Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH FUNDAMENTAL OF NURSING I

TEORI DAN MODEL KONSEP KEPERAWATAN


Untuk memenuhi tugas matakuliah Fundamental of Nursing I
dibimbing oleh Ns. Heri Kristianto, M.Kep.,Sp.KMB

Oleh:
Kelompok 1
REGULER 1

1.

Indri Putri D.O

(145070200111013)

2.

Vindry Mercury A.D

(145070201111001)

3.

Nadiya Elsa F.

(145070201111007)

4.

Puguh Priyo R.

(145070207111003)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
Jalan Veteran 65145 Malang Indonesia
Oktober 2014

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik, dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang
berjudul Teori-teori Keperawatan, dimana makalah ini berisi tentang beberapa jenis dari
teori-teori dalam keperawatan yang dikemukakan oleh beberapa tokoh, dalam bentuk maupun
isinya yang sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan,
petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam administrasi pendidikan dalam profesi
keperawatan dan dunia kesehatan.
Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan
wawasan serta pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk
maupun isi dari makalah ini agar menjadi lebih baik kedepannya.
Makalah ini, kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman kami yang
masih kurang. Oleh karena itu, kami berharap para pembaca untuk memberikan masukanmasukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini dan harap maklum.

Malang,

Oktober 2014
Penyusun

DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL .............................................................................................................. 1
KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 2
DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................... 4
1.

Latar Belakang ................................................................................................................ 4

2.

Rumusan Masalah ........................................................................................................... 4

3.

Tujuan ............................................................................................................................. 4

4.

Manfaat ........................................................................................................................... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................... 5


1.

Madeleine Leiningers Transcultural Theory ................................................................. 5

2.

Sistem Model Betty Neuman .......................................................................................... 8

3.

Virginia Henderson ......................................................................................................... 9

4.

Martha Rogers ............................................................................................................... 10

BAB III .................................................................................................................................... 13


1.

Transcultural Theory menurut Leininger ...................................................................... 13

2.

Sistem Model Betty Neuman ........................................................................................ 13

3.

Virginia Henderson ....................................................................................................... 14

4.

Martha Rogers ............................................................................................................... 14

DAFTAR RUJUKAN .............................................................................................................. 15

BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Teori merupakan sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata dan
menjelaskan suatu proses. Teori keperawatan merupakan sekelompok konsep yang
menjelaskan tentang suatu proses, peristiwa atau kejadian mengenai keperawatan yang
didasari oleh fakta-fakta yang telah diobservasi. Teori keperawatan biasanya banyak
digunakan untuk menyusun atau membuat suatu model konsep dalam keperawatan.
Selain itu, karena model praktek keperawatan mengandung hal-hal dasar seperti
keyakinan dan nila-nilai yang menjadi dasar sebuah model. Untuk itu, dianggap sangat
perlu untuk memiliki dan mempelajari mengenai teori dan model keperawatan yang telah
ada karena dianggap sangat dibutuhkan oleh perawat untuk jadi acuannya.
2. Rumusan Masalah
1. Bagaimana model keperawatan transcultural theory menurut Leininger?
2. Bagaimana teori keperawatan sistem model menurut Neuman?
3. Bagaimana teori keperawatan menurut Virginia Henderson?
4. Bagaimana model keperawatan the science of unitary and irreducible human
beings menurut Martha Rogers?
3. Tujuan
1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Fundamental of Nursing I.
2. Untuk mengetahui model konsep keperawatan menurut Leininger.
3. Untuk mengetahui model konsep keperawatan menurut Neuman.
4. Untuk mengetahui model konsep keperawatan menurut Virginia Henderson.
5. Untuk mengetahui model konsep keperawatan menurut Martha Rogers.
4. Manfaat
1. Untuk menambah pengetahuan mengenai macam-macam teori dan model konsep
keperawatan menurut Leininger, Neuman, Henderson, dan Martha Rogers.
2. Membantu pembaca untuk lebih memahami tentang teori dan model konsep
keperawatan menurut beberapa tokoh.
4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. Madeleine Leiningers Transcultural Theory


a.

