yazidah
Irene Olivia Salim
Ardi
Hendri Saputra
Andri Hendratno
Nisa Khinanty

I11107071
I11112003
I11112006
I11112008
I11112016
I11112024
I11112030
I11112040
I11112043
I11112058
I11112075

Seorang wanita 37 tahun datang ke dokter diantar


suaminya.Wanita tersebut memeriksakan diri ke
dokter dengan keluhan terlambat haid sudah 3
minggu.Keluhan lainnya pasien merasa mual dan
badan lemah.Dari pemeriksaan fisik didaptkan hasil
TD 110/70 mmHg,nadi 86x/menit,laju pernapasan
12x/menit.Hasil pemeriksaan HCG tes (+).Setelah
mengetahui dirinya hamil,pasien khawatir karena ini
merupakan kehamilan ke-5.Pasien juga ingin
berkonsultasi mengenai metode KB yang tepat setelah
melahirkan.

Klarifikasi Dan Definisi Masalah

hCG

adalah suatu hormon peptida yang


memperpanjang lama kehidupan korpus luteum
oleh korion yang sedang berkembang
KB
merupakan program pemerintah yang
dirancang
untuk
menyeimbangkan
antara
kebutuhan dan jumlah penduduk.

Wanita 37 tahun
Terlambat haid
hCG tes (+)
Kehamilan ke-5
KB

Wanita 37 tahun mengetahui dirinya


hamil dan ingin mengkonsultasikan metode
KB yang tepat post partum.

Wanita 37 tahun membutuhkan metode


KB yaitu sterilisasi

Pertanyaan Diskusi

Definisi Kehamilan

Perubahan Fisiologi dan Anatomi pada Kehamilan

Apa saja hormon yang berperan pada saat kehamilan?

Apa saja fungsi plasenta dan jelaskan!

Apa saja fungsi hcG pada fetus dan bagaimana biosintesinya?

Apa saja Nutrisi yang diberikan pada saat kehamilan?

Bagaimana Cara diagnosis kehamilan?

Diagnosis banding dari kehamilan

Apa saja tanda-tanda kehamilan?

Jelaskan mengenai ante natal care!

Bagaiman cara prediksi hari kelahiran?

Jelaskan mengenain kehamilan yang berisiko!

Gangguan apa saja yang dapat terjadi pada kehamilan?

Apa saja hormon yang berperan pada saat


persalinan?
Bagaimana tahapan persalinan?
Fisiologi Laktasi
Apa hambatan laktasi saat kehamilan?
Apa saja jenis kontrasepsi dan indikasi serta
risiko penggunaanya?
Bagaimana cara pemilihan kontrasepsi yang
tepat?
Apa kontrasepsi yang tepat digunakan pada
kasus?

PEMBAHASAN

Definisi kehamilan
Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi
atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan
dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi.
Pertumbuhan dan perkembangan janin intra uterine
mulai sejak konsepsi dan berakhir sampai
permulaan persalinan. Kehamilan berasal dari kata
latin graviditas yang berarti suatu fetus atau
embrio yang di kandung dalam tubuh seorang
wanita.

PERUBAHAN
FISIOLOGI PADA KEHAMILAN
Weight increase

Renal changes

Gastro-intestinal changes

Cardiovascular changes

Respiratory changes

Metabolic changes

Skin changes
Pada
saat
pertengahan
kehamilan timbul kemerahan, garis-garis
yang sedikit tertekan pada kulit perut
dan kadang-kadang juga ada pada
payudara dan paha. Ini disebut striae
gravidarum. Hiperpigmentasi juga timbul
pada 90% wanita. Garis tegah dari kulit
abdomen (linea alba) menjadi lebih
gelap, berwarna coklat kehitaman
menjai linea nigra. Pigmentasi juga
terkadang terjadi pada daerah wajah
dan leher, areola mammae, dan disekitar
genitalia