Pengertian Transcultural Theory


Madeleine Leininger pada mulanya menguraikan teori keperawatan transkultural

pada tahun 1970-an, dan pada tahun 1978, Leininger menyajikan suatu model
pembangkit teori untuk studi tentang teori dan praktik keperawatan transkultural.
Definisinya mengenai keperawatan transkultural adalah sebagai sub bidang keperawatan
yang difokuskan pada studi komparatif dan analisis dari berbagai kultur dan subkultur
dengan mempertimbangkan perilaku kasih sayang mereka, asuhan keperawatan, dan
nilai-nilai sehat-sakit, keyakinan-keyakinan dan pola-pola perilaku dengan tujuan
mengembangkan landasan pengetahuan ilmiah dan humanistik, yang berguna untuk
menyiapkan praktik asuhan keperawatan spesifik-kultur dan universal-kultur (1978:8).
Transcultural Nursing Theory. Teori ini berasal dari disiplin ilmu antropologi dan
dikembangkan dalam konteks keperawatan. Teori ini menjabarkan konsep keperawatan
yang didasari oleh pemahaman tentang adanya perbedaan nilai-nilai kultural yang
melekat dalam masyarakat.
Fokus utama dari hasil karya Leininger adalah studi humanistik dan ilmiah tentang
semua orang dari berbagai kultur mengenai cara-cara perawatn dapat membantu orang
dengan kebutuhan-kebutuhan kesehatan dan hidupnya sehari-hari (1981:8). Leininger
menguraikan tentang transkultural dan ethnocaring. Tindakan caring dikatakan sebagai
tindakan yang dilakukan dalam memberikan dukungan kepada individu secara utuh.
Perilaku caring semestinya diberikan kepada manusia sejak lahir, dalam perkembangan
dan pertumbuhan, masa pertahanan sampai dikala manusia itu meninggal. Human
caring secara umum dikatakan sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan dukungan
dan bimbingan pada manusia yang utuh. Human caring merupakan fenomena yang
universal dimana ekspresi, struktur dan polanya bervariasi diantara kultur satu tempat
dengan tempat lainnya Paula (2009:60).
Ethnocaring didefinisikan sebagai sebuah studi dan klasifikasi sistematis dari
keyakinan, nilai-nilai, dan praktik asuhan keperawatan yang secara kognitif diterima oleh
budaya tertentu melalui bahasa, pengalaman, keyakinan, dan sistem nilai setempat
5

mereka (Leininger, 1978:8). Sedangkan ethnonursing adalah penggunaan pengetahuan


tentang nilai-nilai, keyakinan, dan praktik kultur atau subkultur setempat yang
berhubungan dengan kesehatan dan keperawatan.
Keperawatan transkultural mencakup mengintegrasikan pandangan, pengetahuan,
dan pengalaman budaya dalam merencanakan dan mengimplementasikan asuhan khusus
untuk individu dari suatu budaya. Model dari Leininger menekankan pandangan dunia,
dengan mempertimbangkan beragam budaya. Model ini sangat berguna bagi perawat
yang bekerja dengan individu, kelompok, keluarga, atau komunitas dengan keyakinan,
nilai,

dan

praktik

budaya

yang

unik.

Keperawatan

transkultural

mencakup

pengintegrasian pandangan, pengetahuan, dan pengalaman budaya dalam semua area


proses keperawatan: walau demikian, model ini tidak memberikan panduan untuk
mengkaji klienindividu, kelompok, atau komunitasjuga tidak memandu diagnosis,
perencanaan, dan intervensi keperawatan.
b.

Konsep dalam Transcultural Nursing


1.

Budaya adalah norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang
dipelajari, dan dibagi serta memberi petunjuk dalam berfikir, bertindak dan
mengambil keputusan.

2.

Nilai budaya adalah keinginan individu atau tindakan yang lebih diinginkan
atau suatu tindakan yang dipertahankan pada suatu waktu tertentu dan
melandasi tindakan dan keputusan.

3.

Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk yang optimal


dari pemberian asuhan keperawatan, mengacu pada kemungkinan variasi
pendekatan keperawatan yang dibutuhkan untuk memberikan asuhan budaya
yang menghargai nilai budaya individu, kepercayaan dan tindakan termasuk
kepekaan terhadap lingkungan dari individu yang datang dan individu yang
mungkin kembali lagi.

4.

Etnosentris

adalah

persepsi

yang

dimiliki

oleh

individu

yang menganggap bahwa budayanya adalah yang terbaik diantara budayabudaya yang dimiliki oleh orang lain.
5.

Etnis berkaitan dengan manusia dari ras tertentu atau kelompok budaya yang
digolongkan menurut ciri-ciri dan kebiasaan yang lazim.

6.

Ras adalah perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada asal muasal


manusia.
6

7.

Etnografi adalah ilmu yang mempelajari budaya. Pendekatan metodologi pada


penelitian etnografi memungkinkan perawat untuk mengembangkan kesadaran
yang tinggi pada perbedaan budaya setiap individu, menjelaskan dasar observasi
untuk mempelajari lingkungan dan orang-orang, dan saling memberikan timbal
balik diantara keduanya.

8.

Care adalah fenomena yang berhubungan dengan bimbingan, bantuan,


dukungan perilaku pada individu, keluarga, kelompok dengan adanya kejadian
untuk memenuhi kebutuhan baik aktual maupun potensial untuk meningkatkan
kondisi dan kualitas kehidupan manusia.

9.

Caring adalah tindakan langsung yang diarahkan untuk membimbing,


mendukung dan mengarahkan individu, keluarga atau kelompok pada keadaan
yang nyata atau antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi kehidupan
manusia.

10. Cultural Care berkenaan dengan kemampuan kognitif untuk mengetahui nilai,
kepercayaan dan pola ekspresi yang digunakan untuk mebimbing, mendukung
atau

memberi

kesempatan

individu,

keluarga

atau

kelompok

untuk

mempertahankan kesehatan, sehat, berkembang dan bertahan hidup, hidup


dalam keterbatasan dan mencapai kematian dengan damai.
11. Culturtal Imposition berkenaan dengan kecenderungan tenaga kesehatan untuk
memaksakan kepercayaan, praktik dan nilai diatas budaya orang lain karena
percaya bahwa ide yang dimiliki oleh perawat lebih tinggi daripada kelompok
lain (Leininger, 1985).
c.

Keyakinan Leininger
1. Keperawatan: cara ilmiah dan humanistik dalam membantu klien melalui proses
kepedulian

budaya

khusus

(nilai-nilai,

keyakinan,

dan

praktik)

untuk

meningkatkan atau mempertahankan kondisi kesehatan.


2. Klien: individu, keluarga, kelompok, masyarakat, atau komunitas dengan
kemungkinan kebutuhan fisik, psikologis atau sosial, di dalam konteks budaya
mereka, yang merupakan penerima asuhan keperawatan.
3. Kesehatan: ditentukan oleh sudut pndang budaya khusus dan orang-orang
setempat, budaya yang bergantung pada teknologi memndang kesehatan dan
perawatan kesehatan secara berbeda dari masyarakat yang tidak bergantung pada
teknologi.
7

4. Lingkungan: setiap budaya kultur atau masyarakat di seluruh dunia tempat


ethnocaring dipraktikkan oleh perawat yang membantu klien.

2. Sistem Model Betty Neuman


a.

Pengertian Sistem Model


Sistem model Neuman merupakan suatu model keperawatan dalam sistem pelayanan

kesehatan yang dikembangkan oleh Betty Neuman, yang mempertimbangkan manusia


secara utuhdengan inti sentral faktor-faktor survival, lini pertahanan dan resistensi
terhadap stresor serta strain. Dalam hal ini, Neuman menggunakan pendekatan manusa
utuh (total person approach), dengan memasukkan konsep holistik, pendekatan sistem
terbuka, dan konsep stresor Kusnanto (2004:24).
b.

Konsep Mayor Teori Neuman


Brooker (2001:143) memaparkan mengenai konsep mayor Neuman.
1. Manusia. Manusia merupakan suatu sistem terbuka, yang selalu mencari
keseimbangan yang harmoni, dan merupakan satu kesatuan dari variabel-variabel
fisiologis, psikologis, sosiokultural, perkembangan, dan spiritual.
2. Lingkungan. Lingkungan adalah semua kekuatan, baik internal dan eksternal
yang dapat memengaruhi hidup dan perkembangan klien atau sistem klien.
3. Keperawatan. Secara umum, keperawatan adalah sebuah profesi yang unik,
mencakup tentang respon manusia terhadap stresor yang merupakan konsep
utama untuk mencapai stabilitas pasien. Neuman mengemukakan parameter dari
keperawatan adalah individu, keluarga dan kelompok dalam mempertahankan
tingkat yang maksimal agar sehat dengan intervensi untuk menghilangkan stres
dan menciptakan kondisi yang optimal bagi pasien. Tujuan dari intervensi
keperawatan adalah untuk menurunkan stresor lewat pencegahan primer,
sekunder, dan tersier.
4. Kesehatan. Kesehatan adalah keadaan yang adekuat dalam suatu sistem stabilitas
keadaan yang baik. Sehat merupakan sebuah kondisi yang terbebas dari gangguan
pemenuhan kebutuhan, dan sehat adalah keseimbangan dinamis sebagai dampak
dari keberhasilan menghindari dan mengatasi stresor.
Potter (2006:276) menjelaskan bahwa Neuman meyakini bahwa keperawatan

memperhatikan manusia secara utuh. Tujuan dari keperawatan adalah membantu


8

individu, keluarga, dan kelompok dalam mencapai dan mempertahankan tingkat


kesehatan yang optimal. Perawat mengkaji, mengatur dan mengevaluasi sistem klien.
Perawatan berfokus pada variabel-variabel yang mempengaruhi respons klien terhadap
stressor. Tindakan perawatan terdiri dari pencegahan primer, sekunder, tersier.
Pencegahan primer berfokus pada peningkatan pertahanan tubuh melalui identifikasi
faktor-faktor risiko yang potensial dan aktual terjadi akibat stressor tertentu. Pencegahan
sekunder berfokus pada penguatan pertahanan dan sumber internal melalui penetapan
prioritas dan rencana pengobatan pada gejala-gejala yang tampak. Pencegahan tersier
berfokus pada proses adaptasi kembali. Prinsip dari pencegahan tersier adalah untuk
memberikan penguatan pertahanan tubuh terhadap stresor melalui pendidikan kesehatan
dan untuk membantu dalam mencegah terjadinya masalah yang sama.
3. Virginia Henderson
a. Pengertian Keperawatan menurut Henderson
Kusnanto (2004:113) dalam bukunya mengatakan bahwa, Virgina Henderson
memperkenalkan definition of nursing yang ditinjau dari sisi fungsional. Menurut
Henderson, tugas unik perawat adalah membantu individubaik dalam keadaan sakit
maupun sehatmelalui upayanya melaksanakan berbagai aktivitas guna mendukung
kesehatan dan penyembuhan individu, yang dapat dilakukan secara mandiri oleh individu
saat ia memiliki kekuatan, kemampuan, kemauan, dan pengetahuan.
Asmadi (2008:113) mengungkapkan bahwa Henderson juga mengembangkan sebuah
model keperawatan yang dikenal dengan The Activities of Living. Model ini
memaparkan tentang tugas perawat adalah membantu individu atau pasien dalam
meningkatkan kemandiriannya dalam waktu secepat mungkin. Perawat menjalankan
tugasnya tersebut secara mandiri, tidak tergantung pada dokter. Akan tetapi, perawat
masih tetap harus menyampaikan rencananya ini kepada dokter sewaktu mengunjungi
pasien.
b. Kepercayaan Henderson
1. Manusia adalah seseorang yang membutuhkan bantuan untuk memperoleh
kesehatan dan kemandirian atau kematian yang damai. Pikiran dan tubuh tidak
dapat dipisahkan.
2. Lingkungan adalah semua keadaan dan pengaruh eksternal yang memengaruhi
kehidupan dan perkembangan.
9