Perubahan anatomi saat kehamilan


Uterus

Uterus akan membesar pada bulan-bulan


pertama di bawah pengaruh estrogen dan
progesteron yang kadarnya meningkat. Berat
uterus normal lebih kurang 30 gram. Pada akhir
kehamilan (40 minggu) berat uterus menjadi 1000
gram, dengan panjang lebih kurang 20 cm dan
dinding lebih kurang 2,5 cm

Serviks

Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami


perubahan karena hormon estrogen. Kadar
estrogen meningkat dan dengan adanya
hipervaskularisasi maka konsistensi serviks
menjadi lunak. Kelenjar - kelenjar di serviks akan
berfungsi lebih dan akan mengeluarkan sekresi
lebih banyak
Vagina dan vulva
Organ vagina dan vulva mengalami
peningkatan sirkulasi darah karena pengaruh
estrogen, sehingga tampak makin merah dan
kebiruan disebut tanda Chadwick.

Ovarium

Pada permulaan kehamilan masih terdapat


korpus luteum graviditatis sampai terbentuknya
plasenta kira-kira 16 minggu. Korpus luteum
graviditasis berdiameter kira-kira 3 cm. Kemudian
mengecil setelah plasenta terbentuk
Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan
perkembangan sebagai persiapan memberikan ASI
pada saat laktasi. Perkembangan payudara
dipengaruhi oleh hormone estrogen, progesterone
dan somatomammotropin.

Pengaruh hormon saat


kehamilan
Estrogen
Estrogen berfungsi dalam proliferasi pada
sebagian besar organ reproduksi dan organ
penyertanya. Selama kehamilan, jumlah estrogen yang
sangat berlebihan akan menyebabkan (1) perbesaran
uterus, (2) perbesaran payudara dan pertumbuhan
struktur duktus payudara ibu, dan (3) perbesaran
geniteia eksterna wanita.
Estrogen juga merelaksasi ligamentum pelvis,
sehingga persendian sakroiliaka menjadi relatif lentur
dan simfisis pubis menjadi elastis. Perubahan ini akan
mempermudah pasase fetus melalui jalan lahir.

Progesteron
Progesteron menyebabkan sel-sel desidua
tumbuh di endometrium uterus, dan sel-sel ini
memainkan peranan penting dalam nutrisi embrio
awal
Progesteron menurunkan kontraktilitas uterus
gravid, jadi mencegah kontraksi uterus yang
menyebabkan abortus spontan
Progesteron yang disekresikan selama kehamilan
juga membantu estrogen mempersiapkan
payudara ibu untuk laktasi

HCG ( Human Chorionic Gonadotrophin)

Hormon ini dihasilkan oleh embrio, berfungsi untuk


mencegah haid dan meningkatkan kadar progesteron
Relaxin
Hormon ini melembutkan rahim dan mengendurkan otot
panggul sehingga mampu membantu persiapan kelahiran.
Oksitosin (Oxytocin)
Oksitosin di produksi oleh hypothalamus ( bagian dari
otak), pada kelenjar posterior pituitary master gland. Hormon
ini juga berfungsi untuk merangsang dan memperkuat kontraksi
rahim saat persalinan.
Prostaglandin
Hormon ini berfungsi untuk merangsang persalinan
Endorphin
Hormon endorphin menimbulkan rasa tenang dan
mampu menghilangkan rasa sakit.

Fungsi Human Chorionic


Gonadotropin (HCG)
HCG fungsinya adalah mencegah involusi korpus luteum

pada akhir siklus bulanan wanita. Selanjutnya hormon ini


akan menyebabkan kprpus luteum menyekresi lebih
banyak lagi hormon-hormon kelamin, yaitu progesteron
dan estrogen, untuk beberapa bulan berikutnya yang
mencegah terjadinya menstruasi dan menyebabkan
endometrium terus tumbuh dan menyimpan nutrisi dalam
jumlah besar dan tidak dibuang menjadi darah menstruasi
HCG juga menimbulkan efek perangsangan produksi
DHEA oleh kelenjar adrenal fetus dan produksi testosteron
oleh sel-sel interstisial (sel Leydig) oleh testis fetus pria
HCG juga menstimulasi produksi hormon relaksin.
Relaksin adalah suatu hormon peptida yang dihasilkan
oleh korpus luteum dan plasenta
Fungsi lain HCG adalah menghambat sekresi LH maternal
oleh kelenjar hipofisis.