3. Kesehatan biasanya disamakan dengan kemandirian, dipandang dari kemampuan


klien untuk melakukan 14 komponen keperawatan tanpa bantuan.
4. Keperawatan memiliki tugas untuk membantu dan mendukung seseorang di
dalam aktivitas hidupnya dan membantu untuk mencapai kedewasaan Brooker
(2001:140).
c. Teori Keperawatan Henderson
Berdasarkan Potter (2005:274) mengatakan teori keperawatan Henderson mencakup
seluruh kebutuhan dasar seorang manusia. Yang diidentifikasikan dalam 14 komponen
dalam asuhan keperawatan dasar (basic nursing care) pada tingkat asuhan individual,
mengacu kepada aktivitas dalam kehidupan sehari-hari dari seseorang; perawat
membantunya dengan fungsi-fungsi ini, atau membuat kondisi yang baik dan sesuai
sehingga memungkinkan ia untuk melakukan hal-hal seperti berikut.
1.

Bernafas secara normal.

2.

Makan dan minum cukup.

3.

Eliminasi.

4.

Bergerak dan mempertahankan posisi yang dikehendaki.

5.

Istirahat dan tidur.

6.

Memilih cara berpakaian, berpakaian dan melepaskannya.

7.

Mempertahankan temperatur tubuh dalam rentang normal.

8.

Menjaga tubuh tetap bersih dan rapi.

9.

Menghindari bahaya dari lingkungan.

10. Berkomunikasi dengan orang lain.


11. Beribadah menurut keyakinan.
12. Bekerja yang menjanjikan prestasi.
13. Bermain dan berpatisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi.
14. Belajar, meggalih atau memuaskan rasa ingin tahu yang mengacuh pada
perkembangan dan kesehatan normal.

4.

Martha Rogers

a.

Pengertian the Science of Unitary and Irreducible Human Beings


Ilmu manusia kesatuan adalah sistem konseptual keperawatan dimaksudkan untuk

merangsang perkembangan teori keperawatan. Manusia kesatuan adalah makhluk


homeodinamik dan tidak homeostatis. Ilmu rogers tentang teori manusia kesatuan telah
10

digunakan sebagai kerangka kerja untuk memandu pendidikan keperawatan, praktek, dan
penelitian. Roger mengungkapkan tentang teori keperawatan banyak dipengaruhi oleh
teori sistem dan teori medan energi. Manusia dilihat sebagai medan energi yang
melakukan

pertukaran

energi

dengan

lingkungannya

secara

terus

menerus

(homeodinamik), dengan lima karakteristiknya yang merupakan landasan dibangunnya


prinsip kesatuan dalam keperawatan yaitu kesatuan utuh, keterbukaan, kesatuan arah,
pola dan organisasi, dan kemampuan mempersepsikan/berperasaan. Teorinya dikenal
sebagai unitary human beings theory. Meleis (2012:311).
Teori Roger didasari oleh ilmu tentang asal usul manusia dan alam semesta seperti
antropologi, sosiologi, agama, filosofi, perkembangan sejaran dan juga mitologi
(homeostatis). Teori Roger ini berfokus pada proses kehidupan manusia secara utuh. Dan
ilmu keperawatan adalah ilmu yang mempelajari manusia, alam dan perkembangan
manusia secara langsung.
Terdapat lima asumsi yang menjadi dasar teori Roger yaitu sebagai berikut:
1. Manusia adalah kesatuan yang utuh, masing-masing manusia mempunyai sifat
dan karakter yang berbeda serta mempunyai proses hidup yang dinamis.
2. Manusia selalu berinteraksi dengan lingkungan, dimmana manusia merupakan
sebuah sistem terbuka, dan manusia akan mempengaruhi dan dipengaruhi
lingkungan sekitarnya.
3. Proses kehidupan manusia berjalan lambat, tidak dapat diubah dan tidak terarah,
karena jalan hidup tiap individu berbeda-beda.
4. Identitas dari individu merupakan gambaran dari seluruh proses kehidupannya
sehingga perkembangan manusia dapat dilihat dari tingkah lakunya.
5. Manusia diciptakan dengan karakteristik dan keunikan tersendiri.
Selain itu manusia merupakan suatu kesatuan utuh, memiliki integritas diri dan
menunjukkan karakteristik yang lebih dari sekedar beberapa bagian. Manusia yang utuh
merupakan empat sumber dimensi energi yang diidentifikasi oleh pola dan manifestasi
karakterristik spesifik yang menunjukkan kesatuan dan yang tidak dapat ditinjau
berdasarkan bagian pembentuknya. Keempat dimensi yaitu, sumber energi, keterbukan,
kereraturan dan pengorganisasian, dan empat dimensionalitas manusia. Digunakan untuk
menentukan prinsip mengenai bagaimana manusia berkembang.

11

b.

Konsep Mayor Teori Roger


1. Manusia adalah suatu unti, manusia secara terus menerus saling tukar menukar

energi dengan lingkungannya. Proses kehidupan manusia berkembang dan tidak kembali
seperti semula, berlangsung lama dan terus menerus, manusia mempunyai kemampuan
mengabstraksikan, imajinatif, berbahasa, berpikir, sensasi dan emosi.
2. Lingkungan merupakan semua pola yang ada di luar dari individu, individu dan
lingkungan membentuk sistem terbuka.
3. Keperawatan merupakan ilmu dan seni yang humanistik dan humanitarian.
4. Kesehatan. Dalam hal ini, Roger mengatakan bahwa ia memandang kesehatan
sebagai suatu nilai yang sangat penting Kusnanto (2004:22).

12

BAB III

Transcultural Theory menurut Leininger


Menurut diskusi kami tentang pengertian dari transkultural teori menurut Madeleine
Leininger mengenai keperawatan transkultural adalah sebagai sub bidang keperawatan
yang difokuskan pada studi perbandingan dengan mempertimbangkan nilai-nilai asuhan
keperawatan yang bertujuan untuk mengembangkan landasan pengetahuan ilmiah dan
psikologi seseorang, yang berguna untuk menyiapkan praktik asuhan keperawatan yang
spesifik dan universal. Teori ini menjabarkan konsep keperawatan yang didasari oleh
pemahaman tentang adanya perbedaan nilai-nilai kebudayaan yang melekat didalam
kehidupan masyarakat.
Fokus utamanya adalah studi psikologi dan ilmiah tentang semua orang dari berbagai
budaya mengenai cara-cara perawat dapat membantu orang dengan kebutuhan kesehatan
dan kehidupan sehari-hari. Human caring adalah fenomena yang universal yaitu ekspresi,
struktur dan polanya bervariasi diantara budaya satu tempat dengan tempat lainnya.
Ethnocaring sebuah studi dan klasifikasi sistematis dari keyakinan, nilai-nilai, dan
praktik asuhan keperawatan yang diterima oleh budaya melalui bahasa, pengalaman,
keyakinan, dan sistem nilai setempat. Sedangkan ethnonursing adalah penggunaan
pengetahuan tentang nilai-nilai, keyakinan, dan praktik kultur atau subkultur setempat
yang berhubungan dengan kesehatan dan keperawatan.
Sistem Model Betty Neuman
Menurut diskusi kami sistem model Neuman yaitu suatu model keperawatan yang
mempertimbangkan manusia secara utuh. Dalam hal ini, Neuman menggunakan
pendekatan manusia utuh dengan memasukkan konsep holistik, pendekatan sistem terbuka,
dan konsep stresor. Konsep Mayor Teori Neuman yaitu manusia, lingkungan, keperawatan,
kesehatan.
Tujuan keperawatan adalah membantu individu, keluarga, dan kelompok dalam
mencapai dan mempertahankan tingkat kesehatan semaksimal mungkin. Tugas perawat
yaitu mengkaji, mengatur dan mengevaluasi sistem klien. Fokus perawatan yaitu
berdasarkan respon klien terhadap stressor. Tindakan perawatan terdiri dari pencegahan
primer, sekunder, tersier.