Fungsi Plasenta
RESPIRASI
Vaskularisasi yang luas di
dalam vili dan perjalanan
darah ibu dalam ruang
intervilus yang relatif pelan
memungkinkan pertukaran
oksigen dan CO2 antara darah
ibu dan janin melalui difusi pasif

TRANSFER NUTRIEN
Sebagian besar nutrien
mengalami transfer dari ibu ke
janin melalui metode transfer
aktif yang melibatkan proses
enzimatik. Nutrien yang
kompleks akan dipecah menjadi
komponen sederhana sebelum
di transfer dan mengalami
rekonstruksi ulang pada villi
chorialis janin

TRANSFER OBAT
Membran pada plasenta bertindak sebagai barrier untuk
transfer bahan ke fetus termasuklah tranfer obat. Bahan
yang dapat melewati membran ini dipengaruhi oleh
beberapa faktor, yaitu:
o
o
o
o

Kelarutan dalam Lemak


Besar ukuran molekul
Protein transpor
Pengikat protein

FUNGSI ENDOKRIN PLASENTA


Plasenta adalah tempat pembuatan hormon-hormon,
khususnya korionik gonadotropin, korionik somatomammotropin (placental lactogen), estrogen, dan
progesteron.

FUNGSI ENDOKRIN PLASENTA


Plasenta adalah tempat pembuatan hormonhormon, khususnya korionik gonadotropin,
korionik somato-mammotropin (placental
lactogen), estrogen, dan progesteron.

Kategori Tanda Kehamilan


Presumsi
Sering Kencing
Obstipasi
Amenorea (terlambat datang bulan)
Mual dan Muntah
Mengidam.
Pigmentasi Kulit
Epulis (Hipertropi dari papil gusi)
Varises
Payudara tegang

Tanda tidak pasti kehamilan


Pembesaran uterus
Pada pemeriksaan dalam dijumpai :
o Tanda Hegar
o Tanda Brackston Hicks
o Tanda Piscasek
o Tanda Goodell
o Tanda Chadwicks

Teraba Balotement

Tanda pasti kehamilan


Teraba bagian-bagian janin dan dapat dikenal
bagian-bagian janin
Terdengar dan dapat dicatat bunyi jantung janin
Dapat dirasakan gerakan janin
Pada pemeriksaan dengan sinar Rotgen tampak
kerangka janin.
Dengan alat USG dapat diketahui kantung janin,
panjang janin, dan dapat diperkirakan tuanya
kehamilan serta dapat menilai pertumbuhan janin

pemeriksaan diagnostik
kehamilan
mendiagnosis
kehamilan
dapat
menggunakan alat pendeteksi hormon HCG pada
urin.
Cara Pemeriksaan
Bentuk alat tes kehamilan ada bermacam macam
tetapi yang umum di pakai hanya dua yaitu strip
dan compact. Bedanya, bentuk strip harus
dicelupkan ke urine yang telah ditampung atau
disentuhkan pada urine waktu buang air kecil.
Untuk compact sudah ada tempat untuk
menampung urine yang akan diteteskan. Bila
sudah menyentuhkan alat tes kehamilan dengan
urine, maka akan muncul hasil berupa garis

Diagnosis banding kehamilan


1. Mola Hidatidosa
Hamil mola adalah suatu kehamilan dimana setelah
fertilisasi hasil konsepsi tidak berkembang menjadi embrio
tetapi terjadi proliferasi dari vili koriales disertai dengan
degenerari hidropik.
Penilaian klinik :
a.

b.

c.
d.

Gejala klinik mirip dengan kehamilan muda dan abortus


imminens, tetapi gejala mual dan muntah lebih hebat,
sering disertai gejala seperti preeklampsia.
Hampir sebagian besar kehamilan mola akan disertai
dengan pembesaran uterus dan peningkatan kadar hCG
Pemeriksaan dengan USG akan menunjukkan gambaran
seperti sarang tawon tanpa disertai adanya janin.
Diagnosis pasti adalah dengan melihat jaringan mola,
baik melalui ekspulsi spontan maupun biopsi

2. Hamil palsu (pseudocyesis = kehamilan spuria)


Wanita tidak hamil yang percaya bahwa dirinya
hamil, diikuti dengan munculnya gejala dan tanda (dugaan
hamil).4 Gejala dapat sama dengan kehamilan, seperti
amenorea, perut membesar, mual, muntah, air susu keluar,
bahkan wanita tersebut dapat merasakan gerakan janin.
Namun pada pemeriksaan uterus tidak membesar, tandatanda kehamilan lain dan reaksi kehamilan negatif

3. Mioma uteri
Perut dan rahim membesar, tetapi pada perabaan, rahim
terasa padat, kadang kala berbenjol-benjol. Tanda kehamilan negatif
dan tidak dijumpai tanda-tanda kehamilan lainnya.
4. Kista ovarium
Perut membesar, bahkan makin bertambah besar, tetapi pada
pemeriksaan dalam, rahim teraba sebesar biasa. Reaksi kehamilan
negatif, tanda-tanda kehamilan lain negatif.
5. Kandung kemih penuh dan terjadi retensi urin.
6. Hematometra
Uterus membesar karena terisi darah yang disebabkan hymen
imperforate, stenosis vagina atau serviks.

Nutrisi pada kehamilan


Asama Folat

Kalori
Protein
Kalsium.
Vitamin A
Zat Besi
Vitamin C
Vitamin D

Asuhan Antenatal
Asuhan antenatal adalah upaya preventif program pelayanan
kesehatan obstetrik untuk optimalisasi luaran maternal dan
neonatal melalui serangkaian kegiatan pemantauan rutin selama
kehamilan.
Tujuan Asuhan Antenatal yaitu :
a.
Memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan Ibu
dan tumbuh kembang bayi
b.
Meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan
sosial ibu dan bayi
c.
Mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi y
ang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit sec
ara umum, kebidanan dan pembedahan
d.
Mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan sela
mat, Ibu maupun bayinya dengan trauma seminimal mungkin
e.
Mempersiapkan peran Ibu dan keluarga dalam menerima kelahira
n bayi agar dapat tumbuh kembang secara normal

Jadwal Kunjungan Ibu Hamil


Setiap wanita hamil menghadapi resiko komplikasi
y
ang bisa mengancam jiwanya. Oleh karena itu, wanita hamil me
merlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode anten
atal:
1.
Satu kali kunjungan selama trimester satu (< 14 minggu).
2.
Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu
14 28).
3.
Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu
28 36 dan sesudah minggu ke 36)
4.
Perlu segera memeriksakan kehamilan bila dilaksanakan ad
a gangguan atau bila janin tidak bergerak lebih dari 12 jam.

Pada setiap kunjungan antenatal, perlu didapatkan infor


masi yang sangat penting.
A.
Trimester pertama sebelum minggu ke 14
1.
2.
3.

4.
5.

Membangun hubungan saling percaya antara petugas k


esehatan dan ibu hamil.
Mendeteksi masalah dan menanganinya
Melakukan tindakan pencegahan seperti tetanus neonat
orum, anemia kekurangan zat besi, penggunaan praktek
tradisional yang merugikan
Memulai persiapan kelahiran bayi dan kesiapan untuk m
enghadapi komplikasi
Mendorong perilaku yang shat (gizi, latihan dan kebersih
an, istirahat dan sebagainya.