13

Virginia Henderson
Menurut kami, model konsep keperawatan Virgina Henderson memperkenalkan
definisi yang dilihat dari sisi fungsional. Tugas unik perawat adalah membantu individu
baik dalam keadaan sakit maupun sehat melalui upaya melaksanakan berbagai aktivitas
untuk mendukung kesehatan dan penyembuhan individu atau pasien, yang dapat dilakukan
secara mandiri oleh pasien saat pasien masih memiliki kekuatan, kemampuan, kemauan,
dan pengetahuan.
Teori keperawatan yang dikemukakan oleh Henderson mencakup 14 komponen dalam
asuhan keperawatan dasar pada tingkat asuhan individual, mengacu kepada aktivitas
dalam kehidupan sehari-hari dari seseorang. Perawat membantu dengan melakukan hal-hal
yaitu, bernafas secara normal, makan dan minum cukup, eliminasi, bergerak dan
mempertahankan posisi yang dikehendaki, istirahat dan tidur, memilih cara berpakaian,
mempertahankan temperatur tubuh dalam rentang normal, menjaga tubuh tetap bersih dan
rapi, menghindari bahaya dari lingkungan, berkomunikasi dengan orang lain, beribadah
menurut keyakinan, bekerja yang menjanjikan prestasi, bermain dan berpatisipasi dalam
berbagai bentuk rekreasi, belajar.
Martha Rogers
Menurut kelompok kami, konsep model teori keperawatan Rogers, yaitu manusia
kesatuan. Yang dimaksud dengan manusia kesatuan yaitu makhluk yang melakukan
pertukaran energi dengan lingkungannya secara terus-menerus. Ilmu Rogers tentang teori
manusia kesatuan telah digunakan sebagai kerangka kerja untuk memandu pendidikan
keperawatan, praktek, dan penelitian.
Teori Roger berfokus pada proses kehidupan manusia secara utuh. Ilmu keperawatan
yaitu ilmu yang mempelajari manusia, alam dan perkembangan manusia secara langsung.
Ada lima asumsi yang menjadi dasar teori Roger yaitu manusia sebagai kesatuan yang
utuh, manusia selalu berinteraksi dengan lingkungan, proses kehidupan manusia yang
berjalan lambat tidak dapat diubah dan tidak terarah karena jalan hidup tiap individu
berbeda, identitas individu merupakan gambaran dari seluruh proses kehidupannya
sehingga perkembangan manusia dapat dilihat dari tingkah laku, manusia diciptakan
dengan karakteristik dan keunikan yang berbeda.

14

DAFTAR RUJUKAN

Asmadi. 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.


Brooker, Christine. 2001. The Nurses Pocket Dictionary. Edition 31. Terjemahan Andry
Hartono. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Christensen, Paula & Kenney, Janet. 2009. Nursing Process: Application of Conceptual
Models. Edition 4. Terjemahan Yuyun Yuningsih & Yasmin Asih. Jakarta: Buku
Kedokteran EGC.
Dirckx, John. 2005. Stedmans Concise Medical Dictionary for the Health Professions.
Edition 4. Terjemahan Huriawati Hartanto, dkk. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
Jaypee. 2007. Psychiatric Mental Health Nursing. New Delhi: Basavanthappa.
Kusnanto. 2004. Profesi dan Praktik Keperawatan Profesional. Jakarta: Buku Kedokteran
EGC.
Meleis, Afaf Ibrahim. 2012. Theoretical Nursing: Development and Progress. Fifth Edition.
Pennsylvania: Wolters Kluwer Health.
Potter & Perry. 2005. Fundamentals of Nursing: Concepts, Process, and Practice. Edition 4.
Terjemahan Yasmin Asih, dkk. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.
https://www.academia.edu/5611692/Aplikasi_Leininger

15