Trimester kedua sebelum minggu ke 28


Sama seperti diatas, ditambah kewaspadaan khu
sus mengenai preeklampsia (tanya ibu tentang gejala
gejala preeklamsia, pantau tekanan darah, evaluasi ede
ma, periksa untuk apakah ada kehamilan ganda
C.
Trimester ketiga antara minggu 28-36
Sama seperti diatas, dtambah palpasi abdominal
untuk mengetahui apakah ada kehamilan ganda.
D.
Trimester ketiga setelah 36 minggu
Sama seperti diatas, ditambah deteksi letak bayi
yang tidak normal, atau kondisi lain yang memerlukan k
elahiran di rumah sakit.
B.

CARA MEMPREDIKSI HARI


KELAHIRAN
TTP = (hari HT + 7), (bulan HT 3), dan
(tahun HT + 1)
TTP = (hari HT + 7), (bulan HT + 9), dan
tahun tetap (Untuk bulan yang tidak bisa
dikurangi 3, yaitu Januari, Februari, Maret).

Kehamilan beresiko
Faktor-faktor kehamilan berisiko dapat dibagi menjadi empat
kategori:
1. Kondisi Kesehatan
Tekanan darah tinggi.
Sindrom ovarium polikistik. Polycystic adalah gangguan yang dapat

mengganggu kemampuan seorang wanita untuk bisa hamil dan


tetap hamil.
Diabetes.
Penyakit ginjal. Wanita dengan penyakit ginjal sering mengalami
kesulitan untuk hamil, dan jika kehamilan itu terjadi, resiko untuk
mengalami keguguran relative tinggi
Penyakit autoimun
Penyakit tiroid
Infertilitas.
Obesitas.
HIV/ AIDS

2. Usia
3. Faktor gaya hidup
Penggunaan alkohol.
Merokok.
Merokok

selama
kehamilan
menempatkan janin pada risiko kelahiran
prematur, cacat lahir tertentu, dan sindrom
kematian bayi mendadak (SIDS).
4. Kondisi Kehamilan
Multiple gestation.
Gestational diabetes.
Preeclampsia and eclampsia.

TANDA ADANYA GANGGUAN


PADA KEHAMILAN

Perdarahan pervaginam
Sakit kepala yang hebat. Sakit kepala yang hebat dalam kehamilan

adalah gejala dari pre-eklampsia. Sakit kepala yang menunjukkan


suatu masalah yang serius adalah sakit kepala hebat yang menetap dan
tidak hilang dengan beristirahat
Masalah penglihatan. Gangguan penglihatan seperti pandangan
kabur, skotoma, silau atau berkunang-kunang merupakan gejala dan
tanda lain dari preeklampsia
Bengkak pada muka atau tangan
Nyeri perut yang hebat
Mual dan muntah yang berlebihan
Keluar air ketuban sebelum waktunya
Demam tinggi
Bayi kurang bergerak seperti biasa. Ibu mulai merasakan gerakan
bayi selama bulan ke-5 atau ke-6. Beberapa ibu dapat merasakan
gerakan bayinya lebih awal

TAHAPAN PERSALINAN

Persalinan terdiri dari dua peristiwa utama


yaitu proses persalinan-kala I (labor) dan
proses kelahiran-kala II (delivery).
Proses persalinan (labor) : proses dilatasi dan
pendataran servik yang progresif akibat
adanya kontraksi uterus yang berulang serta
proses meneran untuk mengawali ekspulsi
produk konsepsi.
Proses kelahiran (delivery) : ekspulsi janin dan
plasenta.

MEKANISME PERSALINAN
NORMAL
Selama proses persalinan, janin melakukan

serangkaian gerakan untuk melewati panggul seven cardinal movements of labor yang terdiri
dari :
Engagemen
Fleksi
Desensus
Putar paksi dalam
Ekstensi
Putar paksi luar
Ekspulsi

Fisiologi Laktasi
Persiapan Payudara untuk Laktasi

Payudara yang mampu menghasilkan susu memiliki anyaman


duktus yang semakin kecil yang bercabang dari puting payudara dan
berakhir di lobulus. Setiap lobulus terdiri dari sekelompok kelenjar mirip
kantung yang dilapisi oleh epitel dan menghasilkan susu serta dinamai
alveolus. Susu dibentuk oleh sel epitel kemudian disekresikan ke dalam
lumen alveolus, lalu dialirkan oleh duktus pengumpul susu yang
membawa susu ke permukaan puting payudara.
Pelepasan Oksitosin dan Penyemprotan Susu
Susu harus secara aktif diperas keluar alveolus dan masuk ke
duktus dan menuju ke puting payudara, oleh kontraksi sel-sel mioepitel
khusus (sel epitel mirip otot) yang mengelilingi setiap alveolus.
Penghisapan payudara oleh bayi merangsang ujung saraf sensorik di
puting, menimbulkan potensial aksi yang merambat melalui medula
spinalis ke hipotalamus. Hipotalamus, setelah diaktifkan, memicu
pengeluaran oksitosin dari hipofisis posterior. Oksitosin, selanjutnya,
merangsang kontraksi sel mioepitel di payudara untuk penyemprotan
susu

Hambatan laktasi
Variasi morfologi puting
Puting yang rata ataupun yang menonjol ke dalam (inversi)
Tidak adanya pori puting
Puting yang terlalu panjang ataupun terlalu besar
2. Duktus yang tersumbat
Kasus ini sering ditemui pada ibu yang memiliki suplai susu
yang
banyak dan tidak menyedotnya secara adekuat
3. Mastitis
Gejala-gejala awal mastitis biasanya adalah lemas, nyeri
terlokalisir pada payudara, dan nyeri otot. Gejala-gejala ini
kemudian akan diikuti oleh demam, peningkatan heart rate dan
munculnya daerah berwarna merah pada payudara.
1.

4. Candidiasis

Candida dapat tumbuh pada tempat-tempat yang


hangat dan lembab seperti mulut bayi ataupun puting
ibu. Mulut bayi bisa terinfeksi pada proses persalinan
dan kemudian dapat
menginfeksi puting ibu pada
proses laktasi
5. Mammoplasty
Pengecilan payudara
Pembesaran payudara

6. Kanker payudara

Jenis Metode KB Pasca Persalinan


Non Hormonal
Metode Amenore Laktasi (MAL)
kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif,
artinya hanya diberikan ASI tanpa tambahan makanan ataupun minuman apapun
lainnya
Cara kerja : Penundaan / penekanan ovulasi
Kondom

Kondom merupakan selubung / sarung karet sebagai salah satu metode


kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan dan atau penularan penyakit
kelamin pada saat bersenggama.
Cara Kerja : Menghalangi terjadinya pertemuan sperma dan sel telur dengan cara
mengemas sperma diujung selubung karet yang dipasang pada penis sehingga
sperma tersebut tidak tercurah ke dalam saluran reproduksi perempuan.
Mencegah penularan mikroorganisme ( IMS termasuk HBV dan HIV/AIDS ) dari
satu pasangan kepada pasangan yang lain (khusus kondom yang terbuat dari
lateks dan vinil).

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

Alat kontrasepsi yang dipasang dalam rahim dengan


menjepit kedua saluran yang menghasilkan indung telur
sehingga tidak terjadi pembuahan , terdiri dari bahan plastik
polietilena , ada yang dililit oleh tembaga dan ada yang tidak
Cara kerja:
Mencegah terjadinya fertilisasi , tembaga pada AKDR
menyebabkan reaksi inflamasi steril , toksik untuk sperma
sehingga tidak mampu untuk fertilisasi.
Sterilisasi (Tubektomi dan Vasektomi)

Hormonal
Progestin: pil, injeksi dan implan
Kombinasi: pil dan injeksi

KESIMPULAN
Wanita 37 tahun mengalami kehamilan beresiko tinggi
dan
membutuhkan metode KB yaitu sterilisasi